0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
70 tayangan14 halaman

Konsep Nilai Waktu Uang dan Anuitas

Dokumen tersebut membahas konsep nilai waktu uang, yang merupakan konsep penting dalam manajemen keuangan. Nilai waktu uang menyatakan bahwa uang yang dimiliki saat ini lebih berharga daripada jumlah uang yang sama di masa depan, karena adanya inflasi dan potensi pendapatan. Dokumen tersebut menjelaskan berbagai metode untuk menghitung nilai masa kini dan masa depan dari investasi, seperti net present value, internal

Diunggah oleh

agus sunaryo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
70 tayangan14 halaman

Konsep Nilai Waktu Uang dan Anuitas

Dokumen tersebut membahas konsep nilai waktu uang, yang merupakan konsep penting dalam manajemen keuangan. Nilai waktu uang menyatakan bahwa uang yang dimiliki saat ini lebih berharga daripada jumlah uang yang sama di masa depan, karena adanya inflasi dan potensi pendapatan. Dokumen tersebut menjelaskan berbagai metode untuk menghitung nilai masa kini dan masa depan dari investasi, seperti net present value, internal

Diunggah oleh

agus sunaryo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB 8.

KONSEP NILAI
WAKTU DARI UANG
November 29, 2015Uncategorized
Pengertian Nilai Waktu Uang

Nilai waktu uang merupakan konsep sentral dalam manajemen keuangan, atau nilai
waktu dari uang, di dalam pengambilan keputusan  jangka panjang, nilai waktu
memegang peranan penting. Sebuah contoh seperti kenaikan pangan yang
dikeluhkan oleh masyarakat, di mana masyarakat mengambil kesimpulan sendiri
atas kenaikan pangan. Ada yang mengatakan kenaikan dikarenakan pasokan
barang mulai langka, dan lain-lain.

Konsep Nilai Waktu Uang

Konsep nilai waktu uang di perlukan oleh manajer keuangan dalam mengambil
keputusan ketika akan melakukan investasi pada suatu aktiva dan pengambilan
keputusan ketika akan menentukan sumber dana pinjaman yang akan di pilih. Suatu
jumlah uang tertentu yang di terima waktu yang akan datang jika di nilai sekarang
maka jumlah uang tersebut harus di diskon dengan tingkat bunga tertentu
(discountfactor).

ISTILAH YANG DIGUNAKAN :

Pv = Present Value (Nilai Sekarang)                 SI    = Simple interest dalam rupiah

Fv = Future Value (Nilai yang akan datang)    An   = Anuity

I   = Bunga (i = interest / suku bunga)              n      = tahun ke-

P0 = pokok/jumlah uang yg dipinjam/dipinjamkan pada periode waktu

Konsep nilai waktu uang (time value of money concept) merupakan konsep yang
dipahami sebagian besar orang di dunia. Teorinya: uang yang ada sekarang lebih
tinggi nilainya dibandingkan jumlah yang sama dimasa depan. Sebagai contoh: uang
sejumlah Rp 6.000,00 sekarang dapat membeli satu liter beras kualitas sedang.
Namun, uang sejumlah tersebut diatas tidak dapat membeli satu liter beras pada
tahun depan, mungkin 0,9 liter. Disini terlihat bahwa secara kualitas, nilai uang
tergerus seiring dengan jalannya waktu. Tergerusnya nilai uang tersebut disebut
sebagai inflasi.

Inflasi muncul melalui banyak sebab. Dari sudut makro ekonomi, inflasi bisa berarti
kabar yang baik (pada batasan tertentu). Jika pengangguran menurun, artinya
banyak orang menerima penghasilan, artinya pula ada banyak uang yang beredar di
pasar. Selaras dengan hukum penawaran dan permintaan, maka saat daya beli
meningkat (karena orang-orang menerima penghasilan) maka harga-harga biasanya
ikut naik. Kenaikan harga tersebut sudah kita pahami sebelumnya sebagai inflasi.
Maka jelas inflasi (sekali lagi pada batas tertentu) merupakan salah satu indikator
menurunnya pengangguran.

Inflasi merupakan salahsatu konsekuensi dari perkembangan perekonomian. Yang


harus diperhatikan dari inflasi adalah: apakah kenaikan harga (inflasi) tersebut
didukung oleh daya beli seseorang (secara kualitatif)? Mari kita biarkan dahulu
tentang masalah ini kepada penentu kebijakan.

Tujuan dari rencana keuangan adalah untuk mencapai keadaan perekonomian


seseorang seperti yang ditargetkan sebelumnya. Maka dalam merencanakan
keuangan penting kita ketahui bahwa inflasi merupakan bagian yang inheren pula
dari setiap tindakan/keputusan keuangan yang diambil. Misalnya dalam keputusan
memilih investasi : jangan sampai pengorbanan sekarang yang kita lakukan, alih-alih
mendapat nilai tambah, akhirnya justru menurun.

Metode-metode Nilai Waktu Uang

1. Metode average rate of return

Metode ini mengukur berapa tingkat keuntungan yang diperoleh suatu investasi atau
LABA / INVESTASI

Jika average rate of return lebih tinggi dari laba yang diharapkan → layak

Kelemahan metode ARR : Mengabaikan nilai waktu uang

2. Metode payback period

Mengukur seberapa cepat investasi itu kembali

Kriteria penilaian investasi : Semakin cepat semakin baik

Kelemahan Metode payback period : Mengabaikan nilai waktu uang,


Mengabaikan CF setelah investasi kembali

3. Metode net present value (NPV)

Metode ini menghitung selisih antara nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang
penerimaan kas bersih           Jika NPV +     → layak

4. Metode profitability index (PI)


Metode ini menghitung perbandingan antara nilai sekarang penerimaan kas bersih
dimasa yang akan datang dengan nilai sekarang investasi Jika PI lebih dari 1 →
layak

5. Metode internal rate of return (IRR)

Tingkat discount faktor yang menyamakan nilai sekarang investasi dan nilai
sekarang penerimaan kas bersih dimasa yang akan datang Jika IRR > tk bunga atau
laba yang disyaratkan → layak .

 Konsep Anuitas

Anuitas adalah merupakan satu arus (stream) kas yang tetap setiap periodenya.
Beberapa contoh dari perhitungan anuitas dalam keuangan individu, misalnya cicilan
bulanan kredit mobil atau rumah dan pembayaran biaya kontrak rumah bulanan.
Arus kas ini bisa merupakan arus kas masuk sebagai pengembalian atas investasi
maupun arus keluar yang dialokasikan sebagai tujuan investasi.

Nilai masa depan anuitas memberikan nilai dari sebuah perencanaan tabungan yang
dilakukan secara tetap baik besaran dan waktunya selama jangka waktu tertentu.
Misalkan Anda memutuskan untuk menyisihkan atau menabung sebesar Rp 5 juta
setiap akhir tahun selama 30 tahun untuk persiapan dana di saat Anda pensiun.
Dengan asumsi bunga yang bisa didapat adalah sebesar 12 persen per-tahun,
berapa jumlah dana yang terkumpul setelah 30 tahun? Perhitungan ini dapat
dilakukan dengan Rumus dari nilai masa depan Anuitas:

FVA={Ax[(1+i)n-1]}/i

Menghitung dengan rumus diatas maka kita mendapatkan jumlah dana setelah 30
tahun sebesar Rp 1,206,663,422. Perhatikan, bahwa dana yang Anda investasikan
selama 30 tahun hanya sejumlah Rp 150 juta (Rp 10 juta x 30 tahun). Selisih nilai
sebesar Rp 1,056,663,422 merupakan bunga yang didapat dari hasil perhitungan
bunga berbunga selama 30 tahun. Bukan main bukan dampak waktu terhadap uang
yang Anda miliki.

Nah kembali ke contoh diatas, dimana Anda membutuhkan dana sebesar Rp 1 miliar
untuk kebutuhan masa pensiun dan Anda masih memiliki waktu selama 30 tahun,
berapa besar tabungan yang harus disisihkan setiap tahunnya selama 30 tahun?
Asumsi bunga adalah 12 %.

Mari berhitung. Disini tujuan yang ingin kita capai adalah Rp 1 miliar. Nilai ini adalah
FVA — nilai masa datang yang ingin dicapai. Kemudian tingkat suku bunganya
adalah 12% (i). dan jangka waktu (n) adalah 30 tahun, jadi berapa besar yang harus
ditabung ? Anda bisa menggunakan rumus seperti diatas, FVA = {A x [(1+i)n-1]}/i,
dimana :

–  FVA = nilai masa depan yang ingin dicapai


– A = tabungan yang harus dialokasikan

–   i = bunga yang dipakai sebagai perhitungan

–   n = jangka waktu investasi atau tabungan.

Dari hasil perhitungan tersebut didapat nilai sebesar Rp 4,143,658 yang harus
ditabung selama 30 tahun untuk mencapai target nilai investasi sebesar Rp 1 miliar.
Sebenarnya Anda hanya perlu menabung sebesar kurang lebih Rp 345,304 setiap
bulannya atau Rp 11,510 perharinya. Tentunya Anda sanggup menabung sebesar
Rp 12,000 perharinya dimana nilainya sebanding dengan membeli cappuccino di
sebuah kafe terkenal di Jakarta.

Bagaimana apakah Anda masih tidak percaya? Inilah konsep nilai waktu uang yang
harus Anda perhatikan. Semakin panjang waktu yang dimiliki semakin kecil besar
tabungan yang harus disisihkan bila hal lain dianggap tetap.

Bila target nilai yang ingin dituju adalah Rp 1 miliar untuk kebutuhan masa pensiun
nanti maka menabunglah sebasar Rp 4,143,658 setiap tahun selama 30 tahun
dengan bunga 12 persen per tahunnya.

Sementara itu, nilai tunai (nilai saat ini) dari sejumlah anuitas (PVA) merupakan
kebalikan dari FVA, dimana :

PVA={Ax(1-[1/(1+i)n])}/i.

Dimana i adalah tingkat suku bunga dan n adalah jangka waktu pembayaran. Jika
diperhitungkan dari contoh diatas, maka PVA= {Rp 4,143,658 x (1-[1/(1,12)30])}/
0,12 = Rp 33,377,924. Logikanya seperti ini, dengan jumlah dana sebesar Rp
33,377,924 yang Anda tempatkan saat ini selama 30 tahun kedepan dengan bunga
12 peren per tahun maka nilai investasi ini akan berjumlah Rp 1 miliar (sama dengan
perhitungan bila Anda menyisihkan Rp 4,143,658 per tahun selama 30 tahun
dengan bunga 12 persen pertahun).

Dengan dimengerti konsep nilai waktu uang ini maka Anda bisa mempraktekkannya
kedalam perencanaan keuangan yang Anda kembangkan. Dengan mengetahui nilai
tujuan keuangan masa depan, Anda dapat menghitung berapa besar tabungan yang
harus Anda sisihkan guna mencapai tujuan tersebut. Dengan menghitung tabungan
yang besarnya tidak terlalu mengagetkan (Rp 12,000 per hari) membuat Anda juga
termotivasi untuk mencapai apa yang Anda inginkan.

Konsep bunga berbunga atau bunga majemuk dengan penekanan pada anuitas
sangatlah penting untuk dipahami oleh semua individu karena memberikan suatu
alternatif perhitungan investasi guna mencapai tujuan keuangan yang diinginkan.

Penjelasan Annuity
Annuity adalah suatu rangkaian pembayaran uang dalam jumlah yang sama yang
terjadi dalam periode waktu tertentu. Anuitas nilai sekarang adalah sebagai nilai
anuitas majemuk saat ini dengan pembayaran atau penerimaan periodik dan
sebagai jangka waktu anuitas.

PVAn = A1 [(S (1+i)n] = A1 [ 1 – {1/ (1+ i)n/i } ]

Anuitas nilai masa datang adalah sebagai nilai anuaitas majemuk masa depan
dengan pembayaran atau penerimaan periodik dan n sebagai jangka waktu anuitas.

FVAn = A1 [(S (1+i)n– 1 ] / i

Dimana : A1        : Pembayaran atau penerimaan setiap periode

3.7  Konsep Nilai Waktu Dari Uang

1. FUTURE VALUE

Nilai yang akan datang (future value) adalah nilai uang diwaktu akan datang dari
sejumlah uang saat ini atau serangkaian pembayaran yang dievaluasi pada tingkat
bunga yang berlaku. Ada lima parameter yang ada dalam fungsi fv(), yaitu :

 Rate, tingkat suku bunga pada periode tertentu bisa per bulan ataupun per
tahun.
 Nper, jumlah angsuran yang dilakukan
 Pv, nilai saat ini yang akan dihitung nilai akan datangnya.
 Type, jika bernilai 1 pembayaran dilakukan diawal periode, jika bernilai 0
pembayaran dilakukan diakhir periode.

Rumus yang digunakan:

Formula Future Value sbb:

(1) Manual : Fv = Po (1+r)^n

Fv = nilai pada tahun ke- n

Po = nilai pada tahun ke- 0

r    = tingkat bunga

n   = periode

(2) Tabel :   Fn = Po ( DF r,n )


DF = discount Factor – melihat tabel

Contoh :

Budi menabung selama 5 tahun berturut-turut dengan jumlah yang sama yaitu
Rp.2.000.000 / tahun. Dengan tingkat bunga 10% tahun, berapa tabungan Budi
pada tahun ke-5 ?

Jawab :

Cara Manual : FVn    =           X [ (1 + r)n – 1 ] / r

FVA5 = 2.000.000 [ (1 + 0,1)5-1 ]/0,1

= 2.000.000 [ 6,105] = Rp 12.210.000

1. Nilai masa mendatang untuk aliran kas tunggal

Jika kita memperoleh uang Rp 1.000,- saat ini dan kemudian menginvestasikan
pada tabungan dengan tingkat bunga 10 %, berapa uang kita 1 tahun mendatang ?.

Hal ini dapat bisa di hitung dengan rumus :

FV = PO + PO ( r )

= PO + ( 1 + r )

FV = Nilai Masa Mendatang

PO = Nilai Saat Ini

r = Tingkat Bunga

Jadi FV1 = 1.000 ( 1 + 0,1 )

= 1.100

Jika periode investasi tidak hanya 1 tahun tapi beberapa tahun maka rumusnya :

FVn = PVo ( 1 + 0,1 )

FVn = Nilai Masa Mendatang

PVo = Nilai Saat Ini


r = Tingkat Bunga

n = Jangka Waktu

Jadi nilai mata uang yang tadinya 1.000 5 tahun mendatang

FV5 = 1000 (1 + 0,1 )5 = 1.610,51

Sedangkan proses menanamkan uang ke bank dengan tingkat bunga tertentu


selama periode tertentu disebut proses pergandaan. Contoh : kita menabung awal
tahun Rp 1.000 dengan tawaran bunga 10% per tahun, dan di gandakan setiap 6
bulan,bisa di hitung dengan rumus

FVn = PVo (1 + n/k )kn

K = frekuensi penggandaan

FV1 = 1.000 (1 + 0,1 / 2)2 .1 = 1.102,5

FV2 = 1.000 ( 1 + 0,1 / 2 ) = 1.215,51

Sedangkan bila kita secara kontinu

FVn = PVo x e r . t

E 2,71828

Jadi misal Rp 1.000 kita gandakan secara kontinu, selama 1 dan 2 tahun maka, nilai
pada akhir tahun pertama dan kedua.

FV1 = 1.000 x (2,71828)0,1 .1 = 1.105,7

FV2 = 1.000 (2,71828)0,1×2 = 1.221,4

1. Future Value Annuity (nilai masa mendatang untuk seni pembayaran)

Misal kita memperoleh Rp 1.000 pertahun selama 4x, uang yang diterima pada akhir
tahun, berapa nilai masa mendatang jika tingkat bunga 10% ?

FVn = X [(1 + r)n – 1] /r

X = Jumlah pembayaran kas untuk setiap periode

r = Tingkat bunga
n = Jumlah periode

Jadi uang kita pada akhir tahun

FV4 = 1.000 [ ( 1 + 0,1 )4 – 1 ] / 0,1 = 4.641

Aliran kas juga bisa di bayarkan setiap awal tahun. Contoh : Rp 1.000 yang akan kita
terima selama 4x di bayarkan setiap 4 tahun dengan tingkat bunga 10%. Berepa
nilai masa

mendatang ?

FVna = X [{( 1 + r )n – 1 }/r ] (1 + r)

FVna = Future Value Annuity Due

n = Jumlah Periode

z = Jumlah pembayaran kas untuk setiap periode

FV4 = 1.000 [{(1 + 0,1)4 – 1}/r ] (1 + 0,1 ) = 5.105

2. PRESENT VALUE (Nilai Sekarang)

Nilai sekarang (Present Value) adalah nilai sekarang dari satu jumlah uang atau 
satu seri pembayaran yang akan datang, yang dievaluasi dengan suatu tingkat
bunga tertentu. Suatu investasi dapat diterima hanya jika investasi itu menghasilkan
paling tidak sama dengan tingkat hasil investasi di pasar yaitu lebih besar dari pada
tingkat bunga deposito (tingkat hasil tanpa resiko).

Keterangan :

PV = Present Value / Nilai Sekarang

Kn = Arus kas pada tahun ke-n

R   = Rate / Tingkat bunga

n    = Tahun Ke-n (dibaca dan dihitung pangkat n).

Contoh :

Jika di masa yang akan datang kita akan punya saldo sebesar 1,1 juta hasil
berinvestasi selama satu tahun, maka uang kita saat ini adalah sebesar :
PV = 1.100.000 / (1 + 0,1) ^1

PV = 1.000.000 rupiah

1. Nilai sekarang untuk aliran kas tunggal.

Nilai sekarang merupakan kebalikan nilai kemudian. Apabila dalam nilai masa
mendatang kita melakukan pergandaan, dalam present value kita melakukan proses
pendiskontoan.

FVn = PVo ( 1 + r )n

FVn = nilai kemudian

PVo = nilai sekarang

Jadi PVo = FVn / [( 1 + r )n ]

Misalkan kita mempunyai kas Rp 1.000 satu tahun mendatang Rp 1.121 dua tahun
mendatang dan 1.610,51 lima tahun mendatang. Berapa nilai sekarang dari masing-
masing kas tersebut jika tingkat diskonto 10% ?

PV1 = = 1.000

PV2 = = 1.000

PV5 = = 1.000

Misalkan proses pendiskontoan dilakukan 1 tahun 2x dengan tingkat diskonto 10%


per tahun berapa nilai sekarang aliran kas sebesar Rp 1.100 yang akan kita terima 1
tahun mendatang ? berapa nilai sekarang aliran kas sebesar Rp 1.610,5 yang akan
kita terima 5 tahun mendatang?

PVo = FVn [1 + (r/k)]n . k

PV1 = 1.100 / [1 + (0,1 / 2)1 . 2 = 997,73

PV5 = 1.610,5 / [1 + (0,1 / 2)5×2 = 988,71

Dan jika pergandaanya secara kontinu

PVo = (FVn /er x T )

e = 2,71818
PV1 = 1.100 / (2,71828)0,1 x 1 = 904,84

PV5 = 1.1610,5 / (2,71828)0,1 x 5

1. Nilai sekarang untuk seni pembayaran kas (Annuity)

 Nilai sekarang untuk periode terbatas.

Contoh : kita akan menerima pembayaran sebesar Rp 1.000 per tahun mulai akhir
tahun ini (tahun ke I ) selama 4x. berapa nilai sekarang dan aliran kas tersebut jika
tingkat diskonto 10% ?

PV = [ C – C / (1 + r)n]r

C = aliran kas per periode

r = tingkat diskonto

n = jumlah periode

PV = PV aliran kas mendatang

PV = [1.000 – 1.000 / (1 + 0,1)4] / 0,1

= 1.000 – 683,0135 / 0,1

= 3.169,9

Ketika kas dibayar awal periode dengan perhitungan akan menerima Rp 1.000 per
tahun selama 4 tahun maka present value aliran kas tersebut.

PV = [{C – (C / (1 + r)n )} / r ] (1 + r)

PV = [{1.000 –1.000 (1 + 0,1)4 )} / 0,1 ] (1 + 0,1)

= 3.486,9

Jadi nilai kas 3.486,9, yang dibayar pada awal periode.

 Nilai sekarang untuk kas yang tidak sama besarnya.

Dalam beberapa situasi kita akan menerima kas yang besarnya tidak sama untuk
setiap periode. Misalkan kita akan menerima kas selama 4 tahun besarnya Rp
1.000, Rp 1.500, Rp 2.000 dan Rp 3.000 untuk tahun 1,2,3 dan 4. Pembayaran kas
Dilakukan pada akhir periode berapa nilai kas tersebut saat ini ?
PV = + + +

= 5.700,4

 Nilai sekarang untuk periode tidak terbatas.

PV = C / r

C = Aliran Kas

r = Tingkat Diskonto

 Nilai sekarang yang tidak terbatas, aliran kas tumbuh dengan tingkat
pertumbuhan tertentu.

Contoh : suatu saham membagikan deviden pada awal tahun sebesar Rp 1.000.
perusahaan tersebut akan meningkatkan deviden sebesar 5% per tahun untuk
periode tidak terhingga dengan tingkat diskonto 5%. Berapa PV ?

PV = dengan asumsi r > 9

PV = 21.000

3. ANNUITY ( Nilai masa datang dan masa sekarang )

ANNUITY : Suatu rangkaian pembayaran uang dalam jumlah yang sama yang
terjadi dalam periode waktu tertentu

FV =  Ko

Keteragan :

FV       = Future Value / Nilai Mendatang

Ko       = Arus Kas Awal

r           = Rate / Tingkat Bunga

n          = Tahun Ke-n (dibaca dan dihitung pangkat n).

Contoh :

Jika kita menabung 1 juta rupiah dengan bunga 10% maka setelah satu tahun kita
akan mendapat :
FV = 1.000.000

FV = 1.100.000 rupiah

Nilai Majemuk Anuitas adalah Nilai anuitas yang akan diterima di waktu yang akan
datang untuk periode tertentu.

Rumus:

Sn  =  a [ ( 1 + i )n-1 + … + ( 1 + i )1 + ( 1 + i )0 ]

Keterangan :

a          = Jumlah modal (uang) pada awal periode

Sn        = Jumlah yang diterima pada akhir periode

Nilai Tunai Anuitas adalah Nilai saat ini dari anuitas yang akan diterima di waktu
yang akan datang selama periode tertentu.

Rumus :

NT An = Amortisasi Pinjaman adalah Pembayaran tahunan untuk


mengakumulasikan sejumlah  dana (uang) di waktu yang akan datang.

Keterangan :

CVIF  =  Compound value interest factor atau Jumlah majemuk dari suku bunga
selama periode ke n

4. BUNGA SEDERHANA (Dibayar 1 kali dalam setahun)

NILAI MAJEMUK  dengan Bunga dibayar 1 kali dalam setahun.

Rumus :

Vn = P0 (I + i )n

Keterangan :

Vn       = Future value tahun ke-n

Po       = Pinjaman atau tabungan pokok


i           = Tingkat suku bunga/ keuntungan disyaratkan

n          = Jangka waktu

Bunga yang dibayarkan hanya pada pinjaman atau tabungan atau investasi
pokoknya saja.

FVn = Po [ 1 + (i) (n) ]

5. BUNGA MAJEMUK (Dibayar  lebih dari 1 kali dalam setahun)

NILAI MAJEMUK  dengan Bunga dibayarkan lebih dari 1 kali dalam setahun.

Rumus :

Vn = P0

Keterangan :

P0       = pokok/jumlah uang yg dipinjam / dipinjamkan pada periode waktu

m         = Berapa kali bunga dibayar dalam satu tahun

I           = Bunga

i           = interest / suku bunga

n          = Jangka waktu

Bunga yang dibayarkan (dihasilkan) dari pinjaman (investasi) ditambahkan terhadap


pinjaman pokok secara berkala.

FVn = Po ( 1 + i )n

Dimana:

FVn = future value tahun ke-n

Po = pinjaman atau tabungan pokok

i = tingkat suku bunga/ keuntungan disyaratkan

n = jangka waktu.
SUMBER/REFERENSI : 

[Link]
Konsep_Nilai_Waktu_dari_Uang_Time_Value_of_Money

[Link]

[Link]

[Link]
value-of-money/

[Link]

Advertisements

Anda mungkin juga menyukai