Rancangan Gully Plug untuk Rehabilitasi Lahan
Rancangan Gully Plug untuk Rehabilitasi Lahan
LOKASI : .............................
DESA : .............................
KECAMATAN : .............................
KABUPATEN : .............................
PROPINSI : .............................
SUB DAS : .............................
DAS : .............................
.................., .................................2019
DINAS LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN PROVINSI NTT
UPT KPH WILAYAH KABUPATEN / KOTA ...................
Jl. ,.............
PENGESAHAN
LOKASI : .............................
DESA : .............................
KECAMATAN : .............................
KABUPATEN : .............................
PROVINSI : .............................
SUB DAS : .............................
DAS : .............................
i
KATA PENGANTAR
Gully Plug adalah bendungan kecil dengan konstruksi bronjong batu, pasangan batu atau trucuk bambu/ kayu yang dibuat pada
alur jurang dengan tinggi maksimum 1,5 meter, yang lolos air yang berfungsi untuk mengendalikan/ mengendapkan
sedimentasi/ erosi dan aliran permukaan/ run off.
Rancangan Pembuatan Gully Plug ini disusun dengan type/konstruksi Gully Plug pasangan bronjong kawat sebagai acuan
pelaksanaan pekerjaan di lapangan dalam rangka kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan, khususnya terhadap pengendalian
sedimen.
Kegiatan Pembuatan Dam Penahan dibiayai dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2019. Rancangan ini
disusun berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal PDASHL Nomor : P.6/PDASHL/SET/KUM.1/8/2017 tentang Petunjuk Teknis
Bangunan Konservasi Tanah dan Air yang memuat risalah umum keadaan lokasi kegiatan, jenis dan tahapan pekerjaan, rincian
kebutuhan biaya bahan dan tenaga setiap jenis pekerjaan serta jadwal waktu pelaksanaan pekerjaan. Selain itu, rancangan ini
dilengkapi dengan peta situasi dan gambar konstruksi.
Pada masing masing konstruksi bangunan mempunyai typikal sendiri dalam pelaksanaan teknis dilapangan, sehingga selain
menjadi acuan bagi para pelaksana kegiatan di lapangan, rancangan ini juga merupakan acuan bagi para petugas lapangan
dalam melaksanakan bimbingan teknis kepada kelompok tani peserta kegiatan, serta sebagai tolak ukur dalam melakukan
monitoring pelaksanaan dan evaluasi hasil pekerjaan.
......................................................
NIP.
ii
DAFTAR ISI
Hal.
LEMBAR PENGESAHAN i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
I. PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Maksud dan Tujuan 1
II. RISALAH UMUM 2
A. Biofisik 2
B. Sosial Ekonomi 3
III. RANCANGAN TEKNIS 5
A. Type Gully Plug 5
B. Data Teknis 5
C. Manfaat 5
IV. RENCANA ANGGARAN BIAYA 6
A. Daftar Harga Bahan, Upah Tenaga Kerja 6
B. Analisa Harga Satuan Pekerjaan 7
C. Rencana Anggaran Biaya (RAB) 8
V. JENIS PEKERJAAN DAN JADWAL PELAKSANAAN 9
VI. STANDART PROSEDUR DAN STANDART HASIL 10
VII. PENUTUP 13
LAMPIRAN 1. Peta Situasi
LAMPIRAN 2. Gambar Konstruksi Gully Plug
iii
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) merupakan upaya strategis pembangunan nasional dalam upaya untuk
melestarikan lingkungan. Kegiatan RHL yang berupa penanaman masih belum mampu mengimbangi laju degradasi hutan
dan lahan, sehingga perlu dilakukan percepatan melalui program-program lintas sektoral yang berupa rekayasa teknis. Salah
satu percepatan kegiatan RHL tersebut adalah dengan cara pembangunan bangunan penngendali sedimen skala kecil yang
disebut Gully Plug.
Rancangan Gully Plug ini disusun sebelum pelaksanaan kegiatan di lapangan. Secara umum memuat biofisik dan sosial
ekonomi di calon lokasi pembangunan Dpn, serta rancangan kegiatan yang memuat sarana prasarana, kebutuhan bahan
dan peralatan, peta dan gambar desain.
Maksud dan tujuan pembuatan Gully Plug yaitu untuk menampung/ mengendalikan sedimen dan menstabilkan alur sungai
agar tidak terdegradasi. Gully Plug juga berfungsi mengendalikan sedimen agar tidak terjadi pendangkalan sungai di daerah
hilir/ daerah tangkapan waduk, sehingga dapat mengurangi tampungan sungai yang dapat menyebabkan banjir.
Maksud disusunnya rancangan ini adalah tersedianya pedoman sebagai acuan/arahan dan pegangan atau dasar
pelaksanaan dalam pembangunan Gully Plug agar dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana.
Tujuan disusunnya rancangan Gully Plug adalah sebagai dasar pembangunan, desain serta rencana anggaran biaya (RAB),
yang bertujuan untuk memberikan arahan bagi pelaksana agar pelaksanaan pembuatan Gully Plug dapat dibangun dengan
benar, sehingga dapat memberikan hasil yang optimal dan dapat berfungsi sesuai harapan.
1
II. RISALAH UMUM
A. Biofisik
1. Letak dan Luas
- Blok / Unit : ............................. - Luas C.A : 4.00 Ha
- Desa : ............................. - SUB DAS : .............................
- Kecamatan : ............................. - DAS : .............................
- Kabupaten : ............................. - Tahun : 2019
- Propinsi : .............................
- Koordinat : 112° 47' 09,50'' BT
08° 13' 54,70 '' LS
2. Penggunaan Lahan : Vegetasi dominan berupa lahan tebu dan Jagung, Tanaman Tahunan berupa kelapa dan kopi, serta
sengon
2
6. Ketinggian tempat dan Topografi
a. Tinggi tempat (elevasi) : 489 m dpl
B. Sosial Ekonomi
1. Mata Pencaharian 2. Tenaga Kerja
Jumlah - Jumlah Penduduk : 3,814 orang
No Mata Pencaharian Keterangan
(orang) - Asal tenaga kerja : Masyarakat setempat
1. Petani 1,355 - Jumlah tenaga kerja : 3,814 orang
2. Buruh Tani 989 - Tenaga kerja produktif : 3,099 orang
3. Buruh swasta 434 - Tenaga kerja tidak produktif : 715 orang
4. Pedagang 161
5. Peternakan -
6. PNS/TNI 35
7. Jasa - jasa -
8. Lainnya 311
Jumlah 3,285
Sumber :Data potensi desa setempat
3
3. Kelembagaan Masyarakat
- Di Indonesia hampir semua lapisan masyarakat memiliki pranata sosial yang bisa dilibatkan untuk mendukung kegiatan
rehabilitasi hutan dan Lahan (RHL). Di setiap desa mempunyai lembaga formal antara lain LKMD, Kelompok Tani,
Kelompok Masyarakat, Koperasi. Sedangkan pranata sosial non formal bisa berupa RT, RW, Remaja Masjid, Perkumpulan
keagamaan baik tahlilan atau arisan
- Dalam Pembuatan Gully Plug, proposal diusulkan oleh Kelompok Tani yang diketahui oleh Kepala Desa di calon lokasi
pembangunan. Kelompok Tani tersebut minimal memiliki anggota sebanyak 15 orang dan memiliki kesamaan visi dan misi
tentang perbaikan lingkungan dan Kehutanan secara khusus
- Kelompok Tani pelaksana kegiatan Pembangunan Gully Plug :
a. Nama Kelompok :
b. Ketua :
c. Jumlah anggota : 15 orang
4. Sosial Budaya
- Adanya banjir, tanah longsor dan kekeringan turut memicu kesadaran masyarakat untuk peduli tentang perlunya gerakan
Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL). Kearifan lokal yang mulai tergerus bersama dengan peningkatan kebutuhan ekonomi
masyarakat mulai perlu dilestarikan kembali
- Melalui stakeholder terkait dengan menggerakkan penyuluh dan tokoh masyarakat setempat merupakan ujung tombak
keberhasilan kegiatan RHL. Hal tersebut juga merupakan upaya penyadaran perilaku masyarakat terhadap bahaya /
kerawanan kondisi kerusakan lingkungan yang dapat berakibat timbulnya bencana
- Penyuluhan yang kontinyu yang disertai dengan peningkatan ketrampilan masyarakat yang berwawasan lingkungan
merupakan salah satu tujuan yang diemban oleh penyuluh kehutanan
- Seiring dengan teknologi yang semakin maju dengan peningkatan sarana perhubungan ( mobil, sepeda motor), sarana
telekomunikasi (telepon dan internet), serta badan usaha dibidang keuangan (Koperasi, bumdes, KUD, dll), akan turut
memudahkan masyarakat untuk menerima akses dari luar.
4
III. RANCANGAN TEKNIS
5. Dimensi
Panjang Lebar sal. Lebar Bangunan Tinggi Bangunan Pelimpah (m)
Gp (m) Eksisting
Atas Bawah(m) AtasDpn (m)
Bawah Dpn (m)
Maximal Efektif Lebar Tinggi
5
IV. RENCANA ANGGARAN BIAYA
No Jenis Bahan Satuan Harga (Rp) Jenis Tenaga Kerja Satuan Upah (Rp)
1 2 3 4 5 6 7
6
B. Analisa Harga Satuan Pekerjaan
1. Pembersihan lahan (m2) 4. Pasangan Bronjong (per m3)
Harga Satuan Jumlah Harga No Uraian Satuan Koefisien Harga Satuan Jumlah Harga
No Uraian Satuan Koefisien
Rp. Rp. Rp. Rp.
A Tenaga A Tenaga
1 Pekerja OH 0.0600 80,000.00 4,800.00 1 Pekerja OH 1.140 80,000.00 91,200.00
2 Mandor OH 0.0060 100,000.00 600.00 2 Tukang Besi OH 0.380 90,000.00 34,200.00
Jumlah Tenaga Kerja 5,400.00 3 Mandor OH 0.298 100,000.00 29,800.00
B Bahan Jumlah Tenaga Kerja 155,200.00
C Jumlah harga tenaga, bahan 5,400.00 B Bahan
1 Kawat digalvano ø 3 m kg 15.10 21,000.00 317,100.00
2. Pemasangan Bouplank/ Profil 2 Batu kg 1.30 225,000.00 292,500.00
Harga Satuan Jumlah Harga Jumlah Bahan 609,600.00
No Uraian Satuan Koefisien
Rp. Rp. C Jumlah harga tenaga, bahan (A+B) 764,800.00
A Tenaga
1 Tukang Kayu Oh 0.100 90,000.00 9,000.00 5. Pemasangan Ijuk, per m2
2 Mandor Oh 0.006 100,000.00 600.00 No Uraian Satuan Koefisien Harga Satuan Jumlah Harga
Jumlah Tenaga Kerja 9,600.00 Rp. Rp.
B Bahan A Tenaga
1 Bambu btg 0.250 25,000 6,250.00 1 Pekerja OH 0.150 80,000.00 12,000.00
2 Mandor OH 0.015 100,000.00 1,500.00
Jumlah Bahan 6,250.00 Jumlah Tenaga Kerja 13,500.00
C Jumlah harga tenaga, bahan (A+B) 15,850.00 B Bahan
1 Ijuk kg 0.300 15,000.00 4,500.00
3. Pekerjaan Galian Tanah kedalaman 1 m, per m3 Jumlah Bahan 4,500.00
Harga Satuan Jumlah Harga C Jumlah harga tenaga, bahan (A+B) 18,000.00
No Uraian Satuan Koefisien
Rp. Rp.
A Tenaga
1 Pekerja Oh 0.563 80,000.00 45,040.00
2 Mandor Oh 0.056 100,000.00 5,630.00
Jumlah Tenaga Kerja 50,670.00
B Bahan
C Jumlah harga tenaga, bahan (A+B) 50,670.00
7
C. Rencana Anggaran Biaya (RAB)
Jumlah Harga
Harga Satuan
No. ITEM PEKERJAAN Satuan Volume Keterangan
( Rp ) ( Rp )
1 2 3 4 5 6 7
1 Pekerjaan Persiapan
a. Pembersihan lapangan M2 6.00 5,400.00 32,400.00
b. Pemasangan Bouplank/ Profil M 3.00 15,850.00 47,550.00
Jumlah 79,950.00
2 Pekerjaan Tanah
c. Pekerjaan Galian Tanah kedalaman 1 m, per m3 M3 2.80 50,670.00 141,876.00
Jumlah 141,876.00
3 Pemasangan bronjong kawat
d. Pasangan Bronjong (per m3) M3 5.75 764,800.00 4,397,600.00
Jumlah 4,397,600.00
Jumlah 4,619,426.00
Jumlah Pembulatan 4,620,000.00
8
V. JENIS PEKERJAAN DAN JADWAL PELAKSANAAN
Minggu
No. Jenis Pekerjaan Keterangan
I II III IV
1 2 3 4 5 6 7
I. PERSIAPAN
1. Pembersihan lapangan
II. PELAKSANAAN
2. Pemasangan Ijuk
3. Pasangan Bronjong
III. PENGAWASAN
1. Pengawas Teknis
9
VI. STANDART PROSEDUR DAN STANDART HASIL
A PERENCANAAN
1. Pemilihan Lokasi a. Luas DTA 1 - 5 Ha - Luas DTA sebesar 4,00 Ha (memenuhi syarat)
b. Kemiringan alur sungai ≤ 35% - Kemiringan sungai 15 % (memenuhi syarat)
c. Tinggi maksimum 1,5 meter - Tinggi maksimum 1,5 m (memenuhi syarat)
d. Kemiringan rata - rata DTA 10 - 35% - Kombinasi kemiringan antara > 40% dan datar 0 - 8 %,
merupakan perpaduan untuk lokasi yang rawan banjir
bandang, sehingga diperlukan pembangunan dam penahan
(memenuhi syarat)
2. Penyusunan a. Rancangan Gully Plug ditetapkan berdasarkan - Pembuatan Rancangan gully Plug telah dilakukan sesuai
Rancangan Teknis hasil desk analisis, survey lokasi, ketersediaan standar prosedur
bahan baku, kebutuhan tenaga, volume kegiatan
dan kelayakan biaya serta jadwal waktu
pelaksanaan.
B PERSIAPAN
1 Pembersihan b. Pembersihan lapangan pada daerah calon lokasi - Pembersihan lahan dilakukan selebar 1,5 meter pada kanan
lapangan bangunan, yang akan dipergunakan untuk kiri sungai, sepanjang bangunan
meletakkan bahan dan peralatan
- Mobilisasi alat dan bahan siap dilaksanakan
2 Pekerjaan profil a. Profil dibuat dengan ukuran disesuaikan dengan - Profil dibuat dari patok patok bambu yang dihubungkan
kondisi kebutuhan konstruksi dilapangan. dengan tali plastik
b. Untuk menjaga agar jangan sampai terjadi - Profil dibuat sedetail mungkin untuk menghindari kesalahan
kesalahan, ukuran profil diperiksa kembali sebelum dimensi dan perletakan bronjong
memulai pekerjaan.
10
No Kegiatan Standart Prosedur Standart Hasil
1 2 3 4
C PELAKSANAAN
1. Galian tanah - Penggalian tanah dilaksanakan dengan dasar Penggalian dilakukan sesuai volume yang ditentukan,
patok rencana yang sudah ditetapkan dari elevasi kemudian dipanjang patok profil untuk meluruskan kebutuhan
muka tanah asli sampai kedalaman rencana galian untuk pemasangan bronjong
bangunan
2. Pemasangan ijuk Pemasangan ijuk pada batu kosong harus sesuai Pemasangan ijuk selain mengurangi rembesan air agar
dengan rancangan sehingga dapat berfungsi partikel tanah tidak hanyut juga sebagai lantai kerja. Ijuk
secara baik sebagai filter sedimen dan tetap lolos dipasang pada dasar bangunan yang bersentuhan langsung
air dengan tanah
3. Pembuatan/ - Bronjong kawat dibuat dari kawat digalvano ukuran sesuai standart dan prosedur
pasangan bronjong Ø 3 mm.
kawat - Penganyaman bronjong kawat minimal dengan 3 sesuai standart dan prosedur
lilitan, ukuran anyaman sesuai dengan gambar
konstruksi.
- Anyaman bronjong kawat harus kuat, rapi sehingga sesuai standart dan prosedur
batu isian tidak bisa lolos atau keluar dari anyaman
bronjong.
- Pengikatan sambungan bronjong kawat harus kuat sesuai standart dan prosedur
dan rapi.
- Untuk menghindari perubahan ukuran pada saat sesuai standart dan prosedur
pemasangan bronjong/ pengisian batu, maka
bronjong harus diberi skur/ kawat pengunci.
- Pengisian batu pada bronjong kawat dilaksanakan sesuai standart dan prosedur
apabila bentuk dan ukuran bronjong kawat sudah
sesuai dengan rancangan.
- Tahap pemasangan setiap lapisan bronjong kawat sesuai standart dan prosedur
harus sesuai dengan rencana gambar konstruksi,
diikat dengan kawat bronjong dan dilaksanakan
secara bertahap.
11
No Kegiatan Standart Prosedur Standart Hasil
1 2 3 4
- Pengisian batu pada setiap lapisan bronjong kawat sesuai standart dan prosedur
harus baik dan benar; disusun saling mengunci
satu dengan lainnya
- Pengisian batu pada bronjong kawat beserta sesuai standart dan prosedur
pengunciannya tidak boleh berubah dan susut,
sehingga tidak berpengaruh terhadap kekuatan dan
bentuk konstruksi bronjong kawat secara
keseluruhan.
D PENGAWASAN
1. Pengawas Teknis - Pengawasan Teknis adalah personil yang ditunjuk - Terlaksananya proses pembangunan konstruksi Gully Plug
melalui surat keputusan oleh Dinas yang mulai awal sampai dengan selesai yang sesuai dengan
berwenang. rancangan dan tidak ada penyimpangan dengan berdasarkan
semua pedoman dan ketentuan yang berlaku
- Dalam melaksanakan tugas, Pengawas Teknis
harus berpedoman pada rancangan dan ketentuan
lain yang mengikat.
12
VII. PENUTUP
Telah disusunya rancangan yang digunakan sebagai acuan pelaksanaan pekerjaan di lapangan ini diharapkan dalam
pelaksanaannya dicermati, sehingga tidak ada kesalahan pada perletakan, dimensi dan biaya yang dikeluarkan.
Rancangan juga berguna sebagai dokumen data yang nantinya akan diacu pada saat bimbingan teknis dan evaluasi kegiatan
Koordinasi yang aktif dari semua pihak, serta kerjasama dan komunikasi yang baik dari masyarakat/ kelompok pengelola
maupun instansi terkait turut berperan dalam upaya keberhasilan pelaksanaan Pembangunan Gully Plug ini
Ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu tersusunnya Rancangan Gully Plug Tahun 2018. Semoga
bermanfaat
13
Lampiran 1. Gambar Papan Nama Pekerjaan
80 cm
60 cm
BLOK / LOKASI : .............................
200 cm
DESA : .............................
KECAMATAN : .............................
KABUPATEN : .............................
PROPINSI : .............................
SUB DAS : .............................
DAS : .............................
Keterangan :
50 cm
-Warna dasar :
Hijau -
Tulisan/huruf : Putih
15 [Link]
Lampiran 2. Peta Situasi
16 [Link]
Lampiran 3. Gambar Konstruksi Dam Penahan
17 [Link]
Rencana Usulan Kegiatan Kelompok
Kegiatan Gully Plug Tahun 2018
LOKASI : .............................
DESA : .............................
KECAMATAN : .............................
KABUPATEN : .............................
NAMA KELOMPOK : 0
17 [Link]
DAFTAR PENERIMAAN UPAH PEKERJAAN PEMBUATAN Gully Plug
LOKASI : .............................
DESA : .............................
KECAMATAN : .............................
KABUPATEN : .............................
NAMA KELOMPOK : 0
18 [Link]