Konsolidasi Tanah untuk Permukiman Kumuh
Konsolidasi Tanah untuk Permukiman Kumuh
Disampaikan pada
Webinar Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu
Kamis, 8 Desember 2022
2 Konsolidasi Tanah
2
Overview Pertanahan
dalam Penanganan
Permukiman Kumuh
Isu Pertanahan dalam Kawasan Permukiman Kumuh
✓ Permukiman kumuh
✓ Tanah Negara cenderung mengokupasi
Kampung Padat Perkotaan tanah yang tidak
✓ Tanah Badan Usaha dimanfaatkan
dikuasai Masyarakat
✓ Tidak sesuai dengan
✓ Tanah Perorangan arahan rencana tata ruang
dikuasai Masyarakat daerah
Sumber:
5
Konsolidasi Tanah
Acuan Normatif Konsolidasi Tanah
UU No 5 Tahun 1960
tentang Peraturan Dasar Pasal 6 UUPA menegaskan adanya fungsi sosial hak atas tanah
Pokok-Pokok Agraria
Paragraf 2 Pemanfaatan Ruang Wilayah Pasal 34 ayat (3) menyatakan bahwa,
UU No 26 Tahun 2007 pelaksanaan pembangunan sesuai dengan program pemanfaatan ruang wilayah dan
tentang Penataan Ruang kawasan strategis dilaksanakan melalui pengembangan kawasan secara terpadu,
salah satunya melalui konsolidasi tanah
UU No 1 Tahun 2011 Pasal 106 huruf b, menyatakan bahwa penyediaan tanah untuk pembangunan
tentang Perumahan dan rumah, perumahan dan kawasan permukiman dapat dilakukan melalui
Kawasan Permukiman konsolidasi tanah
UU No 20 Tahun 2011 Pasal 22 ayat (1) huruf b, menyatakan bahwa penyediaan tanah untuk
tentang Rumah Susun pembangunan rumah susun dapat dilakukan melalui konsolidasi tanah
PP No 14 Tahun 2016
Pasal 122-126. Pasal 126 menyatakan bahwa konsolidasi tanah diutamakan bagi:
tentang Penyelenggaraan
[Link] kumuh dan pemukiman kumuh, [Link] yg tumbuh pesat
Perumahan dan Kawasan
secara alami, [Link] yg mulai tumbuh
Permukiman
Pasal 109
• Konsolidasi tanah dapat dilaksanakan bagi pembangunan rumah tunggal, rumah
UU No 11 Tahun 2020
deret, atau rumah susun.
tentang Cipta Kerja
• Lokasi Konsolidasi Tanah yang sudah ditetapkan tidak memerlukan persetujuan
Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR)
7
Konsolidasi Tanah
Kebijakan penataan kembali penguasaan, pemilikan, penggunaan
dan pemanfaatan tanah dan ruang sesuai rencana tata ruang Subjek KT
serta usaha penyediaan tanah untuk kepentingan umum dalam
rangka meningkatkan kualitas lingkungan dan pemeliharaan
merupakan peserta yang memenuhi syarat yaitu
sumber daya alam dengan melibatkan partisipasi aktif Perorangan Warga Negara Indonesia dan/atau
masyarakat (Permen ATR/BPN 12 Tahun 2019) Badan Hukum, yang berkedudukan selaku:
✓ Pemegang hak;
✓ Penggarap Tanah Negara
KT Pertanian
Konsolidasi Tanah yang dilakukan pada tanah-tanah
pertanian yang berada di kawasan perdesaan
Objek KT
KT Non Pertanian
✓ Tanah yang sudah terdaftar;
Konsolidasi Tanah yang dilakukan pada tanah non-pertanian,
termasuk penyediaan tanah bagi pembangunan untuk ✓ Tanah hak yang belum terdaftar;
kepentingan umum di kawasan perkotaan dan semi perkotaan
✓ Tanah negara yang sudah dikuasai/digarap; dan/atau
✓ Tanah aset BUMN/BUMD/badan hukum lainnya yang
KT Vertikal sudah dilepaskan dan/atau dikuasai masyarakat
8
Konsep Konsolidasi Tanah
Sebelum KT Setelah KT
Setelah KT → Bidang Tanah kembali ke
Pemilik Tanah dan sebagian menjadi
Tanah untuk Pembangunan (TP). TP
dimanfaatkan untuk Prasarana, Sarana
dan Utilitas (PSU) dan Tanah Usaha
Bersama (TUB)
PSU
TUB dapat dijual untuk memenuhi biaya
Pemilik pembangunan / diusahakan bersama
Bidang Tanah para pemilik tanah / dikerjasamakan
Tanah dengan pihak lain.
SEBELUM SESUDAH
Keuntungan
Pertambahan nilai tanah karena program KT
meningkatnya kualitas lingkungan
dan optimalnya pemanfataan tanah
Nilai tanah Keuntungan
(y)
TUB PSU
Nilai Nilai
(x) (x)
10
Manfaat Konsolidasi Tanah
Nilai Khas KT
1) Adanya proses pelepasan Hak
Atas Tanah, Kementerian
ATR/BPN melalui kegiatan
Konsolidasi Tanah memiliki
kewenangan untuk melakukan
penataan bidang tanah.
2) Partisipasi masyarakat. Pelibatan
masyarakat secara penuh,
terutama dalam mencapai
kesepakatan untuk mengikuti
Konsolidasi Tanah serta
penyusunan desain.
3) Terwujudnya penyediaan tanah
untuk kepentingan umum,
sehingga mengurangi anggaran
pemerintah untuk pengadaan
tanah.
4) Hasil KT berupa legalitas Hak
Atas Tanah.
11
Penyelenggaraan
Konsolidasi Tanah
Tahapan Penyelenggaraan Konsolidasi Tanah
REN – LAK – BANG - WAS
4 PENGAWASAN KT
Pemantauan Kesesuaian Tahapan dan Dokumen KT;
Pemantauan Progres dan Implementasi Desain KT;
Pemantauan dan Evaluasi Dampak Sosial, Ekonomi dan Lingkungan;
Evaluasi Kinerja Kawasan dan Pembangunan Berkala setiap 5 tahun; dan
Perencanaan dan Pembangunan Kembali Kawasan (Jangka Panjang).
Keterangan:
Dalam hal Konsolidasi Tanah Vertikal terdapat Peremajaan atau Pembangunan
Kembali
13
Perencanaan KT
Pelaksana Perencanaan KT oleh Kementerian ATR/BPN dan Pemangku Kepentingan lainnya (Pasal 13)
1 2 3 4 5 6
Kementerian/ Koperasi,
Akademisi/
Kementerian ATR/BPN lembaga Pemda BUMN, BUMD,
Praktisi
Masyarakat
lainnya BUMDes
Dokumen Perencanaan KT
Kantor Pertanahan
melalui Tim
Perencana
Verifikasi Oleh Kantor Pertanahan
1. Kajian tata ruang dan kebijakan sektor;
2. Analisis pemetaan sosial dan potensi kawasan;
3. Sket desain awal (visioning) Konsolidasi Tanah; dan
4. Berita Acara Kesepakatan Peserta Konsolidasi Tanah.
15
Pembentukan Tim
TIM KOORDINASI
16
Peran Stakeholder
PEMERINTAH DAERAH
17
Pembentukan Tim
PENYIAPAN DATA SOSIAL DAN
PENYIAPAN PETA
WILAYAH
2 Penyiapan
Data Awal 1) Peta Administrasi Wilayah;
Data sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat meliputi
Data Kependudukan
2) Peta Penggunaan Tanah;
Mata Pencaharian
Data awal merupakan data 3) Citra satelit;
Tingkat Ekonomi
terkait karakteristik sosial 4) Peta RTRW/RDTR/RTBL/RP3KP yang telah
Kearifan lokal
masyarakat dan fisik ditetapkan dengan Peraturan Daerah;
Masalah sosial
(pertanahan dan 5) Daya dukung dan daya tampung lingkungan,
Potensi Kawasan berupa data statistik wilayah
kewilayahan) lokasi serta perlindungan terhadap sumber daya
perencanaan Konsolidasi alam, keanekaragaman hayati, lanskap
Tanah. (pusaka saujana/heritage) dan situs budaya;
18
Kajian Tata Ruang dan Kebijakan Sektor
Peta Penggunaan
Pembuatan Peta Kesesuaian Potensi Lokasi
Tanah
KT (Penggunaan tanah dan pola ruang)
Pembuatan Peta Indikasi Potensi Lokasi KT
ikasi
(Kesesuaian Potensi Lokasi KT dan GUPT) Peta
Hasil Overlay Peta Administrasi, Peta
RTRW/RDTR :
Kajian Kesesuaian Tata Ruang (identifikasi Penggunaan Tanah, dan Peta
rencana pola
ruang RTRW/RDTR Rencana Pola Ruang :
terhadap arahan peruntukan kawasan yang
Peta Kesesuaian Potensi
termuat dalam Peraturan Daerah tentang ANALISIS OVERLAY
tata ruang maupun peraturan zonasi yang
berlaku)
19
Kajian Tata Ruang dan Kebijakan Sektor
Kebijakan/
Jadwal
Tabel Potensi Instansi/Pihak Lokasi Rencana/
Penganggaran
Peta Peninjauan
Lapang
(Kecamatan)
3
Kriteria Penentuan Lokasi
Pemilihan Lokasi Peninjauan Lapang
Non Pertanian
Dalam menentukan lokasi yang akan ditinjau ke lapangan, yang menjadi pertimbangan antara lain: Kriteria
/ Pertanian
Peta Indikasi Potensi Lokasi Konsolidasi Tanah
Jumlah Lokasi Minimal 2 lokasi
Kajian Tata Ruang dan Kajian Kebijakan Sektor termasuk dari hasil penjajakan kebijakan dengan
indikasi potensi pada
pemerintah daerah 2 desa/kelurahan
yang berbeda dalam
1. Berita Acara Pemilihan Lokasi (Form KT-104) 1 kecamatan Peta Peninjauan
Minimal 100 bidang Lapang (Lokasi)
2. Peta Peninjauan Lapang (Kecamatan) Luas Lokasi
atau luas minimal 5
3. Peta Peninjauan Lapang (Lokasi) Ha
20
Pemetaan Sosial dan Analisis Potensi Kawasan
Pemetaan Sosial dan Analisis Potensi Kawasan bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi yang terkait pertanahan,
sosial ekonomi budaya masyarakat serta potensi wilayah, langsung di lokasi potensi konsolidasi tanah (Peninjauan Lapang).
Data sosial dan fisik wilayah yang belum diperoleh pada pengumpulan data awal, diambil pada saat peninjauan lapang
(Identifikasi/Inventarisasi/Validasi Kondisi Fisik, Sosial, Ekonomi, dan Budaya).
Tim Perencana bersama Pemerintah Daerah memberikan Pemetaan Sosial merupakan kegiatan menginventarisasi dan
penyuluhan tentang Konsolidasi Tanah pada masyarakat dan tokoh- identifikasi data sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat di lokasi.
tokoh masyarakat. Analisis Potensi Kawasan merupakan kegiatan menginventarisasi
Diharapkan masyarakat dapat memahami tentang maksud, tujuan, dan identifikasi data terkait fisik bidang tanah dan kondisi
dan manfaat serta hak dan kewajiban calon peserta Konsolidasi lingkungan.
Tanah, sehingga masyarakat dapat berpartisipasi secara aktif dalam Pengambilan data pemetaan sosial juga dapat dilakukan dengan
pelaksanaan Konsolidasi Tanah.
memanfaatkan aplikasi SIPETIK (Sistem Informasi Pemetaan
Tematik) yang dikembangkan oleh Direktorat Pemetaan Tematik
pada menu Konsolidasi Tanah.
Berita Acara Hasil Sosialisasi Konsolidasi
Tanah kepada Masyarakat (Form KT-105) 1. Peta Hasil Peninjauan Lapang
2. Hasil Analisa Kuesioner Pemetaan Sosial
(Form KT-106)
21
Pemetaan Sosial dan Analisis Potensi Kawasan
Tabel Pemetaan Stakeholder Perencanaan
Konsolidasi Tanah
Hasil Analisis
1. Pemetaan Stakeholder Perencanaan KT
SWOT
2. Peta Potensi Subjek KT
3. Hasil Analisis SWOT (Spasial dan/atau Tabel)
4. Arahan Pengembangan Potensi KT
22
Pembuatan Desain Awal (Visioning) dan Penyepakatan
Desain Awal/Visioning merupakan gambaran kasar mengenai tema dan arah pengembangan lokasi Konsolidasi Tanah.
Pembuatan Desain Awal/Visioning merupakan kegiatan untuk memvisualisasikan kondisi lingkungan yang diharapkan
tercapai di masa yang akan datang dari hasil penataan konsolidasi tanah dalam bentuk Desain Awal (Sketch Block Desain).
Tujuan dilakukan untuk lebih menarik minat masyarakat menjadi peserta kegiatan penataan konsolidasi tanah dengan melihat
gambaran keadaan yang akan diperoleh setelah Konsolidasi Tanah.
Pembuatan Desain
1 Awal (Visioning)
Desain Awal
23
Pembuatan Desain Awal (Visioning) dan Penyepakatan
Sosialisasi dilakukan guna memperoleh pematangan persetujuan Pemaparan dilaksanakan untuk melaporkan kemajuan hasil
dan kesediaan calon peserta untuk ikut dalam pelaksanaan pelaksanaan kegiatan Perencanaan Konsolidasi Tanah.
konsolidasi tanah serta kesediaan menyerahkan sebagian tanahnya Pemaparan wajib disampaikan kepada Direktorat Konsolidasi Tanah
sebagai Tanah untuk Pembangunan (TP)
dan Pengembangan Pertanahan setelah penyusunan Desain Awal
sesuai jadwal yang telah dikoordinasikan sebelumnya
24
Penetapan Lokasi
25
Pelaksanaan KT
Pelaksanaan Konsolidasi Tanah dapat dilakukan setelah dilakukan perencanaan Konsolidasi Tanah,
atau lebih tepatnya setelah penetapan lokasi Konsolidasi Tanah.
Hasil Akhir dari tahapan Pelaksanaan Konsolidasi Tanah yaitu berupa Surat Keputusan Konsolidasi Tanah (SK-KT)
Pengukuran dan Pemetaan Bidang Tanah, Penerapan Desain Konsolidasi Tanah ke Lapangan
2 Identifikasi Subjek dan Objek Konsolidasi Tanah (Staking-Out)
Penerapan Desain Konsolidasi Tanah
6
Pengukuran dan Pemetaan Bidang Tanah
Identifikasi Subjek dan Objek Konsolidasi Tanah
Penerbitan Keputusan Pemberian HAT dan
3
Penilaian Objek Konsolidasi Tanah
Survei Penilaian Objek Konsolidasi Tanah
Surat Tanda Bukti HAT 7
Penerbitan Surat Keputusan Pemberian Hak
Atas Tanah
Penerbitan Sertipikat HAT
Penyusunan Desain dan Rencana Aksi Konsolidasi
4 Tanah Supervisi dan Koordinasi Rencana
Penyusunan Desain Konsolidasi Tanah Tindak Lanjut 8
Musyawarah Rencana Penetapan Kavling (Bidang Supervisi dan Koordinasi
Tanah) Baru Pelaporan
Penyusunan Rencana Aksi Konsolidasi Tanah
26
1 Pembentukkan Tim Penyelenggara
TIM KOORDINASI
1 Pembentukan Tim
Koordinasi
Ketua
Ketua Harian
Bupati/Walikota Gubernur
Sekretaris Kepala Seksi Pengadaan Tanah dan Kepala Bidang Pengadaan Tanah
Pengembangan dan Pengembangan
2 Pembentukan Tim Pelaksana Ketua Kepala Kantor Pertanahan Kepala Kantor Wilayah BPN
Sekretaris Kepala Seksi Pengadaan Tanah dan Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan
Pengembangan Pengembangan
Anggota 1 Perwakilan instansi terkait dan atau Perwakilan instansi terkait dan atau
Konsolidasi Tanah pemangku kepentingan lain yang pemangku kepentingan lain yang
Konsolidasi Tanah Skala Besar/ berkompeten sesuai kebutuhan penataan; berkompeten sesuai kebutuhan penataan;
Skala Kecil Strategis/di 2 Kepala Subbagian Tata Usaha atau pejabat
Provinsi DKI Jakarta Kepala Seksi Pengadaan Tanah dan
yang ditunjuk; Pengembangan atau pejabat yang ditunjuk;
3 Kepala Seksi Survei dan Pemetaan atau Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran
pejabat yang ditunjuk; atau pejabat yang ditunjuk;
DIBENTUK DAN DITETAPKAN 4 Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran Kepala Subbagian Tata Usaha atau pejabat
atau pejabat yang ditunjuk; yang ditunjuk;
5 Kepala Seksi Pengadaan Tanah dan Kepala Seksi Pengendalian dan Penanganan
Kepala Kantor Kepala Kantor Pengembangan atau pejabat yang ditunjuk; Sengketa atau pejabat yang ditunjuk;
Pertanahan Wilayah BPN
6 Kepala Seksi Pengendalian dan Penanganan Camat;
Sengketa atau pejabat yang ditunjuk;
OUTPUT 7 Koordinator Kelompok Subtansi Konsolidasi Lurah/Kepala Desa setempat;
Tanah dan Pengembangan Pertanahan atau
Surat Keputusan Surat Keputusan pejabat yang ditunjuk;
28
1 Pembentukkan Tim Penyelenggara
29
2 Pengukuran dan Pemetaan Bidang Tanah,
Identifikasi Subjek dan Objek Konsolidasi Tanah
30
3 Penilaian Objek Konsolidasi Tanah
Pelaksanaan Penerapan Desain KT ke Lapangan dilakukan dengan berpedoman pada desain KT dan
perhitungan luas masing-masing bidang tanah baru dan TP yang telah disetujui dan ditetapkan
berdasarkan hasil musyawarah dengan peserta dan instansi terkait
Penerapan Desain KT meliputi : pemasangan batas bidang baru, pengukuran bidang baru serta lokasi PSU
dan TUB berdasarkan Desain KT, pembuatan Gambar Ukur bidang tanah, pembuatan Peta Bidang Tanah
Kegiatan pemindahan desain Konsolidasi Tanah ke lapangan dibuktikan dengan Berita Acara Penerapan
Desain Konsolidasi Tanah ke Lapangan (FORM KT-219) yang ditandatangani oleh Tim Pelaksana dan
peserta
31
4 Penyusunan Desain dan Rencana Aksi
Konsolidasi Tanah
Penyusunan Desain
1 Konsolidasi Tanah
A. PENYIAPAN DATA
C. PERENCANAAN TP
Peta Rincikan;
Besarnya TP ditetapkan berdasarkan
Penyusunan Desain KT Data Kependudukan;
kesepakatan peserta
dipergunakan untuk PSU eksisting;
TP dipergunakan untuk Pembangunan
merancang bentuk, letak Informasi Nilai Tanah; PSU dan/atau TUB
dan luas bidang tanah, Kondisi Fisik Lapangan;
32
4 Penyusunan Desain dan Rencana Aksi
Konsolidasi Tanah
Dilakukan antara Tim Pelaksana dengan peserta Digunakan sebagai panduan dalam
untuk menentukan rencana penetapan bidang pembangunan Konsolidasi Tanah yang disepakati
baru oleh Pemangku Kepentingan
Dilakukan hingga tercapai kesepakatan dan
persetujuan
Musyawarah penyusunan rencana aksi dilakukan setidak-tidaknya 1
Hasil musyawarah desain Konsolidasi Tanah dituangkan dalam (kali) atau hingga mencapai kesepakatan, dihadiri oleh Tim
Berita Acara Kesepakatan Desain Konsolidasi Tanah Koordinasi Konsolidasi Tanah, pemangku kepentingan yang terlibat
(FORM KT-211) yang ditandatangani oleh Ketua Tim dalam pembangunan KT
Pelaksana dan perwakilan peserta, yang dilampiri dengan
Penyusunan rencana aksi Konsolidasi Tanah dituangkan dalam Berita
Daftar Subjek dan Objek Hasil Desain Konsolidasi Tanah
Acara Kesepakatan Rencana Aksi Konsolidasi Tanah Berita Acara
(FORM KT-212) yang ditandatangani oleh seluruh peserta.
Selanjutnya atas kesepakatan desain tersebut masing-masing Kesepakatan Rencana Aksi Konsolidasi Tanah (FORM KT-214)
peserta menyatakan persetujuannya yang dituangkan dalam
bentuk Surat Pernyataan Persetujuan Desain Konsolidasi
Tanah (FORM KT-213)
33
5 Pelepasan HAT dan Penegasan Tanah sebagai
Objek Konsolidasi Tanah
1 Pelepasan
Pelepasan HAT kepada Negara
(melalui Kantor Pertanahan), untuk
Pelepasan Hak Atas Tanah
Berita Acara Pelepasan Hak Atas Tanah
Hak Atas (Form KT-215)
ditata sesuai dengan desain KT yang
Tanah disepakati, dan kemudian diserahkan
Berkas untuk Peserta
kembali kepada peserta dalam
bentuk HAT yang baru.
Tanda Terima Penyerahan Berkas (Form-
KT216)
2 Pengajuan Surat
Keputusan
Kepala Kantor Pertanahan mengajukan Usulan Penegasan Tanah Objek
Konsolidasi Tanah (FORM KT-217) kepada Kepala Kantor Wilayah BPN
Penetapan Lokasi
Kemudian Kepala Kantor Wilayah BPN menerbitkan Surat Keputusan
Penegasan Tanah Objek Konsolidasi Tanah (FORM KT-218)
34
6 Penerapan Desain Konsolidasi Tanah ke
Lapangan (Staking-Out)
Dilakukan setelah diterbitkannya Surat Keputusan Penegasan Tanah Objek Konsolidasi Tanah engan
berpedoman pada desain Konsolidasi Tanah dan perhitungan luas masing-masing bidang tanah baru dan TP
yang telah disetujui dan ditetapkan berdasarkan hasil musyawarah dengan peserta dan instansi terkait.
Kegiatan pemindahan desain Konsolidasi Tanah ke lapangan dibuktikan dengan Berita Acara Penerapan
Desain Konsolidasi Tanah ke Lapangan (FORM KT-219) yang ditandatangani oleh Tim Pelaksana dan
peserta.
35
7 Penerbitan Keputusan HAT dan Surat Tanda
Bukti HAT
1 Penerbitan Kepala Kantor Pertanahan menerbitkan Surat Keputusan Pemberian Hak Atas Tanah (FORM KT-220)
Surat kepada masing-masing peserta secara kolektif
Keputusan Penerbitan SK dilakukan setelah diperoleh Surat Keputusan Penegasan Tanah Objek Konsolidasi Tanah
Kepala Kantor Pertanahan juga menerbitkan Surat Keputusan Pemberian Hak Atas Tanah untuk PSU
Pemberian atas nama Pemda serta TUB atas nama subjek hak yang telah disepakati oleh peserta
HAT
2 Pendaftaran HAT di Kantah dengan melakukan pencatatan dalam buku tanah dan diberikan tanda
Penerbitan bukti HAT atas nama peserta, termasuk PSU atas nama Pemda dan/atau perhimpunan peserta yang
Surat Tanda berbadan hukum dan/atau nadzir, serta TUB atas nama yang memperoleh TUB/hak bersama
Penyerahan tanda bukti HAT kepada pemegang hak atau kuasa sesuai jadwal pelaksanaan KT yang
Bukti HAT
telah ditetapkan
36
8 Supervisi dan Koordinasi Rencana Tindak Lanjut
1 Tujuan kegiatan supervisi dan koordinasi rencana tindak lanjut Konsolidasi Tanah ini adalah untuk
Supervisi dan memberikan pendampingan dan mengetahui secara detail pelaksanaan Konsolidasi Tanah, serta berbagai
2 LAPORAN BULANAN
Laporan Bulanan Pelaksanaan Konsolidasi Tanah (FORM KT-306) memuat tentang kemajuan
pelaksanaan kegiatan Konsolidasi Tanah beserta realisasi fisik dan keuangan
Pelaporan
LAPORAN AKHIR
Laporan Akhir Pelaksanaan Konsolidasi Tanah (FORM KT-313) dimaksudkan sebagai laporan
komprehensif pelaksanaan Konsolidasi Tanah
37
Praktik Baik
Konsolidasi Tanah
Contoh Kolaborasi Program DAK Integrasi Tahun 2021 dengan
Konsolidasi Tanah Swadaya Tahun 2021
Desa Penyangkringan, Kab. Kendal, Prov. Jawa Tengah
Program Perumahan
Berbasis Komunitas
39
Contoh Kolaborasi Program DAK Integrasi Tahun 2021 dengan
Konsolidasi Tanah Swadaya Tahun 2021
Desa Penyangkringan, Kab. Kendal, Prov. Jawa Tengah
40
Contoh Kolaborasi Program DAK Integrasi Tahun 2022 dan
2023 dengan Konsolidasi Tanah Tahun 2022
Desa Penawangan, Kab. Semarang, Prov. Jawa Tengah
42
Strategi Penyelenggaraan
Konsolidasi Tanah
Critical Point Penyelenggaraan Konsolidasi Tanah
Penyiapan Masyarakat
✓ Masyarakat bersedia menjadi Peserta
Konsolidasi Tanah
✓ Tercapainya kesepakatan masyarakat
minimal 60% dari Peserta KT, dibuktikan
dengan Persetujuan Pemegang Hak dan/atau
Penggarap Tanah atas Rencana KT
Konsolidasi
Tanah
Kolaborasi Stakeholder
✓ Pemerintah daerah memastikan adanya
program untuk penataan kawasan serta
pembangunan PSU hasil Konsolidasi Tanah.
44
Timeline Penyelenggaraan Konsolidasi Tanah
KONDISI
T-1 T-0 T+1 IDEAL
Dapat dilaksanakan
dalam satu tahun
anggaran, apabila:
Dapat dilaksanakan dalam satu Tahun Anggaran • Kesiapan dan
*Pelaksanaan KT harus berdasarkan SK Penlok KT yang Dapat dilaksanakan dalam satu Tahun Anggaran kesepakatan
merupakan Hasil Perencanaan KT *pembangunan dapat dilaksanakan setelah proses masyarakat ikut
pengukuran staking out / pemindahan desain ke lapangan KT
• Kepastian
program
pembangunan KT
oleh pelaku
pembangunan
Pemantauan, Evaluasi dan Pelaporan telah diperoleh
sebelumnya
45
Pola Penanganan Penyelenggaraan Konsolidasi Tanah
dan DAK Integrasi
46
TERIMA KASIH