Protokol Validasi
Metode Analisis Serbuk
Ekstrak Panax ginseng
dengan Metode KCKT
PKPA UNIVERSITAS SURABAYA
Bimbingan: Lettu CKM Elni Fitri, [Link]., [Link]., Apt
[Kelompok 6] :
Azfan Nahiyyah - 114221531
Deny Wilson Amanda Sitorus - 114221532
Tasya Agustina L - 114221565
Rani Febriyanti Fajri - 114221566
Aulia Rahmatilah - 114221537
Devon Ezra Lee - 114221604
Start?
Serbuk Ekstrak Panax ginseng
Dibuat dari Ginseng Asia yang melalui
maserasi, perkolasi, atau kedua proses yang
dilakukan pada suhu kamar dengan pelarut
yang sesuai. Rasio bahan tanaman mentah
awal untuk Ekstrak Ginseng Asia Serbuk
adalah antara 3:1 dan 7:1. Ini mengandung
tidak kurang dari 3,0% dari ginsenosides
Rg1, Re, Rb1, Rc, Rb2, dan Rd.
Validasi
Validasi merupakan suatu program terdokumentasi yang memberikan
suatu kepastian tingkat tinggi bahwa suatu proses, metode atau
sistem tertentu secara konsisten akan memberikan suatu hasil yang
memenuhi kriteria keberterimaan yang telah ditentukan sebelumnya.
Validasi Metode Analisa
Suatu tindakan penilaian terhadap parameter tertentu,
berdasarkan percobaan laboratorium, untuk membuktikan bahwa
parameter tersebut memenuhi persyaratan untuk penggunaannya.
Tujuan :
Untuk menjamin bahwa metode analisis yang digunakan mampu
memberikan hasil yang cermat dan handal hingga dapat dipercaya.
Parameter Validasi
Sumber: Farmakope Indonesia VI
Kromatografi Cair
Kinerja Tinggi
Fase gerak Larutan Uji
Tekanan tinggi Injeksi
Kolom (Fase Diam)
Kepolaran
Pemisahan
Mekanisme KCKT
Tahapan Penyusunan
Protokol Validasi Metode Analisa
1. Kebijakan validasi;
2. Struktur organisasi kegiatan validasi;
3. Ringkasan fasilitas, sistem, peralatan dan proses yang akan divalidasi;
4. Format dokumen: format protokol dan laporan validasi,
5. Perencanaan dan jadwal pelaksanaan;
6. Pengendalian perubahan; dan
7. Acuan dokumen yang digunakan.
Protokol Validasi Metode Analisis
Serbuk Ekstrak Ginseng Panax dengan Metode KCKT
Protokol : panduan untuk melakukan validasi proses yang meliputi pengawasan parameter kritis
pembuatan, pengambilan sampel yang tepat dan pengujian selama pengolahan
Parameter Pengujian
SPESIFITIAS AKURASI
UJI KESESUAIAN
PRESISI
SISTEM
LINEARITAS DAN
ROBUSTNESS RENTANG
Alat dan Bahan
ALAT BAHAN
HPLC Mikropipet 0,1 mL dan 0,2 Reference Standart
Kolom penjaga: L1; mL Ekstrak Panax ginseng
4.6-mm × 2.0-cm Timbangan Analitik Bahan baku Ekstrak
Kolom analitik: L1; 4.6 Botol timbang Panax Ginseng
mm × 15 cm; 3-µm Corong kaca Fase gerak yaitu air dan
Detektor lampu UV Batang pengaduk acetonitril-air (4:1)
203 nm Gelas ukur 10 ml Diluen alkohol-air (4:6)
Sonikator Labu Ukur 10 ml Membrane filter 0,45 µm
Kertas saring Pipet volume 0,5 mL dan 1 Minisart Syringe filter
mL 0,45 µm
Tahap Awal
Lakukan Lakukan
Lakukan verifikasi status verifikasi
verifikasi kualifikasi dan pelatihan
dokumen yang kalibrasi dari personel yang
terkait dengan semua peralatan terkait dengan
validasi yang dipakai pelaksanaan
validasi
Preparasi Kerja
Fasa Diam : Kolom L1, C18, 4.6
01 mm × 15 cm; 3-µm
Fasa Gerak : air dan asetonitril:air
02 (4:1)
Kecepatan Aliran : 1,5 ml/menit
03
Detektor : UV λ 203 nm
04
Volume yang diinjeksikan : 20 µl
05
PEMBUATAN FASE GERAK
Buat campuran
A B
asetonitril-air
Purified water
(4:1) sebanyak
500 ml
Disaring Disaring
menggunakan menggunakan
membran filter membran filter
PTFE 0,45 µm RC selulosa 0,45
µm
Pembuatan larutan standart induk
Timbang standart Larutkan kedalam campuran
reference ekstrak kering pelarut alkohol-air (4:6) Disonikasi selama 10 menit
Panax Ginseng dengan 4 ml alkohol dan 6 ml ad homogen
air dalam labu ukur 10 ml
sebanyak 2400 mg
Disaring menggunakan
Disapatkan konsentrasi 240
membran RC selulosa 0,45
mg/ml (240.000 ppm)
µm
Pipet 1 ml
larutan Pembuatan Larutan
induk
Standart 100%
Kocok ad Saring
Tambahkan Konsentrasi
homogen dengan filter
pelarut ad didapatkan
di labu RC selulosa
10 ml 24 mg/ml
ukur 0,45 µm
Pembuatan Larutan Uji Induk
Larutkan kedalam campuran
Timbang bahan baku ekstrak
pelarut alkohol-air (4:6) Disonikasi selama 10 menit
kering Panax Ginseng
dengan 4 ml alkohol dan 6 ml ad homogen
sebanyak 2400 mg
air dalam labu ukur 10 ml
Disaring menggunakan
Disapatkan konsentrasi 240
membran RC selulosa 0,45
mg/ml (240.000 ppm)
µm
Pipet 1 ml
larutan
Pembuatan Larutan
induk Uji 100%
Kocok ad Saring Konsentrasi
Tambahkan
homogen dengan filter didapatkan
pelarut ad
di labu RC selulosa 24 mg/ml
10 ml
ukur 0,45 µm
Uji Kesesuaian Sistem
Suntikan larutan standar
Amati respon pada panjang
Hitung RSD dari hasilnya
sebanyak 6 kali gelombang 203 nm
Amati angka lempeng
Amati faktor ikutan Amati waktu retensi relatif
teoritis dari kolom
Kriteria penerimaan ≤ 2 Kriteria penerimaan ≤ 2
Kriteria penerimaan ≥ 1000
Spesifisitas
Suntikkan larutan standar, larutan sampel, dan Amati pada panjang
larutan blanko ke sistem KCKT gelombang 203nm
Kriteria penerimaan: larutan sampel memberikan waktu retensi yang
sama dengan larutan standar
Akurasi
Buat larutan uji dengan Suntikkan masing-masing Amati pada panjang
kadar 80%, 100%, 120% konsentrasi sebanyak 3x gelombang 203nm
Kriteria penerimaan:
Perolehan kembali : 98-102%
RSD dari semua konsentrasi : ≤2%
Presisi
Ripitabilitas
Buat 10 sampel masing-masing larutkan dan encerkan dengan Pipet 1ml larutan, tambahkan
dengan menimbang 2400 mg pelarut hingga 10ml, kocok pelarut hingga 10mL, kocok
Panax Ginseng Powdered hingga homogen hingga homogen
Periksa larutan sampel dan larutan Buat larutan Saring larutan dengan
standar pada panjang gelombang 203 nm standar 100% membran filter 0,45 µm
Kriteria penerimaan: RSD ≤ 2%
Presisi Antara
Lakukan pengujian diatas oleh 2 orang analis
yang berbeda dan/atau dihari yang bebeda
Kriteria penerimaan: RSD ≤2%
Linieritas dan Rentang
Buat seri larutan sampel dengan konsentrasi
Encerkan dengan pelarut
70%, 80%, 90%, 100%, 110 %, 120%, dan 130%
sampai 100mL
dengan memipet sejumlah larutan induk
Buat garis linieritasnya, hitung Ukur 7 seri larutan tersebut dengan
slop dan regresi liniernya KCKT, panjang gelombang 203 nm
Kriteria penerimaan: r2 ≥ 0,999
Robustness
Lakukan pemeriksaan larutan uji
Suntikkan sebanyak 3 kali,
(100%) dengan mengubah
catat respon pada panjang
kecepatan aliran menjadi 1,47
gelombang 203 nm
ml/menit dan 1,53 ml/menit
Kriteria penerimaan:
Perolehan kembali : 98-102%
RSD dari semua konsentrasi : ≤2%
Daftar Pustaka:
Farmakope Indonesia VI
POPP Tahun 2013 Jilid 1
USP edisi 43
CPOB 2018