0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
57 tayangan30 halaman

Sistem Informasi Akuntansi ERP

Makalah ini membahas tiga hal utama: 1. Teknik dokumentasi sistem seperti diagram arus data, bagan alir, dan diagram proses bisnis. 2. Sistem Informasi Akuntansi berbasis komputer yang mengolah data keuangan menjadi informasi dan laporan keuangan. 3. Database relasional yang menyimpan data secara terkait untuk menghindari redundansi data.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
57 tayangan30 halaman

Sistem Informasi Akuntansi ERP

Makalah ini membahas tiga hal utama: 1. Teknik dokumentasi sistem seperti diagram arus data, bagan alir, dan diagram proses bisnis. 2. Sistem Informasi Akuntansi berbasis komputer yang mengolah data keuangan menjadi informasi dan laporan keuangan. 3. Database relasional yang menyimpan data secara terkait untuk menghindari redundansi data.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

Siklus Akuntansi Sistem Enterprise Resource Planning (ERP)


Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi
Dosen Pengampu : Mar’atus Solikah, [Link].

Disusun Oleh :
1. Yuli Rulamarzuqoh (2112020006)
2. Zhah Rotul Nikmah (2112020039)
3. Deby Arsita ( 2112020092)
4. Alsha Fianingsih Putri ( 2112020095)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI
2023
KATA PENGANTAR

Puji syukur alhamdulillah kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Karena
telah melimpahkan rahmat-nya berupa kesempatan dan pengetahuan sehingga makalah ini
bisa selesai pada waktunya. Terima kasih juga kami ucapkan kepada teman-teman yang telah
berkontribusi dengan memberikan ide-idenya sehingga makalah ini bisa disusun dengan baik
dan rapi.

Kami berharap makalah Sistem Informasi Akunatasi ini bisa menambah pengetahuan
para pembaca. Namun terlepas dari itu, kami memahami bahwa makalah ini masih jauh dari
kata sempurna, sehingga kami sangat mengharapkan kritik serta saran yang bersifat
membangun demi terciptanya makalah selanjutnya yang lebih baik lagi.

Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini jauh dari kata sempurna, baik
dari segi penyusunan, bahasa ataupun penulisannya. Oleh karena itu kami mengharapkan
kritik dan saran yang bersifat membangun, khususnya dari dosen mata kuliah Pendidikan
pacasila agar menjadi acuan dalam bekal pengalaman kami untuk lebih baik di masa yang
akan datang. Semoga makalah ini memberikan informasi yang bermanfaat bagi orang lain
yang membacanya dan bermanfaat unuk pembangunan wawasan serta peningkatan ilmu
pengetahuan bagi kita semua.

Kedir, 4 April 2023

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................................................................2
BAB 1.....................................................................................................................................................4
LATAR BELAKANG..................................................................................................................................4
A. LATAR BELAKANG...............................................................................................................4
B. RUMUSAN MASALAH........................................................................................................................4
C. TUJUAN.......................................................................................................................................4
BAB II.....................................................................................................................................................5
PEMBAHASAN.......................................................................................................................................5
A. TEKNIK DOKUMENTASI SISTEM.......................................................................................5
B. SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BERBASIS KOMPUTER..........................................15
C. DATABASE RELASIONAL.....................................................................................................23
D. MODEL DATA REA..............................................................................................................25
BAB III..................................................................................................................................................29
PENUTUPAN........................................................................................................................................29
A. KESIMPILAN.........................................................................................................................29
B. SARAN...................................................................................................................................29
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................................30
BAB 1

LATAR BELAKANG

A. LATAR BELAKANG
Dokumentasi (documentation) menjelaskan cara sistem bekerja, termasuk
siapa, apa, kapan, di mana, mengapa dan bagaimana entri data, pengolahan data,
penyimpanan data, output informasi, dan sistem pengendalian. Arti populer
pendokumentasian sistem meliputi diagram, bagan alir, tabel, dan representasi grafis
lainnya dari data dan informasi. Ini dilengkapi dengan deskripsi naratif (narrative
description) dari sistem, penjelasan Langkah demi langkah yang tertulis dari komponen
sistem dan interaksinya. Dalam bab ini, kita menjelaskan tiga alat dokumentasi sistem
yang umum: diagram arus data, bagan alir, dandiagram proses bisnis.
Definisi Sistem Informasi Akuntansi adalah Sistem Informasi Akuntansi adalah
komponen organisasi yang dirancang untuk mengolah data keuangan menjadi informasi
ataulaporan keuangan yang ditujukan kepada pihak internal maupun eksternal perusahaan.
Data dapat diolah menjadi informasi dengan cara manual maupun dengan bantuan
computer
Database Relasional ialah seperangkat koordinasi beberapa file data terpusat
yang saling berhubungan yang disimpan dengan sedikit mungkin kelebihan data. Database
menggabungkan catatan yang sebelumnya disimpan dalam beberapa file terpisah kedalam
kelompok umum yang melayani berbagai penguuna dan aplikasi pengolahan data.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa saja teknik dokumentasi sistem?
2. Apa yang dimaksud SIA berbasis komuterd?
3. Apa yang dimaksud dengan database relasional?
4. Apa yang dimaksud model data rea?
C. TUJUAN
1. Mengetahui apa saja teknik dokumentasi sistem
2. Mengetahui apa yang dimaksud SIA berbasis komuter
3. Mengetahui apa yang dimaksud dengan database relasional
4. Mengetahui apa yang dimaksud model data rea
BAB II

PEMBAHASAN

A. TEKNIK DOKUMENTASI SISTEM


Dokumentasi (documentation) menjelaskan cara sistem bekerja, termasuk siapa,
apa, kapan, di mana, mengapa dan bagaimana entri data, pengolahan data, penyimpanan
datoutput informasi, dan sistem pengendalian. Arti populer pendokumentasian sistem
meliputi diagram, bagan alir, tabel, dan representasi grafis lainnya dari data dan
informasi. Ini dilengkapi dengan deskripsi naratif (narrative description) dari sistem,
penjelasan langkah- demi-langkah yang tertulis dari komponen sistem dan interaksinya.
Dalam bab ini, kita menjelaskan tiga alat dokumentasi sistem yang umum: diagram arus
data, bagan alir, dan diagram proses bisnis.

Akuntan menggunakan teknik dokumentasi secara ekstensif. Standar akuntansi


mensyaratkan bahwa auditor independen memahami prosedur pengendalian internal
manual dan terotomatisasi yang digunakan oleh suatu entitas. Satu cara yang baik untuk
memperoleh pemahaman ini adalah menggunakan model proses bisnis atau bagan alir
untuk mendokumentasikan sistem, karena beberapa penggambaran grafik lebih siap
mengungkapkan kelemahan dan kekuatan pengendalian internal.

 Sarbanes-Oxley Act (SOX) pada tahun 2002 mensyaratkan laporan pengendalian


internal dalam laporan tahunan perusahaan publik yang (1) menyatakan bahwa
manajemen bertanggung jawab untuk membuat dan menjaga struktur pengendalian
internal yang memadai dan (2) mengukur keefektifan pengendalian internal perusahaan.
SOX juga merinci bahwa auditor perusahaan harus mengevaluasi pengukuran manajemen
struktur pengendalian internal perusahaan dan menguji keakuratannya. Pengesahan
auditor sebaiknya meliputi notasi khusus mengenai kerusakan signifikan atau
ketidakpatuhan material yang ditemukan selama pengujian pengendalian internal. Untuk
melakukannya, mereka harus dapat mempersiapkan, mengevaluasi, dan membaca jenis
dokumentasi yang berbeda, seperti model proses bisnis dan bagan alir.

Alat dokumentasi juga digunakan secara ekstensif dalam proses pengembangan


sistem. Selain itu, anggota tim yang mengembangkan aplikasi sistem informasi sering kali
berubah, dan alat dokumentasi membantu anggota tim yang baru untuk dapat memulai
dengan cepat.
Dokumentasi lebih mudah untuk mempersiapkan dan merevisi ketika paket
perangkat lunak digunakan. Setelah beberapa komando dasar dikuasai, pengguna dapat
dengan cepat dan mudah mempersiapkan, menyimpan, merevisi, dan mencetak
dokumentasi kualitas presentasi. Alat dokumentasi dalam bab ini digunakan di seluruh
buku.

a. Diagram Arus Data

Diagram arus data (DAD-data flow diagram) menjelaskan arus data dalam
organisasi secara grafis. Diagram ini menggunakan empat simbol pertama yang
ditunjukkan dalam Figur untuk merepresentasikan empat elemen dasar: sumber dan
tujuan data, arus data, proaes transformasi, dan penyimpanan data. Contohnya, Figur 3-2
menunjukkan bahwa input untuk memproses C adalah arus data B, yang datang dari
sumber data A. Output proses adalan arus data D dan E. Arus data E dikirim ke tujuan
data J. Proses F menggunakan arus dala D dan G sebagai input dan menghasilkan arus
data I dan G sebagai output. Arus data G datang dari dan mengembalikan ke
penyimpanan data H. Arus data I dikirim ke tujuan data K.

Figur 3-3 memberikan judul spesifik untuk setiap proses yang digambarkan dalam
Figur 3-2. Figur 3-2 dan 3-3 akan digunakan untuk menguji empat elemen dasar DAD
secara lebih mendetail.

Dalam Bab 12 hingga 16, DAD dasar telah diadaptasi, sehingga menunjukkan
pengendalian internal, menggunakan simbol segitiga (simbol peringatan jalan raya) yang
ditunjukkan pada Figur 3-1. Pengendalian internal diberi nomor dan tabel yang
menjelaskan pengendalian internal. Pengguna yang tidak ingin mengindikasikan
pengendalian internal dapat dengan mudah mengabaikan simbol segitiga.

Sumber data (data source) dan tujuan data (data destination) adalah entitas yang
mengirim atau menerima data yang digunakan atau dihasilkan oleh sistem. Entitas dapat
merupakan sumber atau tujuan. Keduanya diwakili oleh persegi, seperti yang
diilustrasikan oleh komponen A (pelanggan), J (bank), dan K (manajer kredit) dalam
Figur 3-3.
Arus data (data flow) adalah perpindahan data di antara proses, penyimpanan,
sumber, dan tujuan. Data yang melewati antara penyimpanan data dan sumber atau tujuan
harus melewati proses transformasi data. Arus data dilabeli untuk menunjukkan data apa
yang mengalir. Satu-satunya pengecualian adalah arus data antara proses dan

penyimpanan data, seperti arus data.

G dalam Figur 3-3, karena arus data biasanya jelas. Dalam arus data G, data dari
file piutang diambil, diperbarui, dan disimpan kembali dalam file. Arus data lain dalam
Figur 3-3 adalah B (pembayaran pelanggan), D (data pengiriman uang), E (setoran), dan I
(data piutang).

Jika dua atau lebih arus data bergerak bersama, garis tunggal digunakan.
Contohnya, arus data B (pembayaran pelanggan) terdiri dari pembayaran dan data
pengiriman uang. Proses 1,0 (proses pembayaran) membagi keduanya dan
mengirimkannya ke arah yang berbeda. Data pengiriman uang (D) digunakan untuk
memperbarui catatan piutang, dan pembayaran (E) didepositokan pada bank. Jika data
mengalir secara terpisah, dua garis digunakan. Contohnya,
Figur 3-4 menunjukkan dua garis karena permintaan pelanggan (L) tidak selalu
menyertai pembayaran (B). Jika diwakili oleh arus data yang sama, elemen-elemen yang
terpisah dan tujuan keduanya yang berbeda tidak jelas, dan DAD lebih sulit untuk
dinterpretasikan.

Proses (processes) merepresentasikan transformasi data. Figur 3-3 menunjukkan


bahwa proses pembayaran (C) membagi pembayaran pelanggan ke dalam data
pembayaran dan cek, yang didepositokan dalam bank. Proses piutang yang diperbarui (F)
menggunakan data pembayaran (D) dan piutang (H) untuk memperbarui catatan piutang
dan mengirim data piutang ke manajer kredit.

Penyimpanan data (data store) adalah tempat data disimpan. DAD tidak
menunjukkan media penyimpanan fisik (seperti penyedia atau kertas) yang digunakan
untuk menyimpan data. Seperti yang ditunjukkan pada Figur 3-3, penyimpanan data (H)
direpresentasikan oleh garis horizontal, dengan nama file yang tertulis di dalam garis.

Sub pembagian DAD

DAD dibagi ke dalam level-level yang lebih rendah untuk memberikan jumlah
detail yang semakin meningkat, karena beberapa sistem dapat secara penuh dibuat
menjadi diagram pada satu lembar kertas. Selain itu, pengguna memiliki kebutuhan yang
berbeda, dan berbagai level dapat lebih baik untuk memenuhi permintaan yang berbeda.
Level DAD tertinggi disebut sebagai diagram konteks (context diagram) karena
memberikan level ringkasan tinjauan sistem kepada pembaca. Ini menggambarkan
sistemPengolahan data dan entitas yang merupakan sumber dan tujuan sistem input dan
output. Contohnya, Ashton menggambarkan Figur 3-5 untuk mendokumentasikan
prosedur pemrosesan penggajian pada S&S. Sistem pemrosesan penggajian menerima
data kartu waktu (time card) dari departemen yang berbeda dan data karyawan dari
sumber daya manusia. Sistem mengolah data-data ini dan menghasilkan (1) laporan dan
pembayaran pajak untuk badan pemerintah, (2) cek pembayaran karyawan, (3) cek
penggajian pada akun penggajian di bank, dan (4) informasi penggajian untuk
manajemen.

Ashton menggunakan prosedur penggajian S&S dalam Tabel 3-11 untuk


menyusun diagram konteks ke dalam level yang lebih rendah secara berturut-turut,
masing-masing dengan angka detail yang bertambah. Bacalah deskripsi ini dan tentukan
hal berikut ini.

- Seberapa banyak aktivitas pengolahan data yang terlibat?


- Apa saja input dan output data dari setiap aktivitas (mengabaikan semua referensi ke
orang, departemen, dan tujuan dokumen)?

Narasi dalam Tabel 3-1 menjelaskan lima aktivitas pengolahan data sebagai berikut.
[Link] file induk karyawan/penggajian (paragraf pertama).

[Link] kompensasi karyawan (paragraf kedua, kelima, dan keenam). Selanjutnya


dalam bab ini, Anda akan melihat pembagian aktivitas ke dalam bagian-bagian lain
dalam DAD level rendah.

[Link] laporan manajemen (paragraf ketiga).

[Link] pajak (paragraf keempat).

[Link] entri ke buku besar (paragraf terakhir)

Kelima aktivitas dan semua arus data masuk dan keluar ditunjukkan dalam Tabel 3-2.

Ketika karyawan dipekerjakan, mereka melengkapi formulir karyawan baru.


Ketika perubahan untuk status penggajian terjadi, seperti meningkatnya atau berubahnya
jumah potongan, departemen sumber daya manusia melengkapi formulir perubahan
karyawan. Salinan formulir ini dikirim ke penggajian. Formulir-formulir ini digunakan
untuk membuat atau memperbarui catatan pada file karyawan/penggajian dan kemudian
disimpan dalam file. Catatan karyawan disimpan secara alfabet.

Beberapa karyawan 5&5 diberi bayaran gaji, tetapi sebagian besar adalah pekerja
per jam yang mencatat waktu kerja mereka pada kartu waktu. Pada akhir setiap periode
pembayaran, manajer departemen mengirimkan kartu waktu ke departemen penggajan.
Petugas penggajian mengunakan data kartu waktu, data dari fie karyawan (seperti tingkat
pembayaran dan gaji tahunan), dan tabel pajak yang sesuai untuk mempersiapkan cek dua
bagian untuk setiap karyawan. Petugas juga mempersiapkan register penggajian dua
bagian yang menunjukkan pembayaran kotor, pengurangan, dan pembayaran bersih untuk
setiap karyawan. Petugas memperbarui fle kayawan untuk merefleksikan setiap laba
karyawan saat ini. Salinan asli cek pembayaran karyawan diteruskan ke Susan. Register
penggajian diteruskan ke petugas utang. Kartu waktu dan salinan duplikasi register
penggajian dan cek pembayaran disimpan berdasarkan tanggal dalam fle penggajan.

Setiap periode pembayaran, petugas penggajan menggunakan data dalam fie


karyawan/penggajan untuk mempersiapkan laporan ringkasan penggajian untuk Susan,
sehingga ia dapat mengontrol dan mengawasi biaya tenaga kerja. Laporan ini diteruskan
ke Susan, dengan salinan asli cek pembayaran karyawan.
Setiap bulan, petugas penggajian menggunakan data. Karyawan/penggajian untuk
mempersiapkan laporan pajak dua-bagian. Laporan asli diteruskan ke petugas utang. Dan
salinannya ditambahkan ke catatan pajak pada file penggajian. Petugas utang
menggunakan laporan pajak untuk mempersiapkan cek dua bagian untuk pajak dan
voucher pengeluaran kasDua bagian. Laporan pajak dan salíinan asli setiap dokumen
diteruskan ke Susan. SalinannyaDisimpan berdasarkan tanggal ke file utang Susan
meninjau setiap paket informasi yang ia terima, menyetujuinya, dan menanaatangani cex.
La meneruskan voucher pengeluaran kas ke Ashton, laporan paiak pembayaran ke badan
pemerintah yang sesual, cek penggajan ke bank, dan cek karyawan ke karyawan. La
mengarsipkan laporan pengajian secara berurutan. Achton menggunakan voucher
pengeluaran cek penggajian dan pajak penggajlan untuk mempermudah buku besar. La
kemudian menunda jurnal voucher dengan menandai “di-posting dan mengarsipkannya
secara numerik.

Ashton membuat diagram konteksnya dan membuat DAD Level 0 (disebut Level
0 karena ada titik desimal yang berarti nol-1,0; 2,0; dll.) yang ditunjukkan pada Figur 3-6.
Perhatikan bahwa beberapa input dan output data telah dikeluarkan dari DAD.
Contohnya, dalam proses 2,0; arus data masuk dan keluar tidak terkait dengan entitas
eksternal atau proses lainnya yang tidak digambarkan (tabel pajak dan register
penggajian). Arus data ini adalah internal untuk aktivitas “membayar karyawan”” dan
ditunjukkan pada level DAD selanjutnya.

Ashton menggambarkan proses 2,0 (membayar karyawan) untuk membuat DAD


Level 1 (yang memiliki satu tempat desimal-2,1; 2,2; dll.) Figur 3-7 memberikan hal yang
lebih mendetail mengenai pengolahan data yang terlibat dalam pembayaran karyawan,
dan itu termasuk tabel tarif pajak dan register penggajian arus data yang dihilangkan dari
Figur 3-6. Sama halnya, setiap proses Figur 3-6 dapat dibuat, menggunakan DAD Level
1, untuk menunjukkan level detail yang lebih besar.

TABEL

Beberapa pedoman umum untuk mengembangkan DAD ditunjukkan dalam Fokus


3-1. Anda dapat mempraktikkan level yang berbeda dari DAD dengan
menggambarkannya untuk permasalahan komprehensif, yang disebut Accuflow Cash
Disbursements Process, pada akhir tiap-tiap konten bab. Anda kemudian bisa
membandingkan diagram Anda dengan solusi pada akhir setiap bab. Anda juga dapat
membaca penjelasan mendetail mengenai cara solusi dipersiapkan.

FOKUS 3-1 PEDOMAN UNTUK MENGGAMBAR DAD

1. Memahami sistem
2. Mengabaikan aspek tertentu dari sistem. DAD adalah diagram asal, arus, transformasi,
penyimpanan, dan tujuan data. Jalur kesalahan yang tidak penting diabgaikan.
3. Menentukan batas sistem
4. Mengembangkan diagram konteks
5. Mengidentifikasi arus data

Bagan Alir

Bagan alir (flowchart) adalah teknik analitis bergambar yang digunakan untuk
menjelaskan beberapa aspek dari sistem informasi secara jelas, ringkas, dan logis. Bagan
alir mencatat cara proses bisnis dilakukan dan cara dokumen mengalir melalui organisasi.
Bagan alir juga digunakan untuk menganalisis cara meningkatkan proses bisnis dan arus
dokumen. Sebagian besar bagan alir digambar menggunakan program perangkat lunak
seperti Visio, Microsoft Word, Microsoft Excel, atau Microsoft PowerPoint. Bagan alir
menggunakan seperangkat simbol standar untuk menjelaskan gambaran prosedur
pemrosesan transaksi yang digunakan oleh perusahaan dan arus data melalui sistem.
Simbol bagan alir dibagi ke dalam empat kategori yaitu.

1. Simbol input/output menunjukkan input ke atau output dari sistem.


2. Simbol pemrosesan menunjukkan pengolahan data, baik secara elektronik atau
denganTangan.
3. Simbol penyimpanan menunjukkan tempat data disimpan.
4. Simbol arus dan lain-lain menunjukkan arus data, di mana bagan alir dimulai dan
berakhir, keputusan dibuat, dan cara menambah catatan penjelas untuk bagan alir.

Jenis-Jenis Bagan Alir

- Bagan alir dokumen (document flowchart) dikembangkan untuk mengilustrasikan arus


dokumen dan data antar-area pertanggungjawaban dalam organisasi. Bagan ini
menelusuri dokumen dari awal hingga akhir, menunjukkan setiap dokumen dimulai,
distribusi, tujuan, disposisi, dan semua hal yang terjadi saat mengalir melewati sistem.
Jenis khusus bagan alir, yang disebut bagan alir pengendalian internal (internal control
flowchart) digunakan untuk menjelaskan, menganalisis, dan mengevaluasi pengendalian
internal. Bagan tersebut digunakan untuk mengidentifikasi kelemahan atau inefisiensi
sistem, seperti arus komunikasi yang tidak memadai, pemisahan tugas yang tidak
memadai, kompleksitas yang tidak dibutuhkan pada arus dokumen, atau prosedur
tanggung jawab yang menyebabkan penundaan pemborosan.
- Bagan alir sistem (system flowchart) menggambarkan hubungan antar-input,
pemrosesan, penyimpanan dan output sistem. Terminal akan mengambil dan mengedit
(semua tanggal yang dibutuhkan dimasukkan, dll.) data penjualan dan mencetak
penerimaan pelanggan. Terminal secara periodik mengirim semua data penjualan untuk
kantor pusat perusahaan, sehingga piutang, persediaan, dan database
penjualan/pemasaran dan buku besar dapat diperbarui. Manajemen dan pengguna
lainnya dapat mengakses file kapan pun dengan menggunakan sistem pemrosesan
penyelidikan. Bagan alir sistem digunakan untuk menjelaskan arus dan prosedur data
dalam SIA. Setiap bab proses bisnis menggunakan bagan alir sistem untuk memberikan
tinjauan mengenai cara setiap proses bisnis bekerja.
- Bagan alir program (program flowchart) mengilustrasikan urutan operasi logis yang
dilakukan oleh komputer dalam mengeksekusi program. Bagan alir program
menjelaskan logika khusus yang digunakan untuk melakukan proses yang ditunjukkan
pada bagan alir sistem.

b. Diagram Proses Bisnis

Diagram Proses Bisnis (DPB-Business Process Diagram) adalah cara visual untuk
menjelaskan langkah-langkah atau aktivitas-aktivitas dalam proses bisnis. Contohnya, ada
banyak aktivitas dalam siklus pendapatan. Di antaranya adalah menerima pesanan,
mengecek

Kredit pelanggan, memverifikasi ketersediaan persediaan, dan mengonfirmasi


penerimaan pesanan pelanggan. Seperti halnya, ada berbagai aktivitas yang terlibat dalam
siklus pengeluaran. Di antaranya adalah mengirimkan barang yang dipesan, menagih
pelanggan, dan mengumpulkan pembayaran pelanggan. Semua aktivitas ini ditunjukkan
pada DPB untuk memberikan pemahaman yang lebih mudah kepada pembaca mengenai
gambaran yang terjadi dalam proses bisnis.

PEDOMAN UNTUK MEMPERSIAPKAN DIAGRAM PROSES BISNIS

1. Mengidentifikasi dan memahami proses bisnisMengembangkan pemahaman ini


dengan mengobservasi proses bisnis organisasi dan arus data, mewawancarai, atau
memasukkan sistem transaksi.
2. Memutuskan seberapa mendetail yang dimasukkan
Seperti DAD, berbagai level detail dapat ditunjukkan.
3. Mengelola bagian alir.
4. Memasukkan setiap proses bisnis dalam diagram.

B. SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BERBASIS KOMPUTER


Dalam dunia usaha dibutuhkan informasi yang cepat dan tepat sebagai dasar
dalarn pengambilan keputusan oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Informasi ini
sangat mutlak diperlukan khususnya dalam melakukan proses akuntansi yaitu dalam
menyusun laporan keuangan seperti neraca dan laporan laba rugi.

Data-data yang ada sangat bervariasi dan terus menerus berubah secara cepat.
Oleh karena itu perlu dilakukan suatu sistem yang tepat sehingga dapat menangani data-
data tersebut dan rnenghasilkan suatu informasi yang benar, handal dan tepat waktu.

Pada umumnya, proses-proses akuntansi yang dilakukan masih menggunakan cara


manual. Sebenarnya, dengan cara manual ini informasi sudah dapat dihasilkan, namun hal
ini akan menimbulkan beberapa kelemahan seperti :

1. Tidak tepat waktu atau memerlukan waktu yang cukup lama dalam prosesnya

2. Kadang timbul kesalahan baik dalam perhitungan maupun penulisannya. Hal ini
merupakan kesalahan manusia (human error)

3. Timbul ketergantungan pada karyawan yang bertugas pada proses akuntansi tersebut

4. Laporan keuangan yang kadang tidak rapi seperti terjadi kesalahan dalam menulis atau
tulisan yang jelek dan sulit dibaca

Oleh sebab itu dibutuhkan suatu alat bantu sebagai pengolah data yang tepat dan
cepat agar menghasilkan suatu informasi yang tepat dan cepat pula. Alat bantu yang
sering dipakai oleh perusahaan-perusahaan tersebut adalah komputer beserta software
yang mendukung yaitu program-program aplikasi dan program-program yang dibuat
khusus oleh perusahaan sesuai dengan kebutuhan perusahaan masing-masing yang
berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya.

Pelaksanaan informasi secara komputerisasi tersebut tidak asal jadi, melainkan


harus memenuhi beberapa syarat tertentu seperti:

[Link] sistem yang dikomputerisasi haruslah mempunyai sistem manual yang sudah baik
dan teratur sehingga dapat dengan mudah dikomputerisasi. Dengan adanya sistem
manual yang baik tentunya sudah dapat diketahui kendala-kendala apa saja yang akan
terjadi dan hal ini akan dapat diantisipasi. Oleh karena itu proses pemindahan sistem
dari manual ke komputer tidak akan menimbulkan suatu masalah lagi, melainkan hanya
cara kerjanya saja yang berubah yaitu dari manual ke komputer.

[Link] yang baik, yaitu suatu program yang benar-benar dapat mewakili sistem
tersebut secara keseluruhan, juga mengantisipasi kendala-kendala yang mungkin terjadi.
Disini sebelum program tersebut dilaksanakan hams sudah diuji coba terlebih dahulu
selama beberapa bulan (trial and error) untuk menguji kehandalan program tersebut.
Selain itu program haruslah bersifat user-friendly yaitu mudah digunakan dan mudah
dikuasai oleh personil yang bertugas.

[Link] yang memadai seperti tersedianya komputer yang baik yang nantinya akan
mendukung pelaksanaan program yang akan dipakai. Selain itu juga dibutuhkan
personil yang cakap dalam komputer, dalam hal ini tidaklah perlu seseorang yang
benar-benar ahli dalam komputer melainkan setidaknya mengetahui tentang cara
pemakaian program tersebut. Disini perusahaan akan lebih baik bila melakukan training
tentang pemakaian program terhadap personil yang nantinya akan melaksanakan
program tersebut

Pengertian Sistem Akuntansi

Definisi Sistem Informasi Akuntansi adalah Sistem Informasi Akuntansi adalah


komponen organisasi yang dirancang untuk mengolah data keuangan menjadi informasi
atau laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak internal maupun eksternal
perusahaan. Data dapat diolah menjadi informasi dengan cara manual maupun dengan
bantuan computer.

Dari definisi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa Sistem Informasi Akuntansi
dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara manual dan dengan bantuan komputer.
Namun pada umumnya penggunaan istilah Sistem Informasi Akuntansi lebih merujuk
pada Sistem Informasi Akuntansi yang berbasis komputer atau lebih dikenal dengan nama
Sistem Elektronik Data Prosesing (Electronic Data Procesing).

Dengan penggunaan Sistem Informasi Akuntansi berbasis komputer maka akan


terjadi beberapa perubahan dalam sistem perusahaan antara lain:

[Link] terhadap struktur organisasi Pada perusahaan besar, penerapan komputer


akan menimbulkan suatu departemen baru yaitu departemen komputer atau departemen
pengolahan data elektronik. Penerapan komputer juga dapat membawa perubahan dari
struktur organisasi desentralisasi menjadi sentralisasi. Dengan komputer dan alat-alat
komunikasi, maka dapat dilakukan pengiriman data dari satu tempat ke tempat yang
lainnya, sehingga data dapat dipusatkan di satu tempat untuk diolah

[Link] terhadap simpanan data Pada sistem manual data dicatat di jumal dan buku
besar serta buku besar pembantu. Pada sistem komputer, data disimpan di file dalam
bentuk yang hanya dapat dibaca oleh mesin seperti disk magnetic

[Link] pemrosesan volume data besar yang rutin

[Link] terhadap ketersediaan informasi Komputer dapat menyediakan informasi


pada saat yang dibutuhkan

[Link] dalam pengendalian intern

Dengan diterapkannya komputer maka pengendalian intern juga akan mengalami


perubahan terutama pada pengendalian akuntansi. Penelusuran akuntansi tetap masih ada,
tetapi banyak elemen-elemennya yang berubah. Secara manual, penelusuran akuntansi
mempunyai jalur dari laporan-laporan yang dihasilkan ke catatan-catatan dan dokumen-
dokumen dasar sebagai bukti transaksi. Pada sistem komputer, penelusuran akuntan
menembus sistem komputer Selain perubahan yang terjadi, terdapat pula beberapa
keuntungan dari penggunaan komputer, antara lain:

1. Kecepatan dari penggunaan komputer lebih tinggi dibanding manual

2. Data yang dihasilkan menjadi lebih akurat

3. Komputer dapat mengerjakan tugas-tugas yang bersifat rutin atau berulang-ulang tanpa
merasa bosan ataupun lelah Namun harus diingat pula bahwa penggunaan komputer
tidak selamanya menguntungkan, dimana adakalanya timbul masalah-masalah seperti :

 Keluaran yang dihasilkan akan buruk bila inputldata yang dimasukkan juga buruk
 Output/keluaran akan buruk bila program yang diterapkan juga buruk
 Hilangnya fleksibilitas
 Hilangnya abes atas penyimpanan
 Ketergantungan yang sangat tinggi terhadap komputer sehingga bila timbul masalah
atas komputer, misal data hilang karena terserang virus atau listrik mati mendadak
maka akan menimbulkan kemacetan atas pekerjaan dan informasi
Pada Sistem Informasi Akuntansi terdapat tujuh komponen pokok yaitu manusia,
komputer dan mesin otomatisasi, program komputer, database, sistem pengkodean,
dokumen dan laporan. Berbagai komponen ini hams saling bekerjasama dan bertukar
serta mengolah data sehingga menghasilkan informasi bagi pemakainya. Penjelasan
masing-masing komponen tersebut sebagai berikut:

1. Manusia

Pada Sistem Informasi Akuntansi berbasis komputer, peranan komputer dan alat
pendukungnya sangatlah penting. Namun hams diingat bahwa meskipun perusahaan
sudah dijalankan secara komputerisasi, tenaga manusia tetaplah diperlukan, antara lain :

 Operator bertugas mengelola data dari penyiapan data hingga pemasukan data ke
system komputer Pustakawan bertugas menyimpan data-data dan program-program
komputer secara terpisah dari ruang komputer. Pustakawan juga bertanggungjawab
atas peminjaman data dan program pada orang-orang yang berhak
 Manajer adalah pemakai akhir sistem informasi. Manajer membutuhkan informasi
sesuai dengan yang diperlukannya berdasar data-data yang ada dan telah diproses
oleh program computer
 Administrator database bertugas atas tersedianya data-data yang dibutuhkan oleh
manajer dan keserasian serta keterpaduan dalam suatu sistem informasi
 Programmer bertanggung jawab atas program-program komputer yang digunakan
oleh perusahaan. la harus dapat menterjemahkan sistem yang digunakan oleh
perusahaan kedalam bahasa pemrograrnan sehingga menghasilkan program yang
benar-benar mewakili system

[Link] dan mesin otomatisasi Komputer adalah perangkat keras yang berfungsi
mengubah input menjadi output yang berupa informasi dengan memproses data. Dalam
suatu komputer terdiri atas lima komponen utama yaitu:

- Perangkat masukan (input unit)

Perangkat ini digunakan untuk menerima masukan atau input baik berupa program
maupun data. Contoh keyboard, mouse, joystick, scanner, barcode reader, voice
recognition, trackball, digitizer, light pen

- Prosesor (processor)
Prosesor merupakan otak komputer karena ia adalah perangkat utama yang berfungsi
melakukan pengolahan data

- Perangkat keluaran (Output unit)

Perangkat ini digunakan untuk mengeluarkan hasil pemrosesan yang dilakukan oleh
prosesor dan merubahnya kedalam bentuk yang dapat dimengerti oleh manusia.
Contoh: monitor, printer, speaker

- Perangkat penyimpanan (storage unit)

Perangkat ini berguna untuk menyimpan data-data dan program. Contoh: disket,
harddisk, CD Row

- Perangkat tambahan (peripheral device)

Perangkat ini berguna untuk menambah kegunaan komputer. Contoh: penggunaan


jaringan computer Selain komputer masih diperlukan mesin otomatisasi lain seperti
mesin fotocopy, mesin absensi, faksimili, pesawat telepon dan peralatan lainnya

3. Program Komputer

Program komputer merupakan perangkat lunak yang diperlukan untuk


pelaksanaan komputer. Perangkat keras komputer tidak akan dapat berfungsi apabila
tidak ada program komputer. Teknologi yang ada pada perangkat keras akan berfungsi
bila diberikan instruksi-instruksi khusus kepadanya. Instruksi-instruksi inilah yang
disebut dengan perangkat lunak.

Berdasarkan kegunaannya, program komputer dapat digolongkan kedalam tiga jenis


yaitu:

 Sistem operasi yaitu berisi perintah dasar untuk mengendalikan dan mengkoordinasi
kegiatan sistem komputer yaitu mulai dari komputer dihidupkan sampai dimatikan.
Contoh: DOS, Windows NT Unix
 Bahasa komputer yaitu bahasa yang digunakan untuk membuat program komputer
dimana bahasa tersebut digunakan untuk menerjemahkan instruksi-instruksi yang
ditulis dalam bahasa pemrograman ke dalam bahasa mesin supaya dapat dimengerti
oleh komputer. Contoh: Basic, Cobol, Fortran, Pascal
 Program Aplikasi adalah program yang siap digunakan untuk mengolah data menjadi
informasi. Program aplikasi ini sering disebut dengan program komputer yang sudah
siap pakai. Contoh: lotus, WS, MS Word, Excel, Amipro

4. Database

Database adalah kumpulan data yang saling berhubungan satu dengan lainnya
dan disimpan di perangkat keras komputer dan digunakan oleh perangkat lunak dengan
jalan memanipulasi data yang ada sehingga menghasilkan suatu informasi. Pada
pendekatan tradisional, data-data yang ada dikumpulkan dalam file-file yang berdiri
sendiri dan tidak berhubungan satu dengan lainnya. Biasanya tiap-tiap file dirancang
untuk aplikasi tertentu, misal aplikasi penjualan maka diperlukan data-data penjualan,
aplikasi personalia diperlukan data-data karyawan. Hal ini akan menimbulkan beberapa
kelemahan antara lain:

- Terjadi duplikasi data karena tiap aplikasi membentuk file data sendiri, misal: aplikasi
personalia dan aplikasi penggajian sama-sama membutuhkan data karyawan

- Tidak terjadi hubungan data karena masing-masing aplikasi yang ada berdiri sendiri-
sendiri

Pada pendekatan database kedua kelemahan diatas dapat dikurangi dengan cara
datadata yang ada dikumpulkan secara bersama-sama secara umum sehingga dapat
digunakan bersarna-sama untuk semua aplikasi yang ada.

5. Sistem Pengkodean

Kode digunakan untuk tujuan mengklasifikasikan data, memasukkan data ke


dalam komputer dan mengarnbil bermacam-macam informasi yang berhubungan
dengannya. Kode dapat dibuat dari kumpulan angka, huruf maupun karakter-karakter
khusus. Dalam merancang suatu kode harus diperhatikan beberapa hal, antara lain:

 Harus mudah diingat


 Harus unik untuk masing-masing item yang diwakilinya
 Harus fleksibel sehingga memunglankan perubahan-perubahan atau
 Harus efisien sehingga mudah diingat dan efisien bila disimpan
 Harus konsisten.
 Harus distandardisasi untuk seluruh tingkatan dan departemen dalam organisasi
 Spasi harus dihindarkan karena dapat menyebabkan kesalahan dalam
penggunaannya
 Hindari karakter yang mirip
 Panjang kode harus sama

6. Dokumentasi

Sistem informasi yang baik akan menghasilkan suatu dokumentasi yang baik
pula. Dokumentasi meliputi skema, tabel, formulir dan dokumen lainnya Pada Sistem
Informasi Akuntansi, dokumen yang harus ada yaitu:

 Dokumentasi prosedural yang menguraikan berbagai prosedur dan standar yang


menyangkut pelaksanaan sistem informasi.
 Dokumentasi Sistem yaitu dokumentasi yang menjelaskan semua hal yang
berhubungan langsung dengan sistem pemrosesan data
 Dokumentasi program yaitu menguraikan kegunaan program, cara mengubah
program, pemeliharaan dan pembuatan program computer penarnbahan item baru
 Dokumentasi operasi berisi cara menjalankan program dan menghentikan program,
data apa saja yang diperlukan dan informasi apa saja yang dihasilkan.
 Dokumentasi data yang berfungsi menjelaskan semua data yang ada didalam data
base

7. Laporan

Laporan merupakan outputlkeluaran dari suatu sistem informasi. Keluaran yang


merupakan laporan formal biasana ditampilkan dalam media kertas. Laporan formal
merupakan laporan yang paling dominin dalam Sistem Informasi Akuntansi
Pengawasan Dalam Lingkungan Komputer

Pada Sistem Informasi yang baik harus mempunyai suatu pengendalian, hal ini
bertujuan untuk menghindari kesalahan, kecurangan maupun penyelewengan yang
mungkin terjadi. Pada perusahaan yang sudah menggunakan Sistem Informasi
Akuntansi berbasis komputer hams menetapkan dua jenis pengawasan antara lain:

1. Pengawasan Aplikasi / Pengawasan Transaksi


Pengawasan Aplikasi adalah pengawasan yang dirancang untuk menjamin bahwa
semua transaksi yang terjadi sudah mendapat otorisasi dan sudah dicatat, diklasifikasi,
diproses dan dilaporkan dengan benar.

Pengawasan Aplikasi meliputi tiga jenis pengawasan yaitu:

- Pengawasan masukan bertujuan untuk meyakinkan bahwa semua data transaksi


telah lengkap dan bebas dari kesalahan sebelum dilakukan proses pengolahan.
Selain itu juga menjamin bahwa data yang ada sesegera mungkin diproses

- Pengawasan proses dilakukan pada saat data sudah diinputkan dan diproses oleh
komputer.

Tujuan dari pengawasan ini yaitu:

a. Data yang diolah sudah teliti dan lengkap

b. File dan program yang digunakan untuk proses data sudah benar

c. Semua data, catatan dan transaksi lainnya dapat ditelusuri dengan mudah
Pengawasan keluaran dilakukan untuk mernastikan bahwa keluaran yang
dihasilkan oleh sistem sudah lengkap, benar dan didistribusikan ke pemakai yang
berhak

2. Pengawasan Umum Pengawasan umum adalah pengawasan terhadap berbagai


prosedur, aktivitas dan aktiva yang tidak secara langsung tercakup dalam
pengawasan aplikasi. Pengawasan umum meliputi:

 Praktik manajemen yang sehat meliputi perencanaan, penganggaran, pemilihan


karyawan dan pengawasan atas karyawan
 Pengawasan operasional bertujuan meningkatkan efisiensi pekerjaan tiap
karyawan
 Pengawasan organisasional bertujuan memberi pembagian tugas dan tanggung
jawab yang jelas untuk tiap bagian perusahaan
 Pengawasan dokumentasi dimana dokumen harus disimpan dengan baik
Pengawasan otorisasi meliputi otorisasi umum dan otorisasi khusus
 Pengawasan aktiva meliputi pencatatan di buku pembantu, penggunaan dokumen,
perhitungan fisik dan penilaian kembali aktiva
C. DATABASE RELASIONAL
Database merupakan seperangkat koordinasi beberapa file data terpusat yang saling
berhubungan yang disimpan dengan sedikit mungkin kelebihan data. Database
menggabungkan catatan yang sebelumnya disimpan dalam beberapa file terpisah ke dalam
kelompok umum yang melayani berbagai pengguna dan aplikasi pengolahan data.

Dalam membahas database kita akan mengenal beberapa istilah, diantaranya:


1. Sistem manajemen database (database management system - DBMS): program yang
mengelola dan mengendalikan data serta menghubungkan data dan program-program
aplikasi yang menggunakan data yang disimpan dalam database.
2. Sistem database (database system): database, DBMS, dan program-program aplikasi
yang mengakses database melalui DBMS.
3. Administrator database (database administrator - DBA): seseorang yang bertanggung
jawab untuk mengordinasikan, mengendalikan, dan mengelola database.

Keunggulan Sistem Database

Hampir semua mainframe dan server menggunakan Teknologi database, dan


database yang digunakan dalam komputer personal semakin tumbuh dengan cepat.
Sebagian besar akuntan terlibat dengan database melalui entri data, pengolahan data,
pembuatan guery atau pengauditan. Mereka juga mengembangkan, mengelola, atau
mengevaluasi pengendalian yang dibutuhkan Untuk menjamin integritas database.
Database memberi organisasi keuntungan berikut ini:

- Integrasi data (data integration): beberapa file induk digabungkan ke dalam


"kelompok-kelompok" data besar atas yang diakses oleh banyak program
aplikasi. Contoh: database karyawan yang menggabungkan file induk penggajian,
personel, dan keterampilan kerja.
- Pembagian data (data sharing): data yang terintegrasi lebih mudah dibagi dengan
pengguna sah.
- Meminimalkan kelebihan dan inkonsistensi data (minimal data redundancy and data
inconsistencies): karena item-item data biasanya hanya disimpan sekali, maka
kelebihan dan inkonsistensi data dapat diminimalkan.
- Independensi data (data independence): karena data dan program-program yang
menggunakannya independen satu sama lain, masing-masing dapat diubah tanpa
mengubah lainnya. Independensi data memudahkan dalam pemrograman dan
penyederhanaan manajemen data.
- Analisis lintas fungsional (cross-functional analysis): hubungan seperti hubungan
antara biaya penjualan dan kampanye promosi, dapat secara eskplisit
didefinisikan dan digunakan dalam mempersiapkan laporan manajemen.

Database Relasional

Model data (data model) merupakan representasi abstrak konten-konten


database. Sedangkan Model data relasional (relational data model) adalah table dua
dimensi representasi data dimana setiap baris merepresentasikan entitas khusus (catatan)
dan setiap kolom adalah field tempat catatan atribut disimpan. Didalam data model
dikenal Tuple/couple, yaitu baris dalam tabel yang berisi data mengenai komponen
khusus dalam table database

Tipe-Tipe Artibut

o Kunci utama (primary key) adalah atribut database, atau kombinasi artibut, yang secara
khusus Mengidentifikasi suatu baris tertentu dalam sebuah label.

o kunci asing (orergn key) adalah atribut dalam tabel yang juga Merupakan kunci utama
dalam tabel lain dan digunakan untuk menghubungkan dua table.

Persyaratan Data Relasional

1. Setiap kolom dalam baris harus dinilai tunggal.

2. Kunci Utama tidak bisa nol. Aturan integritas entitas (entity integrity rule): kunci
Utama non-nol memastikan bahwa setiap baris dalam tabel merepresentasikan sesuatu
dan dapat diidentifikasi.

3. Kunci asing, jika bukan nol, harus memiliki nilai yang sesuai dengan nilai kunci Utama
pada tabel lainnya. Aturan integritas referensial (referential integrity rule): kunci
asing yang menghubungkan baris-baris dalam satu tabel dengan baris- baris pada
tabel lainnya harus memiliki nilai kunci utama pada tabel lainnya.

4. Semua atribut non-kunci dalam tabel harus menjelaskan karakteristik objek yang
mengidentifikasi berdasarkan kunci utama.
Dua Pendekata Untuk Desain Database

1. Normalisasi (normalization): mengikuti aturan-aturan pembuatan database untuk


mendesain database relasional yang bebas dari anomaly penghapusan, sisipan,
dan pembaruan.
2. Pemodelan data semantic (semantic data modeling): menggunakan pengetahuan
atas proses bisnis dan kebutuhan informasi untuk membuat sebuah diagram yang
menunjukan apa saja yang akan dimasukan ke dalam normalisasi database penuh
(3NF).

D. MODEL DATA REA


Pemodelan data atau data modeling adalah proses menejelaskan sebuah database,
sehingga dapat merepresentasikan seluruh aspek organisasi, termasuk interaksinya
dengan lingkungan eksternal. Tujuan dibuatnya sebuah pemodelan data adalah secara
eksplisit menangkap dan menyimpan data mengenai aktivitas bisnis organisasi yang akan
direncanakan, dikendalikan, dan dievaluasi. Dalam proses desain database, pemodelan
data terjadi selama tahap analisis sistem dan tahap desain konseptual, sedangkan tahap
desain fisik, tahap implementasi dan konversi, serta operasi dan pemeliharaan merupakan
proses dimana pemodelan data digunakan. Terdapat berbagai jenis pemodelan data, salah
satunya adalah pemodelan data REA.

Model data REA (REA data model) dikembangkan secara spesifik untuk
digunakan dalam mendesain sistem informasi akuntansi (SIA). Model data REA berfokus
pada semantic bisnis yang mendasari aktivitas rantai nilai sebuah organisasi. REA
menyediakan panduan bagi desain database dengan mengidentifikasi entitas apa yang
akan disertakan dalam database SIA dengan menentukan bagaimana hubungan diantara
entitas dalam database tersebut. Model REA dikembangkan berdasar pemodelan data
Entity – Relationship. Model data REA mengandung informasi mengenai tiga jenis
entitas fundamental yaitu resource atau sumber daya, event atau peristiwa, dan agents
atau agen.

Resource adalah hal-hal yang memiliki nilai ekonomis untuk organisasi seperti
kas, persediaan, perlengkapan, pabrik, dan tanah. Event adalah aktivitas bisnis mengenai
informasi apa yang dikumpulkan managemen yang dapat digunakan untuk perencanaan
atau bertujuan untuk pengendalian. Sedangkan agent adalah orang atau organisasi yang
berpartisipasi dalam peristiwa dan menunjukkan bagi siapa informasi diperlukan baik
untuk perencanaan, pengendalian maupun evaluasi.

Model REA menggambarkan bagaimana ketiga entitas tersebut saling berhubungan satu
sama lain, berikut adalah fitur esensial dari pola tersebut:

1. Setiap event berhubungan ke setidaknya satu resource yang dipengaruhi


2. Setiap event berhubungan ke setidaknya satu event lainnya

Hubungan dualism give-to-take merefleksikan prinsip bisnis dasar organiasi yang


dilakukan dalam memanfaatkan resource dengan harapan mendapatkan bentuk resource
lain sebagai pertukaran. Tidak setiap hubungan antar dua event mencerminkan dualisme
ekonomi give-to-take, tetapi pada dasarnya setiap transaksi merefleksikan hubungan
sebab-akibat yang berurutan.

3. Setiap event berhubungan ke setidaknya dua agents yang berpartisipasi.

Untuk mempertahankan akuntanbilitas, organisasi perlu melacak tindakan para


pegawai, organisasi juga perlu mengawasi komitmen dan pertukaran dualism ekonomi
yang dijalankan dengan pihak luar. Agents pada sebuah event yang melibatkan transaksi
dengan pihak eksternal, dapat diidentifikasi menjadi dua, yakni agen internal yaitu
peegawai yang bertanggung jawab bagi resource yang dipengaruhi event tersebut, dan
agen eksternal yakni pihak eksternal untuk transaksi tersebut.

Dalam mengembangkan sebuah diagram REA bagi satu siklus bisnis spesifik terdiri dari
tiga langkah yakni:

1. Mengidentifikasi events mengenai informasi apa yang ingin dikumpulkan managemen

Sebuah diagram REA dapat digambarkan ketika minimal terjadi dua events
dimana terdapat pertukaran ekonomi dasar give-to-take yang dijalankan dalam siklus
bisnis tertentu. Contoh:
2. Mengidentifikasi resource yang dipengaruhi oleh setiap event dan agents yang
berpartisipasi pada events tersebut
Ketika sebuah events yang relevan telah ditentukan, resource yang diperlukan dalam
events tersebut perlu diidentifikasi. Hal ini berkaitan dengan pertanyaan berikut:
- Resource apa yang dikurangi oleh event “memberi”?
- Resource apa yang didapatkan oleh event “memberi”?
- Resource apa yang dipengaruhi oleh komitmen sebuah event?

3. Menentukan kardinalitas dari setiap hubungan


Kardinaliatas atau cardinalities menjelaskan sifat dari sebuah hubungan database yang
menidentifikasi jumlah keterjadian satu entitas yang mungkin diasosiasikan dengan
sebuah peristiwa tunggal dari entitas lain. Terdapat tiga jenis kardinalitas yaitu:

Terdapat tiga jenis hubungan antara entitas, hal ini bergantung pada kardinalitas
maksimum yang diasosiasikan pada tiap entitas yakni:
- One-to-one atau 1:1 à
Ketika kardinalitas maksimum setiap entitas adalah 1
- One-to-many atau 1:N
Ketika kardinalitas maksimun satu entitas dalam hubungan adalah 1 dan kardinalitas
bagi entitas lain adalah banyak
- Many-to-many atau M:N
Ketika kardinalitas maksimun kedua entitas adalah banyak
Berikut adalah contoh penggambaran diagram REA:
BAB III

PENUTUPAN

A. KESIMPILAN
Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu sistem yang bertugas mengumpulkan
datadari kegiatan-kegiatan perusahaan dan mengubah data tersebut menjadi Informasi
sertamenyediakan Informasi bagi pemakai di dalam maupun di luar perusahaan. Cara
kerjaSIA adalah semua sumber data baik yang berasal dari dalam maupun dari
luarperusahaan dikumpulkan menjadi satu dan diubah ke dalam bentuk database.
Setelahitu semua data yang telah berbentuk database, diubah dengan menggunakan
perangkatlunak menjadi sebuah Informasi yang lebih bermanfaat bagi semua pemakai
[Link] data yang telah diubah menjadi Informasi disampaikan ke semua
pemakai yangmembutuhkan, sepertimanajemen dan pemakai intern maupun pemakai
eksternperusahaan.

Dokumentasi (documentation) menjelaskan cara sistem bekerja, termasuk siapa,


apa,kapan, di mana, mengapa dan bagaimana entri data, pengolahan data, penyimpanan
data,output informasi, dan sistem pengendalian. Arti populer pendokumentasian sistem
meliputidiagram, bagan alir, tabel, dan representasi grafis lainnya dari data dan informasi.
Inidilengkapi dengan deskripsi naratif (narrative description) dari sistem, penjelasan
langkah-demi-langkah yang tertulis dari komponen sistem dan interaksinya. Dalam bab
ini, kitamenjelaskan tiga alat dokumentasi sistem yang umum: diagram arus data, bagan
alir, dandiagram proses bisnis

B. SARAN
Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai materi yang menjadi
pembahasan dalammakalah ini, tentu masih banyak kekurangan dikarenakan kurangnya
pengetahuan. Penulisbanyak berharap para pembaca dapat memberikan kritik dan saran
yang membangun kepadapenulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah
di kesempatan [Link] makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya dan
pembaca pada umumnya.
DAFTAR PUSTAKA

Lindrawati, (2001). SistemInformasiAkuntansiBerbasisElektronik Data Prosesing.


WidyaManajemen&Akuntansi, Vol 1 No 1. Diakes 26 September 2021 melaui link:
[Link]
[Link]

Marshall B Romney dan Paul John Steintbart, 2015. Sistem Informasi Akuntansi. edisi 13.
Jakarta : Salemba Empat.

Mulyadi, 2010. Sistem Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat

Romney, M. B. (2016). SistemInformasiAkuntansi. Jakarta: SalembaEmpat.

Anda mungkin juga menyukai