0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
231 tayangan18 halaman

Manajemen Berbasis Aktivitas (ABM) 2023

Makalah ini membahas Activity Based Management (ABM). ABM adalah pendekatan manajemen yang berfokus pada aktivitas dengan tujuan meningkatkan nilai bagi pelanggan dan laba perusahaan. Makalah ini menjelaskan definisi, tujuan, manfaat, model dimensi dan penerapan, serta faktor keberhasilan penerapan ABM.

Diunggah oleh

affan maulana hamid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
231 tayangan18 halaman

Manajemen Berbasis Aktivitas (ABM) 2023

Makalah ini membahas Activity Based Management (ABM). ABM adalah pendekatan manajemen yang berfokus pada aktivitas dengan tujuan meningkatkan nilai bagi pelanggan dan laba perusahaan. Makalah ini menjelaskan definisi, tujuan, manfaat, model dimensi dan penerapan, serta faktor keberhasilan penerapan ABM.

Diunggah oleh

affan maulana hamid
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Activity Based Management

Makalah ini disusun untuk memenuhi Tugas Akuntansi Manajemen 


Dosen Pengampu :
Drs. Agus Priyono, M.M.

Disusun Oleh :
1. Yudha Alamsyah (200810201040)
2. Freyalista ondya selgi (200810201070)
3. Fika Husnia (200810201077)
4. Aditya Fajri Ilhamsyah (200810201133)
5. Dimas Wahyu Fahriski (200810201202)
6. Affan Maulana Hamid (220810201275)

PROGRAM STUDI MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS JEMBER
2023
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
kami kesehatan dan kemudahan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat
waktu. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Drs. Agus Priyono, M.M. selaku dosen
pengampu mata kuliah Akuntansi Manajemen dan segenap pihak yang telah memberikan
bimbingan dan arahan selama penulisan makalah ini.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan terdapat
kesalahan serta kekurangan didalamnya. Untuk itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari
pembaca, khususnya pada dosen pengampu untuk makalah ini agar selanjutnya dapat menjadi
lebih baik lagi.

Jember, 17 Maret 2023

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan
BAB II PEMBAHASAN

2.1 Definisi Activity Based Management


2.2 Tujuan Activity Based Management
2.3 Manfaat Activity Based Management
2.4 Model dimensi dan penerapan ABM
2.5 Konsep Activity Based Management
2.6 Faktor yang mendukung keberhasilan penerapan ABM
2.7 Langkah-langkah Penerapan ABM
2.8 Studi Kasus
BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

3.2 Saran
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Activity Based Management (ABM) adalah perubahan dalam lingkungan bisnis yang
semakin kompleks dan berubah dengan cepat. Pada awal tahun 1980-an, terjadi peningkatan
persaingan global dan peningkatan biaya produksi. Hal ini memaksa perusahaan untuk mencari
cara baru untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional mereka.

Tradisionalnya, banyak perusahaan mengukur biaya berdasarkan biaya departemen atau


produk, dengan asumsi bahwa biaya yang dihabiskan untuk setiap departemen atau produk
adalah konstan. Namun, pendekatan ini tidak mengakomodasi keragaman dalam aktivitas yang
dibutuhkan untuk menghasilkan produk atau layanan, yang dapat mempengaruhi biaya dan
kualitas produk. Seiring dengan peningkatan persaingan dan tekanan untuk meningkatkan
efisiensi, terjadi peningkatan minat pada metode manajemen baru yang dapat membantu
perusahaan meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional. ABM mulai berkembang sebagai
respons terhadap kebutuhan ini dan menjadi populer pada tahun 1990-an.

1.2 Rumusan Masalah

1.3 Tujuan
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Definisi Activity Based Management

Activity Based Management (ABM) adalah suatu pendekatan di seluruh sistem


dan terintegrasi, yang memfokuskan perhatian manajemen pada berbagai aktivitas,
dengan tujuan meningkatkan nilai untuk pelanggan dan laba sebagai hasilnya (Hansen
dan Mowen, 2009; 11). Menurut Mulyadi (2009;731)
Activity-Based Management (ABM) adalah pendekatan manajemen yang
memusatkan pengelolaan pada aktivitas dengan tujuan untuk melakukan improvement
berkelanjutan terhadap value yang dihasilkan bagi customer, dan laba yang dihasilkan
dari penyedia value tersebut. Sedangkan menurut Blocher (2011;239).
Activity–Based Management (ABM) analisis aktivitas yang digunakan untuk
memperbaiki nilai produk atau jasa bagi pelanggan dan meningkatkan keuntungan
perusahaan. Berdasarkan definisi-definisi diatas, ABM mempunyai dua frasa penting,
yaitu: (1) manajemen berbasis aktivitas berfokus pada pengelolaan aktivitas untuk
meningkatkan nilai yang diterima oleh konsumen, dan (2) pemusatan pengelolaan pada
aktivitas untuk menghasilkan laba dari penyedia nilai tersebut.

2.2 Tujuan Activity Based Management

ABM merupakan pusat dari sistem manajemen biaya, dan oleh karena itu untuk
mengelola organisasi atau perusahaan dengan baik, harus menekankan pada ABM. ABM
bertujuan untuk meningkatkan nilai produk atau jasa yang diterima oleh para konsumen,
dan oleh karena itu dapat digunakan untuk mencapai laba dengan menyediakan nilai
tambah bagi konsumennya.

2.3 Manfaat Activity Based Management

Manfaat yang diperoleh dengan menggunakan ABM adalah manajemen dapat


menentukan wilayah untuk melakukan perbaikan operasi, mengurangi biaya, atau
meninggkatkan nilai bagi pelanggan. Dengan mengidentifikasi sumber daya yang dipakai
konsumen, produk, dan aktivitas, ABM memperbaiki fokus manajemen atas faktor-faktor
kunci perusahaan dan meningkatkan keunggulan kompetitif (Blocher, 2011; 239)
Manfaat ABM menurut Supriyono (2011; 356) adalah:
a) Mengukur kinerja keuangan dan pengoperasian (non keuangan) organisasi dan
aktivitas-aktivitasnya.
b) Menentukan biaya-biaya dan profitabilitas yang benar untuk setiap tipe produk
dan jasa.
c) Mengidentifikasikan aktivitas-aktivitas dan mengendalikannya.
d) Mengelompokkan aktivitas-aktivitas bernilai tambah dan tidak bernilai tambah.
e) Mengefisienkan aktivitas bernilai tambah dan mengeliminasi aktivitas-aktivitas
tidak bernilai tambah.
f) Menjamin bahwa pembuatan keputusan, perencanaan dan pengendalian
didasarkan pada isu-isu bisnis yang keluar dan tidak semata berdasar informasi
keuangan.
g) Menilai penciptaan rangkaian nilai tambah (value-added chain) untuk memenuhi
kebutuhan dan kepuasan konsumen.

2.4 Model dimensi dan penerapan ABM

Menurut Siregar dkk. (2013: 255) model ABM memiliki dua dimensi, yaitu dimensi
biaya dan dimensi proses.
a) Dimensi biaya memberikan informasi mengenai sumber daya, aktivitas, produk,
konsumen, dan objek biaya lain yang menjadi perhatian. Dalam model ini, biaya
sumber daya ditelusuri kembali pada aktivitas. Kemudian, biaya aktivitas tersebut
dibebankan pada produk dan konsumen.
b) Dimensi proses memberi informasi tentang aktivitas yang dikerjakan, tujuan
dilakukannya aktivitas, dan seberapa baik aktivitas itu dilakukan. Dimensi ini
memberi kemampuan untuk melakukan dan mengukur perbaikan yang
berkelanjutan. Analisis ini lebih fokus pada pertanggungjawaban aktivitas dan
cara memaksimalkan kinerja sistem secara luas daripada hal-hal yang
berhubungan dengan biaya dan kinerja individu. Menurut dimensi proses,
organisasi memerlukan cara untuk mengategorikan informasi yang meliputi :
- Analisis Pemicu ( mencari penyebab utama).
Inti dari informasi analisis penggerak ini adalah untuk mengidentifikasikan
faktor-faktor yang menyebabkan biaya aktivitas atau menjelaskan mengapa
(why?) biaya terjadi. Dengan mengetahui apa yang menjadi penyebab biaya,
maka perbaikan untuk menghemat penyebab biaya akan dapat dilakukan.
- Analisis Aktivitas.
Yang dimaksud dengan analisis aktivitas adalah mengidentifikasikan ,
menjabarkan dan mengevaluasi aktivitas yang dilakukan oleh organisasi.
Pelaksanaan analisis aktivitas dapat menghasilkan tiga hal, yaitu : *Aktivitas
apa yang telah dilakukan ?
*Berapa banyak sumber daya yang diperlukan untuk melakukan aktivitas.
*Menentukan nilai aktivitas bagi organisasi, termasuk rekomendasi untuk
memilih dan mempertahankan aktivitas bernilai tambah.
- Analisis Kinerja
Analisis kinerja digunakan untuk mengevaluasi pekerjaan yang dilakukan dan
hasil-hasil yang dicapai atau menilai seberapa baik (how well?) pekerjaan
dilaksanakan. Analisis kinerja aktivitas juga dirancang untuk mengetahui
adanya perbaikan berkelanjutan. Menurut siregar dkk. (2013 : 260-261)
pengukuran kinerja aktivitas berpusat pada tiga dimensi utama, yaitu:
* Efisiensi : Kinerja efisiensi diukur dengan membandingkan antara output
yang dihasilkan dengan input yang dipergunakan. Tujuan pengukurannya
adalah untuk meningkatkan produktivitas aktivitas penerimaan.
*Kualitas : Kualitas produk atau jasa secara operasional dapat didefinisi
sebagai pemenuhan harapan atau bahkan melebihi harapan konsumen.
Pengukuran kinerja kualitas dimaksudkan untuk mendapatkan informasi guna
mencapai kualitas total, yaitu cacat nol ( zero defact). Cacat nol adalah kinerja
aktivitas tanpa kesalahan. Tujuan pengukuran ini adalah untuk mengetahui
perkembangan kualitas yang dicapai perusahaan dan memberikan motivasi
kepada para pekerjanya.
*Waktu : Terdapat dua karakteristik yang berkaitan dengan kinerja waktu,
yaitu keandalan (reliability) dan daya tanggap (responsifeness). Keandalan
berarti ketepatan waktu output dari aktivitas dapat disampaikan pada
konsumennya. Tujuannya adalah untuk mengurangi waktu tunggu. Daya
tanggap merefleksikan kemampuan perusahaan merespon permintaan
konsumen. Terdapat dua ukuran operasional untuk mengukur daya tanggap,
yaitu waktu siklus (cyvle time ) dan ketepatan.

2.5 Konsep Activity Based Management

Activity Based Management (ABM) adalah sebuah metode manajemen yang bertujuan
untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas bisnis dengan memfokuskan pada aktivitas-
aktivitas bisnis yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan. ABM mengidentifikasi aktivitas
aktivitas yang tidak bernilai tambah atau tidak perlu dilakukan, dan memfokuskan sumber daya
perusahaan pada aktivitas-aktivitas yang memberikan nilai tambah yang tinggi.

ABM biasanya melibatkan penggunaan teknik analisis biaya- manfaat dan pengukuran
kinerja bisnis. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mengukur efektivitas dari setiap
aktivitas bisnis yang dilakukan dan menentukan apakah aktivitas tersebut memberikan nilai
tambah yang cukup besar bagi perusahaan. Dalam praktiknya, ABM melibatkan seluruh lini
bisnis dan manajer hingga karyawan operasional. Perusahaan dapat meningkatkan efisiensi dan
efektivitas operasional, mengurangi biaya, dan meningkatkan keuntungan dengan fokus pada
aktivitas aktivitas yang memberikan nilai tambah yang tinggi bagi perusahaan

2.6 Faktor yang mendukung keberhasilan penerapan ABM

Usaha perbaikan secara terus menerus dengan cara penerapan sistem manajemen biaya
yang baru ke dalam sutau organisasi tidak secara otomatis bisa diterima oleh organisasi tersebut.
karyawan dari organisasi tersebut umumnya cenderung untuk menolak perubahan yang terjadi,
karena perubahan dapat merupakan ancaman untuk berbagai alasan.

Faktor faktor yang mendukung keberhasilan penerapan activity based management dalam suatu
organisasi adalah sebagai berikut:

a. Budaya organisasi
Budaya organisasi mencerminkan kerangka berpikir dari karyawan termasuk
perilaku, nilai, keyakinan yang dianut oleh karyawan. Budaya organisasi
menunjukkan keterlibatan, kerja sama serta partisipasi yang tinggi dari seluruh
karyawan. Budaya organisasi sangatlah mendukung keberhasilan dari penerapan
ABM di suatu organisasi.
b. Top management support and commitment
Penerapan suatu sistem manajemen biaya yang baru seperti ABM dan ABC
membutuhkan waktu dan sumber daya, oleh karena itu dukungan dan peran serta top
manajer sangatlah diperlukan untuk keberhasilan penerapannya.
c. Change process
Perubahan bisa terjadi apabila diterapkannya suatu proses yang sudah dirancang
untuk menghasilkan perubahan tersebut. perbaikan dari proses yang sudah ada sangat
mendukung keberhasilan penerapannya. Elemen-elemen dari proses diantaranya
adalah daftar dari aktivitas, sekumpulan tujuan, dan tindakan lanjutan.
d. Continuing education
Memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengikuti pelatihan serta
meningkatkan keahlian mereka terhadap lingkungan kerja yang cepat sangatlah
penting. Keberhasilan penerapan dari program manajemen biaya yang baru
membutuhkan keahlian, peran serta dan kerja sama dari karyawan suatu organisasi.

2.7 Langkah-langkah Penerapan ABM

Menurut Supriyono (1999 : 357) penerapan Activity Based Management umumnya


melibatkan langkah-langkah sebagai berikut :
a. Mengidentifikasi aktivitas-aktivitas.
b. Membedakan antara aktivitas bisnis bernilai tambah dan aktivitas tidak bernilai
tambah untuk produk dan jasa tertentu.
c. Menelusuri arus produk atau jasa melalui aktivitas.
d. Membebankan biaya pada setiap aktivitas.
e. Menentukan keterkaitan antara aktivitas-aktivitas dengan fungsi-fungsi dan lintas
fungsi.
f. Membuat arus produk dan jasa lebih efisien.
g. Mengurangi atau meniadakan aktivitas tidak bernilai tambah.
h. Menganalisis dua atau lebih aktivitas yang saling berhubungan untuk menentukan
trade off di antara aktivitas-aktivitas tersebut agar mengarah pada pengurangan biaya.
i. Penyempurnaan berkesinambungan.

Menurut Hilton (1994 : 269) ada lima langkah penerapan Activity Based Management,
yaitu :

a. Identifikasi aktivitas.
b. Identifikasi aktivitas tidak bernilai tambah.
c. Memahami activity linkages, root causes, dan triggers.
d. Melakukan pengukuran kinerja.
e. Melaporkan biaya tidak bernilai tambah.

2.8 Studi Kasus

Studi Kasus Penerapan ABM Pada Divisi Room Hotel Gran Central Manado

Penyajian Data Biaya Divisi Room Hotel Gran Central Manado 2017
Biaya-biaya divisi room hotel ini timbul dari semua biaya yang berkaitan dengan
aktivitas pemberian jasa penginapan yaitu mulai dari departemen front office yang terdiri
atas unit aktivitas administrasi, concierge serta dari departemen housekeeping yang terdiri
atas unit aktivitas housekeeping and laundry.

Data biaya divisi room selama tahun 2017 ini diperoleh dari bagian Accounting hotel
dimana biaya ini melalui berbagai pola perkiraan telah disusun untuk tujuan pembuatan
laporan keuangan yang ditujukan bagi pihak manajemen hotel.

Tabel 1. Biaya-biaya Divisi Room Hotel Gran Central Manado Tahun 2017
Jenis Biaya Jumlah Biaya (Rp)
Salaries 850.360.000
Cleaning Supplies 9.125.000
Guest Supplies 81.986.892
Laundry and Dry Cleaning 19.734.876
Phone and Internet 32.250.000
Printing and Stationary 40.973.650
Guest and Local Transportation 7.114.345
Postage 260.000
Maintenance 48.825.850
Total Biaya [Link]
(Sumber : data olahan)

Analisis Cost Driver


Untuk menelusuri biaya ke masing-masing unit aktivitas, diperlukan suatu penentuan
cost driver. Cost driver itu sendiri terdiri dari 2 jenis yaitu resources driver yang melekat
pada biaya itu sendiri dan activity driver yang melekat pada aktivitas itu sendiri. Dengan
adanya suatu cost driver yang tepat maka biaya tersebut dapat dialokasikan secara tepat ke
masing-masing unit aktivitas. Setelah mengetahui ratio konsumsi pemicu biaya pada
masing- masing unit aktivitas 2012 maka dilakukan pengalokasian biaya pada masing-
masing unit aktivitas. Perincian alokasi biaya ke masing-masing unit aktivitas ditunjukkan
pada Tabel 2 berikut.

Tabel 2. Rincian Alokasi Biaya Divisi Room Tahun 2017


Jenis Biaya Administrasi Concierge Housekeeping Total
and Laundry
Salaries 303.748.592 212.590.000 334.021.408 850.360.000
Cleaning Supplies 9.125.000 9.125.000
Guest Supplies 81.986.892 81.986.892
Laundry and Dry 19.734.876 19.734.876
Cleaning
Phone and Internet 16.125.000 13.448.250 2.676.750 32.250.000
Printing and Stationary 29.541.533 11.431.467 40.973.000
Guest and Local 7.114.345 7.114.345
Transportation
Postage 260.000 260.000
Maintenance 4.574.982 6.103.231 38.147.636 48.825.850
Total Biaya 353.990.107 232.141.481 497.124.029 [Link]
Pengalokasian Biaya Ke Aktivitas
Setelah menentukan cost driver untuk masing-masing biaya dan alokasi biaya untuk
tiap unit aktivitas yang ada maka pengalokasian besarnya biaya untuk masing-masing
aktivitas dapat dilakukan. Pembebanan biaya ke tiap-tiap aktivitas ini ditentukan
berdasarkan persentase dimana persentase tersebut diperoleh dengan cara membagi jumlah
cost driver masing-masing aktivitas dengan jumlah cost driver tiap unit aktivitasnya.

Tabel 3. Biaya Aktivitas Divisi Room Hotel Gran Central Manado Tahun 2017
Jenis Aktivitas Biaya Aktivitas
Unit Aktivitas Administrasi
Supervise Front Office 33.358.553
Administrasi check-in, check-out and payment 148.871.474
Deposit Reservation 35.148.698
Room Numbering Block 31.843.073
Reservation Call Book and Blocking 34.826.768
Reservation Confirmation 39.969.803
Arrangement Room Occupied 30.374.859
Unit Aktivitas Concierge
Membukakan pintu mobil tamu 60.736.963
Membawakan tas tamu dan mengantar tamu ke kamar 60.736.963
Melayani tamu dari dan ke bandara atau stasiun 87.402.789
Menangani masalah tamu yang pernah menginap 30.617.852
Unit Aktivitas Housekeeping and Laundry
Supervise Housekeeping 37.035.175
Mempersiapkan kamar dan membersihkan kamar 181.054.300
Membersihkan area yang terletak di sekitar kamar 88.483.665
Melayani pencucian pakaian tamu 71.998.425
Menangani pencucian linen 78.721.783
Inspeksi kamar 39.706.793
TOTAL [Link]
Analisis Aktivitas
Setelah perhitungan pembebanan biaya ke produk diketahui maka dilakukan analisis
terhadap aktivitas divisi room Hotel Gran Central Manado. Hal ini dilakukan untuk
menentukan aktivitas apa saja yang bernilai tambah dan aktivitas apa saja yang tidak
memberikan nilai tambah. Untuk mengklasifikasikan aktivitas ini menjadi aktivitas bernilai
tambah atau tidak bernilai tambah, maka sesuai dengan teori yang menjelaskan bahwa
aktivitas bernilai tambah merupakan aktivitas yang secara simultan memenuhi tiga kondisi
berikut ini yaitu :
1. Aktivitas tersebut menghasilkan suatu perubahan.
2. Perubahan tersebut tidak dapat dicapai oleh aktivitas yang sebelumnya.
3. Aktivitas tersebut memungkinkan aktivitas lain untuk dilakukan.

Aktivitas yang tergolong non value added activities (NVA) adalah :

1. Room Numbering Block


2. Reservation Confirmation
3. Arrangement Room Occupied
4. Inspeksi kamar

Pada tabel berikut akan ditampilkan jumlah biaya yang telah diklasifikasikan
menjadi dua menurut analisis aktivitas yaitu value added activities (VA) dan non value
added activities (NVA). Untuk selanjutnya, dari pengelompokkan biaya ini nantinya akan
dilakukan penggabungan, pengeliminasian atau pereduksian beberapa aktivitas sehingga
biaya tidak bernilai tambah yang muncul di divisi room Hotel Gran Central Manado ini
dapat dikurangi.

Tabel 4. Biaya Value Added Activities dan Non Value Added Activities
Jenis Aktivitas VA NVA Total
Unit Aktivitas Administrasi
Supervise Front Office 33.358.553 33.358.553
Administrasi check-in, check-out 148.871.474 148.871.474
and payment
Deposit Reservation 35.148.698 35.148.698
Room Numbering Block 31.843.073 31.843.073
Reservation Call Book and 34.826.768 34.826.768
Blocking
Reservation Confirmation 39.969.803 39.969.803
Arrangement Room Occupied 30.374.859 30.374.859
Unit Aktivitas Concierge
Membukakan pintu mobil tamu 60.736.963 60.736.963
Membawakan tas tamu dan 60.736.963 60.736.963
mengantar tamu ke kamar
Melayani tamu dari dan ke 87.402.789 87.402.789
bandara atau stasiun
Menangani masalah tamu yang 30.617.852 30.617.852
pernah menginap
Unit Aktivitas Housekeeping
and Laundry
Supervise Housekeeping 37.035.175 37.035.175
Mempersiapkan kamar dan 181.054.300 181.054.300
membersihkan kamar
Membersihkan area yang terletak 88.483.665 88.483.665
di sekitar kamar
Melayani pencucian pakaian 71.998.425 71.998.425
tamu
Menangani pencucian linen 78.721.783 78.721.783
Inspeksi kamar 39.706.793 39.706.793
TOTAL 948.736.085 141.894.528 [Link]

Pengurangan Biaya (Cost Reduction)


Tabel 5. Biaya Aktivitas Tidak Bernilai Tambah Divisi Room Hotel Gran Central
Manado Tahun 2017 Setelah Cost Reduction
Aktivitas Tidak Bernilai Biaya Aktivitas % Cost Reduction Besar Cost
Tambah (NVA) Reduction
Room Numbering Block 31.843.073 100% 31.843.073
Reservation Confirmation 39.969.803 100% 39.969.803
Arrangement Room 30.374.859 100% 30.374.859
Occupied
Inspeksi Kamar 39.706.793 100% 39.706.793
Total 141.894.528 141.894.528
Dari pengeliminasian aktivitas tidak bernilai tambah tersebut, maka biaya aktivitas yang
timbul di divisi room Hotel Gran Central Manado ini tentu saja akan berkurang. Total
pengurangan biaya ini dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 6. Biaya Aktivitas Divisi Room Hotel Gran Central Manado Tahun 2017
Setelah Cost Reduction
Jenis Aktivitas Biaya Aktivitas
Unit Aktivitas Administrasi
Supervise Front Office 33.358.553
Administrasi check-in, check-out and payment 148.871.474
Deposit Reservation 35.148.698
Reseravtion Call Book and Blocking 34.826.768
Unit Aktivitas Concierge
Membukakan pintu mobil tamu 60.736.963
Membawakan tas tamu dan mengantar tamu ke kamar 60.736.963
Melayani tamu dari dan ke bandara atau stasiun 87.402.789
Menangani masalah tamu yang pernah menginap 30.617.852
Unit Aktivitas Housekeeping and Laundry
Supervise Housekeeping 37.035.175
Mempersiapkan kamar dan membersihkan kamar 181.054.300
Membersihkan area yang terletak di sekitar kamar 88.483.665
Melayani pencucian pakaian tamu 71.998.425
Menangani pencucian linen 78.721.783
Total 948.736.085
Dengan menggunakan Activity Based Management maka total biaya di divisi room Hotel
Gran Central Manado dapat berkurang sebanyak Rp.141.363.737,- dari Rp.[Link],-
menjadi Rp. 948.736.085,-

Dari hasil analisa sebelumnya nampak bahwa ada beberapa aktivitas yang dapat
digabungkan dengan aktivitas lain yang sejenis, direduksi volume aktivitasnya atau bahkan
ada yang perlu untuk dieliminasi. Aktivitas tersebut antara lain :
1. Room Numbering Block
Aktivitas ini adalah aktivitas memberi tanda untuk nomor kamar yang ditempati oleh tamu
dan aktivitas ini hampir sama dengan aktivitas reservation call book and blocking
sehingga aktivitas ini tidak bernilai tambah, oleh karena itu aktivitas ini dapat dieliminasi
karena merupakan bentuk pengulangan dari aktivitas reservation call book and blocking
sehingga biayanya dapat dieliminasi 100%. Aktivitas ini termasuk dalam aktivitas membuat
skedul.
2. Reservation Confirmation
Aktivitas ini adalah aktivitas untuk melakukan konfirmasi ulang kepada tamu yang
akan menginap di hotel. Aktivitas ini juga dapat dieliminasi karena sama dengan aktivitas
reservation call book and blocking sehingga aktivitas reservation confirmation ini hanya
menghasilkan biaya tidak bernilai tambah. Dengan adanya pengeliminasian aktivitas ini
maka biaya yang muncul juga dieliminasi sebanyak 100%. Aktivitas ini termasuk dalam
aktivitas membuat skedul.
3. Arrangement Room Occupied
Aktivitas ini merupakan aktivitas untuk mangatur kamar setelah tamu tiba di hotel.
Aktivitas ini dieliminasi karena jika pihak hotel telah memastikan dengan jelas kepada pihak
pemesan kamar mengenai jumlah kamar yang akan dihuni oleh tamu pada saat tamu tersebut
melakukan reservasi maka pihak hotel dapat memperoleh informasi mengenai jumlah kamar
yang akan disediakan untuk tamu yang memesan kamar sehingga aktivitas ini dapat
dieliminasi sebesar 100%. Aktivitas ini termasuk dalam aktivitas membuat skedul.
4. Inspeksi kamar
Aktivitas ini adalah aktivitas untuk memeriksa keadaan kamar, apakah ada yang
rusak atau tidak. Aktivitas ini dapat dieliminasi karena aktivitas ini telah dilakukan oleh
aktivitas lain yaitu aktivitas supervise housekeeping sehingga dapat dieliminasi 100%
langsung. Aktivitas ini termasuk dalam aktivitas melakukan inspeksi.

[Link]

[Link]

[Link]
32884010

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
3.2 Saran

Meskipun penulis menginginkan kesempurnaan dalam penyusunan makalah ini, akan


tetapi pada kenyataannya masih banyak kekurangan yang perlu penulis perbaiki. Hal ini
dikarenakan masih minimnya pengetahuan penulis. Oleh karena itu kritik dan saran yang
membangun dari para pembaca sangat diharapkan sebagai bahan evaluasi untuk kedepannya.
Sehingga bisa terus menghasilkan penelitian dan karya tulis yang bermanfaat bagi banyak orang.

Anda mungkin juga menyukai