0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan11 halaman

Analisis Perilaku Biaya dalam Akuntansi

Dokumen tersebut membahas tentang aktivitas perilaku biaya dan analisis CVP. Secara singkat, dibahas tentang definisi biaya tetap, biaya variabel, dan biaya campuran, serta metode-metode untuk memisahkan komponen tetap dan variabel pada biaya campuran seperti metode tinggi-rendah, scatterplot, dan metode kuadrat terkecil. Dokumen ini juga membahas faktor-faktor yang mempengaruhi klasifikasi biaya seperti batasan waktu dan sumber daya.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan11 halaman

Analisis Perilaku Biaya dalam Akuntansi

Dokumen tersebut membahas tentang aktivitas perilaku biaya dan analisis CVP. Secara singkat, dibahas tentang definisi biaya tetap, biaya variabel, dan biaya campuran, serta metode-metode untuk memisahkan komponen tetap dan variabel pada biaya campuran seperti metode tinggi-rendah, scatterplot, dan metode kuadrat terkecil. Dokumen ini juga membahas faktor-faktor yang mempengaruhi klasifikasi biaya seperti batasan waktu dan sumber daya.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

AKUNTANSI MANAJEMEN

Activity Cost Behaviour Dan Cvp Analysis

Oleh :
I Made Adi Wirayudha (2107531221)

Dosen pengampu :

Dr. I Gusti Ayu Made Asri Dwija Putri, S.E., [Link].,CMA

Prodi Sarjana Akuntansi


Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Udayana
2022/2023
PEMBAHASAN

A. Definisi Activity Cost Behavior

Aktivitas perilaku biaya (Activity Cost Behavior) adalah istilah umum untuk
mendeskripsikan apakah biaya berubah seiring dengan perubahan keluaran. Biaya- biaya
bereaksi pada keluaran dengan berbagai cara. Pembahasan mengenai hal ini, biaya tetap, biaya
variabel, dan biaya campuran yang akan dmulai dengan melihat kemungkinan-kemungkinan
yang paling sederhana.

B. Dasar-Dasar Perilaku Biaya

1. Fixed Cost (Biaya Tetap)

Biaya yang jumlahnya tetap sama ketika keluaran berubah disebut biaya tetap (fixed cost). Lebih
formalnya, biaya tetap adalah biaya yang dalam jumlah keseluruhan tetap konstan dalam rentang
yang relevan ketika tingkat keluaran aktivitas berubah. Contoh biaya tetap yaitu sewa, pajak, gaji,
depresiasi.

2. Variable Cost (Biaya Variabel)


Biaya variabel (variable cost) adalah biaya yang dalam jumlah keseluruhan bervariasi secara
proposional terhadap perubahan keluaran. Jadi, biaya variabel naik ketika keluaran naik dan akan
turun ketika keluaran turun. Contoh biaya variabel yaitu bahan baku, komisi penjualan, biaya
pengepakan. Biaya variabel juga dapat dinyatakan dalam bentuk linear. Disini, jumlah biaya
variabl berganrung pada tingkat penggerak. Hubungan ini dapat dideskripsikan sebagai berikut.
Jumlah biaya Variabel = biaya Variabel per Unit x Jumlah Unit

3. Mixed Cost (Biaya Campuran)


Biaya campuran adalah biaya yang memiliki komponen tetap dan variabel. Misalnya, agen
penjual sering dibayar dengan gaji yang ditambah dengan komisi penjualan. Anggaplah Reddy
Heaters memiliki tiga agen penjualan. Setiap agen penjualan mendapatkan gaji sebesar $10.000
per tahun ditambah komisi $0,50 untuk setiap produk yang mereka jual. Bagi reddy Heaters, biaya
penjualan ditunjukkan dengan persamaan berikut:
Jumlah biaya= $30.000+($0,50 x unit yang terjual)

C. Mengklasifikasikan Biaya Sesuai dengan Perilaku

Pembahasan sebelumnya mengenai biaya tetap, variabel dan campran berfokus pada definisi
dan tdak membahas beberapa faktor penting untuk menentukan apakah suatu biaya merupakan
biaya tetap atau variabel. Sekarang, saatnya melihat cara mengklasifikasikan biaya menurut
perilakunya secara lebih dekat lagi. Dalam menilai perilaku biaya, pertama-tama, batasan waktu
harus dipertimbangkan. Kemudian, sumber daya yang dibutuhkan dan keluaran aktivitas harus
diidentifikasi. Terakhir, masukan dan keluaran harus diukur dan pengaruh perubahan keluaran
pada biaya aktivitas ditentukan.

1. Batasan Waktu

Penentuan suatu biaya merupakan biaya tetap atau variabel bergantung pada batasan waktu.
Menurut ilmu ekonomi, dalam jangka panjang (long run), semua biaya adalah variabel. Dalam
jangka pendek (short run), paling tidak satu biaya adalah tetap.
Dalam jangka pendek biasanya dalam kurum waktu kurang dari 1 tahun. Untuk tujuan praktis,
perusahaan dapat memperlakukan bahan baku langsung sebagai biaya variabel maupun jumlah
bahan baku yang sudah dibeli saja bersifat tetap untuk beberapa jam (atau beberapa hari)
berikutnya.

Bagaimana dengan tenaga kerja langsung? Pada beberapa keadaan, suatu perusahaan mungkin
dapat mempekerjakan dan memberhentikan karyawannya dengan relatif cepat. Pada keadaan itu,
biaya tenaga kerja langsung dapat diperlakukan sebagai biaya variabel. Pada kasus lain, suatu
perusahaan tidak dapat memberhentikan karyawannya saat terjadi penurunan produksi yang
bersifat sementara. Dalam kasus ini, tenaga kerja langsung merupakan biaya tetap, bukan biaya
variabel.

2. Sumber Daya dan Ukuran Keluaran

Setiap aktivitas membutuhkan sumber daya untuk menyelesaikan tugas yang harus
dilakukan. Sumber daya ini digunakan untuk menghasilkan suatu keluaran. Cara untuk
mengukur keluaran yaitu dengan menggunakan frekuensi. Istilah lain untuk
ukuran keluaran adalah penggerak. Penggerak aktivitas menjelaskan perubahan dalam
biaya aktivitas dengan mengukur perubahan dalam penggunaan aktivitas atau keluaran.

Penggerak aktivitas dibagi menjadi dua kategori umum, yaitu penggerak produksi (atau tingkat
unit) dan penggerak tingkat nonunit. Penggerak produksi menjelaskan perubahan dalam biaya
ketika unit yang diproduksi berubah. Contohnya jumlah bahan baku langsung, jam-kilowatt yang
digunakan untuk menjalankan mesin produksi, dan jumlah jam kerja tenaga kerja langsung.

3. Penggerak Tingkat Nonunit

Penggerak tingkat non unit menjelaskan perubahan dalam biaya ketika faktor-faktor lain selain
unit berubah, sebagai contoh, penyetelan (setup) adalah aktivitas tingkat nonunit. Contoh lain
dari biaya tingkat nonunit meliputi penyusutan pabrik, gaji manajer pabrik, dan biaya
menjalankan Departemen Pembelian.

D. Peranan Penggunaan Sumber Daya dalam Perilaku Biaya

Perilaku biaya jangka panjang dan jangka pendek berhubungan dengan aktivitas dan sumber
daya yang diperlukan untuk melakukannya. Kapasitas adalah kemampuan aktual atau potensial
untuk melakukan sesuatu. Jadi dalam pembahasan mengenai kapasitas suatu aktivitas, hal yang
dideskripsikan adalah jumlah aktivitas yang dapat dilakukan perusahaan. Banyaknya aktivitas
yang diperlukan bergantung pada tingkat kinerja yang diminta. Biasanya, dapat diasumsikan
bahwa kapasitas yang diperlukan berhubungan dengan tingkat di mana aktivitas dikerjakan secara
efisien. Tingkat efisien atau kinerja aktivitas disebut kapasitas praktis (practical capacity). Hal ini
terkadang terdapat kelebihan kapasitas. Untuk mengetahui bagaimana hal itu dapat terjadi dan
bagaimana hal itu dapat memengaruhi perilaku biaya, penting untuk mengetahui sumber daya
fleksibel dan terikat.

1. Sumber Daya Fleksibel

Sumber daya fleksibel (flexible resources) dipasok saat digunakan dan dibutuhkan. Sumber
daya ini diperoleh dari pihak luar dan tidak membutuhkan komitmen jangka panjang untuk
membeli sejumlah sumber daya tertentu. Jadi, organisasi bebas membeli hanya sebatas jumlah
yang dibutuhkan. Dengan demikian, jumlah sumber
daya yang dipasok sama dengan jumlah yang diminta. Contohnya adalah bahan baku dan energy.

2. Sumber Daya Terikat

Sumber daya terikat (committed resources) adalah sumber daya yang dipasok sebelum
penggunaan; mereka didapat dengan menggunakan kontrak eksplisit atau implisit untuk
memperoleh sejumlah sumber daya tertentu, tanpa memandang apakah jumlah sumber daya yang
tersedia digunakan secara penuh atau tidak. Sumber daya terikat dapat memiliki kapasitas yang
tidak terpakai karena kapasitas yang tersedia lebih banyak daripada yang digunakan. 3. Perilaku
Biaya Bertahap

Biaya bertahap (step cost) menampilkan tingkat biaya yang konstan untuk rentang keluaran
tertentu dan pada titik tertentu naik ke tingkat biaya yang lebih tinggi dimana biaya tersebut tidak
berubah untuk rentang keluaran yang sama.

E. Metode untuk Memisahkan Biaya Campuran Menjadi Komponen Tetap dan


Variabel

Ada tiga metode yang digunakan secara luas untuk memisahkan biaya campuran menjadi
komponen tetap dan variabel, yaitu metode tinggirendah, Scatterplot dan Metode Kuadrat Terkecil.
Setiap metode menggunakan asumsi hubungan biaya linier.

a. Asumsi Linieritas

Definisi biaya variabel mengasumsikan hubungan linier antara biaya aktivitas dan
penggerak aktivitas terkait. Berikut persamaan untuk garis lurus:

Jumlah biaya= biaya tetap + (biaya variabel per unit x keluaran)

1. The High-Low Method (Metode Tinggi-Rendah)

Metode tinggi rendah adalah metode untuk menentukan persamaan suatu garis lurus dengan
terlebih dahulu memilih dua titik yang akan digunakan untuk menghitung parameter perpotongan
dan keminringan.

Metode tinggi-rendah menggunakan dua poin untuk menentukan persamaan garis biaya.
Dua poin aktivitas, yang tertinggi dan terendah, dan biaya yang berhubungan
digunakan untuk menentukan rumus biaya. Keuntungan dari metode tinggi-rendah, objektivitas
setiap dua orang menggunakan satu set data tertentu akan muncul dengan jawaban yang sama.
Kerugian dari metode tinggi-rendah, poin yang tinggi dan rendah tidak mungkin tidak mewakili cost
activity relationship.

2. The Scatterplot Method

Metode scatterplot adalah suatu metode penentuan persamaan sautu garis dengan menggambarkan
data dalam suatu grafik. Dalam metode scatterplot, titik data diplot sehingga hubungan antara
variabel dependen dan variabel independen dapat dilihat, sebuah scattergraph adalah potret visual
dari hubungan antara biaya dan aktivitas. Sebuah scattergraph memungkinkan pengguna untuk
mentukan apakah hubungan antara variabel dependen dan variabel independen ada. Keuntungan
utama dari metode tinggi-rendah adalah bahwa ia mengarahkan manajer untuk yang dua poin untuk
memilih untuk menghitung rumus biaya linear. Dengan demikian, metode tinggi-rendah
menghilangkan subjektivitas dari proses estimasi. Keuntungan dari metode scatterplot atas metode
tinggi-rendah adalah bahwa hal itu memungkinkan pengguna untuk memeriksa data visual.

3. Least Square Method (Metode Kuadrat Terkecil)

Metode kuadrat terkecil menghasilkan garis terbaik yang dekat dengan titik data daripada
jalur lainnya. Secara matematis, lebih dekat didefinisikan sebagai sesuai dengan jumlah terkecil
dari kuadrat deviasi. Deviasi didefinisikan sebagai selisih antara biaya diprediksi dan aktual.
Salah satu kemungkinan adalah mengukur deviasi semua titik ke garis dan menambahkan semua
ukuran tersebut untuk mendapatkan ukuran keseluruhan. Akan tetapi, ukuran keseluruhan ini
mungkin menyesatkan. Sebagai contoh, penjumlahan deviasi positif yang kecil dapat menghasilkan
ukuran keseluruhan yang lebih besar dibandingkan penjumlahan deviasi positif yang besar dan
deviasi yang deviasi negative yang besar karena pengaruh yang membatalkan dari angka-angka
positif dan negative. Untuk mengatasi masalah ini, pertama, metode kuadrat terkecil (method of least
squares) menguadratkan setiap deviasi, dan menjumlahkan deviasi yang dikuadratkan tersebut
sebagai ukuran kedekatan keseluruhan. Penguadratan deviasi ini menghindari masalah yang
disebabkan oleh bauran angka positif dan negatif.

Penggunaan Program Regresi


Penghitungan rumus regresi secara manual cukup melelahkan, bahkan hanya dengan
lima titik data. Ketika jumlah titik data meningkat, penghitungan sederhana menjadi tidak praktis.
Hal yang perlu lakukan sekarang adalah memasukkan data. Program Regresi spreadsheet
menyediakan lebih dari sekedar perkiraan koefisien. Program ini juga menyediakan informasi yang
dapat digunakan untuk melihat seberapa besarkah persamaan biaya dapat dipercaya-suatu fungsi
yang tidak tersedia pada metode scatterplot dan tinggi-rendah.

Keandalan Rumus Biaya

Output Regresi dapat menginformasikan koefisien biaya tetap dan variabel, tetapi kegunaan
utamanya terletak pada kemampuannya menginformasikan seberapa jauh rumus biaya yang
diperkirakan dapat diandalkan.

Fitur ini tidak disediakan, baik oleh metode scatterplot maupun metode tinggi-rendah. Meskipun
output Regresi menyediakan informasi berguna lainnya untuk menilai keandalan statistik, kita hanya
akan melihat goodness of fit. Ukuran ini penting karena metode kuadrat terkecil mengidentifikasi
garis yang paling sesuai, tetapi tidak mengungkapkan seberapa baik kesesuaian tersebut. Garis yang
paling sesuai mungkin bukan merupakan garis yang terbaik. Garis yang paling sesuai mungkin tidak
dapat memprediksi biaya dengan baik.

R Kuadrat – Koefisien Determinasi

Secara statistik, kita dapat menentukan seberapa besar variabilitas dijelaskan dengan melihat
Koefisien determinasi atau R Kuadrat. Koefiseien Determinasi adalah persentasi variabilitas variabel
terikat yang dijelaskan oleh suatu variabel bebas. Persentase ini merupakan ukuran goodness of fit.
Semakin tinggi persentase variabilitas biaya yang dijelaskan, semakin baik garisnya. Karena
koefisen determinasi tersebut merupakan persentase variabilitas yang dijelaskan, nilainya selalu
berkisar antara 0 dan 1.

Tidak ada batasan yang jelas untuk koefisien determinasi yang baik dan buruk. Yang pasti,
semakin dekat R kuadrat ke-1, semakin baik garisnya. Jika persamaan biaya anda menghasilkan
koefisien determinasi sebesar 75%, itu berarti variabel bebas menjelaskan tiga perempat dari
variabilitas biaya. Dapat diketahui juga beberapa faktor lain atau kombinasi faktor-faktor lainnya
menjelaskan satu perempat sisanya.
Koefisien Korelasi

Ukuran alternatif untuk goodness of fit adalah koefisien korelasi, yaitu akar dari
koefisien determinasi. Karena akar dapat bernilai negatif, nilai koefisien korelasinya
dapat berkisar antara -1 dan +1. Jika koefisien korelasinya positif maka kedua
variabelnya bergerak menuju arah yang yang sama terdapat korelasi positif. Korelasi
positif sempurna akan menghasilkan nilai 1 untuk koefisien korelasi. Di lain
pihak,jika koefisien negatif, maka kedua variabel bergerak menuju arah yang dapat
diprediksi, tetapi berlawanan arah. Korelasi negatif sempurna akan menghasilkan
koefisien korelasi sebesar -1.

Nilai Koefisien Korelasi yang mendekati nol, mengidentifikasi tidak adanya korelasi.
Dengan kata lain, mengetahui pergerakan satu variabel tidak memberikan petunjuk
pergerakan variabel lainnya.

F. Regresi Berganda

Peranan regresi berganda dalam penilaian perilaku biaya. Satu penggerak mungkin
tidak cukup untuk menjelaskan variabilitas perilaku biaya aktivitas. Dalam hal ini,
memberikan variabel tambahan ke dalam persamaan dapat meningkatkan kemampuan
persamaan tersebut dalam memprediksi biaya aktvitas dan memberi pemahaman
mengenai cara pengelolaan biaya aktivitas.

G. Penilaian manajerial

Penilaian manajerial merupakan hal yang sangat penting dalam menentukan perilaku
biaya dan merupakan metode yang paling sering digunakan. Daya tarik dari metode
ini terletak dari kesederhanaannya. Banyak manajer yang menggunakan pengalaman dan
reservasi terhadap hubungan biaya pada masa lampau untuk menentukan biaya tetap dan
variabel. Secara sederhana beberapa manajer menentukan biaya aktivitas tertentu
manjadi kategori tetap dan lainnya menjadi kategori variabel, tanpa menghiraukan
kemungkinan biaya campuran.

Keunggulan dari penggunaan pertimbangan manajerial untuk memisahkan biaya tetap


dan variabel terletak pada kesederhanaannya. Saat manajer memiliki pengetahuan
yang mendalam tentang perusahaan dan pola biayanya, metode ini dapat memberikan
hasil yang baik. Akan tetapi, kesalahan akan terjadi jika manajer tidak memiliki hasil
yang baik. Oleh karena itu, mempertimbangkan pengalaman manajer, potensi
kesalahan dan pengaruh pertimbangan yang salah terhadap keputusan terkait hal
kepentingan
DAFTAR PUSTAKA
R. Hansen, Don & M. Mowen, Maryanne. 2009. Akuntansi Manajemen (edisi 8).
Jakarta : Salemba Empat

Anda mungkin juga menyukai