BAB II
DESKRIPSI RINCI RENCANA USAHA DAN/ATAU
KEGIATAN
2.1. NAMA RENCANA USAHA DAN/ATAU KEGIATAN
Nama Rencana Usaha dan/atau Kegiatan adalah
Pembangunan Perumahan “Valleria Park”.
2.2. LOKASI RENCANA USAHA DAN/ATAU KEGIATAN RENCANA
PEMBANGUNAN PERUMAHAN “VALLERIA PARK”
Lokasi Pembangunan Perumahan “Valleria Park”:
Kelurahan : Pangenrejo
Kecamatan : Purworejo
Kabupaten : Purworejo
Provinsi : Jawa Tengah
Batas wilayah Pembangunan Perumahan “Valleria
Park”.terletak adalah :
Utara : Sal Irigasi Boro / Pekarangan
Timur : Saluran Irigasi Boro
Selatan : Permukiman / Jalan Lingkungan
Barat : Pekarangan / Jalan Lingkungan
Gambar 2.1
Batas Lokasi Perumahan “Valleria Park”.
Dokumen UKL-UPL Perumahan “Valleria Park” | II-1
2.3. SKALA/BESARAN RENCANA USAHA DAN/ATAU KEGIATAN
2.3.1 Luas Tanah
a. Luas Tanah : ± 1.923 m²
b. Luas Bangunan : ± 1.359 m²
c. Status Tanah : PT. Puriland Development Indonesia
2.3.2 Rencana Kapasitas Perumahan
Pembangunan Perumahan “Valleria Park” yang berlokasi di
Kelurahan Pangenrejo, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo,
Jawa Tengah, durencanakan dengan type 27/30/36 dengan RTH
seluas 97,5 m2
Tabel 2.1
Rencana Kapasitas Perumahan “Valleria Park”
Total Prosen
Jumlah
No Kavling Hunian Type Luasan tase
Unit
(m²) (%)
TUTUPAN LAHAN
Kavling Rumah Hunian 27/30/36 m² 20 1.359 m²
Jalan Paving Block - - 466 m²
Pos Keamanan - -
Tempat Pembuangan
- -
Sampah (TPS)
Fasilitas Umum : Taman
- - 97 m²
dan Lahan Terbuka
Total Luasan 1.923 m²
Gambar 2.2
Peta Citra Lokasi Perumahan “Valleria Park”.
Dokumen UKL-UPL Perumahan “Valleria Park” | II-2
Gambar 2.3
Peta Admin Lokasi Perumahan “Valleria Park”.
Gambar 2.4
Peta Batas Lokasi Perumahan “Valleria Park”.
Dokumen UKL-UPL Perumahan “Valleria Park” | II-3
Gambar 2.5
Rencana Site Plan Peru
Dalam rencana pengembangan Pembangunan Perumahan “Valleria Park”
pihak developer telah mendesain dengan rencana rumah dengan Type
27/30/36 dengan lay out ruangan seperti dibawah ini.
Ruang Tamu
Ruang Tidur (2 kamar)
Kamar Mandi/WC
Halaman Depan
Car Port
Dapur
Halaman Belakang
Ruang Makan
Gambar 2.6
Lay Out Ruangan Perumahan “Valleria Park”
mahan “Valleria Park”.
Dokumen UKL-UPL Perumahan “Valleria Park” | II-4
Rencana Pembangunan Perumahan “Valleria Park” dengan aspek
spesiikasi sebagai berikut :
- Pondasi : Batu Kali
- Struktur : Beton Bertulang
- Dinding : Batu Bata , di plester, di aci, dan di cat
- Lantai : Keramik
- Kusen : Kayu Kalimantan
- Pintu : Panel Kayu
- Plafond : Gypsum
- Rangka Atap : Baja Ringan
- Atap : Genteng Beton
- KM/WC : Closet Jongkok/Duduk
- Air Bersih : PDAM
- Listrik : 1.300 VA
2.3.3 Sarana dan Prasarana
Pembangunan Perumahan “Valleria Park” yang berlokasi di
Kelurahan Pangenrejo, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo
juga dilengkapi dengan fasilitas lingkungan berupa
o Jalan lingkungan 5 m paving block
o Drainase Tertutup
Perumahan “Valleria Park” menawarkan hunian nyaman, asri,
dan modern, pihak manajemen selaku developer perumahan
menawarkan keunggulan-keunggulan :
1) Hunian nyaman untuk keluarga
2) Lokasi Strategis, berada ditepi jalan raya, dekat dengan pasar,
sekolah, Rumah Sakit, dan Pusat Pemerintahan
3) Konsep rumah modern dengan harga termurah
4) Lokasi memiliki nilai investasi tinggi
2.3.4 Tenaga Kerja
Pembangunan Perumahan “Valleria Park” sangat
memperhatikan perekrutan tenaga kerja yang nantinya digunakan
dalam pembangunan perumahan. Adapun tenaga kerja yang
diperlukan saat konstruksi yaitu tenaga kerja produktif sebanyak 16
orang, tenaga administrasi 2 orang dan 2 tenaga supervisor dengan
manajemen inti dari pengelolaan PT. Puriland Development
Indonesia.
Dokumen UKL-UPL Perumahan “Valleria Park” | II-5
Dalam tahap konstruksi, pekerja akan diberi waktu bekerja
dengan sistem 6 hari kerja setiap minggu dan bekerja selama 7 jam
per hari. Selama bekerja, pembangun diperbolehkan istirahat selama
1 jam pada pukul 12-13 setiap harinya. Pekerja harus dibekali
dengan sistem K3 dan peralatan perlindungan diri yang memadai. Di
tempat konstruksi dilengkapi juga alat P3K dan pekerja juga
memperoleh jaminan kesehatan dari BPJS. Untuk pengupahan,
pekerja akan digaji sesuai dengan standar UMK Purworejo Tahun
2020.
2.3.5 Rencana Penggunaan Energi
Sistem elektrikal Pembangunan Perumahan “Valleria Park”
mendapatkan pasokan daya utama dari PLN sebesar 1.300 watt per
kavling atau sesuai dengan perhitungan PLN. Jumlah polutan yang
dihasilkan dari penggunaan energi sangat sedikit karena
penggunaan listrik habis terpakai.
2.3.6 Rencana Penggunaan Air
Air dengan rumus kimia H2O merupakan senyawa dan
sumber daya yang dibutuhkan oleh setiap biota, tumbuhan, hewan,
maupun manusia. Kebutuhan manusia terhadap air sangat
kompleks antara lain untuk memasak, minum, mandi, mencuci, dan
sebagainya.
Pembangunan Perumahan “Valleria Park” Kelurahan
Pangenrejo, Kec. Purworejo, Kab. Purworejo, Jawa Tengah dalam
kegiatan operasional sehari-hari memerlukan air bersih untuk
mendukung kegiatannya, untuk keperluan tersebut dipenuhi dengan
menggunakan air yang berasal dari Air bersih didapat dari PDAM.
Dengan asumsi rata-rata penggunaan air untuk rumah tangga di
lingkungan perumahan skala menengah adalah ± 130
liter/orang/hari dan tingkat huni masing-masing rumah adalah 4
orang, dengan jumlah 20 unit maka penggunaan air keseluruhan
untuk operasional sehari-hari untuk kebutuhan Rumah Tangga dan
pemukiman seperti yaitu pemeliharaan, cuci, kegiatan dapur,
sanitasi, MCK dan domestik dan lain sebagainya disajikan dalam
tabel berikut :
Dokumen UKL-UPL Perumahan “Valleria Park” | II-6
Tabel 2.2
Kapasitas Penggunaan Air Perumahan “Valleria Park”
No Penggunaan Sumber Air Kapasitas Penanganan
Penggunaan Sisa
1 Operasional PDAM 4 X 130 Septic tank,
domestik Lt/orang/Hari = saluran air,
penghuni 520 Lt/Hari penyerapan
perumahan; tanah, dan
pemeriharaan penguapan.
tanaman;
MCK/domestik.
Rata- rata Penggunaan /rumah 520 Lt/Hari
Rata- rata Penggunaan 20 rumah 10.400 Lt/Hari
Namun begitu, dengan adanya penggunaan air, maka akan
berdampak pula terhadap produksi limbah cair. Limbah cair adalah
sesuatu yang tidak berguna, tidak memiliki nilai ekonomi, dan
berbentuk cairan. Limbah cair dihasilkan baik oleh industri maupun
rumah tangga.
Limbah cair dihasilkan Perumahan “Valleria Park” berupa
limbah cair kegiatan operasional rumah tangga atau domestik.
Banyaknya limbah cair dipengaruhi oleh jenis frekuensi kegiatan
dari masing-masing sumber. Limbah cair yang berasal dari tempat
tinggal, dipengaruhi oleh jumlah orang yang berada dalam tempat
tinggal tersebut, dan juga dipengaruhi oleh jenis tempat tinggal.
Untuk kategori rumah tangga, baik untuk rumah biasa, rumah baik
dan rumah pondok, kuantitas limbah cair yang dihasilkan pada
kisaran 90% dari volume penggunaan air. Sehingga besarnya limbah
cair yang dihasilkan per hari adalah = 90% x 520 t/hari = 469
lt/hari = 0,5 m³/ hari. Maka keluarkan limbah cari pada Perumahan
“Valleria Park” dapat dilihat pada table.
Tabel 2.3.
Jenis dan Perkiraan Jumlah Timbunan Limbah Cair
No Jenis Jenis Limbah Perkiraan Penanganan/
Kegiatan Volume Pengolahan
1. Kegiatan Limbah cair ± 469 Saluran
domestik domestik (MCK, Liter/hari umum, septic
penghuni wudlu, cuci tank, IPAL
perumahan, tangan, cuci
dapur, peralatan, dapur,
laundry sisa air laundry,
dll)
Dokumen UKL-UPL Perumahan “Valleria Park” | II-7
Berikut ini neraca penggunaan air tanah di Perumahan “Valleria
Park” ini.
Kegiatan Rumah Tangga
520 lt/org/hari
Limbah Cair
0,5 m³/ hari
Septiktank Bak Peresapan
Gambar 2.4 Neraca Penggunaan Air
Untuk penanggulangan limbah cair, salah satu cara
meminimalisir adalah dengan membuat Instalasi Pengolahan Limbah
Cair (IPAL) berupa unit pengolahan limbah standar yaitu septic tank
standar pada setiap kavling rumah hunian. Proses pengolahan
limbah cair didalam septictank adalah anaerob sangat baik, bakteri
yang bekerja adalah bakteri anaerob yang tidak memerlukan oksigen
bebas. Feces manusia hilang hanya dalam waktu 24 jam, hal ini
disebabkan didalam septic tank telah terdapat bakteri yang
jumlahnya sangat banyak, bila kondisi septic tank bagi kehidupan
bakteri terganggu, maka kerja bakteri dalam septic tank tidak
maksimum. Kondisi septic tank terganggu antara lain disebabkan
masuknya sabun ke dalam septic tank.
Ukuran bak septic tank yang dibutuhkan untuk tinggal air
limbah selama 7 hari adalah
Kebutuhan ST = Vperkapita x jumlah orang x hari tinggal air limbah
= 130 x 4 x 7= 3.640 Liter
Direncanakan ukuran Bak Septictank Untuk rumah tinggal
dengan jumlah penghuni hingga 4 orang, cukup dibuat septic
tank dengan ukuran 1,5 m X 1,5 m x 2 m. Sedangkan, bak resapan
bisa dibuat dengan ukuran 1 m x 1 m x 2 m. Berikut ini gambar dan
denah lokasi septictank
Dokumen UKL-UPL Perumahan “Valleria Park” | II-8
Gambar 2.7
Gambar Potongan Rencana Septitank
Gambar 2.8
Letak Perencaaan Septitank
Perumahan “Valleria Park” juga sangat memperhatikan
masalah lingkungan dan anjuran Pemerintah dalam menanggulangi
masalah pencemaran air tanah, untuk itu managemen PT. Puriland
Development Indonesia ke depannya merencanakan pembangunan
IPAL komunal di area Perumahan “Valleria Park”. Ipal Komunal ini
berfungsi supaya air limbah yang akan di alirkan ke sungai tidak
tercemar lagi. Supaya biota-biota yang ada di sungai tidak mati
karena banyaknya bahan kimia yang ada pada limbah tersebut.
Sistem IPAL yang digunakan adalah nantinya adalah Rotary
Dokumen UKL-UPL Perumahan “Valleria Park” | II-9
Biological Contact dan Contact Aeration yang keduanya merupakan
jenis pengolahan IPAL Komunal memanfaatkan dua siklus aerob dan
anaerob. Setelah dilakukan proses pengolahan kemudian air
dialirkan untuk dapat masuk ke sumur resapan.
Bangunan sumur resapan adalah salah satu rekayasa teknik
konservasi air berupa bangunan yang dibuat sedemikian rupa
sehingga menyerupai bentuk sumur gali dengan kedalaman tertentu
yang berfungsi sebagai tempat menampung air hujan yang jatuh
diatas atap rumah atau daerah kedap air dan meresapkannya
kedalam tanah.
Sumur resapan berfungsi memberikan imbuhan air secara
buatan dengan cara menginjeksikan air hujan kedalam tanah.
Sumur resapan air akan dapat berfungsi dengan baik, apabila
disesain berdasarkan kondisi lingkungan, dimana sumur tersebut
akan dibut. Desain sumur resapan air dalam hal ini meliputi bentuk,
jenis kontruksi dan dimensi sumur resapan air.
Manfaat sumur resapan adalah :
1. Mengurangi aliran permukaan sehingga dapat
mencegah/mengurangi terjadinya banjir dan genangan air.
2. Mempertahankan dan meningkatkan tinggi permukaan air tanah.
3. Mengurangi erosi dan sedimentasi.
4. Mengurangi/menahan intrusi air laut bagi daerah yang
berdekatan dengan kawasan pantai.
5. Mencegah penurunan tanah (land subsidance).
6. Mengurangi konsentrasi pencemaran air tanah.
Data teknis sumur resapan air adalah sebagai berikut :
1. Ukuran maksimum diameter 1,4 meter.
2. Ukuran pipa masuk diameter 110 mm.
3. Ukuran pipa pelimpah diameter 10 mm.
4. Ukuran kedalaman 1,5 sampai dengan 3 meter.
5. Dinding dibuat dari pasangan bata atau batako dari campuran 1
semen : 4 pasir tanpa plester.
6. Rongga sumur resapan diisi dengan batu kosong 20/20 setebal
40 cm.
7. Penutup sumur resapan dari plat beton tebal 10 cm dengan
campuran 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil.
8. Kebutuhan sumur resapan air hujan dihitung dengan standar
setiap 100 m2 area terbangun diperlukan 1 sumur resapan
sehingga jumlah sumur resapan yang dibutuhkan adalah
Dokumen UKL-UPL Perumahan “Valleria Park” | II-10
+ 1359 + 466
= = = 18,25
100 100
≈ 18 ℎ
9. Agar penempatan sumur resapan mudah, maka ditempatkan di
setiap depan rumah.
Gambar 2.9
Konstruksi Resapan Air
10. Untuk menyiasati kebutuhan area resapan agar tidak terlalu
banyak, perlu direncanakan pembuatan Lubang Resapan Biopori
(LRB) di setiap taman rumah dengan jumlah 3 buah setiap
rumah sehingga jumlah sumur resapan dapat dikurangi. Ukuran
biopori yang dibutuhkan memiliki diameter 10 cm dan
kedalaman 100 cm dengan daya tampung sampah 7,8 liter
setiap lubang biopori.
2.3.7 Perkiraan Timbulan Limbah Padat
Menurut Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang
Pengolahan Sampah, sampah merupakan sisa kegiatan sehari-hari
manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Sampah yang
dikelola menurut Undang-undang terdiri dari :
Sampah rumah tangga
Sampah rumah tangga adalah sampah yang berasal dari
kegiatan sehari- hari dalam rumah tangga, tidak termasuk tinja
dan sampah spesifik.
Sampah sejenis sampah rumah tangga
Sampah sejenis sampah rumah tangga adalah sampah yang
berasal dari kawasan komersial, kawasan industry, kawasan
khusus, fasilitas sosial, fasilitas umum, dan fasilitas lainnya.
Sampah spesifik
Dokumen UKL-UPL Perumahan “Valleria Park” | II-11
Sampah spesifik meliputi sampah yang mengandung bahan
berbahanya dan beracun, sampah yang mengandung limbah B#,
sampah yang timbul akibat bencana, sampah secara teknologi
belum dapat diolah, dan sampah yang timbul secara tidak
periodic.
Aktifitas keseharian perumahan atau rumah huni termasuk
dalam kategori rumah tangga, namun demikian memungkinkan
untuk terdapat sampah sejenis rumah tangga dan sampah spesifik.
Limbah dari kegiatan dan/atau usaha Perumahan “Valleria
Park” Kelurahan Pangenrejo, Kec. Purworejo, Kab. Purworejo, Jawa
Tengah berupa limbah padat baik limbah padat organic dan non
organic. Peningkatan produksi sampah per hari dari sampah yang
timbul pada saat perumahan telah huni. Jenis limbah padat antara
lain berasal dari limbah padat organic berupa daun basah maupun
kering, sisa makanan, sisa kotoran hewan, sisa buah, dan lain-lain,
sedangkan sampah an-organik berupa plastik, kertas, kaling, botol
kaca, dan lain-lain.
Berikut adalah jenis dan perkiraan timbulan limbah padat
yang dihasilkan per harinya di Perumahan “Valleria Park” dengan
jumlah penguhuni Perumahan “Valleria Park” adalah 4 orang pada
setiap rumah tinggal dan asumsi timbulan sampah per orang per
harinya adalah 1,25-3 I/org/hr.
Komposisi perbandingan antara sampah organik dan
anorganik adalah 70:30.
Tabel 2.4
Jenis dan Perkiraan Jumlah Timbulan Limbah Padat
No Jenis Limbah Perkiraan Penanganan/Pengelolaan yang
Volume dapat dilakukan
Liter/hari
1 Padat ± 512.4 - Membatasi timbunan sampah
Domestik liter/hari - Mendaur ulang sampah
organik menjadi kompos
- Memanfaatkan kembali
sampah
2 Padat ± 219.6 - Membatasi timbunan sampah
Domestik liter/hari - Mendaur ulang sampah
anorganik menjadi kerajinan dengan
daya jual
- Memanfaatkan kembali
sampah untuk kebutuhan
atau fasilitas rumah tangga
- Pengelompokan, pemisahan,
pengangkutan dan
pengolahan sampah sebelum
dibuang ke media lingkungan
TOTAL ± 732 liter
Dokumen UKL-UPL Perumahan “Valleria Park” | II-12
No Jenis Limbah Perkiraan Penanganan/Pengelolaan yang
Volume dapat dilakukan
Liter/hari
SAMPAH
YANG
DIHASILKAN
Sumber sampah yang terdiri dari beberapa sumber di
lingkungan kita yaitu rumah tinggal berupa sampah organik yang
terdiri dari kandungan senyawa organik (Karbon, Hydrogen, Oksigen
dan Nytrogen) yang bersifat cepat membusuk atau lapuk yang
berasal dari mahluk hidup. Sunber sampah lainnya yaitu sampah
non organik yang susah teruraikan oleh mikroorganisme tanah
maka bersifat awet dan tidak mudah membusuk, berasal dari
rekayasa fisika dan bahan tambang berupa plastik, kaca, logam,
karet, kain, tekstil, dll.
Timbulan sampah dipengaruhi oleh tingkat hidup, pola hidup
masyarakat serta iklim. Sedangkan penyumbang sampah terbesar
saat ini adalah dari wilayah pemukiman dan pasar. Apabila sampah
ini tidak dikelola dari segi estetika akan menimbulkan timbulan
sampah yang tampak tidak baik dari segi estetika dan kesehatan.
Pihak Perumahan juga berencana akan mengelola sampah-sampah
organik dan an-organik dengan tempat sampah disetiap kavling
rumah untuk selanjutnya diangkut dan dikelola oleh petugas
sampah.
Limbah padat yang dapat didaur ulang akan dipilah
berdasarkan jenisnya. Pemilahan dilakukan dengan membuat
tempat sampah yang khusus setiap jenisnya. Jenis limbah padat
yang dipilah adalah plastik, kertas, dan kaca. Limbah – limbah
tersebut dapat didaur ulang oleh petugas yang akan mengambil
setiap waktu tertentu.
2.4. GARIS BESAR KOMPONEN RENCANA USAHA DAN/ATAU
KEGIATAN
2.4.1. Kesesuaian Lokasi Dengan Tata Ruang
Lokasi kegiatan Pembangunan Perumahan “Valleria Park”
yang terletak di Kelurahan Pangenrejo, Kec. Purworejo, Kab.
Purworejo, Jawa Tengah, ini merupakan bagian dari Kabupaten
purworejo, Provinsi jawa Tengah. Menurut Rencana Tata Ruang
Wilayah Purworejo Tahun 2011-2013, lokasi kegiatan Perumahan
“Valleria Park” di Kelurahan Pangenrejo, Kec. Purworejo, Kab.
Dokumen UKL-UPL Perumahan “Valleria Park” | II-13
Purworejo, Jawa Tengah telah sesuai dengan rencana wilayah RTRW
Kabupaten Purworejo yaitu 100% berada di Kawasan Lahan
Pertanian Kering. Berdasarkan pola ruang tersebut maka mengacu
pada Pasal 127 ayat 3 Perda Kabupaten Purworejo Nomor 27 Tahun
2011 tentang RTRW Kabupaten Purworejo Tahun 2011-2031,
ketentuan umum peraturan zonasi (KUPZ) kawasan peruntukan
hortikultura, yakni:
a. diperbolehkan untuk permukiman petani dengan
kepadatan rendah;
b. diperbolehkan untuk penyediaan prasarana dan sarana
pendukungnya;
c. diperbolehkan perluasan lahan pertanian hortikultura;
d. diperbolehkan dengan syarat kegiatan pendukung pertanian
hortikultura, pengembangan agroindustri, dan agrowisata;
e. diperbolehkan alih fungsi lahan hortikultura dengan syarat
tertentu;
f. tidak diperbolehkan untuk kegiatan budidaya yang berpotensi
mengurangi luasan lahan pertanian, merusak lingkungan,
dan menyebabkan degradasi tanah;
g. intensitas pemanfaatan ruang di sekitar kawasan dibatasi
untuk kegiatan dengan intensitas rendah; dan
h. pemanfaatan ruang di sekitar kawasan harus didukung
dengan tersedianya prasarana minimum berupa jaringan
sumberdaya air.
Berdasarkan KUPZ di atas, maka Perumahan “Valleria
Park”dapat dibangun dengan kepadatan bangunan rendah. Oleh
karena itu dalam pembangunan perumahan ini dilengkapi area hijau
untuk resapan air dan landscaping.
2.4.2. Kesesuaian Lokasi dengan Peraturan mengenai Sempadan
Berdasarkan lokasi, perumahan valeria park berada di tepi
Saluran Irigasi Boro yang tidak bertanggul. Peraturan Daerah
Kabupaten Purworejo Nomor 22 Tahun 2019 tentang Garis
Sempadan Pasal 22 ayat 2 menyebutkan bahwa Jarak sempadan
pagar terhadap Saluran Irigasi Bertanggul sama dengan kedalaman
saluran irigasi. Kedalaman Saluran Irigasi Boro adalah sekitar 3
meter, dengan demikian garis sempadan saluran ini adalah 3 meter.
Dari pengukuran di lapangan, jarak paling dekat bangunan
kompleks Perumahan “Valeria Park” dengan Saluran Irigasi Boro
adalah sekitar 3 meter. Sesuai sempadan irigasi yang ditetapkan ada
Dokumen UKL-UPL Perumahan “Valleria Park” | II-14
satu blok rumah yang masuk sempadan irigasi, selain itu Kompleks
Perumahan “Valeria Park” sudah sesuai dengan peraturan mengenai
sempadan.
Gambar 2.10
Peta Lokasi Perumahan Dengan Sempadan Irigasi
2.4.3. Komponen Rencana Kegiatan yang Dapat Menimbulkan Dampak
Lingkungan.
Kegiatan yang akan dibahas dalam Upaya Pengelolaan
Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup
Perumahan “Valleria Park” meliputi kegiatan :
a. Tahap Pra Konstruksi
b. Tahap Konstruksi
c. Tahap Operasional
Tahap-tahap tersebut akan menimbulkan dampak baik positif
maupun negatif yang bersumber dari kegiatan yang dilakukan saat
tahap tersebut dilaksanakan.
A. Tahap Pra Konstruksi
Tahap Pra Konstruksi pada pembangunan perumahan
yaitu dengan sosialisasi dengan tetangga dan masyarakat sekitar
pembangunan Perumahan “Valleria Park, pembebasan lahan,
survei lokasi untuk pengukuran dan perencanaan berupa site
plan dan pematangan rencana keseluruhan pembangunan,
perekrutan tenaga kerja konstruks”. Pada Tahap sosialisasi akan
diadakan penjaringan masukan, saran dan tanggapan dari
Dokumen UKL-UPL Perumahan “Valleria Park” | II-15
masyarakat. Dalam tahap ini juga akan diuraikan Tanggung
Jawab Sosial dan Lingkungan Hidup Perusahaan (TJSLP) yang
disepakati bersama. TJSLP yang disepakati antara lain:
1. Perumahan dilengkapi RTH
2. Adanya ruang komunitas untuk sosialisasi
3. Penghuni mengikuti acara yang diadakan masyarakat sekitar
4. Melakukan pembayaran kas pada lingkungan
B. Tahap Kontruksi
Tahap Kontruksi pembangunan dilaksanakan dengan
pengalihanfungsian sementara sebagai atata ruang yang ada di
Perusahan dengan tidak mengurangi proses operasional kegiatan
yang sudah berjalan sebelumnya di pembangunan Perumahan
“Valleria Park”.
1) Pengadaan Tenaga Kerja
Jumlah kebutuhan tenaga kerja pada saat konstruksi
telah disesuaikan dengan tahapan dan lama pekerjaan.
Diperkirakan 70% diarahkan bagi tenaga kerja lokal dan 30%
bagi tenaga kerja pendatang
2) Mobilisasi Bahan, Kendaraan, Peralatan dan Material.
Kualitas material yang digunakan untuk konstruksi
pembangunan. Perumahan adalah bahan-bahan baik kualitas
maupun kuantitasnya. Sirkulasi kendaraan pengangkut
material konstruksi dan kendaraan pekerja mengakibatkan
dampak bagi arus lalu lintas dan kualitas udara disekitar
kegiatan usaha.
Gangguan Lalu Lintas
Dari pelaksanaan tahap konstruksi yang tenaga kerja
serta pekerjaan yang dilakukan berkaitan langsung dengan
mobilitas kendaraan pengangkut material yang
berpengaruh terhadap akses lalu lintas kendaraan dan
rentan menimbulkan gangguan lalu lintas disekitar lokasi
proyek.
Timbulan Limbah Padat dan Cair
Pekerjaan konstruksi memberikan dampak dan
pengaruh terhadap sanitasi lingkungan disekitar
pembangunan usaha/kegiatan.
Dokumen UKL-UPL Perumahan “Valleria Park” | II-16
3) Pekerjaan Pembukaan lahan
Pekerjaan pembukaan lahan meliputi pengupasan
vegetasi, pekerjaan galian tanah, pekerjaan timbunan tanah,
serta perataan dan pemadatan
4) Pekerjaan Pembangunan jalan (aspal atau paving)
Pekerjaan pembangunan jalan adalah faktor penting
pendukung perumahan. Penghuni mengharapkan jalan dapat
berfungsi baik dan dapat dilewati oleh kendaraan baik roda 2
(dua) maupun roda 4 (empat).
5) Pekerjaan konstruksi perumahan
Pekerjaan konstruksi perumahan merupakan
pekerjaan utama dalam proyek ini. Pekerjaan ini harus
memperhatikan dampak dari berbagai sisi karena pekerjaan
ini juga memiliki bobot kerja paling besar
6) Pembersihan Akhir/Penutupan Lahan/ RTH
Pekerjaan ini meliputi penghijauan (landscaping)
sebesar 30% dari luas area ± 1.923 m2, mencangkup
lanscaping taman di sekitar lokasi dan buffer zone
disepanjang jalan masuk dan sepanjang bangunan. Pekerjaan
akhir juga meliputi pembersihan puing-puing dan sampah
sisa meterial bangunan. Fase penutupan lahan memberikan
dampak dominan terhadap penurunan permukaan air sumur
peningkatan aliran permukaan tanah
7) Pekerjaan utilitas
Utilitas merupakan bangunan pendukung aktivitas
penghuni dalam kompleks perumahan
C. Tahap Pasca Konstruksi
Tahap ini ketika perumahan telah dibangun, maka
nantinya pemilik/ penghuni rumah/perumahan bertanggung
jawab terhadap gangguan/ dampak lingkungan yang
ditimbulkan dari kegiatan sehari-hari pemilik dalam lingkungan
Kelurahan Pangenrejo, Kec. Purworejo, Kab. Purworejo, Jawa
Tengah. Kegiatan yang mungkin menjadi sumber dampak pada
operasional:
1) Demobilisasi Peralatan
2) Perekrutan Tenaga Kerja Operasional
3) Aktifitas Trasnportasi Penghuni dan Pengunjung
4) Pembuangan Sampah Oleh Penghuni dan Pengunjung
5) Penggunaan KM/WC dan Pengoperasionalan Rumah Huni
Dokumen UKL-UPL Perumahan “Valleria Park” | II-17