0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan19 halaman

Penerapan Berpikir Diakronis dalam Sejarah

Modul ini memberikan ringkasan tentang pengantar ilmu sejarah untuk siswa kelas X. Modul ini menjelaskan konsep dasar ilmu sejarah seperti diakronis, sinkronis, manusia, ruang dan waktu dalam sejarah. Modul ini juga menjelaskan komponen inti pembelajaran sejarah meliputi pemahaman bermakna, kegiatan pembelajaran seperti diskusi, presentasi, dan penugasan siswa.

Diunggah oleh

Ung siory
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan19 halaman

Penerapan Berpikir Diakronis dalam Sejarah

Modul ini memberikan ringkasan tentang pengantar ilmu sejarah untuk siswa kelas X. Modul ini menjelaskan konsep dasar ilmu sejarah seperti diakronis, sinkronis, manusia, ruang dan waktu dalam sejarah. Modul ini juga menjelaskan komponen inti pembelajaran sejarah meliputi pemahaman bermakna, kegiatan pembelajaran seperti diskusi, presentasi, dan penugasan siswa.

Diunggah oleh

Ung siory
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

INFORMASI UMUM
A. Identitas
Nama Sekolah : SMK Negeri 6 Padang
Bidang Keahlian : Semua Bidang Keahlian
Program Keahlian : Semua Program Keahlian
Mata Pelajaran : Sejarah
Kelas /Fase : X/E
Durasi waktu : 4 pertemuan (8x45 menit)
Tahun Pelajaran : 2022/2023
Materi Pokok : Pengantar Ilmu Sejarah
Nomor Modul : 1
E-mail : arpinuccu@[Link]

B. ELEMEN
 Keterampilan Konsep Sejarah (Historical Conceptual Skills)

C. Profil Pelajar Pancasila


Berkebinekaan Global : Peserta didik dapat menghormati dan menghargai keberagaman budaya yg
berasal dari berbagai daerah wilayah maupun negara dengan cara mempelajari kekhasan daerah.
Bernalar Kritis : Peserta didik dapat mengembangkan kemampuan bernalar kritis setelah memperoleh
dan memproses informasi tentang Konsep Dasar Ilmu Sejarah.

D. Sarana dan Prasarana


Alat dan Bahan : Laptop, Infokus, internet, spidol ,papantulis
Bahan Ajar : Buku Paket Sejarah Indonesia kelas X (penerbit Erlangga), LKPD,
Google

E. Target Peserta Didik


ANALISIS
No KELAS
VISUAL AUDITORI KINESTETIK
1 X Kuliner 1 10 15 9
2 X Kuliner 2 10 18 8
3 X Kuliner 3 14 9 12
4 X TJKT 1 8 13 12
5 X TJKT 2 8 4 4
6 X KC 1 11 9 16
7 X KC 2 15 14 7
8 X ULP 8 13 15
9 X BU 1 5 12 17
10 X BU 2 5 14 16
11 X BU 3 3 13 18
12 X BU 4 7 11 17
13 X PH 1
14 X PH 2
15 X PH 3
F. Moda dan Model pembelajaran
Moda Pembelajaran : Tatap muka dan Blended Learning
Model Pembelajaran : Problem based learning

G. Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran

Pertemuan1- 4 8 jam pelajaran(8x45menit)


TUJUAN PEMBELAJARAN
TP Kriteria Pencapaian TP Asesmen
Konsep dasar Pada akhir pembelajaran dari modul ini, Awal:
sejarah, peserta didik menunjukkan kemampuan: Dapat dilakukan dengan pre test,
perbedaan 1.1. Menganalisis konsep dasar sejarah diskusi,tanyajawab, kuesioner, untuk
diakronis dan 1.2. Menjelaskan perbedaan diakronis mengecek sejauh mana pemahaman
sinkronis dalam dan sinkronis dalam ilmu sejarah /pengalaman peserta didik tentang
ilmu sejarah, 1.3. Menjelaskan keterkaitan berbagai macam konsep dasar
keterkaitan manusia,ruang ,dan waktu dalam sejarah
manusia, ruang, sejarah
dan waktu dalam 1.4. Menjelaskan perubahan dan Proses:
sejarah, keberlanjutan sejarah Cek pemahaman peserta didik dalam
perubahan dan melaksanakan pembelajaran berke-
keberlanjutan naan dengan konsep dasar ilmu
sejarah sejarah dan berikan pembimbingan
pada peserta didik pada hal-hal yang
perlu pembimbingan.

Akhir:
Pemastian ketercapaian pemahaman
peserta didik dengan penugasan
Serta pengamatan guru terhadap
perkembangan sikap peserta didik
berkenaan dengan:
1. Mandiri
2. Bernalar/kritis
3. Kreatif
4. Gotongroyong

Interval dan rubrik penilaian:


0 – 40% = belum mencapai, remedial di seluruh bagian
41 – 65% = belum mencapai ketuntasan, remedial di bagian tertentu
66 – 85% = sudah mencapai ketuntasan, tidak perlu remedial
86 – 100% = sudah mencapai ketuntasan,perlu pengayaan atau tantangan lebih

2. KOMPONEN INTI
A. Pemahaman Bermakna
Kedudukan sejarah terbagi tiga (3) hal yakni, sejarah sebagai peristiwa,sejarah sebagai ilmu,dan sejarah
sebagai kisah / [Link] sejaarah,masa lampau selalu terkait dengan konsep-konsep dasar tentang
manusia,ruang,waktu,perubahan,dankesinambungan(what,who,where,when,why,and How.)
B. Kegiatan Pembelajaran

KEGIATAN AWAL (20 MENIT)


 Peserta didik dan Guru memulai pembelajaran dengan berdoa bersama sesuai dengan agama dan kepercayaannya
masing-masing
 Peserta didik disapa dan melakukan pemeriksaan kehadiran bersama guru
 Peserta didik dan guru membahas tentang kesepakatan yang akan diterapkan dalam pembelajaran
 Peserta didik dan guru berdiskusi tentang pengantar Ilmu Sejarah
 Guru merangsang pengetahuan siswa dengan peristiwa kehidupan sehari-hari
 Guru menyampaikan tujuan belajar
 Guru dan siswa berdiskusi mengenai pertanyaan pemantik yang telah disiapkan guru
KEGIATAN INTI PERTEMUAN 1 (55 MENIT)
1. Guru menjelaskan pada siswa tentang materi pembelajaran secara umum yaitu mengenai:
a) Manfaat mempelajari Ilmu Sejarah
b) Manusia, ruang dan waktu dalam sejarah
i. Manusia sebagai penggerak, pelaku dan saksi sejarah
2. Guru dan siswa melakukan diskusi dan tanya jawab tentang materi yang telah disampaikan untuk memperdalam
pemahaman
3. Siswa menulis refleksi pembelajaran dengan panduan pertanyaan yang disiapkan, seperti:
a) Apa manfaat mempelajari Ilmu Sejarah?
b) Bagaimana pemahaman siswa tentang manusia sebagai pelaku dan saksi sejarah?
4. Guru memberikan tugas mandiri untuk mengevaluasi pemahaman siswa (lampiran 1a)
KEGIATAN INTI PERTEMUAN 2 (55 MENIT)
1. Guru menjelaskan pada siswa tentang materi pembelajaran secara umum yaitu mengenai:
a) Manusia, ruang dan waktu dalam sejarah
i. Diakronis dan sinkronis dalam sejarah (kronologi, periodisasi dan berpikir sinkronis
2. Peserta didik melakukan diskusi dengan anggota kelompok tentang mencari salah satu objek sejarah untuk
mengaitkan dengan suatu peristiwa dan menulis alasan memilih objek tersebut
3. Siswa menulis refleksi pembelajaran dengan panduan pertanyaan yang disiapkan, seperti:
a) Bagaimana cara berpikir diakronis dalam ilmu sejarah?
b) Bagaimana cara berpikir sinkronis dalam ilmu sejarah?
c) Bagaimana dimensi ruang dan waktu dalam ilmu sejarah?
4. Guru memberikan penugasan kelompok untuk mengevaluasi pemahaman siswa (Lampiran 1b)
KEGIATAN INTI PERTEMUAN 3 (55 MENIT)
1. Guru menjelaskan kepada siswa tentang materi pembelajaran secara umum yaitu:
a) Penelitian Sejarah
i. Sumber Sejarah Primer
ii. Sumber Sejarah Sekunder
2. Guru dan siswa melakukan diskusi tanya jawab tentang materi yang telah disampaikan untuk memperdalam
pemahaman
3. Siswa menulis refleksi pembelajaran dengan panduan pertanyaan yang disiapkan melalui [Link]:
a) Apa itu penelitian sejarah
b) Jelaskan sumber sejarah primer!
c) Jelaskan sumber sejarah sekunder!
4. Guru memberikan penugasan mandiri untuk mengevaluasi pemahaman siswa (lampiran 1c)
KEGIATAN INTI PERTEMUAN 4 (55 MENIT)
1. Guru menjelaskan kepada siswa tentang materi pembelajaran secara umum yaitu:
a) Penulisan Sejarah
i. Menghindari bias sejarah
ii. Cara melakukan penelitian dan penulisan sejarah
b) Sejarah dan Teori Sosial
2. Guru dan siswa melakukan diskusi tanya jawab tentang materi yang telah disampaikan untuk memperdalam
pemahaman
3. Siswa menulis refleksi pembelajaran dengan panduan pertanyaan yang disiapkan melalui [Link]:
a) Ada berapa jenis penulisan sejarah Indonesia? Jelaskan!
b) Bagaimana melakukan penelitian dan penulisan sejarah?
4. Guru memberikan penugasan mandiri untuk mengevaluasi pemahaman siswa (lampiran 1d)
PENUTUP (15 MENIT)
1. Peserta didik dapat menanyakan hal yang tidak dipahami pada guru
2. Peserta didik mengomunikasika kendala yang dihadapi selama mengerjakan tugas
3. Peserta didik menerima apresiasi dan motivasi dari guru
REFERENSI
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.2017. Rekam Jejak Peradaban Indonesia. Jakarta: Direktorat
Jenderal Pendidikan.

C. ASESSMEN
1. Asesmen Diagnostik Kognitif
a) Kisi-Kisi soal asesmen Diagnostik Kognitif

Alur Tujuan Bentuk No


No Capaian Pembelajaran Materi Indikator Soal
Pembelajaran Soal Soal

1 Pada akhir fase E, Peserta didik mampu Konsep Dasar Peserta didik mampu Isian 1, 2
Peserta didik mampu menganalisis Konsep Sejarah menjelaskan pengertian singkat
menganalisis konsep Dasar Sejarah sejarah
dasar sejarah, Peserta Peserta didik mampu
2 Perbedaan Peserta didik mampu Isian 3
didik mampu menjelaskan
menjelaskan perbedaan Sinkronis dan menjelaskan singkat
perbedaan Sinkronis
diakronis dan sinkronis dan Diakronis dalam Diakronis perbedaan Sinkronis
dalam ilmu sejarah, ilmu sejarah dan Diakronis
3 Peserta didik mampu Peserta didik mampu Keterkaitan Peserta didik mampu Isian 4
menjelaskan keterkaitan menjelaskan manusia, menjelaskan keterkaitan singkat
manusia,ruang ,dan keterkaitan manusia, ruang dan manusia, ruang dan
waktu dalam sejarah, ruang dan waktu dalam waktu dalam waktu
Peserta didik mampu sejarah sejarah
4 menjelaskan perubahan Peserta didik mampu Perubahan Peserta didik mampu Isian 5
dan keberlanjutan menjelaskan dan menjelaskan singkat
sejarah perubahan dan keberlanjutan perubahan dan
sejarah
keberlanjutan sejarah keberlanjutan

b) Instrumen asesmen Diagnostik Kognitif


Jawablah dengan jujur! Ingat jawaban kamu tidak akan mempengaruhi
No Jawaban Skor
penilaian di raport
1. Jelaskan tentang istilah sejarah dengan benar!
2. Kemukakan pengertian sejarah menurut para ahli!
3. Jelaskanlah contoh berpikir kronologis sinkronikdan diakronik dengan teliti
4. Jelaskan konsep ruang dan waktu dalam sejarah!
5. Deskripsikan perbedaan sejarah sebagai:
a. Peristiwa
b. Ilmu
c. Kisah
Rubrik penilaian asesmen Diagnostik Kognitif:

No Rubrik Keterangan
Ya / Benar Tidak/ Salah
1. 10 3
2. 10 3
3. 10 3
4. 10 3
5. 10 3
1. Jika jawaban hanya 1 = 20
2. Jika jawaban hanya 2 - 3 = 10
3. Jika jawaban lebih dari 3 = 5

2. Asesmen Diagnostik Non-Kognitif :


Berilah skor 1 bila jawabanmu “YA” dan 0 bila “TIDAK” pada kotak di belakangnya !

No Pernyataan Skor
1. Saya lebih suka banyak ilustrasi (gambar-gambar) saat belajar
2. Saya lebih mudah memahami pelajaran dengan bentuk ilustrasi gambar
3. Saya sangat menyukai obyek yang warna warni
4. Saya sering mengantuk dan susah focus kalau guru menerangkan atau berbicara
5. Saya lebih mudah mengingat materi tayangan film dari pada penjelasan guru
6. Saya lebih mudah mengingat dari penjelasan atau pemapaparan guru
7. Saya lebih mudah hafal apabila diucapkan berulang kali
8. Saya lebih nyaman melafalkan dengan keras saat belajar
9. Saya merasa asik kalau mendengarkan orang yang sedang berbicara
10. Saya lebih suka mendengarkan rekaman dari pada membaca buku teks
11. Bongkar pasang peralatan adalah kegemaranku
12. Saya lebih menyukai pembelajaran yang banyak melibatkan gerak badan
13. Saya kurang suka diam lama dikit
14. Saya lebih suka banyak gerak mesti saat belajar
15. Saya lebih mudah belajar melalui praktik dari pada mendengarkan

Klasifikasi diagnostik :
1-5 : Lebih banyak YA, bermakna bahwa siswa tersebut type Visual
6 - 10 : Lebih banyak YA, bermakna bahwa siswa tersebut type Audial
11-15 : Lebih banyak YA, bermakna bahwa siswa tersebut type Kinestetik
3. Asesmen Formatif
a) Kisi-kisi asesmen Formatif

Alur Tujuan Bentuk No


No Capaian Pembelajaran Materi Indikator Soal
Pembelajaran Soal Soal

1 Pada akhir fase E, Peserta didik mampu Konsep Dasar Peserta didik mampu Isian 1, 2
Peserta didik mampu menganalisis Konsep Sejarah menjelaskan pengertian singkat
menganalisis konsep Dasar Sejarah sejarah
dasar sejarah, Peserta Peserta didik mampu
2 Perbedaan Peserta didik mampu Isian 3
didik mampu menjelaskan
menjelaskan perbedaan Sinkronis dan menjelaskan singkat
perbedaan Sinkronis
diakronis dan sinkronis dan Diakronis dalam Diakronis perbedaan Sinkronis
dalam ilmu sejarah, ilmu sejarah dan Diakronis
3 Peserta didik mampu Peserta didik mampu Keterkaitan Peserta didik mampu Isian 4
menjelaskan keterkaitan menjelaskan manusia, menjelaskan keterkaitan singkat
manusia,ruang ,dan keterkaitan manusia, ruang dan manusia, ruang dan
waktu dalam sejarah, ruang dan waktu dalam waktu dalam waktu
Peserta didik mampu sejarah sejarah
4 menjelaskan perubahan Peserta didik mampu Perubahan Peserta didik mampu Isian 5
dan keberlanjutan menjelaskan dan menjelaskan singkat
sejarah perubahan dan keberlanjutan perubahan dan
sejarah
keberlanjutan sejarah keberlanjutan

b) Instrumen asesmen Formatif


No Jawablah dengan jujur! Ingat jawaban kamu tidak akan mempengaruhi penilaian di raport
1. Jelaskan tentang istilah sejarah dengan benar!
2. Kemukakan pengertian sejarah menurut para ahli!
3. Jelaskanlah contoh berpikir kronologis sinkronikdan diakronik dengan teliti
4. Jelaskan konsep ruang dan waktu dalam sejarah!
5. Deskripsikan perbedaan sejarah sebagai:
a. Peristiwa
b. Ilmu
c. Kisah

KUNCI JAWABAN :

1. Jawab :

Suatu peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lalu dan dapat diketahui melalui peninggalan-
peninggalan pada masa itu

2. Jawab :

 J.V. Bryce; Sejarah adalah catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat oleh manusia.
 W.H. Walsh; Sejarah itu menitikberatkan pada pencatatan yang berarti dan penting saja bagi manusia.
Catatan itu meliputi tindakan-tindakan dan pengalaman-pengalaman manusia di masa lampau pada hal-hal
yang penting sehingga merupakan cerita yang berarti.
 Patrick Gardiner; Sejarah adalah ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat oleh manusia.
 Roeslan Abdulgani; Ilmu sejarah adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang meneliti dan menyelidiki
secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan di masa lampau beserta
kejadian-kejadian dengan maksud untuk kemudian menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya tersebut,
untuk selanjutnya dijadikan perbendaharaan pedoman bagi penilaian dan penentuan
keadaan sekarang serta arah proses masa depan.
 Moh. Yamin; Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan
beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan kenyataan.
 Ibnu Khaldun; Sejarah didefinisikan sebagai catatan tentang masyarakat umum manusia atau peradaban
manusia yang terjadi pada watak/sifat masyarakat itu.
 Moh. Ali; Dalam bukunya Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia, dipertegas pengertian sejarah adalah sebagai
berikut: (1) jumlah perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa dalam kenyataan di
sekitar kita, (2) cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian, atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita,
(3) ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan, kejadian, dan atau peristiwa
dalam kenyataan di sekitar kita.

3. Jawab :

1. Berpikir Kronologis
Kronologi adalah catatan kejadian-kejadian yang diurutkan sesuai dengan kejadian. Kronologis dalam
peristiwa sejarah dapat membantu merekonstruksi kembali suatu peristiwa berdasarkan urutan waktu
secara tepat. Dapat membantu juga untuk membandingkan kejadian sejarah dalam waktu yang sama
di tempat berbeda yang terkait peristiwa. Sejarah merupakan ilmu diakronik yang mementingkan
proses. Sejarawan atau ahli sejarah akan menggunakan pendekatan diakronik saat berbicara sejarah.
Karena melalui pendekatan itu, sejarah berupaya menganalisis evolusi atau perubahan sesuatu dari
waktu ke waktu. Sehingga memungkinkan sejarawan untuk mendalilkan mengapa keadaan tertentu
lahir dari keadaan sebelumnya atau mengapa keadaan tertentu berkembang atau berkelanjutan.
Contohnya belajar mengenai Proklamasi Kemerdekaan bangsa Indonesia pada 17 Agustus 1945. Di
mana dengan menelusuri perjuangan bangsa Indonesia pada masa penjajahan di abad ke-17. Jadi
cara berpikir diakronis sangat mementingkan proses terjadinya sebuah peristiwa.

2. Berpikir Diakronik
Diakronik Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diakronis adalah berkenaan dengan
pendekatan bahasa dengan melihat perkembangan sepanjang waktu atau bersifat historis. Diakronik
berasal dari bahasa latin yakni "Dia" yang artinya melalui atau melampaui dan "Chronicus" yang berarti
waktu. Dikutip buku Historiografi Barat (2014) karya Wahyu Iryana, diakronik adalah memanjang dalam
waktu tetap menyempit dalam ruang. Berpikir diakronik merupakan berpikir kronologis atau urutan.
Ciri-ciri berpikir diakronik adalah:
 Bersifat vertikal lebih menekankan pada proses durasi
 Cakupan kajian atau pembahasan lebih luas
 Mengurai pembahasan pada satu peristiwa
 Mengkaji masa peristiwa yang satu dengan yang lain
 Singkronik Sinkronik bersangkutan dengan peristiwa yang terjadi dalam suatu masa yang terbatas.

3. Berpikir Sinkronik.
Sinkronik berasal dari bahasa Yunani yaitu "Syn" artinya dengan dan "Khronos" yang berati waktu atau
masa. Sinkronik adalah menyempit dalam waktu dan melebar dalam ruang. Dikutip situs Kementerian
Pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud), pendekatan sinkronik biasa digunakan dalam ilmu sosial.
Di mana sinkronik menekankan pada struktur. Artinya meluas dalam ruang. Pendekatan sinkronik
menganalisa sesuatu tertentu pada saat tertentu, titik tetap pada waktunya. Tidak berusaha membuat
kesimpulan tentang perkembangan peristiwa yang berkontribusi pada kondisi saat ini. Tapi hanya
menganalisis suatu kondisi seperti itu.

Contoh pendekatan berpikir sinkronik tentang Proklamasi Kemerdekaan bangsa Indonesia pada 17
Agustus 1945. Di mana dengan menguarai dari berbagai aspek, seperti aspek sosial, ekonomi, politik,
dan hubungan internasional.
Ciri-ciri berpikir sinkronik dalam sejarah:
 Bersifat horizontal
 Tidak memiliki konsep perbandingan
 Bersifat kronologis
 Mengaji peristiwa sejarah pada masa tertentu
 Jangkauan lebih sempit
 Kajian lebih terstruktur
 Kajian yang sistematis
 Kajian lebih mendalam dan serius

4. Jawab :

 Konsep Ruang
Konsep ruang lebih mengutamakan aspek lokasi, tempat dan lingkungan terjadinya sebuah peristiwa
bersejarah. Manfaat konsep ruang dalam sejarah adalah dapat membantu untuk membandingkan
beberapa peristiwa di lokasi yang berbeda dan menyimpulkan apakah ada keterkaitan antara kedua
peristiwa tersebut. Konsep ruang erat kaitannya dengan sejarah lokal yang terjadi di beberapa daerah di
Indonesia.

Contoh : peristiwa Pertempuran Ambarawa yang merupakan sejarah lokal yang kemudian diangkat
menjadi sejarah Nasional karena memiliki pengaruh besar terhadap daerah lain dengan tujuan
mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

 Konsep Waktu
Konsep waktu adalah pengelompokan sebuah peristiwa sejarah berdasarkan waktu (periodisasi atau
pembabakan). Pentingnya konsep waktu karena untuk menghindari anakronis atau bisa diartikan sebagai
tumpang tindih peristiwa sejarah yang berlangsung.
Periodisasi Masa Pra Aksara (sebelum mengenal tulisan), antara lain :
a. Zaman Paleolitikum
Bisa diartikan sebagai zaman batu tua, membuat peralatan dari batu yang masih kasar / belum
dihaluskan.
b. Zaman Mesolitikum
Bisa disebut juga zaman batu tengah, peralatan sudah dihaluskan tapi hanya sebagian saja.
c. Zaman Neolitkum
Masa ini disebut zaman batu muda, peralatan sudah dihaluskan tetapi belum sempurna.
d. Zaman Megalitikum
Zaman batu besar, seperti namanya peninggalan masa ini berupa batu besar yang digunakan
dalam upacara.

5. Jawab :

Sejarah sebagai Peristiwa


Adalah sesuatu yang terjadi pada masyarakat manusia di masa lampau. Para ahli pun mengelompokkan
sejarah agar dapat memudahkan kita untuk memahaminya yaitu :
1. Pembagian sejarah secara sistematis; pembagian sejarah atas beberapa tema. Contoh : sejarah politik,
sejarah sosial, sejarah kebudayaan, sejarah perekononiam, sejarah agama, sejarah pendidikan dan
sebagainya.
2. Pembagian sejarah berdasarkan periode waktu; sejarah Indonesia dimulai dari zaman prasejarah,
zaman pengaruh Hindhu-Budha, zaman pengaruh Islam, zaman kekuasaan Belanda, zaman
pergerakan nasional, zaman pendudukan Jepang, zman kemerdekaan, zaman revolusi fisik, orde lama,
orde baru dan orde reformasi.
3. Pembagian sejarah berdasarkan unsur ruang; dalam sejarah regional dapat menyangkut sejarah dunia,
tetapi ruang lingkupnya lebih terbatas oleh persamaan karakteristik, baik fisik maupun sosial
budayanya. Contoh : sejarah Eropa, sejarah Asia Tenggara, sejarah Afrika Utara dan sebagainya.
Sejarah sebagai peristiwa sering pula disebut sebagai kenyataan dan serba objektif (Ismaun, 1993:279).
Artinya, peristiwa-peristiwa tersebut benar-benar terjadi dan didukung oleh evidensi-evidensi yang
menguatkan, seperti beruapa saksi mata (witness) yang dijadikan sumber-sumber sejarah (historical
sources), peninggalan-peninggalan (relics atau remains) dan catatan-catatan (recods) (Lucey, 1984:27).
Selain itu, dapat pula peristiwa itu diketahui dari sumber-sumber yang bersifat lisan yang disampaikan dari
mulut ke mulut. Menurut Sjamsudin (1996:78), ada dua macam sumber lisan. Pertama, sejarah lisan (oral
history), contohnya ingatan lisan (oral reminiscence), yaitu ingatan tangan pertama yang dituturkan secara
lisan oleh orang-orang yang diwawancarai oleh sejarawan. Kedua, taridisi lisan (oral tardisition), yaitu
narasi dan deskripsi dari orang-orang dan peristiwa-peristiwa pada masa lalu yang disampaikan dari
mulut ke mulut selama beberapa generasi.
Sejarah sebagai Ilmu
Sejarah dikategorikan sebagai ilmu karena dalam sejarah memiliki “batang tubuh keilmuan” (the body of
knowledge), metodologi yang spesifik. Sejarahpun memliki struktur keilmuan tersendiri, baik dalam fakta,
konsep, maupun generalisasinya. Kedudukan sejarah di dalam ilmu pengetahuan digolongkan ke dalam
beberapa kelompok.
a. Ilmu sosial, karena menjelaskan perilaku sosial. Fokus kajiannya menyangkut proses-proses sosial
(pengaruh timbal balik antara kehidupan aspek sosial yang berkaitan satu sama lainnya) beserta
perubahan-perubahan sosial.
b. Seni atau art. Sejarah digolongkan dalam satra. Herodotus (484-425 SM) yang digelari sebagai “bapak
Sejarah” beliaulah yang telah memulai sejarah itu sebagai cerita (story telling) dan sejak saat itu
sejarah telah dimasukkan kedalam ilmu-ilmu kemanusiaan atau humaniora (Sjamsudin, 1996:189-190).
Sejarah dikategorikan sebagai ilmu humaniora, terutama karena dalam memelihara dan merekm
warisan budaya serta menafsirkan makna perkembangan umat manusia. Itulah sebabnya dalam dalam
tahap histografi dan eksplanasi, sejarah memerlukan sentuhan-sentuhan estetika atau keindahan.

Sejarah sebagai Kisah


Dalam sejarah sebagai cerita merupakan suatu karya yang dipengaruhi oleh subjektivitas sejarawan. Hal
ini berarti sejarah memuat unsur-unsur dari subjek, si penulis atau sejarawan sebagai subjek turut serta
mempengruhi atau memberi “warna” , atau “rasa” sesuai dengan “kacamata” atau selera (Kartodirjo,
1992:62). Dilihat dari ruang lingkupnya terutama pembagian sejarah secara tematik, Sjamsudin dan Burke
mengelompokkannya dalam belasan jenis sejarah, yaitu sejarah sosial, sejarah ekonomi, sejarah
kebudayaan, sejarah demografi, sejarah politik, sejarah kebudayaan rakyat, sejarah intelektual, sejarah
keluarga, sejarah etnis, sejarah psikologi dan psikologi histori, sejarah pendidikan dan sejarah medis.

Rubrik penilaian Formatif

No Rubrik Keterangan
Ya / Benar Tidak/ Salah
1. 10 0
2. 10 0
3. 10 0
4. 10 0
5. 10 0
6. 10 0
7. 10 0
8. 10 0
9. 10 0
10. 10 0
4. Asesmen Sumatif
Perhatikan petunjuk dengan baik !
1. Berdoalah sebelum memulai pekerjaan, tenangkan hati jangan panik.
2. Tulislah nama lengkap sesuai absen.
3. Kerjakan soal yang lebih mudah dahulu.
4. Jika merasa tidak ada jawaban yang benar boleh mengangkat tangan dan bertanya kepada
pengawas
5. Bekerjalah dengan teliti, cermat, jujur dan penuh tanggung jawab.
a) Kisi-kisi Asesmen Sumatif
Bentuk No
No Capaian Pembelajaran Alur Tujuan Pembelajaran Materi Indikator Soal
Soal Soal

1 Pada akhir fase E, Peserta didik mampu Konsep Dasar Peserta didik mampu Isian 1, 2
Peserta didik mampu menganalisis Konsep Sejarah menjelaskan pengertian singkat
menganalisis konsep sejarah
dasar sejarah, Peserta
Dasar Sejarah
2 didik mampu Peserta didik mampu Perbedaan Peserta didik mampu Isian 3
menjelaskan perbedaan menjelaskan perbedaan Sinkronis dan menjelaskan perbedaan singkat
diakronis dan sinkronis Sinkronis dan Diakronis
dalam ilmu sejarah Diakronis Sinkronis dan Diakronis
dalam ilmu sejarah,
3 Peserta didik mampu Peserta didik mampu Keterkaitan Peserta didik mampu Isian 4
menjelaskan keterkaitan menjelaskan keterkaitan manusia, menjelaskan keterkaitan singkat
manusia,ruang ,dan manusia, ruang dan waktu ruang dan manusia, ruang dan waktu
waktu dalam sejarah, dalam sejarah waktu dalam
Peserta didik mampu sejarah
4 menjelaskan perubahan Peserta didik mampu Perubahan Peserta didik mampu Isian 5
dan keberlanjutan menjelaskan perubahan dan menjelaskan perubahan singkat
sejarah dan keberlanjutan sejarah keberlanjutan dan keberlanjutan
sejarah

b) Instrumen asesmen Sumatif Ruang Lingkup Materi


1. Jelaskan tentang istilah sejarah dengan benar!
2. Kemukakan pengertian sejarah menurut para ahli!
3. Jelaskanlah contoh berpikir kronologis sinkronikdan diakronik dengan teliti
4. Jelaskan konsep ruang dan waktu dalam sejarah!
5. Deskripsikan perbedaan sejarah sebagai:
a. Peristiwa
b. Ilmu
c. Kisah

Rubrik penilaian asesmen Sumatif


No Rubrik Keterangan
Ya / Benar Tidak/ Salah
1. 10 0
2. 10 0
3. 10 0
4. 10 0
5. 10 0
6. 10 0
7. 10 0
8. 10 0
9. 10 0
10. 10 0
5. Pengayaan Dan Remedial
a) Pengayaan
Diberikan kepada siswa yang sudah mencapai ketuntasan 66% keatas dari test Sumatif dengan
cara belajar kelompok atau belajar mandiri

Interval dan rubrik penilaian:


66 – 85% = sudah mencapai ketuntasan, tidak perlu remedial
86 – 100% = sudah mencapai ketuntasan, perlu pengayaan atau tantangan lebih

b) Remedial
Diberikan kepada siswa yang belum mencapai nilai 75 dari test Formatif
Diberikan kepada siswa yang belum mencapai ketuntasan 65 dari test Sumatif

Interval dan rubrik penilaian:


0 – 40% = belum mencapai, remedial di seluruh bagian
41 – 65% = belum mencapai ketuntasan, remedial di bagian tertentu

Pelaksanaan program remedial dilakukan dengan cara:


 Bimbingan Perorangan
 Bimbingan Kelompok
 Pembelajaran Ulang (dengan metode dan media yang berbeda jika seluruh siswa mengalami
kesulitan

Pemberian Tugas
Tugas Latihan Khusus (Memanfaatkan tutor sebaya secara individu / kelompok) Teknik Penetap
an Nilai Akhir Remedial yang disepakati oleh guru dan peserta didik :
1. Mengunakan Nilai Batas KKTP, jika hasil rata-rata nilai awal dan remedial siswa dibawah
nilai batas KKTP.
2. Mengunakan Nilai Rerata Nilai awal Dengan Nilai tes Remedial.

6. Refleksi Peserta Didik & Guru


a) Refleksi guru :
1) Apakah ada kendala pada kegiatan pembelajaran?
2) Apakah semua siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran?
3) Apa saja kesulitan siswa yang dapat diidentifikasi pada kegiatan pembelajaran?
4) Apakah siswa yang memiliki kesulitan ketika berkegiatan dapat teratasi dengan baik?
5) Apa level pencapaian rata-rata siswa dalam kegiatan pembelajaran ini?
6) Apakah seluruh siswa dapat dianggap tuntas dalam pelaksanaan pembelajaran?
7) Apa strategi agar seluruh siswa dapat menuntaskan kompetensi?
b) Refleksi Peserta didik
1) Apakah setelah mengikuti pembelajaran, saya sudah paham tentang Konsep Dasar Sejarah?
2) Apakah saya mampu menyelesaikan permasalahan kontekstual terkait Konsep Dasar Sejarah?
3) Apa usaha saya untuk lebh memahami makna Konsep Dasar Sejarah?
LAMPIRAN

A. LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK


MODUL 1

TOPIK : KONSEP DASAR ILMU SEJARAH


Pokok bahasan ini akan mempelajari tentang menjelaskan pengantar ilmu sejarah marilah kita pelajari !

B. BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK

RINGKASAN MATERI
1. PENDAHULUAN
Pengertian sejarah berasal dari bahasa Arab, yakni dari kata syajaratun yang memiliki arti pohon kayu.
Pengertian pohon kayu di sini adalah adanya suatu kejadian, perkembangan atau pertumbuhan tentang
sesuatu hal (peristiwa) dalam suatu kesinambungan (kontinuitas). Ilmu sejarah sering dikaitkan dengan
politik, padahal yang sesungguhnaya ilmu sejarah itu memiliki arti yang cangkupannya dapat lebih luas
karena berhubungan dengan kejadian masyarakat di masa lalu yang dapat dilihat dari segi ilmu-ilmu
sosial lainnya, seperti sosiologi, antropologi budaya, psikologi, geografi, dan ilmu ekonomi. Sehingga
sejarah dan ilmu-ilmu sosial saling berkaitan dalam pembahasannya sesuai kajian dan objek yang
dipelajari.
Sejarah adalah studi tentang kehidupan manusia di masa lalu. Para sejarawan tertarik dengan semua
aspek kegiatan manusia di masa lampau baik dalam bidang politik, ekonomi, hukum, militer, sosial,
keagamaan, kreativitas (seperti yang berkaitan dengan seni, musik, arsitekur Islam, literatur), keilmuan
dan intelektual. Hal itulah yang membuat para ilmuwan mengkaji tentang sejarah di masa lampau
mengenai berbagai bidang kehidupan.
Adapun ilmu sejarah sendiri adalah ilmu yang digunakan untuk mempelajari peristiwa penting masa lalu
manusia. Pengetahuan sejarah meliputi pengetahuan akan kejadian-kejadian yang sudah lampau serta
pengetahuan akan cara berpikir secara historis.
Ilmu sejarah mempunyai cakupan yang luas dalam pembahasanya. Hal ini dikarenakan kajiannya yang
mencakup semua bidang kehidupan dan keterhubungannya dengan ilmu-ilmu sosial yang lain. Oleh
karena itu, akan dibahas lebih dalam lagi mengenai pengertian, ruang lingkup, dan konsep dasar sejarah.

2. PEMBAHASAN
Pertemuan 1
A. Pengertian Sejarah
Kata sejarah secara harafiah berasal dari kata Arab (‫شجرة‬: šajaratun) yang artinya pohon. Dalam
bahasa Arab sendiri, sejarah disebut tarikh ( ‫)تاريخ‬. Adapun kata tarikh dalam bahasa Indonesia artinya
kurang lebih adalah waktu atau penanggalan. Kata Sejarah lebih dekat pada bahasa Yunani yaitu historia
yang berarti ilmu atau orang pandai. Kemudian dalam bahasa Inggris menjadi history, yang berarti masa
lalu manusia. Kata lain yang mendekati acuan tersebut adalah Geschichte yang berarti sudah terjadi.
Dalam istilah bahasa-bahasa Eropa, asal-muasal istilah sejarah yang dipakai dalam literatur bahasa
Indonesia itu terdapat beberapa variasi. Meskipun begitu, banyak yang mengakui bahwa istilah sejarah
berasal-muasal dalam bahasa Yunani yaitu historia. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan history,
bahasa Prancis historie, bahasa Italia storia, bahasa Jerman geschichte yang berarti yang terjadi, dan
bahasa Belanda dikenal gescheiedenis. Menilik pada makna secara kebahasaan dari berbagai bahasa di
atas dapat ditegaskan bahwa pengertian sejarah menyangkut dengan waktu dan peristiwa.
Berpikir kronologis, diakronik, sinkronik ruang dan waktu dalam sejarah
6. Berpikir Kronologis
Kronologi adalah catatan kejadian-kejadian yang diurutkan sesuai dengan kejadian. Kronologis dalam
peristiwa sejarah dapat membantu merekonstruksi kembali suatu peristiwa berdasarkan urutan waktu
secara tepat. Dapat membantu juga untuk membandingkan kejadian sejarah dalam waktu yang sama
di tempat berbeda yang terkait peristiwa. Sejarah merupakan ilmu diakronik yang mementingkan
proses. Sejarawan atau ahli sejarah akan menggunakan pendekatan diakronik saat berbicara sejarah.
Karena melalui pendekatan itu, sejarah berupaya menganalisis evolusi atau perubahan sesuatu dari
waktu ke waktu. Sehingga memungkinkan sejarawan untuk mendalilkan mengapa keadaan tertentu
lahir dari keadaan sebelumnya atau mengapa keadaan tertentu berkembang atau berkelanjutan.
Contohnya belajar mengenai Proklamasi Kemerdekaan bangsa Indonesia pada 17 Agustus 1945. Di
mana dengan menelusuri perjuangan bangsa Indonesia pada masa penjajahan di abad ke-17. Jadi
cara berpikir diakronis sangat mementingkan proses terjadinya sebuah peristiwa.

7. Berpikir Diakronik
Diakronik Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diakronis adalah berkenaan dengan
pendekatan bahasa dengan melihat perkembangan sepanjang waktu atau bersifat historis. Diakronik
berasal dari bahasa latin yakni "Dia" yang artinya melalui atau melampaui dan "Chronicus" yang berarti
waktu. Dikutip buku Historiografi Barat (2014) karya Wahyu Iryana, diakronik adalah memanjang dalam
waktu tetap menyempit dalam ruang. Berpikir diakronik merupakan berpikir kronologis atau urutan.
Ciri-ciri berpikir diakronik adalah:
 Bersifat vertikal lebih menekankan pada proses durasi
 Cakupan kajian atau pembahasan lebih luas
 Mengurai pembahasan pada satu peristiwa
 Mengkaji masa peristiwa yang satu dengan yang lain
 Singkronik Sinkronik bersangkutan dengan peristiwa yang terjadi dalam suatu masa yang terbatas.

8. Berpikir Sinkronik.
Sinkronik berasal dari bahasa Yunani yaitu "Syn" artinya dengan dan "Khronos" yang berati waktu atau
masa. Sinkronik adalah menyempit dalam waktu dan melebar dalam ruang. Dikutip situs Kementerian
Pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud), pendekatan sinkronik biasa digunakan dalam ilmu sosial.
Di mana sinkronik menekankan pada struktur. Artinya meluas dalam ruang. Pendekatan sinkronik
menganalisa sesuatu tertentu pada saat tertentu, titik tetap pada waktunya. Tidak berusaha membuat
kesimpulan tentang perkembangan peristiwa yang berkontribusi pada kondisi saat ini. Tapi hanya
menganalisis suatu kondisi seperti itu.

Contoh pendekatan berpikir sinkronik tentang Proklamasi Kemerdekaan bangsa Indonesia pada 17
Agustus 1945. Di mana dengan menguarai dari berbagai aspek, seperti aspek sosial, ekonomi, politik,
dan hubungan internasional.

Ciri-ciri berpikir sinkronik dalam sejarah:


 Bersifat horizontal
 Tidak memiliki konsep perbandingan
 Bersifat kronologis
 Mengaji peristiwa sejarah pada masa tertentu
 Jangkauan lebih sempit
 Kajian lebih terstruktur
 Kajian yang sistematis
 Kajian lebih mendalam dan serius

9. Konsep Ruang
Konsep ruang lebih mengutamakan aspek lokasi, tempat dan lingkungan terjadinya sebuah peristiwa
bersejarah. Manfaat konsep ruang dalam sejarah adalah dapat membantu untuk membandingkan
beberapa peristiwa di lokasi yang berbeda dan menyimpulkan apakah ada keterkaitan antara kedua
peristiwa tersebut. Konsep ruang erat kaitannya dengan sejarah lokal yang terjadi di beberapa daerah
di Indonesia.

Contoh : peristiwa Pertempuran Ambarawa yang merupakan sejarah lokal yang kemudian diangkat
menjadi sejarah Nasional karena memiliki pengaruh besar terhadap daerah lain dengan tujuan
mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

10. Konsep Waktu


Konsep waktu adalah pengelompokan sebuah peristiwa sejarah berdasarkan waktu (periodisasi atau
pembabakan). Pentingnya konsep waktu karena untuk menghindari anakronis atau bisa diartikan
sebagai tumpang tindih peristiwa sejarah yang berlangsung.
Periodisasi Masa Pra Aksara (sebelum mengenal tulisan), antara lain :
a. Zaman Paleolitikum
Bisa diartikan sebagai zaman batu tua, membuat peralatan dari batu yang masih kasar / belum
dihaluskan.
b. Zaman Mesolitikum
Bisa disebut juga zaman batu tengah, peralatan sudah dihaluskan tapi hanya sebagian saja.
c. Zaman Neolitkum
Masa ini disebut zaman batu muda, peralatan sudah dihaluskan tetapi belum sempurna.
d. Zaman Megalitikum
Zaman batu besar, seperti namanya peninggalan masa ini berupa batu besar yang digunakan dalam
upacara.

Pertemuan 2
Berikut ini adalah beberapa pengertian sejarah dari berbagai ahli sejarah, secara lengkapnya adalah
sebagai berikut:
1. J.V. Bryce; Sejarah adalah catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat oleh
manusia.
2. W.H. Walsh; Sejarah itu menitikberatkan pada pencatatan yang berarti dan penting saja bagi manusia.
Catatan itu meliputi tindakan-tindakan dan pengalaman-pengalaman manusia di masa lampau pada
hal-hal yang penting sehingga merupakan cerita yang berarti.
3. Patrick Gardiner; Sejarah adalah ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat oleh manusia.
4. Roeslan Abdulgani; Ilmu sejarah adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang meneliti dan
menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan di masa
lampau beserta kejadian-kejadian dengan maksud untuk kemudian menilai secara kritis seluruh hasil
penelitiannya tersebut, untuk selanjutnya dijadikan perbendaharaan pedoman bagi penilaian dan
penentuan keadaan sekarang serta arah proses masa depan.
5. Moh. Yamin; Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa
peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan kenyataan.
6. Ibnu Khaldun; Sejarah didefinisikan sebagai catatan tentang masyarakat umum manusia atau
peradaban manusia yang terjadi pada watak/sifat masyarakat itu.
7. Moh. Ali; Dalam bukunya Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia, dipertegas pengertian sejarah adalah
sebagai berikut: (1) jumlah perubahan-perubahan, kejadian atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar
kita, (2) cerita tentang perubahan-perubahan, kejadian, atau peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita,
(3) ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan, kejadian, dan atau peristiwa dalam
kenyataan di sekitar kita.
Dari beberapa uraian di atas dibuat kesimpulan sederhana bahwa sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan
yang mempelajari segala peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan
umat manusia. Dalam kehidupan manusia, peristiwa sejarah merupakan suatu peristiwa yang abadi, unik,
dan penting. Peristiwa yang abadi adalah peristiwa sejarah yang tidak berubah-ubah dan tetap dikenang
sepanjang masa. Peristiwa yang unik adalah peristiwa sejarah yang hanya terjadi satu kali dan tidak
pernah terulang persis sama untuk kedua kalinya. Sementara peristiwa yang penting adalah peristiwa
sejarah yang mempunyai arti dalam menentukan kehidupan orang banyak.

Pertemuan 3
B. Konsep Dasar Sejarah
Sejarah merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mengkaji secara sistematis keseluruhan
perkembangan proses perubahan dinamika kehidupan masyarakat dengan segala aspek kehidupannya
yang terjadi di masa lampau. Masa lampau itu sendiri merupakan sebuah masa yang sudah terlewati.
Masa lampau selalu terkait dengan konsep-konsep dasar berupa waktu, ruang, manusia, perubahan, dan
kesinambungan atau when, where, who, what, why, dan How.

Beberapa konsep yang dikembangkan dalam ilmu sejarah seperti perubahan, peristiwa, sebab dan akibat,
nasionalisme, peradaban, perbudakan, waktu, feminisme, liberalisme, dan konservatisme. Penjelasan
mengenai konsep-konsep tersebut adalah sebagai berikut:

Perubahan
Konsep perubahan merupakan istilah yang mengacu kepada sesuatu hal yang menjadi “tampil berbeda”.
Konsep tersebut demikian pentng dalam sejarah dan pembelajaran sejarah, mengingat sejarah itu sendiri
pada hakikatnya adalah perubahan. Seorang futuris ternama Amerika Serikat Alvin Toffler (1981)
mengemukakan bahwa perubahan tidak sekedar penting dalam kehidupan, tetapi perubahan itu sendiri
adalah kehidupan.

Peristiwa
Konsep peristiwa memiliki arti sebgaai suatu kejadian yang menarik maupun luar biasa karena memiliki
keunikan. Dalam penelitian sejarah, peristiwa selalu menjadi objek kajian, mengingat salah satu
karakteristik ilmu sejarah adalah mencari keunikan-keunikan yang terjadi pada peristiwa tertentu, dengan
penekanan pada tradisi-tradisi relativisme.

Sebab dan Akibat


Istilah sebab merujuk kepada pengertian faktor-faktor determinan fenomena pendahulu yang mendorong
terjadinya sesuatu perbuatan, perubahan, maupun peristiwa berikutnya, sekaligus sebagai suatu kondisi
yang mendahului peristiwa. Sedangkan akibat adalah sesuatu yang menjadikan kesudahan atau hasil
suat perbuatan maupun dampak dan peristiwa.
Pertemuan 4
C. Ruang Lingkup Sejarah

SEJARAH SEBAGAI PERISTIWA

SEJARAH SEBAGAI ILMU


RUANG LINGKUP
SEJARAH
SEJARAH SEBAGAI KISAH

Pengertian sejarah secara umum dari para ahli ialah memiliki makna sebagai cerita atau kejadian yang
benar-benar telah terjadi pada masa lalu. Kemudian disusul oleh Depdiknas yang memberikan
pengertian sejarah sebgai mata pelajaran yang menanamkan pengetahuan dan nilai-nilai mengenai
proses perubahan dan perkembangan masyarakat Indonesia dan dunia dari masa lampau hingga kini
(Depdiknas,2003:1). Namun, yang jelas kata kuncinya bahwa sejarah merupakan suatu penggambaran
ataupun rekonstruksi peristiwa, kisah, maupun cerita yang benar-benar telah terjadi pada masa lalu.
Pada umunya, para ahli sepakat untuk membagi peranan dan kedudukan sejarah yang terbagi atas tiga
(3) hal yakni, sejarah sebagai peristiwa, sejarah sebagai ilmu dan sejarah sebagai cerita (Ismaun, 1993:
277). Untuk lebih rinci akan dijelaskan sebagai berikut:

Sejarah sebagai Peristiwa


Adalah sesuatu yang terjadi pada masyarakat manusia di masa lampau. Para ahli pun mengelompokkan
sejarah agar dapat memudahkan kita untuk memahaminya yaitu :
4. Pembagian sejarah secara sistematis; pembagian sejarah atas beberapa tema. Contoh : sejarah politik,
sejarah sosial, sejarah kebudayaan, sejarah perekononiam, sejarah agama, sejarah pendidikan dan
sebagainya.
5. Pembagian sejarah berdasarkan periode waktu; sejarah Indonesia dimulai dari zaman prasejarah,
zaman pengaruh Hindhu-Budha, zaman pengaruh Islam, zaman kekuasaan Belanda, zaman
pergerakan nasional, zaman pendudukan Jepang, zman kemerdekaan, zaman revolusi fisik, orde lama,
orde baru dan orde reformasi.
6. Pembagian sejarah berdasarkan unsur ruang; dalam sejarah regional dapat menyangkut sejarah dunia,
tetapi ruang lingkupnya lebih terbatas oleh persamaan karakteristik, baik fisik maupun sosial
budayanya. Contoh : sejarah Eropa, sejarah Asia Tenggara, sejarah Afrika Utara dan sebagainya.

Sejarah sebagai peristiwa sering pula disebut sebagai kenyataan dan serba objektif (Ismaun, 1993:279).
Artinya, peristiwa-peristiwa tersebut benar-benar terjadi dan didukung oleh evidensi-evidensi yang
menguatkan, seperti beruapa saksi mata (witness) yang dijadikan sumber-sumber sejarah (historical
sources), peninggalan-peninggalan (relics atau remains) dan catatan-catatan (recods) (Lucey, 1984:27).

Selain itu, dapat pula peristiwa itu diketahui dari sumber-sumber yang bersifat lisan yang disampaikan dari
mulut ke mulut. Menurut Sjamsudin (1996:78), ada dua macam sumber lisan. Pertama, sejarah lisan (oral
history), contohnya ingatan lisan (oral reminiscence), yaitu ingatan tangan pertama yang dituturkan secara
lisan oleh orang-orang yang diwawancarai oleh sejarawan. Kedua, taridisi lisan (oral tardisition), yaitu
narasi dan deskripsi dari orang-orang dan peristiwa-peristiwa pada masa lalu yang disampaikan dari
mulut ke mulut selama beberapa generasi.
Sejarah sebagai Ilmu
Sejarah dikategorikan sebagai ilmu karena dalam sejarah memiliki “batang tubuh keilmuan” (the body of
knowledge), metodologi yang spesifik. Sejarahpun memliki struktur keilmuan tersendiri, baik dalam fakta,
konsep, maupun generalisasinya. Kedudukan sejarah di dalam ilmu pengetahuan digolongkan ke dalam
beberapa kelompok.
c. Ilmu sosial, karena menjelaskan perilaku sosial. Fokus kajiannya menyangkut proses-proses sosial
(pengaruh timbal balik antara kehidupan aspek sosial yang berkaitan satu sama lainnya) beserta
perubahan-perubahan sosial.
d. Seni atau art. Sejarah digolongkan dalam satra. Herodotus (484-425 SM) yang digelari sebagai “bapak
Sejarah” beliaulah yang telah memulai sejarah itu sebagai cerita (story telling) dan sejak saat itu
sejarah telah dimasukkan kedalam ilmu-ilmu kemanusiaan atau humaniora (Sjamsudin, 1996:189-190).
Sejarah dikategorikan sebagai ilmu humaniora, terutama karena dalam memelihara dan merekm
warisan budaya serta menafsirkan makna perkembangan umat manusia. Itulah sebabnya dalam dalam
tahap histografi dan eksplanasi, sejarah memerlukan sentuhan-sentuhan estetika atau keindahan.
Sejarah sebagai Kisah
Dalam sejarah sebagai cerita merupakan suatu karya yang dipengaruhi oleh subjektivitas sejarawan. Hal
ini berarti sejarah memuat unsur-unsur dari subjek, si penulis atau sejarawan sebagai subjek turut serta
mempengruhi atau memberi “warna” , atau “rasa” sesuai dengan “kacamata” atau selera (Kartodirjo,
1992:62). Dilihat dari ruang lingkupnya terutama pembagian sejarah secara tematik, Sjamsudin dan Burke
mengelompokkannya dalam belasan jenis sejarah, yaitu sejarah sosial, sejarah ekonomi, sejarah
kebudayn, sejarah demografi, sejarah politik, sejarah kebudayaan rakyat, sejarah intelektual, sejarah
keluarga, sejarah etnis, sejarah psikologi dan psikologi histori, sejarah pendidikan dan sejarah medis.
3. PENUTUP
Kesimpulan
Kata sejarah secara harafiah berasal dari kata Arab (‫شجرة‬: šajaratun) yang artinya pohon. Dalam istilah
bahasa-bahasa Eropa, asal-muasal istilah sejarah yang dipakai dalam literatur bahasa Indonesia terdapat
beberapa variasi. Meskipun begitu, banyak yang mengakui bahwa istilah sejarah berasal dari bahasa
Yunani historia dan dalam bahasa Inggris dikenal dengan history. Menilik pada makna secara
kebahasaan dari berbagai bahasa di atas dapat ditegaskan bahwa pengertian sejarah menyangkut
dengan waktu dan peristiwa. Berdasarkan hal diatas dapat disimpulkan bahwa sejarah adalah suatu ilmu
pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau
dalam kehidupan umat manusia.
Pada umunya, para ahli sepakat untuk membagi peranan dan kedudukan sejarah yang terbagi atas tiga
(3) hal yakni, sejarah sebagai peristiwa, sejarah sebagai ilmu dan sejarah sebagai cerita. Dalam sejarah,
masa lampau selalu terkait dengan konsep-konsep dasar berupa waktu, ruang, manusia, perubahan, dan
kesinambungan atau when, where, who, what, why, dan How. Sehingga, Konsep dasar yang
dikembangkan dalam ilmu sejarah seperti perubahan, peristiwa, sebab dan akibat, nasionalisme,
peradaban, perbudakan, waktu, feminisme, liberalisme, dan konservatisme.
Saran
Bagi guru hendaknya dapat mengajarkan sejarah sesuai dengan objek kajiannya. Terkait dengan kajian
sejarah yang mempelajari masa lalu, hendaknya
guru dapat mengajarkanya sebagai suatu pelajaran yang dapat dimanfaatkan di masa sekarang sebagai
sebuah pengalaman yang berharga untuk dapat menjalankan kehidupan yang lebih baik.
AKTIFITAS KELAS 1

1. Jelaskan pengertian sejarah dengan lengkap !


2. Jelaskanlah mengapa manusia merupakan subjek dan objek dalamsejarah ?

3. Jelaskanlah berfikir kronologis,sinkronik,dan diakronik !


4. Jelaskanlah konsep ruang dan waktu dalam sejarah !

AKTIFITAS KELAS 2

1. Jelaskan pengertian sejarah menurut para ahli !


2. Buatlah contoh peristiwa sejarah di daerahmu !

AKTIFITAS KELAS 3

1. Jelaskanlah 3 konsep dasar ilmu sejarah yang digunakan


dalamsejarah !

2. Jelaskan ruang lingkup konsep dasar sejarah !

AKTIFITAS KELAS 3

1. Jelaskanlah 3 ruang lingkup mempelajari sejarah !


2. Jelaskan 3 dasar konsep yang dikembangkan dalamilmu
sejarah !
Glosarium

Konstan : Tetap/ Tidak Berubah


Asesmen : Proses pengungkapan dan pemahaman permasalahan, kebutuhan, dan potensi klien, serta sumb
er yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan
Diagnostik : Suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengidentifikasi gejala-gejala yang ditimbulkan.
Syajaratun : merupakan asal dari kata sejarah dari bahasa Arab, yang berarti sebuah pohon yang terus berke
mbang dari tingkat yang sederhana ketingkat yang lebih kompleks
Diakronik : memandang sejarah dalam pembabakan umum, baik itu dari periode atau kronologi peristiwa
Sinkronik : pembahasan sejarah pada suatu peristiwa secara spesifik dan mendalam. Secara bahasa,
sinkronik juga berasal dari bahasa Yunani, yaitu "syn" yang artinya dengan dan "chronos" yang
berarti waktu Singkatnya, konsep sinkronik berhubungan dengan suatu peristiwa tertentu yang
terjadi pada suatu masa dalam sejarah
Periodisasi : adalah cara untuk menandai perubahan dan keberlanjutan dalam sejarah. Periode sejarah
ditentukan oleh perubahan penting. Adapaun keberlanjutan menghubungkan periode–
periode dalam sejarah.
Fase : Tahap, tingkatan, masa
Kognitif : Semua aktivitas mental yang membuat suatu individu mampu menghubungkan, menilai dan mem
pertimbangkan suatu peristiwa yang menghasilkan pengetahuan.
Keterkaitan konsep manusia hidup dalam ruang dan waktu, ruang : adalah konsep yang paling melekat dengan
[Link] jugalah tempat terjadinya peristiwa-peristiwa. Sementara waktu pada sejarah yang kejadiannya pasti di
masa lampau, merupakan masa yang sudah terlewati. Sifatnya selalu dan terus-menerus terbuka dan
berkesinambungan

Daftar Pustaka
Fakih, Samlawi,dkk. 1998. Konsep Dasar IPS. Depdikbud : Bandung
Matroji, 2013. Catatan Peristiwa Sejarah: Jakarta
Konsep Dasar Sejarah. (Online), (http:/[Link]/html),
([Link]

Anda mungkin juga menyukai