0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
51 tayangan4 halaman

Jenis dan Pencegahan Hipertensi

Hipertensi adalah tekanan darah tinggi yang diukur lebih dari 140/90 mmHg pada tiga kesempatan. Terdapat dua jenis hipertensi yaitu primer (esensial) yang penyebabnya tidak diketahui dan sekunder yang disebabkan oleh penyakit tertentu. Pencegahan dan pengendalian hipertensi dapat dilakukan dengan pola hidup sehat seperti diet seimbang, olahraga, mengurangi stres, dan patuh pada pengob

Diunggah oleh

Yoseph Matui
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
51 tayangan4 halaman

Jenis dan Pencegahan Hipertensi

Hipertensi adalah tekanan darah tinggi yang diukur lebih dari 140/90 mmHg pada tiga kesempatan. Terdapat dua jenis hipertensi yaitu primer (esensial) yang penyebabnya tidak diketahui dan sekunder yang disebabkan oleh penyakit tertentu. Pencegahan dan pengendalian hipertensi dapat dilakukan dengan pola hidup sehat seperti diet seimbang, olahraga, mengurangi stres, dan patuh pada pengob

Diunggah oleh

Yoseph Matui
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

HIPERTENSI

Hipertensi merupakan tekanan darah yang bersifat


abnormal dan diukur paling tidak pada tiga
kesempatan yang berbeda. Seseorang di anggap
mengalami hipertensi apabila tekanan darahnya lebih
tinggi dari 140/90 mmHg.
Tipe hipertensi berdasarkan penyebab
Hipertensi Primer (Esensial) Hipertensi Sekunder

hipertensi esensial
Hipertensi Primer adalah Hipertensi

Sekunder adalah jenis hipertensi


atau hipertensi yang 90% tidak diketahui yang diketahui penyebabnya. Hipertensi
penyebabnya. Beberapa yang diketahui sekunder disebabkan oleh beberapa penyakit
berkaitan dengan berkembangnya hipertensi yaitu penggunaan kontrasepsi hormonal
esensial diantaranya genetik, jenis kelamin dan (esterogen), kegemukan, stress, kehamilan,
usia, obesitas dan gaya hidup dll.

Tanda dan Gejala Hipertensi

Sakit Kepala Gelisah Rasa sakit di dada

Kesadaran Menurun Muntah


Mual

Faktor Risiko Komplikasi


Faktor yang dapat diubah:
1. Merokok 1. Kerusakan/disfungsi otak
2. Kurangnya aktivitas fisik 2. Stroke
3. Konsumsi alkohol 3. Gagal Ginjal
4. Kebiasaan meminum kopi 4. Serangan Jantung
5. Kebiasaan konsumsi
makanan garam dan lemak
Pencegahan Komplikasi
Faktor yang dapat tidak
dapat diubah: 1. Pengobatan dan modifikasi
1. Riwayat keluarga kebiasaan pola hidup yang
2. Usia baik
2. Menghindari/mengurangi
faktor risiko
3. Memeriksakan diri ke dokter
KKN TIM II UNIVERSITAS DIPONEGORO 2021/2022 | Keperawatan |
Yoseph Gamaliel Yefferson Matui
Pencegahan Hipertensi
dengan C E R D I K

C Cek kesehatan secara rutin

E Enyahkan asap rokok

R Rajin aktifitas fisik

D Diet gizi seimbang

I Istirahat cukup

K Kurangi stress

KKN TIM II UNIVERSITAS DIPONEGORO 2021/2022 | Keperawatan |


Yoseph Gamaliel Yefferson Matui
Pengendalian Hipertensi
PERILAKU YANG SEHAT PENTING UNTUK
PENGENDALIAN HIPERTENSI
Gizi seimbang dengan pembatasan gula,
garam dan lemak.
Stop merokok dan minum alkohol.

Mempertahankan berat badan dan lingkar


pingggang ideal pria: <90 cm, wanita: <80
cm. Lakukan aktifitas fisik yang cukup.

KENDALIKAN HIPERTENSI DENGAN


P.A.T.U.H

P Periksa kesehatan secara


rutin dan ikuti anjuran
dokter. U Upayakan aktifitas fisik
dengan aman.

A H
Atasi penyakit dengan Hindari asap rokok,
pengobatan yang tepat dan alkohol dan zat
teratur. karsinogenik lainnya.

T Tetap diet dengan gizi


seimbang.

KKN TIM II UNIVERSITAS DIPONEGORO 2021/2022 | Keperawatan |


Yoseph Gamaliel Yefferson Matui
Diet Hipertensi
PRINSIP DIET HIPERTENSI JENIS DIET GARAM RENDAH
Prinsip utama dari pengetahuan 1. Diet garam rendah I (200-400 mg
makanan untuk orang yang hipertensi Na) untuk pasien dengan edema,
adalah membatasi konsumsi makanan asites atau hipertensi berat.
ataupun bahan makanan yang 2. Deit garam rendah II (600-800 mg
mengandung ikatan natrium. Na) untuk pasien dengan edema,
asites atau hipertensi tidak terlalu
berat.
3. Diet garam rendah III (1000-1200
mg Na) untuk pasien dengan
edema, asites atau hipertensi
ringan.

MAKANAN YANG TIDAK


MAKANAN YANG DIANJURKAN DIANJURKAN
1. Karbohidrat: Beras, kentang, 1. Karbohidrat: Roti, biskuit dan kue-
singkong, tepung-tepungan kue yang dimasak dengan garam.
(Diolah tanpa menggunakan 2. Protein hewani: Sardine, daging,
garam). ikan, susu dan telur yang
2. Protein hewani: Telur 1 butir/hari diawetkan.
daging dan ikan maksimal 100 3. Protein nabati: Semua kacang-
gr/hari. kacangan yang diolah dengan
3. Protein nabati: Kacang-kacangan garam dapur.
dan olahannya tanpa 4. Sayuran: Sayuran yang diolah dan
menggunakan garam. diawetkan dengan garam serta ada
4. Sayuran: Semua sayur segar dan ikatannya dengan natrium (asinan,
sayur yang diawetkan tanpa acar).
menggunakan garam. 5. Buah: Buah-buah yang diawet
5. Buah: Semua buah segar dan buah dengan garam dapur.
yang diawet tanpa garam.

KKN TIM II UNIVERSITAS DIPONEGORO 2021/2022 | Keperawatan |


Yoseph Gamaliel Yefferson Matui

Anda mungkin juga menyukai