b) Perubahan gambar, spesifikasi ketentuan pelaksanaan harus atas persetujuan kedua
belah pihak.
Pasal. 3
SPESIFIKASI BANGUNAN DAN
LINGKUP PEKERJAAAN
a) Spesifikasi bengunan : Dinding pasangan batu-bata diplester + aci dengan sapuan
mortar, finishing cat kombinasi Dulux/Vinilex atau setara, dinding kamar mandi
full keramik roman atau setara, lantai menggunakan keramik import, kusen
menggunakan kayu atau alumunium, daun pintu dan jendela mengunakan daun
pintu dan jendela kayu double teakwood, peralatan pegunci menggunakan material
import, plafon gypsum Jayaboard 9 mm dengan rangka besi hollow 4” – 5” dengan
list dan cornis, rangka atap menggunakan bahan baja ringan (Zingcalume), genteng
dari bahan monier flat atau setara, peralatan sanitair semua menggunakan produk
Toto atau import setara, peralatan instalasi listrik menggunakan bahan standard.
b) Lingkup pekerjaan yang terasuk (Sesuai daftar RAB terlampir) meliputi :
Pekerjaan kusen pintu dan jendela
Pekerjaan daun pintu dan daun jendela
Pekerjaan kaca
Pekerjaan lantai
Pekerjaan sanitary
Pekerjaan rangka atap
Pekerjaan genteng
Plafon gypsum dan rangka
Pengecatan
Mekanikal dan elektrikal
c) Lingkup pekerjaan yang tidak termasuk (karena sudah termasuk dalamm pekerjaan
borongan struktur) meliputi :
Pondasi beton telapak K-225
Rangka beton struktur
Pasangan dinding bata
Urugan tanah peninggian lantai
Plesteran dan acian
d) Pekerjaan tambahan (lain-lain) diluar finishing meliputi :
Railing tangga + balkon
Pasangan batu alam dinding
Tangga putar belakang
Pekerjaan kolam ikan
Plesteran / finishing pagar keliling
Water heater
Aquaproofing
Pintu pagar 2 m
Keramik kolam renang
Kitchen set (pantry)
Kitchen set (dapur basah/servis)
Pekerjaan kolam ikan
Pekerjaan halaman dan carport
Pasal. 4
HARGA PELAKSANAAN
a) Estimasi total biaya pelaksaan adalah Rp. 677.609.250,00 (enam ratus tujuh puluh
tujuh enam ratus sembilan dua ratus lima puluh rupiah)
b) Besarnya Fee Jasa Konsultasi adalah 10 % dari estimasi total biaya pelaksanaan
tersebut yang ditetapkan secara fixed sebesar Rp. 40.000.000,- (empat puluh juta
rupiah)
c) Estimasi biaya tersebut dalam ayat (a) sudah termasuk segala material bahan
bangunan, peralatan penunjang proyek, tukang, dan tenaga kerja.
d) Estimmasi biaya tersebut dalam ayat (a) belum termasuk biaya-bbiaya yang berkaitan
dengan pajak, proses perijinan bangunan dan lain-lain yang berhubungan dengan
administrasi proyek.
e) Besarnya Fee Jasa Konsultasi terbut dalam ayat (b) diatas sudah termasuk segala
macam biaya yang menyangkut jasa desain perencanaan proyek, pengorganisiran
proyek dan proses pengawasan proyek dengan pasti tanpa klaim kenaikan harga
Pasal. 5
PERATURAN PEMBAYARAN
a) Pihak I akan membayar biaya-biaya sesuai dalam pasal 4 di atas termasuk kepada
pihak II yang diatur dalam beberapa ketetapan sebagai berikut;
Angsuran I sebagai uang muka sebesar 10 % dari total Fee Pelaksanaan dibayarkan
saat surat perjanjian kontrak ditanda tangani
10% x Rp. 40.000.000 = Rp. 4.000.000
Angsuran II, sebesar 20% dari total Fee Pelaksanaan dibayarka jika hasil pekerjaan
phisik telah mencapai 20%;
20% x Rp. 40.000.000 = Rp. 8.000.000
Angsuran III, sebesar 20% dari total Fee Pelaksanaan dibayarkan jika hasil
pekerjaan phisik telah mencapai 40%;
20% x Rp. 40.000.000 = Rp. 8.000.000
Angsuran IV, sebesar 20% dari total Fee Pelaksanaan dibayarkan jika hasil
pekerjaan phisik telah mencapai 60%;
20% x Rp. 40.000.000 = Rp. 8.000.000
Angsuran V, sebesar 20% dari total Fee Pelaksanaan dibayarkan jika hasil
pekerjaan phisik telah mencapai 80%;
20% x Rp. 40.000.000 = Rp. 8.000.000
Angsuran VI, sebesar 7,5% dari total Fee Pelaksanaan dibayarkan jika hasil
pekerjaan phisik telah mencapai 100%;
7,5% x Rp. 40.000.000 = Rp. 3.000.000
Angsuran VII, sebesar 2,5% dari total harga pekerjaan dibayarkan 30 hari setelah
serah terima bangunan
2,5% x Rp. 40.000.000 = Rp. 1.000.000
b) Apabila pihak I melakukan keterlambatan dalam pembayaran deposit, maka proyek
akan dihentikan
Pasal. 6
JANGKA WAKTU PEKERJAAN
a) Jangka waktu untuk melaksanakan pekerjaan tersebut ditetapkan selama 150 hari
kalender terhitung sejak saat dimulainya pekerjaan.
b) Apabila pihak II melakukan keterlambatan sesuai dengan ketentuan dalam ayat (a)
maka pihak I dapat meminta pertanggungjawaban pihak II
c) Proses pelaksanaan sub-pekerjaan finishing ini dimulai secara simultan dengan
pelaksanaan pekerjaan sturktur setidaknya dimulai setelah pekerjaan sturktur telah
mencapai 80 persen
d) Waktu pelaksanaan dihitung setelah sub-pekerjaan finishing benar-benar siap
dilaksanakan
e) Pihak I dan pihak II harus berusaha menjaga kelangsungan dan ketetapan waktu
pelaksanaan proyek dengan melaksanakan tugas dan kewajibanya masing-masing.
Pasal. 7
LAPORAN PROYEK
a) Pihak II membuat laporan tertulis mengenai penggunaan deposit dan kemudian
melaporkannya kepada Pihak I secara rutin
b) Pihak II membuat laporan perkembangan pelaksanaan proyek scara tertulis dan
kemudian melaporkannya kepada Pihak I pada tiap 20 persen perkembangan
kemajuan proyek.
Pasal 8
JAMINAN HASIL PEKERJAAN
a) Pihak II memberikan jaminan atas kerusakan komponen bangunan yang disebabkan
oleh kesalahan desain, kesalahan teknis dan kesalahan dalam pelaksanaan. Tapi
jaminan tersebut tidak berlaku jika kerusakan komponen bangunan disebabkan oleh
kesalahan Pihak I dalam penggunaan. Jaminan garansi tersebut diberikan selama 1
tahun terhitung sejak bangunan diserahterimakan kembali pada Pihak I, (Bentuk
mekanisme penjaminan juga mengacu pada ketentuan dalam kontrak ini).
b) Pihak II memberikan jaminan atas kekuatan struktur bangunan. Tapi jaminan tersebut
tidak berlaku jika kerusakan struktur akibat bencana alam dan faktor eksternal.
Jaminan garansi tersebut diberikan selama 40 tahun terhitung sejak bangunan
diserah/terimakan kembali pada Pihak I.
Pasal 9
KETENTUAN LAIN
a) Pihak II akan memberikan jaminan bahwa dengan metode ini Pihak I akan dapat lebih
menghemat anggaran hingga sekitar 30% (dari ketentuan pasal 4.a) jika dibandingkan
dengan sistim borongan. (hal ini akan tercapai bila Pihak I konsisten terhadap
spesifikasi dan aturan yang telah ditetapkan).
b) Pihak I boleh menambah spesifikasi bahan hingga alokasi anggaran maksimal naik 50
persen. (Rp.677.609.250,00 x 150 persen = Rp.[Link],00), jika lebih dari itu
Pihak I akan dikenai tambahan fee sebesar 10 persen dari jumlah penambahan.
c) Pihak I boleh melakukan perubahan dan tambahan pekerjaan finishing tapi jika
melebihi durasi yang ditetapkan (5 bulan), maka Pihak I akan dikenai tambahan fee
sebesar Rp.6.000.000,- per bulan.
d) Jaminan pada ayat (a) tidak berlaku jika terjadi kenaikan bahan bangunan dan upah
tenaga kerja disebabkan oleh fluktuasi mata uang, perubahan kebijakan pemerintah,
ekonomi makro dan factor eksternal.
e) Apabila terjadi pembengkakan anggaran dari yang telah ditetapkan pada Pasal 4,(a),
maka Pihak I berhak menghentikan pekerjaan dan atau memberikan sangsi kepada
Pihak II berupa pengurangan Fee Jasa Konsultan sebesar Prosentase pembengkakan
yang terjadi dari estimasi anggaran yang telah ditetapkan.
f) Apabila terjadi penghematan anggaran dari yang telah ditetapkan pada 4 ayat (a),
maka Pihak I akan memberikan bonus kepada Pihak II berupa
g) penambahan Fee Jasa Konsultan sebesar Prosentase penghematan yang terjadi dari
estimasi anggaran yang telah ditetapkan.
Contoh :
Estimasi anggaran yang ditetapkan adalah = Rp. 400.000.000,-
Realisasi anggaran yang dikeluarkan adalah = Rp. 350.000.000,-
Jadi besarnya penghematan adalah = Rp.50.000.000,-
Maka besarnya bonus tambahan adalah =
= 50.000.000
X Rp. 40.000.000 = Rp. 5.000.000,-
400.000.000
Pasal 10
BEA MATERAI
Bea materai dalam surat perjanjian ini dibebankan pada pihak II
Pasal 11
PENYELESAIAN PERSELISIHAN
a) Jika terjadi permasalahan dan perselisihan antara kedua belah pihak maka
didahulukan cara musyawarah untuk mufakat.
b) Jika jalan musyawarah tidak mampu menyelesaikan permasalahan yang terjadi, maka
kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan secara hukum di Pengadilan Negeri
Jakarta Selatan.
Pasal 12
Demikian surat perjanjian kontrak ini dibuat dalam rangkap secukupnya dan diberi
materai secukupnya, pada hari dan tanggal seperti tersebut di atas di Jakarta secara syah
dan mengikat.
Jakarta, 13 Maret 2007 Jakarta, 13 Maret 2007
Pihak II Pihak I
Ir. Saeful Hadi, SY, MM. Ida Riani