0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
183 tayangan13 halaman

Pesona Wisata Pulau Bali

Makalah ini membahas tentang wisata di Bali dengan menjelaskan pesona pulau Bali sebagai destinasi wisata, letak dan topografi pulau Bali, rumah adat, dan kesenian Bali sebagai warisan budaya.

Diunggah oleh

Purwanto Wanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
183 tayangan13 halaman

Pesona Wisata Pulau Bali

Makalah ini membahas tentang wisata di Bali dengan menjelaskan pesona pulau Bali sebagai destinasi wisata, letak dan topografi pulau Bali, rumah adat, dan kesenian Bali sebagai warisan budaya.

Diunggah oleh

Purwanto Wanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS MAKALAH DESTINISAI

WISATA DI INDONESIAp
WISATA BALI

Disusun Oleh:
ELMA
KLS XII IPS 1

SMA NEGERI 12 PANDEGLANG


TAHUN PELAJARAN 2022/2023
Alamat : Jl. Raya Munjul Km. 1 Kp. Kadumula Desa Kolelet Kec. Picung – Pandeglang 42275
KATA PENGATAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena rahmat dan hidayahnya
sehingga pembuatan karya tulis ini selesai tepat waktu.
Karya tulis yang berjudul “WISATA BALI” Makalah ini memaparkan tentang
keindahan pulau bali terutama pariwisatanya yang indah sehingga banyak wisatawan yang
mengunjunginya.
Dalam penyusunan ini penulis mendapat bantuan dari pihak yang terkait. Untuk itu,
penulis mengucapkan terima kasih atas dukungan dan bantuan yang diberikan dengan tulus,
terutama kepada:
Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata baik dan sempurna, sehingga
penulis mohon maaf jika terdapat kekurangan dalam makalah ini. Penulis mohon saran dan
kritik kepada para pembaca yang bersifat membangun, supaya makalah ini dapat lebih
sempurna. Penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan berguna sebagai
panduan adik-adik kelas nanti.

Pandeglang, 15 Februari 2023


Penulis

i
DAFTAR ISI

Kata Pengatar ...................................................................................................................i


Daftar Isi.............................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................1
A. Latar Belakang.........................................................................................................1
B. Tujuan Penulisan.....................................................................................................1
C. Manfaat Penulisan...................................................................................................1
BAB II LANDASAN TEORI............................................................................................2
A. Deskripsi Secara Umum..........................................................................................2
1. Pesona Bali Pariwasata......................................................................................2
2. Letak Pulau Bali................................................................................................2
3. Topografi...........................................................................................................2
4. Rumah Adat.......................................................................................................3
5. Kesenian Bali.....................................................................................................3
6. Bahasa................................................................................................................4
BAB III PEMBAHASAN..................................................................................................5
A. Tempat Wisawata Bali.............................................................................................5
1. Tanah Lot...........................................................................................................5
2. Joger...................................................................................................................6
3. Tempat Oleh-Oleh Cening Bagus......................................................................6
4. Pantai Nusa Dua................................................................................................6
5. Pantai Kuta........................................................................................................7
BAB IV PENUTUP............................................................................................................9
A. Kesimpulan..............................................................................................................9

Daftar Pustaka...................................................................................................................10
D.

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Bali merupakan salah satu pulau yang ada di Indonesia. Tempat ini mempunyai
pariwisata yang sangat banyak dan mempunyai pesona tersendiri dimata pengunjung baik
local maupun mancanegara. Maka dari itu penulis memberikan judul “Pesona Bali Pulau
Pariwisata”. Adapun alasan penulis memberikan judul :
1. Bali merupakan pulau yang terkenal akan pariwisata yang banyak dan mempunyai
pesoana tersendiri, sehingga banyak orang lokal dan orang mancanegara yang
mengunjunginya.
2. Karena keunikan yang dimiliki terutama pariwisata yang mempesoan dibanding
dengan pulau-pulau yang lain.

B. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulis menyusun karya tulis ini :
1. Untuk menambah wawasan tentang kebudayaan Bali.
2. Mengenal adat dan kebudayaan lain yang berada diwilayah Indonesia.
3. Sebagai wawasan tambahan informasi serta menperbanyak pengetahuan.

C. Manfaat Penulisan
Sejalan dengan tujuan penulisan laporan karya tulis ini, maka ada beberapa manfaat,
diantaranya adalah:
1. Melatih siswa agar dapat mengolah laporan karya tulis.
2. Sebagai tambahan materi diluar sekolah.
3. Meningkatkan tekad untuk melestarikan kebudayaan Indonesia.

1
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Deskripsi Secara Umum
1. Pesona Bali Pulau Pariwisata
Bali berasal dari kata “BALI” dalam bahasa Sansekerta berarti “Kekuatan”
dan dari bahasa Bali “BALI” berarti “Pengorbanan” yang artinya agar kita tidak
melupakan kekuatan kita dan selalu siap untuk berkorban. Bali mempunyai dua
pahlawan yang sangat berjasa dalam mempertahankan wilayah Bali yaitu I Gusti
Ngurah Rai dan I Gusti Ketut Jelantik. Pulau Bali selain dikenal akan upacara
adatnya yang unik Bali juga dikenal akan pariwisatanya yang juga unik, indah dan
menarik. Jadi tidak mengherankan banyak pengunjung baik local maupun
mancanegara yang berdatangan untuk mengunjunginya.

2. Letak Pulau Bali


Pulau Bali adalah bagian dari Kepulauan Sunda Kecil sepanjang 153 km dan
selebar 112 km sekitar 3,2 km dari Pulau Jawa. Secara astronomis, Bali terletak di
8°25′23″ Lintang Selatan dan 115°14′55″ Bujur Timur yang membuatnya beriklim
tropis seperti bagian Indonesia yang lain.
Kemiringan lahan Pulau Bali terdiri dari lahan datar (0-2%) seluas 122.652 ha,
lahan bergelombang (2-15%) seluas 118.339 ha, lahan curam (15-40%) seluas
190.486 ha dan lahan sangat curam (>40%) seluas
132.189 ha. Provinsi Bali memiliki 4 (empat) buah danau yang berlokasi di
daerah pegunungan, yaitu Danau Beratan atau Bedugul, Buyan, Tambli ngan, dan
Batur. Alam Bali yang indah menjadikan pulau Bali terkenal sebagai daerah wisata.
Luas wilayah Provinsi Bali adalah 5.636,66 km 2 atau 0,29% luas wilayah
Republik Indonesia. Secara administratif Provinsi Bali terbagi atas 9 kabupaten/kota,
55 kecamatan dan 701 desa/kelurahan. Batas-batas wilayah Bali :
Utara : Laut Bali.
Selatan : Samudra Indonesia.
Barat : Selat Bali, Provinsi Jawa Timur.
Timur : Provinsi Nusa Tenggara Timur.

3. Topografi
Di tengah-tengah pulau Bali terbentang pegunungan yang memanjang dari
2
barat ke timur. Gunung tersebut adalah Gunung merbuk (1.386 m), Gunung parai
(1.414 m), Gunung watukara (2.276 m), Gunung panggilingan (2.098 m), Gunung
batur (1.717 m), dan Gunung Agung (3.140 m). Di antara gunung – gunung tersebut
yang masih aktif adalah Gunung Batur dan Gunung Agung. Dibagian selatan Gunung
Batur terdapat semacam bukit yang tingginya 220 m, sedangkan Nusa Penida
merupakan bukit kapur dengan puncaknya setinggi 529 m.
Adanya pegunungan tersebut menyebabkan Daerah Bali secara Geografis terbagi
menjadi
2 (dua) bagian yang tidak sama yaitu Bali Utara dengan dataran rendah yang sempit
dan
kurang landai, dan Bali Selatan dengan dataran rendah yang luas dan landai.
Kemiringan lahan Pulau Bali terdiri dari lahan datar (0-2%) seluas 122.652 ha, lahan
bergelombang (2-15%) seluas 118.339 ha, lahan curam (15-40%) seluas
190.486 ha, dan lahan sangat curam (>40%) seluas 132.189 ha.
Provinsi Bali memiliki 3 (tiga) buah danau yang berlokasi di daerah
pegunungan yaitu : Danau Beratan dengan luas ± 370 ha, Danau Tamblingan dengan
luas ± 110 ha dan Danau Batur dengan luas ± 1.718.751 ha.

4. Rumah Adat
Menurut filosofi masyarakat Bali, kedinamisan dalam hidup akan tercapai
apabila terwujudnya hubungan yang harmonis antara aspek pawongan, palemahan,
dan parahyangan. Untuk itu, pembangunan sebuah rumah harus meliputi aspek-aspek
tersebut atau yang biasa disebut ‘’Tri Hita Karana’’. Pawongan merupakan para
penghuni rumah. Palemahan berarti harus ada hubungan yang baik antara penghuni
rumah dan lingkungannya.
Pada umumnya,bangunan atau arsitektur tradisional daerah Bali selalu
dipenuhi hiasan, berupa ukiran, peralatan serta pemberian warna. Ragam hias
tersebut mengandung arti tertentu sebagai ungkapan keindahan simbol-simbol dan
penyampaian komunikasi. Bentuk-bentuk ragam hias dari jenis fauna juga berfungsi
sebagai simbol-simbol ritual yang ditampilkan dalam patung.

5. Kesenian Bali
Di Bali terdapat sejenis tarian yang cukup unik, dan dimainkan terutama oleh laki-
laki dimana jumlah pemainnya mencapai puluhan atau lebih penari yang duduk

3
berbaris dan melingkar dengan irama tertentu menyerukan suara “cak” sambil
mengangkat kedua tangannya. Hal tersebut menggambarkan ketika barisan kera
membantu Rama melawan Rahwana dalam kisah Ramayana.
Kecak berasal dari ritual Sanghyang, yaitu tradisi dimana penarinya akan dalam
keadaan tidak sadar karena melakukan komunikasi dengan Tuhan, atau roh para
leluhur yang kemudian menyampaikan harapan- harapannya kepada masyarakat.
Pada tari kecak tidak menggunakan alat musik dan hanya menggunakan kincringan
yang dikenakan pada kaki para penari yang sedang memerankan tokoh-tokoh
Ramayana. Sedangkan para penari yang duduk melingkar mengenakan kain kotak-
kotak yang melingkari pinggang merek Tari kecak ini di ciptakan pada tahun 1930-
an oleh Wayan Limbak dan dengan seorang pelukis Jerman Walter Spies. Mereka
menciptakan tari tersebut berdasarkan tradisi sanghyang kuno dan mengambil dari
bagian-bagian kisah Ramayana. Tarian ini menjadi populer ketika Wayan Limbak
bersama penari Bali-nya tour berkeliling dunia mengenalkan tarian Kecak tersebut.
Hingga kini tari kecak menj adi tarian seni khas Bali yang terkenal.
Baberapa jenis kesenian dari provinsi bali :
a. Tari legong, merupakan tarian yang berlatar belakang kisah cinta Raja dari lasem.
Ditarikan secara dinamis dan memikat hati.
b. Tari Kecak, sebuah tari berdasarkan cerita dan Kitab Ramayana yang
mengisahkan tentang bala tentara monyet dari Hanuman dari Sugriwa.

6. Bahasa
Bali sebagian besar menggunakan bahasa Bali dan bahasa Indonesia, sebagian
besar masyarakat Bali adalah bilingual atau bahkan trilingual. Bahasa Inggris adalah
bahasa ketiga dan bahasa asing utama bagi masyarakat Bali yang dipengaruhi oleh
kebutuhan industri pariwisata. Bahasa Bali di bagi menjadi 2 yaitu, bahasa Aga yaitu
bahasa Bali yang pengucapannya lebih kasar, dan bahasa Bali [Link]
bahasa yang pengucapannya lebih halus.

4
BAB III
PEMBAHASAN
A. Tempat Wisata Bali
1. Tanah Lot
Obyek wisata tanah lot terletak di Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten
Tabanan, sekitar 13 km barat Tabanan. Disebelah utara Pure Tanah Lot terdapat
sebuah pura yang terletak di atas tebing yang menjorok ke laut. Tebing ini
menghubungkan pura dengan daratan dan berbentuk seperti jembatan (melengkung).
Tanah Lot terkenal sebagai tempat yang indah untuk melihat matahari terbenam
(sunset), turis-turis biasanya ramai pada sore hari untuk melihat keindahan sunset di
sini.
Di sini ada dua pura yang terletak di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan
batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Pura Tanah Lot
ini merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan. Pura Tanah Lot merupakan pura
laut tempat pemujaan dewa- dewa penjaga laut. Tanah Lot terkenal sebagai tempat
yang indah untuk melihat matahari terbenam.
Sejarah Menurut legenda, pura ini dibangun oleh seorang Brahmana yang
mengembara dari Jawa. Ia adalah Danghyang Nirartha yang berhasil menguatkan
kepercayaan penduduk Bali akan ajaran Hindu dan membangun Sad Kahyangan
tersebut pada abad ke-16. Pada saat itu penguasa Tanah Lot, Bendesa Beraben, iri
terhadap beliau karena para pengikutnya mulai meninggalkannya dan mengikuti
Danghyang Nirartha. Bendesa Beraben menyuruh Danghyang Nirartha untuk
meninggalkan Tanah Lot. Ia menyanggupi dan sebelum meninggalkan Tanah Lot
beliau dengan kekuatannya memindahkan Bongkahan Batu ke tengah pantai
(bukan ke tengah laut) dan membangun pura disana. Ia juga mengubah selendangnya
menjadi ular penjaga pura. Ular ini masih ada sampai sekarang dan secara ilmiah ular
ini termasuk jenis ular laut yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih seperti ikan, warna
hitam berbelang kuning dan mempunyai racun 3 kali lebih kuat dari ular cobra. Akhir
dari legenda menyebutkan bahwa Bendesa Beraben 'akhirnya' menjadi pengikut
Danghyang Nirartha.
Obyek wisata tanah lot terletak di Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten
Tabanan, sekitar 13 km barat Tabanan. Disebelah utara Pure Tanah Lot terdapat
sebuah pura yang terletak di atas tebing yang menjorok ke laut. Tebing ini
menghubungkan pura dengan daratan dan berbentuk seperti jembatan (melengkung).
5
Tanah Lot terkenal sebagai tempat yang indah untuk melihat matahari terbenam
(sunset), turis-turis biasanya ramai pada sore hari untuk melihat keindahan sunset di
sini.

2. Joger
Nama Joger diambil dari nama pemiliknya sendiri yaitu bapak
Joseph Theodorus Wulianadi yang digabung dengan nama sahabatnya Bapak Gerard.
Sahabatnya ini sangat berjasa dalam merintis usaha pabrik kata kata ini. Pada tahun
1981 Joseph diberi hadiah pernikahan oleh Gerard sebesar US $ 20.000 sebagai
modal dari usahanya. Awalnya dibuka di alamat Jalan Sulawesi no 37 Denpasar,
namun sejak tanggal 7 Juli 1987 toko ini pindah ke tempatnya sekarang di alamat
Jalan Raya Kuta sebelah supermarket Supernova.
Ketika memasuki pintu outlet ini, setiap pengunjung akan disapa dengan ramah dan
akan ditempeli stiker sebagai tanda masuk. Ada ruangan yang khusus memajang
koleksi T-shirt, ruangan khusus souvenir seperti mug, sandal, gantungan kunci dan
jam terbalik. Joger Bali hanya satu-satunya tempat di Indonesia yang menjual jam
terbalik dan

3. Tempat Oleh-Oleh Cening Bagus


Cening Bagus merupakan salah satu tempat belanja oleh-oleh yang
menawarkan berbagai produk yang selama ini menjadi ciri khas Pulau Dewata.
Berbagai oleh-oleh bisa pengunjung dapatkan mulai dari cemilan, baju kaos, batik,
kerudung, yang menjadi keunikan dan pembeda Cening Ayu dengan tempat penjualan
oleh-oleh Bali lainnya barang yang dijual lebih fokus kepada kaos lukis yang secara
konvensional dilukis langsung oleh tangan-tangan terampil para pengrajin Bali

4. Pantai Nusa Dua


Nusa Dua di Bali identik dengan hotel-hotel berbintang lima nan mewah.
Nyatanya, Nusa Dua juga menawarkan pantai-pantai cantik di seputaran hotel-hotel
ini. Coba masuk ke kawasan BTDC Nusa Dua. Untuk menuju kawasan ini bisa
dengan mobil sewaan ataupun naik Trans Sarbagita.
Ada tiga pantai favorit di Nusa Dua. Ketiganya bisa dikunjungi dalam sehari.
Pertama-tama mampir ke Pantai Nusa Dua. Pantai ini dekat dengan Bali Collection,
jadi dekat dengan perhentian Trans Sarbagita. Di tepian pantai ada pohon jamblang
6
yang sudah mulai langka di Bali. Buahnya seperti anggur namun lebih padat dan
cenderung asam. Ombak pantai ini begitu tenang dengan garis pantai yang
panjang.
Suasananya juga cukup teduh, karena dipenuhi pepohonan rindang. Sekedar duduk-
duduk menikmati sepoi angin di pantai ini juga begitu menenangkan.
Beranjak ke pantai lainnya adalah Pantai Water Blow. Sebenarnya tidak bisa disebut
sebagai pantai. Sebab, kawasan ini lebih berupa tebing curam dengan ombak-ombak
yang menghajar tepi tebing.
Lokasi Water Blow dekat dengan Hotel Grand Hyatt. Ada lapangan rumput
dan setelahnya jalan setapak menuju gerbang. Di gerbang tertulis "Water Blow",
dari sini cukup berjalan menuju lokasi tebing karang. Kesannya memang berbahaya,
namun area ini sudah dibuat jalan konblok dan pagar pembatas. Uniknya
adalah ombak ombak dari
Samudera Hindia yang meluncur cepat bertabrakan dengan tebing karang. Tepat di
celah besar yang menyempit, ombak menubruk dan terhempas ke atas. Jadi seakan-
akan ombak menyemprot dan menari ke udara.
Ombak yang besar menghasilkan terpaanombak yang tinggi menjulang.
Akibatnya, pengunjung yang di tepian tebing pun siap-siap basah terkena "tarian"
ombak. Kalau dari kejauhan, ombak tampak bagai buih kipas berwarna putih. Turis
yang senang berfoto-foto pasti akan menyukai pantai ini.
Perjalanan berikutnya adalah ke Pantai Geger. Pantai ini sejak lama menjadi
pantai favorit turis lokal. Ombaknya tenang sehingga cocok untuk anak-anak
berenang. Lokasi pantai ini dekat dengan Hotel Nikko Bali. Garis pantainya
lumayan panjang dan berpasir putih. Di tepian banyak pohon rindang cocok
untuk menggelar tikar dan berpiknik santai. Di ujung pantai terdapat pulau karang
yang kecil. Berjalan-jalan di pulau tersebut menjadi keasyikan tersendiri.

5. Pantai Kuta
Pantai Kuta adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak kecamatan Kuta,
sebelah selatan Kota Denpasar, Bali, Indonesia. Daerah ini merupakan sebuah tujuan
wisata turis mancanegara dan telah menjadi objek wisata andalan Pulau Bali sejak
awal tahun 1970-an. Pantai Kuta sering pula disebut sebagai pantai matahari terbenam
(sunset beach) sebagai lawan dari pantai Sanur. Selain itu, Lapangan Udara I Gusti
Ngurah Rai terletak tidak jauh dari Kuta.
7
Sejarah Sebelum menjadi objek wisata, Kuta merupakan sebuah pelabuhan dagang
tempat produk lokal diperdagangkan kepada pembeli dari luar Bali. Pada abad ke-19,
Mads Lange, seorang pedagang Denmark, datang ke Bali dan mendirikan basis
perdagangan di Kuta. Ia ahli bernegosiasi sehingga dirinya terkenal diantara raja-raja
Bali dan Belanda.
Selanjutnya, Hugh Mahbett menerbitkan sebuah buku berjudul “Praise to Kuta”
yang berisi ajakan kepada masyarakat setempat untuk menyiapkan fasilitas akomodasi
wisata. Tujuannya untuk mengantisipasi ledakan wisatawan yang berkunjung ke Bali.
Buku itu kemudian menginspirasi banyak orang untuk membangun fasilitas wisata
seperti penginapan, restoran dan tempat hiburan.
Pariwisata Kuta yang terletak di bagian selatan pulau Bali, merupakan salah
satu cikal bakal perkembangan pariwisata Bali. Dulunya tempat ini merupakan
perkampungan nelayan Bali dan seiring berkembangnya pariwisata Indonesia dan
Bali khususnya, penduduk lokal mulai menyewakan rumah pribadi untuk disewakan
sebagai tempat penginapan. Sekarang kawasan Kuta telah berkembang menjadi ikon
pariwisata Bali atau lebih dikenal dengan sebutan International city karena merupakan
tempat bertemunya wisatawan dari seluruh dunia dan juga wisatawan local. Dilihat
dari segi fasilitas Kuta memiliki fasilitas yang lengkap. Penginapan atau hotel,
restoran, spa dan pendukung pariwisata lainnya banyak ter dapat di sini.
Pantai Kuta merupakan tempat wisata yang banyak dipilih untuk menghabiskan
liburan selama di [Link] dengan pasir putih ini dipilih sebagai tempat olahraga
surfing dan juga sangat cocok untuk tempat bersantai sambil menantikan indahnya
sunset pantai [Link] salah ribuan wisatawan selalu memadati pantai ini.

8
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Di Pulau Bali terdapat banyak objek yang menarik dan unik untuk dikunjungi,
sehingga tidak mengherankan para wisatawan baik lokal maupun mancanegara banyak
yang berdatangan ke Pulau Bali karena objek wisata yang ditawarkan. Disini penulis
dapat menyimpulkan dampak yang diperoleh bagi para wisatawan, antara lain :
1. Bali adalah salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki kebudayaan kental yang
masih dilestarikan hingga sekarang.
2. Sebagian besar masyarakat Bali beragama Hindu.
3. Keindahan dan keunikan Bali membuat wisatawan lokal maupun mancanegara tertarik
untuk mengunjungi Bali.

9
DAFTAR PUSTAKA

[Link]

[Link]

[Link]

[Link]

[Link]

[Link] [Link]

[Link]

[Link]

[Link]

[Link]

[Link]

10

Anda mungkin juga menyukai