0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
105 tayangan5 halaman

Prinsip Pelaporan Keberlanjutan GRI

Dokumen tersebut membahas tentang prinsip pelaporan dan standar pelaporan Global Reporting Initiative (GRI) untuk laporan keberlanjutan. Terdapat dua kelompok prinsip pelaporan yaitu untuk menentukan konten laporan dan kualitas laporan. Standar GRI terdiri atas standar universal dan topik spesifik yang mencakup aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial. Standar-standar ini digunakan untuk melaporkan informasi tentang dampak organisasi secara keber

Diunggah oleh

Luh Gede Candra KD
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
105 tayangan5 halaman

Prinsip Pelaporan Keberlanjutan GRI

Dokumen tersebut membahas tentang prinsip pelaporan dan standar pelaporan Global Reporting Initiative (GRI) untuk laporan keberlanjutan. Terdapat dua kelompok prinsip pelaporan yaitu untuk menentukan konten laporan dan kualitas laporan. Standar GRI terdiri atas standar universal dan topik spesifik yang mencakup aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial. Standar-standar ini digunakan untuk melaporkan informasi tentang dampak organisasi secara keber

Diunggah oleh

Luh Gede Candra KD
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

AKUNTANSI KEBERLBANJUTAN

Prinsip Pelaporan dan Pengungkapan Standar GRI

Dosen Pengampu:

Ni Wayan Yulianita Dewi, S.E., MSA, Ak.

Disusun Oleh:

Ni Luh Gede Candra KD

2117051146

4C

FAKULTAS EKOMONI, PRODI S1 AKUNTANSI

UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

SINGARAJA

2023
Prinsip prinsip pelaporan

Prinsip Pelaporan berperan penting sebagai mencapai transparansi pelaporan keberlanjutan dan
oleh karena itu harus diterapkan oleh semua organisasi ketika menyusun laporan keberlanjutan.
Panduan Penerapan menjelaskan suatu proses wajib yang harus diikuti oleh sebuah organisasi dalam
pengambilan keputusan agar sesuai dengan Prinsip-prinsip Pelaporan. Prinsip-prinsip tersebut dibagi
menjadi dua kelompok: Prinsip-prinsip untuk Menentukan Konten Laporan dan Prinsip-prinsip untuk
Menentukan Kualitas Laporan. Prinsip-prinsip untuk Menentukan Konten Laporan menjelaskan proses
yang harus diterapkan untuk mengidentifkasi apa konten laporan yang harus dibahas dengan
mempertimbangkan aktivitas, dampak, dan harapan serta kepentingan yang substantif daripara
pemangku kepentingannya. Prinsip-prinsip untuk Menentukan Kualitas Laporan memberikan arahan
berupa pilihan-pilihan untuk memastikan kualitas informasi dalam laporan keberlanjutan,
termasukpenyajian yang tepat. Kualitas informasi adalah hal yang penting untuk memungkinkan
parapemangku kepenting dapat membuat asesmen kinerja yang masuk akal serta mengambil tindakan
yang tepat.

1. PRINSIP UNTUK MENETUKAN KONTEN LAPORAN


Prinsip-prinsip ini dirancang untuk digunakan secara bersamaan guna menentukankonten
laporan. Prinsip-prinsip tersebut yaitu:
a. Pelibatan Pemangku Kepentingan Prinsip: Organisasi harus mengidentifikasi para
pemangku kepentingannya,dan menjelaskan bagaimana organisasi telah
menanggapi harapan dankepentingan wajar dari mereka. Harapan dan
kepentingan yang wajar dari pemangku kepentingan merupakan acuan utama dalam
banyak pengambilan keputusan dalam menyiapkan laporan.
b. Konteks Keberlanjutan Prinsip: Laporan harus menyajikan kinerja organisasi
dalam konteks keberlanjutan yang lebih luas. Informasi mengenai kinerja harus
disertakan sesuai konteks. Pertanyaan yang mendasari pelaporan keberlanjutan
adalah bagaimana sebuah organisasi berkontribusi, atau bertujuan untuk
memberikankontribusi di masa mendatang, terhadap peningkatan atau penurunan
kondisi,pengembangan, dan tren ekonomi, lingkungan, serta sosial di tingkat
lokal,regional, atau global.
c. Materialitas Prinsip: Laporan harus mencakup Aspek yang:
 Mencerminkan dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial yangsignifikan
dari organisasi; atau
 Secara substansial memengaruhi asesmen dan keputusan pemangku
kepentingan.
d. Kelengkapan Prinsip: Laporan harus berisi cakupan Aspek Material dan Boundary,
cukupuntuk mencerminkan dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial yang
signifikan, serta untuk memungkinkan pemangku kepentingan dapat menilai kinerja
organisasi dalam periode pelaporan.
2. PRINSIP UNTUK MENENTUKAN KUALITAS LAPORAN
a. Keseimbangan Prinsip: Laporan harus mencerminkan aspek-aspek positif dan negatif
dari kinerja organisasi untuk memungkinkan dilakukannya asesmen yang beralasan atas
kinerja organisasi secara keseluruhan.
b. Komparabilitas Prinsip: Organisasi harus memilih, mengumpulkan, dan melaporkan
informasi secara konsisten. Informasi yang dilaporkan harus disajikan dengan cara yang
memungkinkan para pemangku kepentingan menganalisis perubahan kinerja organisasi
dari waktu ke waktu, dan yang dapat mendukung analisis relative terhadap organisasi
lain.
c. Akurasi Prinsip: Informasi yang dilaporkan harus cukup akurat dan terperinci bagi
parapemangku kepentingan untuk dapat menilai kinerja organisasi. Respon atas DMA
dan Indikator ekonomi, lingkungan, dan sosial dapat disampaikan melalui
berbagai cara, mulai dari tanggapan kualitatif sampai pengukuran kuantitatif yang
detail. Karakteristik yang menentukan keakuratan bervariasi sesuai dengan sifat
informasi dan pengguna informasi tersebut.
d. Ketepatan Waktu Prinsip: Organisasi harus membuat laporan dengan jadwal
yang teratur sehingga informasi tersedia tepat waktu bagi para pemangku
kepentingan untuk membuat keputusan yang tepat. Manfaat informasi terkait erat
dengan kapan informasi tersebut disajikankepada para pemangku kepentingan
sehingga mereka dapat mengintegrasikannya secara efektif dalam pengambilan
keputusan.
e. Kejelasan Prinsip: Organisasi harus membuat informasi tersedia dengan cara yang dapat
dimengerti dan dapat diakses oleh pemangku kepentingan yang menggunakan laporan.
Informasi harus disajikan dengan cara yang dapat dipahami oleh para
pemangku kepentingan yang memiliki pemahaman yang wajar mengenai
organisasi dan aktivitasnya.
f. Keandalan Prinsip: Organisasi harus mengumpulkan, mencatat, menyusun,
menganalisis,dan mengungkapkan informasi serta proses yang digunakan untuk
menyiapkan laporan agar dapat diuji, dan hal itu akan menentukan kualitas
serta materialitas informasi. Para pemangku kepentingan harus memiliki keyakinan
bahwa laporan dapat diuji untuk dapat menetapkan kebenaran isinya dan
sejauh mana Prinsip-prinsip Pelaporan telah diterapkan dengan benar.

Standar Pelaporan GRI

Standar GRI dirancang untuk organisasi-organisasi dalam melaporkan tentang dampak mereka
terhadap ekonomi, lingkungan, dan/atau masyarakat. Menggunakan Standar GRI sebagai rangkaian
untuk menyusun laporan keberlanjutan, Standar GRI disusun sebagai serangkaian standar yang saling
terkait. Standar-standar ini telah dikembangkan terutama untuk digunakan bersama-sama dalam
membantu organisasi menyiapkan laporan keberlanjutan yang didasarkan pada Prinsip-Prinsip
Pelaporan dan berfokus pada topik yang material.

Standar Diagi menjadi 2 yaitu


1. Standar Universal dibagi menjadi 3 standar seri 100
a. GRI 101: Landasan adalah titik awal untuk penggunaan rangkaian Standar
GRI. GRI 101 menetapkan Prinsip-Prinsip Pelaporan untuk menentukan isi dan
kualitas laporan. Ini mencakup persyaratan untuk mempersiapkan laporan
keberlanjutan sesuai dengan Standar GRI, dan menjelaskan bagaimana Standar
GRI dapat digunakan dan dirujuk.
b. digunakan untuk melaporkan informasi kontekstual tentang sebuah organisasi
dan praktik pelaporan keberlanjutannya. Ini termasuk informasi tentang profil,
strategi, etika dan integritas, tata kelola, praktik keterlibatan pemangku
kepentingan, dan proses pelaporan organisasi.
c. GRI 103: Pendekatan Manajemen digunakan untuk melaporkan informasi
tentang bagaimana sebuah organisasi mengelola topik material. Hal ini
dirancang untuk digunakan untuk setiap topik material dalam laporan
keberlanjutan, termasuk yang dicakup oleh Standar GRI untuk topik spesifik (seri
200, 300, dan 400) dan topik material lainnya.

2. Standar topik spesifik ,Seri 200 (Topik ekonomi), Seri 300(Topik lingkungan), Seri 400
(Topik sosial).

Seri 200, 300, 400 mencakup banyak Standar topik spesifik. Seri-seri ini
digunakan untuk melaporkan informasi mengenai dampak organisasi yang terkait
dengan topik-topik ekonomi, lingkungan dan sosial (misalnya Dampak Ekonomi Tidak
Langsung, Air, atau Kepegawaian).Untuk menyiapkan laporan keberlanjutan sesuai
dengan Standar GRI, sebuah organisasi yang menerapkan Prinsip Pelaporan untuk
mendefinisikan isi laporan dari GRI 101: Landasan untuk mengidentifikasi topik
ekonomi, lingkungan, dan/atau sosial yang material. Topik-topik material ini
menentukan Standar topik spesifik mana yang digunakan organisasi untuk menyiapkan
laporan keberlanjutan.

Nara Sumber :

[Link] pertama kali diindeks oleh Google pada September 2013

[Link]
keberlanjutan-dan-prinsip-pelaporan/24126412
[Link] pertama kali diindeks oleh Google lebih dari 10 tahun lalu

[Link]
[Link]

Anda mungkin juga menyukai