TUGAS HUKUM PENERBANGAN
CASR PART 35
DALFA SEPDIYANTORO
221131006
TEKNIK AERONAUTIKA
Standar Kelayakan Udara: Propeller (Bagian 35) Ref. KM 90
Tahun 1993, tertanggal 27 Desember 1993)
Subbagian A-Umum
35.1 Penerapan (a) Lampiran ini menetapkan standar kelayakan udara
untuk masalah sertifikat jenis dan perubahan sertifikat tersebut, untuk
baling-baling.
(b) Setiap orang yang menerapkan lampiran II Dekrit ini untuk sertifikat
atau perubahan tersebut harus menunjukkan kesesuaian dengan
persyaratan yang berlaku dari lampiran ini.
35.3 Panduan instruksi untuk menginstal dan mengoperasikan
baling-baling. Setiap pelamar harus mempersiapkan dan menyediakan
manual atau manual yang disetujui yang berisi instruksi pemasangan
dan pengoperasian baling-baling.
35.4 Instruksi untuk kelanjutan kelayakan udara. Pelamar harus
menyiapkan instrumen untuk Kelanjutan Airworthiness sesuai dengan
Lampiran A lampiran ini yang dapat diterima oleh Direktur Jenderal.
Instruksi mungkin tidak lengkap pada sertifikasi jenis jika ada program
untuk memastikan penyelesaian mereka sebelum pengiriman pesawat
pertama dengan baling-baling terpasang, atau setelah penerbitan
sertifikat standar kelayakan udara untuk pesawat dengan baling-baling
terpasang. apapun yang terjadi kemudian.
Subbagian B-Desigu dan Konstruksi
35.11 Penerapan. Subbagian ini meresepkan persyaratan desain dan
konstruksi untuk baling-baling.
35.13 Umum. Setiap pelamar harus menunjukkan bahwa baling-baling
yang bersangkutan memenuhi persyaratan desain dan konstruksi
subbagian ini.
35.15 Fitur Desain. Baling-baling mungkin tidak memiliki fitur desain
yang telah terbukti berbahaya atau dapat diandalkan. Kesesuaian setiap
detail atau bagian desain yang dipertanyakan harus ditetapkan melalui
pengujian.
Subbagian C - Uji dan Inspeksi
35.31 Penerapan
Subbagian ini meresepkan pengujian dan inspeksi untuk baling-baling
dan aksesoris esensial.
35.32 Umum
Setiap pelamar harus menunjukkan bahwa baling-baling yang
bersangkutan dan aksesori esensial menyelesaikan tes dan inspeksi
subbagian ini tanpa bukti kegagalan atau kerusakan. (b) Setiap pelamar
harus memberikan fasilitas pengujian, termasuk peralatan, dan personil
yang kompeten, untuk melakukan tes yang diperlukan