LAPORAN PRATIKUM BUDIDAYA TANAMAN
KANGKUNG ( Ipomoeaaquatica L)
DISUSUN OLEH :
RAHMAH ARINDA (2242011)
MATA KULIAH :
DASAR-DASAR AGRONOMI
DOSEN PENGAMPU :
FIRNAWATI SAKALENA S.P,[Link]
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BATURAJA
2022/2023
[Link] Penghulu No.2301,Karang Sari,Baturaja,[Link],[Link]
Timur,Kabupaten Ogan Komering Ulu,Sumatera Selatan 32115
i
KATA PENGATAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat dan
rahmatnya, penulis dapat menyelesaikan penyusunan laporan praktikum agronomi yang
berjudul “Budidaya Tanaman Kangkung Darat (Ipomoea Reptana)” dengan baik dan tepat
waktu. .Laporan ini saya susun untuk melengkapi salah satu tugas mata kuliah Praktikum
Agronomi yang diberikan oleh Ibu Firnawati Sakalena,S.P.,[Link]. sebagai dosen pembimbing
mata kuliah.
Ucapan terimakasih saya sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dalam
menyelesaikan laporan ini. Saya selaku penulis sadar bahwa laporan ini masih jauh dari
kesempurnaan. Untuk itu saya memohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisan
dan penyampaian materi dalam laporan ini. Selanjutnya kami mengharapkan kritik dan saran
dari para pembaca untuk penulisan laporan yang lebih baik lagi. Semoga laporan ini
bermanfaat bagi kita.
Baturaja, Maret 2023
RAHMAH ARINDA
i
DAFTAR ISI
KATA PENGATAR.................................................................................................................ii
DAFTAR ISIBAB I.................................................................................................................iii
PENDAHULUAN.....................................................................................................................1
A. Latar Belakang................................................................................................................1
B. Rumusan Masalah...........................................................................................................2
C. Tujuan.............................................................................................................................2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA..............................................................................................3
A. Klasifikasi Tanaman Kangkung......................................................................................3
B. Morfologi Tanaman Kangkung.......................................................................................4
C. Syarat Tumbuh Tanaman Kangkung..............................................................................5
D. Kandungan dan Manfaat Tanaman.................................................................................5
E. Pupuk Organik dan Anorganik........................................................................................6
F. Hama dan Penyakit......................................................................................7
BAB III PELAKSANAAN PRAKTIKUM............................................................................7
A. Tempat dan waktu...........................................................................................................7
B. Bahan dan alat.................................................................................................................7
C. Cara kerja........................................................................................................................7
D. Pemeliharaan...................................................................................................................8
E. Pengamatan.....................................................................................................................9
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN................................................................................11
A. Hasil..............................................................................................................................11
A. Pembahasan...................................................................................................................11
BAB VPENUTUP...................................................................................................................12
A. Kesimpulan...................................................................................................................12
B. Saran..............................................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................13
LAMPIRAN............................................................................................................................14
i
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Mata kuliah Dasar-dasar Agronomi adalah mata kuliah yang berisikan prinsip-
prinsip dasar pengusahaan tanaman, pengenalan faktor-faktor produksi dan pengaruhnya
terhadap pertumbuhan tanaman. Melalui praktikum ini mahasiswa akan memperoleh
pengalaman empiris melakukan kegiatan mulai dari pengenalan tanaman, prinsip-prinsip
penggunaan sarana produksi (benih, pupuk, pestisida), penanaman benih, pembibitan
tanaman, pemeliharaan tanaman yang meliputi penyulaman, penyiraman, pemupukan,
pengendalian hama penyakit dan pengendalian gulma serta pemanenan.
Kangkung darat memiliki ciri yaitu berdaun panjang dengan ujung runcing dan
berwarna hijau keputih-putihan kangkung ini mudah dibedakan dengan kangkung air dari
warna bunganya yang putih bersih. Kangkung darat umumnya dijual dalam bentuk
cabutan tanaman bersama akarnya. Maka itu, dipasaran kangkung darat diistilahkan
dengan kangkung cabut. Tanaman kangkung darat termasuk tanaman dikotil dan berakar
tunggang. Akarnya menyebar kesegala arah dan dapat menembus tanah sampai
kedalaman 50 cm lebih. Batang tanaman berbentuk bulat panjang beruas mirip batang
bambu. Daun kangkung berwarna hijau tu dibagian atasnya. Tangkai daunnya panjang
dan melekat pada setiap ruas batang. (Haryoto, 2009:10).
Bagian tanaman kangkung yang paling penting adalah batang muda dan pucuk-
pucuknya sebagai bahan sayur-mayur. Kangkung selain rasanya enak juga memiliki
kandungan gizi cukup tinggi, mengandung vitamin A,B dan vitamin C serta bahan-bahan
mineral terutama zat besi yang berguna bagi pertumbuhan badan dan kesehatan.
Kangkung mempunyai manfaat senyawa yang dapat digunakan untuk pengobatan bagi
penderita susah tidur. Serat pada kangkung sangat baik untuk mencegah konstipasi
sehingga dapat menghalangi terjadinya kanker perut. Ada beberapa macam tipe
kangkung seperti yaitu Kangkung darat (Ipomeareptans) dan Kangkung air
(Ipomeaaquatica).
1
A. Rumusan masalah
1. Bagaiamana pengaruh pupuk kotoran ayam sebanyak 4 kg/ petak terhadap
pertumbuhan dan produksi tanaman kangkung?
2. Bagaimana pengaruh pupuk urea 2 gram/baris terhadap tanaman kangkung?
B. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengaruh pupuk kotoran ayam sebanyak 4 kg/ petak terhadap
pertumbuhan dan produksi tanaman kangkung.
2. Untuk mengetahui pengaruh pupuk urea 2 gram/baris terhadap tanaman kangkung.
2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Klasifikasi Tanaman Kangkung
Berikutklasifikasi dari tanaman kangkung :
• Kingdom : Plantae
• Sub kingdom : Viridiplantae
• Infra kingdom : Streptophyta
• Super divisi : Embryophyta
• Division : Tracheophyta
• Sub divisi : Spermatophyte
• Class : Magnoliopsida
• Ordo : Solanales
• Family : Convolvulaceae
• Genus :Ipomoea L
• Spesies : Ipomoea aquaticaforsk (kangkung air)
• Spesies :Ipomoeareptamspoir (kangkung darat)
Tanaman kangkung darat mempunyai daun-daun yang panjang dengan ujung yang
runcing, berwarna hijau keputih-putihan, bunganya berwarna putih bersih, dan buah
muda berwarna hijau keputih-putihan yang akan berubah menjadi coklat tua setelah
dikeringkan. Tanaman kangkung darat termasuk tanaman dikotil dan berakar tunggang.
akarnya menyebar kesegala arah dan dapat menembus tanag sampai kedalaman 50 cm
lebih (Swastini 2015).
B. Morfologi Tanaman Kangkung
a) Akar Tanaman Kangkung
Tanaman kangkung memiliki system perakaran tunggang dengan cabang-
cabangnya banyak menyebar ke berbagai arah. Kangkung sendiri merupakan salah satu
tanaman yang waktu tumbuhnya tergolong lama. Akar kangkung sendiri dapat
menembus ke dalaman tanah hingga 60–100 cm, dan dapat pula melebar secara
horizontal hingga mencapai jarak 150 cm, terutama untuk jenis kangkung air.
3
b) Batang Tanaman Kangkung
Pada tanaman kangkung batangnya memiliki bentuk yang bulat dan berlubang
serta banyak sekali mengandung air, sekalipun pada jenis kangkung darat. Sifat dari
batang tanaman ini berbuku-buku dan dari buku-bukunya inilah biasa keluar akar
serabut yang bisa berwarna putih atau cokelat tua.
c) Daun Tanaman Kangkung
Tangkai daun pada tanaman kangkung terletak pada bagian ketiak batang. Daun
kangkung ini terdapat mata tunas yang mana mata tunas ini bisa tumbuh menjadi
percabangan baru. Umumnya bentuk tanaman kangkung adalah meruncing seperti
jenis kangkung darat namun ada pula yang tumpul layaknya kangkung [Link]
bagian permukaan atas daun memiliki warna hijau tua sedangkan untuk bagian
permukaan bawahnya memiliki warna hijau [Link] air memiliki struktur
bentuk daun yang melebar dan berwarna hijau lebih muda bila dibanding kandungan
kangkung darat.
d) Bunga Tanaman Kangkung
Secara umum bunga yang dimiliki tanaman kangkung bentuknya menyerupai
bentuk terompet dan mahkota bunga memiliki warna putih atau merah lembayung.
e) Buah Tanaman Kangkung
Tanaman kangkung juga memiliki buah dengan bentuk oval dan memiliki 3
butir biji di bagian dalamnya, seolah-olah buahnya itu menempel pada bijinya. Ketika
masih berusia muda, buah kangkung memiliki warna hijau dan akan berubah menjadi
hitam ketika sudah memasuki usia tua. Buahnya sendiri memiliki usia yang tidak
lama dan cenderung berukuran kecil, hanya sekitar 10 mm.
f) Biji Tanaman Kangkung
Untuk biji atau benih kangkung, memiliki bentuk yang bulat dan bersegi segi.
Warna dari bijinya cokelat kehitam-hitaman ketika sudah tua dan memiliki warna
hijau pada saat usia muda. Biji pada tanaman kangkung ini termasuk pada jenis dikotil
atau biji berkeping dua. Untuk jenis kangkung darat biji tanaman ini berfungsi sebagai
alat perbanyakan tanaman yang dilakukan secara generative.
4
C. Syarat Tumbuh Tanaman Kangkung
Wahyudi (2010) menjelaskan bahwa kangkung tumbuh pada tipe tanah lempung,
sampai lempung berpasir, gembur, dan mengandung bahan organik serta lokasi yang
terbuka dan memperoleh sinar matahari langsung, masih bisa ditanam di tanah rawa yang
drainase 5 airnya tidak lancar. Hidayat (2019) juga menjelaskan bahwa tanaman
kangkung dapat tumbuh pada daerah yang beriklim panas dan beriklim dingin dengan
jumlah curah hujan yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini berkisar antara 1500-2500
mm/tahun. Pada musim hujan pertumbuhan tanaman kangkung sangat cepat dan subur.
Dengan demikian, kangkung pada umumnya kuat menghadapi rumput liar karena
pertumbuhannya yang cepat, sehingga kangkung dapat tumbuh di padang rumput,
kebun/ladang yang sedikit rimbun.
D. Kandungan dan Manfaat Tanaman
Manfaat kangkung yang jarang diketahui adalah sebagai sayuran yang bisa
mencegah anemia, menurunkan kolestrol, baik untuk kesehatan mata serta dapat
mencegah kanker karena kandungan antioksidannya. Selain itu, kangkung juga
merupakan sayuran yang mudah ditemui dan di budidayakan. Kangkung juga terkadang
sering disepelekan karena harganya yang murah dan mudah ditemukan. Padahal manfaat
kangkung sangat beragam dan banyak untuk kesehatan tubuh. Banyak kandungan zat
gizi dalam kangkung yang bisa dimanfaatkan oleh tubuh diantarannya adalah berbagai
macam vitamin, mineral, cairan, dan masih banyak lagi.
Kandungan Gizi pada Kangkung
a) ZatBesi
Zat besi yang terkandung dalam kangkung juga bermanfaat untuk
pembentukan hemoglobin sehingga bisa tercegah dari anemia atau kekurangan
darah.
b) Protein
Protein dalam kangkung bisa bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Protein bisa
mengatur metabolisme tubuh. Manfaat kangkung yang memiliki kandungan protein
tinggi ini juga bagus dalam proses regenerasi selkulit.
5
a) Vitamin C
Vitamin C adalah antioksidan yang larut dalam air dan membantu
membebaskan oksigen dari radikal bebas sehingga membantu melindungi tubuh
dari banyak penyakit.
b) Lemak, Karbohidrat dan Kalsium
Lemak baik pada kangkung juga dipercaya dapat membantu pembentukan sel
dalam tubuh dan menjaga organ tubuh. Selain itu kandungan karbohidrat dalam
kangkung bias menjaga metabolisme tubuh. Kalsiumnya juga berfungsi untuk
membentuk energi yang baik untuk tubuh.
c) Vitamin B1
Vitamin B1 ini baik untuk mecegah katarak, dan membantu kerja otak. Bagi
yang memiliki darah rendah, sebaiknya untuk mengkonsumsi sayuran yang
mengandung Vitamin B1 seperti kangkung, karena mampu memproduksi sel darah
merah yang sangat dibutuhkan tubuh.
E. Pupuk Organik dan Anorganik
Pupuk adalah suatu bahan yang mengandung satu atau lebih unsur hara atau
nutrisi bagi tanaman untuk menopang tumbuh dan berkembangnya tanaman.
a) Pupuk Organik (pupuk kandang) dibagi menjadi beberapa golongan berdasarkan
sumbernya, yaitu: kotoran ayam, kambing, kuda dan sapi. Kandungan hara dari tiap
golongan tersebut [Link] dengan pupuk kandang pada tanah dapat
menyumbangkan hara yang dibutuhkan tanaman seperti N, P, K serta unsur mikro
lain seperti Fe, Zn dan Mo, Foth (1990).
b) Pupuk Anorganik adalah pupuk yang memiliki senyawa anorganik. Pupuk anorganik
kebanyakan merupakan pupuk buatan, maupun pupuk alam yang terbuat dari bahan
kimia. Contoh pupuk anorganik adalah Pupuk NPK, Pupuk Urea, Pupuk TSP, Pupuk
ZA dll. Pemupukan anorganik dalam tanaman kangkung di butuhkan pupuk urea
sebanyak 2 gram perbaris.
F. Hama dan penyakit
a) Ulat grayak, gejala : serangan ulat grayak seperti daun bolong-bolong dan
bagianpinggir daun bergerigi bekas gigitan.
b) Ulat keket/jedung (acherontialacheisf) warna ulat hijau muda dengan garis menyilang
kuning, bagian daun yang terserang menjadi rusak dan bolong-bolong.
6
BAB III
PELAKSANAAN PRAKTIKUM
G. Tempat dan waktu
Praktikum agronomi ini dilaksanakan pada tanggal 3 Maret s/d 22 April 2022
dilahan fakultas pertanian universitas baturaja tepatnya di [Link] Tanjung Baru,
kecamatan baturaja timur (kemiling).
H. Bahan dan alat
Alat :
a. Cangkul berfungsi untuk menggemburkan tanah agar tanah gembur dan subur
b. Golok/Parang berfungsi untuk memotong ranting-ranting kecil maupun yang besar.
c. Garu berfungsi untuk membersihkan sisa-sisa dari akar-akar tanaman sebelumnya.
d. Meteran/Penggaris berfungsi untuk mengukur panjang, lebar dan tinggi bedengan
saat akan menanam dan mengukur tanaman saat tumbuh.
e. Ember/gambor berfungsi untuk menyiram tanaman
Bahan :
a) Benih kangkung yang diganakan yaitu bibit kangkung unggul.
b) Air sebagai bahan baku tanaman dalam proses fotosintesis dan juga dapat menjaga
kelembaban tumbuhan agar tidak layu.
c) Pupuk organik kotoran ayam yang dapat membantu memperbaiki struktur tanah
yang telah hilang, karena di dalam pupuk ini terkandung banyak unsur hara mikro
yang jumlahnya lebih besar dari pada pupuk kimia.
I. Cara kerja
a. Persiapanlahan
Yakni di mulai dengan membersihkan lahan dari rumput-rumput liar serta sisa-
sisa tumbuhan yang ada. Kemudian tanah dicangkul dan membuat bedengan.
Bedengan tersebut dibuat dengan ukuran panjang 2 meter dan lebar 2 meter
sertatinggi 20-30 cm. Untuk parit pembuangan air dibuatdenganukuran 30 cm dan
kedalaman sekitar 20 cm. Setelah lahan dicangkul campurkan tanah dengan pupuk
kandang sembari tanah di gemburkan. Diamkan lahan sekitar 1 minggu agar tanah
dan pupuk kandang dapat tercampur dengan sempurna, setelah itu lahan siap
ditanam.
7
b. Penanaman
Sebelum benih kangkung ditanam kelahan, benih tersebut harus di rendam
terlebih dahulu kurang lebih selama 10-20 menit. Fungsinya untuk memecah
dormansi benih agar benih cepat tumbuh. Setelah benih selesai direndam langsung
di tanam ke media yang sudah di sediakan, yaitu dengan jarak tanam sekitar 20 cm.
Pada saat penanaman lubang tanam jangan terlalu dalam cukup sekitar 2-4 cm.
J. Pemeliharaan
a. Penyiraman
Penyiraman dilakukan sejak awal penanaman hingga akhir, cukup 2 hari sekali
tetapi jika hari panas di anjurkan 1 hari sekali.
b. Pemupukan
Pemupukan tanaman kangkung cukup dilakukan pada saat awal penanaman
saja. Yaitu dengan menaburkan pupuk kandang diatas bedengan dengan takaran 4
kg perbedengan kemudian diamkan selama 2 hari.
c. Penyiangan
Penyiangan rumput – rumput liar sebaiknya dilakukan setelah tanaman
berumur 14 hari bersama dengan pengemburan .Namun bila gulma telah cukup
banyak dapat dapat dilakukan lebih sering tanaman tidak kalah dengan gulma.
K. Pengamatan
Berdasarkan pengamatan yang saya lakukan terhadap tanaman kangkung (Ipomoea
aquatic), berikut adalah data pengamatan berupa tinggi tanaman dan jumlah daun serta
daya tumbuh tanaman.
8
a. Minggu 1
Pengamatan minggu 1 menghitung jumlah daun
Pengamatan Baris Baris Baris Baris Baris Baris Baris Baris Jumlah Rata-Rata
1 2 3 4 5 6 7 8
1 2 2 2 2 2 2 2 2 16 2
2 2 2 2 2 2 2 2 2 16 2
3 2 2 2 2 2 2 2 2 16 2
Tinggi Tanaman
Pengamatan Baris Baris Baris Baris Baris Baris Baris Baris Jumlah Rata-Rata
1 2 3 4 5 6 7 8
1 8 5 6 5 4 5 4 3 40 5
2 5 8 5 6 7 4 6 6 47 5,8
3 6 7 6 6 5 6 5 5 46 5,7
b. Minggu ke 2
Pengamatan minggu 2 menghitung jumlah daun
Pengamatan Baris Baris Baris Baris Baris Baris Baris Baris Jumlah Rata-Rata
1 2 3 4 5 6 7 8
1 7 5 9 6 8 5 6 5 51 6,3
2 7 9 6 6 6 6 8 7 55 6,8
3 5 6 6 7 7 8 6 8 53 6,6
Tinggi Tanaman
Pengamatan Baris Baris Baris Baris Baris Baris Baris Baris Jumlah Rata-Rata
1 2 3 4 5 6 7 8
1 12 11 9,5 12,5 14 12 10 18,5 99,5 12,4
2 14,5 15 9,5 13,5 17 12,5 14 13,5 109,5 13,7
3 12 9 10 13,5 16 19,5 12 14,5 106,5 13,3
9
a. Minggu ke 3
Pengamatan minggu 3 menghitung jumlah daun
Pengamatan Baris Baris Baris Baris Baris Baris Baris Baris Jumlah Rata-Rata
1 2 3 4 5 6 7 8
1 9 6 17 9 11 9 11 12 84 10,5
2 9 18 11 6 9 10 6 9 78 9,7
3 13 8 11 9 10 16 8 9 84 10,5
Tinggi Tanaman
Pengamatan Baris Baris Baris Baris Baris Baris Baris Baris Jumlah Rata-Rata
1 2 3 4 5 6 7 8
1 20,5 11,5 19 13,5 17 19,5 20,5 26,5 148 18,5
2 28 27,5 21,5 23 25 28 22 29,5 204,5 25,5
3 21 17 26,5 21 23 26,5 24,5 28,5 188 23,5
b. Minggu ke 4
Pada minggu ke-4 sudah mulai panen. Panen dilaksanakan pada hari Selasa, 28
Maret 2023. Berikut data dari panen pada minggu ke-4 :
Pengamatan minggu 4 menghitung jumlah daun
Pengamatan Baris Baris Baris Baris Baris Baris Baris Baris Jumlah Rata-Rata
1 2 3 4 5 6 7 8
1 20 16 25 15 16 14 24 20 180 18,7
2 13 35 22 12 14 11 14 19 140 17,5
3 13 17 12 18 16 16 18 17 127 15,8
Tinggi Tanaman
Pengamatan Baris Baris Baris Baris Baris Baris Baris Baris Jumlah Rata-Rata
1 2 3 4 5 6 7 8
1 35 28,5 29,5 34 33,5 32,5 33,5 30,5 257 32,1
2 33 45 32,5 31 34,5 34,5 30 33 273,5 34,1
3 38,5 36 37 38,5 33,5 42,5 40,5 36,5 303 37,8
1
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
Jenis Minggu Baris Ke- Rata-
No. Jumlah
Pengamatan Ke- BI B2 B3 B4 B5 B6 B7 B8 rata
1
TinggiTanama
2
n (cm)
1.
3
4
2
(helai)
Daun
2.
Jumlah
3
4
Jumlah
Panen
Berat
3. 1
A. Pembahasan
Dalam pratikum ini tanaman yang di budidayakan yaitu tanaman kangkung,
pada pengelolaan tanah jarak tanaman 20 cm dan jarak antar tanaman adalah 20 cm.
pada bagian pemupukan penggunaan pupuk kandang sebanyak 3 kg. Kangkung darat
merupakan tanaman yang sangat memerlukan air untuk membantu pertumbuhannya.
Jika tanaman kangkung kekurangan air maka pertumbuhannya akan lambat dan
batangnya akan keras. Jadi untuk mendapatkan hasil produksi yang baik perlunya
perawatan tanaman seperti penyiraman sehingga ketersediaan air untuk tanaman
kangkung cukup dan pertumbuhannya akan lebih bagus.
Adapun jenis hama yang meyerang tanaman kangkung darat seperti ulat, dan
wereng. Dengan penyerangan hama ini dapat menurunkan kualitas produksi tanaman
karena serangan dari ulat ini menyebabkan daun-daun kangkung perlubang dan habis
dimakannya.
1
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari hasil pratikum dapat diambil kesimpulan yaitu dalam membudidaya tanaman
kangkung darat perlunya kesedian air karena kangkung merupakan tanaman yang
sangat memerlukan air. Jika tanaman kekurangan air akan menyebabkan penurunan
kualitas hasil panen karenabatang nya keras dan banyak mengadung getah.
Persiapan lahan dilaksanakan di mulai dengan membersihkan lahan dari rumput-
rumput liar serta akar-akar dan sisa-sisa tumbuhan. Kemudian tanah digemburkkan
dengan cara dicangkul selanjutnya, lahan dibagi perpetak/bedeng. Setelah itu, lahan
atau bedeng yang sudah dicangkul diberi pupuk organik menggunakan pupuk kandang
dari kotoran ayam sebanyak 3 kg per petak. Kemudian, lahan tersebut didiamkan
selama satu minggu sebelum dilakukan penanaman. Penanaman kangkung dengan
pemberian pupuk organik dapat memberikan hasil yang cukup memuaskan. Dari
praktikum yang telah dilakukan, didapatkan hasil panen sebanyak 2,5 kg.
B. Saran
Didalam budidaya tanaman kangkung, perlu diperhatikan ketersedian air, karena
air sangat berperan penting dalam membantu pertumbuhan tanaman. Bagi kangkung
darat apabila kekurangan air pertumbuhannya akan mengalami hambatan. Selain itu,
perlu juga untuk memperhatikan gulma yang tumbuh di lahan tanaman kangkung, kita
harus membersihkan gulma yang ada disekitar tumbuhan kangkung agar tidak
menutupi kangkung tersebut, apalagi pada tanaman kangkung muda.
1
DAFTAR PUSTAKA
1. [Link]
2. [Link] front_ref.pdf
3. [Link]
4. [Link]
5. [Link]