Laporan Praktikum Cone Penetration Test
Laporan Praktikum Cone Penetration Test
Disusun Oleh :
LEMBAR ASISTENSI
2
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN 1
3.1 Hasil 8
3.2 Pembahasan 9
BAB IV SIMPULAN 11
DAFTAR PUSTAKA 13
LAMPIRAN 14
3
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
DAFTAR TABEL
4
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
DAFTAR GAMBAR
5
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
BAB I
PENDAHULUAN
Bangunan sipil yang berpijak diatas tanah dengan perantara pondasi dank arena
itu bangunan sangat bergantung pada pondasi. Maka setiap bangunan harus
melakukan perencanaan pembuatuan pondasi sebelum melakukan pembuatan
bangunan yang mampu menahan beban di atasnya. Untuk itu dipelukan daya
dukung tanah tempat yang berpijak, dengan demikian dapat ditentukan jenis
pondasi yang paling sesuai. (Shierly, 1987)
Adapun beberapa cara untuk menentukan daya dukung tanah, salah satunya
yaitu melakukan pengetesan dengan alat sondir, terhadap tanah dimana bangunan
akan didirikan. Alat sondir tersebut dikenal dengan nama dutch cone penetration
yang terdiri dari serangkaian alat dengan bagian inti yang disebut sebagai bikonus.
Alat ini bekerja bila ujung konus ditekan, dan tanah dibawahnya akan memberi
perlawanan yang besarnya dapat dibaca pada manometer pengukuran tekanan. Hal
tersebut dinamakan nilai penetrasi konus. Alat uji sondir terdiri dari atas silinder
besi yang ujung berbentuk kerucut, metode ini dikembangkan diSwedia pada tahun
1917 oleh Swedish State Railways, dan kemudian oleh Danish Railways (1927).
Dalam ilmu teknik sipil dalam tes pengujian sondir sebagai alat uji dilapangan
sangat diperlukan ,adapun beberapa manfaat yang diberikan antara lain:
2
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
3
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
butiran halus.
Di Indonesia alat sondir sebagai alat tes di lapangan yang sangat terkenal karena
di negara ini banyak dijumpai tanah lembek (misalnya lempung) hingga kedalaman
yang cukup besar sehingga mudah ditembus dengan alat sondir. Di dunia
penggunaan Sondir ini semakin populer terutama dalam menggantikan SPT untuk
test yang dilakukan pada jenis tanah liat yang lunak dan untuk tanah pasir halus
sampai tanah pasir sedang/kasar. Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk mengetahui
perlawanan penetrasi konus (qc), hambatan lekat (fs) tanah dan friction ratio (rf)
untuk memperkirakan jenis tanah yang diselidiki.
4
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
Rumus Hambatan Pelekat :
𝑓 = (𝑞𝑐 + 𝑓) − 𝑞𝑐 (8.1)
Dimana :
f= Hambatan Pelakat
qc + f = Jumlah hambatan
𝑓
𝑓𝑠 = 10,18 (8.2)
Dimana :
f= Hambatan Pelakat
20𝑓𝑠 = 𝑓𝑠 × 20 (8.3)
Dimana :
𝑇𝑓 = 20 𝑓𝑠 (8.4)
Dimana :
𝑓𝑠
𝐹𝑟 = (8.5)
𝑞𝑐
5
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
Dimana :
6
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
BAB II
METODE PRAKTIKUM
2.1 Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum pemeriksaan berat jenis
tanah yaitu :
1. Sondir ringan (2,5 ton).
\
2. Seperangkat pipa sondir lengkap dengan batang dalam, sesuai kebutuhan dengan
panjang masing-masing 1 m.
7
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
Gambar 2. 4 Manometer
5. Empat buah angker dengan perlengkapan (angker daun atau spiral), dan beban
jika dibutuhkan.
8
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
Gambar 2. 5 Angker
6. Kunci –kunci pipa, alat-alat pembersih, oli, minyak hidrolik dan lain-lain.
10
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Hasil
1. Data Pengamatan
Pada praktikum kali ini data yang diambil selama praktikum cone
penetration test(CPT)/sondir ada yaitu
- qc yaitu nilai perlawanan konus dalam satuan kg/cm2
- qc+ f yaitu nilai perlawanan geser dan nilai perlawanan konus dalam
satuan kg/cm2
Berikut ini adalah data-data yang harus diambil selama praktikum berlangsung:
nilai perlawanan
geser dan nilai kg/c menyesuaika
2 qc+ f
perlawanan m2 n
konus
11
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
3.2 Pembahasan
Pada praktikum ini dapat menentukan kedalaman tanah keras pada lokasi
peninjauan. Beda kedalaman setiap titik akan sama. Perhitungan dalam menentukan
kedalaman dapat dilihat dari perhtiungan sebagai berikut :
*H2 = 0.2 + H1
= 0.2 + 0
H2 = 0.2 m
*H3 = 0.2 + H2
= 0.2 + 0.2
= 0.4 m
Selain menentukan kedalaman tanah pada lokasi peninjuan, hal yang dapat dicari
yaitu parameter seperti parameter perlawanan konus (qc), parameter perlawanan
geser (fs), parameter hambatan rasio (Fr), parameter geseran total tanah (Tf). Dari
12
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
nilai parameter tersebut praktikan dapat mengklasifikasikan jenis tanah. Klasifikasi
tanah tersebut dapat dilihat pada tabel 8.2. Sedangkan untuk perhitungan parameter
dapat dilihat sebagai berikut:
𝑓
fs = 10.18
3
=
10.18
fs = 0.294 kg/cm2
- Nilai Hambatan pelekat(fs) setiap 20 cm
20fs = fs x 20
= 0.294 x 20
20fs = 5.88 kg/cm
- Total Hambatan pelekat(Tf)
Tf = 20fs
Tf = 5.88kg/cm
- Total Hambatan rasio(Fr)
fs
Fr = x100
qc
0.294
= x 100
12
= 0.0245
13
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
BAB IV
SIMPULAN
Kesimpulan dari praktikum uji sondir ini adalah uji sondir dilaksanakan dengan
tujuan untuk memperoleh beberapa parameter kekuatan tanah diantaranya
perlawanan konus, parameter perlawanan geser, parameter hambatan rasio dan
parameter geser total tanah, mengintepretasikan profil lapisan tanah, dan
menentukan kedalaman tanah keras pada lokasi peninjauan. Alat yang digunakan
pada praktikum ini adalah mesin sondir ringan, seperangkat pipa sondir, bikonus,
konus, batang konus, manometer, angker, dan kunci kunci pipa. Data yang didapat
dari praktikum ini adalah nilai qc. Selanjutnya nilai tersebut diolah untuk
didapatkan nilai parameter perlawanan geser (f), parameter geser total tanah (tf),
dan parameter geser rasio (Fr).
Pada tanah lokasi uji di kedalaman 0,2m didapatkan nilai qc tanah sebesar 7
kg/cm2, dengan nilai f sebesar 2 kg/cm2, Tf sebesar 3,929 kg/cm dan hambatan
rasio sebesar 2,807%. Pada kedalaman 0,4 m didapatkan nilai qc tanah sebesar 8
kg/cm2, dengan nilai f sebesar 0 kg/cm2, Tf sebesar 3,929 kg/cm dan hambatan
rasio sebesar 0 %. Pada kedalaman 1,2 m didapatkan nilai qc tanah sebesar 16
kg/cm2, dengan nilai f sebesar 2 kg/cm2, Tf sebesar 7,859 kg/cm dan hambatan
rasio sebesar 1,228 %. Pada kedalaman 1,4 m didapatkan didapatkan nilai qc tanah
sebesar 22 kg/cm2, dengan nilai f sebesar 3 kg/cm2, Tf sebesar 13,752 kg/cm dan
hambatan rasio sebesar 1,340 %. Pada kedalaman 2,2 m didapatkan nilai qc tanah
sebesar 39 kg/cm2, dengan nilai f sebesar 1 kg/cm2, Tf sebesar 15,717 kg/cm dan
hambatan rasio sebesar 0,252%. Selanjutnya pada kedalaman 3,2 m didapatkan nilai
qc tanah sebesar 44 kg/cm2, dengan nilai f sebesar 1 kg/cm2, Tf sebesar 17,682kg/cm
dan hambatan rasio sebesar 0,223%. Pada kedalaman 4,2m didapatkan nilaiqc tanah
sebesar 65 kg/cm2, dengan nilai f sebesar 5 kg/cm2, Tf sebesar 43,222 kg/cm dan
hambatan rasio sebesar 0,756%. Pada kedalaman 5m didapatkan nilai qc tanah
sebesar 85 kg/cm2, dengan nilai f sebesar 10 kg/cm2, Tf sebesar 121,807kg/cm dan
hambatan rasio sebesar 1,156%. Pada kedalaman 5,2m didapatkan qc sebesar 90
kg/cm2, dengan nilai f sebesar 5 kg/cm2, Tf sebesar 131,631 kg/cm danhambatan
rasio sebesar 0,546%. Dan pada kedalaman 5,4m didapatkan nilai qc
14
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
sebesar 125 kg/cm2, dengan nilai f sebesar 100 kg/cm2, Tf sebesar 328,094 kg/cm
dan hambatan rasio sebesar 7,859%.
Dengan mengetahui nilai qc dan fr kita dapat menentukan jenis tanah ditiap
kedalamannya berdasarkan grafik yang dibuat oleh Robertson & Campanella. Hasil
yang didapatkan adalah Pada kedalaman 0,2m didapatkan tanah silty clay to clay.
Pada kedalaman 0,4 m didapatkan tanah sensitive fine grained. Pada 0,6 m – 1 m
didapatkan tanah silty sand to sandy silt. Pada kedalaman 1,2 m – 1,4 m didapatkan
tanah sandy silt to clayey silt. Pada kedalaman 1,6 m – 3,4 m didapatkan tanah
sandy to silty sand. Pada kedalaman 3,6 m didapatkan jenis silty sand to sandy silt.
Pada kedalaman 3,8 m – 4,2 m didapatkan tanah sandy to silty sand. Pada
kedalaman 4,4 m didapatkan tanah silty sand to sandy silt. Pada kedalaman 4,6 m
didapatkan tanah silty sand to sandy silt. Pada kedalaman 4,6 m – 5,2 m didapatkan
tanah sandy to silty sand. Pada kedalaman 5,4 m didapatkan tanah very stiff grained.
Dapat disimpulkan bahwa tanah pada lokasi ujii memiliki kecenderungan tanah
dengan jenis sand.
15
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
DAFTAR PUSTAKA
Guritno, Bagus. Dkk. (2019). Praktikum Mekanika Tanah. Jakarta: Universitas
Pertamina.
16
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
LAMPIRAN
1. Tabel hasil perhitungan cone penetration test(CPT)/sondir
17
UNIVERSITAS PERTAMINA| 2022
Kelompok 10 - PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
a. Grafik Tf dan Qc
18