0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan21 halaman

PROGRAM BKDSF

Program Layanan Bimbingan Konseling (BK) Sekolah Dasar SD Negeri 1 Pamalayan membahas tentang latar belakang, pengertian dan tujuan program BK di sekolah dasar serta landasan hukum pelaksanaan BK di sekolah."
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan21 halaman

PROGRAM BKDSF

Program Layanan Bimbingan Konseling (BK) Sekolah Dasar SD Negeri 1 Pamalayan membahas tentang latar belakang, pengertian dan tujuan program BK di sekolah dasar serta landasan hukum pelaksanaan BK di sekolah."
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM LAYANAN

BIMBINGAN KONSELING (BK)


SEKOLAH DASAR

SD NEGERI 1 PAMALAYAN
KECAMATAN CIJEUNGJING
TAHUN PELAJARAN 2021-2022
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bimbingan konseling adalah suatu upaya bantuan yang diberikan kepada

individu yang mempunyai masalah secara berkelanjutan supaya individu tersebut

dapat mengatasi masalahnya sendiri sehingga ada perubahan tingkah laku pada

individu tersebut.

Teori piaget mengklasifikasikan bahwa anak usia 7-11 tahun masuk kedalam

kelompok operasional kongkrit artinya cara berpikir anak sudah mampu berpikir

secara logis. Anak mulai berpikir secara sistematis untuk mencapai pemecahan

masalah yang konkrit.

Seperti yang telah diketahui bahwa setiap siswa memiliki karakteristik

pribadi atau perilaku yang berbeda dengan siswa lainnya. Dengan adanya perbedaan

ini maka masalah yang dimiliki setiap siswa pun berbeda juga. Ada yang hanya

memiiki masalah kesulitan belajar atau hanya masalah dalam berperilaku saja. Ada

yang memiliki kedua masalah tersebut. Dan ada juga yang memiliki masalah yang

lain. Masalah-masalah tersebut dapat berasal dari keluarga, lingkungan maupun dari

diri sendiri. Keragaman perilaku ini mengandung implikasi akan perlunya data dan

pemahaman yang memadai terhadap setiap siswa.

Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan dalam memberikan bimbingan

adalah memahami siswa secara keseluruhan, baik masalah yang dihadapinya maupun

latar belakang pribadinya. Dalam hai ini, guru dituntut untuk mengetahui asal usul

dan kepribadian setiap siswa agar guru dapat memperoleh cara untuk menghadapi

siswa yang bermasalah. Maka dari itu perlu adanya pengumpulan data terhadap

siswa. Dengan data yang lengkap, guru akan dapat memberikan layanan bimbingan

kepada siswa secara tepat atau terarah. Oleh karena itu, saya guru sekolah dasar

melakukan observasi ini untuk mengetahui bimbingan untuk menghadapi siswa yang

bermasalah tersebut.

1
B. Pengertian dan Tujuan Program BK di Sekolah Dasar

Program Bimbingan Konseling adalah suatu rencana kegiatan bimbingan dan

konseling yang dilaksanakan pada periode tertentu. Program ini memuat unsur –

unsur yang terdapat dalam berbagai ketentuan tentang pelaksanaan bimbingan dan

konseling dan diorientasikan pada pencapaian tujuan kegiatan bimbingan dan

konseling di Sekolah. Tujuan penyusunan program tidak lain adalah agar kegiatan

bimbingan dan konseling di Sekolah dapat terlaksana dengan lancar, efektif dan

efisien, serta hasil-hasilnya dapat di nilai.

Tersusun dan terlaksananya program dan bimbingan konseling dengan baik,

selain akan lebih menjamin pencapaian tujuan kegiatan bimbingan dan konseling

pada khususnya, tujuan sekolah pada umumnya, juga akan lebih menegakkan

akuntabilitas bimbingan dan konseling di Sekolah Dasar.

1. Jenis Program Bimbingan Konseling

Adapun jenis-jenis dari program bimbingan dan konseling adalah:

a) Program Tahunan, yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi

seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di

sekolah/madrasah.

b) Program Semesteran, yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling

meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program

tahunan.

c) Program Bulanan, yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi

seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran.

d) Program Mingguan, yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi

seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan.

e) Program Harian, yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling yang

dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program harian

merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan

(SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) Bimbingan dan

Konseling.

2
2. Penyusunan Program BK

Program pelayanan Bimbingan dan Konseling disusun berdasarkan

kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi

instrumentasi. Substansi program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi

keempat bidang, jenis layanan dan kegiatan pendukung, format kegiatan, sasaran

pelayanan, dan volume/beban tugas konselor.

3. Unsur Penyusunan Program Pelayanan Konseling.

Dalam penyusunan program pelayanan konseling diharapkan memenuhi

unsur-unsur dan persyaratan tertentu. Menurut Prayitno (1998) unsur-unsur yang

harus diperhatikan dan menjadi isi program bimbingan dan konseling meliputi

kebutuhan siswa, jumlah siswa yang dibimbing, kegiatan di dalam dan di luar jam

belajar sekolah, jenis bidang bimbingan dan jenis layanan, volume kegiatan

bimbingan dan konseling, dan frekuensi layanan terhadap siswa.

C. Landasan Hukum Bimbingan dan Konseling di Sekolah

Penyelenggaraan bimbingan dan konseling (BK) di sekolah merupakan bagian

integral dari sistem pendidikan kita demi mencerdaskan kehidupan bangsa melalui

berbagai pelayanan bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi mereka

seoptimal mungkin. Kehadiran BK di institusi pendidikan sudah memiliki landasan

yuridis formal dimana pemerintah telah menyediakan payung hukum terhadap

keberadaan BK di sekolah. Berikut disampaikan peraturan-peraturan yang mendasari

dan terkait langsung dengan layanan BK di sekolah.

UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab 1 Pasal 1

Ayat 1 disebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk

mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif

mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,

pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta kerampilan yang

diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Kemudian mengenai pendidik

3
diterangkan di Ayat 6 yaitu dimana pendidik adalah tenaga kependidikan yang

berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor,

instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta

berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.

Selanjutnya tentang fungsi dan tujuan pendidikan dalam UU RI No. 20 Tahun

2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab 2 Pasal 3 dinyatakan bahwa

pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak

serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan

bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia

yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,

berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta

bertanggung jawab. Selanjutnya tentang hak peserta didik disebutkan dalam Bab 5

pasal 12 Ayat 1b dimana setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak

mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya.

Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan

Pendidikan Dasar dan Menengah menyebutkan bahwa pelayanan konseling meliputi

pemberian kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan

mengekspresikan diri sesuai dengan kemampuan, bakat dan minat. Kegiatan

pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan

dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karir

peserta didik. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh

konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk

kegiatan ekstrakurikuler.

Permendiknas No. 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan

Kompetensi Konselor di Pasal 1 Ayat 1 menyatakan bahwa untuk dapat diangkat

sebagai konselor, seseorang wajib memenuhi standar kualifikasi akademik dan

kompetensi konselor yang berlaku secara nasional. Kemudian penyelenggara

pendidikan yang satuan pendidikannya mempekerjakan konselor wajib menerapkan

standar kualifikasi akademik dan kompetensi konselor.

4
Berikutnya dalam PP No. 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah

dalam Bab 10 tentang Bimbingan diterangkan di Pasal 27 bahwa bimbingan

merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan

pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan. Bimbingan diberikan

oleh guru pembimbing.

PP No. 38 Tahun 1992 tentang Tenaga Kependidikan Pasal 1 Ayat 2 diatur

bahwa tenaga pendidik adalah tenaga kependidikan yang bertugas membimbing,

mengajar, dan/atau melatih peserta didik. Seterusnya di Ayat 3 dinyatakan bahwa

tenaga pembimbing adalah tenaga pendidik yang bertugas membimbing peserta didik.

Pada Pasal 3 Ayat 2 dimana tenaga pendidik terdiri atas pembimbing, pengajar, dan

pelatih.

Surat Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 84

Tahun 1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, Pasal 3 Ayat 2

menyebutkan bahwa salah satu tugas pokok guru adalah menyusun program

bimbingan, melaksanakan program bimbingan, evaluasi pelaksanaan bimbingan,

analisis hasil pelaksanaan bimbingan, dan tindak lanjut dalam program bimbingan

terhadap peserta didik yang menjadi tanggung jawabnya. Selanjutnya di Pasal 5 Ayat

1c disebutkan bahwa salah satu bidang kegiatan guru adalah bidang pendidikan, yang

meliputi diantaranya melaksanakan proses belajar mengajar atau praktek atau

melaksanakan BK.

Dalam upaya mewujudkan pelaksanaan BK di sekolah, pemerintah melalui

SK Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kepala Badan Administrasi

Kepegawaian Negara Nomor 0433/P/1993 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan

Fungsional Guru Pembimbing dan Angka Kreditnya, serta SK Mendikbud Nomor

025/0/1995 tentang Petunjuk Teknis Ketentuan Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru

dan Angka Kreditnya, menetapkan tugas guru pembimbing (konselor sekolah)

sebagai berikut: (1) menyusun program BK, (2) melaksanakan BK, (3) mengevaluasi

hasil pelaksanaan BK, (4) menganalisis hasil evaluasi pelaksanaan BK, (5) tindak

5
lanjut pelaksanaan BK. Adapun rincian dari tugas tersebut diatas adalah sebagai

berikut:

Penyusunan program BK adalah membuat rencana pelayanan BK dalam

bidang bimbingan pribadi, bimbingan sosial, bimbingan belajar dan bimbingan karir.

Pelaksanan BK adalah melaksanakan fungsi pemahaman, pencegahan, pengentasan,

pemeliharaan dan pengembangan dalam bidang bimbingan pribadi, bimbingan sosial,

bimbingan belajar dan bimbingan karir. Evaluasi pelaksanan BK adalah kegiatan

menilai layanan BK dalam bidang bimbingan pribadi, bimbingan sosial, bimbangan

belajar dan bimbingan karier.

Analisis evaluasi pelaksanaan BK adalah menelaah hasil evaluasi pelaksanaan

BK yang mencakup pelayanan orientasi, informasi, penempatan dan penyaluran,

konseling perorangan, bimbingan kelompok, konseling kelompok, dan pembelajaran

serta kegiatan pendukungnya.

Tindak lanjut pelaksanaan BK adalah kegiatan menindaklanjuti hasil analisis

evaluasi tentang layanan orientasi, informasi, penempatan dan penyaluran, konseling

perorangan, bimbingan kelompok, konseling kelompok dan pembelajaran serta

kegiatan pendukungnya.

Secara umum tugas konselor sekolah adalah bertanggung jawab untuk

membimbing peserta didik secara individual sehingga memiliki kepribadian yang

matang dan mengenal potensi dirinya secara menyeluruh. Dengan demikian

diharapkan siswa tersebut mampu membuat keputusan terbaik untuk dirinya, baik

dalam memecahkan masalah mereka sendiri maupun dalam menetapkan karir mereka

dimasa yang akan datang ketika individu tersebut terjun di masyarakat. Tugas

konselor sekolah adalah menyelenggarakan pelayanan bimbingan yang meliputi:

bidang bimbingan pribadi, bidang bimbingan sosial, bidang bimbingan belajar dan

bidang bimbingan karir yang disesuaikan dengan tahap perkembangan siswa.

6
BAB II
PROGRAM KEGIATAN

A. Program Bimbingan dan Konseling di SDN 1 Pamalayan

Struktur pelaksanaan Bimbingan dan Konseling digambarkan pada diagram

berikut ini:

Kepala Sekolah Komite Sekolah

Guru kelas 1 Guru kelas 2 Guru kelas 3

Guru kelas 4 Guru kelas 5 Guru kelas 6

Siswa

Melalui diagram tersebut dijelaskan Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di

kategorikan ke dalam dua Bimbingan dan Konseling, yaitu :

1. Bimbingan dan Konseling guru

Dalam dunia pendidikan ada beberapa komponen. Di sekolah dasar ada

beberapa komponen diantaranya yaitu Kepala sekolah, guru, siswa, dan komite

sekolah. Oleh karena itu pendidikan di suatu sekolah dasar akan berjalan apabila

komponen-komponen yang ada di sekolah tersebut dapat saling berinteraksi.

Ketika kita berbicara masalah Bimbingan dan Konseling maka kita akan mengacu

kepada permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh siswa saja. Tetapi setelah

ditelaah di sekolah SDN 1 Pamalayan yang ternyata layanan Bimbingan dan

Konseling juga diperlukan oleh guru. Karena guru juga tidak akan terlepas dari

masalah-masalah yang ada di kehidupannya yang berdampak kepada pelaksanaan

pembelajaran. Guru di SDN 1 Pamalayan melaksanakan Bimbingan dan

7
Konseling setiap hari jumat di setiap bulan. Bimbingan dan Konseling ini

diberikan oleh Kepala Sekolah sebagai pimpinan yang ada di sekolah. Tujuan dari

Bimbingan dan Konseling terhadap guru yang dilakukan oleh kepala sekolah

adalah agar guru dapat melaksanakan pembelajaran secara disiplin dan dapat

menyesuaikan diri ketika guru tersebut mempunyai masalah sedikitnya tidak akan

berpengaruh terhadap pembelajaran yang dilakukan.

2. Bimbingan dan Konseling Siswa

Dalam pelaksanaan Bimbingan dan Konseling terhadap siswa dilakukan

oleh guru wali kelas masing-masing. Dalam Bimbingan dan Konseling ini Kepala

Sekolah tidak turun langsung memberikan Bimbingan dan Konseling terhadap

siswa dikarenakan yang sering bertatap muka langsung dan setiap hari bertemu

dengan siswa adalah guru wali kelasnya masing-masing. Pelaksanannya wali

kelas juga setiap hari memberikan Bimbingan dan Konseling terhadap siswa yang

mempunyai masalah dan yang mempunyai kecerdasan lebih. Apabila guru wali

kelas tidak bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh siswa maka akan

dilakukan alih tangan kasus kepada Kepala Sekolah untuk menemukan solusi

yang bijak terhadap permasalahan tersebut.

Meskipun Bimbingan dan Konseling yang ada di sekolah ini masih belum

bisa terlaksana secara maksimal karena pada pelaksanaannya Bimbingan dan

Konseling terlaksana apabila ditemukan masalah saja (fungsi kuratif/ pendekatan

kritis) sehingga dampak positif yang terjadi kurang begitu dirasakan oleh semua

pihak. Akan tetapi sekolah juga berusaha untuk melaksanakan Bimbingan dan

Konseling melalui kegiatan ekstrakurikuler sebagai sarana penyalur bakat dan

minat siswa maupun guru yang ada di sekolahnya. Kegiatan ekstrakurikuler yang

utama di SDN 1 Pamalayan yaitu Pramuka, keagamaan, kesenian dan olahraga.

Melalui kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti oleh siswa dan guru sedikitnya

mampu memberikan dampak yang positif bagi semua pihak dan juga

menumbuhkan motivasi belajar siswa.

8
Namun kegiatan ektrakurikuler ini juga mempunyai hambatan karena

guru belum bisa secara penuh memahami teknik-teknik yang ada di kegiatan

ekstrakurikuler sehingga sekolah mendatangkan pelatih khusus untuk

mengembangkan kreativitas siswa. Sehingga hambatan tersebut dapat teratasi dan

tidak menghambat pengembangan bakat dan minat siswa.

Pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah ini juga dilakukan dari

mulai anak masuk ke sekolah yaitu dengan pengumpulan data berupa biodata diri

siswa dan hal-hal lain yang menyangkut data pribadi siswa tersebut.

Dalam kaitannya juga dengan waktu untuk melaksanakan kegiatan

Bimbingan dan Konseling, sekolah mengacu pada SK Mendikbud No.

025/O/1995 mengemukakan bahwa bimbingan dan konseling dapat dilaksanakan

di dalam atau di luar jam pelajaran sekolah. Kegiatan bimbingan dan konseling di

luar jam sekolah sebanyak-banyaknya 50% dari keseluruhan kegiatan bimbingan

dan konseling untuk siswa di sekolah ini, atas persetujuan kepala sekolah.

SK Menpan No. 84/1993 pasal 4 ( dalam nurihsan, 2005:43) ditegaskan

bahwa tugas pokok guru pembimbing adalah “Menyusun program bimbingan,

melaksanakan bimbingan, evaluasi pelaksanaan bimbingan, analisis hasil

pelaksanaan bimbingan, analisis hasil pelaksanaan bimbingan, dan tindak lanjut

dalam program bimbingan terhadap peerta didik yang menjadi tanggung

jawabnya”. Namun yang menjadi kelemahan di lapangan yaitu guru sulit

membuat program karena tidak adanya acuan yang berlaku untuk pelaksanaan.

Sehingga Pihak sekolah mengharapkan sekali adanya acuan program Bimbingan

dan Konseling dari Dinas Pendidikan supaya dalam pelaksanaan Bimbingan dan

Konseling bisa terlaksana dengan baik karena tanpa program yang merupakan

rencana untuk pelaksanaan maka pelaksanaanya tidak akan berjalan secara efektif.

Selain itu juga sarana yang diperlukan untuk penujang pelayanan

bimbingan dan konseling harus memadai, diantaranya:

1. Alat pengumpul data, baik tes maupun non-tes

9
Alat pengumpul data berupa tes yaitu: tes intelegensi, tes bakat khusus,

tes/inventori kepribadian, tes/inventori minat, dan tes prestasi belajar. Alat

pengumpul data berupa non-tes yaitu: pedoman observasi, catatan anekdot,

daftar cek, skala penilaian, alat-alat mekanis, pedoman wawancara, angket,

biografi dan autobiografi, dan sosiometri.

2. Alat penyimpan data, khususnya dalam bentuk himpunan data.

Alat penyimpanan data itu dapat berbentuk kartu, buku pribadi dan map.

Bentuk kartu ini dibuat sedemikian rupa dengan ukuran-ukuran serta warna

tertentu, sehingga mudah mudah untuk disimpan dalam filling cabinet. Untuk

menyimpan berbagai keterangan, informasi atau pun data untuk masing-

masing siswa, maka perlu disediakan map pribadi. Mengingat banyak sekali

aspek-aspek data siswa yang perlu dan harus dicatat, maka diperlukan adanya

suatu alat yang dapat menghimpun data secara keseluruhan yaitu buku

pribadi.

3. Kelengkapan penunjang teknis, seperti data informasi, paket bimbingan,

alatbantu bimbingan.

4. Perlengkapan administrasi, seperti alat tulis menulis, format rencana satuan

layanan dan kegiatan pendukung serta blanko laporan kegiatan, blangko

surat, kartu konsultasi, kartu kasus, blangko konferesi kasus, dan agenda

surat.

5. Yang tidak kalah penting juga mengenai ruangan khusus untuk pelaksanaan

bimbingan dan konseling karena bimbingan yang efektif itu terjadi apabila

dilaksanakan person to person.

B. Bimbingan Konseling (BK)


1. Program Kerja BK Per Semester
2. Laporan Bulanan dan Evaluasi Pelaksanaan
3. Studi Kasus
4. Daftar Catatan Pelanggaran
5. Administrasi BK dan Bimbingan Konseling

10
a. Penyusunan Program
b. Program semester
c. Jadwal kegiatan kehadiran staff Bimbingan dan Konseling (BK)
d. Pembagian tugas bimbingan kelas
e. Rincian tugas Staff Bimbingan dan Konseling (BK)
f. Penyusunan program kegiatan administrasi Bimbingan dan Konseling (BK)
g. Kunjungan Rumah (Home Visit)
h. Pembinaan Pribadi
i. Bimbingan Langsung
j. Penelusuran Bakat dan Minat

PEMERINTAH KABUPATEN CIAMIS


DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH DASAR NEGERI 1 PAMALAYAN
Jl. Raya Ciamis - Banjar No. 176 Desa Pamalayan Kec. Cijeungjing Kab. Ciamis 46271
Tlp. (0265) 2751279 E-mail : [Link]@[Link]

LAPORAN PER SEMESTER


BIMBINGAN DAN KONSELING
BULAN: JULI S/D JANUARI

KLASIFIKASI MASALAH PROSENTASE MASALAH


Pende
Jml JENIS FAKTOR JENIS FAKTOR Ket
No katan
Siswa 1 2 3 4 PENYEBAB 1 2 3 4 PENYEBAB
L P L P L P L P A B C D E F G L P L P L P L P A B C D E F G A B C
1 1 v v v v v

Keterangan :
JENIS MASALAH FAKTOR PENYEBAB PENDEKATAN
1 = Pribadi L = Laki-laki A = Ekonomi A = Diberi informasi
2 = Sosial P = Perempuan B = Keluarga B = Dibantu dalam penyesuaian diri
3 = Belajar C = Pribadi C = Dibantu dalam
4 = Karir D = Lingkungan Sekolah
E = Lingkungan Luar Sekolah
F = Kesehatan
G = Potensi
Pamalayan, 14 Oktober 2022

11
Guru Pembimbing Koordi. Bimbingan dan Konseling

Ani Sri Heryani, [Link]., [Link]. Mimin Mu’minah, [Link].I


NIP. 19780513 200501 2 014 NIP. 19670104 198610 2 002
Mengetahui
Kepala SDN 1 Pamalayan

Nina Herlina, [Link].


NIP. 19671017 199103 2 004

PEMERINTAH KABUPATEN CIAMIS


DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH DASAR NEGERI 1 PAMALAYAN
Jl. Raya Ciamis - Banjar No. 176 Desa Pamalayan Kec. Cijeungjing Kab. Ciamis 46271
Tlp. (0265) 2751279 E-mail : [Link]@[Link]

LAPORAN BULANAN DAN EVALUASI PELAKSANAAN BK

Nama Guru Pembimbing : Ani Sri Heryani, [Link]., [Link].


Bulan : Oktober
Kelas / Semester : VI/ 1
Tahun pelajaran : 2021/2022

Aspek yang Kegiatan bk Jenis penilaian Deskripsi Jenis


No Ket
dinilai yang dinilai Laiseg Laijapen Laijapan penilaian instrumen
1 Pemahaman Bimbinga   - Sikap Observasi
tentang nilai- n positif
nilai kelompok terhadp
kehidupan nilai-nilai
kehidupan Wawancara
Pelaksanaan
nilai-nilai - Penerapan
kehidupan nilai-nilai
kehidupan
2 Kesehatan Bimbinga    - Sikap Wawancara
jasmani n hidup sehat Observasi
sebagai pria kelompok sebagai
dan wanita wanita/pria

3 Cara Bimbinga    - Perilaku Wawncara


memelihara n hidup sehat observasi
dan merawat kelompok dalam
kondisi Konseling kehidupan
jasmani yang sehari-hari
sehat

Keterangan :
Laiseg : Layanan segera
Laijapen : Layanan jangka pendek

12
Laijapan : Layanan jangka panjang

Pamalayan, 14 Oktober 2022

Kepala Sekolah Guru Bimbingan dan Konseling


SDN 1 Pamalayan

Nina Herlina, [Link]. Ani Sri Heryani, [Link]., [Link].


NIP. 19671017 199103 2 004 NIP. 19780513 200501 2 014

PEMERINTAH KABUPATEN CIAMIS


DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH DASAR NEGERI 1 PAMALAYAN
Jl. Raya Ciamis - Banjar No. 176 Desa Pamalayan Kec. Cijeungjing Kab. Ciamis 46271
Tlp. (0265) 2751279 E-mail : [Link]@[Link]

FORMAT STUDI KASUS

Nama Siswa : Harwanto

HASIL
No GEJALA LATAR PERKIRAAN ALTERNATIF DAN
PELAKSANAAN
. MASALAH BELAKANG MASALAH BANTUAN TINDAK
LANJUT
Anak sering Keluarga Broken Home Pembinaan Kepala/[Link]/ Perlu
keluar kelas Wali kelas kunjungan
rumah
(home
visit)

Pamalayan, 14 Oktober 2022

Guru Pembimbing Koordi. Bimbingan dan Konseling

Ani Sri Heryani, [Link]., [Link]. Mimin Mu’minah, [Link].I


NIP. 19780513 200501 2 014 NIP. 19670104 198610 2 002

Mengetahui
Kepala SDN 1 Pamalayan

13
Nina Herlina, [Link].
NIP. 19671017 199103 2 004

PEMERINTAH KABUPATEN CIAMIS


DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH DASAR NEGERI 1 PAMALAYAN
Jl. Raya Ciamis - Banjar No. 176 Desa Pamalayan Kec. Cijeungjing Kab. Ciamis 46271
Tlp. (0265) 2751279 E-mail : [Link]@[Link]

DAFTAR CATATAN PELANGGARAN

Nama Siswa : Harwanto

No HARI/ JENIS PEMBINAAN/


OLEH PARAF KET
. TANGGAL PELANGGARAN PENYELESAIAN
14 Oktober Anak sering keluar Diberikan Pendidik Dibawa
2022 kelas mengganggu pembinaan atau tenaga ke Tatib
kelas lain kependidika D
n
N

Pamalayan, 14 Oktober 2022

Kepala Sekolah Guru Bimbingan dan Konseling


SDN 1 Pamalayan

Nina Herlina, [Link]. Ani Sri Heryani, [Link]., [Link].


NIP. 19671017 199103 2 004 NIP. 19780513 200501 2 014

14
PEMERINTAH KABUPATEN CIAMIS
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH DASAR NEGERI 1 PAMALAYAN
Jl. Raya Ciamis - Banjar No. 176 Desa Pamalayan Kec. Cijeungjing Kab. Ciamis 46271
Tlp. (0265) 2751279 E-mail : [Link]@[Link]

CATATAN OBSERVASI SISWA

Nama Siswa : Harwanto


Kelas :VI

KEGIATAN YANG DILAKUKAN


No HARI/
SISWA Ybs. KETERANGAN
. TANGGAL
DI DALAM KELAS
1 14 Oktober Belajar kelompok/diskusi Baik
2022

Pamalayan, 14 Oktober 2022

Kepala Sekolah Guru Bimbingan dan Konseling


SDN 1 Pamalayan

Nina Herlina, [Link]. Ani Sri Heryani, [Link]., [Link].


NIP. 19671017 199103 2 004 NIP. 19780513 200501 2 014

15
PEMERINTAH KABUPATEN CIAMIS
DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH DASAR NEGERI 1 PAMALAYAN
Jl. Raya Ciamis - Banjar No. 176 Desa Pamalayan Kec. Cijeungjing Kab. Ciamis 46271
Tlp. (0265) 2751279 E-mail : [Link]@[Link]

ADMINISTRASI BIMBINGAN DAN KONSELING

BULAN KET
Desember
Septembe

Nopembe

JENIS KEGIATAN
Pebruari
Agustus

Oktober

Januari

Maret
April

Juni
Mei
Juli

1. Penyusunan Program
X X
a. Program semester
b. Jadwal kegiatan kehadiran staff
X X
Bimbingan dan Konseling (BK)
c. Pembagian tugas bimbingan
X X
kelas
d. Rincian tugas Staff Bimbingan
X X
dan Konseling (BK)
e. Penyusunan program kegiatan
administrasi Bimbingan dan X X
Konseling (BK)
f. Kunjungan Rumah (Home Visit) X X X X
g. Pembinaan Pribadi X X X X
h. Bimbingan Langsung X X X X X X
i. Penelusuran Bakat dan Minat X X X X

Pamalayan, 14 Oktober 2022

16
Kepala Sekolah Guru Bimbingan dan Konseling
SDN 1 Pamalayan

Nina Herlina, [Link]. Ani Sri Heryani, [Link]., [Link].


NIP. 19671017 199103 2 004 NIP. 19780513 200501 2 014

Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling

Berdasarkan pasal 27 Peraturan Pemerintah Nomor 29/90, “Bimbingan

merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan

pribadi, mengenal lingkungan, merencanakan masa depan.” (Depdikbud, 1994).

Selanjutnya Prayitno (1983) mendefinisikan bahwa:

Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada seorang (individu) atau

sekelompok orang agar mereka itu dapat berkembang menjadi pribadi-pribadi yang

mandiri. Kemandirian ini mencakup lima fungsi pokok yang hendaknya dijalankan oleh

pribadi mandiri, yaitu: (a) mengenal diri sendiri dan lingkungannya, (b) menerima diri

sendiri dan lingkungan secara positif dan dinamis, (c) mengambil keputusan, (d)

mengarahkan diri, dan (e) mewujudkan diri.

Dengan pengertian bimbingan di atas maka dapat disimpulkan bahwa bimbingan

merupakan proses pemberian bantuan kepada seseorang atau sekelompok orang secara

terus-menerus dan sistematis yang di lakukan oleh seorang guru pembimbing agar

individu atau seseorang menjadi pribadi yang mandiri dan positif. Menurut Winkel

(2004) “Pengertian program bimbingan dan konseling adalah suatu rangkaian kegiatan

bimbingan yang terencana dan terorganisasi dan terkoordinasi selama periode waktu

tertentu.” Berdasarkan pendapat Marsudi (2003) “program bimbingan dan konseling

17
adalah sederet kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan bimbingandan

konseling. Sederet kegiatan tersebut perlu di rencanakan sesuai dengan situasi dan

kondisi sekolah.” Sedangkan Berdasarkan kurikulum 2004 “Program bimbingan dan

konseling merupakan rencana kegiatan layanan dan kegiatan pendukung yang akan

dilaksanakan pada periode tertentu.” (Depdikbud, 2004:19). Menurut SK Mendikbud No.

025/0/1995 butir 1: Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa program

bimbingan dan konseling adalah suatu kegiatan pelayanan bantuan kepada peserta didik

atau siswa disekolah oleh guru BK atau konselor secara terencana, terorganisir dan

terkoordinasi yang dilaksanakan pada periode tertentu, secara teratur dan

berkesinambungan. Jenis-jenis program menurut satuan waktu yang ada pada bimbingan

dan konseling berjumlah empat (4) program, yaitu: program tahunan, program bulanan,

program mingguan dan program harian. Di bawah ini diuraukan keempat jenis program

tersebut. Program Tahunan merupakan program yang akan dilaksanakan selama satu

tahun ajaran pada tiap tingkatan kelas. Program ini mengumpulkan seluruh kegiatan

selama satu tahun, yang terbagi menjadi program semesteran yang kemudian dibagi lagi

menjadi laporan bulanan. Program Bulanan adalah program yang waktu pelaksanaannya

selama satu bulan dan kegiatannya menyesuaikan dengan kebutuhan siswa. Program

bulanan ini merupakan rincian dari program semesteran. Program mingguan adalah

kegiatan yang akan dilakukan selama satu minggu, yang juga merupakan rincian dari

program [Link] harian adalah Program yang akan diberikan guru BK untuk

siswa atau kelas asuh, yang biasanya terinci pada satuan layanan (satlan) dan atau satuan

pendukung (satkung).

18
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Program Bimbingan dan Konseling sangat diperlukan sekali dalam dunia

pendidikan karena sebagai sumber/acuan untuk melakukan kegiatan bimbingan dan

konseling yang tertata dan tidak dilakukan seingat guru yang melaksanakannya.

Program Bimbingan dan Konseling dibuat agar dapat mencegah masalah-masalah

yang akan terjadi kepada siswa dan supaya siswa di berikan Bimbingan dan

Konseling sesuai dengan perkembangan usianya. Pada jenjang pendidikan dasar,

layanan bimbingan di sekolah dasar bertujuan untuk membantu siswa agar dapat

mencapai tugas-tugas perkembangan yang meliputi aspek pribadi sosial, pendidikan

dan karier sesuai dengan tuntutan lingkungan. Sehingga Bimbingan dan Konseling

ini dapat diterima secara efektif oleh siswa. Masalah belajar timbul karena ada

sesuatu hal yang melatarbelakanginya dan banyak sekali faktor yang menjadi

penyebab timbulnya masalah-masalah belajar pada anak. Untuk mengatasi

masalah-masalah yang ada, diperlukan program Bimbingan dan Konseling.

19
B. Saran

Program Bimbingan konseling sangat penting sekali. Untuk itu pihak-pihak

yang terkait di dalam dunia pendidikan harus saling mendukung terhadap adanya

program ini. Dinas Pendidikan alangkah baiknya memberikan acuan program

bimbingan konseling kepada setiap sekolah sebagai sumber untuk menjalankan

Bimbingan dan Konseling di sekolahnya masing-masing. Memang seharusnya

gurulah yang membuat program Bimbingan dan Konseling tetapi nyatanya di

lapangan guru sering mengabaikan tentang program bimbingan dan Konseling ini.

Ketika siswa mendapatkan masalah baru Bimbingan dan Konseling berjalan,

padahal Bimbingan dan Konseling ini di peruntukan bukan hanya pada siswa yang

mempunyai masalah, tetapi juga murid yang mempunyai kecerdasan atau bahkan

yang mempunyai bakat dan potensi yang menonjol.

20

Anda mungkin juga menyukai