Praktikum Teknik Digital IT-PLN
Praktikum Teknik Digital IT-PLN
NIM :……………………......
PETUNJUK PRAKTIKUM
TEKNIK DIGITAL
TIM PENYUSUN
Asisten Laboratorium :
❖ Koodinator Asisten : Fadila Annas (2017-11-063)
❖ Anggota : Muhamad Faisal Amirul M. (2017-11-020)
Dian Kartika Fitri (2017-11-327)
Chintia Anggelia P. (2017-11-035)
Nova Putri Argatari (2017-11-007)
Fadhillah Ainun Auliya (2017-11-027)
Anis Faiqotul Himmah (2017-11-055)
Arisna Wijayanti Chasanah (2017-11-080)
Arif Rahman Hakim (2017-11-108)
Ummu Kalsum Ramadhani (2017-11-119)
Rifki Satrio Wijanarko (2017-11-197)
Okki Dwi Aditama (2017-11-237)
Afif Ihza Fauzan (2017-11-249)
Ahmad Naufal Rifqi F. (2017-11-250)
TATA TERTIB
LABORATORIUM TEKNIK DIGITAL
1. Praktikan wajib memiliki modul praktikum sendiri dan membawa modul, kartu
praktikum yang sudah ditempel foto dan diisi lengkap datanya, beserta map. Jika terbukti
meminjam modul praktikum praktikan lain dan lupa membawa kartu/map maka asisten
berhak melarang praktikan, untuk mengikuti praktikum.
2. Saat praktikum, praktikan wajib memakai kemeja, jas laboratorium, bercelana rapi serta
bersepatu (tidak flatshoes).
3. Praktikan sudah harus ada di laboratorium 15 menit sebelum praktikum dimulai.
Toleransi Keterlambatan 15 menit dari praktikum dimulai • Jika praktikan terlambat
kurang 15 menit, diperkenankan ikut praktikum tanpa pemberian waktu tambahan dan
tes awal dilakukan bersama-sama sebelum praktikum. • Jika praktikan terlambat lebih
dari 15 menit dengan keterangan dan disertai bukti yang kuat, praktikan diperkenankan
mengikuti tes awal dan praktikum (jika tidak terdapat keterangan yang jelas, maka
praktikan tidak diperkenankan mengikuti praktikum)
4. Tes awal diadakan untuk menguji kesiapan praktikan. Jika praktikan mendapat nilai test
awal < 60 , maka tidak diperkenankan mengikuti praktikum.
5. Asisten tidak akan memberikan praktikum pengganti/susulan akibat pembatalan karena
kesalahan praktikan. Nilai praktikan untuk modul yang bersangkutan sama dengan nol
(0). Jika anda sakit, anda harus melampirkan surat keterangan dokter.
6. Laporan praktikum disusun dengan ketentuan penulisan dan diserahkan sesuai jadwal
yang telah diberikan oleh asisten. Penyerahan tidak bisa diwakilkan, karena praktikan
harus sudah siap untuk menghadapi presentasi.
7. Jika praktikum bentrok dengan waktu ujian atau kuis, maka anda harus segera mengurus
perpindahan waktu praktikum dengan mengambil formulir perubahan jadwal praktikum
dan anda harus mencari teman yang bisa bertukar waktu praktikum dan anda wajib
meminta tanda tangan teman yang sepakat untuk menukar jadwal, kordas, asisten yang
menaungi anda dan instruktur laboratorium (dengan format formulir yang sudah
disediahkan).
8. Keterlambatan penyerahan laporan Praktikum akan mengakibatkan nilai laporan anda
berkurang 1/7 untuk satu hari keterlambatan dari total nilai dan jika terlambat 1 minggu
berarti nilai laporan praktikum anda sama dengan nol (0). Laporan yang diketahui
terdapat kecuragan akan dianggap bernilai nol (0).
9. Harap menjaga perilaku dan tutur kata anda selama proses praktikum berlangsung
karena itu juga mempengaruhi nilai praktikan . Jika praktikan mengucapkan kata yang
tidak pantas dan berperilaku tidak sopan saat praktikum berlangsung maka asisten
berhak mengeluarkan dari laboratorium.
10. Hal-hal yang perlu dipersiapakan dan dibawa untuk praktikum Teknik Digital :
a. Modul praktikum
b. Kartu Praktikum
c. Foto terbaru anda ukuran 3x4 (3 lembar)
d. Map warna sesuai kelas
e. 1 lembar HVS
2. Untuk gambar didalam modul, diperbolehkan diprint akan tetapi bukan ditempel
3. Diprint & ditulis dengan kertas HVS A4, format kertas seperti contoh berikut :
IT-PLN
4. Susunan Laporan praktikum masing-masing bab dan sub bab terdiri dari :
a. Judul Praktikum
b. Tujuan Praktikum
c. Alat Percobaan
d. Teori Modul
e. Teori Tambahan (minimal 3 lembar bab / 2lembar tiap sub bab modul)
f. Langkah Percobaan
g. Data Pengamatan : Tabel ditulis tangan
h. Tugas :
1. Pernyataan dimodul
2. Tugas Akhir
i. Analisa Praktikum ( minimal 2 lembar bab modul / 1lembar sub bab modul)
j. Kesimpulan ( minimal 1 lembar bab modul / 1 lembar masing-masing sub
bab modul )
5. Setelah laporan selesai, Laporan diberi cover, dengan format sebagai berikut :
NAMA: NAMA:
NIM: NIM:
KELAS: KELAS:
KELOMPOK: KELOMPOK:
[Link]: [Link]:
ASISTEN:
Untuk cover laporan praktikum di print di kertas bufallo dengan warna bufallo sesuai kelas
6. Laporan WAJIB dijilid spiral plastik
7. Laporan di acc 3 (tiga) hari setelah praktikum ke – 3
8. Setelah laporan di acc oleh asisten, WAJIB dikumpul 2 hari berikutnya setelah acc.
9. Laporan yang tidak sesuai format akan dikembalikan dan otomatis mendapat pengurangan
nilai
10. Laporan yang merupakan hasi fotocopy / scan, tidak akan diterima dan dinyatakan tidak
lulus dalam mata kuliah praktikum Teknik Digital
KARTU PRAKTIKUM
LABORATORIUM DASAR
TEKNIK ELEKTRO
NAMA : _____________________________________
NIM : _____________________________________
Praktikum : _____________________________________
Photo
Kelompok : _____________________________________ 3x4
Jurusan : _____________________________________
Asisten : ________________________________________________
INSTITUT TEKNOLOGI-PLN
Kampus : Menara PLN, Jl. Lingkar Luar Barat, Duri Kosambi, Cengkareng.
Jakarta Barat 11750 Telp. 021-5440342, Fax. 021-5440343
DAFTAR ISI
TEORI DASAR
I. Sistem Bilangan
N = ... + 8 d3 + 4 d2 + 2d1 + 1 d0
dimana d3, d2, d1, d0 merupakan angka 0 atau 1
1101 = (1 x 23 + 1 x 22 + 0 + 21 + 0 + 20 ) desimal
1101 = (8 + 4 + 0 + 1) desimal
1101 = 13 desimal
Dari formula diatas , maka bilangan biner mempunyai bobot untuk tiap-tiap bit
(binary digit) :
Bit n Bit 7 Bit 6 Bit 5 Bit 4 Bit 3 Bit 2 Bit 1 Bit 0
n 7 6 5 4 3 2
2 =x 2 2 2 2 2 2 21 20
Di dalam elektronika, digital bilangan biner ini mewakili keadaan ON atau OFF, tergantung
keadaannya.
Misal : bilangan 1 disebut sebagai keadaan HIGH (tinggi)
bilangan 0 disebut sebagai keadaan LOW (rendah)
atau bilangan 1 menyatakan keadaan ON dan bilangan 0 menyatakan keadaan OFF,
atau sebaliknya tergantung kepada keadaan aktif dari rangkaian. Bila rangkaian
menyatakan keadaan aktif HIGH berarti 1 => ON dan 0 => OFF tetapi bila rangkaian
menyatakan keadaan aktif LOW berarti 1 => OFF dan 0 => ON
Contoh:
1. Ubahlah bilangan biner ini ke desimal : 10110
Jawab : N = 1 x 24 + 0 x 23 + 1 x 22 + 1 x 21 + 0 x 20
= 16 + 0 + 4 + 2 + 0
= 22 (desimal)
13 : 2 = 6 sisa 1 bit ke - 1
Jadi 26 (desimal) = 11010 (biner) (diambil dari bit terbesar => terkecil)
Contoh :
= 3 x 161 + 11 x 160
= 48 + 11 = 59 (desimal)
2. Boolean Dasar
2.1 Aljabar Boolean
Aljabar Boolean digunakan untuk mendisain suatu rangkaian elektronika digital agar
terhindar dari kesalahan.
Ada 10 teorema aljabar Boolean yang harus diikuti apabila kita menemui permasalahan:
1. Hukum Komutatif
• A+B=B+A
• A.B=B.A
2. Hukum Assosiatif
• (A + B) + C = A + (B + C)
• (A . B) . C = A . (B . C)
3. Hukum Distributif
• A . (B + C) = A . B + A . C
• A + (B . C) = (A + B) . (A + C)
4. Hukum Identitas
• A+A=A
• A.A=A
5. Hukum Negasi
• (Ā) = Ā
• (Ā) = A
6. Hukum Redundance
• A+A.B=A
• A . (A + B) = A
7. Hukum De Morgan
• (A + B) = Ā . B
• (A . B) = Ā + B
8. Lain-lain
• 0+A=A
• 1.A =A
• 0.A =0
• Ā+A=1
• Ā.A =0
• A + A. B = A + B
• A. (A + B) = A . B
MODUL I
GERBANG LOGIKA DASAR DAN TAMBAHAN
I. Tujuan
Memahami pemrosesan data pada gate dasar dan gate tambahan.
GATE DASAR
Harga peubah (variabel) logika, pada dasarnya hanya dua, yaitu benar (true)atau
salah (false). Dalam persamaan logika, umumnya simbol 1 dipakai untukmenyatakan benar
dan simbol 0 dipakai untuk untuk menyatakan salah. Denganmemakai simbol ini, maka
keadaan suatu logika hanya mempunyai dua kemungkinan,1 dan 0. Kalau tidak 1, maka
keadaan itu harus 0 dan kalau tidak 0 makakeadaan itu harus 1.
Operasi yang paling mendasar dalam logika adalah penyangkalan dengankata-kata
"tidak" (NOT). Jadi, "benar" adalah "tidak salah" dan "salah" adalah"tidak benar".
Operasi ini dikenal secara umum dengan nama "inversion"yang disimbolkan dengan garis
di atas peubah yang disangkalitu.
Gerbang elektronik yang berfungsi menidakkan ini disebut gerbang NOTdan sering
juga disebut "inverter". Bila masukan gerbang NOT dinamakan A dankeluarannya
dinamakan Z, maka hubungan masukan dan keluaran itu dituliskansebagai:
Z = 𝐴̅
Hal ini berlaku secaraumum dalam aljabar Boole dan untuk peubah yang aktif untuk
tegangan 0 Volt(rendah) sering diberi nama dengan garis komplemen diatasnya.
Bentukkeluaran suatu rangkaian logika dalam bentuk fungsi Boole dapat diperolehdengan
mudah dari tabel kebenaran rangkaian logika yang bersangkutan. Tetapifungsi yang
dihasilkan dari tabel kebenaran umumnya belumlah dalam bentukyang sederhana, yang
membutuhkan gerbang yang paling sedikit, dan masihperlu disederhanakan.
Dua operasi yang paling mendasar lainnya dalam aljabar logika adalah operasi"DAN"
(AND) dan operasi "ATAU" (OR). Gerbang elektronik yang merealisasikanlogika ini
masing-masing diberi nama gerbang "AND" dan gerbang"OR". Perlu ditegaskan kembali
bahwa untuk logika positif yang dipakaiseterusnya dalam buku ini, 1 diartikan benar dan
0 diartikan salah dan secaraelektroniknya, 1 diartikan sebagai tegangan tinggi (paling
umum adalah +5 Volt)dan 0 diartikan sebagai tegangan rendah (0 Volt). Tegangan
elektronik 0 - 5 Voltini dikenal sebagai level TTL, singkatan dari Transistor-Transistor
Logic. Untuk suatu gerbang OR dengan 2 masukan, katakanlah A dan B,keluarannya akan
benar (= 1) bila salah satu masukan A "atau" B adalah benardan keluaran itu akan salah (=
0) bila kedua masukan A dan B secara bersama – sama.
salah. Untuk gerbang AND dengan dua masukan A dan B, keluarannyaakan benar
hanya bila kedua masukannya A "DAN" B adalah benar dan salahbila salah satu masukan
itu salah.
GATE TAMBAHAN
I. Tujuan
Memahami pemrosesan input pada NAND Gate
II. Alat dan Bahan
1. Board #1
2. Jumper
3. Kabel Power
III. Langkah Percobaan
…………………………………………………………………………………………
I. Tujuan
Memahami pemrosesan input pada NOT Gate
II. Alat dan Bahan
1. Board #1
2. Jumper
3. Kabel Power
III. Langkah percobaan
.................................................................................................................
IV . Data Pengamatan
Kemudian isilah tabel berikut, dengan mengatur saklar input A dan B
A B Y
0 0
0 1
1 0
1 1
MODUL II
MULTIPLEKSER
I. Tujuan
Memahami proses multiplexing (Mux) pada sebuah multiplekser.
Fungsi Multiplekser :
• Seleksi data.
• Multiplekser biasanya menentukan perjalanan data dari satu sumber data diantara
beberapa sumber ke satu tujuan.
• Kebanyakan system digital memproses data biner secara parallel atau seluruh bit
secara bersamaan, karena teknik ini akan bekerja lebih cepat. Namun apabila data ini
harus disalurkan ke beberapa tempat yang relatif jauh, susunan parallel ini menjadi
tidak efektif karena memerlukan lebih banyak saluran transmisi. Maka, data biner
berbentuk parallel sering diubah menjadi bentuk data seri sebelum disalurkan ke
tujuan yang jauh tersebut.
V. Langkah Percobaan
Perhatikan gambar 2.1. di atas. Input multiplekser terdiri dari 2 kelompok yaitu A dan B serta
output Y. Input A terdiri dari 1A, 2A, 3A, dan 4A sedangkan input B terdiri dari 1B, 2B, 3B,
4B. Untuk output Y terdiri dari 1Y, 2Y, 3Y dan 4Y. Indikator untuk input A dan B
menggunakan LED serta output Y menggunakan LED juga. Jika LED menyala berarti logika
‘1’ dan bila padam berarti logika ‘0’.
1A 2A 3A 4A 1B 2B 3B 4B Ā/B G 1Y 2Y 3Y 4Y
1 0 1 0 0 1 0 1 0 1
1 0 1 0 0 1 0 1 1 1
0 1 0 1 1 0 1 0 0 0
0 1 0 1 1 0 1 0 1 0
0 0 0 0 1 1 1 1 0 0
0 0 0 0 1 1 1 1 1 0
Kesimpulan apakah yang bisa anda tarik?
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
MODUL III
SERIAL INPUT PARALEL OUTPUT (SIPO)
I. Tujuan
Memahami pergeseran data dengan menggunakan shift register jenis Serial Input-
Paralel Output (SIPO)
II. Alat dan Bahan
[Link] #1
[Link]
[Link] Power
III. Teori Modul
Pada bagian ini akan dibahas rangkaian penggeser data, yang tidaklain
merupakan bagian dari fungsi pembentukan format data serial kebentuk format
dataparalel. Salah satu piranti yang memiliki fungsi iniadalah IC 74164. fasilitas yang
disediakan adalah :
V. Langkah Percobaan
5. Hubungkan menggunakan jumper pin CLOCK pada pin CLOCK yang terdapat
pada board MONOSTABLE MV
MODUL IV
PARALEL INPUT PARALEL OUTPUT (PIPO)
I. Tujuan
Memahami pergeseran data dengan menggunakan shift register jenis Paralel Input-
Paralel Output (PIPO)
II. Alat dan Bahan
1. Board#1
2. Jumper
3. Kabel Power
III. Teori Modul
Untuk register parallel in - parallel out (PIPO), semua bit data terbaca secara parallel
pada keluaran setelah data diberikan pada masukan secara parallel. Pemasukan bit data
secara parallel tersebut dilakukan secara bersamaan, yaitu dengan memberikan satu
kali clock maka data akan disimpan oleh flipflop. Oleh karena bit data jumlahnya
adalah 8 bit maka kombinasi nilai yang tersimpan adalah berbatas terendah (0000
0000)B = (0)D dan batas tertinggi adalah (1111 1111)B = (255)D.
Gambar 4.1 merupakan rangkaian register dengan masukan parallel dan keluaran
parallel, sedangkan clock untuk memasukan data diberikan secara bersamaan. Untuk
memasukan data secara parallel dikendalikan oleh L /bit, (L=load, R=read) jadi pada
saat diberi logika 1 dengan disertai satu kali clock maka data secara parallel dimasukan
mulai dari D0 sampai dengan D7. Sedangkan untuk mengeluarkan bit data yang
tersimpan dalam register tersebut harus diberikan logika 0 pada saluran L , dan data
secara paralel dapat dikeluarkan secara serentak (bersamaan) melalui Q0 sampai Q7
tanpa pemberian clock. Hal ini bisa terjadi karena untuk setiap keluaran flip=flop
disambung ke gerbang AND, sedangkan inputan gerbang AND satunya lagi
disambungkan dengan saluran L = 0, dengan adanya gerbang NOT maka semua
gerbang AND mendapat logika 1 sehingga Q0 sampai Q7 sama dengan isi register.
V. Langkah Percobaan
KELUARAN
D0 D1 D2 D3 D4 D5 D6 D7 D0’ D1’ D2’ D3’ D4’ D5’ D6’ D7’
CLK ON berarti tombol push button TRIGGER di blok Monostable MV (Clock) ditekan
kemudian dilepas.
Pada baris ke-2 dari tabel di atas, bagaimanakah kondisi dari D0 - D7 dan D0’ - D7’ dan
seterusnya sampai baris ke -6
MODUL V
BCD to 7-Segment
I. Tujuan
Memahami Proses Penampilan Bilangan Desimal pada Sevent Segment
II. Alat & Bahan
1. Board #2
2. Jumper
3. Kabel Power
III. Toeri Modul
V. Langkah Percobaan
Perhatikan gambar 5.1. diatas. Input BCD To 7 Segment terdiridari 4 yaitu A, B, C dan
D serta output a,b,c,d,e,f . Semua indicator untuk input menggunakan LED dan output
menggunakan 7 Segment. Jika LED menyala berarti logika ‘1’ dan bila padam berarti logika
‘0’.
Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukan praktikum ini adalah :
1. Hubungkan catu daya dengan menancapkan konektor ke board dan nyalakan catu
dayanya.
2. Hubungkan saklar input A menggunakan jumper dengan pin A.
3. Hubungkan saklar input B menggunakan jumper dengan pin B.
4. Hubungkan saklar input C menggunakan jumper dengan pin C.
5. Hubungkan saklar input D menggunakan jumper dengan pin D.
6. Kemudian isilah tabel berikut
D C B A No
0 0 0 0 1
0 0 0 1 2
0 0 1 0 3
0 0 1 1 4
0 1 0 0 5
0 1 0 1 6
0 1 1 0 7
0 1 1 1 8
1 0 0 0 9
1 0 0 1 10
1 0 1 0 11
1 0 1 1 12
1 1 0 0 13
1 1 0 1 14
1 1 1 0 15
1 1 1 1 16
KELUARAN
1 2 3 4
5 6 7 8
9 10 11 12
13 14 15 16
MODUL VI
BINARY UP/DOWN COUNTER
I. Tujuan
Memahami tentang Input dan Output dari Binary Up/Down Counter
Binary Up Counter
Up counter adalah rangkaian counter yang berfungsi menghitung naik. Contoh up
counter adalah pada tasbih digital seperti contoh diatas rangkaian up counter dapat dibuat
dengan menggunakan D Flip-flop maupun JK Flip-flop. Berikut merupakan skema rangkaian
up counter menggunakan JK flip-flop.
V. Langkah Percobaan
UP COUNTER
1 2 3 4
5 6 7 8
9 10 11 12
13 14 15 16
DOWN COUNTER
1 2 3 4
5 6 7 8
9 10 11 12
13 14 15 16
MODUL VII
FULL ADDER WITH CARRY
I. Tujuan
1. Mengetahui Output dari Penjumlahan Full Adder dengan Carry In dan Carry Out
2. Mengetahui Cara Kerja Rangkaian Penjumlahan Biner
V. Langkah Percobaan
Modul praktikum ini adalah menjumlahkan bit A dan B dimana A1 dan B1 adalah LSB dan
A4 dan B4 adalah MSB. Carry input ikut dianggap sebagai bit tambahan. Jika hasil
penjumlahan lebih besar dari 15, maka carry out = 1 dan sebaliknya.
Untuk menggunakan modul ini, lakukan langkah-langkah berikut :
1. Hubungkan pin pada modul Full Adder With Carry Q0 ke pin output display LED D0,
Q1 ke output D1, Q2 ke output D2 dan Q3 ke output D3.
2. Hubungkan pin CARRY OUT ke output LED D7.
3. Ubah data adder dan pin Carry In sesuai tabel inputan.
4. Tulis hasil pengamatan di tabel pengamatan
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
1 0 0 0 0 0 0 0 1 0
2 0 0 0 1 0 0 1 0 0
3 0 0 1 0 0 0 1 1 0
4 0 0 1 1 0 1 0 0 0
5 0 1 0 0 0 1 0 1 0
6 0 1 0 1 0 1 1 0 0
7 0 1 1 0 0 1 1 1 0
8 0 1 1 1 1 0 0 0 0
9 1 0 0 0 1 0 0 1 0
10 1 0 0 1 1 0 1 0 0
11 1 0 1 0 1 0 1 1 0
12 1 0 1 1 1 1 0 0 0
13 1 1 0 0 1 1 0 1 0
14 1 1 0 1 1 1 1 0 0
15 1 1 1 0 1 1 1 1 0
Diperoleh output:
No CARRY OUT Q3 Q2 Q1 Q0 DESIMAL
0
1
2
3
4
5
6
7
8
10
11
12
13
14
15
MODUL VIII
FLIP FLOP
I. Tujuan
Memahami pemrosesan dan kondisi-konsisi yang terdapat pada RS flip-flop dan JK flip-
flop.
II. Alat & Bahan
1. Board #2
2. Jumper
3. Kabel Power
III. Teori Modul
FLIP flop (FF) merupakan piranti memori yang sifat keluaran-nya tidak hanya
tergantung kepada masukan sekarang tetapi juga terkait dengan kondisi masukan
sebelumnya. Pada umumnya keluaran flip flop terdiri dari dua yang saling berlawanan
yaitu Q dan Q'. Sebagai piranti memori, flip flop pada umumnya dipergunakan untuk
operasi rangkaian (memori) serempak.
Sejauh ini dikenal ada empat macam flip flop, yaitu SR-FF, JK-FR, DFF dan T-
FE Tiap macam flip flop selain terdiri dari masukan dan keluaran data, juga terdapat
fasilitas lain berupa masukan pewaktu (clock) dan pengalih operasi berupa masukan
Reset/Set.
A. Piranti SR- FF
SR -FF merupakan piranti dasar untuk pembentukan macam flip flop lainnya
seperti JK-FE, T-FF dan D-FF. SR-FF dapat dibentuk dari gerbang sederhana NOR,
NAND, AND dan NOT
Secara ringkas, operasi SR-FF dapat ditabelkan sebagai berikut
:
Q -Q Keterangan
Q -Q Memori
1 0 Kondisi Set
0 1 Kondisi Reset
- - Operasi terlarang
Gambar. RS FF
B. Piranti JK- FF
Sama halnya D – FF , JK – FF juga diturunkan dari SR-FF sebagai peranti memori
dasar, bedanya D-FF merupakan operasi khusus dari SR-FF dengan masukan S selalu
berlawanan dengan R, sedangkan JK-FF memiliki karakteristik berbeda dengan SR-FF
terutama pada kondisi terlarang (S=R=1). Untuk JK-FF kondisi tersebut (sebagai
gantinya J=K=1) justru dipergunakan untuk pengalihan Q(t+1) * Q(t) atau disebut
kondisi "toggle". Dengan kata lain bila masukan J = K =1 (untuk JK – FF) maka keluaran
Q akan berupa pulsa kontinu karena keluaran Q akan beralih dari 1 ke 0 dan dari 0 ke I
tanpa henti mengikuti pulsa pewaktu.
Berbagai kondisi operasional JK-FF di atas dapat diringkas dalam satu tabel
kebenaran yang lebih sederhana, sehingga lebih mudah dipahami.
I. Tujuan
Memahami pemrosesan dan kondisi-konsisi yang terdapat pada SR flip-flop.
II. Alat & Bahan
1. Board #2
2. Jumper
3. Kabel Power
III. Langkah Percobaan
Perhatikan gambar 8.1 di atas. NAND Gate bsa berfungsi sebagai SET RESET
Flip-Flop. Input terdiir ari RESET dan SET serta output Q DAN –Q. Semua indicator
untuk input dan output menggunakan LED . Jika LED menyala berarti logika ‘1’ dan bila
padam berarti logika ‘0’. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukan
praktikum ini adalah:
1. Hubungkan catu daya dengan menancapkan konektor ke board dan nyalakan
catu dayanya
2. Hubungkan A1 pada saklar A pada input.
3. Hubungkan B2 pada saklar B pada input.
4. Hubungkan B1 dengan Q2.
5. Hubungkan A2 ke Q1
6. Hubungkan Q1 ke D0
7. Hubungkan Q2 ke D1
8. Kemuadian isilah table berikut:
R S Q -Q KONDISI
0 0
0 1
1 0
1 1
Kesimpulan apakah yang bias anda tarik?
………………………………………………………………………………………………….
I. Tujuan
Memahami pemrosesan dan kondisi-konsisi yang terdapat pada JK flip-flop.
II. Alat & Bahan
1. Board #2
2. Jumper
3. Kabel Power
III. Langkah Percobaan
Gambar 8.2. JK FF
Perhatikan gambar 8.2. di atas. JK Flip-Flop menggunakan IC 74LS73. Input terdiri dari J, K
dan CLOCK serta output Q DAN - Q. Semua indikator untuk input dan output menggunakan
LED. Untuk input CLOCK menggunakan monostable multivibrator agar terjadi keadaan pasti
pada saat rising edge.. Jika LED menyala berarti logika ‘1’ dan bila padam berarti logika ‘0’.
Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukan praktikum ini adalah :
1. Hubungkan catu daya dengan menancapkan konektor ke board dan nyalakan catu daya
nya.
2. Hubungkan pin CLOCK dengan MONOSTABLE MV
3. Hubungkan RESET ke saklar toggle A
4. Hubungkan Q0 ke D0 dari DISPLAY LED
5. Hubungkan -Q0 ke D1 dari DISPLAY LED
6. Hubungkan J0 ke saklar toggle B
7. Hubungkan K0 ke saklar toggle C
INSTITUT TEKNOLOGI - PLN
LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 51
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......
MODUL IX
ENCODER 8 to 3
I. Tujuan
1. Memahami pengertian dari encoding dan mengetahui outputan dari encoding.
2. Mengetahui proses dari encoding.
Encoder dalam contoh ini adalah encoder desimal ke BCD (Binary Coded Decimal)
yaitu rangkaian encoder dengan input 8 line dan output 3 bit data BCD.
Rangkaian implementasi encoder Desimal (8Line) ke BCD sesuai tabel kebenaran
Rangkaian encoder diatas hanya akan bekerja dengan baik apabila hanya 1 jalur input
saja yang mendapat input, hal ini karena rangkaian encoder diatas bukan didesain sebagai
priority encoder.
Dalam buku ini, yang akan digunakan untuk percobaan adalah encoder 8 to 3, dengan
tabel kebenaran sebagai berikut:
V. Langkah Percobaan
Perhatikan gambar 9.1. di atas. Input Encoder 8 To 3 terdiri dari 8 tombol push button yaitu
0,1,2,3,4,5,6,7 dan enable E1. Semua indikator untuk input menggunakan LED dan output
menggunakan LED juga. Jika LED menyala berarti logika ‘1’ dan bila padam berarti logika
‘0’.
INPUT OUTPUT
EI 0 1 2 3 4 5 6 7 C B A GS EO
1 0 0 0 0 0 0 0 0
0 1 1 1 1 1 1 1 1
0 1 1 1 1 1 1 1 0
0 1 1 1 1 1 1 0 1
0 1 1 1 1 1 0 1 1
0 1 1 1 1 0 1 1 1
0 1 1 1 0 1 1 1 1
0 1 1 0 1 1 1 1 1
0 1 0 1 1 1 1 1 1
0 0 1 1 1 1 1 1 1
MODUL X
DECODER
I. Tujuan
Memahami pengertian dari decoding dan jenis jenis decoder.
1. Sebutkan dan Jelaskan jenis – jenis sistem bilangan yang digunakan pada Teknik
Digital!
2. Konversikan beberapa bilangan berikut menjadi bilangan dengan Sistem Bilangan
Lainnya beserta langkahnya !
A. (226)10 = (…..)2 = (…..)8 = (…..)16
B. (7E)16 = (…..)8 = (…..)2 = (…..)10
C. (643)8 = (…..)2 = (…..)10 = (…..)16
D. (10110010)2 = (…..)16 = (…..)10 = (…..)8
3. Apa yang dimaksud dengan LSB Dan MSB ?
4. Apa yang dimaksud dengan Decoding ?
5. Apa yang dimaksud dengan Decoder dan cara kerjanya !
V. Data Pengamatan
I. Tujuan
Memahami proses Decoding pada Decoder 3 To 8
II. Alat & Bahan
1. Board #1
2. Jumper atau kabel penghubung
3. Catu daya
-E1 -E2 E3 C B A Y7 Y6 Y5 Y4 Y3 Y2 Y1 Y0
1 X X X X X
X 1 X X X X
X X 0 X X X
0 0 1 0 0 0
0 0 1 0 0 1
0 0 1 0 1 0
0 0 1 0 1 1
0 0 1 1 0 0
0 0 1 1 0 1
0 0 1 1 1 0
0 0 1 1 1 1
I. Tujuan
Memahami proses Decoding pada Decoder 4 To 16
II. Alat & Bahan
1. Board #1
2. Jumper atau kabel penghubung
3. Catu daya
STR INH D C B A
0 X X X X X
X 1 X X X X
1 0 0 0 0 0
1 0 0 0 0 1
1 0 0 0 1 0
1 0 0 0 1 1
1 0 0 1 0 0
1 0 0 1 0 1
1 0 0 1 1 0
1 0 1 0 0 0
1 0 1 0 0 1
1 0 1 0 1 0
1 0 1 0 1 1
1 0 1 1 0 0
1 0 1 1 0 1
1 0 1 1 1 0
1 0 1 1 1 1
KELUARAN
V. Tugas Akhir
1. Jelaskan bagaimana cara mengetahui output mana yang akan menyala atau padam
tanpa mengoprasikan modul ?
2. Jelaskan mengapa ada pin E (Enable) yang aktif dalam keadaan logika yang
berbeda agar menghasilkan output ?
3. Apa fungsi dari pin STR (Strobe) ?
4. Apa fungsi dari pin INH (Inhibit) ?
5. Apa fungsi dari pin E ?
NAMA : Praktikum :
NIM : Jur/[Link] :
Kelompok : Semester :
Tanggal Tanggal
Tanggal Paraf
No. Modul Pengumpulan Presentasi Asisten
Praktikum Asisten
Laporan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Jakarta,........................ 2020
(...................................) (..............................................)