Sistem Informasi Akuntansi ERP
Sistem Informasi Akuntansi ERP
Disusun Oleh :
1. Yuli Rulamarzuqoh (2112020006)
2. Zhah Rotul Nikmah (2112020039)
3. Deby Arsita ( 2112020092)
4. Alsha Fianingsih Putri ( 2112020095)
Puji syukur alhamdulillah kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Karena
telah melimpahkan rahmat-nya berupa kesempatan dan pengetahuan sehingga makalah ini
bisa selesai pada waktunya. Terima kasih juga kami ucapkan kepada teman-teman yang telah
berkontribusi dengan memberikan ide-idenya sehingga makalah ini bisa disusun dengan baik
dan rapi.
Kami berharap makalah Sistem Informasi Akunatasi ini bisa menambah pengetahuan
para pembaca. Namun terlepas dari itu, kami memahami bahwa makalah ini masih jauh dari
kata sempurna, sehingga kami sangat mengharapkan kritik serta saran yang bersifat
membangun demi terciptanya makalah selanjutnya yang lebih baik lagi.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini jauh dari kata sempurna, baik
dari segi penyusunan, bahasa ataupun penulisannya. Oleh karena itu kami mengharapkan
kritik dan saran yang bersifat membangun, khususnya dari dosen mata kuliah Pendidikan
pacasila agar menjadi acuan dalam bekal pengalaman kami untuk lebih baik di masa yang
akan datang. Semoga makalah ini memberikan informasi yang bermanfaat bagi orang lain
yang membacanya dan bermanfaat unuk pembangunan wawasan serta peningkatan ilmu
pengetahuan bagi kita semua.
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................................................................2
BAB 1.....................................................................................................................................................4
LATAR BELAKANG..................................................................................................................................4
A. LATAR BELAKANG...............................................................................................................4
B. RUMUSAN MASALAH........................................................................................................................4
C. TUJUAN.......................................................................................................................................4
BAB II.....................................................................................................................................................5
PEMBAHASAN.......................................................................................................................................5
A. TEKNIK DOKUMENTASI SISTEM.......................................................................................5
B. SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BERBASIS KOMPUTER..........................................15
C. DATABASE RELASIONAL.....................................................................................................23
D. MODEL DATA REA..............................................................................................................25
BAB III..................................................................................................................................................29
PENUTUPAN........................................................................................................................................29
A. KESIMPILAN.........................................................................................................................29
B. SARAN...................................................................................................................................29
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................................30
BAB 1
LATAR BELAKANG
A. LATAR BELAKANG
Dokumentasi (documentation) menjelaskan cara sistem bekerja, termasuk
siapa, apa, kapan, di mana, mengapa dan bagaimana entri data, pengolahan data,
penyimpanan data, output informasi, dan sistem pengendalian. Arti populer
pendokumentasian sistem meliputi diagram, bagan alir, tabel, dan representasi grafis
lainnya dari data dan informasi. Ini dilengkapi dengan deskripsi naratif (narrative
description) dari sistem, penjelasan Langkah demi langkah yang tertulis dari komponen
sistem dan interaksinya. Dalam bab ini, kita menjelaskan tiga alat dokumentasi sistem
yang umum: diagram arus data, bagan alir, dandiagram proses bisnis.
Definisi Sistem Informasi Akuntansi adalah Sistem Informasi Akuntansi adalah
komponen organisasi yang dirancang untuk mengolah data keuangan menjadi informasi
ataulaporan keuangan yang ditujukan kepada pihak internal maupun eksternal perusahaan.
Data dapat diolah menjadi informasi dengan cara manual maupun dengan bantuan
computer
Database Relasional ialah seperangkat koordinasi beberapa file data terpusat
yang saling berhubungan yang disimpan dengan sedikit mungkin kelebihan data. Database
menggabungkan catatan yang sebelumnya disimpan dalam beberapa file terpisah kedalam
kelompok umum yang melayani berbagai penguuna dan aplikasi pengolahan data.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa saja teknik dokumentasi sistem?
2. Apa yang dimaksud SIA berbasis komuterd?
3. Apa yang dimaksud dengan database relasional?
4. Apa yang dimaksud model data rea?
C. TUJUAN
1. Mengetahui apa saja teknik dokumentasi sistem
2. Mengetahui apa yang dimaksud SIA berbasis komuter
3. Mengetahui apa yang dimaksud dengan database relasional
4. Mengetahui apa yang dimaksud model data rea
BAB II
PEMBAHASAN
Diagram arus data (DAD-data flow diagram) menjelaskan arus data dalam
organisasi secara grafis. Diagram ini menggunakan empat simbol pertama yang
ditunjukkan dalam Figur untuk merepresentasikan empat elemen dasar: sumber dan
tujuan data, arus data, proaes transformasi, dan penyimpanan data. Contohnya, Figur 3-2
menunjukkan bahwa input untuk memproses C adalah arus data B, yang datang dari
sumber data A. Output proses adalan arus data D dan E. Arus data E dikirim ke tujuan
data J. Proses F menggunakan arus dala D dan G sebagai input dan menghasilkan arus
data I dan G sebagai output. Arus data G datang dari dan mengembalikan ke
penyimpanan data H. Arus data I dikirim ke tujuan data K.
Figur 3-3 memberikan judul spesifik untuk setiap proses yang digambarkan dalam
Figur 3-2. Figur 3-2 dan 3-3 akan digunakan untuk menguji empat elemen dasar DAD
secara lebih mendetail.
Dalam Bab 12 hingga 16, DAD dasar telah diadaptasi, sehingga menunjukkan
pengendalian internal, menggunakan simbol segitiga (simbol peringatan jalan raya) yang
ditunjukkan pada Figur 3-1. Pengendalian internal diberi nomor dan tabel yang
menjelaskan pengendalian internal. Pengguna yang tidak ingin mengindikasikan
pengendalian internal dapat dengan mudah mengabaikan simbol segitiga.
Sumber data (data source) dan tujuan data (data destination) adalah entitas yang
mengirim atau menerima data yang digunakan atau dihasilkan oleh sistem. Entitas dapat
merupakan sumber atau tujuan. Keduanya diwakili oleh persegi, seperti yang
diilustrasikan oleh komponen A (pelanggan), J (bank), dan K (manajer kredit) dalam
Figur 3-3.
Arus data (data flow) adalah perpindahan data di antara proses, penyimpanan,
sumber, dan tujuan. Data yang melewati antara penyimpanan data dan sumber atau tujuan
harus melewati proses transformasi data. Arus data dilabeli untuk menunjukkan data apa
yang mengalir. Satu-satunya pengecualian adalah arus data antara proses dan
G dalam Figur 3-3, karena arus data biasanya jelas. Dalam arus data G, data dari
file piutang diambil, diperbarui, dan disimpan kembali dalam file. Arus data lain dalam
Figur 3-3 adalah B (pembayaran pelanggan), D (data pengiriman uang), E (setoran), dan I
(data piutang).
Jika dua atau lebih arus data bergerak bersama, garis tunggal digunakan.
Contohnya, arus data B (pembayaran pelanggan) terdiri dari pembayaran dan data
pengiriman uang. Proses 1,0 (proses pembayaran) membagi keduanya dan
mengirimkannya ke arah yang berbeda. Data pengiriman uang (D) digunakan untuk
memperbarui catatan piutang, dan pembayaran (E) didepositokan pada bank. Jika data
mengalir secara terpisah, dua garis digunakan. Contohnya,
Figur 3-4 menunjukkan dua garis karena permintaan pelanggan (L) tidak selalu
menyertai pembayaran (B). Jika diwakili oleh arus data yang sama, elemen-elemen yang
terpisah dan tujuan keduanya yang berbeda tidak jelas, dan DAD lebih sulit untuk
dinterpretasikan.
Penyimpanan data (data store) adalah tempat data disimpan. DAD tidak
menunjukkan media penyimpanan fisik (seperti penyedia atau kertas) yang digunakan
untuk menyimpan data. Seperti yang ditunjukkan pada Figur 3-3, penyimpanan data (H)
direpresentasikan oleh garis horizontal, dengan nama file yang tertulis di dalam garis.
DAD dibagi ke dalam level-level yang lebih rendah untuk memberikan jumlah
detail yang semakin meningkat, karena beberapa sistem dapat secara penuh dibuat
menjadi diagram pada satu lembar kertas. Selain itu, pengguna memiliki kebutuhan yang
berbeda, dan berbagai level dapat lebih baik untuk memenuhi permintaan yang berbeda.
Level DAD tertinggi disebut sebagai diagram konteks (context diagram) karena
memberikan level ringkasan tinjauan sistem kepada pembaca. Ini menggambarkan
sistemPengolahan data dan entitas yang merupakan sumber dan tujuan sistem input dan
output. Contohnya, Ashton menggambarkan Figur 3-5 untuk mendokumentasikan
prosedur pemrosesan penggajian pada S&S. Sistem pemrosesan penggajian menerima
data kartu waktu (time card) dari departemen yang berbeda dan data karyawan dari
sumber daya manusia. Sistem mengolah data-data ini dan menghasilkan (1) laporan dan
pembayaran pajak untuk badan pemerintah, (2) cek pembayaran karyawan, (3) cek
penggajian pada akun penggajian di bank, dan (4) informasi penggajian untuk
manajemen.
Narasi dalam Tabel 3-1 menjelaskan lima aktivitas pengolahan data sebagai berikut.
[Link] file induk karyawan/penggajian (paragraf pertama).
Kelima aktivitas dan semua arus data masuk dan keluar ditunjukkan dalam Tabel 3-2.
Beberapa karyawan 5&5 diberi bayaran gaji, tetapi sebagian besar adalah pekerja
per jam yang mencatat waktu kerja mereka pada kartu waktu. Pada akhir setiap periode
pembayaran, manajer departemen mengirimkan kartu waktu ke departemen penggajan.
Petugas penggajian mengunakan data kartu waktu, data dari fie karyawan (seperti tingkat
pembayaran dan gaji tahunan), dan tabel pajak yang sesuai untuk mempersiapkan cek dua
bagian untuk setiap karyawan. Petugas juga mempersiapkan register penggajian dua
bagian yang menunjukkan pembayaran kotor, pengurangan, dan pembayaran bersih untuk
setiap karyawan. Petugas memperbarui fle kayawan untuk merefleksikan setiap laba
karyawan saat ini. Salinan asli cek pembayaran karyawan diteruskan ke Susan. Register
penggajian diteruskan ke petugas utang. Kartu waktu dan salinan duplikasi register
penggajian dan cek pembayaran disimpan berdasarkan tanggal dalam fle penggajan.
Ashton membuat diagram konteksnya dan membuat DAD Level 0 (disebut Level
0 karena ada titik desimal yang berarti nol-1,0; 2,0; dll.) yang ditunjukkan pada Figur 3-6.
Perhatikan bahwa beberapa input dan output data telah dikeluarkan dari DAD.
Contohnya, dalam proses 2,0; arus data masuk dan keluar tidak terkait dengan entitas
eksternal atau proses lainnya yang tidak digambarkan (tabel pajak dan register
penggajian). Arus data ini adalah internal untuk aktivitas “membayar karyawan”” dan
ditunjukkan pada level DAD selanjutnya.
TABEL
1. Memahami sistem
2. Mengabaikan aspek tertentu dari sistem. DAD adalah diagram asal, arus, transformasi,
penyimpanan, dan tujuan data. Jalur kesalahan yang tidak penting diabgaikan.
3. Menentukan batas sistem
4. Mengembangkan diagram konteks
5. Mengidentifikasi arus data
Bagan Alir
Bagan alir (flowchart) adalah teknik analitis bergambar yang digunakan untuk
menjelaskan beberapa aspek dari sistem informasi secara jelas, ringkas, dan logis. Bagan
alir mencatat cara proses bisnis dilakukan dan cara dokumen mengalir melalui organisasi.
Bagan alir juga digunakan untuk menganalisis cara meningkatkan proses bisnis dan arus
dokumen. Sebagian besar bagan alir digambar menggunakan program perangkat lunak
seperti Visio, Microsoft Word, Microsoft Excel, atau Microsoft PowerPoint. Bagan alir
menggunakan seperangkat simbol standar untuk menjelaskan gambaran prosedur
pemrosesan transaksi yang digunakan oleh perusahaan dan arus data melalui sistem.
Simbol bagan alir dibagi ke dalam empat kategori yaitu.
Diagram Proses Bisnis (DPB-Business Process Diagram) adalah cara visual untuk
menjelaskan langkah-langkah atau aktivitas-aktivitas dalam proses bisnis. Contohnya, ada
banyak aktivitas dalam siklus pendapatan. Di antaranya adalah menerima pesanan,
mengecek
Data-data yang ada sangat bervariasi dan terus menerus berubah secara cepat.
Oleh karena itu perlu dilakukan suatu sistem yang tepat sehingga dapat menangani data-
data tersebut dan rnenghasilkan suatu informasi yang benar, handal dan tepat waktu.
1. Tidak tepat waktu atau memerlukan waktu yang cukup lama dalam prosesnya
2. Kadang timbul kesalahan baik dalam perhitungan maupun penulisannya. Hal ini
merupakan kesalahan manusia (human error)
3. Timbul ketergantungan pada karyawan yang bertugas pada proses akuntansi tersebut
4. Laporan keuangan yang kadang tidak rapi seperti terjadi kesalahan dalam menulis atau
tulisan yang jelek dan sulit dibaca
Oleh sebab itu dibutuhkan suatu alat bantu sebagai pengolah data yang tepat dan
cepat agar menghasilkan suatu informasi yang tepat dan cepat pula. Alat bantu yang
sering dipakai oleh perusahaan-perusahaan tersebut adalah komputer beserta software
yang mendukung yaitu program-program aplikasi dan program-program yang dibuat
khusus oleh perusahaan sesuai dengan kebutuhan perusahaan masing-masing yang
berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya.
[Link] sistem yang dikomputerisasi haruslah mempunyai sistem manual yang sudah baik
dan teratur sehingga dapat dengan mudah dikomputerisasi. Dengan adanya sistem
manual yang baik tentunya sudah dapat diketahui kendala-kendala apa saja yang akan
terjadi dan hal ini akan dapat diantisipasi. Oleh karena itu proses pemindahan sistem
dari manual ke komputer tidak akan menimbulkan suatu masalah lagi, melainkan hanya
cara kerjanya saja yang berubah yaitu dari manual ke komputer.
[Link] yang baik, yaitu suatu program yang benar-benar dapat mewakili sistem
tersebut secara keseluruhan, juga mengantisipasi kendala-kendala yang mungkin terjadi.
Disini sebelum program tersebut dilaksanakan hams sudah diuji coba terlebih dahulu
selama beberapa bulan (trial and error) untuk menguji kehandalan program tersebut.
Selain itu program haruslah bersifat user-friendly yaitu mudah digunakan dan mudah
dikuasai oleh personil yang bertugas.
[Link] yang memadai seperti tersedianya komputer yang baik yang nantinya akan
mendukung pelaksanaan program yang akan dipakai. Selain itu juga dibutuhkan
personil yang cakap dalam komputer, dalam hal ini tidaklah perlu seseorang yang
benar-benar ahli dalam komputer melainkan setidaknya mengetahui tentang cara
pemakaian program tersebut. Disini perusahaan akan lebih baik bila melakukan training
tentang pemakaian program terhadap personil yang nantinya akan melaksanakan
program tersebut
Dari definisi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa Sistem Informasi Akuntansi
dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara manual dan dengan bantuan komputer.
Namun pada umumnya penggunaan istilah Sistem Informasi Akuntansi lebih merujuk
pada Sistem Informasi Akuntansi yang berbasis komputer atau lebih dikenal dengan nama
Sistem Elektronik Data Prosesing (Electronic Data Procesing).
[Link] terhadap simpanan data Pada sistem manual data dicatat di jumal dan buku
besar serta buku besar pembantu. Pada sistem komputer, data disimpan di file dalam
bentuk yang hanya dapat dibaca oleh mesin seperti disk magnetic
3. Komputer dapat mengerjakan tugas-tugas yang bersifat rutin atau berulang-ulang tanpa
merasa bosan ataupun lelah Namun harus diingat pula bahwa penggunaan komputer
tidak selamanya menguntungkan, dimana adakalanya timbul masalah-masalah seperti :
Keluaran yang dihasilkan akan buruk bila inputldata yang dimasukkan juga buruk
Output/keluaran akan buruk bila program yang diterapkan juga buruk
Hilangnya fleksibilitas
Hilangnya abes atas penyimpanan
Ketergantungan yang sangat tinggi terhadap komputer sehingga bila timbul masalah
atas komputer, misal data hilang karena terserang virus atau listrik mati mendadak
maka akan menimbulkan kemacetan atas pekerjaan dan informasi
Pada Sistem Informasi Akuntansi terdapat tujuh komponen pokok yaitu manusia,
komputer dan mesin otomatisasi, program komputer, database, sistem pengkodean,
dokumen dan laporan. Berbagai komponen ini hams saling bekerjasama dan bertukar
serta mengolah data sehingga menghasilkan informasi bagi pemakainya. Penjelasan
masing-masing komponen tersebut sebagai berikut:
1. Manusia
Pada Sistem Informasi Akuntansi berbasis komputer, peranan komputer dan alat
pendukungnya sangatlah penting. Namun hams diingat bahwa meskipun perusahaan
sudah dijalankan secara komputerisasi, tenaga manusia tetaplah diperlukan, antara lain :
Operator bertugas mengelola data dari penyiapan data hingga pemasukan data ke
system komputer Pustakawan bertugas menyimpan data-data dan program-program
komputer secara terpisah dari ruang komputer. Pustakawan juga bertanggungjawab
atas peminjaman data dan program pada orang-orang yang berhak
Manajer adalah pemakai akhir sistem informasi. Manajer membutuhkan informasi
sesuai dengan yang diperlukannya berdasar data-data yang ada dan telah diproses
oleh program computer
Administrator database bertugas atas tersedianya data-data yang dibutuhkan oleh
manajer dan keserasian serta keterpaduan dalam suatu sistem informasi
Programmer bertanggung jawab atas program-program komputer yang digunakan
oleh perusahaan. la harus dapat menterjemahkan sistem yang digunakan oleh
perusahaan kedalam bahasa pemrograrnan sehingga menghasilkan program yang
benar-benar mewakili system
[Link] dan mesin otomatisasi Komputer adalah perangkat keras yang berfungsi
mengubah input menjadi output yang berupa informasi dengan memproses data. Dalam
suatu komputer terdiri atas lima komponen utama yaitu:
Perangkat ini digunakan untuk menerima masukan atau input baik berupa program
maupun data. Contoh keyboard, mouse, joystick, scanner, barcode reader, voice
recognition, trackball, digitizer, light pen
- Prosesor (processor)
Prosesor merupakan otak komputer karena ia adalah perangkat utama yang berfungsi
melakukan pengolahan data
Perangkat ini digunakan untuk mengeluarkan hasil pemrosesan yang dilakukan oleh
prosesor dan merubahnya kedalam bentuk yang dapat dimengerti oleh manusia.
Contoh: monitor, printer, speaker
Perangkat ini berguna untuk menyimpan data-data dan program. Contoh: disket,
harddisk, CD Row
3. Program Komputer
Sistem operasi yaitu berisi perintah dasar untuk mengendalikan dan mengkoordinasi
kegiatan sistem komputer yaitu mulai dari komputer dihidupkan sampai dimatikan.
Contoh: DOS, Windows NT Unix
Bahasa komputer yaitu bahasa yang digunakan untuk membuat program komputer
dimana bahasa tersebut digunakan untuk menerjemahkan instruksi-instruksi yang
ditulis dalam bahasa pemrograman ke dalam bahasa mesin supaya dapat dimengerti
oleh komputer. Contoh: Basic, Cobol, Fortran, Pascal
Program Aplikasi adalah program yang siap digunakan untuk mengolah data menjadi
informasi. Program aplikasi ini sering disebut dengan program komputer yang sudah
siap pakai. Contoh: lotus, WS, MS Word, Excel, Amipro
4. Database
Database adalah kumpulan data yang saling berhubungan satu dengan lainnya
dan disimpan di perangkat keras komputer dan digunakan oleh perangkat lunak dengan
jalan memanipulasi data yang ada sehingga menghasilkan suatu informasi. Pada
pendekatan tradisional, data-data yang ada dikumpulkan dalam file-file yang berdiri
sendiri dan tidak berhubungan satu dengan lainnya. Biasanya tiap-tiap file dirancang
untuk aplikasi tertentu, misal aplikasi penjualan maka diperlukan data-data penjualan,
aplikasi personalia diperlukan data-data karyawan. Hal ini akan menimbulkan beberapa
kelemahan antara lain:
- Terjadi duplikasi data karena tiap aplikasi membentuk file data sendiri, misal: aplikasi
personalia dan aplikasi penggajian sama-sama membutuhkan data karyawan
- Tidak terjadi hubungan data karena masing-masing aplikasi yang ada berdiri sendiri-
sendiri
Pada pendekatan database kedua kelemahan diatas dapat dikurangi dengan cara
datadata yang ada dikumpulkan secara bersama-sama secara umum sehingga dapat
digunakan bersarna-sama untuk semua aplikasi yang ada.
5. Sistem Pengkodean
6. Dokumentasi
Sistem informasi yang baik akan menghasilkan suatu dokumentasi yang baik
pula. Dokumentasi meliputi skema, tabel, formulir dan dokumen lainnya Pada Sistem
Informasi Akuntansi, dokumen yang harus ada yaitu:
7. Laporan
Pada Sistem Informasi yang baik harus mempunyai suatu pengendalian, hal ini
bertujuan untuk menghindari kesalahan, kecurangan maupun penyelewengan yang
mungkin terjadi. Pada perusahaan yang sudah menggunakan Sistem Informasi
Akuntansi berbasis komputer hams menetapkan dua jenis pengawasan antara lain:
- Pengawasan proses dilakukan pada saat data sudah diinputkan dan diproses oleh
komputer.
b. File dan program yang digunakan untuk proses data sudah benar
c. Semua data, catatan dan transaksi lainnya dapat ditelusuri dengan mudah
Pengawasan keluaran dilakukan untuk mernastikan bahwa keluaran yang
dihasilkan oleh sistem sudah lengkap, benar dan didistribusikan ke pemakai yang
berhak
Database Relasional
Tipe-Tipe Artibut
o Kunci utama (primary key) adalah atribut database, atau kombinasi artibut, yang secara
khusus Mengidentifikasi suatu baris tertentu dalam sebuah label.
o kunci asing (orergn key) adalah atribut dalam tabel yang juga Merupakan kunci utama
dalam tabel lain dan digunakan untuk menghubungkan dua table.
2. Kunci Utama tidak bisa nol. Aturan integritas entitas (entity integrity rule): kunci
Utama non-nol memastikan bahwa setiap baris dalam tabel merepresentasikan sesuatu
dan dapat diidentifikasi.
3. Kunci asing, jika bukan nol, harus memiliki nilai yang sesuai dengan nilai kunci Utama
pada tabel lainnya. Aturan integritas referensial (referential integrity rule): kunci
asing yang menghubungkan baris-baris dalam satu tabel dengan baris- baris pada
tabel lainnya harus memiliki nilai kunci utama pada tabel lainnya.
4. Semua atribut non-kunci dalam tabel harus menjelaskan karakteristik objek yang
mengidentifikasi berdasarkan kunci utama.
Dua Pendekata Untuk Desain Database
Model data REA (REA data model) dikembangkan secara spesifik untuk
digunakan dalam mendesain sistem informasi akuntansi (SIA). Model data REA berfokus
pada semantic bisnis yang mendasari aktivitas rantai nilai sebuah organisasi. REA
menyediakan panduan bagi desain database dengan mengidentifikasi entitas apa yang
akan disertakan dalam database SIA dengan menentukan bagaimana hubungan diantara
entitas dalam database tersebut. Model REA dikembangkan berdasar pemodelan data
Entity – Relationship. Model data REA mengandung informasi mengenai tiga jenis
entitas fundamental yaitu resource atau sumber daya, event atau peristiwa, dan agents
atau agen.
Resource adalah hal-hal yang memiliki nilai ekonomis untuk organisasi seperti
kas, persediaan, perlengkapan, pabrik, dan tanah. Event adalah aktivitas bisnis mengenai
informasi apa yang dikumpulkan managemen yang dapat digunakan untuk perencanaan
atau bertujuan untuk pengendalian. Sedangkan agent adalah orang atau organisasi yang
berpartisipasi dalam peristiwa dan menunjukkan bagi siapa informasi diperlukan baik
untuk perencanaan, pengendalian maupun evaluasi.
Model REA menggambarkan bagaimana ketiga entitas tersebut saling berhubungan satu
sama lain, berikut adalah fitur esensial dari pola tersebut:
Dalam mengembangkan sebuah diagram REA bagi satu siklus bisnis spesifik terdiri dari
tiga langkah yakni:
Sebuah diagram REA dapat digambarkan ketika minimal terjadi dua events
dimana terdapat pertukaran ekonomi dasar give-to-take yang dijalankan dalam siklus
bisnis tertentu. Contoh:
2. Mengidentifikasi resource yang dipengaruhi oleh setiap event dan agents yang
berpartisipasi pada events tersebut
Ketika sebuah events yang relevan telah ditentukan, resource yang diperlukan dalam
events tersebut perlu diidentifikasi. Hal ini berkaitan dengan pertanyaan berikut:
- Resource apa yang dikurangi oleh event “memberi”?
- Resource apa yang didapatkan oleh event “memberi”?
- Resource apa yang dipengaruhi oleh komitmen sebuah event?
Terdapat tiga jenis hubungan antara entitas, hal ini bergantung pada kardinalitas
maksimum yang diasosiasikan pada tiap entitas yakni:
- One-to-one atau 1:1 à
Ketika kardinalitas maksimum setiap entitas adalah 1
- One-to-many atau 1:N
Ketika kardinalitas maksimun satu entitas dalam hubungan adalah 1 dan kardinalitas
bagi entitas lain adalah banyak
- Many-to-many atau M:N
Ketika kardinalitas maksimun kedua entitas adalah banyak
Berikut adalah contoh penggambaran diagram REA:
BAB III
PENUTUPAN
A. KESIMPILAN
Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu sistem yang bertugas mengumpulkan
datadari kegiatan-kegiatan perusahaan dan mengubah data tersebut menjadi Informasi
sertamenyediakan Informasi bagi pemakai di dalam maupun di luar perusahaan. Cara
kerjaSIA adalah semua sumber data baik yang berasal dari dalam maupun dari
luarperusahaan dikumpulkan menjadi satu dan diubah ke dalam bentuk database.
Setelahitu semua data yang telah berbentuk database, diubah dengan menggunakan
perangkatlunak menjadi sebuah Informasi yang lebih bermanfaat bagi semua pemakai
[Link] data yang telah diubah menjadi Informasi disampaikan ke semua
pemakai yangmembutuhkan, sepertimanajemen dan pemakai intern maupun pemakai
eksternperusahaan.
B. SARAN
Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai materi yang menjadi
pembahasan dalammakalah ini, tentu masih banyak kekurangan dikarenakan kurangnya
pengetahuan. Penulisbanyak berharap para pembaca dapat memberikan kritik dan saran
yang membangun kepadapenulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah
di kesempatan [Link] makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya dan
pembaca pada umumnya.
DAFTAR PUSTAKA
Marshall B Romney dan Paul John Steintbart, 2015. Sistem Informasi Akuntansi. edisi 13.
Jakarta : Salemba Empat.