0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan28 halaman

Kajian Pustaka Metode Peramalan Pariwisata

Dokumen tersebut membahas tentang kajian pustaka dan kerangka pemikiran penelitian. Terdapat beberapa penelitian terdahulu yang menggunakan metode peramalan seperti Moving Average dan Exponential Smoothing untuk memprediksi jumlah pengunjung. Dokumen ini juga menjelaskan landasan teoritis seperti definisi pariwisata menurut beberapa ahli dan dampak positif pariwisata terhadap perekonomian suatu daerah.

Diunggah oleh

Prasetyo Tri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan28 halaman

Kajian Pustaka Metode Peramalan Pariwisata

Dokumen tersebut membahas tentang kajian pustaka dan kerangka pemikiran penelitian. Terdapat beberapa penelitian terdahulu yang menggunakan metode peramalan seperti Moving Average dan Exponential Smoothing untuk memprediksi jumlah pengunjung. Dokumen ini juga menjelaskan landasan teoritis seperti definisi pariwisata menurut beberapa ahli dan dampak positif pariwisata terhadap perekonomian suatu daerah.

Diunggah oleh

Prasetyo Tri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN

2.1. Kajian Pustaka

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan kajian melalui dua landasan yaitu

landasan empiris dan landasan teoritis.

2.1.1. Landasan Empiris

Landasan empiris merupakan suatu referensi yang didasarkan pada penelitian

sebelumnya. Landasan empiris yang digunakan dalam penyusunan penelitian ini dapat

dilihat pada Tabel II.I sebagai berikut :

Tabel II.1.

Kajian Penelitian Terdahulu

Judul dan Metode


No Nama Peneliti Hasil Penelitian
Penelitian
Perbandingan Keefektifan Dalam penelitian ini dilakukan
Metode Moving Average Dan perbandingan keefektifan
Exponential Smoothing metode peramalan. Metode
Untuk Peramalan Jumlah peramalan yang digunakan
Pengunjung Hotel Merpati, Moving Average dan
(2015) Exponential Smoothing. Dari
Penelitian ini menggunakan kedua metode peramalan
Novianus, Helmi metode Moving Average dan tersebut hasilnya adalah metode
dan Shantika Exponential Smoothing. Moving Average dan
1 Martha Exponential Smothing dapat
Universitas digunakan untuk pengunjung
Tanjungpura hotel Merpati Pontianak
.
Metode peramalan yang paling
efektif untuk melakukan
peramalan jumlah pengunjung
hotel Merpati Pontianak adalah
metode Single Exponential
Smoothing. Kesamaan dalam
penelitian ini jika dikaitkan
dengan penelitian yang
dilakukan oleh penulis sama-
sama menggunakan metode
peramalan Moving Average dan
Exponential Smoothing. Selain
itu penelitian ini sama-sama
membahas mengenai
penggunaan metode peramalan.
Peramalan Jumlah Kunjungan Dalam penelitian ini dilakukan
Wisatawan Mancanegara Di peramalan jumlah kunjungan
Kabupaten Lombok Tengah wisatawan mancanegara di
Pada Tahun 2010-2015
kabupaten Lombok Tengah
Menggunakan Metode
SARIMA (Seasonal pada tahun 2010-2015 dengan
Autoregressive Integrated menggunakan metode
Moving Average), (2015) peramalan SARIMA.
Penelitian ini menggunakan Berdasarkan hasil penelitian
metode analisis deskriptif dan yang dilakukan, bahwa data
Sofyani Ramdhatul menggunakan metode wisatawan mancanegara yang
Ainy peramalan dengan SARIMA
2 berkunjung ke kabupaten
Universitas Islam (Seasonal Autoreggresive
Integrated Moving Average). Lombok Tengah memiliki pola
Indonesia
trend yang terus berlanjut.
Meningkat setiap tahun.
Meskipun ada perbedaan dari
tahun ke tahun. Ada
kecenderungan untuk
meningkatnya jumlah
kunjungan wisatawan
mancanegara dari tahun ke
tahun.
Perbandingan Analisis Trend Dalam penelitian ini dilakukan
dan Hold Double perbandingan analisis Trend dan
Eksponensial Smoothing Hold Double Eksponensial
dalam meramalkan Angka Smoothing dalam meramalkan
Kematian Bayi di Jawa Angka Kematian pada Bayi.
Timur, (2007) Berdasarkan hasil penelitian
Mazro’atul
Penelitian ini menggunakan ditemukan bahwa Analisis
Qoyyimah dan
metode deskriptif dengan Trend dengan menggunakan
3 Lufti Agus Salim
analisis trend, dan metode MAPE merupakan metode
Universitas
Hold Double Eksponensial terbaik dalam meramalkan
Airlangga
Smoothing serta analisis angka kematian pada Bayi di
kesalahan MAPE. Jawa Timur. Hasilnya dapat
bermanfaat sebagai ide dan
informasi awal untuk
perencanaan program
perawatan kesehatan pada Bayi.
Sumber : Hasil Pengolahan data peneliti dari berbagai literatur (2018)
Dapat dilihat pada Tabel II.1 diatas merupakan beberapa hasil penelitian

terdahulu. Dari beberapa kajian penelitian terdahulu diatas terdapat kesamaan yaitu

mengenai metode peramalan Moving Average dan Exponential Smoothing. Yang

membedakan yaitu penulis melakukan penelitian mengenai peramalan jumlah

pengunjung di Ciwangun Indah Camp.

2.1.2. Landasan Teoritis

Di dalam landasan teoritis ini berisi mengenai teori-teori yang berkaitan dengan

tema penelitian yang dibahas.

[Link]. Pengertian Pariwisata

Pariwisata merupakan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dengan

kehidupan manusia terutama menyangkut kegiatan sosial dan ekonomi. Pariwisata

mulai menjadi sebuah kebutuhan bagi masyarakat, ketertarikan masyarakat akan

berbagai destinasi wisata baru menjadi daya tarik tersendiri dalam berkembangnya

industri pariwisata. Secara umum pariwisata merupakan perjalanan seseorang dalam

mengujung suatu tempat maupun objek. Berikut beberapa definisi pariwisata menurut

para ahli :

E. Guyer Freuler dalam Yoeti (2014:115) menurut pendapatnya pariwisata


dalam artian modern merupakan fenomena dari jaman sekarang yang didasarkan atas
kebutuhan akan kesehatan dan pergantian hawa, penilaian yang sadar dan
menumbuhkan cinta terhadap keindahan alam dan pada khususnya disebabkan oleh
bertambahnya pergaulan berbagai bangsa dan kelas masyarakat manusia sebagai hasil
daripada perkembangan perniagaan, industri, perdagangan serta penyempurnaan dari
pada alat-alat pengangkutan.
Sesuai dengan pendapat E. Guyer Freuler berbagai perkembangan yang

terjadi pada saat ini seperti halnya perkembangan teknologi tentu mempengaruhi pula
perubahan perkembangan kebutuhan manusia termasuk terhadap kebutuhan akan

pariwisata. Salah satu contoh pengaruh besar teknologi adalah komunikasi, sesuai

dengan pendapat diatas komunikasi sangat berpengaruh terhadap penyebaran informasi

mengenai sebuah destinasi wisata.

Pariwisata menurut Nyoman S. Pendit dalam Yulianto (2015:255) adalah

“salah satu jenis industri baru yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi dan

penyediaan lapangan kerja, peningkatan penghasilan, standar hidup serta menstimulasi

sektor-sektor produktif lainnya”. Sesuai dengan pendapat Nyoman S. Pendit pariwisata

memang mampu menjadi kegiatan yang potensial dalam meningkatkan perekonomian

suatu daerah. Sebuah destinasi wisata mampu mengundang banyak masyarakat dari

berbagai negara untuk datang dan mengunjungi destinasi wisata yang ada pada suatu

daerah. Hal ini tentu akan berdampak pada peningkatan pendapatan daerah tersebut.

Menurut James J. Spillane dalam Syarifuddin (2016:56) bahwa pariwisata

adalah kegiatan perjalanan dengan tujuan mendapatkan kenikmatan, mencari

kepuasan, mengetahui sesuatu, memperbaiki kesehatan, menikmati olahraga atau

istirahat menunaikan tugas, berziarah dan lain-lain.

Berdasarkan pengertian tersebut maka, pariwisata adalah suatu kegiatan yang

dilakukan oleh individu maupun suatu kelompok untuk berkunjung ke sebuah tempat

baru dalam rangka menikmati suatu destinasi wisata untuk berlibur maupun untuk

melepaskan kepenatan kerja.


1. Pengertian Wisata
Menurut Utama dan Martina (2013:25) Wisata adalah “kegiatan perjalanan

yang dilakukan oleh seorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat

tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya

tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu tertentu. Dalam hal ini wisata rakyat

lebih mendominasi kepada rekreasi yang bersifat sementara, seperti bersantai di suatu

tempat yang murah dan mudah di dapat”.

Berdasarkan pengertian tersebut maka wisata merupakan perjalanan seseorang

ataupun kelompok yang dominan bertujuan untuk berekreasi kesuatu tempat.

Menurut Undang-undang Kepariwisataan nomor 10 tahun 2009 dalam jurnal

Hariyanto (2016:216) “wisata merupakan bagian dari pariwisata, wisata adalah

kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang

mengunjungi tempat tertentu, dengan tujuan rekreasi, pengembangan diri atau

mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu

sementara)”.

Berdasarkan pengertian tersebut maka, wisata adalah perjalanan seseorang atau

kelompok dalam mengunjungi suatu tempat baik berdasarkan keunikan maupun tujuan

dalam mengunjungi destinasi wisata tersebut.

2. Jenis – Jenis Wisata


Industri pariwisata terus berkembang secara pesat dari waktu ke waktu.

Berbagai kemajuan dari perkembangan zaman dan teknologi sangat mempengaruhi

kehadiran berbagai jenis objek wisata baru yang muncul. Menurut Suryadana dan
Octavia (2015:32-33) wisata berdasarkan jenis-jenisnya dapat dibagi kedalam dua

kategori, yaitu:

1. Wisata Alam, yang terdiri dari:

a. Wisata pantai (Marine tourism), merupakan kegiatan wisata yang ditunjang

oleh sarana dan prasarana untuk berenang, memancing, menyelam, dan olahraga

air lainnya, termasuk sarana dan prasarana akomodasi, makan dan minum.

b. Wisata Etnik (Etnic tourism), merupakan perjalanan untuk mengamati

perwujudan kebudayaan dan gaya hidup masyarakat yang dianggap me narik.

c. Wisata Cagar Alam (Ecotourism), merupakan wisata yang banyak dikaitkan

dengan kegemaran akan keindahan alam, Kesegaran hawa di pegunungan,

keajaiban hidup binatang (margasatwa) yang langka, serta tumbuh-tumbuhan

yang jarang terdapat di tempat-tempat lain.

d. Wisata Buru, merupakan wisata yang dilakukan di negeri-negeri yang memang

memiliki daerah atau hutan tempat berburu yang dibenarkan oleh pemerintah dan

digalakan oleh berbagai agen atau biro perjalanan.

e. Wisata Agro, merupakan jenis wisata yang mengorganisasikan perjalanan ke

proyek-proyek pertanian, perkebunan, dan ladang pembibitan di mana wisata

rombongan dapat mengadakan kunjungan peninjauan untuk tujuan studi maupun

menikmati segarnya tanaman di sekitarnya.

2. Wisata Sosial-Budaya, yang terdiri dari:

a. Peninggalan sejarah kepurbakalaan dan monumen, wisata ini termasuk

golongan budaya, monumen nasional, gedung bersejarah, kota, desa, bangunan-


bangunan keagamaan, serta tempat-tempat bersejarah lainnya seperti bekas

pertempuran (battle fields) yang merupakan daya tarik wisata utama di banyak

negara.

b. Museum dan fasilitas budaya lainnya, merupakan wisata yang berhubungan

dengan aspek alam dan kebudayaan di suatu kawasan atau daerah tertentu.

Museum dapat dikembangkan berdasarkan pada temanya, anatara lain museum

arkeologi, sejarah, entologi, sejarah alam, seni dan kerajinan, ilmu pengetahuan

dan teknologi, industri, ataupun dengan tema khusus lainnya.

[Link]. Manajemen Operasi

Manajemen Operasi menjadi salah satu komponen penting dalam dunia

Pariwisata. Manajemen Operasi sangat dibutuhkan dalam dunia pariwisata karena

dapat menunjang berbagai operasional dari suatu destinasi wisata. Selain itu

Manajemen Operasi memiliki banyak metode yang bisa digunakan dan dijadikan dasar

sebagai penyusunan rencana operasional yang dapat diaplikasikan dalam dunia

pariwisata. Berikut adalah beberapa definisi Manajemen Operasi menurut berbagai

ahli:

Menurut Handoko dalam Rusdiana (2014:19) merupakan pelaksanaan


kegiatan-kegiatan manajerial yang dibawakan dalam pemilihan, perancangan,
pembaharuan, pengoperasian, dan pengawasan sistem-sistem produktif”. Sesuai
dengan pendapat Handoko manajemen operasi merupakan kegiatan yang sistematis
dalam pegelolaan manajemen, dimulai dengan pemilihan kegiatan hingga pengawasan
kegiatan.
Definisi manajemen operasi menurut Fogarty dalam Herjanto (2008:2)
mendefinisikan manajemen operasi sebagai suatu proses yang secara
berkesinambungan dan efektif menggunakan fungsi-fungsi manajemen untuk
mengintegrasikan berbagai sumber daya secara efisien dalam rangka mencapai tujuan”.
Sesuai dengan pendapat Fogarty setiap manajemen operasi melihat dan memastikan
sumber daya memiliki potensi jika dialokasikan dengan baik melalui fungsi-fungsi
manajemen diharapkan pengintegrasian berbagai sumber daya yang ada akan lebih
optimal.
Pengertian manajemen operasi menurut Heizer dan Render (2015:3)

“merupakan serangkaian aktivitas yang menciptakan nilai dalam bentuk barang dan

jasa dengan mengubah masukan menjadi hasil”. Sesuai dengan pendapat Heizer dan

Render manajemen operasi adalah aktivitas untuk menciptakan sesuatu. Diawali oleh

masukan kemudian diproses menjadi sebuah hasil berupa barang dan jasa yang

kemudian akan menciptakan sebuah nilai”.

Berdasarkan beberapa definisi yang telah dikemukakan sebelumnya penulis

mencoba menarik kesimpulan bahwa manajemen operasi adalah serangkaian kegiatan

untuk merencanakan, mengatur, mengkoordinasikan, dan mengendalikan seluruh

sumber daya dengan efektif dan efisien untuk memproduksi suatu barang atau jasa.

[Link]. Pengertian Peramalan

Peramalan merupakan alat bantu yang sangat penting dalam perencanaan yang

efisien dan efektif. Suatu peramalan dianggap baik apabila mendekati kebenaran.

Dalam setiap rencana hendaknya memperhatikan permalan. Berikut beberapa

pengertian peramalan menurut para ahli :

Menurut Sofyan Assauri dalam Rusdiana (2014:95) mendefinisikan

“peramalan sebagai perkiraan yang ilmiah (educated guess)”. Menurutnya, “setiap

pengambilan keputusan yang menyangkut keadaan pada masa yang akan datang, pasti

ada peramalan yang melandasi pengambilan keputusan tersebut”. Sesuai dengan

pendapat Sofyan Assauri dalam penentuan sebuah keputusan memang harus memiliki

dasar yang kuat agar keputusan tersebut tepat dan dapat dipertanggungjawabkan. Salah
satunya melalui peramalan, yang memprediksi kejadian dimasa yang akan datang

sehingga dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam proses pengambilan

keputusan.

Menurut Pierce dan Robinson dalam Syahputra dkk (2018:115) “peramalan

menjadi salah satu hal yang penting dalam pengambilan keputusan perusahaan. Hal ini

dikarenakan keefektifan sebuah keputusan tergantung pada deretan kejadian yang

diakibatkan keputusan tersebut”. Sesuai dengan pendapat Pierce dan Robinson sebuah

keputusan akan mempengaruhi peristiwa dimasa yang akan datang, tepat atau tidaknya

sebuah keputusan yang diambil bergantung pada kejadian yang muncul dimasa depan

yang merupakan akibat dari pengambilan keputusan tersebut.

Berdasarkan definisi di atas, pada hakikatkanya peramalan merupakan bagian

awal dari proses pengambilan keputusan. Penulis dapat menyimpulkan bahwa

peramalan adalah sebuah prediksi suatu peristiwa di masa yang akan datang dengan

menfaatkan data masa lalu pada periode tertentu untuk dapat mengambil suatu

keputusan.

1. Tujuan Adanya Peramalan


Secara umum yang dimaksud dengan peramalan yaitu suatu kegiatan yang

bertujuan untuk mengetahui atau memperkirakan kejadian di masa yang akan

datang. Peramalan diciptakan agar kejadian dimasa yang akan datang dapat diprediksi

atau diperkirakan sehingga dapat ditentukan berbagai langkah antisipasi untuk

menghindari segala kemungkinan negatif yang mungkin muncul sehingga berbagai

tujuan yang telah ditentukan dapat tercapai dengan baik.


Adapun tujuan peramalan menurut Sofyan (2013:14) “tujuan utama

peramalan adalah untuk meramalkan permintaan dimasa yang akan datang,

sehingga diperoleh suatu perkiraan yang mendekati keadaan yang

[Link] tidak akan pernah sempurna, tetapi meskipun demikian hasil

peramalan akan memberikan arahan bagi suatu perencanaan”.

Suatu perusahaan biasanya menggunakan prosedur peramalan yaitu

diawali dengan melakukan peramalan lingkungan, diikuti dengan peramalan

penjualan pada organisasi dan diakhiri dengan peramalan permintaan pasar.

2. Jenis-Jenis Dari Peramalan


Pada umumnya jenis - jenis peramalan dapat dibedakan menjadi beberapa segi

tergantung bagaimana kita melihatnya. Menurut Heizer dan Render (2015:115)

peramalan dilihat dari perencanaan operasi dimasa depan terbagi menjadi 3 jenis yaitu

a. Peramalan Ekonomi (Economic Forecast)

Merencanakan indikator yang berguna membantu organisasi. Untuk

menyiapkan peramalan jangka menengah hingga jangka panjang, yang

menjelaskan tentang siklus bisnis yang memprediksi tingkat inflasi,

ketersediaan uang, dana yang dibutuhkan untuk membangun indikator

perencanaan lainnya.

b. Peramalan Teknologi (Technologycal Forecast)

Peramalan jangka panjang yang memperhatikan tingkat kemajuan teknologi

yang dapat meluncurkan produk baru.

1) Peramalan Permintaan (Demand Forecast)


Meramalkan penjualan dan permintaan suatu perusahaan pada setiap

periode dalam horizon waktu. Peramalan penjualan yang mengendalikan

produksi, kapasitas, serta sistem penjadwalan dan menjadi input bagi

perencanaan keuangan, pemasaran, dan sumber daya manusianya.

3. Prinsip – Prinsip Yang Terdapat Pada Peramalan

Keberhasilan peramalan terlihat pada saat pengambilan keputusan.

Keputusan yang baik adalah keputusan yang didasarkan atas pertimbanga -

pertimbangan yang akan terjadi pada waktu keputusan akan dilaksanakan dengan

mempertimbangkan peramalan. Menurut Sofyan (2013:14) terdapat beberapa prinsip

peramalan.

a. Peramalan selalu mengandung kesalahan, artinya hampir tidak pernah

ditemukan bahwa hasil peramalan 100 persen sesuai dengan kenyataan

yang terjadi dilapangan, peramal hanya dapat mengurangi faktor

ketidakpastian.

b. Peramalan akan selalu memberikan informasi tentang ukuran kesalahan,

hal ini dikarenakan bahwa peramalan pasti mengandung kesalahan, maka

penting bagi pengguna untuk menginformasikan berapa besar kesalahan

yang terkandung dalam perhitungan yang telah dilakukan.

c. Peramalan untuk jangka pendek selalu lebih akurat jika dibandingkan

dengan peramalan jangka panjang. Hal ini disebabkan karena pada

peramalan jangka pendek, faktor - faktor yang memperngaruhi relatif masih

sedikit dan bersifat konstan dibandingkan dengan peramalan jangka


panjang,sehingga akan semakin kecil pula kemungkinan terjadinya

perubahan pada faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan.

d. Peramalan permintaan berdasarkan perhitungan lebih disukai dari pada

hanya berdasarkan data masa lalu saja. Oleh karena itu sebaiknya jumlah

sumber daya juga dihitung berdasarkan metode peramalan yang sesuai.

4. Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Peramalan

Dalam sebuah peramalan tentu ada berbagai faktor yang akan mempengaruhi

suatu peramalan, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Dalam hal ini berikut

beberapa faktor yang dapat Mempengaruhi aktivitas peramalan menurut Sofyan

(2013:15) adalah :

a. Horizon Waktu

Ada data aspek horizon waktu yang berhubungan dengan masing - masing

metode peramalan. Pertama adalah cakupan waktu dimasa yang akan datang

dari metode yang digunakan sebaiknya disesuaikan. Aspek kedua adalah

periode untuk masa peramalan yang diinginkan.

b. Pola Data

Dasar utama dalam metode peramalan adalah anggapan bahwa macam

dari pola yang didapati didalam data yang diramalkan akan berkelanjutan.

c. Jenis Model

Model - model ini merupakan suatu deret dimana waktu digambarkan

sebagai unsur yang penting untuk menentukan perubahan - perubahan didalam

pola, yang mungkin secara sistematik dapat dijelaskan dengan analisis atau

korelasi. Model yang lain adalah sebab akibat, yang menggambarkan bahwa
ramalan yang dilakukan sangat tergantung pada terjadinya sejumlah peristiwa

yang lain, atau sifatnya merupakan Campuran dari model - model yang

telah disebutkan diatas.

d. Biaya

Umumnya ada empat unsur biaya yang tercakup yaitu biaya

pengembangan, penyimpangan, operasi pelaksanaan, dan kesempatan dalam

penggunaan metode lainnya.

e. Ketepatan

Tingkat ketepatan yang dibutuhkan sangat erat hubungannya dengan tingkat

perincian yang dibutuhkan suatu peramalan.

f. Mudah Tidaknya

Penggunaan Suatu prinsip umum adalah metode - metode yang dapat

dimengerti dan diaplikasikan dalam pengambilan keputusan.

5. Kepentingan Strategis Dalam Peramalan

Peramalan yang baik sangat penting dalam semua aspek bisnis. Termasuk

dalam bisnis pariwisata peramalan sangat penting karena dapat dijadikan sebagai dasar

penetapan persediaan produk wisata untuk memenuhi permintaan pengunjung.

Heizer dan Render (2015:115) mengemukakan bahwa Peramalan yang baik

sangatlah penting dalam semua aspek bisnis. Peramalan merupakan satu-satunya

prediksi mengenai permintaan hingga permintaan yang sebenarnya diketahui.

Peramalan ekonomi dan teknologi adalah teknik khusus yang mungkin bukan

termasuk bagian dari tugas manajer operasi.


Peramalan permintaan mengendalikan keputusan di banyak bidang. Berikut

ini akan dibahas dampak peramalan produk pada tiga aktivitas:

a. Sumber Daya Manusia

Mempekerjakan, melatih dan memberhentikan pekerja bergantung pada

permintaan. Jika departemen sumber daya manusia harus mempekerjakan pekerja

tambahan tanpa adanya persiapan, akibatnya kualitas pelatihan menurun dan

kualitas pekerja juga menurun.

b. Kapasitas

Saat kapasitas tidak mencukupi, kekurangan yang diakibatkannya bisa

berarti tidak terjaminnya pengiriman, kehilangan konsumen dan kehilangan

pangsa pasar.

c. Manajemen Rantai Pasokan

Hubungan yang baik dengan pemasok, serta harga barang dan

komponen yang bersaing bergantung pada peramalan yang akurat.

6. Tujuh Langkah Sistem Dalam Peramalan

Dalam menentukan sebuah peramala tentu terdapat langkah – langkah agar

peramalan tersebut memiliki hasil yang baik. Proses peramalan menurut Heizer dan

Render (2015:117), peramalan terdiri dari tujuh langkah dasar, diantaranya :

a. Menetapkan tujuan peramalan.

Langkah pertama dalam menyusun peramalan adalah penentuan estimasi

yang diinginkan. Sebaliknya, tujuan tergantung pada kebutuhan-kebutuhan

informasi.

b. Memilih unsur apa yang akan diramal.


Setelah tujuan telah ditetapkan, langkah selanjutnya adalah memilih unsur

apa yang akan diramal.

c. Menentukan horizon waktu peramalan.

Apakah ini merupakan peramalan jangka pendek, menengah atau jangka

panjang.

d. Memilih tipe model peramalan.

Masing-masing metode akan memberikan hasil ramalan yang berbeda.

Metode peramalan yang baik adalah yang memberikan hasil tingkat kesalahan

peramalan terkecil.

e. Mengumpulkan data yang diperlukan untuk melakukan peramalan.

Data apabila bila ditinjau dari sumbernya terbagi menjadi dua, yaitu:

1) Data internal

2) Data eksternal

f. Membuat peramalan.

Menghitung peramalan dengan metode yang telah ditentukan.

g. Memvalidasi dan menetapkan hasil peramalan.

Peramalan dikaji kembali untuk memastikan bahwa model, asumsi dan data

yang digunakan sudah valid. Perhitungan kesalahan dilakukan, kemudian

peramalan digunakan untuk mempermudah proses pengambilan keputusan.

7. Karakteristik Dalam Peramalan

Dalam penentuan hasil peramalan tentu terdapat beberapa kriteria – kriteria

yang dapat dijadikan sebagai ukuran untuk sebuah peramalan yang baik. Kriteria –

kriteria ini berlaku secara umum dan harus diperhatikan untuk menilai hasil dari
sebuah peramalan, dan metode peramalan yang digunakan dalam memperoleh hasil

peramalan tersebut.

Menurut Nasution (2003:28) peramalan yang baik mempunyai beberapa

kriteria yang penting, antara lain akurasi, biaya, dan kemudahan. Penjelasan dari

kriteria-kriteria tersebut adalah sebagai berikut:

a. Akurasi.

Akurasi dari suatu hasil peramalan diukur dengan kebiasan dan kekonsistensian

peramalan. Hasil peramalan dikatakan bias bila peramalan tersebut terlalu tinggi

atau terlalu rendah dibanding dengan kenyataan yang sebenarnya terjadi. Hasil

peramalan dikatakan konsisten bila besarnya kesalahan peramalan relatif kecil.

b. Biaya.

Biaya yang diperlukan untuk pembuatan suatu peramalan. Tergantung dari

jumlah item yang diramalkan, lamanya periode peramalan, dan metode

peramalan yang dipakai.

c. Kemudahan.

Penggunaan metode peramalan yang sederhana, mudah dibuat, dan mudah

diaplikasikan akan memberikan keuntungan bagi perusahaan. Dan juga dapat

menggunakan hasil peramalan dengan cepat.


8. Metode Peramalan Kualitatif

Peramalan kualitatif umumnya bersifat subjektif bergantung pada pegalaman,

keahlian dan pendapat seseorang atau ahli. Metode ini lebih menekankan terhadap

pemahaman akan suatu masaah daripada melihat permasalahnya. Metode penelitian

ini menggunakan teknik analisis mendalam untuk mengkaji kasus perkasus, karena

metodologi kualitatif yakin bahwa sifat setiap masalah akan berbeda.

Metode kualitatif menurut Heizer dan Render (2015:118) ada empat teknik

peramalan kualitatif, yaitu:

a. Juri dari Opini Eksekutif

Dalam metode ini, pendapat sekumpulan kecil manajer atau pakar tingkat

tinggi umumnya digabungkan dengan model statistik, dikumpulkan untuk

mendapatkan prediksi permintaan kelompok.

b. Metode Delphi

Dalam metode delphi ada tiga jenis partisipan yaitu pengambil keputusan,

karyawan, dan responden. Pengambil keputusan biasanya terdiri atas lima hingga

sepuluh orang pakar yang akan melakukan peramalan. Karyawan membantu

pengambil keputusan dengan menyiapkan, menyebarkan, mengumpulkan

serta meringkas sejumlah kuesioner dan hasil survey. Responden adalah

sekelompok orang yang biasanya ditempatkan ditempat yang berbeda dimana

penilaian dilakukan. Kelompok ini memberikan input pada pengambil

keputusan sebelum peramalan dibuat.

c. Komposit Tenaga Penjualan (sales force composite)


Dalam pendekatan ini, setiap tenaga penjualan memperkirakan berapa

jumlah penjualan dapat ia capai dalam wilayahnya. Kemudian, peramalan ini

dikaji untuk memastikan apakah peramalan cukup realistis. Kemudian,

peramalan tersebut digabungkan pada tingkat wilayah dan nasional untuk

mendapatkan peramalan secara keseluruhan.

d. Survey Pasar

Metode ini meminta input dari konsumen mengenai rencana pembelian

mereka dimasa depan. Hal ini tidak hanya membantu dalam menyiapkan

peramalan, tetapi juga memperbaiki desain produk dan perencanaan baru. Survei

konsumen dan gabungan tenaga penjualan bisa jadi tidak benar karena

peramalan yang berasal dari input konsumen yang terlalu optimis.

9. Metode Peramalan Kuantitatif

Metode Peramalan Kuantitatif yaitu metode yang menggunakan model

matematis yang beragam dengan berdasarkan data masa lalu untuk meramalkan

permintaan dimasa yang akan datang. Ada tiga kondisi yang diterapkan pada metode

ini, yaitu:

a. Informasi mengenai keadaan pada waktu yang tersedia.

b. Informasi tersebut dapat dikuantitatifkan dalam bentuk data numeric (angka).

c. Waktu yang akan datang (disebut asumsi kontinuitas).

Metode peramalan kuantitatif menurut Heizer dan Render (2015:118) dibagi menjadi

dua, yaitu :
a. Model Deret Waktu (Time-Series)

Model deret waktu membuat prediksi dengan asumsi bahwa masa

depan merupakan fungsi dari masa lalu. Dengan kata lain, mereka melihat

apa yang terjadi selama kurun waktu tertentu dan menggunakan data masa

lalu tersebut untuk melakukan peramalan. Metode ini terdiri dari beberapa

metode yaitu :

1) Metode Pendekatan Naif.

2) Metode Rata-Rata Bergerak (Moving Average).

3) Metode Rata-Rata Tertimbang.

4) Metode Pemulusan Eksponensial (Exponential Smoothing).

5) Proyeksi Tren.

6) Metode Kuadrat Terkecil.

b. Metode kausal

Metode kausal yaitu metode peramalan yang menggunakan analisa pola

hubungan antara variabel yang diperkirakan dengan variabel lain yang

mempengaruhinya. Diantara variabel yang akan diramalkan satu atau lebih.

Metode kausalitas dapat membantu memperkirakan titik belok pada data

deret waktu dan sangat berguna untuk peramalan jangka panjang dan

menengah. Metode Kausalitas terbagi menjadi beberapa bagian :

1) Analisa Regresi.

2) Model Ekonometri.

3) Model Input-Output.

4) Model Simulasi.
10. Empat Pola Data Peramalan
Menurut Hanke dan Wichern (2005:58), ada empat macam tipe pola data yaitu:.

a. Pola Data Horizontal

Pola data horizontal terjadi saat data observasi berfluktuasi di sekitaran suatu

nilai konstan atau mean yang membentuk garis horizontal. Data ini disebut juga dengan

data stasioner. Contoh pola data horizontal dapat dilihat pada Gambar II.1.

(Sumber: Hanke & Wichern, 2005: 434)

Gambar II.1. Plot Contoh Pola Horizontal

b. Pola Data Trend

Pola data trend terjadi bilamana data pengamatan mengalami kenaikan atau

penurunan selama periode jangka panjang. Suatu data pengamatan yang mempunyai

trend disebut data nonstasioner. Contoh dari pola data trend dapat dilihat pada gambar

II.2.
(Sumber: Hanke & Wichern, 2005: 111)

Gambar II.2. Plot Contoh Pola Trend

c. Pola Data Siklis

Pola data siklis terjadi bilamana deret data dipengaruhi oleh fluktuasi ekonomi jangka

panjang seperti yang berhubungan dengan siklus bisnis. Pada kuartalan perulangan terjadi

setiap empat [Link] dari pola data Siklis dapat dilihat pada gambar II.3.

(Sumber: Hanke & Wichern, 2005: 70)

Gambar II.3. Plot Contoh Pola Siklis

d. Pola Data Musiman

Pola data musiman terjadi bilamana suatu deret dipengaruhi oleh faktor musiman.

Pola data musiman dapat mempunyai pola musim yang berulang dari periode ke periode
berikutnya. Misalnya pola yang berulang setiap bulan tertentu, tahun tertentu atau pada

minggu tertentu. Contoh pola data musiman pada gambar II.4.

(Sumber: Hanke & Wichern, 2005: 73)

Gambar II.4. Plot Contoh Pola Musiman

Melalui pendapat Hanken dan Wichern tersebut dapat dilihat bahwa pola data

mampu ditunjukan oleh kenaikan dan penurunan data. Berdasarkan keempat pola data

tersebut disimpulkan bahwa data pengunjung Ciwangun Indah Camp untuk periode

tahun 2013 hingga 2017 termasuk kedalam data dengan pola horizontal.

[Link]. Metode Rata-Rata Bergerak (Moving Average)

Menurut Heizer dan Render (2015:120), Moving Average adalah “sebuah metode

peramalan yang menggunakan rata-rata dari data aktual periode sebelumnya untuk

meramalkan periode selanjutnya”. Metode ini disebut rata - rata bergerak karena setiap kali

data aktual baru tersedia, maka data paling awal atau terdahulu diganti dengan data baru, lalu

dihitung dan hasilnya digunakan sebagai ramalan permintaan untuk periode yang akan datang.

Tujuan utama dari penggunaan rata - rata bergerak adalah untuk menghilangkan atau

mengurangi variasi acak permintaan dalam hubungannya dengan waktu.


Menurut Heizer dan Render (2009:170) “peramalan rata - rata bergerak

(Moving Average) menggunakan sejumlah data aktual masa lalu untuk menghasilkan

peramalan. Rata - rata bergerak berguna jika mengasumsikan bahwa permintaan pasar

akan stabil sepanjang masa yang kita ramalkan”. Secara sistematis, rata - rata

bergerak sederhana ditunjukan sebagai berikut :

∑ Permintaan dalam n Periode Sebelumnya


MAn =
n

Dimana n = jumlah periode dalam rata - rata bergerak

[Link]. Metode Pemulusan Eksponensial (Exponential Smoothing)

Menurut Heizer dan Render (2015:124) “Exponential Smoothing atau

penghalusan eksponensial adalah metode peramalan pergerakan rata-rata bobot lainnya

, dimana poin-poin data ditimbang oleh sebuah fungsi eksponensial”. Metode ini lebih

cocok digunakan untuk pola data yang tidak stabil atau terjadi perubahan data yang

besar dan bergejolak. Dimana α adalah bobot, atau penghalusan konstan (smoothing

constant) yang memiliki nilai lebih tinggi daripada atau setara dengan 0 dan

kurang dari atau setara dengan 1. Rumus dari metode Exponential Smoothing adalah

sebagai berikut :

Ft = Peramalan periode sebelumnya + α (Permintaan aktual periode

sebelumnya - Peramalan periode sebelumnya )

Ft = Ft-1 + α (At-1 – Ft-1)


Dimana :

Ft = peramalan baru

Ft-1 = peramalan sebelumnya

α = konstanta penghalusan

At-1 = permintaan aktual periode lalu

[Link]. Pengukuran Tingkat Kesalahan Peramalan

Suatu metode peramalan tidak menjamin keakuratan bahwa hasil peramalan

akan akurat dan pasti sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya dimasa yang akan

datang. Oleh karena itu pengukuran kesalahan peramalan akan sangat membantu dalam

memilih metode peramalan yang tepat untuk digunakan. Tentu saja metode dengan

hasil peramalan yang paling mendekati keadaan yang sesungguhnya adalah metode

yang paling tepat untuk digunakan.

Untuk mengukur keakuratan peramalan perlu memasukan indikasi sejauh

mana ramalan dapat menyimpang dari nilai variabel yang benar - benar terjadi.

Sehingga hal ini akan memberikan perspektif yang lebih baik bagi penggunanya. Ada

beberapa model ukuran kesalahan yang digunakan untuk merangkum kesalahan

peramalan diantaranya :

1. Kesalahan rata - rata AE (Average Error)

Dalam jurnal yang ditulis oleh Hastuti dan Fauzi (2012:122) adalah kesalahan

peramalan (forecast error) yang “merupakan jenis kesalahan bias yaitu rata - rata
perbedaan antara nilai sebenarnya dengan nilai prakiraan”. Secara umum rumus

yang digunakan dalam metode kesalahan ini yaitu :

Σkesalahan peramalan
AE=
n

2. Deviasi rata - rata yang absolut (Mean Absolute Deviation -MAD).

Menurut Heizer dan Render (2014:150) MAD “merupakan ukuran pertama atas

keseluruhan dalam kesalahan peramalan sebuah model”. Nilai ini dihitung dengan

mengambil jumlah nilai absolut kesalahan peramalan individual (deviasi) dan

membaginya dengan jumlah periode data (n), yaitu :

Σ( Aktualt - Ramalant )
MAD=
n

3. (Mean Square Error)

Menurut Heizer dan Render (2014:150) MSE “merupakan cara kedua untuk

mengukur keseluruhan dalam kesalahan [Link] adalah rata - rata perbedaan

yang dikuadratkan di antara nilai yang diramalkan dengan yang diamati”. Rumusnya

adalah sebagai berikut:

ΣΙ Kesalahan Peramalan l2 Σet2


MSE= =
n n

4. Mean Percentage Average Error (MAPE)

Menurut Heizer dan Render (2014:150) MAPE adalah “pengukuran ketelitian

dengan cara rata - rata persentase kesalahan absolut (MAPE, means absolute

percentage error) menunjukan rata - rata kesalahan absolut peramalan dalam bentuk

persentasenya terhadap data aktual”. Rumusnya adalah sebagai berikut :


Aktualt -Ramalant x 100%
MAPE=
n

Dalam menganalisis kesalahan peramalan, MAPE memberikan kemudahan

dalam menginterpretasikan nilainya karena merupakan besaran presentase kesalahan

sebuah peramalan. Interpretasi nilai MAPE menurut Lewis dalam jurnal yang ditulis

oleh Fitri dkk (2017:101) adalah sebagai berikut :

TABEL II.2. INTERPRETASI NILAI MAPE

Nilai MAPE Interpretasi


< 10 Peramalan dengan akurasi tinggi
10 – 20 Peramalan yang baik
20 – 50 Peramalan yang layak
> 50 Peramalan yang tidak akurat
Sumber : Pengolahan data Peneliti 2018

2.2. Kerangka Pemikiran

Teknik peramalan bagi destinasi wisata merupakan suatu alat pendukung dalam

proses pengambilan keputusan, yang dapat dijadikan sebagai dasar pengelolaan sebuah

destinasi wisata, baik dalam penentuan rencana operasional, sumber daya manusia,

pemasaran dan keuangan.

Peramalan menurut Heizer dan Render (2015:113) yaitu Peramalan (forecasting)

adalah suatu seni dan ilmu pengetahuan dalam memprediksi peristiwa pada

masa yang akan datang. Menurut Heizer dan Render (2015:118) terdapat enam

metode peramalan kuantitatif yang termasuk kedalam model deret waktu namun

dalam penelitian ini hanya digunakan dua metode peramalan deret waktu yaitu metode

peramalan Rata – rata Bergerak (Moving Average) dan metode peramalan pemulusan
Eksponensial (Exponential Smoothing). Kerangka pemikiran dari penelitian ini adalah

sebagai berikut :

PERAMALAN
(Heizer dan Render, 2015:113)

Data Kunjungan
Wisatawan CIC

Melakukan
Perhitungan

Moving Average Exponential Smoothing

(Heizer dan Render, (Heizer dan Render,


2015:118) 2015:118)

Menghitung Menghitung
MAD,MSE, dan MAPE
MAD,MSE, dan MAPE
untuk masing-masing
untuk masing-masing

Penentuan metode
Peramalan yang digunakan

Sumber : Data diolah Penulis 2018

Gambar II.5.

Kerangka Pemikiran

Berkembang pesatnya sektor pariwisata tentu meningkatkan persaingan bisnis

pariwisata. Semakin berkembangnya berbagai destinasi wisata menuntut pihak

pengelola wisata memiliki keunggulan bersaing tersendiri dalam rangka menarik minat

dan mempertahankan tingkat pengunjung yang tidak menentu. Ketidakpastian jumlah


pengunjung membuat pihak destinasi wisata membutuhkan peramalan pengunjung,

dalam rangka penentuan langkah antisipasi maupun penetapan kebijakan terhadap

pengelolaan pengunjung.

Dimana untuk membuat peramalan tersebut diperlukan data historis pengunjung

pada beberapa periode sebelumnya. Data jumlah pengunjung masa lalu atau data

jumlah pengunjung periode sebelumnya digunakan untuk meramalkan jumlah

pengujung pada periode yang akan datang. Dalam menghitung data jumlah pengunjung

periode sebelumnya digunakan 2 metode yaitu, metode rata-rata bergerak (Moving

Average) dan metode Pemulusan Eksponensial (Exponential Smoothing).

Setelah dilakukan penghitungan peramalan pengunjung dengan kedua metode

tersebut dari hasil peramalan dicari uji kesalahan peramalan terhadap masing–masing

metode. Uji kesalahan peramalan menggunakan Average Error (AE), Mean Absolut

Deviation (MAD), Mean Square Error (MSE) dan Mean Absolut Percentage Error

(MAPE). Metode peramalan yang paling tepat dipilih setelah dicari tingkat error

terkecil pada masing–masing metode peramalan.

Melalui hasil peramalan tersebut dapat diketahui jumlah pengunjung pada setiap bulan

bagi periode tahun berikutnya. Hasil peramalan tersebut dapat memberikan gambaran

bagi pihak Ciwangun Indah Camp terhadap jumlah pengunjung rata-rata , jumlah

pengunjung tertinggi maupun jumlah pengunjung terendah terdapat pada bulan apa.

Sehingga dapat dijadikan sebagai dasar penyusunan rencana operasional seperti

rencana kerja misalnya disesuaikan dengan kondisi jumlah pengunjung. Setelah

melihat hasil peramalan diharapkan mampu mempermudah proses pengambilan

keputusan.

Anda mungkin juga menyukai