ECOLAMP
Inovasi Lampu Jalan Tenaga Alga Sebagai Upaya Mitigasi Emisi
Karbondioksida
Tasya Salmah Parinduri
Universitas Sumatera Utara
Dalam upaya mengurangi pemanasan global yang kian memburuk, banyak
inovasi-inovasi yang diciptakan untuk itu. Banyak sekali produk-produk
diciptakan yang tidak hanya sebagai kebutuhan manusia semata, melainkan
memiliki fungsi yang positif bagi lingkungan sekitar. Aktivitas manusia yang
tidak bertanggungjawab inilah penyebab dominan meningkatnya kadar
karbondioksida di udara. terutama aktivitas manusia di jalan raya dengan alat
transportasinya yang mengeluarkan gas hasil dari pembakarannya.
Salah satu produk yang dapat mengurangi polusi dari jalan raya yang
penuh dengan kendaraan ini, yaitu ECOLAMP. Produk ini adalah lampu LED
jalan raya yang menyala oleh alga yang dicampur oleh air. ECOLAM memiliki
manfaat diantara lain, mengurangi emisi gas karbondioksida, menciptakan
lingkungan yang bersih dan sehat, memberikan cahaya pada ECOLAMP di malam
hari, serta pemanfaatan alga yang berlimpah. Alga dapat mereduksi emisi CO2
sebesar 300 ton/tahun.
ECOLAMP ini memanfaatkan karbondioksida (CO2) dari gas buangan
kendaraan yang berupa asap di jalan raya. seperti proses fotosintesis, ECOLAMP
ini akan menyerap gas karbondioksida yang nantinya akan diproses dan akan
menjadi output berupa gas oksigen (O2) dan biomassa. ECOLAMP juga
membersihkan gas di udara dan sekaligus menjadi penghasil energi berupa biofuel
yang tidak terbatas. Biofuel ini dipakai sebagai penyala lampu pada malam hari.
ECOLAMP juga memiliki sebuah pompa untuk menghisap asap dan polutan ke
dalam sistem spiral. Cara kerja sistem spiral adalah dengan menggunakan air dan
CO2 untuk mengubah alga menjadi sebuah biomassa sebagai penyala lampu di
malam hari (Sarwer, dkk., 2022).