BAB II
KOMPONEN SISTEM BASIS DATA
2.1 Komponen Sistem Basis Data
Sebuah basis data, secara lengkap akan terdapat komponen-komponen utama sebagai
berikut: (Fathansyah,2012)
1. Perangkat Keras (Hardware)
Perangkat keras biasanya terdapat dalam sebuah sistem basis data sebagai berikut:
a) Komputer (hanya satu untuk sistem yang stand alone atau lebih dari satu untuk sistem
jaringan).
b) Memori sekunder yang online (hardisk).
c) Memori sekunder yang offline (tape atau removable disk) untuk membantu dalam
backup data.
d) Media atau perangkat komunikasi (untuk sistem jaringan).
2. Sistem Operasi (Operating System)
Sistem operasi merupakan program yang mengaktifkan sistem komputer, mengendalikan
seluruh sumber daya (resource) dalam komputer dan melakukan operasi-operasi dasar
dalam komputer (operasi input/output, pengelolaan file, dan lain-lain). Sejumlah sistem
operasi yang banyak digunakan seperti : MS-DOS, MS-Windows, Linux (untuk komputer
stand alone atau komputer client dalam sistem jaringan) atau Novel-Netware, MS-
Windows server, Unix, Linux (untuk komputer server dalam sistem jaringan komputer).
3. Basis Data (Database)
Sebuah sistem basis data dapat memiliki beberapa basis data. Setiap basis data berisi
sejumlah objek basis data (seperti tabel, indeks, dan lain-lain).
4. Aplikasi Pengelola Basis Data (DBMS)
Pengelolaan basis data secara fisik tidak dilakukan oleh pemakai secara langsung, tetapi
ditangani oleh sebuah perangkat lunak (sistem) yang khusus. Perangkat lunak inilah
(disebut DBMS) yang akan menentukan bagaimana data diorganisasi, disimpan, diubah
dan diambil kembali. Ia juga menerapkan mekanisme pengamanan data, pemakaian data
secara bersama, pemaksaan keakuratan/konsistensi data, dan sebagainya.
4
5
5. Pengguna (User)
Ada beberapa jenis atau tipe pengguna pada suatu sistem basis data , dibedakan berdasarkan
cara pengguna berinteraksi ke sistem
a) Pogrammer
Pengguna yang berinteraksi dengan basis data melalui Data Manipulation Language
(DML), yang disertakan (embedded) dalam program yang ditulis dalam bahasa
pemrograman induk (seperti C, C++, Pascal, PHP, Java, dll).
b) User Mahir (Casual User)
Pemakai yang berinteraksi dengan sistem tanpa menulis modul program. Mereka
menyatakan query (untuk akses data) dengan bahasa query yang telah disediakan oleh
DBMS.
c) User Umum (End User/Naïve user)
Pemakai yang berinteraksi dengan sistem basis data melalui pemanggilan satu program
aplikasi permanen (executable program) yang telah disediakan sebelumnya.
2.2 Data Base Management System (DBMS)
Data Base Management System (DBMS) adalah perangkat lunak yang memungkinkan
pemakai untuk mendefinisikan, mengelola, dan mengontrol akses ke basis data. DBMS yang
mengelola basis data relational disebut dengan Relational Data Base Management System
(RDBMS). Berikut beberapa contoh software DBMS seperti Microsoft-Access, MySQL, MS-
SQL Server, Oracle, dBase, FoxBase, Rbase, Borland Paradox, dll.
2.3 Komponen DBMS
Menurut (Ladjamudin, 2004), komponen DBMS diklasifikasikan menjadi 5 yaitu:
1. Perangkat Keras
DBMS membutuhkan perangkat keras untuk bisa berfungsi dengan baik. Perangkat keras
tersebut dapat berupa Personal Computer (PC) yang stand alone maupun terkoneksi dalam
suatu jaringan.
2. Perangkat Lunak
Komponen perangkat lunak terdiri dari perangkat lunak DBMS itu sendiri bersama
dengan sistem operasi yang digunakan dan juga perangkat lunak jaringan yang ada di
dalamnya.
6
3. Data
Data merupakan komponen yang paling penting dalam suatu DBMS. Basis data terdiri
dari data-data operasional dan meta data. Struktur basis data biasa dinamakan sebagai
skema. Data didalam basis data mempunyai sifat terpadu (integrated) yang berarti berkas-
berkas data yang ada pada basis data saling terkait satu sama lain. Sifat yang kedua yaitu
berbagi (shared) yang berarti data dapat diakses dan digunakan oleh sejumlah pengguna.
4. Prosedur
Prosedur menghubungkan berbagai perintah, dan aturan-aturan yang akan menentukan
rancangan dan penggunaan basis data.
5. Pengguna
Pengguna akan berinteraksi dengan mesin (software dan hardware) melalui berbagai
prosedur dan aturan-aturan formal yang berlaku. Pengguna dapat dikategorikan ke dalam
empat golongan, yaitu:
A. Data Administrator (DA) dan Database Administrator (DBA)
1. Data Administrator (DA) akan bertanggung jawab dalam mengelola sumber daya
data berupa:
a) Pemeliharaan dan peremajaan suatu standarisasi formal yang berlaku.
b) Perencanaan basis data.
c) Pemeliharaan dan peremajaan suatu standarisasi formal yang berlaku.
2. Database Administrator (DBA) akan bertanggung jawab dalam mengelola sumber
daya fisik dari sistem basis data berupa:
a) Sebagai media penghubung/perantara dengan user.
b) Memiliki otoritas pengecekan dan menjalankan prosedur
validasi.
c) Mengontrol performasi data dan berhak memberi tanggapan atas
usulan-usulan perubahan dan peremajaan data.
d) Bertanggung jawab terhadap seluruh informasi yang berada
didalam database.
e) Bertanggung jawab terhadap strategi backup dan peremajaan
data.
f) Bertanggung jawab terhadap startegi pengaksesan data dan
mengorganisasikan file didalam media penyimpanan.
7
B. Database Designer
Dalam suatu proyek basis data yang besar dan kompleks kita dapat membagi database
designer menjadi dua yaitu:
1. Logical Database Designer
Logical database designer bertugas mengidentifikasikan data seperti entitas,
atribut, kardinalitas relasi dari data tersebut dan bagaimana data tersebut disimpan
didalam media penyimpanan sekunder.
2. Physical Database Designer
Physical database designer bertugas melakukan mapping terhadap model data
logical ke dalam sekumpulan tabel atau relasi yang terintegrasi, merancang dan
menentukan standarisasi keamanan data.
C. Programmer Aplikasi
Setelah basis data sudah diimplementasikan maka programmer akan membuat berbagai
fungsi dalam sistem komputer.
D. End User
End user terdiri dari dua yaitu:
1. Naïve User (User Umum)
Naïve user adalah mereka yang dapat mengenali DBMS. Pengguna tersebut
mengakses basis data dengan menginput atau memasukkan perintah-perintah
sederhana dari sistem menu.
2. Sophisticated User (User Mahir)
Sophisticated User adalah pengguna yang dapat menggunakan bahasa query tingkat
tinggi seperti SQL untuk menampilkan atau membuat operasi-operasi yang
diinginkan.
2.4 Keuntungan dan Kekurangan DBMS
Keuntungan DBMS, sebagai berikut:
- Pengontrolan kerangkapan data - Konsistensi data
- Lebih banyak informasi dari jumlah data yang sama - Sharing data
- Peningkatan integrasi data - Peningatan keamanan
- Penegakan standar layanan
8
Kekurangan DBMS, sebagai berikut:
- Kompleksitas - Ukuran
- Biaya DBMS - Biaya Peangkat keras tambahan
- Biaya konversi teknologi - Performa
- Dampak kegagalan yang lebih besar