100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
571 tayangan23 halaman

Laporan Praktikum Cone Penetration Test

Laporan praktikum ini membahas tentang pengujian tanah dengan metode cone penetration test untuk menentukan kedalaman tanah keras dan mengklasifikasikan jenis tanah. Tujuan praktikum adalah mengetahui cara menentukan kedalaman tanah keras dan mengklasifikasi jenis tanah berdasarkan parameter hasil pengujian sondir. Praktikum dilakukan dengan menggunakan alat sondir ringan yang ditekan ke tanah untuk mengukur parameter perlawanan konus, geser, dan ras

Diunggah oleh

Alfi Dila
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
571 tayangan23 halaman

Laporan Praktikum Cone Penetration Test

Laporan praktikum ini membahas tentang pengujian tanah dengan metode cone penetration test untuk menentukan kedalaman tanah keras dan mengklasifikasikan jenis tanah. Tujuan praktikum adalah mengetahui cara menentukan kedalaman tanah keras dan mengklasifikasi jenis tanah berdasarkan parameter hasil pengujian sondir. Praktikum dilakukan dengan menggunakan alat sondir ringan yang ditekan ke tanah untuk mengukur parameter perlawanan konus, geser, dan ras

Diunggah oleh

Alfi Dila
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN

PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH I


CONE PENETRATION TEST (CPT) / SONDIR

Disusun Oleh :

1. Aulia Afifatul Zulfah ( 104120033 )


2. M. Rizky ( 104120001)
3. Regina Intan Junita ( 104120033 )
4. Pangestu Ironti ( 104120078 )
5. Akbar Wisnu Pramanda (104120093 )
6. A Zulfahmi Eri Susanto (104120015 )
7. Tonny Reynaldy Hardy ( 104120062)

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


FAKULTAS PERENCANAAN INFRASTRUKTUR
UNIVERSITAS PERTAMINA
JAKARTA
2022
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

LEMBAR ASISTENSI

PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH I


KELOMPOK : 10
Anggota kelompok : 1. Aulia Afifatul Zulfah
2. M. Rizky
3. Regina Intan Junita
4. Pangestu Ironti
5. Akbar Wisnu Pramanda
6. A. Zulfahmi Eri Susanto
7. Tonny Reynaldy Hardy
Asisten : Markus Pandiagan
No Tanggal Keterangan Paraf

2
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN 1

1.1 Latar Belakang 1

1.2 Rumusan Masalah 1

1.3 Tujuan Praktikum 2

1.4 Teori Dasar 2

BAB II METODE PRAKTIKUM 5

2.1 Alat dan Bahan 5

2.2 Cara Kerja 6

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN 8

3.1 Hasil 8

3.2 Pembahasan 9

BAB IV SIMPULAN 11

DAFTAR PUSTAKA 13

LAMPIRAN 14

3
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Spesifikasi Data Yang Diambil Selama Praktikum .................................................... 8

Tabel 3.2 Data Pemeriksaan Sondir ........................................................................................... 9

4
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2. 1 Alat Sondir Ringan ................................................................................................................. 7

Gambar 2. 2Alat Sondir Beserta Teknisi ..................................................................................................... 7

Gambar 2. 3 Bikonus, Konus dan Batang Konus ........................................................................................ 8

Gambar 2. 4 Manometer .............................................................................................................................. 8

Gambar 2. 5 Angker .................................................................................................................................... 9

5
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bangunan sipil yang berpijak diatas tanah dengan perantara pondasi dank arena
itu bangunan sangat bergantung pada pondasi. Maka setiap bangunan harus
melakukan perencanaan pembuatuan pondasi sebelum melakukan pembuatan
bangunan yang mampu menahan beban di atasnya. Untuk itu dipelukan daya
dukung tanah tempat yang berpijak, dengan demikian dapat ditentukan jenis
pondasi yang paling sesuai. (Shierly, 1987)

Adapun beberapa cara untuk menentukan daya dukung tanah, salah satunya
yaitu melakukan pengetesan dengan alat sondir, terhadap tanah dimana bangunan
akan didirikan. Alat sondir tersebut dikenal dengan nama dutch cone penetration
yang terdiri dari serangkaian alat dengan bagian inti yang disebut sebagai bikonus.
Alat ini bekerja bila ujung konus ditekan, dan tanah dibawahnya akan memberi
perlawanan yang besarnya dapat dibaca pada manometer pengukuran tekanan. Hal
tersebut dinamakan nilai penetrasi konus. Alat uji sondir terdiri dari atas silinder
besi yang ujung berbentuk kerucut, metode ini dikembangkan diSwedia pada tahun
1917 oleh Swedish State Railways, dan kemudian oleh Danish Railways (1927).
Dalam ilmu teknik sipil dalam tes pengujian sondir sebagai alat uji dilapangan
sangat diperlukan ,adapun beberapa manfaat yang diberikan antara lain:

1. Sebagai pendukung bagi informasi pengeboran tanah

2. Menentukan daya dukung tanah dan kedalaman tanah keras

3. Menentukan profil tanah dan mengidentifikasi jenis tanah

4. Mengevaluasi hasil perbaikan tanah.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah dalam praktikum ini ada 2 yaitu
1. Bagaimana menentukan kedalaman tanah keras di lokasi peninjauan?
2. Bagaimana mengklasifikasikan jenis tanah berdasarkan parameter seperti
parameter perlawanan konus (qc), parameter perlawanan geser (fs), parameter
1
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
hambatan rasio (Fr), parameter geseran total tanah (Tf)?

2
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

1.3 Tujuan Praktikum

Tujuan praktikum ini, yaitu:

1. Mengetahui cara menentukan kedalaman tanah keras di lokasi peninjauan


menggunakan metode pengujian sondir.
2. Mengklasifikasikan jenis tanah menggunakan parameter-parameter hasil
penyondiran.

1.4 Teori Dasar

Tanah di alam menurut Harry (1998), terdiri dari campuran butiran-butiran


mineral dengan atau tanpa kandungan bahan organik. Tanah berasal dari pelapukan
batuan yang prosesnya dapat secara fisik maupun kimia. Sifat-sifat fisik tanah
kecuali dipengaruhi oleh sifat batuan induk yang merupakan material asalnya, juga
dipengaruhi oleh unsur luar yang menjadi penyebab terjadinya pelapukan batuan
tersebut. Sondir adalah alat berbentuk silindris dengan ujungnya berupa konus.
Dalam uji sondir, stang alat ini ditekan ke dalam tanah dan kemudian memberikan
perlawanan tanah terhadap ujung sondir dan gesekan pada selimut silinder diukur.
Tes sondir merupakan salah satu tes dalam bidang teknik sipil yang berfungsi
untuk mengetahui letak kedalaman tanah keras, yang nantinya dapat diperkirakan
seberapa kuat tanah tersebut dalam menahan beban yang didirikan di atasnya. Tes
ini biasa dilakukan sebelum membangun pondasi tiang pancang, atau pondasi-
pondasi dalam lainnya. Data yang didapatkan dari tes ini nantinya berupa besaran
gaya perlawanan dari tanah terhadap konus, serta hambatan pelekat dari tanah yang
dimaksud. Hambatan pelekat adalah perlawanan geser dari tanah tersebut yang
bekerja pada selubung bikonus alat sondir dalam gaya per satuan panjang.
Uji sondir saat ini merupakan salah satu uji lapangan yang telah diterima oleh
praktisi dan pakar geoteknik. Uji sondir ini telah menunjukkan manfaat untuk
pendugaan profil atau pelapisan tanah terhadap kedalaman karena jenis perilaku
tanah telah dapat diidentifikasi dari kombinasi hasil pembacaan tahanan ujung dan
gesekan selimutnya. Besaran penting yang diukur pada uji sondir adalah
perlawanan ujung yang diambil sebagai gaya penetrasi persatuan luas ujung sondir
(qc). Besarnya gaya ini seringkali menunjukkan identifikasi dari jenis tanah dan
konsistensinya. Pada tanah pasiran, tahanan ujung lebih besar daripada tanah

3
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
butiran halus.

Metoda sounding/sondir terdiri dari penekanan suatu tiang pancang untuk


meneliti penetrasi atau tahanan gesernya. Alat pancang dapat berupa suatu tiang
bulat atau pipa bulat tertutup dengan ujung yang berbentuk kerucut dan atau suatu
tabung pengambil contoh tanah, sehingga dapat diperkirakan (diestimasi) sifat- sifat
fisis pada strata dan lokasi dengan variasi tahanan pada waktu pemancangan alat
pancang itu. Metoda ini berfungsi untuk eksplorasi dan pengujian di lapangan. Uji
ini dilakukan untuk mengetahui elevasi lapisan “keras” (Hard Layer) dan
homogenitas tanah dalam arah lateral. Hasil Cone Penetration Test disajikan dalam
bentuk diagram sondir yang mencatat nilai tahanan konus dan friksi selubung,
kemudian digunakan untuk menghitung daya dukung pondasi yang diletakkan pada
tanah tersebut.

Di Indonesia alat sondir sebagai alat tes di lapangan yang sangat terkenal karena
di negara ini banyak dijumpai tanah lembek (misalnya lempung) hingga kedalaman
yang cukup besar sehingga mudah ditembus dengan alat sondir. Di dunia
penggunaan Sondir ini semakin populer terutama dalam menggantikan SPT untuk
test yang dilakukan pada jenis tanah liat yang lunak dan untuk tanah pasir halus
sampai tanah pasir sedang/kasar. Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk mengetahui
perlawanan penetrasi konus (qc), hambatan lekat (fs) tanah dan friction ratio (rf)
untuk memperkirakan jenis tanah yang diselidiki.

Sondir merupakan salah satu pengujian tanah untuk mengetahui karakteristik


tanah yang dilakukan di lapangan atau pada lokasi yang akan dilakukan
pembangunan konstruksi. Sondir ada dua macam, yang pertama adalah sondir
ringan dengan kapasitas 0-250 kg/cm² dan yang kedua adalah sondir berat dengan
kapasitas 0-600 kg/cm². Jenis tanah yang cocok disondir dengan alat ini adalah
tanah yang tidak banyak mengandung batu. (Terzaghi , 1993)

4
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
Rumus Hambatan Pelekat :

𝑓 = (𝑞𝑐 + 𝑓) − 𝑞𝑐 (8.1)

Dimana :

f= Hambatan Pelakat

qc= Hambatan Konus

qc + f = Jumlah hambatan

Unit Hambatan Pelekat:

𝑓
𝑓𝑠 = 10,18 (8.2)

Dimana :

f= Hambatan Pelakat

fs= Unit Hambatan Pelekat

Nilai Hambatan Pelakat: (𝑓𝑠) setiap 20 cm

20𝑓𝑠 = 𝑓𝑠 × 20 (8.3)

Dimana :

fs = Unit hambatan Pelekat

Total Hambatan Pelekat (Tf)

𝑇𝑓 = 20 𝑓𝑠 (8.4)

Dimana :

Tf = Total hambatan pelekat

Total Hambatan Rasio (Fr)

𝑓𝑠
𝐹𝑟 = (8.5)
𝑞𝑐

5
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
Dimana :

Fr = Total Hambatan Rasio

qc= Hambatan Konus

fs= Unit Hambatan Pelekat

6
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

BAB II
METODE PRAKTIKUM
2.1 Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum pemeriksaan berat jenis
tanah yaitu :
1. Sondir ringan (2,5 ton).
\

Gambar 2. 1 Alat Sondir Ringan

(Sumber : Modul Mekanika Tanah I)

2. Seperangkat pipa sondir lengkap dengan batang dalam, sesuai kebutuhan dengan
panjang masing-masing 1 m.

Gambar 2. 2Alat Sondir Beserta Teknisi

(Sumber : Modul Mekanika Tanah I)

7
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

3. Bikonus, konus, dan batang konus.

Gambar 2. 3 Bikonus, Konus dan Batang Konus

4. Manometer (2 buah) untuk sondir ringan:


a. kapasitas 0 – 60 kg/cm2
b. kapasitas 0 – 250 kg/cm2

Gambar 2. 4 Manometer

5. Empat buah angker dengan perlengkapan (angker daun atau spiral), dan beban
jika dibutuhkan.

8
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

Gambar 2. 5 Angker

6. Kunci –kunci pipa, alat-alat pembersih, oli, minyak hidrolik dan lain-lain.

2.2 Cara Kerja


1. Dipersiapkan pengujian sondir di lapangan
a. Disiapkan lubang untuk penusukan konus pertama kalinya, biasanya digali
dengan linggis sedalam sekitar 5 cm
b. Dimasukan 4 buah angker kedalam tanah pada kedudukannya yang tepat sesuai
dengan letak rangka pembebanan
c. Disetel rangka pembeban, sehingga keduudkan rangka berdiir vertical.
d. Dipasang manometer 0 kg/cm2 sampai dengan 60 kg/cm2 dan mometer 0 kg/cm2
sampai dengan 250 kg/cm2 untuk penyondiran.
e. Diperiksan sistem hidraulik dengan menekan piston hidraulik menggunakan
kunci piston, dan jika kurang ditambahkan oli serta dicegah terjadinya
gelembung udara dalam sistem.
f. Ditempatkan rangka pembeban, sehingga penekan hidraulik berada tepat di
atasnya.
g. Dipasang balok-balok penjepit pada jangkar dan dikencangkan dengan memutar
baut penegncang, sehingga rangka pembeban berdiir kokoh dan terikat kuat pada
permukaan tanah. Apabil tetap bergerak pad awkatu pengujuan, ditambahkan
beban mati di atas balok-balok penjepit
h. Disambungkan konus ganda dengan batang dalam dan pipa dorong serta kepala
pipa dorong: dalam kedudukan batang dalam sellau menonjol keluar sekitar 8
cm diatas kepala pipa dorong. Jika ternyata kurang panjang, bisa ditambah
dengan potongan besi berdiamter sama dengan batang dalam
2. Pengujian penetrasi konus ganda
a. Ditegakan batang dalam dan pipa dorong dibawah penekan hidraulik pada
kedudukan yang tepat.
b. Didorong/tarik kunci pangatur pada kedudukan siap tekan, sehingga penekan
hidraulik hanya akan menekan pipa dorong.
c. Diputar engkol searah jarum jam, sehingga gigi penekan dan penekan hidraulik
bergerak turun dan menekan pipa luar samapi mencapai kedalam 20 cm sesuai
interval pengujian.
9
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

d. Pada tiap interval 20 cm lakukan penekanan batang dalam dengan menarik


kunci, sehingga penekan hidraulik hanya menekan batang dalam saja.
e. Diputar engkol searah jarum jam dan jaga agar kecepatan penetrasi konus berkisar
antara 10 mm/s sampai 20 mm/s ± 5. Selama penekanan batang pipa dorong tidak
boleh ikut turun, karena akan mengacukan pembacaan data.
f. Dibaca nilai perlawanan konus pada penekan batang dalam sedalam kira-kira 4
cm pertama dan dicatat pada formulir pada kolim qc
g. Dibaca jumlah nilai perlawanan geser dan nilai perlawanan konus pada
penekanan batang sedalam kira-kira 4 cm yang kedua dan dicatat pada formulir
pada kolom qc+f

10
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil

1. Data Pengamatan
Pada praktikum kali ini data yang diambil selama praktikum cone
penetration test(CPT)/sondir ada yaitu
- qc yaitu nilai perlawanan konus dalam satuan kg/cm2
- qc+ f yaitu nilai perlawanan geser dan nilai perlawanan konus dalam
satuan kg/cm2
Berikut ini adalah data-data yang harus diambil selama praktikum berlangsung:

Tabel 3. 1 Spesifikasi Data yang Diambil Selama Praktikum

No Data yang Simb Jumlah Data Keterang


Sat.
. Diambil ol Total an

nilai perlawanan kg/c menyesuaika


1 qc
konus m2 n

nilai perlawanan
geser dan nilai kg/c menyesuaika
2 qc+ f
perlawanan m2 n
konus

11
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

2. Tabel Hasil Pengamatan

Tabel 3. 2 Data Pemeriksaan Sondir

Unit Nilai fs Total


Hambatan Jumlah Hambatan Hambatan
Hambatan tiap 20 hambatan
Kedalaman Kronis Hambatan Pelekat rasio
Pelekat cm 20x pelekat
(m) (qc) (qc+f) (f) (Fr=fs/qc)
(fs) fs (Tf)
(Kg/cm2) (Kg/cm2) (Kg/cm2) (%)
(kg/cm2) (Kg/cm) (Kg/cm)
0.00 0 0 0 0 0 0 0
0.20 12 15 3 0.3 6 6 2.50
0.40 20 21 1 0.1 2 8 0.50
0.60 25 26 1 0.1 2 10 0.40
0.80 24 26 2 0.2 4 14 0.83
1.00 26 27 1 0.1 2 16 0.38
1.20 26 49 23 2.3 46 62 8.85
1.40 49 50 1 0.1 2 64 0.20
1.60 50 50.5 0.5 0.05 1 65 0.10
1.80 50 50.5 0.5 0.05 1 66 0.10
2.00 50 50.5 0.5 0.05 1 67 0.10
2.20 49.5 50 0.5 0.05 1 68 0.10
2.40 55 61 6 0.6 12 80 1.09
2.60 60 65 5 0.5 10 90 0.83
2.80
3.00

3.2 Pembahasan

Pada praktikum ini dapat menentukan kedalaman tanah keras pada lokasi
peninjauan. Beda kedalaman setiap titik akan sama. Perhitungan dalam menentukan
kedalaman dapat dilihat dari perhtiungan sebagai berikut :
*H2 = 0.2 + H1
= 0.2 + 0
H2 = 0.2 m
*H3 = 0.2 + H2
= 0.2 + 0.2
= 0.4 m
Selain menentukan kedalaman tanah pada lokasi peninjuan, hal yang dapat dicari
yaitu parameter seperti parameter perlawanan konus (qc), parameter perlawanan
geser (fs), parameter hambatan rasio (Fr), parameter geseran total tanah (Tf). Dari
12
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
nilai parameter tersebut praktikan dapat mengklasifikasikan jenis tanah. Klasifikasi
tanah tersebut dapat dilihat pada tabel 8.2. Sedangkan untuk perhitungan parameter
dapat dilihat sebagai berikut:

*Sampel yang diambil pada ketinggian H2 = 0.2 m


- Hambatan pelekat(f)
f = (qc + f) – qc
= 15 - 12
= 3 kg/cm2
- Unit Hambatan pelekat(fs)

𝑓
fs = 10.18
3
=
10.18

fs = 0.294 kg/cm2
- Nilai Hambatan pelekat(fs) setiap 20 cm
20fs = fs x 20
= 0.294 x 20
20fs = 5.88 kg/cm
- Total Hambatan pelekat(Tf)
Tf = 20fs
Tf = 5.88kg/cm
- Total Hambatan rasio(Fr)
fs
Fr = x100
qc
0.294
= x 100
12

= 0.0245

- Klasifikasi tanah pada kedalaman 0.2 m yaitu Silty Clay To Clay

13
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

BAB IV
SIMPULAN
Kesimpulan dari praktikum uji sondir ini adalah uji sondir dilaksanakan dengan
tujuan untuk memperoleh beberapa parameter kekuatan tanah diantaranya
perlawanan konus, parameter perlawanan geser, parameter hambatan rasio dan
parameter geser total tanah, mengintepretasikan profil lapisan tanah, dan
menentukan kedalaman tanah keras pada lokasi peninjauan. Alat yang digunakan
pada praktikum ini adalah mesin sondir ringan, seperangkat pipa sondir, bikonus,
konus, batang konus, manometer, angker, dan kunci kunci pipa. Data yang didapat
dari praktikum ini adalah nilai qc. Selanjutnya nilai tersebut diolah untuk
didapatkan nilai parameter perlawanan geser (f), parameter geser total tanah (tf),
dan parameter geser rasio (Fr).

Pada tanah lokasi uji di kedalaman 0,2m didapatkan nilai qc tanah sebesar 7
kg/cm2, dengan nilai f sebesar 2 kg/cm2, Tf sebesar 3,929 kg/cm dan hambatan
rasio sebesar 2,807%. Pada kedalaman 0,4 m didapatkan nilai qc tanah sebesar 8
kg/cm2, dengan nilai f sebesar 0 kg/cm2, Tf sebesar 3,929 kg/cm dan hambatan
rasio sebesar 0 %. Pada kedalaman 1,2 m didapatkan nilai qc tanah sebesar 16
kg/cm2, dengan nilai f sebesar 2 kg/cm2, Tf sebesar 7,859 kg/cm dan hambatan
rasio sebesar 1,228 %. Pada kedalaman 1,4 m didapatkan didapatkan nilai qc tanah
sebesar 22 kg/cm2, dengan nilai f sebesar 3 kg/cm2, Tf sebesar 13,752 kg/cm dan
hambatan rasio sebesar 1,340 %. Pada kedalaman 2,2 m didapatkan nilai qc tanah
sebesar 39 kg/cm2, dengan nilai f sebesar 1 kg/cm2, Tf sebesar 15,717 kg/cm dan
hambatan rasio sebesar 0,252%. Selanjutnya pada kedalaman 3,2 m didapatkan nilai
qc tanah sebesar 44 kg/cm2, dengan nilai f sebesar 1 kg/cm2, Tf sebesar 17,682kg/cm
dan hambatan rasio sebesar 0,223%. Pada kedalaman 4,2m didapatkan nilaiqc tanah
sebesar 65 kg/cm2, dengan nilai f sebesar 5 kg/cm2, Tf sebesar 43,222 kg/cm dan
hambatan rasio sebesar 0,756%. Pada kedalaman 5m didapatkan nilai qc tanah
sebesar 85 kg/cm2, dengan nilai f sebesar 10 kg/cm2, Tf sebesar 121,807kg/cm dan
hambatan rasio sebesar 1,156%. Pada kedalaman 5,2m didapatkan qc sebesar 90
kg/cm2, dengan nilai f sebesar 5 kg/cm2, Tf sebesar 131,631 kg/cm danhambatan
rasio sebesar 0,546%. Dan pada kedalaman 5,4m didapatkan nilai qc

14
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

sebesar 125 kg/cm2, dengan nilai f sebesar 100 kg/cm2, Tf sebesar 328,094 kg/cm
dan hambatan rasio sebesar 7,859%.

Dengan mengetahui nilai qc dan fr kita dapat menentukan jenis tanah ditiap
kedalamannya berdasarkan grafik yang dibuat oleh Robertson & Campanella. Hasil
yang didapatkan adalah Pada kedalaman 0,2m didapatkan tanah silty clay to clay.
Pada kedalaman 0,4 m didapatkan tanah sensitive fine grained. Pada 0,6 m – 1 m
didapatkan tanah silty sand to sandy silt. Pada kedalaman 1,2 m – 1,4 m didapatkan
tanah sandy silt to clayey silt. Pada kedalaman 1,6 m – 3,4 m didapatkan tanah
sandy to silty sand. Pada kedalaman 3,6 m didapatkan jenis silty sand to sandy silt.
Pada kedalaman 3,8 m – 4,2 m didapatkan tanah sandy to silty sand. Pada
kedalaman 4,4 m didapatkan tanah silty sand to sandy silt. Pada kedalaman 4,6 m
didapatkan tanah silty sand to sandy silt. Pada kedalaman 4,6 m – 5,2 m didapatkan
tanah sandy to silty sand. Pada kedalaman 5,4 m didapatkan tanah very stiff grained.
Dapat disimpulkan bahwa tanah pada lokasi ujii memiliki kecenderungan tanah
dengan jenis sand.

15
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

DAFTAR PUSTAKA
Guritno, Bagus. Dkk. (2019). Praktikum Mekanika Tanah. Jakarta: Universitas
Pertamina.

Robertson, P.K.,, G. C. (1986). Use of Piezometer Cone Data. Proceedings of


amarican Society of Civil Engineers, ASCE, In-Situ 86 Specialty
Conference, Blacksburg, 23-25 june 1986, 1263-1280.

Shierly, L. H. 1987. Penuntun Praktis Geoteknik Dan Mekanika Tanah. Bandung

Suhairiani, Nahesson H, E. P. (2019). Modul Pembelajaran Pengujian Tanah.


Yayasan Kita Menulis.

Terzaghi K, P. (1993). Meknaika Tanah dalam Praktek Rekayasa. Jakarta:


Erlangga.

16
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

LAMPIRAN
1. Tabel hasil perhitungan cone penetration test(CPT)/sondir

Unit Nilai fs Total


Hambatan Jumlah Hambatan Hambatan
Hambatan tiap 20 hambatan
Kedalaman Kronis Hambatan Pelekat rasio
Pelekat cm 20x pelekat
(m) (qc) (qc+f) (f) (Fr=fs/qc)
(fs) fs (Tf)
(Kg/cm2) (Kg/cm2) (Kg/cm2) (%)
(kg/cm2) (Kg/cm) (Kg/cm)
0.00 0 0 0 0 0 0 0
0.20 12 15 3 0.3 6 6 2.50
0.40 20 21 1 0.1 2 8 0.50
0.60 25 26 1 0.1 2 10 0.40
0.80 24 26 2 0.2 4 14 0.83
1.00 26 27 1 0.1 2 16 0.38
1.20 26 49 23 2.3 46 62 8.85
1.40 49 50 1 0.1 2 64 0.20
1.60 50 50.5 0.5 0.05 1 65 0.10
1.80 50 50.5 0.5 0.05 1 66 0.10
2.00 50 50.5 0.5 0.05 1 67 0.10
2.20 49.5 50 0.5 0.05 1 68 0.10
2.40 55 61 6 0.6 12 80 1.09
2.60 60 65 5 0.5 10 90 0.83
2.80
3.00

17
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

2. Grafik hasil praktikum cone penetration test(CPT)/sondir

a. Grafik Tf dan Qc

b. Grafik hubungan kedalaman dengan Fr

18

Anda mungkin juga menyukai