0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
75 tayangan47 halaman

Konsolidasi Tanah untuk Permukiman Kumuh

Dokumen tersebut membahas tentang penyelenggaraan konsolidasi tanah dalam penanganan permukiman kumuh. Konsolidasi tanah merupakan salah satu instrumen untuk merevitalisasi kawasan kumuh melalui penataan kembali penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah sesuai rencana tata ruang. Konsolidasi tanah bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan dan melibatkan partisipasi masyarakat.

Diunggah oleh

Muhammad Ridha
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
75 tayangan47 halaman

Konsolidasi Tanah untuk Permukiman Kumuh

Dokumen tersebut membahas tentang penyelenggaraan konsolidasi tanah dalam penanganan permukiman kumuh. Konsolidasi tanah merupakan salah satu instrumen untuk merevitalisasi kawasan kumuh melalui penataan kembali penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah sesuai rencana tata ruang. Konsolidasi tanah bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan dan melibatkan partisipasi masyarakat.

Diunggah oleh

Muhammad Ridha
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENYELENGGARAAN KONSOLIDASI TANAH

DALAM PENANGANAN PERMUKIMAN KUMUH


Lia Fitriasari Rahayu, S.T., [Link]
Plt. Kepala Subdirektorat Konsolidasi Tanah Wilayah I

Disampaikan pada
Webinar Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu
Kamis, 8 Desember 2022

Direktorat Konsolidasi Tanah dan Pengembangan Pertanahan


Direktorat Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan
Outline

1 Overview Pertanahan dalam Penanganan Permukiman Kumuh

2 Konsolidasi Tanah

3 Penyelenggaraan Konsolidasi Tanah

4 Praktik Baik Konsolidasi Tanah

5 Strategi Penyelenggaraan Konsolidasi Tanah

2
Overview Pertanahan
dalam Penanganan
Permukiman Kumuh
Isu Pertanahan dalam Kawasan Permukiman Kumuh

Lokasi Permukiman Kumuh Status Tanah pada Permasalahan Pertanahan


Permukiman Kumuh pada Kawasan Kumuh

✓ Permukiman kumuh
✓ Tanah Negara cenderung mengokupasi
Kampung Padat Perkotaan tanah yang tidak
✓ Tanah Badan Usaha dimanfaatkan
dikuasai Masyarakat
✓ Tidak sesuai dengan
✓ Tanah Perorangan arahan rencana tata ruang
dikuasai Masyarakat daerah

Sekitar Pusat Kegiatan/ekonomi ✓ Masyarakat belum


memiliki legalitas hak atas
tanah (sertipikat)

Kawasan Tepi Air


4
Penanganan Pertanahan dalam Program Penanganan Kumuh

Slum Upgrading Slum Prevention


Konsolidasi Tanah
sebagai
Intrumen
Strategi terkait Perumahan dan Permukiman
Komponen dalam Peningkatan Kualitas Penanganan
Kawasan Kumuh Rumah Baru Rumah Eksisting

Membuka Akses Jalan Land Supply


✓ Peremajaan/ penataan
kembali kawasan kumuh Perencanaan yang Mengantisipasi Pertumbuhan
Menyediakan Infrastruktur
perkotaan & Penyediaan Kebutuhan Hunian
tanah untuk pembangunan
Perencanaan Permukiman ✓ Perwujudan rencana tata Investasi dalam Infrastruktur
ruang dan pengembangan
Land Regularization wilayah Pembiayaan Perumahan
✓ Peningkatan kebutuhan
lahan permukiman
Peningkatan Kualitas Hunian Reformasi Regulasi/Peraturan
perkotaan akibat urbanisasi
✓ Penyelesaian sengketa dan
Etc. konflik pertanahan Membangun Kapasitas Industri Perumahan

Sumber:
5
Konsolidasi Tanah
Acuan Normatif Konsolidasi Tanah
UU No 5 Tahun 1960
tentang Peraturan Dasar Pasal 6 UUPA menegaskan adanya fungsi sosial hak atas tanah
Pokok-Pokok Agraria
Paragraf 2 Pemanfaatan Ruang Wilayah Pasal 34 ayat (3) menyatakan bahwa,
UU No 26 Tahun 2007 pelaksanaan pembangunan sesuai dengan program pemanfaatan ruang wilayah dan
tentang Penataan Ruang kawasan strategis dilaksanakan melalui pengembangan kawasan secara terpadu,
salah satunya melalui konsolidasi tanah

UU No 1 Tahun 2011 Pasal 106 huruf b, menyatakan bahwa penyediaan tanah untuk pembangunan
tentang Perumahan dan rumah, perumahan dan kawasan permukiman dapat dilakukan melalui
Kawasan Permukiman konsolidasi tanah

UU No 20 Tahun 2011 Pasal 22 ayat (1) huruf b, menyatakan bahwa penyediaan tanah untuk
tentang Rumah Susun pembangunan rumah susun dapat dilakukan melalui konsolidasi tanah

PP No 14 Tahun 2016
Pasal 122-126. Pasal 126 menyatakan bahwa konsolidasi tanah diutamakan bagi:
tentang Penyelenggaraan
[Link] kumuh dan pemukiman kumuh, [Link] yg tumbuh pesat
Perumahan dan Kawasan
secara alami, [Link] yg mulai tumbuh
Permukiman
Pasal 109
• Konsolidasi tanah dapat dilaksanakan bagi pembangunan rumah tunggal, rumah
UU No 11 Tahun 2020
deret, atau rumah susun.
tentang Cipta Kerja
• Lokasi Konsolidasi Tanah yang sudah ditetapkan tidak memerlukan persetujuan
Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR)
7
Konsolidasi Tanah
Kebijakan penataan kembali penguasaan, pemilikan, penggunaan
dan pemanfaatan tanah dan ruang sesuai rencana tata ruang Subjek KT
serta usaha penyediaan tanah untuk kepentingan umum dalam
rangka meningkatkan kualitas lingkungan dan pemeliharaan
merupakan peserta yang memenuhi syarat yaitu
sumber daya alam dengan melibatkan partisipasi aktif Perorangan Warga Negara Indonesia dan/atau
masyarakat (Permen ATR/BPN 12 Tahun 2019) Badan Hukum, yang berkedudukan selaku:
✓ Pemegang hak;
✓ Penggarap Tanah Negara
KT Pertanian
Konsolidasi Tanah yang dilakukan pada tanah-tanah
pertanian yang berada di kawasan perdesaan

Objek KT
KT Non Pertanian
✓ Tanah yang sudah terdaftar;
Konsolidasi Tanah yang dilakukan pada tanah non-pertanian,
termasuk penyediaan tanah bagi pembangunan untuk ✓ Tanah hak yang belum terdaftar;
kepentingan umum di kawasan perkotaan dan semi perkotaan
✓ Tanah negara yang sudah dikuasai/digarap; dan/atau
✓ Tanah aset BUMN/BUMD/badan hukum lainnya yang
KT Vertikal sudah dilepaskan dan/atau dikuasai masyarakat

Konsolidasi Tanah yang diselenggarakan untuk pengembangan


kawasan dan bangunan yang berorientasi vertikal

8
Konsep Konsolidasi Tanah

Sebelum KT Setelah KT
Setelah KT → Bidang Tanah kembali ke
Pemilik Tanah dan sebagian menjadi
Tanah untuk Pembangunan (TP). TP
dimanfaatkan untuk Prasarana, Sarana
dan Utilitas (PSU) dan Tanah Usaha
Bersama (TUB)
PSU
TUB dapat dijual untuk memenuhi biaya
Pemilik pembangunan / diusahakan bersama
Bidang Tanah para pemilik tanah / dikerjasamakan
Tanah dengan pihak lain.

TUB Proporsi dan Bentuk tanah untuk


Pemilik, PSU dan TUB bergantung pada
Rencana Pengembangan dan Penataan
Kawasan yang dituangkan dalam Desain
Konsolidasi Tanah yang disepakati oleh
peserta KT dan pelaku pembangunan.
= Tanah utk Pembangunan (TP)
9
Peningkatan Nilai Tanah

SEBELUM SESUDAH

Keuntungan
Pertambahan nilai tanah karena program KT
meningkatnya kualitas lingkungan
dan optimalnya pemanfataan tanah
Nilai tanah Keuntungan
(y)

TUB PSU

Nilai Nilai
(x) (x)

Luas bidang tanah Luas bidang tanah TP


untuk Pemilik

10
Manfaat Konsolidasi Tanah

Nilai Khas KT
1) Adanya proses pelepasan Hak
Atas Tanah, Kementerian
ATR/BPN melalui kegiatan
Konsolidasi Tanah memiliki
kewenangan untuk melakukan
penataan bidang tanah.
2) Partisipasi masyarakat. Pelibatan
masyarakat secara penuh,
terutama dalam mencapai
kesepakatan untuk mengikuti
Konsolidasi Tanah serta
penyusunan desain.
3) Terwujudnya penyediaan tanah
untuk kepentingan umum,
sehingga mengurangi anggaran
pemerintah untuk pengadaan
tanah.
4) Hasil KT berupa legalitas Hak
Atas Tanah.
11
Penyelenggaraan
Konsolidasi Tanah
Tahapan Penyelenggaraan Konsolidasi Tanah
REN – LAK – BANG - WAS

1 PERENCANAAN PEMBANGUNAN HASIL


2 PELAKSANAAN KT 3
KT KONSOLIDASI TANAH
Pembentukan Tim Koordinasi Pengumpulan data fisik, yuridis dan Persiapan pelaksanaan
dan Tim Perencana/Pelaksana; penilaian objek KT; pembangunan;
Kajian kesesuaian tata ruang Penyusunan desain dan rencana aksi Pembangunan prasarana, sarana
dan kebijakan sektor; KT; dan utilitas;
Pemetaan sosial dan analisis Pelepasan Hak atas Tanah dan Penerbitan Sertipikat Hak atas
potensi kawasan; penegasan tanah objek KT; Tanah dan serah terima asset (KTV);
Pembuatan sket desain awal Penerapan desain KT (staking-out); Pembentukan Perhimpunan Pemilik
(visioning) dan penyepakatan dan dan Penghuni serta pemberdayaan
KT; dan Penerbitan sertipikat Hak atas Tanah masyarakat; dan
Penetapan lokasi KT dan penyerahan hasil KT Pengelolaan aset hasil KT

4 PENGAWASAN KT
Pemantauan Kesesuaian Tahapan dan Dokumen KT;
Pemantauan Progres dan Implementasi Desain KT;
Pemantauan dan Evaluasi Dampak Sosial, Ekonomi dan Lingkungan;
Evaluasi Kinerja Kawasan dan Pembangunan Berkala setiap 5 tahun; dan
Perencanaan dan Pembangunan Kembali Kawasan (Jangka Panjang).
Keterangan:
Dalam hal Konsolidasi Tanah Vertikal terdapat Peremajaan atau Pembangunan
Kembali
13
Perencanaan KT
Pelaksana Perencanaan KT oleh Kementerian ATR/BPN dan Pemangku Kepentingan lainnya (Pasal 13)

1 2 3 4 5 6
Kementerian/ Koperasi,
Akademisi/
Kementerian ATR/BPN lembaga Pemda BUMN, BUMD,
Praktisi
Masyarakat
lainnya BUMDes

Dokumen Perencanaan KT

Kantor Pertanahan
melalui Tim
Perencana
Verifikasi Oleh Kantor Pertanahan
1. Kajian tata ruang dan kebijakan sektor;
2. Analisis pemetaan sosial dan potensi kawasan;
3. Sket desain awal (visioning) Konsolidasi Tanah; dan
4. Berita Acara Kesepakatan Peserta Konsolidasi Tanah.

Dokumen perencanaan KT yang telah diverifikasi digunakan


sebagai dasar penetapan lokasi (Pasal 13 ayat (9)).
Sumber: Permen ATR/BPN No. 12 Tahun 2019 tentang KT
14
Dokumen Perencanaan KT
Proses pemilihan lokasi untuk diusulkan dan ditetapkan sebagai lokasi yang memenuhi kriteria konsolidasi tanah.
Perencanaan KT meliputi kegiatan penyiapan lokasi Konsolidasi Tanah yang didasarkan pada kajian dan analisis
kewilayahan, sosial, ekonomi, budaya dan lingkungan (Permen 12/2019)

1. Pembentukan Tim Koordinasi dan Tim Perencana/Pelaksana


Pembentukan Tim 2. Penyiapan Data Awal

1. Kajian Tata Ruang


Kajian Tata Ruang dan 2. Kajian Kebijakan, Rencana, dan Program Sektor
Kebijakan Sektor 3. Pemilihan Lokasi

1. Sosialisasi Konsolidasi Tanah kepada Masyarakat


Pemetaan Sosial dan 2. Pemetaan Sosial dan Analisis Potensi Kawasan
Analisis Potensi Kawasan 3. Pengolahan Data Lapang

1. Pembuatan Desain Awal (Visioning) Readiness


Pembuatan Desain Awal 2. Sosialisasi Rencana Konsolidasi Tanah dan Criteria
Penyepakatan ke Masyarakat
(Visioning) dan Penyepakatan 3. Pemaparan ke Pusat

1. Persetujuan dan Dukungan Pemda


2. Pembuatan SK Penetapan Lokasi
Penetapan Lokasi 3. Penyusunan Laporan

15
Pembentukan Tim
TIM KOORDINASI

KT Skala Kecil KT Skala Besar / Strategis


TIM PERENCANAAN
Ketua Bupati/Walikota Gubernur
Pembentukan
1 Tim Koordinasi Ketua Harian Kepala Kantor Pertanahan Kepala Kantor Wilayah BPN
Ketua
KT Skala Kecil
Kepala Kantor Pertanahan
dan Tim Sekretaris Kepala Seksi Pengadaan Tanah dan Kepala Bidang Pengadaan Tanah
Sekretaris Kepala Seksi Pengadaan Tanah
Pengembangan dan Pengembangan
Perencana dan Pengembangan
Anggota 1 Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Bupati/Walikota
Pengembangan atau pejabat yang Anggota 1 Perwakilan instansi terkait dan
Tim Koordinasi dan Tim ditunjuk pihak lain yang berkompeten
sesuai kebutuhan penataan;
Perencana menyesuaikan 2 Kepala Badan Perencanaan Kepala Badan Perencanaan
dengan klasifikasi Konsolidasi Pembangunan Daerah yang Pembangunan Daerah atau pejabat 2 Kepala Subbagian Tata Usaha atau
membidangi Pertanahan atau pejabat yang ditunjuk pejabat yang ditunjuk;
Tanah berdasarkan luasan
yang ditunjuk 3 Kepala Seksi Survei dan Pemetaan
lokasi 3 Sekretaris Daerah atau pejabat yang Sekretaris Daerah atau pejabat yang atau pejabat yang ditunjuk;
Konsolidasi Tanah Skala ditunjuk ditunjuk
Kecil 4 Kepala Seksi Penetapan Hak dan
4 Kepala Organisasi Pemerintah Daerah Kepala Organisasi Pemerintah Daerah Pendaftaran atau pejabat yang
Konsolidasi Tanah Skala yang membidangi Pekerjaan Umum dan yang membidangi Pekerjaan Umum dan ditunjuk;
Besar / Strategis Penataan Ruang atau pejabat yang Penataan Ruang atau pejabat yang
ditunjuk ditunjuk 5 Kepala Seksi Pengendalian dan
Penanganan Sengketa atau pejabat
5 Kepala Organisasi Pemerintah Daerah Kepala Organisasi Pemerintah Daerah
yang ditunjuk;
yang membidangi Pertanian (dalam hal yang membidangi Pertanian (dalam hal
KT Pertanian) atau pejabat yang KT Pertanian) atau pejabat yang 6 Perwakilan instansi terkait dana tau
ditunjuk ditunjuk pihak lain yang berkompeten sesuai
1. SK Tim Koordinasi 6 Kepala Organisasi Pemerintah Daerah Kepala Organisasi Pemerintah Daerah kebutuhan penataan;
(Form KT-101) yang membidangi perumahan rakyat yang membidangi perumahan rakyat
7 Camat dan Lurah/Kepala Desa
dan kawasan permukiman (dalam hal KT dan kawasan permukiman (dalam hal KT
2. SK Tim Perencanaan setempat;
Non Pertanian) atau pejabat yang Non Pertanian) atau pejabat yang
(Form KT-102) ditunjuk ditunjuk 8 Perwakilan peserta Konsolidasi
7 Perwakilan Instansi terkait dan/atau Kepala Kantor Pertanahan pada lokasi Tanah sebanyak 3 (tiga) orang
pihak lain yang berkompeten sesuai Konsolidasi Tanah
kebutuhan penataan

16
Peran Stakeholder
PEMERINTAH DAERAH

Peran Tim Koordinasi

Kementerian ATR/BPN Berkoordinasi dan melakukan tugas


(Pusat) terkait
1) Kebijakan antar pemangku
Pembina kepentingan;
2) Pertimbangan dalam penetapan
lokasi KT;
Kanwil BPN
3) Penyusunan Desain KT;
4) Sumber pembiayaan dan bentuk
Pelaksana dan Supervisor Kerjasama;
5) Rencana Aksi pembangunan KT
dengan seluruh stakeholder;
Kantor Pertanahan 6) Pengawasan penyelenggaraan KT;
7) Penanganan masalah yang timbul;
Pelaksana 8) Mengevaluasi dan menetapkan
kebijakan
peremajaan/pembangunan kembali
kawasan

17
Pembentukan Tim
PENYIAPAN DATA SOSIAL DAN
PENYIAPAN PETA
WILAYAH
2 Penyiapan
Data Awal 1) Peta Administrasi Wilayah;
Data sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat meliputi
Data Kependudukan
2) Peta Penggunaan Tanah;
Mata Pencaharian
Data awal merupakan data 3) Citra satelit;
Tingkat Ekonomi
terkait karakteristik sosial 4) Peta RTRW/RDTR/RTBL/RP3KP yang telah
Kearifan lokal
masyarakat dan fisik ditetapkan dengan Peraturan Daerah;
Masalah sosial
(pertanahan dan 5) Daya dukung dan daya tampung lingkungan,
Potensi Kawasan berupa data statistik wilayah
kewilayahan) lokasi serta perlindungan terhadap sumber daya
perencanaan Konsolidasi alam, keanekaragaman hayati, lanskap
Tanah. (pusaka saujana/heritage) dan situs budaya;

6) Data Bidang Tanah dan peta Gambaran PENYIAPAN LAINNYA


Umum Penguasaan Tanah (GUPT)/Peta Geo
KKP/Peta IP4T;
Identifikasi kebijakan, rencana, dan program
7) Data Zona Nilai Tanah (ZNT);
sector terkait penataan Kawasan pada wilayah
1. Peta
8) Data dan peta lokasi Konsolidasi Tanah yang kegiatan Perencanaan Konsolidasi Tanah;
2. Data Tata Ruang telah dilaksanakan; Usulan masyarakat di lokasi Konsolidasi Tanah;
(RTRW/RDTR)
3. Rencana Sektor 9) Peta Tematik lainnya yang dibutuhkan Kebutuhan prasarana, sarana dan utilitas;
10)Data terkait Sosial dan Wilayah; Program Pemberdayaan Masyarakat

18
Kajian Tata Ruang dan Kebijakan Sektor

1 Kajian Tata Ruang


Peta Administrasi ANALISIS OVERLAY

Peta Penggunaan
Pembuatan Peta Kesesuaian Potensi Lokasi
Tanah
KT (Penggunaan tanah dan pola ruang)
Pembuatan Peta Indikasi Potensi Lokasi KT
ikasi
(Kesesuaian Potensi Lokasi KT dan GUPT) Peta
Hasil Overlay Peta Administrasi, Peta
RTRW/RDTR :
Kajian Kesesuaian Tata Ruang (identifikasi Penggunaan Tanah, dan Peta
rencana pola
ruang RTRW/RDTR Rencana Pola Ruang :
terhadap arahan peruntukan kawasan yang
Peta Kesesuaian Potensi
termuat dalam Peraturan Daerah tentang ANALISIS OVERLAY
tata ruang maupun peraturan zonasi yang
berlaku)

1. Peta Indikasi Potensi Lokasi


Konsolidasi Tanah Gambaran Umum Penguasaan
PETA INDIKASI POTENSI Tanah (GUPT)
2. Kajian Kesesuaian Tata Ruang
LOKASI KT

19
Kajian Tata Ruang dan Kebijakan Sektor
Kebijakan/
Jadwal
Tabel Potensi Instansi/Pihak Lokasi Rencana/
Penganggaran

2 Kajian Kebijakan, Rencana, Program


Dukungan
dan Program Sektor Sektor Terkait 1 Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang
Konsolidasi
2 Dinas Perumahan
Sosialisasi KT kepada Pemda Tanah
3 Dinas Pertanian dan Perkebunan
Untuk memberikan pemahaman mengenai Konsolidasi Tanah serta memaparkan Peta
Indikasi Potensi Lokasi Konsolidasi Tanah dan hasil kajian tata ruang) 4 Dinas / Kementerian lainnya yang
Kajian Kebijakan, Rencana dan Program Sektor terkait dengan pembangunan/penataan
Untuk memperoleh lokasi-lokasi yang berpotensi untuk ditata melalui konsolidasi tanah lokasi
yang sejalan dengan kebijakan/rencana/program Pemerintah Daerah) 5 ………

(instansi lain yang terkait dengan


1. BA Hasil Sosialisasi KT kepada Pemda (Form KT-103) kegiatan Konsolidasi Tanah)
2. Data Potensi Dukungan Sektor

Peta Peninjauan
Lapang
(Kecamatan)

3
Kriteria Penentuan Lokasi
Pemilihan Lokasi Peninjauan Lapang

Non Pertanian
Dalam menentukan lokasi yang akan ditinjau ke lapangan, yang menjadi pertimbangan antara lain: Kriteria
/ Pertanian
Peta Indikasi Potensi Lokasi Konsolidasi Tanah
Jumlah Lokasi Minimal 2 lokasi
Kajian Tata Ruang dan Kajian Kebijakan Sektor termasuk dari hasil penjajakan kebijakan dengan
indikasi potensi pada
pemerintah daerah 2 desa/kelurahan
yang berbeda dalam
1. Berita Acara Pemilihan Lokasi (Form KT-104) 1 kecamatan Peta Peninjauan
Minimal 100 bidang Lapang (Lokasi)
2. Peta Peninjauan Lapang (Kecamatan) Luas Lokasi
atau luas minimal 5
3. Peta Peninjauan Lapang (Lokasi) Ha

20
Pemetaan Sosial dan Analisis Potensi Kawasan
Pemetaan Sosial dan Analisis Potensi Kawasan bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi yang terkait pertanahan,
sosial ekonomi budaya masyarakat serta potensi wilayah, langsung di lokasi potensi konsolidasi tanah (Peninjauan Lapang).
Data sosial dan fisik wilayah yang belum diperoleh pada pengumpulan data awal, diambil pada saat peninjauan lapang
(Identifikasi/Inventarisasi/Validasi Kondisi Fisik, Sosial, Ekonomi, dan Budaya).

Sosialisasi Konsolidasi Tanah


1 kepada Masyarakat 2 Pemetaan Sosial dan Analisis
Potensi Kawasan

Tim Perencana bersama Pemerintah Daerah memberikan Pemetaan Sosial merupakan kegiatan menginventarisasi dan
penyuluhan tentang Konsolidasi Tanah pada masyarakat dan tokoh- identifikasi data sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat di lokasi.
tokoh masyarakat. Analisis Potensi Kawasan merupakan kegiatan menginventarisasi
Diharapkan masyarakat dapat memahami tentang maksud, tujuan, dan identifikasi data terkait fisik bidang tanah dan kondisi
dan manfaat serta hak dan kewajiban calon peserta Konsolidasi lingkungan.
Tanah, sehingga masyarakat dapat berpartisipasi secara aktif dalam Pengambilan data pemetaan sosial juga dapat dilakukan dengan
pelaksanaan Konsolidasi Tanah.
memanfaatkan aplikasi SIPETIK (Sistem Informasi Pemetaan
Tematik) yang dikembangkan oleh Direktorat Pemetaan Tematik
pada menu Konsolidasi Tanah.
Berita Acara Hasil Sosialisasi Konsolidasi
Tanah kepada Masyarakat (Form KT-105) 1. Peta Hasil Peninjauan Lapang
2. Hasil Analisa Kuesioner Pemetaan Sosial
(Form KT-106)

21
Pemetaan Sosial dan Analisis Potensi Kawasan
Tabel Pemetaan Stakeholder Perencanaan
Konsolidasi Tanah

3 Pengolahan Data Lapang Peta Potensi Subjek


Konsolidasi Tanah

Pemetaan Stakeholder (identifikasi dan inventarisasi


masyarakat dan pemerintah daerah) sikap/kebijakan
para pihak yang turut berperan/berpengaruh dalam
Penyelenggaraan Konsolidasi Tanah)
Penyusunan Peta Potensi Subjek KT menekankan pada
kesesuaian tata ruang dan validasi penggunaan tanah
serta GUPT juga menitikberatkan pada kesepakatan
Analisis SWOT (identifikasi berbagai faktor yang
berasal dari internal maupun eksternal lokasi baik
secara spasial maupun non spasial )

Hasil Analisis
1. Pemetaan Stakeholder Perencanaan KT
SWOT
2. Peta Potensi Subjek KT
3. Hasil Analisis SWOT (Spasial dan/atau Tabel)
4. Arahan Pengembangan Potensi KT

22
Pembuatan Desain Awal (Visioning) dan Penyepakatan

Desain Awal/Visioning merupakan gambaran kasar mengenai tema dan arah pengembangan lokasi Konsolidasi Tanah.
Pembuatan Desain Awal/Visioning merupakan kegiatan untuk memvisualisasikan kondisi lingkungan yang diharapkan
tercapai di masa yang akan datang dari hasil penataan konsolidasi tanah dalam bentuk Desain Awal (Sketch Block Desain).
Tujuan dilakukan untuk lebih menarik minat masyarakat menjadi peserta kegiatan penataan konsolidasi tanah dengan melihat
gambaran keadaan yang akan diperoleh setelah Konsolidasi Tanah.

Pembuatan Desain
1 Awal (Visioning)

Peta Desain Awal merupakan sket tata


letak dari blok kaveling, struktur
jaringan jalan dan sarana, yang
dituangkan dalam peta berbasis bidang.

Desain Awal

23
Pembuatan Desain Awal (Visioning) dan Penyepakatan

Sosialisasi Rencana Konsolidasi Tanah


2 ke Masyarakat dan Penyepakatan 3 Pemaparan ke Pusat

Sosialisasi dilakukan guna memperoleh pematangan persetujuan Pemaparan dilaksanakan untuk melaporkan kemajuan hasil
dan kesediaan calon peserta untuk ikut dalam pelaksanaan pelaksanaan kegiatan Perencanaan Konsolidasi Tanah.
konsolidasi tanah serta kesediaan menyerahkan sebagian tanahnya Pemaparan wajib disampaikan kepada Direktorat Konsolidasi Tanah
sebagai Tanah untuk Pembangunan (TP)
dan Pengembangan Pertanahan setelah penyusunan Desain Awal
sesuai jadwal yang telah dikoordinasikan sebelumnya

BA Persetujuan Pemegang Hak


dan/atau Penggarap Tanah atas Resume Hasil Pemaparan
Rencana KT (Form KT-107)

24
Penetapan Lokasi

Sosialisasi dilakukan guna memperoleh pematangan persetujuan


1 Persetujuan dan
Dukungan dan kesediaan calon peserta untuk ikut dalam pelaksanaan BA Komitmen Pemda
konsolidasi tanah serta kesediaan menyerahkan sebagian terhadap Rencana KT
Pemerintah Daerah (Form KT-108)
tanahnya sebagai Tanah untuk Pembangunan (TP)

Surat Keputusan Penetapan Lokasi Konsolidasi Tanah diberikan


2 Pengajuan Surat
Keputusan
masa berlaku maksimal selama 3 tahun untuk dapat
1. Surat Pengajuan
Usulan Penetapan
ditindaklanjuti dengan Pelaksanaan Konsolidasi Tanah (Kegiatan Lokasi kepada
Penetapan Lokasi SK-KT). Jika melebihi jangka waktu tersebut dan belum Bupati/Walikota (Form
ditindaklanjuti dengan Pelaksanaan Konsolidasi Tanah (SK-KT) KT-111)
maka penetapan lokasi tidak berlaku. 2. Draft SK Penetapan
Lokasi (Form KT-112)

3 Penyusunan Laporan Hasil dari seluruh tahapan Perencanaan


Konsolidasi Tanah disusun dalam bentuk
Dokumen
Dokumen Perencanaan Konsolidasi Tanah.
Perencanaan
Konsolidasi Tanah

25
Pelaksanaan KT
Pelaksanaan Konsolidasi Tanah dapat dilakukan setelah dilakukan perencanaan Konsolidasi Tanah,
atau lebih tepatnya setelah penetapan lokasi Konsolidasi Tanah.
Hasil Akhir dari tahapan Pelaksanaan Konsolidasi Tanah yaitu berupa Surat Keputusan Konsolidasi Tanah (SK-KT)

Pembentukan Tim Penyelenggara Pelepasan Hak Atas Tanah dan Penegasan


1 Pembentukan Tim Koordinasi Tanah Sebagai Objek Konsolidasi Tanah 5
Pembentukan Tim Pelaksana Pelepasan Hak Atas Tanah
Pembentukan Perhimpunan Peserta Penegasan Tanah Objek Konsolidasi Tanah

Pengukuran dan Pemetaan Bidang Tanah, Penerapan Desain Konsolidasi Tanah ke Lapangan
2 Identifikasi Subjek dan Objek Konsolidasi Tanah (Staking-Out)
Penerapan Desain Konsolidasi Tanah
6
Pengukuran dan Pemetaan Bidang Tanah
Identifikasi Subjek dan Objek Konsolidasi Tanah
Penerbitan Keputusan Pemberian HAT dan

3
Penilaian Objek Konsolidasi Tanah
Survei Penilaian Objek Konsolidasi Tanah
Surat Tanda Bukti HAT 7
Penerbitan Surat Keputusan Pemberian Hak
Atas Tanah
Penerbitan Sertipikat HAT
Penyusunan Desain dan Rencana Aksi Konsolidasi
4 Tanah Supervisi dan Koordinasi Rencana
Penyusunan Desain Konsolidasi Tanah Tindak Lanjut 8
Musyawarah Rencana Penetapan Kavling (Bidang Supervisi dan Koordinasi
Tanah) Baru Pelaporan
Penyusunan Rencana Aksi Konsolidasi Tanah
26
1 Pembentukkan Tim Penyelenggara
TIM KOORDINASI

KT Skala Kecil KT Skala Besar / Strategis

1 Pembentukan Tim
Koordinasi
Ketua

Ketua Harian
Bupati/Walikota Gubernur

Kepala Kantor Pertanahan Kepala Kantor Wilayah BPN

Sekretaris Kepala Seksi Pengadaan Tanah dan Kepala Bidang Pengadaan Tanah
Pengembangan dan Pengembangan

Konsolidasi Tanah Anggota 1 Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Bupati/Walikota


Konsolidasi Tanah Skala Besar/ Pengembangan atau pejabat yang
Skala Kecil Strategis/di ditunjuk
Provinsi DKI Jakarta 2 Kepala Badan Perencanaan Kepala Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah yang Pembangunan Daerah atau pejabat
membidangi Pertanahan atau pejabat yang ditunjuk
yang ditunjuk
DIBENTUK DAN DITETAPKAN 3 Sekretaris Daerah atau pejabat yang
ditunjuk
Sekretaris Daerah atau pejabat yang
ditunjuk
4 Kepala Organisasi Pemerintah Daerah Kepala Organisasi Pemerintah Daerah
Bupati / Gubernur atau yang membidangi Pekerjaan Umum dan yang membidangi Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang atau pejabat yang Penataan Ruang atau pejabat yang
Walikota pejabat lain ditunjuk ditunjuk
5 Kepala Organisasi Pemerintah Daerah Kepala Organisasi Pemerintah Daerah
OUTPUT yang membidangi Pertanian (dalam hal yang membidangi Pertanian (dalam hal
KT Pertanian) atau pejabat yang KT Pertanian) atau pejabat yang
ditunjuk ditunjuk
Surat Keputusan Surat Keputusan 6 Kepala Organisasi Pemerintah Daerah Kepala Organisasi Pemerintah Daerah
Bupati/Walikota Gubernur yang membidangi perumahan rakyat yang membidangi perumahan rakyat
(Form KT-201) (Form KT-201) dan kawasan permukiman (dalam hal KT dan kawasan permukiman (dalam hal KT
Non Pertanian) atau pejabat yang Non Pertanian) atau pejabat yang
ditunjuk ditunjuk
7 Perwakilan Instansi terkait dan/atau Kepala Kantor Pertanahan pada lokasi
pihak lain yang berkompeten sesuai Konsolidasi Tanah
kebutuhan penataan
27
1 Pembentukkan Tim Penyelenggara
TIM PELAKSANA
KT Skala Kecil KT Skala Besar / Strategis

2 Pembentukan Tim Pelaksana Ketua Kepala Kantor Pertanahan Kepala Kantor Wilayah BPN

Sekretaris Kepala Seksi Pengadaan Tanah dan Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan
Pengembangan Pengembangan
Anggota 1 Perwakilan instansi terkait dan atau Perwakilan instansi terkait dan atau
Konsolidasi Tanah pemangku kepentingan lain yang pemangku kepentingan lain yang
Konsolidasi Tanah Skala Besar/ berkompeten sesuai kebutuhan penataan; berkompeten sesuai kebutuhan penataan;
Skala Kecil Strategis/di 2 Kepala Subbagian Tata Usaha atau pejabat
Provinsi DKI Jakarta Kepala Seksi Pengadaan Tanah dan
yang ditunjuk; Pengembangan atau pejabat yang ditunjuk;
3 Kepala Seksi Survei dan Pemetaan atau Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran
pejabat yang ditunjuk; atau pejabat yang ditunjuk;
DIBENTUK DAN DITETAPKAN 4 Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran Kepala Subbagian Tata Usaha atau pejabat
atau pejabat yang ditunjuk; yang ditunjuk;

5 Kepala Seksi Pengadaan Tanah dan Kepala Seksi Pengendalian dan Penanganan
Kepala Kantor Kepala Kantor Pengembangan atau pejabat yang ditunjuk; Sengketa atau pejabat yang ditunjuk;
Pertanahan Wilayah BPN
6 Kepala Seksi Pengendalian dan Penanganan Camat;
Sengketa atau pejabat yang ditunjuk;
OUTPUT 7 Koordinator Kelompok Subtansi Konsolidasi Lurah/Kepala Desa setempat;
Tanah dan Pengembangan Pertanahan atau
Surat Keputusan Surat Keputusan pejabat yang ditunjuk;

Kepala Kantor Kepala Kantor 8 Camat; Perwakilan peserta Konsolidasi Tanah


Pertanahan Wilayah BPN sebanyak 3 (tiga) orang
(Form KT-202) (Form KT-202) 9 Lurah/Kepala Desa setempat;

10 Perwakilan peserta Konsolidasi Tanah


sebanyak 3 (tiga) orang

28
1 Pembentukkan Tim Penyelenggara

3 Pembentukan Perhimpunan Peserta


Pembentukan
TIM perhimpunan peserta
PELAKSANA
dituangkan dalam Berita
Acara Pembentukan
memfasilitasi
Perhimpunan Peserta
PERHIMPUNAN (Form KT-203)
PESERTA
PESERTA
KONSOLIDASI
Anggota sekurangnya: Masa Aktif
TANAH 1 orang Ketua Perhimpunan Peserta
1 orang Sekretaris Berakhir apabila
1 orang Bendahara pembangunan
Masyarakat Peserta KT
Konsolidasi Tanah selesai

Organisasi/ Kelompok Fungsi Perhimpunan Peserta


Masyarakat Peserta KT Membantu mengumpulkan data fisik dan yuridis; Peserta Konsolidasi Tanah lain
Menjalin koordinasi dan komunikasi; dapat melakukan sebagian
Mengelola administrasi keanggotaan dan keuangan TUB;
tugas pengurus melalui Surat
Memberikan pendapat dan persetujuan desain KT;
Memfasilitasi proses penyelesaian ganti kerugian; Kuasa Perhimpunan Peserta
Mengelola biaya relokasi sementara; (Form KT-204)
Mengelola sarana prasarana (bila bukan kewenangan Pemda)

29
2 Pengukuran dan Pemetaan Bidang Tanah,
Identifikasi Subjek dan Objek Konsolidasi Tanah

1 Pengukuran dan Pemetaan


Bidang Tanah 2 Identifikasi Subjek dan Objek
Konsolidasi Tanah

Data identifikasi subjek dan objek KT dituangkan dalam Formulir


Pelaksanaan pengukuran batas batas bidang Identifikasi Subjek dan Objek KT (FORM KT-205).
tanah, bangunan, maupun utilitas lain yang
Kemudian dibuat Berita Acara Kesepakatan Hasil Identifikasi
diperlukan.
Subjek dan Objek Konsolidasi Tanah (FORM KT-206) dan
Pembuatan Peta Hasil Pengukuran Bidang
Awal (Rincikan) dengan skala minimal rekapitulasi data identifikasi subjek dan objek Konsolidasi Tanah
1:5.000 dan dengan memperhatikan yang dituangkan dalam Daftar Subjek dan Objek Konsolidasi
ketentuan layout dan isi peta. Tanah (FORM KT-207).

30
3 Penilaian Objek Konsolidasi Tanah

Pelaksanaan Penerapan Desain KT ke Lapangan dilakukan dengan berpedoman pada desain KT dan
perhitungan luas masing-masing bidang tanah baru dan TP yang telah disetujui dan ditetapkan
berdasarkan hasil musyawarah dengan peserta dan instansi terkait
Penerapan Desain KT meliputi : pemasangan batas bidang baru, pengukuran bidang baru serta lokasi PSU
dan TUB berdasarkan Desain KT, pembuatan Gambar Ukur bidang tanah, pembuatan Peta Bidang Tanah
Kegiatan pemindahan desain Konsolidasi Tanah ke lapangan dibuktikan dengan Berita Acara Penerapan
Desain Konsolidasi Tanah ke Lapangan (FORM KT-219) yang ditandatangani oleh Tim Pelaksana dan
peserta

31
4 Penyusunan Desain dan Rencana Aksi
Konsolidasi Tanah
Penyusunan Desain
1 Konsolidasi Tanah
A. PENYIAPAN DATA
C. PERENCANAAN TP
Peta Rincikan;
Besarnya TP ditetapkan berdasarkan
Penyusunan Desain KT Data Kependudukan;
kesepakatan peserta
dipergunakan untuk PSU eksisting;
TP dipergunakan untuk Pembangunan
merancang bentuk, letak Informasi Nilai Tanah; PSU dan/atau TUB
dan luas bidang tanah, Kondisi Fisik Lapangan;

prasarana dan sarana serta Kebutuhan PSU


TUB (jika ada), dengan D. PEMBUATAN DESAIN KT
memperhatikan kearifan
lokal, keterpaduan, aspek Hasil dari penyusunan desain KT
B. ANALISIS KEBUTUHAN PSU
keadilan dan transparansi dituangkan ke dalam Peta Desain KT dan
dilakukan penandatangandan/atau paraf
berdasarkan persetujuan Analisis digunakan untuk mengetahui
oleh seluruh peserta dan Ketua Tim
peserta. jenis PSU dan jumlah PSU yang
Pelaksana atau Pejabat yang ditunjuk
dibutuhkan pada lokasi KT, serta
pada saat Penyepakatan Desain KT
digunakan untuk menghitung kebutuhan
lahan dalam pembangunan PSU

32
4 Penyusunan Desain dan Rencana Aksi
Konsolidasi Tanah

2 Musyawarah Rencana Penetapan Kavling 3 Rencana Aksi Konsolidasi Tanah


(Bidang Tanah) Baru

Dilakukan antara Tim Pelaksana dengan peserta Digunakan sebagai panduan dalam
untuk menentukan rencana penetapan bidang pembangunan Konsolidasi Tanah yang disepakati
baru oleh Pemangku Kepentingan
Dilakukan hingga tercapai kesepakatan dan
persetujuan
Musyawarah penyusunan rencana aksi dilakukan setidak-tidaknya 1
Hasil musyawarah desain Konsolidasi Tanah dituangkan dalam (kali) atau hingga mencapai kesepakatan, dihadiri oleh Tim
Berita Acara Kesepakatan Desain Konsolidasi Tanah Koordinasi Konsolidasi Tanah, pemangku kepentingan yang terlibat
(FORM KT-211) yang ditandatangani oleh Ketua Tim dalam pembangunan KT
Pelaksana dan perwakilan peserta, yang dilampiri dengan
Penyusunan rencana aksi Konsolidasi Tanah dituangkan dalam Berita
Daftar Subjek dan Objek Hasil Desain Konsolidasi Tanah
Acara Kesepakatan Rencana Aksi Konsolidasi Tanah Berita Acara
(FORM KT-212) yang ditandatangani oleh seluruh peserta.
Selanjutnya atas kesepakatan desain tersebut masing-masing Kesepakatan Rencana Aksi Konsolidasi Tanah (FORM KT-214)
peserta menyatakan persetujuannya yang dituangkan dalam
bentuk Surat Pernyataan Persetujuan Desain Konsolidasi
Tanah (FORM KT-213)

33
5 Pelepasan HAT dan Penegasan Tanah sebagai
Objek Konsolidasi Tanah

1 Pelepasan
Pelepasan HAT kepada Negara
(melalui Kantor Pertanahan), untuk
Pelepasan Hak Atas Tanah
Berita Acara Pelepasan Hak Atas Tanah
Hak Atas (Form KT-215)
ditata sesuai dengan desain KT yang
Tanah disepakati, dan kemudian diserahkan
Berkas untuk Peserta
kembali kepada peserta dalam
bentuk HAT yang baru.
Tanda Terima Penyerahan Berkas (Form-
KT216)

2 Pengajuan Surat
Keputusan
Kepala Kantor Pertanahan mengajukan Usulan Penegasan Tanah Objek
Konsolidasi Tanah (FORM KT-217) kepada Kepala Kantor Wilayah BPN
Penetapan Lokasi
Kemudian Kepala Kantor Wilayah BPN menerbitkan Surat Keputusan
Penegasan Tanah Objek Konsolidasi Tanah (FORM KT-218)

34
6 Penerapan Desain Konsolidasi Tanah ke
Lapangan (Staking-Out)

Dilakukan setelah diterbitkannya Surat Keputusan Penegasan Tanah Objek Konsolidasi Tanah engan
berpedoman pada desain Konsolidasi Tanah dan perhitungan luas masing-masing bidang tanah baru dan TP
yang telah disetujui dan ditetapkan berdasarkan hasil musyawarah dengan peserta dan instansi terkait.
Kegiatan pemindahan desain Konsolidasi Tanah ke lapangan dibuktikan dengan Berita Acara Penerapan
Desain Konsolidasi Tanah ke Lapangan (FORM KT-219) yang ditandatangani oleh Tim Pelaksana dan
peserta.

35
7 Penerbitan Keputusan HAT dan Surat Tanda
Bukti HAT

1 Penerbitan Kepala Kantor Pertanahan menerbitkan Surat Keputusan Pemberian Hak Atas Tanah (FORM KT-220)
Surat kepada masing-masing peserta secara kolektif

Keputusan Penerbitan SK dilakukan setelah diperoleh Surat Keputusan Penegasan Tanah Objek Konsolidasi Tanah
Kepala Kantor Pertanahan juga menerbitkan Surat Keputusan Pemberian Hak Atas Tanah untuk PSU
Pemberian atas nama Pemda serta TUB atas nama subjek hak yang telah disepakati oleh peserta
HAT

2 Pendaftaran HAT di Kantah dengan melakukan pencatatan dalam buku tanah dan diberikan tanda
Penerbitan bukti HAT atas nama peserta, termasuk PSU atas nama Pemda dan/atau perhimpunan peserta yang
Surat Tanda berbadan hukum dan/atau nadzir, serta TUB atas nama yang memperoleh TUB/hak bersama
Penyerahan tanda bukti HAT kepada pemegang hak atau kuasa sesuai jadwal pelaksanaan KT yang
Bukti HAT
telah ditetapkan

36
8 Supervisi dan Koordinasi Rencana Tindak Lanjut

1 Tujuan kegiatan supervisi dan koordinasi rencana tindak lanjut Konsolidasi Tanah ini adalah untuk
Supervisi dan memberikan pendampingan dan mengetahui secara detail pelaksanaan Konsolidasi Tanah, serta berbagai

Koordinasi hambatan dan kendala di lapangan.


Hasil dari supervise diharapkan dapat memberikan gambaran secara utuh dan menyeluruh terhadap
Rencana pelaksanaan Konsolidasi Tanah serta membantu menyelesaikan hambatan dan kendala Konsolidasi Tanah.

2 LAPORAN BULANAN
Laporan Bulanan Pelaksanaan Konsolidasi Tanah (FORM KT-306) memuat tentang kemajuan
pelaksanaan kegiatan Konsolidasi Tanah beserta realisasi fisik dan keuangan
Pelaporan
LAPORAN AKHIR
Laporan Akhir Pelaksanaan Konsolidasi Tanah (FORM KT-313) dimaksudkan sebagai laporan
komprehensif pelaksanaan Konsolidasi Tanah

37
Praktik Baik
Konsolidasi Tanah
Contoh Kolaborasi Program DAK Integrasi Tahun 2021 dengan
Konsolidasi Tanah Swadaya Tahun 2021
Desa Penyangkringan, Kab. Kendal, Prov. Jawa Tengah

Komunitas Cahaya Diinisiasi oleh Masyarakat dan


Weleri Asri difasilitasi oleh Dinas
Perumahan Rakyat dan
Permukiman Kab. Kendal

Program Perumahan
Berbasis Komunitas

Komunitas masyarakat mencari tanah yang sesuai


Adanya Backlog
Permukiman
Mekanisme sertipikasi menggunakan Konsolidasi Tanah
Swadaya Tahun 2021 dengan mengalokasikan tanah
untuk pembangunan (TP) untuk jalan, saluran drainase
dan TPS3R Tanah

Komunitas dan Pemda bernegosiasi dalam rangka


perolehan tanah dengan mencicil ke bank

39
Contoh Kolaborasi Program DAK Integrasi Tahun 2021 dengan
Konsolidasi Tanah Swadaya Tahun 2021
Desa Penyangkringan, Kab. Kendal, Prov. Jawa Tengah

Kondisi Bidang Tanah sebelum penataan Site Plan


(Alas hak berasal dari 7 Sertipikat HM) Jumlah bIdang menjadi 191 bidang

40
Contoh Kolaborasi Program DAK Integrasi Tahun 2022 dan
2023 dengan Konsolidasi Tanah Tahun 2022
Desa Penawangan, Kab. Semarang, Prov. Jawa Tengah

Kab. Semarang Luas Area 3,87 Ha (ada di 1 RW terdiri dari 3 RT)


(Desa Penawangan)
Penataan hunian tempat tinggal dengan pola konsolidasi
Lokasi permukiman kumuh masuk tanah sekaligus pemenuhan kepastian bermukim
dalam SK Bupati Semarang dan berada Skema dengan legalitas lahan sebagai modal ekonomi dan
pada posisi strategis untuk mendukung Program sosial.
potensi pariwisata (paralayang dan
Bendungan Jragung) Status Tanah: Milik masyarakat (letter C, sebagian SHM)

Masyarakat yang masuk dalam deliniasi kawasan kumuh,


Target
Penanganan permukiman dan termasuk pada rumah yang terdapat lebih dari 1 KK
Sasaran
legalisasi asset dengan mekanisme didalamnya.
Konsolidasi Tanah yaitu Perencanaan
KT Tahun 2021 dan Pelaksanaan KT Before – Peta dan Kondisi Permukiman Eksisting After – Peta Hasil Desain dan Desain Rumah Baru
Tahun 2022

Pembangunan melalui pendanaan DAK


Integrasi secara bertahap, pada Tahun
Peta Desain
2022 dan Tahun 2023 Konsolidasi Tanah
Tahun 2022
Pemda menyediakan huninan
sementara (Huntara) bagi masyarakat
selama proses penataan
41
Contoh Kolaborasi Program DAK Integrasi Tahun 2022 dan
2023 dengan Konsolidasi Tanah Tahun 2022
Desa Penawangan, Kab. Semarang, Prov. Jawa Tengah

Peta Sebelum KT Peta Sesudah KT

42
Strategi Penyelenggaraan
Konsolidasi Tanah
Critical Point Penyelenggaraan Konsolidasi Tanah

Penyiapan Masyarakat
✓ Masyarakat bersedia menjadi Peserta
Konsolidasi Tanah
✓ Tercapainya kesepakatan masyarakat
minimal 60% dari Peserta KT, dibuktikan
dengan Persetujuan Pemegang Hak dan/atau
Penggarap Tanah atas Rencana KT

Konsolidasi
Tanah
Kolaborasi Stakeholder
✓ Pemerintah daerah memastikan adanya
program untuk penataan kawasan serta
pembangunan PSU hasil Konsolidasi Tanah.

44
Timeline Penyelenggaraan Konsolidasi Tanah

Perencanaan Pelaksanaan Pembangunan


Konsolidasi Konsolidasi Hasil Konsolidasi
Tanah Tanah Tanah

KONDISI
T-1 T-0 T+1 IDEAL

Dapat dilaksanakan
dalam satu tahun
anggaran, apabila:
Dapat dilaksanakan dalam satu Tahun Anggaran • Kesiapan dan
*Pelaksanaan KT harus berdasarkan SK Penlok KT yang Dapat dilaksanakan dalam satu Tahun Anggaran kesepakatan
merupakan Hasil Perencanaan KT *pembangunan dapat dilaksanakan setelah proses masyarakat ikut
pengukuran staking out / pemindahan desain ke lapangan KT
• Kepastian
program
pembangunan KT
oleh pelaku
pembangunan
Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan telah diperoleh
sebelumnya

45
Pola Penanganan Penyelenggaraan Konsolidasi Tanah
dan DAK Integrasi

T-2 T-1 T-0 T+1

Persiapan dan pengusulan Tahap perencanaan


lokasi Tahap pelaksanaan Tahap pasca
✓ Menyusun dokumen
✓ Melakukan Identifikasi kesesuaian Perencanaan Konsolidasi pembangunan pembangunan
tata ruang pada lokasi usulan Tanah yang meliputi kajian ✓ Melaksanakan tahapan ✓ Monitoring hasil
penanganan telah sesuai untuk tata ruang, pemetaan sosial, Pelaksanaan Konsolidasi sertipikat yang telah
kawasan peruntukkan serta menyusun desain Tanah oleh Tim Koordinasi dilaksanakan untuk
permukiman. visioning. dan Tim Pelaksana yang menghindari proses
✓ Mengumpulkan informasi bidang ✓ Mengumpulkan data output akhirnya berupa sertipikasi yang belum
tanah meliputi status tanah, administrasi bidang-bidang sertipikat. terbit.
informasi hak atas tanah, dan tanah sesuai BNBA.
sebagainya. ✓ Mengajukan alokasi bidang
✓ Berkoordinasi dengan Kantor untuk Pelaksanaan
Pertanahan untuk dapat Konsolidasi Tanah melalui
menentukan tindak lanjut dan Kantor Pertanahan setempat.
strategi dalam proses legalisasi
aset pertanahan sekaligus
penganggarannya.

46
TERIMA KASIH

Direktorat Konsolidasi Tanah dan Pengembangan Pertanahan


Direktorat Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional
@ditktpp

Anda mungkin juga menyukai