Peningkatan Hasil Belajar Matematika Kelas V
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Kelas V
Oleh:
HENDRI PRATOMO, [Link]
NIP. 198908112014031001
ABSTRAK
i
LEMBAR PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT
Adapun bagian-bagian tertentu dalam penulisan laporan PTK yang saya kutip dari
hasil karya orang lain telah dituliskan dalam sumbernya secara jelas sesuai dengan
norma, kaidah, dan etika penulisan karya ilmiah.
Apabila di kemudian hari ditemukan seluruh atau sebagian laporan PTK ini bukan
hasil karya sendiri atau adanya plagiasi dalam bagian-bagian tertentu, saya bersedia
menerima sanksi, sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.
ii
LEMBAR PENGESAHAN
Depok,
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Pustaka Guru Kelas
Suratman, [Link] Rita Yuni Dwi Astuti, [Link] Hendri Pratomo, [Link]
NIP.19720710 200501 1010 NIP. 19680602 200801 2 007 NIP. 198908112014031001
iii
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayahNya,
sehingga penulis dapat menyelesaikan PTK yang berjudul " Upaya Meningkatkan Hasil
Belajar Matematika Bangun Ruang Menggunakan Metode Mind Map Pada Siswa Kelas
V SD N Pasirgunung Selatan 1 Kecamatan Cimanggis Tahun Ajaran 2021/2022"
Penyusunan laporan Penelitian Tindakan Kelas ini tidak akan terwujud tanpa adan
ya pemberian kesempatan, dukungan dan bantuan dari berbagai pihak baik secara langsun
g maupun tidak langsung. Untuk itu penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-be
sarnya kepada
1. Ibu Hj. Ani Suhartini, [Link] selaku Kepala Sekolah SDN Pasirgunung Selatan
1.
2. Rekan sejawat yang telah meluangkan waktunya untuk menjadi observer dan
teman diskusi.
3. Orang tua yang senantiasa mendoakan penulis.
4. Istri dan anak-anakku tercinta yang telah memberikan support sehingga penulis
dapat menyelesaikan laporan PTK dengan baik.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa laporan PTK ini masih jauh dari sempurna. Oleh
karena itu, kami sangat mengharapkan adanya kritik, saran, dan masukan yang dapat
kami gunakan untuk menyempurnakan penulisan hasil penelitian mendatang.
Semoga Allah SWT selalu mencurahkan rahmat, bimbingan dan petunjukNya kepada
kita semua, Amin.
Depok,
Penulis
iv
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL i
……………………………………………………………… ii
ABSTRAK ………………………………………………………………………...
LEMBAR PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT …………………………………. iii
LEMBAR PENGESAHAN ………………………………………………………. iv
KATA PENGANTAR ……………………………………………………………. v
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………… vi
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah 1
…………………………………………………... 5
B. Identifikasi Masalah 6
………………………………………………………... 6
C. Pembatasan Masalah 6
……………………………………………………….. 6
D. Rumusan Masalah 6
………………………………………………………….. 7
E. Tujuan Penelitian 8
…………………………………………………………..
F. Manfaat Penelitian
………………………………………………………
1. Manfaat Teoritis
……………………………………………………
2. Manfaat Praktis …………………………………………………….
G. Definisi Operasional
……………………………………………………….
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian Belajar 10
……………………………………………………………... 10
1. Pengertian Belajar 11
v
………………………………………………… 11
2. Faktor yang mempengaruhi Belajar 13
……………………………………. 13
3. Pengertian Hasil Belajar 14
……………………………………………….. 16
B. Pembelajaran Matematika 17
…………………………………………………
1. Matematika
…………………………………………………………….
2. Pembelajaran Matematika
…………………………………………
3. Pengertian Bangun Ruang
…………………………………………..
4. Karakteristik Pelajaran Matematika
………………………………..
BAB III METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian 26
…………………………………………………………... 26
B. Setting Penelitian 27
………………………………………………………….. 28
vi
………………………………………………... 37
G. Instrumen Penelitian 37
………………………………………………………. 39
1. Observasi ………………………………………………………… 40
2. Tes ……………………………………………………………………..
3. Dokumentasi …………………………………………………………..
H. Teknik Analisis Data
………………………………………………………
1. Analisis Kuantitatif
…………………………………………………….
2. Analisis Kualitatif
………………………………………………………
I. Kriteria Keberhasilan Tindakan
…………………………………………
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Lokasi Penelitian 41
……………………………………………….. 41
vii
…………………………………………………. 61
1. Siklus I 62
………………………………………………………………… 62
a. Nilai Test ………………………………………………………….. 64
b. Hasil Observasi
…………………………………………………….
2. Siklus II ………………………………………………………………...
a. Nilai Test …………………………………………………………..
b. Hasil Observasi
…………………………………………………….
E. Pembahasan
………………………………………………………………..
1. Peningkatan Hasil Belajar Matematika ………………………………...
F. Keterbatasan Penelitian
……………………………………………………
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan …………………………………………………………………... 65
B. Saran ………………………………………………………………………. 65
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………. 67
LAMPIRAN ………………………………………………………………………. 70
viii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
sumber daya manusia yang berkualitas tinggi dimana hal ini merupakan
unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur dan yang saling
mengaplikasikan konsep atau algoritma secara luwes, akurat, efisien dan tepat
ix
dalam pemecahan masalah, b) memiliki sikap menghargai kegunaan
Matematika
x
dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat
dalam mempelajari Matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam
pemecahan masalah.
kepada peserta didik mulai Sekolah Dasar untuk membekali peserta didik
memiliki kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif serta
pelajaran Matematika.
2000:160-161).
11
menentukan keberhasilan pencapaian tujuan. Untuk itu dalam pemilihan
metode haruslah
12
kreatif dalam penyesuaiannya dengan tujuan pembelajaran (Sumiati dan Asra,
2007:11).
memperhatikan penjelasan dari guru. Hal tersebut nampak ketika guru sedang
menjelaskan masih ada beberapa siswa yang sibuk dengan teman sebangku dan
tidak bisa menjawab ketika diberi pertanyaan oleh guru. Bila ditilik lebih
lanjut, strategi yang diterapkan oleh guru dirasa kurang tepat sehingga materi
ceramah. Menurut Sumiati dan Asra (2007:98) dalam metode ini komunikasi
antar guru dan siswa pada umumnya searah. Hal ini menyebabkan kurangnya
matematika yang kurang menarik. Hal ini mengakibatkan siswa cepat bosan
dengan rata- rata nilai matematika yang masih rendah dan sebagian besar (58%)
nilai siswa masih berada di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 62.
Selain itu, rata-rata hasil belajar Matematika dalam ulangan tengah semester
13
Pasirgunung Selatan 1 paling rendah bila dibandingkan dengan mata pelajaran
lain. Terlihat dari rata-rata nilai UTS dan UAS berturut-turut adalah 65 dan 68.
dan pra sarana dapat mempengaruhi proses dan hasil dalam pembelajaran.
dengan sarana yang lebih lengkap maka pembelajaran dapat disampaikan secara
mempelajari (baca: menghafal) fakta, konsep, prinsip, hukum, teori dan gagasan
lainnya pada tingkat ingatan. Oleh karena itu, diperlukan sebuah inovasi dan
mental, pola berpikir yang orang gunakan untuk mengatasi situasi tertentu
di
14
lingkungan. Misalnya, bayi melihat benda yang diinginkan kemudian menangkap
benda yang dilihat tersebut sehingga membentuk skema yang tepat. Tony Buzan
mendapatkan ide baru dan merencanakan proyek. Mind Map adalah bentuk
penulisan catatan yang penuh warna dan bersifat visual, yang bisa dikerjakan
oleh satu orang atau sebuah tim terdiri atas beberapa orang. Di pusatnya
terdapat sebuah gagasan atau gambaran sentral. Kemudian gagasan utama ini
kesemuanya terhubung pada gagasan sentral ini. Disetiap cabang gagasan utama
secara lebih mendalam lagi. Faktor ini membuat Mind Map memiliki ruang
lingkup yang dalam dan luas, yang tidak dimiliki oleh daftar gagasan biasa. Dari
pendapat yang telah dikemukakan ahli, diketahui bahwa skema kognitif dan
metode Mind Map menempatkan daya visual dalam proses belajar. Dalam hal
ini, maka metode Mind Map diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar
B. Identifikasi Masalah
sebagai berikut :
3. Rendahnya rata-rata nilai ujian tengah semester dan ujian akhir semester
pembelajaran matematika.
C. Pembatasan Masalah
akan dibatasi pada masalah rendahnya rata-rata nilai ujian tengah semester
dan ujian akhir semester mata pelajaran Matematika pada siswa kelas V SD
D. Rumusan Masalah
Selatan 1.
E. Tujuan Penelitian
F. Manfaat Penelitian
16
1. Manfaat Teoritis
17
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran dalam usaha-
Sekolah Dasar. Hasil penelitian ini diharapkan juga dapat menjadi bahan kajian
bagi usaha penelitian lanjutan, perbandingan maupun tujuan lain yang relevan.
2. Manfaat Praktis
Penelitian ini diharapkan akan memberikan manfaat bagi siswa, guru dan
sekolah.
a. Bagi siswa :
Map.
lakukan sebelumnya.
b. Bagi guru
belajar siswa.
18
2) Membantu guru untuk melaksanakan kurikulum dan kegiatan
c. Bagi sekolah
G. Definisi Operasional
berikut :
1. Belajar
minat, watak dan penyesuaian diri yang dalam prosesnya terjadi interaksi
telah disebutkan.
2. Hasil Belajar
19
belajar dalam peneltian ini setelah dilakukan pembelajaran
Matematika
20
dengan menggunakan metode Mind Map siswa mencapai target sesuai
Kriteria Keberhasilan
Tindakan.
3. Pembelajaran Matematika
hasil belajar.
4. Mind Map
Metode yang dirancang oleh guru untuk membantu proses belajar siswa,
pelajaran kedalam bentuk peta atau grafik. Dalam penelitian ini, Peneliti
21
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian Belajar
1. Pengertian Belajar
ini yang dimaksudkan belajar berarti usaha untuk mengubah tingkah laku.
adalah proses perubahan tingkah laku individu yang relatif tetap sebagai
dua yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern adalah faktor
yang ada dalam diri individu yang sedang belajar, sedangkan faktor
ekstern adalah faktor yang ada diluar individu. Faktor intern belajar
siswa.
faktor internal yang mencakup kondisi siswa dan faktor pendekatan belajar
yang dalam hal ini digunakan metode Mind Map sebagai objek penelitian.
perubahan yang terjadi sebagai akibat dari kegiatan belajar yang telah
pemakaran
dari kecakapan-kecakapan potensial atau kapasitas yang dimiliki dan
Sukmadinata,2004:102-103).
macam hasil belajar sebagai yaitu: (1) Ketrampilan dan kebiasaan, (2)
a. Informasi verbal
b. Ketrampilan Intelektual
c. Strategi kognitif
d. Sikap
e. Ketrampilan motoris
Abdul Haris,
2009:20).
B. Pembelajaran Matematika
1. Matematika
mengenai ide dari pada mengenai bunyi Johnson dan Rising (Erman
Suatu jalan atau pola berpikir suatu seni, suatu bahasa dan suatu alat.
gambar.
2. Pembelajaran Matematika
Hamalik, 2005:57).
melibatkan siswa aktif dalam belajar, baik secara mental, fisik maupun
usaha
mencapai perubahan-perubahan yang relatif konstan dalam pengetahuan,
matematika.
Pembelajaran matematika juga merupakan proses pembentukan
secara optimal untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Untuk dapat
pembelajaran.
b. Rusuk adalah pertemuan dua sisi yang berupa ruas garis pada bangun
ruang.
c. Titik sudut adalah titik hasil pertemuan rusuk yang berjumlah tiga
atau lebih.
dan volume.
4. Karakteristik Pelajaran Matematika
Menurut Asep Jihad (2008:152-153) karakteristik yang
hierarkis terdiri empat tahap, yaitu sensori motorik, pra operasional, operasi
konkrit dan operasi formal. Tahap sensori motorik tergolong anak berusia
antara 0-2 tahun. Pada tahap ini anak belum mempunyai konsep tentang
objek yang tetap. Artinya anak hanya mengetahui apa yang ditangkap
oleh inderanya saja. Tahap pra operasional tergolong anak berusia 2-6/7
tahun. Pada tahap ini pada anak mulai timbul pertumbuhan kognitif. Tetapi
terbatas pasa apa yang dijumpainya. Tahap operasi kongkrit tergolong anak
berusia 6/7
-12 tahun. Pada tahap ini anak sudah mengetahui simbol-simbol
matematis. Tetapi anak pada tahap ini belum mampu menghadapi hal yang
anstrak. Selain
itu, egosentrisme anak mulai berkurang dan terlihat kecenderungan
dasar berusia antara 6-12 tahun yang memiliki karakteristik sebagai berikut :
Menurut Syamsu Yusuf (2006:178) pada usia Sekolah Dasar, daya pikir anak
sudah berkembang ke arah berfikir konkret dan rasional. Pada masa ini cara
mampu memperhatikan lebih dari satu dimensi (multi dimention) dalam waktu
Karakter anak yang telah disebutkan menjadi acuan dalam pengambilan data.
D. Mind Map
catatan yang penuh warna dan bersifat visual, yang bisa dikerjakan oleh satu
orang atau sebuah tim terdiri atas beberapa orang. Di pusatnya terdapat
utama, yang
kesemuanya terhubung pada gagasan sentral ini. Disetiap cabang
tema tersebut secara lebih mendalam. Dan pada cabang-sub-gagasan ini anda
gagasan secara lebih mendalam lagi. Faktor ini membuat Mind Map memiliki
ruang lingkup yang dalam dan luas, yang tidak dimiliki oleh daftar gagasan
biasa.
digunakan oleh guru untuk meningkatkan daya hafal siswa dan pemahaman
konsep siswa yang kuat, siswa juga dapat meningkatkan daya kreatifitas
metode untuk menyimpan suatu informasi yang diterima oleh seseorang dan
pemikiran)
merupakan satu bentuk metode pembelajaran yang efektif untuk
bertujuan membuat materi pembelajaran terpola secara visual dan grafis yang
informasi yang telah dipelajari. Menurut Tony Buzan (2004:68) Mind Map
akan menciptakan suatu hasil peta pemikiran berupa konsep materi yang beru
dan berbeda. Peta pemikiran merupakan salah satu produk kreatif yang
berjudul “Buku Pintar Mind Map” menunjukkan bahwa Mind Map (peta
Pemikiran) ini akan membantu anak: (1) mudah mengingat sesuatu; (2)
motivasi dan konsentrasi; (4) mengingat dan menghafal menjadi lebih cepat.
Tony Buzan juga menunjukkan bahwa siswa akan menghafal dengan cepat
untuk berhasil.
Dari uraian diatas, dapat diketahui bahwa metode Mind Map (peta
pemikiran) adalah metode yang dirancang oleh guru untuk membantu proses
diterima oleh siswa, dan membantu siswa menyusun inti-inti yang penting
kelebihan Mind Map antara lain; (1) catatan lebih padat, jelas dan terfokus
pada inti materi, (2) tema utama terdefinisi secara sangat jelas karena
lebih baik, (5) informasi baru setelahnya dapat segera digabungkan tanpa
mengingat, (6) Enak dilihat, dibaca, direnungkan dan diingat dan (7) Menarik
metode Mind Map pada penelitian ini, dengan pertimbangan siswa akan
ini adalah :
tengah kertas.
memberi nama pada setiap lekuk garis yang dibuat tentang bangun
ruang.
meningkatkan motivasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari: (1) data
(2) Data hasil angket motivasi siswa mengalami peningkatan dari siklus I
ke siklus II sebesar
66,70% menjadi 79,94% dengan kategori tinggi. (3) Rata-rata hasil tes siklus
menjasii 90,18 pada siklus II. (4) Dari hasil wawancara diperoleh keterangan
F. Kerangka Berpikir
yang
disampaikan guru. Dahulu sebelum tugas pendidik beragam seperti sekarang,
banyak sekolah yang kurang peduli terhadap catatan siswa dan kurang
yang diajarkan.
pelajaran. Sehingga daya ingat siswa terhadap materi yang diajarkan akan
lebih kuat. Hal tersebut tentu akan berakibat pada meningkatnya hasil belajar
siswa.
G. Hipotesis Tindakan
2019/2020.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Mind Map. Artinya dalam penelitian ini terdapat proses kegiatan guru dan
B. Setting Penelitian
lokasi dan gambaran tentang kelompok subjek yang dikenai tindakan. Jenis
yang
dilaksanakan di SD Negeri Pasirgunung Selatan 1 pada semester 2 tahun
sebagai berikut :
atau orang tempat variabel penelitian melekat. Subjek Penelitian ini adalah
penelitian ini adalah proses penerapan metode Mind Map (peta pemikiran)
1.
D. Desain Penelitian
merupakan rangkaian dalam satu siklus dan jumlah siklus yang dilakukan
Siklus 1
Perencanaan
Tindakan
Refleksi
Siklus 2
Perencanaan
Tindakan
Refleksi
a. Perencanan
matematika.
kegiatan pembelajaran.
c. Pengamatan (observasi)
tindakan berlangsung.
Pada penelitian ini peneliti dibantu oleh satu orang observer bernama
telah dibuat. Aspek-aspek yang diamati adalah keaktivan siswa dan kinerja
guru selama proses pembelajaran berlangsung serta hasil tes pada akhir
siklus. Hasil analisis data yang dilaksanakan dalam tahap ini digunakan
d. Refleksi
yang terjadi selama menerapkan pembelajaran ini. Hasil analisis data yang
siklus berikutnya. Secara rinci kegiatan refleksi dari siklus ini antara lain :
matematika.
selanjutnya.
G. Instrumen Penelitian
merupakan alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam
aspek yang akan diukur dengan berlandaskan pada teori tertentu. Ahli
penelitian tersebut
dapat digunakan. Adapun teknik pengumpulan data yang akan digunakan
1. Observasi
2. Tes
subjektif. Dalam penelitian ini yang akan diberikan adalah tes objektif
3. Dokumentasi
dokumentasi foto.
1. Analisis Kuantitatif
diperoleh dari hasil tes secara tertulis. Hasil analisis tes secara kuantitatif
sebagai berikut :
∑ݔ
Nilai rata-rata = , dimana ∑ = ݔjumlah skor dan
n=banyaknya ݊
No Persentase Kategori
adalah 62.
selanjutnya adalah memberi skor setiap butir. Jika ‘ya’ maka butir
tersebut diberi skor 1 dan jika ‘tidak’ maka diberi skor 0. Kemudian
pembelajaran.
sebagai berikut:
c. Mengkategorisasikan
pada kategori “tuntas” yaitu jika nilai yang diperoleh siswa ≥ 62 setelah
mendukung untuk diterapkan Metode Mind Map. Hal ini ditandai dengan
suasana kelas yang cukup kondusif dan tersedia sarana prasarana yang
memadai untuk diterapkannya metode tersebut antara lain papan tulis, media
Map bisa diterapkan dengan variasi yang lebih baik. Untuk itu peneliti
Penelitian.
rendah dibanding lima mata pelajaran yang lain, (2) hasil pengamatan
pada bulan Mei 2020 sampai selesai, yaitu didapatkan target hasil belajar
semua siswa tuntas. Adapun batas ketuntasan pada penelitian ini ditentukan
4
Saat proses pembelajaran berlangsung guru berkeliling memeriksa
dan membimbing para siswa. Guru bertanya kepada siswa sudah paham
atau belum materi pelajaran yang diberikan kepada siswa. Namun sebagian
pembelajaran. Selain itu, ketika siswa diberi soal latihan tidak semua
siswa mengerjakan soal atau tugas yang diberikan oleh guru. Sebagian
memberikan tes pra tindakan. Adapun Tabulasi data kondisi awal nilai
Tabel 6
Nilai Kondisi Awal
Kompetensi Mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang sederhana Siswa Kelas
V
SD Negeri Pasirgunung
Selatan 1
Nilai Ketuntasan
No responden Pre-test (>62)
1 70 Tuntas
2 60 Tidak Tuntas
3 40 Tidak Tuntas
4 80 Tuntas
5 70 Tuntas
6 50 Tidak Tuntas
7 60 Tidak Tuntas
8 50 Tidak Tuntas
4
Nilai Ketuntasan
No responden
Pre-test (>62)
9 70 Tuntas
10 50 Tidak Tuntas
11 50 Tidak Tuntas
12 50 Tidak Tuntas
13 60 Tidak Tuntas
14 60 Tidak Tuntas
15 90 Tuntas
16 50 Tidak Tuntas
17 60 Tidak Tuntas
18 60 Tidak Tuntas
19 60 Tidak Tuntas
20 70 Tuntas
21 50 Tidak Tuntas
22 50 Tidak Tuntas
23 60 Tidak Tuntas
24 50 Tidak Tuntas
25 80 Tuntas
26 60 Tidak Tuntas
27 60 Tidak Tuntas
28 70 Tuntas
29 70 Tuntas
30 70 Tuntas
31 70 Tuntas
32 70 Tuntas
34 40 Tidak Tuntas
35 40 Tidak Tuntas
36 60 Tidak Tuntas
37 60 Tidak Tuntas
sederhana sebelum dilakukan tindakan kelas, secara visual disajikan pada grafik
berikut ini:
4
Tuntas
32,4%
Tidak Tuntas
67,6%
Gambar 2
Kentuntasan Kompetensi (Kondisi Awal)
Siswa Kelas V SD Negeri Pasirgunung
Selatan 1
Matematika.
4
Tabel 7 Jadwal Pelajaran Matematika Kelas V
Metode Mind Map adalah metode yang dirancang oleh guru untuk
pelajaran yang diterima oleh siswa, dan membantu siswa menyusun inti-inti
yang penting dari materi pelajaran kedalam bentuk peta atau grafik.
Siklus
Hari/ tanggal Keterangan
Ke
Siswa mengidentifikasi sifat-sifat bangun
ruang sederhana.
Rabu, 22 Mei Siswa membuat catatan materi
2020 mengidentifikasi sifat-sifat bangun
ruang
I sederhana dengan Metode Mind Map
Siswa mengerjakan LKS
Siswa mengulang materi siklus pertama
Sabtu, 25 Mei secara ringkas
2020
Siswa mengerjakan soal evaluasi siklus I
4
Siklus
Hari/ tanggal Keterangan
Ke
Mind Map
Siswa mengerjakan LKS yang diberikan
menggunakan metode Mind Map.
Siswa mengulang materi menentukan
Rabu, 29 Mei jaring-jaring bangun ruang sederhana
2020 secara ringkas
Siswa mengerjakan soal evaluasi siklus II
Tes akhir Siklus II
1. Kegiatan Pada Siklus 1
a. Perencanaan Tindakan
pembelajaran.
Map.
b. Pelaksanaan Tindakan
4
Kegiatan pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan rencana
Mind Map. Catatan Mind Map siswa satu sama lain berbeda
mengerjakannya.
c. Refleksi
4
perencanaan yang dapat mengatasi masalah tyang ditemukan.
Adapun
4
permasalahan-permasalahan yang muncul ketika
pertanyaan dan siswa lain hanya bersedia jika ditunjuk oleh guru.
diajarkan.
peneliti.
ruang sederhana.
5
4) Guru memanfaatkan penggunaan alat tulis dengan variasi warna
a. Perencanaan Tindakan
pembelajaran.
Map.
b. Pelaksanaan Tindakan
5
Pertemuan pertama pada siklus II diawali dengan pengarahan
Mind Map. Materi ini disampaikan dengan ceramah dan tanya jawab.
c. Refleksi
peneliti dan guru mengkaji kembali data yang telah diperoleh selama
arahan, dan perhatian kepada siswa. Dengan cara ini, siswa menjadi
tidak malu lagi untuk bertanya kepada guru maupun peneliti sehingga
metode
5
yang bervariasi dan media belajar yang ada dikelas, siswa dapat
siswa selanjutnya.
serta memberikan latihan soal pada siswa agar siswa lebih percaya
Map dilihat dari nilai Tes akhir siklus dan data hasil observasi.
1. Siklus I
Dengan
5
demikian peneliti tahu apa saja yang masih belum dipahami. Siswa
dengan baik maka masih ada beberapa siswa yang mengerjakan tidak
sebagai berikut;
a. Nilai Test
Tabel 9
Nilai Tes Siklus 1
Kompetensi Mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang sederhana Siswa Kelas
V
SD Negeri Pasirgunung Selatan 1, Setelah
Siklus I
Nilai Peningkatan
No responden Ketuntasan
Pre-test Siklus I (%)
1 70 80 14,29 Tuntas
2 60 80 33,33 Tuntas
3 40 50 25,00 Tidak Tuntas
4 80 100 25,00 Tuntas
5
5 70 90 28,57 Tuntas
6 50 70 40,00 Tuntas
7 60 90 50,00 Tuntas
5
Nilai Peningkatan
No responden Ketuntasan
Pre-test Siklus I (%)
8 50 60 20,00 Tidak Tuntas
9 70 90 28,57 Tuntas
10 50 100 100,00 Tuntas
11 50 50 0,00 Tidak Tuntas
12 50 80 60,00 Tuntas
13 60 90 50,00 Tuntas
14 60 90 50,00 Tuntas
15 90 90 0,00 Tuntas
16 50 70 40,00 Tuntas
17 60 80 33,33 Tuntas
18 60 90 50,00 Tuntas
19 60 90 50,00 Tuntas
20 70 80 14,29 Tuntas
21 50 70 40,00 Tuntas
22 50 80 60,00 Tuntas
23 60 80 33,33 Tuntas
24 50 70 40,00 Tuntas
25 80 90 12,50 Tuntas
26 60 80 33,33 Tuntas
27 60 80 33,33 Tuntas
28 70 90 28,57 Tuntas
29 70 90 28,57 Tuntas
30 70 80 14,29 Tuntas
31 70 90 28,57 Tuntas
32 70 90 28,57 Tuntas
33 40 50 25,00 Tidak Tuntas
34 40 50 25,00 Tidak Tuntas
35 60 70 16,67 Tuntas
36 60 70 16,67 Tuntas
37 60 90 50,00 Tuntas
setelah dilakukan tindakan kelas pada siklus I, secara visual disajikan pada
5
Tidak Tuntas
13,5%
Tuntas
86,5%
Gambar 3
Ketuntasan Kompetensi (setelah siklus 1) Mengidentifikasi sifat-sifat
bangun ruang pada siswa kelas V SD Negeri
Pasirgunung Selatan 1
tindakan kelas dengan penggunaan metode Mind Map pada siklus pertama,
5
menjadi 86,5% atau terjadi penurunan siswa yang tidak tuntas, yang tadinya
kenaikan tersebut dirasa belum cukup memuaskan karena masih ada siswa
yang belum tuntas dengan KKM atau nilai ketuntasan minimal adalah 62.
b. Hasil Observasi
dari 15 item yang diamati hanya 7 item (46,7%) saja yang sudah terpenuhi.
Hasil ini tentu masih jauh dari batas keberhasilan yaitu pada
2. Siklus II
ruang, dan alat yang dibutuhkan untuk menerapkan metode Mind Map.
5
cara membuat catatan dengan Metode Mind Map disertai dengan
penggunaan variasi warna pada catatan Mind Map yang pada siklus I belum
diterapkan. Siswa juga membuat catatan Mind Map sesuai dengan ide dari
dengan Mind Map yang sebelumnya telah disampaikan kepada siswa cara
dan mempunyai selimut serta titik puncak. Selanjutnya peneliti dan siswa
bangun ruang.
5
Tes siklus II diberikan setelah semua kegiatan tersebut dilalui
a. Nilai Test
Tabel 10
Nilai Tes Siklus 2
Kompetensi Menentukan Jaring-jaring berbagai bangun ruang sederhana
Siswa
Kelas V SD Negeri Pasirgunung
Selatan 1
No Nilai Peningkatan
Ketuntasan
responden Pre-test Siklus I Siklus II (%)
1 70 80 100 25,00 Tuntas
2 60 80 100 25,00 Tuntas
3 40 50 70 40,00 Tuntas
4 80 100 90 -10,00 Tuntas
5 70 90 90 0,00 Tuntas
6 50 70 70 0,00 Tuntas
7 60 90 90 0,00 Tuntas
8 50 60 90 50,00 Tuntas
9 70 90 100 11,11 Tuntas
10 50 100 80 -20,00 Tuntas
11 50 50 70 40,00 Tuntas
12 50 80 100 25,00 Tuntas
13 60 90 80 -11,11 Tuntas
14 60 90 90 0,00 Tuntas
5
No Nilai Peningkatan
Ketuntasan
responden Pre-test Siklus I Siklus II (%)
15 90 90 90 0,00 Tuntas
16 50 70 80 14,29 Tuntas
17 60 80 90 12,50 Tuntas
18 60 90 80 -11,11 Tuntas
19 60 90 70 -22,22 Tuntas
20 70 80 90 12,50 Tuntas
21 50 70 80 14,29 Tuntas
22 50 80 100 25,00 Tuntas
23 60 80 100 25,00 Tuntas
24 50 70 100 42,86 Tuntas
25 80 90 80 -11,11 Tuntas
26 60 80 80 0,00 Tuntas
27 60 80 90 12,50 Tuntas
28 70 90 70 -22,22 Tuntas
29 70 90 90 0,00 Tuntas
30 70 80 100 25,00 Tuntas
31 70 90 90 0,00 Tuntas
32 70 90 100 11,11 Tuntas
33 40 50 70 40,00 Tuntas
34 40 50 90 80,00 Tuntas
35 60 70 90 28,57 Tuntas
36 60 70 80 14,29 Tuntas
37 60 90 100 11,11 Tuntas
6
Tidak Tuntas
0,0%
Tuntas
100,0%
Gambar 5
Ketuntasan Kompetensi (setelah siklus 2)
Menentukan jaring-jaring berbagai bangun ruang sederhana Siswa Kelas V SD
Negeri Pasirgunung
Selatan 1
sederhana.
siswa yang tuntas dan pada siklus satu 86,5% siswa yang tuntas; pada
6
akhir siklus II ini semua (100%) siswa tuntas dalam kompetensi
6
bangun ruang sederhana. Peningkatan tersebut secara visual disajikan
100
90
80
70
60 kondisi awal
50
setelah siklus 1
40
setelah siklus 2 setelah siklus 2
30
20 setelah siklus 1
10
0 kondisi awal
persentase
ketuntasan
b. Hasil observasi
demikian hasil observasi pada siklus II sudah memenuhi target karena berada
6
E. Pembahasan
hanya sebanyak
bangun ruang sederhana sebesar 79,46. Angka ini memang sudah di atas
nilai ketuntasan yang ditentukan, yaitu 62. Akan tetapi dari 37 orang
siswa, masih terdapat 5 orang siswa yang belum tuntas pada kompetensi
pendapat oleh guru beberapa siswa cenderung diam karena malu. Bahkan
ketika pembelajaran
6
berlangsung ada sebagian anak yang berbuat gaduh dikelas
tuntas.
signifikan, karena dari 67,6% siswa yang belum tuntas menjadi 100%
ruang sederhana.
6
Selain itu, data observasi pun mengalami peningkatan yang
yakni berada pada kategori ‘sedang’. Sementara hasil olah data observasi
siklus
pelajaran 2019/2020.
F. Keterbatasan Penelitian
pemahaman atau C2
6
BAB V
A. Simpulan
data
Tamanagung
4.
B. Saran
6
1. Diharapkan kepada guru kelas supaya menggunakan metode Mind
bangun ruang.
Matematika.
6
DAFTAR PUSTAKA
Buzan. Tony dan Barry. (2004) . Mind Map: untuk Meningkatkan Kreativitas.
Jakarta Gramedia: Pustaka Utama.
Buzan. Tony. (2004). Memahami Peta Pemikiran : The Mind Map Book. Batam:
Interaksa.
[Link]. (2005). Brain Child Cara Pintar membuat Anak jadi Pintar. Jakarta:
Gramedia.
Jensen. Eric dan Karen Makowitz. (2002). Otak Sejuta Gygabite: Buku Pintar
Membangun Ingatan Super. Kaifa: Bandung.
6
Oemar Hamalik. (2005). Kurikulum dan Pembelaqjaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Rumini Sri. (2002). Psikologi Pendidikan. Depok: UPP IKIP Depok. Sugiarto.
Suharjo. (2006). Mengenal Pendidikan Sekolah Dasar Teori dan Praktek. Jalarta:
Dirjen Dikti.
Aksara.
Syamsu Yusuf Ln. (2006). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung:
PT Remaja Rosdakarya.
Syarifah Ety. (2009). Analisis dan Interpretasi Data dalam Penelitian Tindakan
Kelas. Semarang: Bandungan Institute.
6
Wina Sanjaya. (2009). Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Kencana Prenada.
69
Lampiran 2 Soal Pra Siklus
Nama :
Kelas :
Nomor :
Soal Evaluasi!
Pilihlah jawaban a, b, c atau d dengan member tanda silang (x) pada jawaban
yang tepat!
1. Sebuah benda ruang yang dibatasi oleh tiga pasang (enam buah)
persegi berukuran sama disebut ....
a. limas
b. tabung
c. kubus
d. Balok
2. Nama lain dari Kubus adalah…
a. Limas Segi Empat
b. Prisma Segi Empat
c. Prisma Segitiga
d. Limas Segitiga
3. Berikut nama benda yang berbentuk kubus adalah…
a. Mainan rubrik
b. Almari
c. Televisi
d. Piramid
4. Dari nama-nama berikut yang berbentuk Balok adalah
.... a. Gelas
b. Roda
c. Guling
d. Almari
5. Limas segi 4 mempunyai titik sudut sebanyak . . . .
a. 4
b. 5
c. 16
d. 24
6. Limas segi 4 mempunyai sisi-sisi berbentuk segitiga sebanyak . . . .
a. 4
b. 6
c. 8
7
d. 10
7. Benda berikut yang berbentuk limas segi empat adalah…
a. Mainan Rubrik
b. Almari
c. Televisi
d. Piramid
8. Yang merupakan sifat limas adalah kecuali . . . .
a. Terdiri atas sisi alas dan sisi
miring.
b. Terdiri atas sisi alas, sisi atas dan sisi
tegak.
c. Sisi miring berbentuk
segitiga.
d. Memiliki tinggi yang merupakan jarak dari alas ke titik
puncak.
9. Bangun ruang yang tidak memiliki rusuk adalah . .
. a. Limas.
b. Kerucut.
c. Tabung.
d. Bola.
a. ABFE
b. EFGH
c. BCGF
d. BCHF
7
Kunci Jawaban Soal Pra Siklus
1. C
2. B
3. A
4. D
5. B
6. A
7. D
8. B
9. D
10. C
7
Lampiran 3
3.1 RPP Siklus I
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
A. Standar Kompetensi
Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun.
B. Kompetensi Dasar
6.2 Mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang.
C. Indikator
1. Kognitif
Mampu mengidentifikasi sifat- sifat bangun ruang
2. Afektif
Bertanggung jawab terhadap tugas.
3. Psikomotor
Mencatat dengan Mind Map
D. Tujuan Pembelajaran
1. Kognitif
a. Melalui penjelasan dari guru dan contoh yang diberikan, siswa dapat
mengidentifikasi sifat-sifat bangun ruang dengan benar.
b. Melalui penjelasan dari guru dan tugas yang diberikan, siswa dapat
memahami sifat-sifat bangun ruang dengan benar.
c. Melalui kegiatan tanya jawab, siswa dapat menyebutkan sifat –
sifat bangun ruang dengan benar.
2. Afektif
8
Melalui tugas yang diberikan, siswa dapat bertanggung jawab
terhadap tugas dengan baik.
3. Psikomotor
Melalui metode Mind Map, siswa dapat menyebutkan dan menuliskan
sifat-sifat bangun ruang dengan baik.
E. Materi Pembelajaran
Bangun Ruang
F. Metode Pembelajaran
Ceramah, Mind Map, tanya jawab, dan tugas
G. Kegiatan Pembelajaran
No Kegiatan Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
Guru mengkondisikan kelas.
Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam.
Salah satu siswa untuk memimpin berdoa.
Siswa melakukan presensi.
Siswa menjawab pertanyaan guru : “Anak-anak, ayo
sebutkan barang-barang yang pernah kalian lihat
yang ada disekitarmu? (siswa menyebutkan macam-
macam benda di kelas, misalnya kardus kapur, kaleng,
dll).
Siswa mengaitkan apersepsi dangan materi pelajaran.
Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang tujuan
pembelajaran yang akan dicapai.
2. Kegiatan Inti
Eksplorasi:
Siswa melakukan tanya jawab dengan guru tentang
materi.
Siswa menggunakan kertas putih tanpa garis dan alat
tulis.
8
Siswa membuat gambar dan tulisan sebagai subjek
utama di tengah-tengah kertas.
Siswa membuat garis berlekuk yang menyambung
subjek utama, dan memberi nama pada setiap lekuk
garis yang dibuat tentang bangun ruang.
Elaborasi:
Siswa diminta berkelompok dengan 3 orang temannya.
Siswa diberi LKS oleh guru.
Secara berkelompok, siswa mengerjakan LKS yang
dibagiakan oleh guru.
Guru membimbing siswa dalam kerja kelompok.
Siswa diminta menuliskan jawaban hasil pekerjaannya.
Siswa bersama guru mengoreksi jawaban.
Konfirmasi
Siswa diberi kesempatan untuk bertanya.
Guru memberikan penekanan pada materi sifat-sifat
bangun ruang yang belum dimengerti siswa.
8
a. Spidol atau kapur
I. Penilaian :
1. Penilaian Kognitif
a. Teknik Penilaian : tes tertulis (objektif)
b. Rubrik penilaian :
No Jawaban Skor
1 10
2 10
3 10
4 10
5 10
6 10
7 10
8 10
9 10
10 10
Jumlah 100
2. Penilaian Afektif
a. Teknik Penilaian: non tes (pengamatan)
b. Rubrik Penilaian:
No. Aspek Penilaian Skor
1. Bertanggung jawab 1–5
3. Penilaian Psikomotor
a. Teknik Penilaian: non tes (pengamatan)
b. Rubrik Penilaian:
No Aspek Penilaian Skor
1 Kerapian 1–5
8
2 = kurang
3 = cukup
4 = baik
5 = sangat baik
4. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
Pembelajaran dikatakan berhasil jika 75% siswa mendapatkan nilai ≥
62.
J. Lampiran
1. Ringkasan Materi
2. Lembar Kerja Siswa
3. Kunci Jawaban Lembar Kerja Siswa
4. Soal Evaluasi
5. Kunci Jawaban Soal Evaluasi
8
LEMBAR KERJA SISWA (LKS)
SIKLUS I
8
86
3.2 RPP Siklus II
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
A. Standar Kompetensi
Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun.
B. Kompetensi Dasar
6.3 Menentukan jaring-jaring berbagai bangun ruang sederhana
C. Indikator
1. Kognitif
Mampu Menentukan jaring-jaring berbagai bangun ruang sederhana
2. Afektif
Bertanggung jawab terhadap tugas.
3. Psikomotor
Mencatat dengan Mind Map
D. Tujuan Pembelajaran
1. Kognitif
a. Melalui penjelasan dari guru dan contoh yang diberikan, siswa dapat
mengenal dan mampu menentukan jaring-jaring berbagai bangun
ruang sederhana dengan benar.
b. Melalui penjelasan dari guru dan tugas yang diberikan, siswa dapat
memahami jaring-jaring balok dan kubus dengan benar.
c. Melalui kegiatan tanya jawab, siswa dapat menentukan jaring-jaring
balok dan kubus dengan benar.
2. Afektif
8
Melalui tugas yang diberikan, siswa dapat bertanggung jawab
terhadap tugas dengan baik.
3. Psikomotor
Melalui metode Mind Map, siswa dapat menentukan jaring-jaring
berbagai bangun ruang sederhana dengan baik.
E. Materi Pembelajaran
Bangun Ruang
F. Metode Pembelajaran
Ceramah, Mind Map, tanya jawab, dan tugas
G. Kegiatan Pembelajaran
No Kegiatan Waktu
(menit)
1. Kegiatan Awal
Guru mengkondisikan kelas.
Guru membuka pelajaran dengan mengucap salam.
Salah satu siswa untuk memimpin berdoa.
Siswa melakukan presensi.
Siswa menjawab pertanyaan guru : “Anak-anak, ayo
sebutkan barang-barang yang pernah kalian lihat yang
ada disekitarmu? (siswa menyebutkan macam-macam
benda di kelas, misalnya kardus kapur, kaleng, dll).
Siswa mengaitkan apersepsi dangan materi pelajaran.
Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang tujuan
pembelajaran yang akan dicapai.
2. Kegiatan Inti
Eksplorasi:
Siswa melakukan tanya jawab dengan guru tentang
materi.
Siswa menggunakan kertas putih tanpa garis dan alat
tulis berwarna.
8
Siswa membuat gambar dan tulisan sebagai subjek
utama di tengah-tengah kertas.
Siswa membuat garis berlekuk yang menyambung
subjek utama, dan memberi nama pada setiap lekuk
garis yang dibuat tentang bangun ruang.
Elaborasi:
Siswa diminta berkelompok dengan 3 orang temannya.
Siswa diberi LKS oleh guru.
Secara berkelompok, siswa mengerjakan LKS yang
dibagiakan oleh guru.
Guru membimbing siswa dalam kerja kelompok.
Siswa diminta menuliskan jawaban hasil pekerjaannya.
Siswa bersama guru mengoreksi jawaban.
Konfirmasi
Siswa diberi kesempatan untuk bertanya.
Guru memberikan penekanan pada materi sifat-sifat
bangun ruang yang belum dimengerti siswa.
8
2. Media
b. Spidol atau kapur Warna-warni
I. Penilaian :
1. Penilaian Kognitif
a. Teknik Penilaian : tes tertulis (objektif)
b. Rubrik penilaian :
No Jawaban Skor
1 10
2 10
3 10
4 10
5 10
6 10
7 10
8 10
9 10
10 10
Jumlah 100
2. Penilaian Afektif
a. Teknik Penilaian: non tes (pengamatan)
b. Rubrik Penilaian:
No. Aspek Penilaian Skor
1. Bertanggung jawab 1–5
3. Penilaian Psikomotor
a. Teknik Penilaian: non tes (pengamatan)
b. Rubrik Penilaian:
No Aspek Penilaian Skor
1 Kerapian 1-5
9
Keterangan rentang skor :
1 = sangat kurang
2 = kurang
3 = cukup
4 = baik
5 = sangat baik
4. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
Pembelajaran dikatakan berhasil jika 75% siswa mendapatkan nilai ≥
62.
J. Lampiran
1. Ringkasan Materi
2. Lembar Kerja Siswa
3. Soal Evaluasi
4. Kunci Jawaban Soal Evaluasi
9
LEMBAR KERJA SISWA (LKS)
SIKLUS II
9
93
3.3 Kisi-kisi Instrumen
9
3.4 Soal Siklus I
Nama :
Kelas :
Nomor :
Soal Evaluasi!
Pilihlah jawaban a, b, c atau d dengan member tanda silang (x) pada jawaban
yang tepat!
1. Sebuah benda ruang yang dibatasi oleh tiga pasang (enam buah)
persegi panjang di mana setiap pasang persegi panjang sejajar
(berhadapan) berukuran sama disebut ....
a. limas
b. tabung
c. kubus
d. Balok
2. Garis yang merupakan pertemuan dari dua sisi bangun ruang adalah ....
a. Rusuk
b. Sudut
c. Sisi
d. Titik Puncak
3. Balok mempunyai titik sudut sebanyak . . . .
a. 8
b. 12
c. 16
d. 24
4. Limas segi 4 mempunyai sisi-sisi berbentuk segitiga sebanyak . . . .
a. 5
b. 6
c. 8
d. 10
5. Berikut ini merupakan sifat-sifat tabung kecuali…
a. mempunyai sisi sebanyak 3 buah, yaitu sisi alas, tutup dan
selimut b. Tidak mempunyai titik sudut.
c. Sisi-sisi tegak berbentuk
segitiga
d. Bidang atas dan bidang alas berbentuk lingkaran dengan ukuran
sama.
6. Yang merupakan sifat limas adalah . . . .
a. Terdiri atas sisi alas dan sisi miring.
b. Terdiri atas sisi alas, sisi atas dan sisi
tegak.
c. Sisi miring berbentuk persegi.
9
d. Sisi alas berbentuk segitiga, segi empat, segi lima atau yang
lain.
9
7. Bangun ruang yang memiliki rusuk lengkung adalah . .
. a. Limas, segitiga dan bola.
b. Tabung dan kerucut.
c. Tabung dan prisma segitiga.
d. Bola dan kerucut.
a. ABFE
b. EFGH
c. DCGH
d. BCHF
b. HIJK. LMNO
c. ABCD. EFGH
d. OPQR. STUV
a. DC, EF dan HG
b. AE, BF dan DH
c. EH, FG dan BC
d. FG, AE dan EF
9
Kunci Soal siklus 1
1. D
2. A
3. A
4. A
5. C
6. A
7. B
8. B
9. C
10. A
9
3.5 Soal Siklus 2
Nama :
Kelas :
Nomor :
a.
b.
9
c.
d.
a.
b.
c.
d.
1
6. Jaring-jaring di bawah ini yang merupakan jaring-jaring kubus, kecuali ....
a.
b.
c.
d.
.... a.
b.
c.
d.
8. Aku terdiri dari 1 bidang alas dan 1 selimut. Aku adalah jaring-jaring
.... a. Kubus
b. Kerucut
c. Balok
d. Tabung
9. Gambar di bawah ini yang termasuk jaring-jaring kerucut adalah
.... a.
b.
c.
d.
10. Aku suatu bangun ruang yang mempunyai titik puncak dan
aku mempunyai alas lingkaran. Siapakah aku ....
a. Kubus
b. Kerucut
c. Balok
d. Limas
Kunci Soal Siklus 2
1. B
2. A
3. D
4. A
5. C
6. D
7. A
8. B
9. A
10. B
3.6 Lembar Observasi
PEDOMAN OBSERVASI
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Catatan:……………………………………………………………………………
…………….………………………………………………………………………
…………………………....
Depok,……………………..
Lembar Observasi Kegiatan Pembelajaran Matematika Siklus
Guru pengampu :
Kelas :
Hari/tanggal :
Siklus Pertemuan ke :
Materi Pokok :
Observer :
Berilah tanda (√) pada salah satu kolom ya atau tidak yang tersedia dan
deskripsikan hasil pengamatan sesuai dengan apa yang anda amati selama
proses pembelajaran berlangsung!
Observer
Galuh Ayuningtyas
PEDOMAN OBSERVASI
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Catatan:……………………………………………………………………………
…………….………………………………………………………………………
…………………………....
Depok,……………………..
Lembar Observasi Kegiatan Pembelajaran Matematika Siklus
Guru pengampu :
Kelas :
Hari/tanggal :
Siklus Pertemuan ke :
Materi Pokok :
Observer :
Berilah tanda (√) pada salah satu kolom ya atau tidak yang tersedia dan
deskripsikan hasil pengamatan sesuai dengan apa yang anda amati selama
proses pembelajaran berlangsung!
Observer
11
Lampiran 4
11
111
112
4.2 Analisis Data Observasi
113
114