0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
67 tayangan66 halaman

Praktikum Teknik Digital IT-PLN

Dokumen ini berisi petunjuk dan tata tertib praktikum di Laboratorium Dasar Teknik Elektro Instit
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
67 tayangan66 halaman

Praktikum Teknik Digital IT-PLN

Dokumen ini berisi petunjuk dan tata tertib praktikum di Laboratorium Dasar Teknik Elektro Instit
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

NAMA :……………………….

NIM :……………………......

PETUNJUK PRAKTIKUM

TEKNIK DIGITAL

LABORATORIUM DASAR KAMPUS IT-PLN


MENARA PLN, JALAN LINGKAR LUAR BARAT
TEKNIK ELEKTRO DURI KOSAMBI, CENGKARENG, JAKARTA

2020 BARAT 11750TELP. 021 5440342, 5440344/ FAX,


021 5440343 WEBSITE : [Link]
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

TIM PENYUSUN

Kepala Laboratorium : Oktaria Handayani, ST., MT.


Instruktur Laboratorium : Sofitri Rahayu, [Link]., [Link].

Asisten Laboratorium :
❖ Koodinator Asisten : Fadila Annas (2017-11-063)
❖ Anggota : Muhamad Faisal Amirul M. (2017-11-020)
Dian Kartika Fitri (2017-11-327)
Chintia Anggelia P. (2017-11-035)
Nova Putri Argatari (2017-11-007)
Fadhillah Ainun Auliya (2017-11-027)
Anis Faiqotul Himmah (2017-11-055)
Arisna Wijayanti Chasanah (2017-11-080)
Arif Rahman Hakim (2017-11-108)
Ummu Kalsum Ramadhani (2017-11-119)
Rifki Satrio Wijanarko (2017-11-197)
Okki Dwi Aditama (2017-11-237)
Afif Ihza Fauzan (2017-11-249)
Ahmad Naufal Rifqi F. (2017-11-250)

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 1
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

TATA TERTIB
LABORATORIUM TEKNIK DIGITAL
1. Praktikan wajib memiliki modul praktikum sendiri dan membawa modul, kartu
praktikum yang sudah ditempel foto dan diisi lengkap datanya, beserta map. Jika terbukti
meminjam modul praktikum praktikan lain dan lupa membawa kartu/map maka asisten
berhak melarang praktikan, untuk mengikuti praktikum.
2. Saat praktikum, praktikan wajib memakai kemeja, jas laboratorium, bercelana rapi serta
bersepatu (tidak flatshoes).
3. Praktikan sudah harus ada di laboratorium 15 menit sebelum praktikum dimulai.
Toleransi Keterlambatan 15 menit dari praktikum dimulai • Jika praktikan terlambat
kurang 15 menit, diperkenankan ikut praktikum tanpa pemberian waktu tambahan dan
tes awal dilakukan bersama-sama sebelum praktikum. • Jika praktikan terlambat lebih
dari 15 menit dengan keterangan dan disertai bukti yang kuat, praktikan diperkenankan
mengikuti tes awal dan praktikum (jika tidak terdapat keterangan yang jelas, maka
praktikan tidak diperkenankan mengikuti praktikum)
4. Tes awal diadakan untuk menguji kesiapan praktikan. Jika praktikan mendapat nilai test
awal < 60 , maka tidak diperkenankan mengikuti praktikum.
5. Asisten tidak akan memberikan praktikum pengganti/susulan akibat pembatalan karena
kesalahan praktikan. Nilai praktikan untuk modul yang bersangkutan sama dengan nol
(0). Jika anda sakit, anda harus melampirkan surat keterangan dokter.
6. Laporan praktikum disusun dengan ketentuan penulisan dan diserahkan sesuai jadwal
yang telah diberikan oleh asisten. Penyerahan tidak bisa diwakilkan, karena praktikan
harus sudah siap untuk menghadapi presentasi.
7. Jika praktikum bentrok dengan waktu ujian atau kuis, maka anda harus segera mengurus
perpindahan waktu praktikum dengan mengambil formulir perubahan jadwal praktikum
dan anda harus mencari teman yang bisa bertukar waktu praktikum dan anda wajib
meminta tanda tangan teman yang sepakat untuk menukar jadwal, kordas, asisten yang
menaungi anda dan instruktur laboratorium (dengan format formulir yang sudah
disediahkan).
8. Keterlambatan penyerahan laporan Praktikum akan mengakibatkan nilai laporan anda
berkurang 1/7 untuk satu hari keterlambatan dari total nilai dan jika terlambat 1 minggu
berarti nilai laporan praktikum anda sama dengan nol (0). Laporan yang diketahui
terdapat kecuragan akan dianggap bernilai nol (0).

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 2
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

9. Harap menjaga perilaku dan tutur kata anda selama proses praktikum berlangsung
karena itu juga mempengaruhi nilai praktikan . Jika praktikan mengucapkan kata yang
tidak pantas dan berperilaku tidak sopan saat praktikum berlangsung maka asisten
berhak mengeluarkan dari laboratorium.
10. Hal-hal yang perlu dipersiapakan dan dibawa untuk praktikum Teknik Digital :
a. Modul praktikum
b. Kartu Praktikum
c. Foto terbaru anda ukuran 3x4 (3 lembar)
d. Map warna sesuai kelas
e. 1 lembar HVS

LABORATORIUM TEKNIK DIGITAL


IT-PLN

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 3
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

TATA CARA PENULISAN LAPORAN PRAKTIKUM


1. Laporan diprint, data pengamatan, tugas akhir, analisa, kesimpulan tulis tangan sendiri
menggunakan ballpoint tinta warna biru

2. Untuk gambar didalam modul, diperbolehkan diprint akan tetapi bukan ditempel

3. Diprint & ditulis dengan kertas HVS A4, format kertas seperti contoh berikut :

Adiputro Header : Nama dan NIM


20xx-11-xxx
Footer : Laboratorium Teknik Digital

IT-PLN

Top: 2 cm Left: 2.5 cm

Bottom: 2 cm Right: 1.5 cm

Laboratorium Teknik Digital


IT-PLN

4. Susunan Laporan praktikum masing-masing bab dan sub bab terdiri dari :
a. Judul Praktikum
b. Tujuan Praktikum
c. Alat Percobaan
d. Teori Modul
e. Teori Tambahan (minimal 3 lembar bab / 2lembar tiap sub bab modul)
f. Langkah Percobaan
g. Data Pengamatan : Tabel ditulis tangan
h. Tugas :
1. Pernyataan dimodul
2. Tugas Akhir
i. Analisa Praktikum ( minimal 2 lembar bab modul / 1lembar sub bab modul)
j. Kesimpulan ( minimal 1 lembar bab modul / 1 lembar masing-masing sub
bab modul )

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 4
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

5. Setelah laporan selesai, Laporan diberi cover, dengan format sebagai berikut :

LAPORAN PRAKTIKUM TUGAS RUMAH


TEKNIK DIGITAL MODUL (XX)

NAMA: NAMA:
NIM: NIM:
KELAS: KELAS:
KELOMPOK: KELOMPOK:
[Link]: [Link]:
ASISTEN:

LABORATORIUM TEKNIK DIGITAL LABORATORIUM TEKNIK DIGITAL


IT-PLN JAKARTA IT-PLN JAKARTA
2020 2020

Untuk cover laporan praktikum di print di kertas bufallo dengan warna bufallo sesuai kelas
6. Laporan WAJIB dijilid spiral plastik
7. Laporan di acc 3 (tiga) hari setelah praktikum ke – 3
8. Setelah laporan di acc oleh asisten, WAJIB dikumpul 2 hari berikutnya setelah acc.
9. Laporan yang tidak sesuai format akan dikembalikan dan otomatis mendapat pengurangan
nilai
10. Laporan yang merupakan hasi fotocopy / scan, tidak akan diterima dan dinyatakan tidak
lulus dalam mata kuliah praktikum Teknik Digital

LABORATORIUM TEKNIK DIGITAL


IT- PLN

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 5
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

KARTU PRAKTIKUM
LABORATORIUM DASAR
TEKNIK ELEKTRO

NAMA : _____________________________________

NIM : _____________________________________

Praktikum : _____________________________________
Photo
Kelompok : _____________________________________ 3x4

Program Studi : _____________________________________

Jurusan : _____________________________________

Asisten : ________________________________________________

INSTITUT TEKNOLOGI-PLN
Kampus : Menara PLN, Jl. Lingkar Luar Barat, Duri Kosambi, Cengkareng.
Jakarta Barat 11750 Telp. 021-5440342, Fax. 021-5440343

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 6
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

DAFTAR ISI

Tim Penyusun ……………………………………………………………….. 1


Tata Tertib Laboraturium Teknik Digital ..……………………………....…. 2
Tata Cara Penulisan Laporan Praktikum............…………………………..... 4
Kartu Praktikum............................................................................................... 6
Daftar isi …………………………………………………………………….. 7
Teori Dasar...................................................................................................... 8
Modul 1 Gate Dasar dan Tambahan...…………………………………....…. 12
1.1 Praktikum Nand Gate………………............………………………... 15
1.2 Praktikum Not Gate…………………………...........………………... 16
1.3 Praktikum And Gate…………………………………..........………… 17
1.4 Praktikum Nor Gate…………………………………………..........… 18
1.5 Praktikum Or Gate……………………………………………… ....... 19
1.6 Praktikum Xor Gate………………………………………….........…. 20
1.7 Praktikum Xnor Gate……………………………………………........ 21
Modul 2 Multiplekser………………………………………………….……. 23
Modul 3 Serial Input Pararel Output…………………………….………...... 37
Modul 4 Pararel Input Pararel Output…………………………………......... 30
Modul 5 BCD To 7 Segment……………………………………………...... 33
Modul 6 Binary Up/Down Counter................................................................ 37
Modul 7 Full Adder 4 Bit With Carry............................................................ 42
Modul 8 Flip Flop…………………………………………………….....…... 47
8.1 RS Flip Flop…………………………………….....……………….... 50
8.2 JK Flip Flop…………………………………………….....………… 51
Modul 9 Encoder............................................................................................. 53
Modul 10 Decoder…………….....………………………………………….... 57
10.1 Decoder 2 to 4……………………………………………………..... 58
10.2 Decoder 3 to 8……………………………………………………..... 60
10.3 Decoder 4 to 16….………………………………………………...... 62
Daftar Hadir....................................................................................................... 65

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 7
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

TEORI DASAR

I. Sistem Bilangan

1.1 Bilangan Biner


Bilangan biner adalah bilangan berbasis 2 yang tersusun dari angka 0 dan 1 yang secara
umum diformulasikan sebagai berikut :

N = ... + 8 d3 + 4 d2 + 2d1 + 1 d0
dimana d3, d2, d1, d0 merupakan angka 0 atau 1

Contoh bilangan biner

1101 = (1 x 23 + 1 x 22 + 0 + 21 + 0 + 20 ) desimal
1101 = (8 + 4 + 0 + 1) desimal
1101 = 13 desimal
Dari formula diatas , maka bilangan biner mempunyai bobot untuk tiap-tiap bit
(binary digit) :
Bit n Bit 7 Bit 6 Bit 5 Bit 4 Bit 3 Bit 2 Bit 1 Bit 0
n 7 6 5 4 3 2
2 =x 2 2 2 2 2 2 21 20

Di dalam elektronika, digital bilangan biner ini mewakili keadaan ON atau OFF, tergantung
keadaannya.
Misal : bilangan 1 disebut sebagai keadaan HIGH (tinggi)
bilangan 0 disebut sebagai keadaan LOW (rendah)
atau bilangan 1 menyatakan keadaan ON dan bilangan 0 menyatakan keadaan OFF,
atau sebaliknya tergantung kepada keadaan aktif dari rangkaian. Bila rangkaian
menyatakan keadaan aktif HIGH berarti 1 => ON dan 0 => OFF tetapi bila rangkaian
menyatakan keadaan aktif LOW berarti 1 => OFF dan 0 => ON

Contoh:
1. Ubahlah bilangan biner ini ke desimal : 10110

Jawab : N = 1 x 24 + 0 x 23 + 1 x 22 + 1 x 21 + 0 x 20
= 16 + 0 + 4 + 2 + 0

= 22 (desimal)

Jadi 10110 (biner) = 22 (desimal)

2. Ubahlah bilangan desimal ini ke biner : 26

Jawab : 26 : 2 = 13 sisa 0 bit ke - 0

13 : 2 = 6 sisa 1 bit ke - 1

6:2 =3 sisa 0 bit ke - 2

3:2 =1 sisa 1 bit ke - 3

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 8
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

1:2=0 sisa 1 bit ke – 4

Jadi 26 (desimal) = 11010 (biner) (diambil dari bit terbesar => terkecil)

1.2. Bilangan Hexadesimal


Bilangan heksadesimal adalah bilangan berbasis 16 yang digunakan oleh komputer sebagai
pengalamatan (addressing) untuk mengirim atau menerima data ke atau dari suatu peralatan agar tidak
salah sasaran.
Bilangan ini untuk 0 – 9 sama dengan bilangan desimal tetapi untuk angka 10 – 15 berubah menjadi
A-F
Bilangan Desimal Bilangan Hexadesimal
0 0
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 A
11 B
12 C
13 D
14 E
15 F

Contoh :

1. Ubahlah bilangan heksadesimal berikut ke desimal : 3B

Jawab : N = 3 x 161 + B x 160

= 3 x 161 + 11 x 160

= 48 + 11 = 59 (desimal)

Jadi 3B (heksadesimal) = 59 (desimal)


Bilangan heksadesimal biasanya ditulis dengan akhiran H, misal 3B (heksadesimal) ditulis
dengan 3BH

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 9
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

2. Ubahlah bilangan desimal berikut ke heksadesimal : 249


Jawab : 249 : 16 = 15 sisa 9 angka ke – 0
15 : 16 = 0 sisa 15 atau F angka ke – 1
Jadi 249 (desimal) = F9 (heksadesimal)
= F9H

2. Boolean Dasar
2.1 Aljabar Boolean
Aljabar Boolean digunakan untuk mendisain suatu rangkaian elektronika digital agar
terhindar dari kesalahan.
Ada 10 teorema aljabar Boolean yang harus diikuti apabila kita menemui permasalahan:

1. Hukum Komutatif
• A+B=B+A
• A.B=B.A

2. Hukum Assosiatif
• (A + B) + C = A + (B + C)
• (A . B) . C = A . (B . C)

3. Hukum Distributif
• A . (B + C) = A . B + A . C
• A + (B . C) = (A + B) . (A + C)

4. Hukum Identitas
• A+A=A
• A.A=A

5. Hukum Negasi
• (Ā) = Ā
• (Ā) = A

6. Hukum Redundance
• A+A.B=A
• A . (A + B) = A

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 10
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

7. Hukum De Morgan
• (A + B) = Ā . B
• (A . B) = Ā + B

8. Lain-lain
• 0+A=A
• 1.A =A
• 0.A =0
• Ā+A=1
• Ā.A =0
• A + A. B = A + B
• A. (A + B) = A . B

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 11
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

MODUL I
GERBANG LOGIKA DASAR DAN TAMBAHAN

I. Tujuan
Memahami pemrosesan data pada gate dasar dan gate tambahan.

II. Alat dan Bahan


1. Board #1
2. Kabel Power
3. Jumper

III. Teori Modul

GATE DASAR

Harga peubah (variabel) logika, pada dasarnya hanya dua, yaitu benar (true)atau
salah (false). Dalam persamaan logika, umumnya simbol 1 dipakai untukmenyatakan benar
dan simbol 0 dipakai untuk untuk menyatakan salah. Denganmemakai simbol ini, maka
keadaan suatu logika hanya mempunyai dua kemungkinan,1 dan 0. Kalau tidak 1, maka
keadaan itu harus 0 dan kalau tidak 0 makakeadaan itu harus 1.
Operasi yang paling mendasar dalam logika adalah penyangkalan dengankata-kata
"tidak" (NOT). Jadi, "benar" adalah "tidak salah" dan "salah" adalah"tidak benar".
Operasi ini dikenal secara umum dengan nama "inversion"yang disimbolkan dengan garis
di atas peubah yang disangkalitu.
Gerbang elektronik yang berfungsi menidakkan ini disebut gerbang NOTdan sering
juga disebut "inverter". Bila masukan gerbang NOT dinamakan A dankeluarannya
dinamakan Z, maka hubungan masukan dan keluaran itu dituliskansebagai:

Z = 𝐴̅

Hal ini berlaku secaraumum dalam aljabar Boole dan untuk peubah yang aktif untuk
tegangan 0 Volt(rendah) sering diberi nama dengan garis komplemen diatasnya.
Bentukkeluaran suatu rangkaian logika dalam bentuk fungsi Boole dapat diperolehdengan
mudah dari tabel kebenaran rangkaian logika yang bersangkutan. Tetapifungsi yang
dihasilkan dari tabel kebenaran umumnya belumlah dalam bentukyang sederhana, yang
membutuhkan gerbang yang paling sedikit, dan masihperlu disederhanakan.

Dua operasi yang paling mendasar lainnya dalam aljabar logika adalah operasi"DAN"
(AND) dan operasi "ATAU" (OR). Gerbang elektronik yang merealisasikanlogika ini
masing-masing diberi nama gerbang "AND" dan gerbang"OR". Perlu ditegaskan kembali
bahwa untuk logika positif yang dipakaiseterusnya dalam buku ini, 1 diartikan benar dan
0 diartikan salah dan secaraelektroniknya, 1 diartikan sebagai tegangan tinggi (paling
umum adalah +5 Volt)dan 0 diartikan sebagai tegangan rendah (0 Volt). Tegangan
elektronik 0 - 5 Voltini dikenal sebagai level TTL, singkatan dari Transistor-Transistor
Logic. Untuk suatu gerbang OR dengan 2 masukan, katakanlah A dan B,keluarannya akan
benar (= 1) bila salah satu masukan A "atau" B adalah benardan keluaran itu akan salah (=
0) bila kedua masukan A dan B secara bersama – sama.

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 12
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

salah. Untuk gerbang AND dengan dua masukan A dan B, keluarannyaakan benar
hanya bila kedua masukannya A "DAN" B adalah benar dan salahbila salah satu masukan
itu salah.

Dalam aljabar Boole, operasi yang dilakukan oleh gerbang OR disimbolkandengan


operator "+" dan dibaca OR atau "ATAU" dan operasi ANDdisimbolkan dengan operator
"." dan dibaca AND atau "DAN". Tanda operator"." sering dihilangkan saja dengan catatan
bahwa tanpa ada operator laindiartikan sebagai operasi AND. Seperti
ditunjukkan,operasiOR dan AND untuk dua peubah masukan dituliskan sebagai berikut :
• OR :Z=A+B
• AND : Z = A.B = AB

Dalam praktek, terutama dalam hubungan pernyataan fungsi Boole


danpenyederhanaannya, operator OR sering dibaca "tambah" dan operator ANDsering
dibaca "kali". Karena kebiasaan ini, sering orang menganggap bahwapeubah logika
(Boole) adalah peubah biner. Perlu ditegaskan bahwa peubahlogika bukanlah peubah
biner. Kalau peubah biner mempunyai harga yangpadanya dapat dilakukan operasi
aritmatika, maka peubah logika hanyalahsimbol dan tidak mempunyai harga yang dapat
ditambah-kurangkan atau dikalibagikan.
Dalamlogika, 1+ 1= 1 sedangkan dalam biner, 1 + 1 =10. Selain itu, dalam logika tidakada
pengurangan dan pembagian.

GATE TAMBAHAN

Di samping gerbang-gerbang elektronik NOT, OR, dan AND, dibuat jugagerbang


elektronik lain yang sangat mempermudah perencanaan beberapabentuk rangkaian logika.
Gerbang tersebut adalah gerbang-gerbang NOR,NAND, Exclusive-OR (EXOR),
Exclusive-NOR (EXNOR) atau Equivalence.
Keluaran gerbang NOR adalah komplemen dari keluaran OR, dan darikenyataan itulah
disebut NOR yang merupakan singkatan dari NOT OR. Jadi,gerbang NOR merupakan
gerbang OR yang di keluarannya diberi gerbang NOTpada keluarannya.
NAND, yang merupakan singkatan daripada NOT AND, jugadapat dipandang sebagai
gabungan antara AND dan NOT, yaitu gerbang ANDdengan NOT pada keluarannya. Jadi,
walaupun NOT-nya ditempelkan didepannama gerbang-gerbang NOR dan NAND,
sebenarnya NOT itu ditempelkan dibagian keluaran gerbang OR dan AND. Simbol yang
dipakai untuk menyatakanNOR adalah lambang OR yang ditambahkan lingkaran kecil pada
keluarannya,dan lambang untuk NAND adalah lambang AND dengan lingkaran kecil
dikeluarannya.
Untuk masukan A dan B, persamaan keluaran daripada gerbang-gerbangNOR dan
NAND adalah :
• NOR : Z=𝐴 ̅̅̅̅̅̅̅̅̅
+ 𝐵
• NAND : Z=𝐴𝐵̅̅̅̅̅
Perhatikan bahwa keluaran NOR benar-benar merupakan komplemen daripadakeluaran
OR dan keluaran NAND merupakan komplemen daripada [Link]-gerbang OR dan
NOR sebenarnya adalah gerbang-gerbang inclusive-OR dan inclusive-NOR, walaupun kata
inclusivenya tidak disebutkandengan tegas. Kalau keluaran (inclusive) OR berlogika 1 asal
salah satumasukannya berlogika 1, maka keluaran exclusive-OR (EXOR) hanya
akanberlogika 1 bila kedua masukannya tidak sama. Keluaran exclusive-NOR(EXNOR),
disebut juga Equivalence, hanya akan berlogika 1 bila keduamasukannya sama.

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 13
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

IV. Tugas Rumah

1. Apa yang dimaksud dengan teknik digital ?


2. Apa yang dimaksud dengan gate dasar & gate tambahan ?
3. Sebutkan dan gambarkan symbol serta rumus gate dasar !
4. Sebutkan dan gambarkan symbol serta rumus gate tambahan !
5. Sebutkan rumus Aljabar Boolean & De Morgan !

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 14
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

1.1 Praktikum NAND Gate

I. Tujuan
Memahami pemrosesan input pada NAND Gate
II. Alat dan Bahan
1. Board #1
2. Jumper
3. Kabel Power
III. Langkah Percobaan

gambar 1.1. NAND gate


Perhatikan gambar 1.1. di atas. Input NAND gate terdiri dari 2 yaitu A dan B serta 1 output Y.
Indikator untuk input A menggunakan LED A (hijau) dan input B menggunakan LED B (hijau)
serta output Y menggunakan LED kuning di blok NAND . Jika LED menyala berarti logika ‘1’
dan bila padam berarti logika ‘0’.
Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukan praktikum ini adalah :
1. Hubungkan catu daya dengan menancapkan konektor ke board dan nyalakan catu daya nya.
2. Hubungkan dengan kabel jumper, titik A dengan saklar A (led hijau) dan titik B dengan
saklar B (LED hijau)
IV. Data Pengamatan
Kemudian isilah tabel berikut , dengan mengatur saklar input A dan B
A B Y
0 0
0 1
1 0
1 1
Kesimpulan apakah yang bisa anda tarik?

…………………………………………………………………………………………

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 15
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

1.2 Praktikum NOT Gate

I. Tujuan
Memahami pemrosesan input pada NOT Gate
II. Alat dan Bahan
1. Board #1
2. Jumper
3. Kabel Power
III. Langkah percobaan

Gambar 1.2. NOT gate


Perhatikan gambar 1.2. di atas. Input NOT gate terdiri dari 1 yaitu A serta 1 output Y. Indikator
untuk input A menggunakan LED A (hijau) menggunakan dan output Y menggunakan LED
kuning di blok NOT. Jika LED menyala berarti logika ‘1’ dan bila padam berarti logika ‘0’.
Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukan praktikum ini adalah :
1. Hubungkan catu daya dengan menancapkan konektor ke board dan nyalakan catu daya nya.
2. Hubungkan dengan kabel jumper, titik A dengan saklar A (led hijau).

IV. Data Pengamatan


Kemudian isilah table berikut, dengan mengatur saklar input A
A Y
0
1

Kesimpulan apakah yang bisa anda tarik?


.................................................................................................................

.................................................................................................................

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 16
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

1.3 Praktikum AND Gate


I. Tujuan
Memahami pemrosesan input pada AND Gate
II. Alat dan Bahan
1. Board #1
2. Jumper
3. Kabel Power

III. Langkah Percobaan

gambar 1.3. AND gate


Perhatikan gambar 1.3. di atas. Input AND gate terdiri dari 2 yaitu A dan B serta 1
output Y. Indikator untuk input A menggunakan LED A (hijau) dan input B menggunakan
LED B (hijau) serta output Y menggunakan LED kuning. Jika LED menyala berarti logika
‘1’ dan bila padam berarti logika ‘0’.
Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukan praktikum ini adalah :
1. Hubungkan catu daya dengan menancapkan konektor ke board dan nyalakan catu daya
nya.
2. Hubungkan dengan kabel jumper, titik A dengan saklar A (led hijau) dan titik B dengan
saklar B (LED hijau)

IV. Data Percobaan


Kemudian isilah tabel berikut, dengan mengatur saklar input A dan B
A B Y
0 0
0 1
1 0
1 1
Kesimpulan apakah yang bisa anda tarik?
.................................................................................................................

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 17
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

1.4 Praktikum NOR Gate


I. Tujuan
Memahami pemrosesan input pada NOR Gate
II. Alat dan Bahan
1. Board#1
2. Jumper
3. Kabel Power
III. Langkah Percobaan

gambar 1.4. NOR gate


Perhatikan gambar 1.4. di atas. Input NOR gate terdiri dari 2 yaitu A dan B serta 1 output Y.
Indikator untuk input A menggunakan LED A (hijau) dan input B menggunakan LED B (hijau)
serta output Y (kuning) menggunakan LED L3. Jika LED menyala berarti logika ‘1’ dan bila
padam berarti logika ‘0’.
Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukan praktikum ini adalah :
1. Hubungkan catu daya dengan menancapkan konektor ke board dan nyalakan catu daya nya.
2. Hubungkan dengan kabel jumper, titik A dengan saklar A (led hijau) dan titik B dengan
saklar B (LED hijau)

IV. Data Pengamatan


Kemudian isilah tabel berikut, dengan mengatur saklar input A dan B
A B Y
0 0
0 1
1 0
1 1
Kesimpulan apakah yang bisa anda tarik?
.................................................................................................................
.................................................................................................................

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 18
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

1.5. Praktikum OR Gate


I. Tujuan
Memahami pemrosesan input pada OR Gate
II. Alat dan Bahan
1. Board#1
2. Jumper
3. Kabel Power
III. Langkah Percobaan

Gambar 1.5. OR gate


Perhatikan gambar 1.5. di atas. Input OR gate terdiri dari 2 yaitu A dan B serta 1 output Y.
Indikator untuk input A menggunakan LED A (hijau) dan input B menggunakan LED B (hijau)
serta output Y menggunakan LED kuning. Jika LED menyala berarti logika ‘1’ dan bila padam
berarti logika ‘0’.
Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukan praktikum ini adalah :
2. Hubungkan catu daya dengan menancapkan konektor ke board dan nyalakan catu daya
nya.
3. Hubungkan dengan kabel jumper, titik A dengan saklar A (led hijau) dan titik B dengan
saklar B (LED hijau)

IV. Data Pengamatan


Kemudian isilah tabel berikut, dengan mengatur saklar input A dan B.
A B Y
0 0
0 1
1 0
1 1
Kesimpulan apakah yang bisa anda tarik?
........................................................................................................
........................................................................................................
INSTITUT TEKNOLOGI - PLN
LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 19
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

1.6 Praktikum XOR Gate


I. Tujuan
Memahami pemrosesan input pada XOR Gate

II. Alat dan Bahan


1. Board#1
2. Jumper
3. Kabel Power
III . Langkah Percobaan

gambar 1.6. XOR gate


Perhatikan gambar 1.6. di atas. Input XOR gate terdiri dari 2 yaitu A dan B serta 1 output Y.
Indikator untuk input A menggunakan LED A (hijau) dan input B menggunakan LED B (hijau)
serta output Y menggunakan LED kuning. Jika LED menyala berarti logika ‘1’ dan bila padam
berarti logika ‘0’.
Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukan praktikum ini adalah :
1. Hubungkan catu daya dengan menancapkan konektor ke board dan nyalakan catu daya nya.
2. Hubungkan dengan kabel jumper, titik A dengan saklar A (led hijau) dan titik B dengan
saklar B (LED hijau)

IV . Data Pengamatan
Kemudian isilah tabel berikut, dengan mengatur saklar input A dan B
A B Y
0 0
0 1
1 0
1 1

Kesimpulan apakah yang bisa anda tarik?


....................................................................................................................................

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 20
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

1.7 Praktikum XNOR Gate


I. Tujuan
Memahami pemrosesan input pada XNOR Gate
II. Alat dan Bahan
1. Board#1
2. Jumper
3. Kabel Power
III. Langkah Percobaan

gambar 1.7. XNOR gate


Perhatikan gambar 2.4. di atas. Input XNOR gate terdiri dari 2 yaitu A dan B serta 1 output Y.
Indikator untuk input A menggunakan LED A (hijau) dan input B menggunakan LED B (hijau)
serta output Y menggunakan LED kuning. Jika LED menyala berarti logika ‘1’ dan bila padam
berarti logika ‘0’.
Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukan praktikum ini adalah :
1. Hubungkan catu daya dengan menancapkan konektor ke board dan nyalakan catu daya nya.
2. Hubungkan dengan kabel jumper, titik A dengan saklar A (led hijau) dan titik B dengan
saklar B (LED hijau)

IV. Data Pengamatan


Kemudian isilah tabel berikut, dengan mengatur saklar input A dan B:
A B Y
0 0
0 1
1 0
1 1
Kesimpulan apakah yang bisa anda tarik?
.................................................................................................................
.................................................................................................................

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 21
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

VII. Tugas Akhir


1. Sebutkan dan gambarkan symbol serta rumus gate dasar & gate tambahan !
2. Apa arti Exclusive pada gerbang XOR dan XNOR? Tuliskan juga beserta turunan
rumus XNOR !
3. Gambarkan gerbang logika persamaan berikut !
F = AB + ĀB
4. Tuliskan persamaan dari gerbang logika berikut !

5. Sederhanakan persamaan berikut !


F = (A + B + C) + (Ā + B + C) + (AB + C)

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 22
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

MODUL II
MULTIPLEKSER
I. Tujuan
Memahami proses multiplexing (Mux) pada sebuah multiplekser.

II. Alat & Bahan


1. Board #1
2. Jumper atau kabel penghubung
3. Kabel Power

III. Teori Modul


Multiplexer (MUX) atau selector data adalah suatu rangkaian logika yang dapat
menerima satu hingga banyak input data, dan untuk suatu saat tertentu hanya
mnegizinkan satu data input masuk dan melewati output, yang diatur oleh input
selektor. Oleh karena itu, MUX memiliki fungsi sebagai sebuah pengontrol digital.
MUX memiliki jumlah kanal input lebih dari 1, minimal 2 atau kelipatan 2, dan
hanya memiliki 1 kanal output. Banyaknya selektor dilihat dari banyaknya kanal
input(n).
Contoh Multiplekser yaitu IC 74LS151. IC 74LS151 merupakan data
selektor/multiplekser yang memilih satu dari 8 saluran input dengan hanya
menggunakan 3 sinyal kontrol.
• Komponen ini mempunyai 8 buah masukan, yaitu I0 – I7 dan 2 luaran yaitu
Z dan Z’.
• Pemilihan data akan dilakukan oleh kaki A,B, dan C.
• Untuk mengaktifkan fungsinya sebagai sebuah multiplekser, komponen ini
harus mempunyai 1 masukan enable, yaitu masukan berbentuk aktif-LOW.
• Sedangkan kaki 8 dihubungkan ke GND dan kaki 16 dihubungkan ke VCC
+5V.

Susunan kaki pada IC 74LS151 dapat dilihat pada gambar dibawah :

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 23
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

Fungsi Multiplekser :
• Seleksi data.

• Data routing atau perjalanan data.

• Multiplekser biasanya menentukan perjalanan data dari satu sumber data diantara
beberapa sumber ke satu tujuan.

• Operation sequencing atau pengurutan operasi.

• Kebanyakan system digital memproses data biner secara parallel atau seluruh bit
secara bersamaan, karena teknik ini akan bekerja lebih cepat. Namun apabila data ini
harus disalurkan ke beberapa tempat yang relatif jauh, susunan parallel ini menjadi
tidak efektif karena memerlukan lebih banyak saluran transmisi. Maka, data biner
berbentuk parallel sering diubah menjadi bentuk data seri sebelum disalurkan ke
tujuan yang jauh tersebut.

• Menghasilkan sebuah bentuk gelombang.

• Menghasilkan sebuah fungsi logika.

IV. Tugas Rumah


1. Apa yang dimaksud dengan Multipleksing atau Multiplexing (Mux) ?
2. Apa yang dimaksud dengan multiplekser ?
3. Apa yang dimaksud dengan selector ?
4. Apa yang dimaksud dengan seleksi ?
5. Sebutkan fungsi – fungsi multiplekser !

V. Langkah Percobaan

Gambar 2.1. Multiplekser

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 24
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

Perhatikan gambar 2.1. di atas. Input multiplekser terdiri dari 2 kelompok yaitu A dan B serta
output Y. Input A terdiri dari 1A, 2A, 3A, dan 4A sedangkan input B terdiri dari 1B, 2B, 3B,
4B. Untuk output Y terdiri dari 1Y, 2Y, 3Y dan 4Y. Indikator untuk input A dan B
menggunakan LED serta output Y menggunakan LED juga. Jika LED menyala berarti logika
‘1’ dan bila padam berarti logika ‘0’.

Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukan praktikum ini adalah :


1. Hubungkan catu daya dengan menancapkan konektor ke board dan nyalakan catu daya nya.
2. Hubungkan 1A dengan saklar A
Hubungkan 2A dengan saklar B
Hubungkan 3A dengan saklar C
Hubungkan 4A dengan saklar D

Hubungkan 1B dengan saklar I


Hubungkan 2B dengan saklar J
Hubungkan 3B dengan saklar K
Hubungkan 4B dengan saklar L

Hubungkan G dengan saklar O


Hubungkan Ā/B dengan saklar P
3. Kemudian isilah tabel berikut

VI. Data Pengamatan

1A 2A 3A 4A 1B 2B 3B 4B Ā/B G 1Y 2Y 3Y 4Y
1 0 1 0 0 1 0 1 0 1
1 0 1 0 0 1 0 1 1 1
0 1 0 1 1 0 1 0 0 0
0 1 0 1 1 0 1 0 1 0
0 0 0 0 1 1 1 1 0 0
0 0 0 0 1 1 1 1 1 0
Kesimpulan apakah yang bisa anda tarik?
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 25
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

VII. Tugas Akhir


1. Kenapa notasi selector bernotasi Ā/B ? Jelaskan !
2. Kenapa ketika pin G berlogika “1” semua output padam ?
3. Agar input yang diberikan dapat ditampilkan di outpun pin G harus diatur berlogika
“0”, mengapa hal tersebut harus dilakukan ? Jelaskan !
4. Jelaskan proses Multiplexing (Mux) yang terjadi pada modul ini !
5. Jelaskan perbedaan Multiplexing dan Demultiplexing !

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 26
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

MODUL III
SERIAL INPUT PARALEL OUTPUT (SIPO)

I. Tujuan
Memahami pergeseran data dengan menggunakan shift register jenis Serial Input-
Paralel Output (SIPO)
II. Alat dan Bahan
[Link] #1
[Link]
[Link] Power
III. Teori Modul
Pada bagian ini akan dibahas rangkaian penggeser data, yang tidaklain
merupakan bagian dari fungsi pembentukan format data serial kebentuk format
dataparalel. Salah satu piranti yang memiliki fungsi iniadalah IC 74164. fasilitas yang
disediakan adalah :

1. MR (master reset) : untuk proses inisialisasi dimana semuakeluaran dipaksakan


ke nilai "0". Sesuai sifat D-FF, bila kisipengendali CLR di aktifkan maka keluaran Q
akan bemilai "0".
2. Cp (clock) : pulsa pewaktu yang dipergunakan untuk menggeserdata serial ke
format paralel.
3. A,B (2 masukan) : merupakan masukan data serial, karena A danB di AND
maka baik A atau B yang tidak dipergunakan untukmengumpan data masukan, harus di
beri nilai " 1 ", supaya masukandatapada kisi masukan lainya benar.

Gambar Rangkaian SIPO beserta IC 74164

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 27
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

IV. Tugas Rumah


1. Apa yang dimaksud dengan register ?
2. Apa yang dimaksud dengan shift register serial input parallel output (SIPO) ?
3. Sebutkan Shift Register lainnya dengaan inputan yang bersifat serial ? Jelaskan!
4. Gambarkan rangkaian dari shift register jenis SIPO !
5. Sebutkan pengaplikasian dari SIPO ?

V. Langkah Percobaan

Gambar [Link] 74LS164


Perhatikan gambar 3.1. di atas. Input SIPO terdiri dari 1 ENABLE, 1 DATA, 1
CLK dan 1 MR (Master Reset) sedangkan outputnya terdiri dari 8 : Q0 - Q7. Rangkaian
tambahan berupa monostable multivibrator 555 yang berfungsi sebagai pembangkit
sinyal CLOCK dimana CLOCK bersifat rising edge. Semua indikator menggunakan
LED. Jika LED menyala berarti logika ‘1’ dan bila padam berarti logika ‘0’.

Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukan praktikum ini adalah :


1. Hubungkan catu daya dengan menancapkan konektor ke board dan nyalakan catu
daya nya.
2. Hubungkan menggunakan jumper saklar input A dengan pin ENABLE
3. Hubungkan menggunakan jumper saklar input B dengan pin DATA
4. Hubungkan menggunakan jumper saklar input C dengan pin RESET
INSTITUT TEKNOLOGI - PLN
LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 28
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

5. Hubungkan menggunakan jumper pin CLOCK pada pin CLOCK yang terdapat
pada board MONOSTABLE MV

VI. Data Pengamatan

ENABLE RST DATA CLK Q0 Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Q6 Q7


0 X X X
X 1 X X
1 1 0 ON
1 1 1 ON
1 1 0 ON
1 1 1 ON
1 1 0 ON
1 1 1 ON
1 1 0 ON
1 1 1 ON

CLK : ON berarti tekan tombol push button CLOCK kemudian lepas

Kesimpulan apakah yang bisa anda tarik?


.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................

VII. Tugas Akhir


1. Apa fungsi dari pin E (Enable) ? Jelaskan !
2. Apa fungsi dari pin RST (reset) ? Jelaskan !
3. Apa fungsi dari pin D ?
4. Apa fungsi dari Monostable MV ?
5. Berikan contoh pengaplikasian dari modul ini? Jelaskan!

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 29
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

MODUL IV
PARALEL INPUT PARALEL OUTPUT (PIPO)

I. Tujuan
Memahami pergeseran data dengan menggunakan shift register jenis Paralel Input-
Paralel Output (PIPO)
II. Alat dan Bahan
1. Board#1
2. Jumper
3. Kabel Power
III. Teori Modul
Untuk register parallel in - parallel out (PIPO), semua bit data terbaca secara parallel
pada keluaran setelah data diberikan pada masukan secara parallel. Pemasukan bit data
secara parallel tersebut dilakukan secara bersamaan, yaitu dengan memberikan satu
kali clock maka data akan disimpan oleh flipflop. Oleh karena bit data jumlahnya
adalah 8 bit maka kombinasi nilai yang tersimpan adalah berbatas terendah (0000
0000)B = (0)D dan batas tertinggi adalah (1111 1111)B = (255)D.
Gambar 4.1 merupakan rangkaian register dengan masukan parallel dan keluaran
parallel, sedangkan clock untuk memasukan data diberikan secara bersamaan. Untuk
memasukan data secara parallel dikendalikan oleh L /bit, (L=load, R=read) jadi pada
saat diberi logika 1 dengan disertai satu kali clock maka data secara parallel dimasukan
mulai dari D0 sampai dengan D7. Sedangkan untuk mengeluarkan bit data yang
tersimpan dalam register tersebut harus diberikan logika 0 pada saluran L , dan data
secara paralel dapat dikeluarkan secara serentak (bersamaan) melalui Q0 sampai Q7
tanpa pemberian clock. Hal ini bisa terjadi karena untuk setiap keluaran flip=flop
disambung ke gerbang AND, sedangkan inputan gerbang AND satunya lagi
disambungkan dengan saluran L = 0, dengan adanya gerbang NOT maka semua
gerbang AND mendapat logika 1 sehingga Q0 sampai Q7 sama dengan isi register.

Gambar 4.1. Register Parallel In-Parallel Out (PIPO)

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 30
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

IV. Tugas Rumah


1. Apa yang dimaksud dengan Shift Register ?
2. Apa yang dimaksud dengan shift register parallel input-paralel output (PIPO) ?
3. Sebutkan Shift register lainnya dengan inputan yang bersifat parallel ? Jelaskan!
4. Sebutkan pengaplikasian dari PIPO ?
5. Gambarkan rangkaian dari shift register jenis PIPO ?

V. Langkah Percobaan

gambar 4.2. PIPO 74ALS574


Perhatikan gambar 4.2. di atas. Semua indikator menggunakan LED. Jika LED menyala
berarti logika ‘1’ dan bila padam berarti logika ‘0’.

Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukan praktikum ini adalah :


1. Hubungkan catu daya dengan menancapkan konektor ke board dan nyalakan catu daya
nya.
2. Hubungkan D0 dengan saklar A, D1 dengan saklar B dan seterusnya sampai D7 dengan
saklar H
3. Hubungkan pin CLOCK dari blok register PIPO dengan CLOCK dari blok monostable
MV
4. Hubungkan pin ENABLE dengan saklar toggle I
5. Input data dari tabel pengamatan dan catat hasil outputan di tabel pengamatan

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 31
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

VI. Data Pengamatan


MASUKAN

I0 I1 I2 I3 I4 I5 I6 I7 (-E) ENABLE CLK


X X X X X X X X 1 X
0 0 0 0 0 0 0 0 0 ON
1 1 1 1 1 1 1 1 0 ON
0 1 0 1 0 1 0 1 0 ON
1 0 1 0 1 0 1 0 0 ON
0 0 0 0 1 1 1 1 0 ON

KELUARAN
D0 D1 D2 D3 D4 D5 D6 D7 D0’ D1’ D2’ D3’ D4’ D5’ D6’ D7’

CLK ON berarti tombol push button TRIGGER di blok Monostable MV (Clock) ditekan
kemudian dilepas.
Pada baris ke-2 dari tabel di atas, bagaimanakah kondisi dari D0 - D7 dan D0’ - D7’ dan
seterusnya sampai baris ke -6

Kesimpulan apakah yang bisa anda tarik?


.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................

VII. Tugas Akhir


1. Berikan contoh pengaplikasian dari modul ini ? Jelaskan !
2. Kenapa outputnya terdapat dua baris output ?
3. Apa fungsi dari pin –E (-Enable) ? Jelaskan !
4. Apa fungsi dari CLK (clock) pada modul ini ? Jelaskan !
5. Apa yang terjadi jika CLK (clock) off ? Jelaskan !

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 32
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

MODUL V
BCD to 7-Segment
I. Tujuan
Memahami Proses Penampilan Bilangan Desimal pada Sevent Segment
II. Alat & Bahan
1. Board #2
2. Jumper
3. Kabel Power
III. Toeri Modul

BCD (Binary Coded Decimal)


Binary Code Decimal adalah system sandi yang umum digunakan untuk
menyatakan angka decimal dalam bentuk digital. BCD juga merupakan system
pengkodean bilangan desimal yang memiliki metode mirip dengan bilangan binerbiasa,
hanyasaja di dalam proses konversi setiap symbol dari bilangan decimal dikonversikan
menjadi satu per satu, bukan dengan keseluruhan seperti konversi bilangan decimal
kedalam biner biasa.
Seven Segment (7-Segment)
Seven Segment adalah suatu segmen-segmen yang digunakan menampilkan angka.
Seven segment merupakan display visual yang umum digunakan dalam dunia digital.
Seven segment sering dijumpai pada jam digital, penujuk antrian, diplay angka digital dan
termometer digital. Penggunaan secara umum adalah untuk menampilkan informasi secara
visual mengenai data-data yang sedang diolah oleh suatu rangkaian digital.
Seven segmen ini tersusun atas 7 batang LED yang disusun membentuk angka 8
yang penyusunnya menggunakan diberikan lebel dari ‘a’ sampai ‘g’ dan satu lagi untuk
dot point (DP). Setiap segmen ini terdiri dari 1 atau 2 Light Emitting Diode ( LED ).
salahsatu terminal LED dihubungkan menjadi satu sebagai kaki common.

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 33
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

Jenis-jenis Seven Segment :


1. Common Anoda
Semua anoda dari LED dalam seven segmen disatukan secara parallel dan semua itu
dihubungkan ke VCC, dan kemudian LED dihubungkan melalui tahanan pembatas arus
keluar dari penggerak LED. Karena dihubungkan ke VCC, maka COMMON ANODA ini
berada pada kondisi AKTIF LOW (led akan menyala/aktif bila diberi logika 0).
2. Common Katoda
Merupakan kebalikan dari Common Anoda. Disini semua katoda disatukan secara parallel
dan dihubungkan ke GROUND. Karena seluruh katoda dihubungkan ke GROUND, maka
COMMON KATODA ini berada pada kondisi AKTIF HIGH (led akan menyala/aktif bila
diberi logika 1).

IV. Tugas Rumah


1. Apa Yang Dimaksud Dari Binary Coded Decimal ( BCD ) ?
2. Apa Yang Dimaksud Dari 7 – Segment Display ?
3. Jelaskan Apa Yang Dimaksud Dengan Led Yang Ter “Common Anode” Dan
Led Yang Ter “Common Cathode” ?
4. Gambarkan Rangkaian Dari 7 – Segment Yang Bersifat Common Anode Dan
Common Cathode ?
5. Apa Yang Dimaksud Degan LED ?

V. Langkah Percobaan

Gambar 5.1. BCD to 7 segment

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 34
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

Perhatikan gambar 5.1. diatas. Input BCD To 7 Segment terdiridari 4 yaitu A, B, C dan
D serta output a,b,c,d,e,f . Semua indicator untuk input menggunakan LED dan output
menggunakan 7 Segment. Jika LED menyala berarti logika ‘1’ dan bila padam berarti logika
‘0’.
Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukan praktikum ini adalah :
1. Hubungkan catu daya dengan menancapkan konektor ke board dan nyalakan catu
dayanya.
2. Hubungkan saklar input A menggunakan jumper dengan pin A.
3. Hubungkan saklar input B menggunakan jumper dengan pin B.
4. Hubungkan saklar input C menggunakan jumper dengan pin C.
5. Hubungkan saklar input D menggunakan jumper dengan pin D.
6. Kemudian isilah tabel berikut

VI. Data Pengamatan


MASUKAN

D C B A No
0 0 0 0 1
0 0 0 1 2
0 0 1 0 3
0 0 1 1 4
0 1 0 0 5
0 1 0 1 6
0 1 1 0 7
0 1 1 1 8
1 0 0 0 9
1 0 0 1 10
1 0 1 0 11
1 0 1 1 12
1 1 0 0 13
1 1 0 1 14
1 1 1 0 15
1 1 1 1 16

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 35
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

KELUARAN
1 2 3 4

5 6 7 8

9 10 11 12

13 14 15 16

Kesimpulan apakah yang bias anda tarik?


......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................

VII. Tugas Akhir


1. Mengapa keluaran dari 7 segment terdapat beberapa bentuk yang cacat ?
2. Apa yang akan terjadi apabila di berikan logika 1 pada semua inputnya ? Jelaskan !
3. Bagaimana cara konversi agar sesuai dengan hasil outputnya ?
4. Apa yang akan terjadi jika kita menggunakan 2 buah IC dengan 1 seven segment ?
5. Apa yang terjadi jika kita menggunakan 2 seven segment dengan 2 IC ? Jelaskan !

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 36
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

MODUL VI
BINARY UP/DOWN COUNTER

I. Tujuan
Memahami tentang Input dan Output dari Binary Up/Down Counter

II. Alat & Bahan


1. Board #2
2. Jumper
3. Catu Daya

III. Teori Modul


Counter adalah sebuah rangkaian digital yang mengeluarkan urutan state atau biner
tertentu, yang merupakan aplikasi dari beberapa pulsa inputnya. Pulsa input tersebut dapat
berupa pulsa clock atau pulsa yang dibangkitkan oleh sumber eksternal dan terjadi pada interval
waktu tertentu.
Counter banyak diaplikasikan pada peralatan yang berhubungan dengan teknologi digital
dan biasanya digunakan untuk aplikasi menghitung jumlah kemunculan sebuah kejadian/event
atau untuk menghitung pembangkit pulsa. Aplikasi ini dapat dilihat seperti pada aplikasi sisa
parkiran dalam gedung, aplikasi penghitung jumlah barang, aplikasi penghitung jumlah
pengunjung perpustakaan dan lain sebagainya. Sebuah n binary counter dapat dibentuk dari n
buah flip flop dan dapat menghitung dari 0 sampai 2n-1. Maksudnya adalah apabila kita
mendesain counter yang mengeluarkan tiga inputan maka kita harus menggunakan tiga flip –
flop, atau sesuai dengan kebutuhan.

Binary Up Counter
Up counter adalah rangkaian counter yang berfungsi menghitung naik. Contoh up
counter adalah pada tasbih digital seperti contoh diatas rangkaian up counter dapat dibuat
dengan menggunakan D Flip-flop maupun JK Flip-flop. Berikut merupakan skema rangkaian
up counter menggunakan JK flip-flop.

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 37
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

Binary Down Counter


Down counter adalah rangkaian yang berfungsi menghitung turun. Counter jenis ini
dapat ditemui pada lampu lalu lintas dimana bilangan akan menghitung mundur sampai
angka 0. Contoh skemanya adalah sebagai berikut :

IV. Tugas Rumah


1. Apa yang dimaksud dengan counter ?
2. Apa yang dimaksud dengan Up Counter ?
3. Apa yang dimaksud dengan Down Counter?
4. Sebutkan contoh pengaplikasian up dan down counter ? Minimal 3!
5. Gambarkan dan tuliskan konfigurasi dari seven segment !

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 38
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

V. Langkah Percobaan

Gambar 6.1. Binary Up/Down Counter

Untuk menggunakan modul ini, lakukan langkah-langkah berikut :


1. Atur PL = 0 kemudian pindah ke 1
2. Hubungkan pin CLK ke pin CLOCK terdapat pada board MONOSTABLE MV
3. Atur CE = 0, -U/D = 0, lalu Q0 dihubungkan ke pin A, Q1 ke pin B, Q2 ke pin C, Q3
ke pin D dari board BCD to 7 Segment, kemudian tekan trigger di board monostable
MV secara perlahan 1x dan catat output Q3 Q2 Q1 Q0. Lakukan secara berulang sampai
15 x.
4. Lalu atur kembali PL = 0 kemudian pindah ke 1
5. Atur CE = 0, -U/D = 1, kemudian tekan trigger di board monostable MV secara perlahan
1x dan catat output Q3 Q2 Q1 Q0. Lakukan secara berulang sampai 15 x.

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 39
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

VI. Data Pengamatan

UP COUNTER
1 2 3 4

5 6 7 8

9 10 11 12

13 14 15 16

Kesimpulan apakah yang bias anda tarik?


......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................

DOWN COUNTER
1 2 3 4

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 40
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

5 6 7 8

9 10 11 12

13 14 15 16

Kesimpulan apakah yang bias anda tarik?


......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................

VII. Tugas Akhir

1. Jelaskan fungsi dari Pin PL !

2. Jelaskan fungsi dari Pin CE !

3. Kenapa notasi selector bernotasi -U/D ? Jelaskan !

4. Sebutkan contoh pengaplikasian Up/Down Counter pada kehidupan sehari-hari !

5. Bagaimana cara menampilkan output angka 2 digit pada up/down counter ?

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 41
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

MODUL VII
FULL ADDER WITH CARRY

I. Tujuan
1. Mengetahui Output dari Penjumlahan Full Adder dengan Carry In dan Carry Out
2. Mengetahui Cara Kerja Rangkaian Penjumlahan Biner

II. Alat & Bahan


1. Board
2. Jumper
3. Catu Daya

III. Teori Modul


Full Adder
Full adder adalah rangkaian elektronik yang bekerja melakukan perhitungan
penjumlahan sepenuhnya dari dua buah bilangan binary, yang masing-masing terdiri dari
satu bit. Rangkaian ini memiliki tiga input dan dua buah output, salah satu input merupakan
nilai dari pindahan penjumlahan, kemudian sama seperti pada half adder salah satu
outputnya dipakai sebagai tempat nilai pindahan dan yang lain sebagai hasil dari
penjumlahan.
Full Adder dapat digunakan untuk menjumlahkan bilangan-bilangan biner yang lebih
dari 1bit. Penjumlahan bilangan-bilangan biner sama halnya dengan penjumlahan bilangan
decimal dimana hasil penjumlahan tersebut terbagi menjadi 2 bagian, yaitu SUMMARY
(SUM) dan CARRY, apabila hasil penjumlahan pada suatu tingkat atau kolom melebihi
nilai maksimumnya maka output CARRY akan berada pada keadaan logika.

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 42
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

IV. Tugas Rumah


1. Apa yang dimaksud dengan Full Adder ?
2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Half Adder ?
3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Carry ?
4. Gambarkan rangkaian Full Adder dan Half Adder !
5. Jelaskan apa yang dimaksud Adder !

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 43
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

V. Langkah Percobaan

Gambar 7.1 Full adder 4 bit dengan carry in dan out

Modul praktikum ini adalah menjumlahkan bit A dan B dimana A1 dan B1 adalah LSB dan
A4 dan B4 adalah MSB. Carry input ikut dianggap sebagai bit tambahan. Jika hasil
penjumlahan lebih besar dari 15, maka carry out = 1 dan sebaliknya.
Untuk menggunakan modul ini, lakukan langkah-langkah berikut :
1. Hubungkan pin pada modul Full Adder With Carry Q0 ke pin output display LED D0,
Q1 ke output D1, Q2 ke output D2 dan Q3 ke output D3.
2. Hubungkan pin CARRY OUT ke output LED D7.
3. Ubah data adder dan pin Carry In sesuai tabel inputan.
4. Tulis hasil pengamatan di tabel pengamatan

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 44
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

VI. Data Pengamatan

Isilah tabel berikut :


No A3 A2 A1 A0 B3 B2 B1 B0 CARRY IN

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

1 0 0 0 0 0 0 0 1 0

2 0 0 0 1 0 0 1 0 0

3 0 0 1 0 0 0 1 1 0

4 0 0 1 1 0 1 0 0 0

5 0 1 0 0 0 1 0 1 0

6 0 1 0 1 0 1 1 0 0

7 0 1 1 0 0 1 1 1 0

8 0 1 1 1 1 0 0 0 0

9 1 0 0 0 1 0 0 1 0

10 1 0 0 1 1 0 1 0 0

11 1 0 1 0 1 0 1 1 0

12 1 0 1 1 1 1 0 0 0

13 1 1 0 0 1 1 0 1 0

14 1 1 0 1 1 1 1 0 0

15 1 1 1 0 1 1 1 1 0

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 45
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

Diperoleh output:
No CARRY OUT Q3 Q2 Q1 Q0 DESIMAL
0

1
2

3
4

5
6

7
8

10

11

12

13

14
15

Kesimpulan apakah yang bias anda tarik?


......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................

VII. Tugas Akhir

1. Kenapa pada data ke 8, carry out berlogika 0 ? Jelaskan !


2. Sebutkan dan jelaskan fungsi dari Carry Out !
3. Jelaskan prinsip kerja Full Adder !
4. Mengapa Output yang dikeluarkan berlogika 0 ?
5. Mengapa hasil Outputan bila dikonversikan akan berbeda dengan konversi
inputannya?

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 46
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

MODUL VIII
FLIP FLOP

I. Tujuan
Memahami pemrosesan dan kondisi-konsisi yang terdapat pada RS flip-flop dan JK flip-
flop.
II. Alat & Bahan
1. Board #2
2. Jumper
3. Kabel Power
III. Teori Modul
FLIP flop (FF) merupakan piranti memori yang sifat keluaran-nya tidak hanya
tergantung kepada masukan sekarang tetapi juga terkait dengan kondisi masukan
sebelumnya. Pada umumnya keluaran flip flop terdiri dari dua yang saling berlawanan
yaitu Q dan Q'. Sebagai piranti memori, flip flop pada umumnya dipergunakan untuk
operasi rangkaian (memori) serempak.

Sejauh ini dikenal ada empat macam flip flop, yaitu SR-FF, JK-FR, DFF dan T-
FE Tiap macam flip flop selain terdiri dari masukan dan keluaran data, juga terdapat
fasilitas lain berupa masukan pewaktu (clock) dan pengalih operasi berupa masukan
Reset/Set.

A. Piranti SR- FF

SR -FF merupakan piranti dasar untuk pembentukan macam flip flop lainnya
seperti JK-FE, T-FF dan D-FF. SR-FF dapat dibentuk dari gerbang sederhana NOR,
NAND, AND dan NOT
Secara ringkas, operasi SR-FF dapat ditabelkan sebagai berikut
:
Q -Q Keterangan
Q -Q Memori
1 0 Kondisi Set
0 1 Kondisi Reset
- - Operasi terlarang

Gambar Tabel Kebenaran SR FF

Kondisi memori berarti keluaran Q akan mengingat data masukan sebelumnya (S


dan R), sedangkan kondisi set dan reset akan menyebabkan keluaran Q mengikuti
masukan s (1 atau 0). Masukan S=1 dan R=1 tidak diijinkan karena akan menyebabkan
keluaran output tidak diperbolehkan sehingga disebut sebagai operasi terlarang. Dalam
aplikasi, SR-FF dilambangkan dengan gambar :

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 47
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

Gambar. RS FF

B. Piranti JK- FF
Sama halnya D – FF , JK – FF juga diturunkan dari SR-FF sebagai peranti memori
dasar, bedanya D-FF merupakan operasi khusus dari SR-FF dengan masukan S selalu
berlawanan dengan R, sedangkan JK-FF memiliki karakteristik berbeda dengan SR-FF
terutama pada kondisi terlarang (S=R=1). Untuk JK-FF kondisi tersebut (sebagai
gantinya J=K=1) justru dipergunakan untuk pengalihan Q(t+1) * Q(t) atau disebut
kondisi "toggle". Dengan kata lain bila masukan J = K =1 (untuk JK – FF) maka keluaran
Q akan berupa pulsa kontinu karena keluaran Q akan beralih dari 1 ke 0 dan dari 0 ke I
tanpa henti mengikuti pulsa pewaktu.
Berbagai kondisi operasional JK-FF di atas dapat diringkas dalam satu tabel
kebenaran yang lebih sederhana, sehingga lebih mudah dipahami.

Gambar. Tabel Kebenaran JK – FF

Sama halnya SR – FF , JK – FF juga dilengkapi fasilitas masukan set – reset


sehingga memungkinkan JK-FF dioperasikan pada mode operasi serempak (dipengaruhi
pewaktu) maupun tak serempak (tidak dipengaruhi pewaktu).

Gambar. Simbol JK –FF


INSTITUT TEKNOLOGI - PLN
LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 48
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

IV. Tugas Rumah


1. Apa yang dimaksud dengan flip – flop?
2. Sebutkan dan jelaskan jenis – Jenis flip – flop yang anda ketahui?
3. Gambarkan rangkaian dan jelaskan kondisi dari SR - FF & JK – FF !
4. Apa yang dimaksud dengan multivibrator ( MV ) ?
5. Apa yang dimaksud dengan IC ?

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 49
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

6.1 Praktikum SR FLIP FLOP

I. Tujuan
Memahami pemrosesan dan kondisi-konsisi yang terdapat pada SR flip-flop.
II. Alat & Bahan
1. Board #2
2. Jumper
3. Kabel Power
III. Langkah Percobaan

Perhatikan gambar 8.1 di atas. NAND Gate bsa berfungsi sebagai SET RESET
Flip-Flop. Input terdiir ari RESET dan SET serta output Q DAN –Q. Semua indicator
untuk input dan output menggunakan LED . Jika LED menyala berarti logika ‘1’ dan bila
padam berarti logika ‘0’. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukan
praktikum ini adalah:
1. Hubungkan catu daya dengan menancapkan konektor ke board dan nyalakan
catu dayanya
2. Hubungkan A1 pada saklar A pada input.
3. Hubungkan B2 pada saklar B pada input.
4. Hubungkan B1 dengan Q2.
5. Hubungkan A2 ke Q1
6. Hubungkan Q1 ke D0
7. Hubungkan Q2 ke D1
8. Kemuadian isilah table berikut:
R S Q -Q KONDISI
0 0
0 1
1 0
1 1
Kesimpulan apakah yang bias anda tarik?
………………………………………………………………………………………………….

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 50
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

6.2 Praktikum JK Flip Flop

I. Tujuan
Memahami pemrosesan dan kondisi-konsisi yang terdapat pada JK flip-flop.
II. Alat & Bahan
1. Board #2
2. Jumper
3. Kabel Power
III. Langkah Percobaan

Gambar 8.2. JK FF

Perhatikan gambar 8.2. di atas. JK Flip-Flop menggunakan IC 74LS73. Input terdiri dari J, K
dan CLOCK serta output Q DAN - Q. Semua indikator untuk input dan output menggunakan
LED. Untuk input CLOCK menggunakan monostable multivibrator agar terjadi keadaan pasti
pada saat rising edge.. Jika LED menyala berarti logika ‘1’ dan bila padam berarti logika ‘0’.
Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukan praktikum ini adalah :
1. Hubungkan catu daya dengan menancapkan konektor ke board dan nyalakan catu daya
nya.
2. Hubungkan pin CLOCK dengan MONOSTABLE MV
3. Hubungkan RESET ke saklar toggle A
4. Hubungkan Q0 ke D0 dari DISPLAY LED
5. Hubungkan -Q0 ke D1 dari DISPLAY LED
6. Hubungkan J0 ke saklar toggle B
7. Hubungkan K0 ke saklar toggle C
INSTITUT TEKNOLOGI - PLN
LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 51
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

8. Kemudian isilah tabel berikut :


RST J K CLK Q -Q KONDISI
0 X X X
1 0 0 ON
1 0 1 ON
1 1 0 ON
1 1 1 ON

Kesimpulan apakah yang bias anda tarik?


…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………

VII. Tugas Akhir


1. Dari flip – flop yang terdapat pada modul terdapat Pin R dan Pin S, Jelaskan
fungsi dari kedua Pin tersebut !
2. Pada SR FF ( Set - Reset Flip – Flop ) terdapat kondisi Terlarang, apa yang
dimaksud dengan kondisi tersebut ? Jelaskan !
3. Pada JK FF terdapat kondisi Toggle, apa yang dimaksud dengan kondisi
tersebut ? Jelaskan !
4. Pada JK FF dan RS FF terdapat kondisi Memori, apa yang dimaksud
dengan kondisi tersebut ? Jelaskan !
5. Apa fungsi pin RST pada JK FF, pada JK flip-flop lebih dominan
manakah antara pin RST dengan pin R ?

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 52
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

MODUL IX
ENCODER 8 to 3

I. Tujuan
1. Memahami pengertian dari encoding dan mengetahui outputan dari encoding.
2. Mengetahui proses dari encoding.

II. Alat & Bahan


1. Board #1
2. Jumper atau kabel penghubung
3. Catu daya

III. Teori Modul


Biasanya encoder digunakan untuk mengubah data keypad menjadi data biner.
Sebenarnya encoder berarti mengubah suatu besaran yang jumlahnya banyak
menjadi besaran lain yang jumlahnya sedikit. Ada beberapa jenis encoder yang
terdapat di pasaran seperti 74xx147 : 10 to 4 dan 74xx148 : 8 to 3.
Encoder adalah rangkaian yang memiliki fungsi berkebalikan dengan dekoder.
Encoder berfungsi sebagai rangakain untuk mengkodekan data input mejadi data
bilangan dengan format tertentu. Encoder dalam rangkaian digital adalah rangkaian
kombinasi gerbang digital yang memiliki input banyak dalam bentuk line input dan
memiliki output sedikit dalam format bilangan biner. Encoder akan mengkodekan
setiap jalur input yang aktif menjadi kode bilangan biner. Dalam teori digital banyak
ditemukan istilah encoder seperti “Desimal to BCD Encoder” yang berarti
rangkaian digital yang berfungsi untuk mengkodekan line input dengan jumlah line
input desimal (0-7) menjadi kode bilangan biner 3 bit BCD (Binary Coded
Decimal). Atau “8 line to 3 line encoder” yang berarti rangkaian encoder dengan
input 8 line dan output 3 line (3 bit BCD).
Ilustrasi Digital Encoder 8 to 3

Encoder dalam contoh ini adalah encoder desimal ke BCD (Binary Coded Decimal)
yaitu rangkaian encoder dengan input 8 line dan output 3 bit data BCD.
Rangkaian implementasi encoder Desimal (8Line) ke BCD sesuai tabel kebenaran

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 53
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

Rangkaian encoder diatas hanya akan bekerja dengan baik apabila hanya 1 jalur input
saja yang mendapat input, hal ini karena rangkaian encoder diatas bukan didesain sebagai
priority encoder.
Dalam buku ini, yang akan digunakan untuk percobaan adalah encoder 8 to 3, dengan
tabel kebenaran sebagai berikut:

IV. Tugas Rumah


1. Apa yang dimaksud dengan Encoder ?
2. Sebutkan perbedaan Encoder dan Decoder !
3. Gambarkan rangkaian Encoder !
4. Sebutkan contoh pengaplikasian dari Encoder !
5. Konversikan beberapa bilangan berikut menjadi bilangan dengan sistem bilangan
lainnya beserta langkahnya !

A. (150)10 =(…..)2 = (…..)8 = (…..)16


B. (4B)16 =(…..)8 = (…..)2 = (…..)10
C. (420)8 =(…..)2 = (…..)10 = (…..)16
D. (110000)2 =(…..)16 = (…..)10 = (…..)8

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 54
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

V. Langkah Percobaan

gambar 9.1. Encoder 8 to 3

Perhatikan gambar 9.1. di atas. Input Encoder 8 To 3 terdiri dari 8 tombol push button yaitu
0,1,2,3,4,5,6,7 dan enable E1. Semua indikator untuk input menggunakan LED dan output
menggunakan LED juga. Jika LED menyala berarti logika ‘1’ dan bila padam berarti logika
‘0’.

Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukan praktikum ini adalah:


1. Hubungkan catu daya dengan menancapkan konektor ke board dan nyalakan catu daya
2. Hubungkan pin 0 ke saklar toggle A
3. Hubungkan pin 1 ke saklar toggle B
4. Hubungkan pin 2 ke saklar toggle C
5. Hubungkan pin 3 ke saklar toggle D
6. Hubungkan pin 4 ke saklar toggle E
7. Hubungkan pin 5 ke saklar toggle F
8. Hubungkan pin 6 ke saklar toggle G
9. Hubungkan pin 7 ke saklar toggle H
10. Hubungkan pin EI ke saklar toggle P

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 55
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

VI. Data Pengamatan

INPUT OUTPUT
EI 0 1 2 3 4 5 6 7 C B A GS EO
1 0 0 0 0 0 0 0 0
0 1 1 1 1 1 1 1 1
0 1 1 1 1 1 1 1 0
0 1 1 1 1 1 1 0 1
0 1 1 1 1 1 0 1 1
0 1 1 1 1 0 1 1 1
0 1 1 1 0 1 1 1 1
0 1 1 0 1 1 1 1 1
0 1 0 1 1 1 1 1 1
0 0 1 1 1 1 1 1 1

Kesimpulan apakah yang bisa anda tarik?


......................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................

VII. Tugas Akhir


1. Jelaskan pengertian dari pin GS !
2. Jelaskan fungsi dari pin EO !
3. Bagaimana cara kerja dari output encoder ini ?
4. Gambarkan gerbang logika yang terdapat pada pin GS ! Dan buatlah contohnya !
(Inputan EO = 1 dan EI = 0).
5. Bagaimana cara melihat Outputan EO tanpa melakukan percobaan ?

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 56
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

MODUL X
DECODER

I. Tujuan
Memahami pengertian dari decoding dan jenis jenis decoder.

II. Alat & Bahan


4. Board #1
5. Jumper atau kabel penghubung
6. Catu daya

III. Teori Modul


Decoder adalah alat yang dapat digunakan untuk mengembalikan proses encoding
sehingga kita dapat melihat atau menerima informasi aslinya. Decoder juga dapat
diartikan sebagai rangkaian logika yang dapat di artikan sebagai rangkaian logika
yang menerima input-input biner dan mengaktifkan salah satu outputnya sesuai
dengan urutan biner tersebut.

IV. Tugas Rumah

1. Sebutkan dan Jelaskan jenis – jenis sistem bilangan yang digunakan pada Teknik
Digital!
2. Konversikan beberapa bilangan berikut menjadi bilangan dengan Sistem Bilangan
Lainnya beserta langkahnya !
A. (226)10 = (…..)2 = (…..)8 = (…..)16
B. (7E)16 = (…..)8 = (…..)2 = (…..)10
C. (643)8 = (…..)2 = (…..)10 = (…..)16
D. (10110010)2 = (…..)16 = (…..)10 = (…..)8
3. Apa yang dimaksud dengan LSB Dan MSB ?
4. Apa yang dimaksud dengan Decoding ?
5. Apa yang dimaksud dengan Decoder dan cara kerjanya !

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 57
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

10.1 Praktikum Decoder 2 To 4


I. Tujuan
Memahami proses Decoding pada Decoder 2 To 4
II. Alat & Bahan
1. Board #1
2. Jumper atau kabel penghubung
3. Catu daya

III . Langkah Percobaan

gambar 10.1 decoder 2 ke 4


Perhatikan gambar 10.1. di atas. Input Decoder 2 To 4 terdiri dari 2 yaitu A dan B serta enable
E. Semua indikator untuk input menggunakan LED dan output menggunakan LED juga. Jika
LED menyala berarti logika ‘1’ dan bila padam berarti logika ‘0’.
Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukan praktikum ini adalah :
1. Hubungkan catu daya dengan menancapkan konektor ke board dan nyalakan catu daya nya.
2. Hubungkan pin A dari decoder 2 to 4 dengan saklar A dan pin B dari decoder 2 to 4 dengan
saklar B
3. Hubungkan pin EN dari decoder 2 to 4 dengan saklar P

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 58
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

V. Data Pengamatan

Kemudian isilah tabel berikut, dengan mengatur saklar input A dan B:


-E B A Y3 Y2 Y1 Y0
1 X X
0 0 0
0 0 1
0 1 0
0 1 1

Kesimpulan apakah yang bisa anda tarik?


......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 59
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

10.2 Praktikum Decoder 3 To 8

I. Tujuan
Memahami proses Decoding pada Decoder 3 To 8
II. Alat & Bahan
1. Board #1
2. Jumper atau kabel penghubung
3. Catu daya

III . Langkah Percobaan

gambar 10.2. Decoder 3 ke 8


Perhatikan gambar 10.2. di atas. Input Decoder 3 To 8 terdiri dari 3 yaitu A, B dan C serta
enable -E1, -E2 dan E3. Semua indikator untuk input menggunakan LED dan output
menggunakan LED juga. Jika LED menyala berarti logika ‘1’ dan bila padam berarti logika
‘0’.
Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukan praktikum ini adalah :
1. Hubungkan catu daya dengan menancapkan konektor ke board dan nyalakan catu
daya nya.
2. Hubungkan pin A dengan saklar A, Hubungkan pin B dengan saklar B, Hubungkan
pin C dengan saklar C.
3. Hubungkan pin –E1 dengan saklar N, Hubungkan pin –E2 dengan saklar O,
Hubungkan pin E3 dengan saklar.
4. Kemudian isilah tabel.

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 60
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

VI. Data Pengamatan

-E1 -E2 E3 C B A Y7 Y6 Y5 Y4 Y3 Y2 Y1 Y0
1 X X X X X
X 1 X X X X
X X 0 X X X
0 0 1 0 0 0
0 0 1 0 0 1
0 0 1 0 1 0
0 0 1 0 1 1
0 0 1 1 0 0
0 0 1 1 0 1
0 0 1 1 1 0
0 0 1 1 1 1

Kesimpulan apakah yang bisa anda tarik?


......................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 61
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

10.3 Praktikum Decoder 4 To 16

I. Tujuan
Memahami proses Decoding pada Decoder 4 To 16
II. Alat & Bahan
1. Board #1
2. Jumper atau kabel penghubung
3. Catu daya

III . Langkah Percobaan

gambar 10.3. Decoder 4 To 16


Perhatikan gambar 10.3. di atas. Input Decoder 4 To 16 terdiri dari 6 yaitu A, B, C dan D serta
STR dan ENABLE. Semua indikator untuk input menggunakan LED dan output menggunakan
LED juga. Jika LED menyala berarti logika ‘1’ dan bila padam berarti logika ‘0’.
Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukan praktikum ini adalah :
1. Hubungkan catu daya dengan menancapkan konektor ke board dan nyalakan catu daya
nya.
2. Hubungkan pin A dengan saklar A, Hubungkan pin B dengan saklar B, Hubungkan pin
C dengan saklar C dan Hubungkan pin D dengan saklar toggle D
3. Hubungkan pin STR dengan saklar toggle O dan hubungkan pin –ENABLE dengan
saklar P.

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 62
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

IV. Data Pengamatan


MASUKAN

STR INH D C B A
0 X X X X X
X 1 X X X X
1 0 0 0 0 0
1 0 0 0 0 1
1 0 0 0 1 0
1 0 0 0 1 1
1 0 0 1 0 0
1 0 0 1 0 1
1 0 0 1 1 0
1 0 1 0 0 0
1 0 1 0 0 1
1 0 1 0 1 0
1 0 1 0 1 1
1 0 1 1 0 0
1 0 1 1 0 1
1 0 1 1 1 0
1 0 1 1 1 1

KELUARAN

Y15 Y14 Y13 Y12 Y11 Y10 Y9 Y8 Y7 Y6 Y5 Y4 Y3 Y2 Y1 Y0

Kesimpulan apakah yang bisa anda tarik?


.....................................................................................................................................................

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 63
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

V. Tugas Akhir
1. Jelaskan bagaimana cara mengetahui output mana yang akan menyala atau padam
tanpa mengoprasikan modul ?
2. Jelaskan mengapa ada pin E (Enable) yang aktif dalam keadaan logika yang
berbeda agar menghasilkan output ?
3. Apa fungsi dari pin STR (Strobe) ?
4. Apa fungsi dari pin INH (Inhibit) ?
5. Apa fungsi dari pin E ?

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 64
PRAKTIKUM NAMA: ……………………….
TEKNIK DIGITAL NIM:……………………......

DAFTAR HADIR PRAKTIKUM


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO
INSTITUT TEKNOLOGI-PLN

NAMA : Praktikum :
NIM : Jur/[Link] :
Kelompok : Semester :

Tanggal Tanggal
Tanggal Paraf
No. Modul Pengumpulan Presentasi Asisten
Praktikum Asisten
Laporan
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

Jakarta,........................ 2020

Mahasiswa Asisten Lab.

(...................................) (..............................................)

INSTITUT TEKNOLOGI - PLN


LABORATORIUM DASAR TEKNIK ELEKTRO PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL | 65

Anda mungkin juga menyukai