0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
181 tayangan11 halaman

Identifikasi Asam Basa dengan Indikator

Laporan ini mendeskripsikan hasil pengamatan tentang identifikasi sifat asam basa beberapa larutan dengan menggunakan indikator alami dan buatan. Indikator yang digunakan antara lain bunga sepatu, kunyit, kulit buah naga, lakmus merah, lakmus biru, dan beberapa indikator buatan. Sifat asam basa larutan diidentifikasi berdasarkan perubahan warna indikator.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
181 tayangan11 halaman

Identifikasi Asam Basa dengan Indikator

Laporan ini mendeskripsikan hasil pengamatan tentang identifikasi sifat asam basa beberapa larutan dengan menggunakan indikator alami dan buatan. Indikator yang digunakan antara lain bunga sepatu, kunyit, kulit buah naga, lakmus merah, lakmus biru, dan beberapa indikator buatan. Sifat asam basa larutan diidentifikasi berdasarkan perubahan warna indikator.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Laporan Kimia Hasil Pengamatan

“Identifikasi Asam Basa dengan Indikator Alami dan


Buatan”

Disusun Oleh :
Kelompok 1 (XI MIPA 5)
Anggota Kelompok :
1. Bagas Rayya Arasy (08)
2. Hana Sabilla (14)
3. Mozza Nailah C.M (22)
4. M. Ammar Nashwan (23)
5. M. Bariq Maulana (24)
6. Rena Rahmaningtyas (32)

SMA NEGERI 1 WARU SIDOARJO


2022 / 2023
1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan

rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas yang berjudul “Laporan Uji

Asam Basa dengan Indikator Alami dan Buatan” ini tepat pada waktunya. Adapun tujuan dari

penulisan dari laporan ini adalah untuk memenuhi tugas pada mata pelajaran kimia. Selain itu,

laporan ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang sifat asam basa dengan indikator

alami dan buatan di kehidupan sehari-hari bagi para pembaca dan juga bagi penulis.

Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Hidayah, [Link], selaku guru kimia yang telah

memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang

studi yang saya tekuni ini. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang tidak

dapat saya sebutkan semua, terimakasih atas bantuannya sehingga sehingga saya dapat

menyelesaikan tugas ini. Saya menyadari, tugas yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna.

Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun kami butuhkan demi kesempurnaan makalah

ini.

Sidoarjo, 28 Januari 2023

(Kelompok 1)

2
DAFTAR ISI

Cover ………………………………………………………………………………. (01


Kata Pengantar ……………………………………………………………………... (02
Daftar isi ………………………………………………………………………… (03
BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………………… (0
A. Judul ……………………………………………………………………….. (
B. Latar Belakang ……………………………………………………………… (
C. Tujuan ……………………………………………………………………… (
D. Rumusan Masalah ………………………………………………………….. (
E. Landasan Teori …………………………………………………………….. (
F. Alat dan Bahan …………………………………………………………….. (
G. Cara Kerja …………………………………………………………………. (
BAB II PEMBAHASAN ……………………………………………………….. (
A. Hasil Pengamatan ………………………………………………………….. (
B. Analisi Data ……………………………………………………………….. (
C. Pertanyaan dan Jawaban …………………………………………………… (
D. Pembahasan ………………………………………………………………..
(
BAB III PENUTUP …………………………………………………………….. (
A. Kesimpulan ………………………………………………………………… (
B. Saran ……………………………………………………………………….. (
Daftar Pustaka ……………………………………………………………………… (
Lampiran ………….………………………………………………………………… (

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Judul : “Identifikasi Asam Basa dengan Indikator Alami dan Buatan”


B. Latar Belakang
Asam dan basa sudah dikenal sejak dulu. Istilah asam berasal dari bahasa
Latin acetum yang berarti cuka. Istilah basa berasal dari bahasa Arab yang berarti abu.
Basa digunakan dalam pembuatan sabun. Juga sudah lama diketahui bahwa asam dan
basa saling menetralkan. Di alam, asam ditemukan dalam buah-buahan, misalnya asam
nitrat dalam buah jeruk berfungsi untuk member rasa limun yang tajam. Cuka
mengandung asam asetat, dan asam tanak dari kulit pohon digunakan untuk menyamak
kulit. Asam mineral yang lebuh kuat telah dibuat sejak abad pertengahan. Salah satunya
adalah aqua forti (asam nitrat) yang digunakan oleh para peneliiti untuk memisahkan
emas dan perak. Suatu larutan dapat diketahui sifat asam atau basanya dengan
menggunakan indikator asam-basa, yaitu zat yang mempunyai warna berbeda dalam
larutan asam dan larutan basa. Salah satu contohnya adalah kertas lakmus.
Sedangkan untuk menentukan besarnya derajat keasaman/pH larutan asam basa
dapat digunakan pH meter atau dapat juga dengan indikator asam-basa yang lain seperti
larutan indikator contohnya metil jingga, metil merah, bromtimol biru, dan fenolptalein
serta dapat juga menggunakan indikator universal. Perubahan warna indikator pada pH
tertentu disebut trayek pH atau jarak pH. Namun indikator tersebut hanya dapat
dipergunakan di laboratorium saja bahkan seperti pH meter sangat jarang digunakan
karena harganya yang tidak terjangkau, oleh karena itu dapat digunakan indikator alami
yang dibuat dari bahan-bahan alami untuk menentukan apakah sifat suatu larutan asam
ataupun basa.
C. Tujuan
1. Mengidentifikasi sifat asam basa larutan dengan indikator alami dan buatan
D. Rumusan Masalah
E. Landasan Teori
Indikator asam-basa adalah zat-zat warna yang dapat memperlihatkan warna
berbeda dalam larutan yang bersifat asam dan dalam larutan yang bersifat basa. Beberapa
jenis bunga dengan warna menyolok dapat dijadikan sebagai indikator asam-basa.
Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang melarut dan mengion dalam air.
Menghasilkan proton H+ dan basa adalah zat yang melarut dan mengion dalam air
menghasilkan ion hidroksida OH-. Menurut Bronsted dan Lowry, asam adalah zat yang
menghasilkan dan mendonorkan proton (H+) pada zat lain dan basa adalah zat yang dapat
menerima proton (H+). Dari zat lain. Lewis juga mengusulkan teori asam basa baru.
Lewis yang juga mengusulkan teori oktet, memikirkan bahwa teori asam basa sebagai
masalah dasar yang harus diselesaikan berlandaskan teori struktur atom, bukan
berdasarkan hasil percobaan. Menurut Lewis, asam adalah zat yang dapat menerima
4
pasangan elektron dan basa adalah zat yang dapat mendonorkan pasangan elektron. Sifat-
sifat asam antara lain korosif, yaitu dapat merusak logam dan marmer, mempunyai rasa
asam, dapat memerahkan kertas lakmus biru, dapat menetralkan larutan basa, dengan pH
< 7. &edangkan sifat-sifat basa adalah bersifat kaustik yaitu dapat merusak kulit,
memiliki rasa pahit dan licin, dapat membirukan kertas lakmus merah, dapat menetralkan
larutan asam, dengan pH > 7. Asam, Basa dan +aram merupakan zat kimia yang memiliki
sifat-sifat yang dapat membantu kita untuk membedakannya. karena pada umumnya
asam berasa masam dan basa berasa agak pahit. Namun kita tidak boleh menguji sifat
asam atau basa suatu larutan dengan hanya mencicipinya saja, karena banyak diantara
zat-zat kimia diantaranya bersifat racun atau bersifat korosif.
Asam
Asam adalah senyawa yang jika dilarutkan ke dalam air menghasilkan ion H+, Sifat-sifat
asam diantaranya adalah
1. Terasa masam
2. Terionisasi menghasilkan ion H+
3. Memiliki rentang pH 0-6,9
4. Lakmus biru
Basa
Basa adalah senyawa yang bila dilarutkan ke dalam air menghasilkan ion OH-. Sifat-sifat
basa diantaranya adalah
 • Terasa pahit dan licin.
 • Terionisasi menghasilkan ion OH-
 • Memiliki rentang pH 7,1-14
 • Membirukan lakmus merah

F. Alat dan Bahan


- Plat tetes - Larutan CH3COOH - Aquadest
- Pipet tetes - Larutan HCL - Air kapur
- Mortal dan pastel - Larutan NH4OH - Kunyit
- Spatula logam - Larutan NaOH - Krus porselin
- Botol semprot - Indikator mm, mo, BTB, pp
- Bunga sepatu - Lakmus merah dan biru
- Kulit buah naga - Jeruk nipis
G. Cara Kerja
a. Membuat indicator alami
1. Tumbuk bunga sepatu, kunyit, kulit buah naga, dan tambahkan sedikit aquadest
tuang dalam krus porselin
2. Ulangi percobaan 1 dengan mengganti bunga sepatu dengan kunyit dan buah naga
3. Gunakan sebagai indikator alami
b. Menentukan sifat asam basa larutan dan mengukur kekuatan pH
1. Teteskan 5 tetes jeruk nipis kedalam plat tetes dan uji dengan indicator alami dan
buatan yang tersedia
2. Ulangi langkah 1 untuk air kapur, HCL, CH3COOH,NaOH, dan NH4OH
3. Tentukan sifat (asam atau basa) dengan melihat perubahan warna jika direaksikan
dengan kertas lakmus dan indicator alami maupun indikator buatan

5
4. Ukur pH larutan dengan indikator universal.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
Bunga Kulit Kunyit Mm Mo Pp BTB (3 Lakmus Lakmus PH
sepatu buah (3 tetes) (3 (3 (3 tetes) Merah Biru
(3 tetes) naga (3 tetes) tetes) tetes)
tetes)

Jeruk Merah Ungu Orange Merah Merah Kunin Orange Tetap Merah 2
nipis ke g
ungua
n
Air Merah Merah Orange Kunin Kunin Benin Biru tua Tetap Tetap 8
kapur ke muda g g g
coklatan pucat
HCL Merah Merah Kuning Merah Merah Benin Orange Tetap Merah 2
gelap telur muda muda g
CH3CO Merah Ungu Kuning Merah Merah Benin Kuning Tetap Merah 3
OH gelap muda muda g
NaOH Merah Ungu Orange Kunin Orang Merah Biru tua Biru Tetap 13
ke g e tua
coklatan muda
NH4O Merah Merah Orange Orang Orang Merah Biru Biru Tetap 9
H ke muda e e tua muda kehitam
coklatan muda an

B. Analisis data

C. Pertanyaan dan Jawaban

- Pertanyaan
1. Tentukan sifat masing-masing larutan (asam,basa,atau netral)!
Jawaban :
1. Jeruk nipis : merupakan larutan asam karena saat kertas lakmus biru
dan merah dimasukkan ke dalam larutan, kertas lakmus biru berubah
menjadi merah, dan kertas lakmus merah tidak berubah. Nilai Ka → Kb
Menunjukkan bahwa jeruk nipis mempunyai pH ← 7

6
2. Air kapur : merupakan larutan basa karena saat kertas lakmus biru dan
merah dimasukkan ke dalam larutan, kertas lakmus biru tetap dan
kertas lakmus merah menjadi biru. Nilai Ka ← Kb Menunjukkan
bahwa air kapur mempunyai pH → 7
3. HCL : merupakan larutan asam karena saat kertas lakmus biru dan
merah dimasukkan ke dalam larutan, kertas lakmus biru berubah
menjadi merah, dan kertas lakmus merah tidak berubah. Nilai Ka → Kb
Menunjukkan bahwa HCL mempunyai pH ← 7
4. CH3COOH : merupakan larutan asam karena saat kertas lakmus biru
dan merah dimasukkan ke dalam larutan, kertas lakmus biru berubah
menjadi merah, dan kertas lakmus merah tidak berubah. Nilai Ka → Kb
Menunjukkan bahwa CH3COOH mempunyai pH ← 7
5. NaOH : merupakan larutan basa karena saat kertas lakmus biru dan
merah dimasukkan ke dalam larutan, kertas lakmus biru tetap dan
kertas lakmus merah menjadi biru. Nilai Ka ← Kb Menunjukkan
bahwa NaOH mempunyai pH → 7
6. NH4OH : merupakan larutan basa karena saat kertas lakmus biru dan
merah dimasukkan ke dalam larutan, kertas lakmus biru tetap dan
kertas lakmus merah menjadi biru. Nilai Ka ← Kb Menunjukkan
bahwa NH4OH mempunyai pH → 7
2. Table trayek PH indikator
Indikator Asam Basa Perubahan Warna Trayek PH
Metil jingga (mo) Merah ke kuning 3,1 – 4,4
Metil merah (mm) Merah ke kuning 4,4 – 6,2
Lakmus Merah ke biru 4,5 – 8,3
Bromtimol biru (BTB) Kuning ke biru 6,0 – 7,6
Fenolptalein (pp) Tak berwarna ke merah 8,3 – 10,00
ungu
Suatu larutan diuji dengan beberapa indikator dan menghasilkan data sebagai
berikut :
 Dengan lakmus berwarna merah
 Dengan metil merah berwarna kuning
 Dengan BTB berwarna kuning
Berapa perkiraan PH larutan tersebut!
Jawaban : - Indikator lakmus : PH < 4,5
- Indikator metil merah : PH ≤ 4,4
- Indikator BTB : PH < 6,0
Jadi perkiraan PH larutan tersebut 0 ≤ PH ≤ 4,4
D. Pembahasan (Jawaban rumusan masalah)

7
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

Suatu larutan dapat diketahui sifatnya dengan menggunakan indikator alam yaitu kunyit
dan bunga kembang sepatu. Dimana suatu larutan jika ditetesi larutan bunga kembang
sepatu jika berwarna merah menunjukkan asam dan jika berwarna hijau berarti basa,
sedangkan jika ditetesi larutan kunyit jika berwarna kuning larutan tersebut bersifat asam,
jika berwarna jingga larutan tersebut bersifat basa. Selain indikator alami kita juga dapat
menentukan sifat suatu larutan dengan menggunakan kertas lakmus (indikator buatan),
dimana apabila kertas lakmus merah berubah warna biru larutan tersebut bersifat basa
sedangkan  apabila kertas lakmus biru berubah warna menjadi merah larutan tersebut
bersifat asam. Suatu larutan dapat diketahui pH-nya dengan menggunakan indikator
universal

B. Saran
Dalam mengukur suatu pH, pastikan larutan tersebut tidak tercampur dengan
larutan lainnya yang konsentrasi dan sifat asam-basanya berbeda. Pengukuran pH harus
dilakukan dengan teliti, benar dan tidak tergesa-gesa agar mendapat hasil yang akurat

8
DAFTAR PUSTAKA

Permana, Deri. 2020. “LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA INDIKATOR ASAM BASA


MENGGUNAKAN BAHAN ALAM”. Garut : SMAN 9
[Link]

9
Hidayatul, Mayyani. 2012. “Kenapa Ekstrak Bunga Sepatu digunakan untuk Indikator Asam
Basa?”. Mataram : Pendidikan Matematika
[Link]
untuk-indikator-asam-basa/

Muh, Faturrachmat. 2020. Laporan Praktikum Indikator Alami dan Indikator Buatan Asam
dan  Basa. Sulawesi Selatan
[Link]
indikator-buatan-asam-dan-basa/

10
LAMPIRAN

11

Anda mungkin juga menyukai