0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
178 tayangan24 halaman

Laporan Praktikum Osilator RC

Dokumen tersebut merangkum percobaan osilator RC. Terdiri dari pendahuluan yang menjelaskan latar belakang dan tujuan percobaan untuk memahami osilator RC, tinjauan pustaka tentang komponen resistor, kapasitor, dan osilator beserta prinsip kerjanya, dan uraian singkat tentang umpan balik.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
178 tayangan24 halaman

Laporan Praktikum Osilator RC

Dokumen tersebut merangkum percobaan osilator RC. Terdiri dari pendahuluan yang menjelaskan latar belakang dan tujuan percobaan untuk memahami osilator RC, tinjauan pustaka tentang komponen resistor, kapasitor, dan osilator beserta prinsip kerjanya, dan uraian singkat tentang umpan balik.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

OSILATOR RC

(Laporan Praktikum Elektronika)

Oleh

Mentari Kirana Nariswari


2017041002

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DASAR DAN INTRUMENTASI


JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS LAMPUNG
2021
Judul Percobaan : Osilator RC

Tanggal Percobaan : 25 November 2021

Tempat percobaan : Laboratorium Elektronika dan Instrumentasi

Nama : Mentari Kirana Nariswari

NPM : 2017041002

Jurusan : Fisika

Fakultas : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Kelompok : I (Satu)

Bandar Lampung, 25 November 2021


Mengetahui,
Asisten

Mirda Khamidah
NPM.1817041047
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada zaman yang terus berkembang seperti saat ini tak dapat dipungkiri bahwa
dengan adanya kemajuan globalisasi maka kita harus terus selalu mengikuti
perkemangan jaman, tak terkecuali dalam bidang elektronika. Ada banyak sekali
komponen komponen elektronika sebagai contoh osilator yang digunakan untuk
mengkonversi sinyal DC menjadi Sinyal AC. Dalam Arti lain Osilator dapat
dikatakan sebagai rangkaian yang bisa menghasilkan gelombang  periodik pada sisi
outpunya tanpa sinyal input eksternal.  Dengan demikian memakai rangkaian
osilator RC, sinyal output pada osilator sanggup dirubah menjadi  sawtooth wave
(sinyal gergaji) atau square wave (sinyal pulsa). Rangkaian dasar osilator dasar
terdiri dari resistor (R) dan kapasitor (C), atau resistor (R) dan induktor (L), atau
kapasitor (C) dan induktor (L), atau gabungan dari ketiganya (RLC). Prinsip kerjadi
Osilator yakni menciptakan arus DC menjadi AC dengan memakai komponen aktif
sehingga sinyal input sanggup dikonversi menjadi sinyal yang berbeda bentuknya.
Dalam rangkaian osilator sederhana akan didapati kedua bagian utama yang disebut
dengan bagian penguat Amplifier dan bagian umpan balik Feedback, dua bagian
utama dari osilator ini dapat dikatakan sebagai bagian penting karena bagian tersebut
akan saling bekerja sama sehingga akan menghasilkan keluaran osilasi sinyal listrik.
Adapun fungsi osilator dapat dijadaikan sebagai pembangkit gelombang dimana
keluaran yang dihasilkan tersebut dapat dibangkitkan dengan sebuah rangkaian.
Oleh sebab itu maka sangat penting dilakukan percobaan praktikum dengan judul
Osilator ini agar dapat lebih memahami pengertian, fungsi dan prinsip kerja serta
pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari dari osilator itu sendiri.
B. Tujuan Praktikum

Adapun tujuan dari percobaan praktikum ini adalah sebagai berikut.


1. Memahami metode membuat rangkaian untuk penghasil sinyal sebagai osilator.
2. Menggambar bentuk gelombang output.
3. Mengukur beda fasa.
II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Resistor

Resistor adalah suatu komponen yang banyak dipakai di dalam rangkaian komponen
input. Kemampuan resistor membatasi kecilnya nilai satuan Ohm (Ω) yang dimiliki
elektronika. Fungsi utamanya adalah membatasi (restrict) aliran arus listrik. Fungsi
lainnya sebagai Resistor (R) pembagi tegangan (voltage divider), yang
menghasilkan tegangan panjar maju (forward bias) dan tegangan panjar mundur
(reverse bias), sebagai pembangkit potensial output (vo), dan potensial. Merujuk
pada hukum Ohm : I = V/R, semakin besar nilai tahanan/resistan (R), semakin kecil
arus (I) yang dapat mengalir. Besar kecilnya nilai satuan Ohm yang dimiliki oleh
resistor dapat dihitung dengan melihat pita (band) warna yang terdapat pada badan
resistor. Mengikuti gambar 10, jika pita pertama berwarna kuning, pita kedua
berwarna ungu, pita ketiga berwarna coklat, pita keempat berwarna emas, nilai
satuan Ohm dari resistor tersebut adalah 47 x 101 = 470 dengan toleransi 5%. Harap
diingat, warna kuning menunjukkan angka 4, warna ungu menunjukkan angka 7,
warna coklat menunjukkan angka 1, dengan demikian faktor pengali = 101 , jika pita
ketiga berwarna merah, faktor pengali = 102 , demikian seterusnya.

B.
C.
ambar 1. Resistor
Gambar 1. Resistor
Gambar di atas merupakan gambar resistor (Agah dan Farid, 2013)
B. Kapasitor

Kapasitor Capacitor atau disebut juga dengan Kondensator Condensator adalah


komponen elektronika pasif yang dapat menyimpan muatan listrik dalam waktu
sementara dengan satuan kapasitansinya adalah Farad. Satuan kapasitor tersebut
diambil dari nama penemunya yaitu Michael Faraday (1791-1867) yang berasal dari
Inggris. Kapasitor merupakan komponen elektronika yang terdiri dari 2 pelat
konduktor yang pada umumnya adalah terbuat dari logam dan sebuah isolator
diantara pelat tersebut sebagai pemisah. Isolator tersebut disebut juga dengan
dielektrika. Bahan dielektrik tersebut dapat mempengaruhi nilai dari kapasitansi
kapasitor tersebut. Adapun bahan dielektrik yang paling sering dipakai adalah
keramik, kertas udara, metal film dan lain-lain. Kapasitor sering juga disebut
sebagai kondensator. Kapasitor memiliki berbagai macam bentuk dan ukuran,
tergantung dari kapasitas, tegangan kerja, dan lain sebagainya. Kapasitor
(Kondensator) yang dalam rangkaian elektronika dilambangkan dengan huruf "C"
adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi/muatan listrik di dalam medan
listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik.
Satu Farad = 9 x 1011 cm2 yang artinya luas permukaan kepingan tersebut.
Kapasitor disebut juga dengan kondenstator karena pada masa itu pada tahun 1782
dunia masih kuat akan pengaruh dari ilmuan kimiawi lainnya yaitu Alessandro
Volta, yang berkebangsaan Italia. Pada masa tersebut segala komponen yang
berkenaan dengan kemampuan untuk menyimpan suatu muatan listrik yang tinggi
dibanding komponen lainnya disebut dengan nama Condensatore (Bahasa Italia).
Jadi itulah mengapa kondensator nama lain dari kapasitor.

Gambar 2. Kapasitor
Gambar di atas merupakan gambar kapasitor (Irma dan Dedy, 2019).
C. Osilator

Osilator adalah rangkaian pembangkit sinyal (signal generator). Ia dapat


menghasilkan keluaran gelombang dengan bentuk sinusoidal, segitiga, gergaji atau
persegi tergantung desain rangkaiannya. Secara umum osilator dibagi dua yaitu
kelas sinusoidal (sin wave oscillator ) dan kelas relaksasi (relaxation oscillator )
dimana outputnya berupa sinyal bentuk segitiga, gergaji dan persegi. Osilator kelas
sinusoidal lebih populer. Tanpa sumber sinyal pada input, ia dapat memproduksi
sinyal bentuk sinus monoton yang biasa digunakan sebagai referensi pada aplikasi
audio, sistem digital dan sistem komunikasi. Hal ini dikarenakan rangkaian
yangterdiri dari Op Amp beserta rangkaian RC atau LC menggunakan prinsip
umpan balik (feedback) sehingga sinyalpun terbentuk. Dengan mengatur pemakaian
komponen pasif dan aktif di dalam rangkaian maka besar frekuensi dan amplitudo
sinyal keluaran bisa disesuaikan. Teoritisnya, hubungan antara frekuensi yang akan
dihasilkan (fo) dengan nilai komponen R dan C yang digunakan dalam rangkaian
memenuhi persamaan berikut ini.
1 0,159
fo = = ...............................................................................................(1)
2 πRC RC
Pengaturan tersebut bukan tanpa konsekuensi. Pemilihan nilai R (resistor) dan C
(kapasitor) pada rangkaian akan mempengaruhi frekuensi sinyal output dan
distorsi/noise yang menyertainya. Sedangkan untuk kestabilan, dapat diperoleh
dengan menggandeng komponen eksternal seperti menambahkan transistor, dioda
atau alat yang memiliki nilai R tertentu seperti bola lampu ke dalam rangkaian
osilator. Sin wave oscillator terdiri atas beberapa jenis berdasarkan output frekuensi
dan monotonitas bentuk gelombang yang diinginkan. Dalam penelitian ini,
difokuskan pada Osilator tipe Geser Fase dan tipe. Jembatan Wien yang memiliki
skema rangkaian lebih sederhana dibanding tipe lainnya namun tetap dengan output
yang memuaskan (Assa’ idah, 2012).

D. Umpan Balik
Umpan balik (feedback) berarti sebagian keluaran dari rangkaian dikem balikan ke
dalam masukannya. Berarti satu sinyal campuran, yaitu sinyal masukan asli dari
rangkaian seluruhnya dan bagian yang dikembalikan dari keluaran akan
dimasukkan ke dalam masukan penguat. Yang dikembalikan bisa merupakan arus
keluaran atau voltase keluaran dan bisa dimasukkan ke dalam masukan sebagai arus
atau sebagai voltase tertentu. Buku ini hanya membahas penguat voltase, yaitu
voltase keluaran yang dikembalikan pada masukan sebagai voltase. Prinsip umpan
balik ini bisa digambarkan seperti dalam gambar 3 berikut.

Gambar 3. Umpan Balik Negatif dengan Penguat Positif dan Pembuat Selisih
Pada Input
Masukan V, pada penguat dikuatkan dengan penguatan sebesar Vo sehingga
mendapatkan keluaran sebesar Vour Vo V. Keluaran ini melewati satu rangkaian
pengembali yang mana sinyal dikalikan dengan faktor yang lebih kecil dari satu,
yang berarti sinyal keluaran dikurangi. Hasil V, dari redam an ini sebesar V, Vout.
Sinyal ini digabungkan dengan masukan V, dari rang kaian keseluruhan dengan
membuat selisih antara Vi dan V, agar menghasilkan masukan sebesar VV-V, yang
dimasukkan ke dalam masukan penguat. Dengan rangkaian melingkar ini terdapat
umpan balik negatif, karena besar sinyal pada input dikurangi oleh umpan balik.
Kalau seandainya sinyal pada masukan penguat bertambah, maka akan ada proses
melingkar yang membuat sinyal pada masukan berkurang kembali. Dalam situasi
stabil masukan Vip yang dihasilkan melalui rantai melingkar ini sama dengan V
pada awal rangkaian (Blocher, 2004).
III. PROSEDUR PERCOBAAN

A. Alat dan Bahan

Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan praktikum ini adalah
sebagai berikut.

Gambar 4. Sumber Tegangan Searah (0-150 Volt (Catu Daya)

Gambar 5. Multimeter Elektronik Digital

Gambar 6. Signal Generator


Gambar 7. Frequency Counter (Penghitung Frekuensi)

Gambar 8. Osiloskop Dua Kanal

Gambar 9. Kit Osilator RC

Gambar 10. Milimeter Blok

Gambar 11. Kabel Penghubung


B. Prosedur Percobaan

Adapun prosedur percobaan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut.


1. Menghubungkan rangkaian berikut pada protoboard atau modul rangkaian
seperti gambar 12.

Gambar 12. Rangkaian Percobaan


2. Mengatur Vcc = 12 Volt.
3. Mengukur tegangan searah kaki-kaki transistor, dalam keadaan generator sinyal
tidak terpasang.
4. Menghubungkan generator sinyal pada input, dengan tegangan 2 V p-p dan
frekuensi 1 kHz. Mengukur beda fasa antara sinyal input dan output (dalam
keadaan ada beban).
5. Mengatur frekuensi input, sehingga diperoleh beda fasa antara input dan output
= 0° . Mencatat nilai frekuensi ini.
6. Mengukur tegangan pada input, basis, dan kolektor dengan menggunakan
miltimeter. Masukkan hasilnya ke dalam tabel 2.
Vc
AV = penguat transistor =
Vb
Vb
L = pelemahan umpan balik =
Vin
7. Menghubungkan rangkaian seperti gambar 13, dengan Vcc = 12 Volt.

Gambar 13. Rangkaian Percobaan Osilator RC


8. Mengamati dan menggambar bentuk gelombang output dan input oscillator di
atas, mengukur frekuensinya dan beda fasanya (dengan penghubung frekuensi
dan osiloskop
DAFTAR PUSTAKA

Assa’idah. [Link], Desain, dan Pembuatan PCB 2 Tipe Osilator dengan


Performa Terbaik. Jurnal Fisika Indonesia. Vo 1 No 2.
Basri, Irma Yulia dan Dedy Irfan. 2018. Komponen Elektronika. Sukabina
Press: Padang.
Blocher, Richard. 2004. Dasar Elektronika. ANDI Yogyakarta: Yogyakarta.
Sutiagah, Agah dan FaridMulyana. 2013. Teknik Kelistrikan dan Elektronika
Instrumentasi. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan :
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
LAMPIRAN

Anda mungkin juga menyukai