0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
205 tayangan31 halaman

Asuhan Holistik Ibu Hamil Trimester III

Laporan pendahuluan ini membahas tentang asuhan kebidanan holistik pada ibu hamil trimester III dengan nyeri punggung di BPM Tri Wilaida tahun 2023. Ibu hamil trimester III mengalami beberapa tanda bahaya seperti perdarahan, penglihatan kabur, keluarnya cairan pervaginam, dan nyeri perut hebat. Ketidaknyamanan yang umum terjadi antara lain sering kencing, nyeri punggung, dan pegal-pegal."

Diunggah oleh

nadia utari pratiwi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
205 tayangan31 halaman

Asuhan Holistik Ibu Hamil Trimester III

Laporan pendahuluan ini membahas tentang asuhan kebidanan holistik pada ibu hamil trimester III dengan nyeri punggung di BPM Tri Wilaida tahun 2023. Ibu hamil trimester III mengalami beberapa tanda bahaya seperti perdarahan, penglihatan kabur, keluarnya cairan pervaginam, dan nyeri perut hebat. Ketidaknyamanan yang umum terjadi antara lain sering kencing, nyeri punggung, dan pegal-pegal."

Diunggah oleh

nadia utari pratiwi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEBIDANAN HOLISTIK CONTINUITY OF CARE PADA IBU


HAMIL TRIMESTER III DENGAN NYERI PUNGGUNG DI BPM
TRI WILAIDA, SST TAHUN 2023

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Praktik Asuhan Kebidanan Holistik Stase COC

Oleh:

NADIA UTARI PRATIWI


P01740522051

Pembimbing Akademik:

YENNI PUSPITA, SKM. MPH


NIP. 198201142005022002

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BENGKULU
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI BIDAN
JURUSAN KEBIDANAN
TAHUN 2022/2023
HALAMAN PENGESAHAN

LAPORAN PENDAHULUAN

“ASUHAN KEBIDANAN HOLISTIK CONTINUITY OF CARE PADA IBU


HAMIL TRIMESTER III DENGAN NYERI PUNGGUNG DI BPM
TRI WILAIDA, SST TAHUN 2023”

Oleh:

NADIA UTARI PRATIWI


P01740522051

Menyetujui,

Pembimbing Lahan
Pembimbing Akademik

Yenni Puspita, SKM. MPH Tri Wilaida, SST


NIP. 198201142005022002 NIP. 197705182006042013

Mengetahui
Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Bidan

Diah Eka Nugraheni,[Link]


NIP. 198012102002122002

ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
berkat dan rahmat-Nya, sehingga dapat menyelesaikan Laporan Pendahuluan ini.
Penulisan laporan ini dilakukan dalam rangka memenuhi tugas Praktik Asuhan
Kebidanan Holistik Pada Masa Prakonsepsi dan Perencanaan Kehamilan Sehat.
Laporan ini terwujud atas bimbingan, pengarahan dan bantuan dari berbagai pihak
yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu dan pada kesempatan ini penulis
menyampaikan ucapan terima kasih kepada :
1. Ibu Yuniarti, SST, [Link] selaku Ketua Jurusan Kebidanan Poltekkes
Kemenkes Bengkulu
2. Ibu Diah Eka Nugraheni, SST, [Link] selaku Ketua Prodi Profesi Bidan
Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Bengkulu sekaligus
3. Ibu Yenni Puspita, [Link] selaku pembimbing Akademik
4. Ibu Tri Wilaida, SST selaku Pembimbing Lahan Praktik
Mengingat keterbatasan pengetahuan dan pengalaman, penulis menyadari
bahwa penulisan laporan ini masih belum sempurna. Oleh karena itu, penulis
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak. Akhir
kata, penulis berharap semoga laporan Pendahuluan ini bermanfaat bagi semua
pihak.

Maret 2023

Penyusun

iii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL....................................................................................... i
HALAMAN PENGESAHAN........................................................................ ii
KATA PENGANTAR.................................................................................... iii
DAFTAR ISI................................................................................................... iv

BAB I TINJAUAN TEORI............................................................................ 1


A. Konsep teori Kehamilan.......................................................................... 1
1. pengetian................................................................................................ 1
2. tanda bahaya ibu hamil TM III.............................................................. 2
3. ketidak nyamanan pada kehamilan........................................................ 4
B. Konsep dasar nyeri punggung................................................................. 7
1. Pengertian............................................................................................... 7
2. Etiologi nyeri punggung ........................................................................ 8
3. Patofisiologi nyeri punggnung bawah.................................................... 9
4. Dampak nyeri punggung........................................................................ 10
5. Penatalaksanaan nyeri punggung........................................................... 10
C. Senam hamil........................................................................................... 11
1. Pengertian senam hamil......................................................................... 11
2. Manfaat sena hamil................................................................................ 12
3. Kontraindikasi senam hamil................................................................... 13
4. Macam senam hamil yang dianjurkan ibu hamil................................... 14

BAB II KONSEP ASUHAN KEBIDANAN................................................. 16

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................

iv
BAB I

TINJAUAN TEORI

A. Konsep teori kehamilan

5. Pengerian

Kehamilan merupakan suatu proses dimulainya konsepsi sampai

lahirnya [Link] hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9

bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid [Link] proses

kehamilan trimester,kehamilan dapat dibagi menjadi tiga,yaitu trimester

ke-1 (usia kehamilan 1-3 bulan), ke-2 (usia kehamilan (4-6 bulan),dan

trimester ke-3 (usia kehamilan 7-9 bulan) (Febrianti dan aslina,2021).

6. Tanda bahaya ibu hamil trimester III

Tanda bahaya kehamilan TM III adalah keadaan-keadaan pada ibu

hamil yang Mengancam jiwa ibu dan janin yang dikandungnya selama

kehamilan. Tanda tanda bahaya dalam kehamilan dapat terjadi kapan saja.

Mungkin ketika kehamilan masih muda,mungkin juga pada kehamilan

lanjut. Tidak jarang pada saat-saat menjelang persalinan.

a. Perdarahan Pervaginam

Tiap perdarahan keluar dari liang senggama pada ibu hamil setelah 28

minggu disebut perdarahan antepartum. Perdarahan antepartum harus

mendapat perhatian penuh, karena merupakan tanda bahaya yang

mengancam nyawa ibu dan atau janinnya. Perdarahan dapat keluar

1
sedikit- sedikit tetapi terus menerus, lama-lama ibu menderita anemia

berat. Perdarahan dapat juga keluar sekaligus banyak yang

menyebabkan ibu syok, lemas/ nadi kecil dan tekanan darah menurun.

Perdarahan antepartum dapat berasal dari kelainan plasenta yaitu

plasenta previa dan abruptio plasenta. Plasenta previa adalah keadaan

dimana plasenta berimplantasi pada temmpat abnormal, yaitu pada

segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh

permukaan jalan lahir. Abruptio plasenta adalah suatu keadaan dimana

plasenta yang letaknya normal terlepas dari perlekatannya sebelum

janin lahir.

Penanganan untuk mengatasi terjadinya perdarahan yaitu dengan

banyak istirahat untuk mengurangi resiko terjadi keguguran dan

tingkatkan asupan asam folat seperti, Buah-buahan, seperti alpukat,

papaya, dan jeruk. Sayuran, seperti bayam, brokoli, kentang, dan

selada. Kacang-kacangan, termasuk kacang polong, kacang hijau, dan

kacang merah. Hati sapi. Telur. Sereal dan susu keledai yang telah

difortifikasi asam folat.

b. Penglihatan kabur

Karena pengaruh hormonal, ketajaman penglihatan ibu dapat berubah

dalam kehamilan. Perubahan ringan adalah normal. Perubahan

penglihatan ini mungkin disertai dengan sakit kepala yang hebat.

Assesment yang mungkin adalah gejala dari preeklampsia.

2
c. Keluar cairan pervaginam

Pecahnya selaput janin dalam kehamilan merupakan tanda bahaya

karena dapat menyebabkan terjadinya infeksi langsung pada janin.

Pecahnya selaput ketuban juga dapat diikuti dengan keluarnya bagian

kacil janin seperti tali pusat, tangan, atau kaki. Oleh karena itu bila saat

hamil ditemukan ada pengeluaran cairan apalagi bila belum cukup

bulan harus segera datang ke rumah sakit dengan fasilitas memadai.

Assesment yang mungkin adalah Ketuban Pecah Dini (KPD).

d. Nyeri perut yang hebat

dalam mengatasi keputihan pada ibu hamil, perawat dapat menyarankan

perawatan organ reproduksi yaitu (1) mencuci tangan sebelum

menyentuh vagina; (2) membersihkan bagian luar vagina setelah BAK

atau BAB, dengan air bersih dari arah depan ke belakang (vagina ke

anus); (3) hindari menggunakan sabun atau shower gel pada alat

kelamin; (4) biasakan untuk membersihkan alat kelamin sebelum dan

sesudah berhubungan seksual; (5) Celana dalam harus diganti setiap

hari; (6) Gunakan Pantyliner agar keputihan tidak menempel

7. Ketidak nyamanan pada kehamilan

Ketidaknyamanan yang Dapat Terjadi pada Masa Kehamilan Menurut

Suparmi (2017), ketidaknyaman yang terjadi pada trimetser III yaitu

sebagai berikut.

3
a. Sering Kencing

Menurut jurnal Ketidaknyamanan sering buang air kecil yang dirasakan

oleh ibu hamil trimester III secara fisiologis disebabkan karena ginjal

bekerja lebih berat dari biasanya, karena organ tersebut harus

menyaring volume darah lebih banyak dibanding sebelum hamil.

Asuhan yang dapat diberikan pada ibu hamil trimester III dengan

keluhan sering buang air kecil yaitu ibu harus tetap menjaga kebersihan

diri, ibu harus mengganti celana dalam setiap selesai buang air kecil

atau menyediakan handuk bersih dan kering untuk membersihkan serta

mengeringkan area kewanitaan setiap selesai buang air kecil agar tidak

menyebabkan kelembapan yang dapat menimbilkan masalah seperti

jamur, rasa gatal, dan lain sebagainya. (Kiki Megasari 2019)

b. Insomnia

Secara umum insomnia dapat disebabkan oleh kekhawatiran,

kecemasan, atau perasaan terlalu gembira. Beberapa hal yang dapat

menyebabkan terjadinya insomnia seperti uterus yang semakin

membesar, ketidaknyamanan selama kehamilan, dan juga pergerakan

janin. Beberapa hal yangdapat dilakukan unuk mengurangi

ketidaknyamanan insomnia adalah dengan mandi air hangat, minum air

hangat misal susu, teh tanpa kafein dicampur susu sebelum tidur,

sebelum tidur jangan melakukan aktifitas yang dapat menimbulkan

stimulus, gunakan teknik relaksasi progresif dan lakukan posisi

relaksasi (tidur menyamping dengan satu bantal dikepala dan satu

4
bantal lagi untuk meyangga satu kaki yang berada diatas dan agak

ditekuk ), serta anjurkan ibu untuksering berkomunikasi dengan suami

dan keluarga

c. Kram dan bengkak pada kaki

Menurut Jurnal (Afianti & Mardhiyah, 2017) untuk mengurangi

dampak adanya ketidak nyamanan pada kehamilan trimester III dapat di

lakukan pijat kaki (Food massage) dan hidroterapi atau rendam kaki

dengan air hangat serta campuran kencur merupakan salah satu

intervensi nonfarmakologi yang dapat digunakan untuk ibu hamil. pijat

kaki ini merupakan terapi yang berupa pemijatan secara perlahan pada

daerah kaki yang edema dan dilakukan selama 20 menit sehari selama 5

hari, kemudian dilanjutkan dengan relaksasi menggunakan rendaman

air hangat dicampur dengan kencur minimal 10 menit Terapi rendam

kaki ini dapat meningkatkan sirkulasi darah dengan memperlebar

pembuluh darah sehingga lebih banyak oksigen dipasok ke jaringan

yang mengalami pembengkakan.

d. Keputihan

Ibu hamil cenderung akan mengalami gangguan keputihan lebih sering,

daripada tidak sedang hamil, dan keputihan pada ibu hamil disebabkan

oleh jamur dan Bacterial Vaginosis (BV).dalam mengatasi keputihan

pada ibu hamil, dapat menyarankan perawatan organ reproduksi yaitu :

1) mencuci tangan sebelum menyentuh vagina

5
2) membersihkan bagian luar vagina setelah BAK atau BAB,

dengan air bersih dari arah depan ke belakang (vagina ke anus)

3) hindari menggunakan sabun atau shower gel pada alat kelamin

4) biasakan untuk membersihkan alat kelamin sebelum dan

sesudah berhubungan seksual

5) Celana dalam harus diganti setiap hari

6) Gunakan Pantyliner agar keputihan tidak menempel

e. Konstipasi atau sembelit

Keluhan konstipasi biasanya muncul paad trimester kedua dan ketiga.

Konstipasi disebabkan oleh penurunan peristaltic usus sebagai akibat

dari relaksasi usus halus karena peningkatan progesterone. Sebab lain

adalah pembesaran uterus yang menekan usus sehingga mengurangi

motilitas gastrointestinal. Konstipasi bisa disebabkan oleh efek samping

konsumsi zat besi. (Yuliani dkk, 2017)

f. Nyeri punggung

Salah satu ketidaknyamanan yang sering timbul adalah nyeri

punggung. Nyeri punggung merupakan gangguan yang banyak dialami

oleh ibu hamil yang tidak hanya terjadi pada trimester tertentu, tetapi

dapat dialami sepanjang masa-masa kehamilan hingga periode

postnatal. Wanita yang pernah mengalami nyeri punggung sebelum

kehamilan beresiko tinggi mengalami hal yang sama ketika hamil, oleh

karena itu penting sekali untuk dapat membedakan nyeri punggung

yang terjadi penyebab lain. cara untuk meningkatkan kesehatan selama

6
kehamilan adalah dengan melakukan olah raga ringan seperti senam

hamil. Senam hamil adalah suatu bentuk latihan guna memperkuat dan

mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut, ligament-ligamen,

serta otot dasar panggul yang berhubungan dengan proses persalinan.

Senam hamil dapat meringankan keluhan nyeri punggung yang

dirasakan oleh ibu hamil karena didalam senam hamil terdapat gerakan

yang dapat memperkuat otot abdomen.

B. Konsep dasar nyeri punggung

1. Pengertian

Nyeri punggung merupakan salah satu ketidaknyamanan yang

paling umum dirasakan oleh ibu hamil trimester III selama masa

kehamilan. Nyeri punggung yang terjadi pada kehamilan trimester III

seiring dengan membesarnya rahim dengan adanya pertumbuhan janin titik

berat tubuh lebih condong ke depan sehingga ibu hamil harus

menyesuaikan posisinya untuk mempertahankan keseimbangan, akibatnya

tubuh akan berusaha menarik bagian punggung agar lebih ke belakang,

tulang punggung bagian bawah pun lebih melengkung (lordosis) serta otot-

otot tulang belakang memendek (Mafikasari dan Kartikasari, 2015).

Nyeri punggung merupakan salah satu nyeri atau kekakuan yang

bisa dirasakan di sepanjang tulang belakang, dari dasar leher hingga ke

tulang ekor. Gejala sakit punggung bisa berupa rasa sakit yang kadang

datang dan hilang, bahkan bisa memburuk di malam hari. Sakit punggung

7
bisa disebabkan oleh postur tubuh yang kurang ideal ketika duduk, berdiri,

atau membungkuk. Kondisi ini juga bisa disebabkan dari efek mengangkat

benda yang terlalu berat. Nyeri punggung merupakan nyeri yang berkiatan

dengan bagaimana tulang,ligament, dan otot punggung pekerja.

2. Etiologi nyeri punggung

Ada banyak penyebab nyeri punggung bawah dan sakit panggul

selama masa kehamilan. Yang pertama menyebabkan mekanika didalam

perubahan, seperti perubahan postur bayi didalam perut yang semakin

membesar dan bertambah pula beratnya, beban yang diakibatkan perut ini

memainkan peranan punggung bawah (lumbal) untuk condong lebih

kedepan.

Ada 2 titik yang diserang oleh rasa nyeri, yaitu :

a. Pinggang bagian bawah/lumbal

Biasanya rasa nyeri dirasakan pada bagian atas pinggangdigaris

tengah tulang belakang. Nyeri ini bisa atau tanpa penjalaran ke

tungkai atau kaki. Biasanya nyeri ini timbul bila ibu hamil bekerja

dengan duduk atau berdiri terlalu lama.

b. Panggul bagaian belakang

Nyeri pada bagian ini lebih sering dirasakan oleh ibu hamil

dibandingkan nyeri pinggang bagian bawah. Rasa nyeri dirasakan

sampai ke garis pinggang di atas tulang ekor. Dan cenderung

8
meluas hingga ke bokong dan belakang paha. Nyeri pada bagian ini

kadang juga disertai dengan nyeri tulang kemaluan.

3. Patofisiologi nyeri punggnung bawah

Nyeri punggung bawah yang sering terjadi kepada ibu hamil

disebabkan karena selama menjalani masa kehamilan sendi panggul

yang biasanya stabil akan mulai mengalami pengenduran. Terutama

memasuki bulan kelima kehamilan. Perut akan bertambah besar juga

akan membuat ibu hamil kehilangan keseimbangannya. Akibatnya dari

hal-hal tersebut, ibu hamil akan menarik punggung ke arah belakang

dan melengkungkan leher. Dari posisi ini tubuh yang akan semacam

ini akan menyebabkan punggung bagian bawah melengkung,

sedangkan oto-otot punggung akan tertarik sehingga timbullah rasa

nyeri (Harsono, 2013)

4. Dampak nyeri punggung

Dampak nyeri pungggung dalam masa kehamilan adalah ibu

akan mengalami gangguan tidur yang menyebabkan keletihan dan

iritabilitas serta ketidaknyamanan dalam melakukan aktivitas (Judha,

2012). Terjadi relaksasi ringan dan peningkatan mobilitas sendi

panggul normal selama masa kehamilan, pemisahan simpisis pubis,

dan ketidakstabilan sendi sakroiliaka yang besar dapat menimbulkan

nyeri nyeri dan kesulitan berjalan (Hani dkk, 2010).

9
Jika tidak segera diatasi rasa nyeri punggung dapat

mempengaruhi aktivitas kehidupan sehari-hari misalnya, tidur nafsu

makan, konsentrasi, interaksi dengan orang lain, bekerja, keterbatasan

gerak fisik dan aktivitas- aktivitas santai, bahkan dapat menyebabkan

kualitas hidup ibu hamil menjadi buruk (Ikawati,2018).

5. Penatalaksanaan nyeri punggung

Penatalaksaan nyeri secara umum terbagi menjadi dua yaitu :

a. Metode Farmakologi

Cara farmakologi adalah dengan pemberian obat-obatan

paracatamol, NSAID, dan ibufrofen. Namun, jika dikonsumsi

berlebihan dan secara terus menerus, akan meneyebabkan gangguan

pada pertumbuhan janin.

b. Metode Non Farmakologi

Metode non farmakologi sangat penting karena tidak

membahayakan bagi ibu maupun janin. Metode non farmakologi

terdiri dari :

1) Imaginery

Metode ini menggunakan memori tentang pertistiwa-

peristiwa yang menyenangkan atau mengembangkan

pemikiran untuk mengurangi nyeri (Judha,dkk 2012).

10
2) Distraksi

Memfokuskan perhatian pasien pada sesuatu selain pada

nyeri merupakan mekanisme yang bertanggung jawab pada

teknik kognitip afektif lainnya. Distraksi dapat menurunkan

persepsi nyeri dengan stimulsi yang di tranmisikan ke otak

(Judha, dkk 2012).

3) Relaksasi

Relaksasi adalah teknik untuk mencapai kondisi rileks.

Dengan menarik nafas dalam-dalam mengalirkan oksigen ke

darah yang kemudian dialirkan ke seluruh bagian tubuh.

Hasilnya kita menjadi lebih tenang dan stabil

4) Kompres Air Hangat

Kompres hangat dapat dilakukan dengan menempelkan

kantong yang telah direndam di dalam air hangat, ke bagian

tubuh yang nyeri. Sebaiknya diikuti dengan latihan

pergerakan atau pemijatan (Aini, 2016).

5) Senam Hamil

Senam hamil adalah suatu latihan yang diberikan kepa da

ibu hamil agar menyiapkan mental jasmani ibu hamil

dalam mengadapi persalinan yang aman, lancar

dan spontan.

11
C. Senam hamil

1. Pengertian senam hamil

Senam hamil adalah suatu bentuk latian guna memperkuat

elastisitas otot-otot dinding perut, ligamenligamen, serta otot dasar

panggul yang berhubungan dengan proses persalinan. Latihan ini

berfungsi untuk memperkuat setabilitas inti tubuh yang akan

membantu memelihara kesehatan tulang [Link]

kekuatan tubuh yang baik dapat meningkatkan keseimbangan dan

kestabilan individu serta meminimalkan risiko tulang belakang

ataupun jatuh pada saat hamil. Senam hamil dapat meringankan

keluhan nyeri punggung yang di rasakan ibu hamil karena didalam

senam hamil terdapat gerakan yang dapat memperkuat otot abdomen

(Yosefa, dkk 2013).senam hamil menimal dilakukan satu kali

seminggu dalam waktu sekitar 45 menit bagi yang menjalankan sendiri

di rumah dan 45 sampai 60 menit untuk yang berlatih bersama karena

diselingin istirahan dan diskusi bersama anggota ibu hamil dan

instruktur senam hamil. Hal positif yang di dapat senam hamil ialah

meningkatkan dan memperbaiki sistem peredaran darah, kususnya

otot-otot untuk meningkatkan kekuatan tonus otot dan membuat ibu

menjadi rileks (Indrawati .2014).

2. Manfaat senam hamil

Senam hamil atau latihan dapat memberikan keuntungan untuk

12
mempertahankan dan meningkatkan kesehatan fisik ibu hamil,

memperlancar peredaran darah, mengurangi keluhan kram atau pegal-

pegal, dan mempersiapkan pernafasan, aktifitas otot dan panggul untuk

menghadapi proses persalinan. Senam hamil memiliki manfaat yang

sangat penting bagi ibu hamil, antara lain:

a. Menyesuaikan tubuh agar mampu menyangga beban kehamilan.

b. Memperkuat otot untuk menopang tekanan tambahan.

c. Meningkatkan daya tahan tubuh.

d. Memperbaiki sirkulasi dan respirasi

e. Menyesuaikan dengan adanya pertambahan berat badan dan

perubahan keseimbangan.

f. Meredakan ketegangan dan membantu relaks.

g. Membentuk kebiasaan bernafas yang baik.

h. Memperoleh kepercayaan dan sikap mental yang baik

3. Kontraindikasi senam hamil

Menurut (Maryunani,A. dan Sukaryati, 2011) ada kriteria ibu hamil

yang tidak di perkenankan unutuk mengikuti senam hamil, ibu hamil

tersebut adalah ibu hail dengan :

13
a. Preeklamsia

b. Ketuban Pecah Dini (KPD)

c. Perdarahan trimester II dan III

d. Kemungkinan lahir premature

e. Incopeten Cervik

f. Diabetes

g. Anemia

h. Thyroid

i. Aritimia, Palpitasi

j. Riwayat perdarahan

k. Penurunan atau kenaikan BB berlebihan

4. Macam Program Latihan Yang Diajarkan Pada Senam Hamil

Macam-macam program latihan yang terdapat pada senam hamil, antara

lain:

a. Latihan dasar (Basic Exercise), antara lain : Breathing, Pelvic Floor

Muscle, Pelvic Rocking, Posture, Lateral Flexion, Trunk Rotation,

Positions, Relaxtation, Foot And Leg, Back Extensions, Arm,

Staright Abdominal.

b. Latihan pembentukan sikap tubuh

c. Latihan pernafasan, antara lain: pernafasan perut, iga, dada. Latihan

pernafasan memiliki manfaat untuk mempermudah mengatasi nyeri

14
persalinan dan membantu menguasai cara mengejan dengan baik.

d. Latihan peregangan

e. Latihan untuk penguatan

f. Latihan untuk memperlancar sirkulasi.

g. Latihan untuk melenturkan sendi.

h. Latihan relaksasi.

i. Massage untuk menghilangkan nyeri.

15
BAB II
ASUHAN KEBIDANAN KEHAMILAN
PADA NY “..” UMUR .. TAHUN G..P..A.. UK .. MINGGU
DENGAN NYERI PUNGGUNG

A. Kajian Kasus
Pengkajian
Hari/tanggal pengkajian :
Waktu pengkajian : -selesai WIB
Tempat pengkajian :
1. Data Subjektif (S)
Identitas pasien
Nama Istri : Ny. Nama Suami : Tn.
Umur : tahun Umur : tahun
Agama : Agama :
Suku/Bangsa : Suku/Bangsa :
Pendidikan : Pendidikan :
Pekerjaan : Pekerjaan :
Alamat :

2. Keluhan Utama
Ibu mengatakan usia kehamilannya …
Ibu mengatakan nyeri punggung

3. Riwayat Kesehatan
a. Riwayat Kesehatan yang Lalu
Ibu mengatakan pernah/tidak pernah menderita penyakit menular seperti
TBC, Hepatitis, Campak, HV/AIDS, dan malaria
Ibu mengatakan pernah/tidak pernah menderita penyakit keturunan seperti
asma, jantung, diabetes, hipertensi
b. Riwayat Kesehatan Sekarang

16
Ibu mengatakan tidak/ sedang menderita penyakit menular seperti TBC,
HEPATITIS, Campak, HIV/AIDS, dan malaria
Ibu mengatakan tidak /sedang menderita penyakit keturunan seperti asma,
jantung, diabetes, hipertensi
c. Riwayat Kesehatan Keluarga
Ibu mengatakan keluarga tidak/ pernah menderita penyakit menular seperti
TBC, Hepatitis, Campak, HIV/AIDS, malaria dan penyakit keturunan
seperti asma, jantung diabetes, maupun hipertensi

4. Riwayat Menstruasi
Menarche : … tahun
Siklus : … tahun
Lamanya : 3-7 hari
Banyaknya : 3-4 kali ganti pembalut
Masalah : ada/Tidak ada

5. Riwayat Kehamilan, Persalinan, Nifas yang Lalu


No Kehamilan Persalinan Bayi Nifas Ket
UK ANC TT Tgl Tempat Penol Jenis Peny JK/ Hid Lak- Perin- Loc
ong ulit BB up/ tasi eum -hea
Mati
- - - - - - - - - - - - - -

6. Riwayat Kehamilan Sekarang


Ibu hamil anak ke 1
HPHT :
TP :
Usia Kehamilan : … bulan
ANC :
Scirining TT :
Keluhan TM I :
Keluhan TM II :

17
Keluhan TM III :

7. Riwayat Kontrasepsi
KB yang pernah digunakan : tidak/ ada
Lamanya Pemakaian : tidak /ada
Masalah : Tidak /ada

8. Pola pemenuhan Kebutuhan Sehari-hari


a. Nutrisi
1) Makan
Sebelum Hamil
Pola makan : .. kali sehari
Jenis : Nasi, roti, lauk pauk
Porsi : .. piring
Pantangan : ada/Tidak ada
Masalah : ada/Tidak ada
Saat Hamil :
Pola makan : 2-3 kali sehari
Jenis : Nasi, roti, lauk pauk
Porsi : .. piring
Pantangan : ada/Tidak ada
Masalah : ada/Tidak ada

2) Minum
Sebelum Hamil :
Jenis : Air putih, teh
Frekuensi : 8 gelas sehari
Saat Hamil :
Jenis : Air putih, teh
Frekuensi : 7-8 gelas sehari

18
b. Eliminasi
1) BAB
Sebelum Hamil :
Frekuensi : …kali
Konsistensi : Lunak
Warna : Kekuningan
Bau : Khas Tinja
Masalah : Tidak ada
Saat Hamil :
Frekuensi : …kali
Konsistensi : Lunak
Warna : Kekuningan
Bau : Khas Tinja
Masalah : Konstipasi

2) BAK
Sebelum Hamil :
Frekuensi :… kali
Warna : Kuning Jernih
Bau : Khas Amoniak
Masalah : Sering BAK
Saat Hamil :
Frekuensi : …. kali
Warna : Kuning Jernih
Bau : Khas Amoniak
Masalah : Sering BAK

c. Istirahat dan Tidur


Sebelum Hamil :
Tidur siang : .. jam
Tidur malam : ..jam

19
Masalah : ada/ Tidak ada
Saat Hamil :
Tidur siang : … jam
Tidur malam : … jam
Masalah : ada/Tidak ada

d. Personal Hygiene
Sebelum Hamil :
Mandi : … kali sehari
Cuci rambut : …kali seminggu
Gosok gigi : …kali sehari
Ganti pakaian dalam : ...kali sehari
Saat Hamil :
Mandi : ... kali sehari
Cuci rambut : … kali seminggu
Gosok gigi : … kali sehari
Ganti pakaian dalam : … kali sehari
e. Aktifitas
Sebelum Hamil
Jenis kegiatan : Rutinitas ibu rumah tangga (memasak,
membersihkan rumah, mencuci)
Masalah : ada/ Tidak ada

Saat Hamil
Jenis kegiatan : Rutinitas ibu rumah tangga (memasak,
membersihkan rumah, mencuci)
Masalah : ada/ Tidak ada
f. Pola Seksualitas
Sebelum Hamil :
Frekuensi : …seminggu
Keluhan : Tidak ada

20
Saat Hamil :
Frekuensi : …. seminggu
Keluhan : Tidak ada           

9. Keadaan Psikososial dan Spiritual


Hubungan suami istri : Baik/tidak
Hubungan istri dengan keluarga : Baik/tida/tidak
Hubungan istri dengan tetangga : Baik/tidak
Keyakinan terhadap agama : Taat/tidak

B. DATA OBYEKTIF
1. Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum :
Kesadaran : Composmentis
Tekanan Darah :
Sistole : .. mmhg
Diastole : … mmHg
Nadi : … x/ menit
Suhu : ….0C
Pernafasan : …x/ menit
Tinggi Badan : …. cm
Berat Badan : ….kg
Berat Badan sekarang : …kg
Lingkar Lengan Atas ( LILA) : ... cm

2. Pemeriksaan Khusus
a. Inspeksi
1. Kepala
Keadaan : Simetris/tidak
Kerontokan : ada/tidak ada

21
Distribusi rambut : Merata/tidak
Warna rambut : Hitam/merah/kuning
Nyeri tekan : ada/tidak ada
Benjolan : ada/tidak ada
2. Muka
Keadaan : tidak /pucat
Oedema : ada/tidak ada
Nyeri tekan : ada/tidak ada
3. Mata
Bentuk : Simetris/tidak
Konjungtiva :Anemis/an anemis
Sclera :icterus/ An Ikterik
4. Hidung
Bentuk : Simetris
Pengeluaran : ada/tidak ada

5. Teliga
Bentuk : Simetris
Pengeluaran : ada/tidak ada
Masalah : ada/tidak ada
6. Mulut
Bibir : tidak/ pucat
Mukosa : tidak/ kering
Lidah : Bersih/ tidak bersih
Keadaan : Bersih/ kotor
Scrobut : ada/tidak ada
Karies gigi : ada/tidak ada
7. Leher
Pem. Kelenjar Tiroid : ada/tidak ada
Pem. Kelenjar Limfe : ada/tidak ada
Pem. Vena Jugularis : ada/tidak ada

22
8. Dada / Payudara
Bentuk : Simetris
Kebersihan : Bersih
Papila mamme             : Menonjol
Retraksi : ada/tidak ada
Nyeri tekan : ada/tidak ada
Benjolan : ada/tidak ada
Massa                          : ada/tidak ada
Kolostrum                   : (-)
9. Abdomen
Kebersihan : Bersih/ tidak
Pembesaran : Sesuai usia kehamilan
Linea nigra : ada/tidak ada
Striae Gravidarum : ada/tidak ada
Bekas luka operasi : ada/tidak ada
Benjolan : ada/tidak ada
10. Genetalia
Kebersihan ; Bersih
Varises : tidak ada
Oedema : tidak ada
Pengeluaran : tidak ada
11. Ekstermitas atas dan bawah
a. Atas kanan / kiri
Bentuk : Simetris
Kebersihan : Bersih
Oedema : tidak ada
Varises : tidak ada
Warna kuku : merah muda
Pergerakan : (+)
b. Bawah kanan / kiri
Bentuk : Simetris

23
Kebersihan : Bersih
Oedema : tidak ada
Varises : tidak ada
Warna kuku : merah muda
Pergerakan : (+)
Reflek patella ka/ki : (+)
b. Palpasi
Leopold I : TFU ..Di bagian fundus ibu teraba bagian ….
Leopold II : Bagian kanan/ kiri perut ibu teraba gaian-
bagian kecil janin, bagian kiri perut teraba bagian
keras adanya tahanan dari atas kebawah
Leopold III : bagian bawah terabah bagian yang
melenting/bulat
Leopold IV : konvergent/divergen

c. Auskultrasi

DJJ : (+)/ (-)


Frekuensi : ….x / menit
Intensitas :…
Irama : ….
Tafsiran Berat Badan Janin : ….gram

3. Data penunjang
Hb : …..gr %
Golongan Darah :
Pemeriksaan Urin : Protein urin : (+)/ (-)
Glukosa urin : (+)/ (-)

24
C. Analisa
A. Diagnosa
Ny”..” umur … Tahun, G..P..A.., hamil .. minggu, intra uterin, janin
tunggal hidup, presentasi kepala, keadaan jalan lahir baik, keadaan ibu
dan janin baik, dengan nyeri punggung.

B. Masalah
Ketidaknyamanan nyeri punggung

C. Kebutuhan
[Link] ibu hamil TM III

b. Kebutuhan personal hygine ibu hamil TM III

[Link] nutrisi ibu hamil TM III

d. Kebutuhan eliminasi ibu hamil TM III

[Link] istirahat/tidur ibu hamil TM III

f. Kebutuhan pakaian pada ibu hamil TM III

D. Planning

Perencanaan atau planing adalah suatu pencatatan menggambarkan

pendokumentasian dari perencanaan dan evaluasi berdasarkan assasmenet

yaitu rencana apa yang akan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi tersebut.

Perencanaa dibuat saat ini dan yang akan datang. Rencana asuhan disusun

berdasarkan hasil analisi dan interpretasi data yang bertujuan untuk

mengusahakan tercapainya kondisi pasien seoptimal mungkin dan

memepertahankan kesejahteraannya..

1) Berikan KIE mengenai ketidaknyamanan ibu

25
hamil TM III serta bagaimana cara

mengatasinya.

2) Berikan KIE tentang kebutuhan nutrisi pada ibu hamil trimester III

3) Berikan KIE tentang kebutuhan eliminasi pada ibu hamil trimester


III.

4) Berikan KIE tentang kebutuhan istirahat/tidur pada ibu hamil


trimester III.

5) Berikan KIE tentang kebutuhan pakaian ibu hamil

26
DAFTAR PUSTAKA

Fatimah, 2017. Asuhan Kehamilan. Yogyakarta : nuhamedia

Finisia, Hirdanti. 2018. Perbedaan Efektifitas Senam Hamil dan Yoga Hamil
Terhadap Nyeri Punggung pada Ibu Hamil Trimester III di wilayah kerja
Puskesmas Kendalsari. Malang : Poltekkes Kemenkes Malang.

Rukiah Yulianti.2014. Asuhan Kebidanan Kehamilan. Jakarta : CV. Trans Info


Media

Setiobudi.2015. Sembuh dari Nyeri [Link] [Link].


Setyawati, 2019. Teknik Relaksasi Terhadap Nyeri Punggung Pada Ibu
Hamil Trimester III. Jurnal PSNKH 2019.

Tyastuti, S., & Wahyuningsih, H. P. 2016. Asuhan Kebidanan Kehamilan.


Jakarta: Pusdik SDM Kesehatan.

Walyani, Elisabeth siwi, 2015. Asuhan Kebidanan Pada


Kehamilan. Yogyakarta: pustaka barupess

Widatiningsih, Sri dan Dewi, C, H, T. 2017. Praktik Terbaik Asuhan Kehamilan.


Yogyakarta: Trans Medika

27

Anda mungkin juga menyukai