FI’I , FA’IL DAN MAF’UL
Disusun Sebagai Tugas Mandiri Pada Mata Kuliah Bahasa Arab
Dosen Pengampu: [Link] Mahdi,[Link].
Oleh:
Damayanti Anggraini NIM. 221120041
Faizal Zaki.M NIM. 221120043
Mochamed Arifin NIM. 221120055
Hidayatul Ahyar NIM. 221120056
Resya Aulia NIM. 221120069
Aisyah NIM. 221120070
PROGRAM STUDI HUKUM TATA NEGARA
FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN MAULANA HASANUDDIN
2023
FI’IL, FA’IL DAN MAF’UL
Oleh:
Kelompok 1
Mahasiswa Jurusan HTN Sultan Maulana Hassanuddin Banten
Abstract
In Indonesian grammar, a sentence consists of a subject and a predicate. Like
grammatical correctness, Arabic has Fa'il which acts as a subject in Arabic sentences.
Meanwhile, Fi'il acts as a predicate in Arabic sentences, and Maf'ul acts as an object.
This paper discusses the meaning of Fa'il and Fi'il, discusses the terms and division of
Fa'il in a sentence. And discusses the use of Fi'il which is usually always relevant to the
time that binds it, namely: Fi'il Madhi past verbs, Fi'il Mudhari verbs when they are/will
be, and Fi'il amr verbs command to do something. As well as discussing about Maf'ul as
a complement to the sentence, namely the object
Keywords: Sentence, Fi'il, Fa'il,Maf’ul
خالصة
فإن اللغة العربية لها فائل يعمل، مثل الصحة النحوية. تتكون الجملة من فاعل وخبر، في قواعد اللغة اإلندونيسية
تناقش. ويعمل المفول كشيء، يعمل فئيل كمسند في الجمل العربية، وفي الوقت نفسه.كموضوع في الجمل العربية
ويناقش استخدام الفائل الذي عادة. وتناقش مصطلحات وتقسيم الفقه في جملة، هذه الورقة معاني الفائلين والعاملين
/ وأفعال فيل ماضي عندما تكون، أفعال فييل ماضي السابقة: وهو، ما يكون وثيق الصلة بالوقت الذي يربطه
وكذلك مناقشة حول المفسر كمكمل للجملة وهي المفعول به. شئ ما. وأفعال فئيل عمرو بالقيام بذلك، ستكون
المفعل، الفقه، الفقه، الجملة:الكلمات المفتاحية
Abstrak
Dalam tata bahasa Indonesia, kalimat terdiri dari subjek dan predikat. Seperti halnya
kebenaran gramatikal, bahasa Arab memiliki Fa'il yang berperan sebagai subjek dalam
kalimat bahasa Arab. Sedangkan Fi'il berperan sebagai predikat dalam kalimat bahasa
Arab , dan Maf'ul yang berperan sebagai objek. Tulisan ini membahas pengertian Fa'il
dan Fi'il, membahas bagaimana ketentuan dan pembagian Fa'il dalam sebuah kalimat.
Dan membahas penggunaan Fi'il yang biasanya selalu relevan dengan waktu yang
mengikatnya, yaitu: Fi'il Madhi kata kerja lampau, kata kerja Fi'il Mudhari ketika
sedang/akan, dan kata kerja Fi'il amr perintah kepada lakukan sesuatu. Serta membahas
tentang Maf'ul sebagai pelengkap kalimat yaitu objek
Kata Kunci: Kalimat, Fi'il, Fa'il dan Maf’ul
Pendahuluan
Kitab suci Al-Quran adalah pedoman bagi umat manusia yang di wahyukan kepada
Nabi Muhammad SAW yang merupakan pedoman atau petunjuk bagi umat manusia
terutama umat muslim. Pedoman tentang tingkah laku manusia, baik individual maupun
kolektif. Al-Quran juga merupakan pedoman yang sangat dibutuhkan manusia dalam
mencapai kehidupan yang berdasarkan keadilan, kebenaran, kebajikan, dan moral yang
tinggi.
Bahasa yang digunakan oleh Al-Quran adalah bahasa Arab sehingga bahasa Arab
menjadi sumber utama pengetahuan tentang islam atau sarana pokok untuk memahami
isi dan kandungan kitab suci. Oleh karena itu sebagai umat Islam perlu sekali mengenai
tata bahasa Arab, dimana jika kita menguasai bahasa Arab baik ilmu nahwu, shorof dan
ilmu yang berkaiatn dengannya. Maka akan mempermudah baginya untuk memahami
islam secara utuh dengan memahami sumber-sumber ajaran islam yang semuanya
berasal dari Al-qur’an maupun hadists.
Dalam bahasa Indonesia penyusunan kata tersistematis begitu pula balam
penyusunan tata bahasa bahasa Arab. Seperti halnya bahasa Indonesia dalam bahasa
arab terdapat subjek yang di sebut dengan fail , predikat atau kata kerja yang di sebut
dengan fiil, dan Objek yang di sebut Maf’ul Makalah ini membahasa tentang fail dan
fiil dalam tata bahasa, bahasa Arab.
Pembahasan
A. Pengertian dan Pembagian Fail
Fail adalah isim marfu’ (yang dibaca rofa’) yang menjadi pelaku pekerjaan,
kedudukannya terletak setelah fiil, dalam suatu kalimat terdapat subjek yang akan
melakukan suatu hal subjek ini dalam bahasa arab di sebut dengan Fa’il. Dalam Fail
sendiri terbagi menjadi 2 ketentuan yaitu muanast dan mudzakar.
Contoh kalimat Fa’il, yaitu:
يجلس الط“““““““ا لبؤ
Keterangan: kalimat yang bergaris bawah berkedudukan fail
Adapun pembagiannya, fa’il terbagi menjadi 2 dari segi penggunaan, yaitu:
a. Fa’il Isim Zhohir
Fail isim zhohir ialah fail yang menyebutkan nama pelaku tanpa ikatan, atau
Fail isim zhohir adalah fail yang tidak berupa kata ganti. contoh; زيد ق
b. Fail Isim Dhomir.
Fail isim dhomir adalah fail yang tersimpan berupa kata ganti baik orang
pertama, kedua ataupun ketiga. Contoh يقومlafadz tersebut mengandung
dhomir هو/ dia seorang laki-laki
B. Pengertian Fi’il
Dalam bahasa Arab terdapat pula Kalimat Fi’il yaitu kata yang menunjukkan arti
pekerjaan atau peristiwa yang terjadi pada suatu masa atau waktu tertentu (lampau,
sekarang dan yang akan datang). Dalam bahasa Indonesia Fi’il berkedudukan
sebagai predikat atau kata kerja yang melengkapi subjek atau fail
Contoh kalimat Fi’il
ُ قَ َرْأ
َ ت ْال ِكت
َاب
Keterangan: kalimat yang bergaris bawah berkedudukan Fi’il
C. Macam-Macam Fa’il
Fi’il madhi adalah setiap kata kerja yang menunjukkan pekerjaan yang telah
terjadi di masa lampau. Dengan kata lain pekerjaan tersebut telah/sudah
dilaksanakan, baik dilaksanakan baru saja, tadi, kemarin, satu bulan yang lalu, atau
satu tahun yang lalu dan seterusnya.
Arti Contoh Kalimat
Saya telah membaca buku َ قَ َرْأتُ ا ْل ِكت
َاب
Anak laki-laki itu telah bermain bola َلَ ِع َب ا ْل َولَ ُد ا ْل ُك َّرة
Azizah telah pergi ke Perpustakaan ِ ََذ َهبَتْ َع ِز ْي َزةُ ِإلَى ا ْل َم ْكتَب
ت
Nabila dan Khodijah adalah َ ُنَبِ ْيلَةُ َو َخا ِد َجة
طالِبَتَا ِن فِ ْي ِت ْل َك ا ْل َجا ٍم َع ِة َو ُه َما
mahasiswa Universitas itu. Mereka سا لُ َغةَ ا ْل َع َر بِيَّ ِة
َ قَ ْد َد َر
berdua telah belajar bahasa Arab
Bayi itu telah mengantuk dikAmrnya س ال ِط ْف ُل فِي ُح ْج َر تِ ِه
َ نَ َع
Jika diperhatikan, perubahan fi’il madhi akan terlihat berbeda diakhirnya
sesuai dhamir-nya (kata ganti). Hal ini dapat digambarkan dalam table berikut:
Arti Fi’il Madhi Dhamir
Dia laki-laki telah mendengar س ِم َع
َ ه َُو
Dia (2 orang) laki-laki telah س ِم َعا
َ ُه َما
mendengar
Dia (jama’) laki-laki telah س ِم ُعوا
َ ُه ْم
mendengar
Dia Perempuan telah mendengar ْس ِم َعت
َ ِه َي
Dia (2 orang) perempuan telah س ِم َعتَا
َ ُه َما
mendengar
Dia (jama’) perempuan telah َس ِمعْن
َ َّهُن
mendengar
Kamu (laki-laki) telah َس ِمعْت
َ َاَ ْنت
mendengar
Kamu (2 orang laki-laki) telah س ِم ْعتُ َما
َ اَ ْنتُ َما
mendengar
Kamu (jama’ laki-laki) telah س ِم ْعتُ ْم
َ اَ ْنتُ ْم
mendengar
Kamu (Perempuan) telah ت
ِ س ِم ْع
َ ِ اَ ْن
ت
mendengar
Kamu (2 orang Perempuan) telah س ِم ْعتُ َما
َ اَ ْنتُ َما
mendengar
Kamu (jama’ perempuan) telah َّس ِم ْعتُن
َ َّاَنتُن
mendenger
Saya telah mendengar ُس ِمعْت
َ اَنَا
Kami/ Kita telah mendengar س ِم ْعنَا
َ ُنَ ْحن
Contoh Fi’il Madhi
Telah Telah Telah Telah Dhamir
Memasak Mengantuk Menulis Mendengar
َش ُج َع َ نَ َع
س َ َكت
َب َس ِم َع ُه َو
َش ُج َعا نَ َع َسا َكتَبَا َس ِم َعا ُه َما
َش ُجعُوا نَ َعسُوا َكتَبُوا َس ِمعُوا ُه ْم
ْ َش ُج َع
ت ْ نَ َع َس
ت ْ ََكتَب
ت ْ َس ِم َع
ت ِه َي
َش ُج َعتَا نَ َع َستَا َكتَبَتَا َس ِم َعتَا ُه َما
ََش ُج ْعن َنَ َع ْسن ََكتَ ْبن ََس ِم ْعن َّهُن
ََش ُجعْت َنَ َعسْت ََكتَبْت ََس ِمعْت َاَ ْنت
َش ُج ْعتُ َما نَ َع ْستُ َما َكتَ ْبتُ َما َس ِم ْعتُ َما اَ ْنتُ َما
َش ُج ْعتُ ْم نَ َع ْستُ ْم َكتَ ْبتُ ْم َس ِم ْعتُ ْم اَ ْنتُ ْم
ِ َش ُج ْع
ت ِ نَ َع ْس
ت ِ َكتَ ْب
ت ِ َس ِم ْع
ت ِ اَ ْن
ت
َش ُج ْعتُ َما نَ َع ْستُ َما َكتَ ْبتُ َما َس ِم ْعتُ َما اَ ْنتُ َما
َش ُج ْعتُ َّن نَ َع ْستُ َّن َكتَ ْبتُ َّن َس ِم ْعتُ َّن َّاَ ْنتُن
ُ َش ُجع
ْت ُ نَ َعس
ْت ُ َكتَب
ْت ُ َس ِمع
ْت اَنَا
َش ُج ْعنَا نَ َع ْسنَا َكتَ ْبنَا َس ِم ْعنَا ُنَ ْحن
Fi’il Mudhari’
Fi’il Mudhari’ adalah setiap kata kerja yang menunjukkan pekerjaan yang
sedang atau akan terjadi. Dengan kata lain pekerjaan tersebut sedang
dilaksanakan atau akan dilaksanakan.
Maksudnya fi’il mudhari’ itu harus selalu di rafa’ kan huruf akhirnya dan huruf
awalnya harus memakai salah satu dari huruf zaidah yang empat, yaitu hamzah,
nun, ya, dan ta, seperti lafazh:
يَ ْف َع ُل = Dia sedang melakukan (sesuatu)
تَ ْف َع ُل = Kamu sedang melakukan (sesuatu)
َأ ْف َع ُل = Aku sedang melakukan (sesuatu)
نَ ْف َع ُل = Kami (kita) sedang melakukan (sesuatu)
Arti Contoh Kalimat
Saya sedang/ akan membaca buku اَ ْق َرُأ ا ْل ِكت ََب
Anak laki-laki itu sedang/ akan َب ا ْل َوالَ ُد ال ُك َّرة
ُ يَ ْل َع
bermain bola
Azizah sedang/ akan pergi ke ُ ت َْذه
َب َع ِز ْي َزةُ ِإلَ َى ا ْل َم ْكتَبَ ِة
Perpustakaan
Nabila dan Khodijah sedang/ akan َ ُنَبِ ْيلَةُ َو َخا ِد َجة
طالِبَتَا ِن فِ ْي تِ ْل َك ا ْل َج ِم َع ِة َو ُه َما
belajar bahasa Arab سا ِن لُ َغةَ ا ْل َع َربِيَّ ِة
َ تَ ْد ُر
Bayi itu sedang/ akan mengantuk di س ال ِط ْف ُل فِي ُح ْج َرتِ ِه
ُ يَ ْن َع
kAmrnya
Jika diperhatikan, perubahan Fi’il Mudhari’ akan terlihat berbeda-beda di
akhir kata sesuai dhamir-nya (kata ganti). Perubahan pada fi’il mudhari’ akan
terlihat pada huruf mudhara’ah yang digunakan di awal dan akhir fi’il nya.
Adapun huruf mudhara’ah adalah 4 huruf hijaiyyah yang berbeda dalam fi’il
mudhari’, huruf tersebut adalah ن dan ت, ي,ا.
Arti Fi’il Madhi Dhamir
Dia laki-laki sedang/ akan س َم ُع
ْ َي ه َُو
mendengar
Dia (2 orang) laki-laki sedang/ س َم َعا ِن
ْ َي ُه َما
akan mendengar
Dia (jama’) laki-laki/ akan َس َم ُع ْون
ْ َي ُه ْم
mendengar
Dia Perempuan sedang/ akan ْ َت
س َم ُع ِه َي
mendengar
Dia (2 orang) Perempuan sedang/ ْ َت
س َم َعا ِن ُه َما
akan mendengar
Dia (jama’) Perempuan sedang/ َس َمعْن
ْ َي َّهُن
akan mendengar
Kamu (laki-laki) sedang/ akan ْ َت
س َم ُع َاَ ْنت
mendengar
Kamu (2 orang laki-laki) sedang/ ْ َت
س َم َعا ِن اَ ْنتُ َما
akan mendengar
Kamu (jama’ laki-laki) sedang/ ْ َت
َس َم ُع ْون اَ ْنتُ ْم
akan mendengar
Kamu (perempuan) sedang/ akan ْ َت
َس َم ِعيْن ِ اَ ْن
ت
mendengar
Kamu (2 orang Perempuan) ْ َت
س َم َعا ِن اَ ْنتُ َما
sedang/ akan mendengar
Kamu (jama’ perempuan) ْ َت
َس َمعْن َّاَنتُن
sedang/ akan mendenger
Saya sedang/ akan mendengar ْ َا
س َم ُع اَنَا
Kami/ Kita sedang/ akan ْ َن
س َم ُع ُنَ ْحن
mendengar
Contoh-contoh Fi’il Mudhari’
Sedang/ akan Sedang/ akan Sedang/ akan Sedang/ akan Dhamir
Memasak duduk Menulis mendengar
ْ َي
طبَ َخ ُيَجْ لِس ُيَ ْكتُب يَ ْس َم ُع ُه َو
طبَ َخا ِنْ َي يَجْ لِ َسا ِن ِ َيَ ْكتُب
ان يَ ْس َم َعا ِن ُه َما
ْ َي
َطبَ ُخون َيَجْ لِسُون َيَ ْكتُبُوْ ن َيَ ْس َمعُوْ ن ُه ْم
ْ ت
َطبَ ُخ ُتَجْ لِس ُتَ ْكتُب تَ ْس َم ُع ِه َي
ْ ت
َطبَ َخا ِن تَجْ لِ َسا ِن ِ َتَ ْكتُب
ان تَ ْس َم َعا ِن ُه َما
ْ َي
َطبَ ْخن َتَجْ لِ ْسن يَ ْكتُب َ“ْن َيَ ْس َم ْعن َّهُن
ْ ت
َطبَ ُخ ُتَجْ لِس ُتَ ْكتُب تَ ْس َم ُع َاَ ْنت
ْ ت
َطبَ َخا ِن تَجْ لِ َسا ِن ِ َتَ ْكتُب
ان تَ ْس َم َعا ِن اَ ْنتُ َما
ْ ت
ََطبَ ُخون َتَجْ لِسُون َتَ ْكتُبُوْ ن َتَ ْس َمعُوْ ن اَ ْنتُ ْم
ْ ت
ََطبَ ِخ ْين َتَجْ لِ ِس ْين َتَ ْكتُبِ ْين َتَ ْس َمع ْين ِ اَ ْن
ت
ْ ت
ََطبَ َخان تَجْ لِ َسا ِن ِ َتَ ْكتُب
ان تَ ْس َم َعا ِن اَ ْنتُ َما
ْ ت
ََطبَ ْخن َتَجْ لِ ْسن تَ ْكتُب َ“ْن َتَ ْس َم ْعن َّاَ ْنتُن
طبَ ُخْ َا ُاَجْ لِس ُاَ ْكتُب اَ ْس َم ُع اَنَا
ْ ن
َطبَ ُخ ُنَجْ لِس ُنَ ْكتُب نَ ْس َم ُع ُنَ ْحن
Fi’il Amr
Fi’il amr atau kata kerja perintah yang berisi pekerjaan yang dikehendaki
oleh mutakallim (pembicara) sebagai orang yang memerintahkan agar dilakukan
oleh mukhatab (lawan bicara) sebagai orang yang diperintah. Fi’il
Amar selamanya di jazm kan (akhirnya).
Perlu diingat bahwa yang menjadi fa’il (Pelaku) dari fi’il amr adalah dhamir
mukhatab (lawan bicara) atau “orang kedua” sebagai orang yang diperintah untuk
melakkukan pekerjaan tersebut. Dhamir mukhatab tersebut adalah: ,اee اَ ْنتُ َم, اَ ْنتُ ْم, َاَ ْنت
اَ ْنت,ت
ِ اَ ْن
Arti Contoh Kalimat
Pergilah (kamu laki-laki) ke masjid! ْ اِ ْذه َْب اِلَى ا ْل َم
س ِج ِد
Beramal lah (kalian) untuk akhirat اِ ْع َماَل َأِل ِخ َرتِ ُك َما
kalian!
Sayangilah (kamu perempuan) َأ ِخبِّي ُأ ِّم َك
ibumu!
Bacalah (kalian laki-laki) buku ini! َ اِ ْق َرُئوا َه َذا ا ْل ِكت
َاب
Duduklah (Kamu laki-laki) wahai س يَاَأ ِخ ْي
ْ ِاِ ْجل
saudaraku!
D. Pengertian Maf’ul
Isim maf’ul adalah kata benda dari fi’il mabni lil majhul untuk menunjukkan
kepada pihak yang dikenai fi’il (pekerjaan).
Contoh kalimat Maf’ul
ضربت زيد ا
Keterangan: kalimat yang bergaris bawah berkedudukan Fi’il
Maf’ul bih terbagi atas dua bagian:
1. Dzahir, yaitu maf’ul bih yang bukan terdiri dari kata ganti contoh : الفرس ركبت
2. Dhamir, yaitu maf’ul bih yang terdiri dari kata ganti
Kesimpulan
Fail merupakan isim marfu’ (yang di baca rofa’) yang menjadi pelaku
pekerjaan, kedudukan terletak setelah fiil atau syibhulfiil. Sedangkan Fi’il
adalah kata kerja yang dilakukan oleh sebuah subjek. Dalam Fiil terdapat 3
pembagian Fi’il, yaitu:
1. Fi’il madhi adalah lafazh yang menunjukkan kejadian (perbuatan) yang
telah berlalu dan selesai. Alamatnya ialah, sering dimasuki ta tanits yang
di sukun-kan.
2. Fi’il Mudhari’ adalah setiap kata kerja yang menunjukkan pekerjaan
yang sedang atau akan terjadi.
3. Fi’il amr atau kata kerja perintah yang berisi pekerjaan yang dikehendaki
oleh mutakallim (pembicara) sebagai orang yang memerintahkan agar
dilakukan oleh mukhatab (lawan bicara) sebagai orang yang diperintah
Maful adalah penlengkap dari suatu kalimat yaitu isimyang menerangkan objek
dalam suatu kalimat, Ketiganya sangat saling berkaitan dalam sebuh predikat
kata kerja di butuhkan subjek untuk melakukan hal itu. Begitupun dengan Fail
subjek membutuhkan predikat untuk keterangan apa yang subjek itu [Link]
terakhir objek sebagai pelengkat dari kedua kata tersebut.
Daftar Putsaka
Moch Anwar, Ilmu Nahwu Terjemahan Matan Al-Ajurumiyyah dan ‘Imrithy
Berikut Penjelasannya, Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2014.
Nawang Wulandari, Belajar Bahasa Arab Asyik dan Menyenangkan 2, Metro:
CV. Laduni Alifatama, 2018.
Syamsyul Ma’arif, Nahwu kila, Bandung: Nusa Aulia, 2010.
Wahidi. Ridhul, Pola-Pola Penggunaan Kata Isim dan Fail dalam Al-Quran,
Jurnal pendidikan bahasa Arab dan Kebahasaaraban , Arbiyat 2014.