0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
160 tayangan4 halaman

Soal Latihan PPN untuk PT Musim Hujan

1. PT Musim Hujan Musim Rindu adalah perusahaan asesoris kendaraan bermotor yang melakukan transaksi penyerahan dan perolehan barang/jasa selama Januari 2021 dengan total nilai transaksi lebih dari Rp 1 miliar. 2. Perusahaan memiliki beberapa kewajiban pelaporan PPN dan pajak masukan berdasarkan transaksi yang dilakukan pada bulan tersebut. 3. Laporan SPT Masa PPN Januari 2021 perlu disusun berdasark

Diunggah oleh

Dianty Beauty
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
160 tayangan4 halaman

Soal Latihan PPN untuk PT Musim Hujan

1. PT Musim Hujan Musim Rindu adalah perusahaan asesoris kendaraan bermotor yang melakukan transaksi penyerahan dan perolehan barang/jasa selama Januari 2021 dengan total nilai transaksi lebih dari Rp 1 miliar. 2. Perusahaan memiliki beberapa kewajiban pelaporan PPN dan pajak masukan berdasarkan transaksi yang dilakukan pada bulan tersebut. 3. Laporan SPT Masa PPN Januari 2021 perlu disusun berdasark

Diunggah oleh

Dianty Beauty
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SOAL LATIHAN PPN B

PT MUSIM HUJAN MUSIM RINDU adalah sebuah pabrikan asesoris kendaraan bermotor yang
berkedudukan di Jl. Kenangan Bersamamu No.56, nomor telepon 8765432, Bekasi Utara. Produk yang
dipasarkan adalah berbagai asesoris mobil mewah seperti spion, dekorasi interior mobil, jok mobil,
velg, dan sejenisnya. Perusahaan ini memiliki divisi reparasi dan pemasangan asesoris kendaraan.
Untuk keperluan latihan soal ini, atas penyerahan produk asesoris kendaraan tersebut selain terutang
PPN 10% juga terutang PPnBM 10%.

Perusahaan memiliki NPWP: [Link]-456.000 serta telah dikukuhkan sebagai PKP sejak tanggal
12 April 2014. Sedangkan Nomor KLU:54321. Merek yang digunakan untuk produknya adalah
“GAZZPOLL”. Dalam bulan Januari 2021, dari pembukuannya dapat dipetik transaksi sebagai berikut:

TRANSAKSI TERKAIT PENYERAHAN  Masuk di SPT Form berapa? Kode faktur?

1. 7 Januari 2021 Diterima pembayaran Rp 240.000.000,00 dari PT JELITA atas


penyerahan asesoris kendaraan pada tanggal 12 Desember 2020, nilai
tersebut telah termasuk PPN dan PPnBM. Kewajiban PPN telah dilakukan
sesuai ketentuan, baik oleh penjual maupun pembeli.

transaksi ini tidak berpengaruh di pelaporan SPT Masa Januari 2021,


telah dilaporkan di SPT Desember 2020

2. 10 Januari 2021 Diserahkan jasa reparasi dengan nilai penggantian Rp 300.000.000,00


kepada PT MANJUR perusahaan di KBN Cakung. Mendapat fasilitas PPN
dan PPnBM Tidak Dipungut.
 Form A2
 DPP 300juta
 NSFP 070.900-21.00002001, 10 Januari 2021

3. 20 Januari 2021 Diterima pembayaran dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara


(KPPN) atas penyerahan alat asesoris kendaraan kepada Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan sesuai harga kontrak Rp 300.000.000
termasuk PPN 10% dan PPnBM 10%. Penagihan dilakukan tanggal 11
Januari 2021.
 Form A2
 NSFP 020.900-21.00002002
 DPP  300jutax100/120 =250juta
 Tanggal FP: 11 januari 2021

4. 20 Januari 2021 Menyumbang sejumlah asesoris kendaraan kepada SMK Bina Balapan.
Harga jual sebenarnya termasuk laba 20% adalah Rp 12.000.000,00.
 Pemberian Cuma-Cuma  DPP Nilai Lain = harga jual-laba
 DPP 10 juta
 Form A2
 NSFP 040.900-21.00002003

5. 22 Januari 2021 Diserahkan jasa reparasi kendaraan (tidak terutang PPnBM) kepada PT
FLORAMEDIKA dengan harga jual Rp 40.000.000,00 yang mendapat
fasilitas dibebaskan dari pengenaan PPN.
 Form A2
 DPP 40juta
 NSFP 080.900-21.00002004

6. 24 Januari 2021 Menerima laporan konsinyasi dari Swalayan ‘Wulan’, diketahui barang
terjual sebesar Rp. 100.000.000, dan barang yang diretur sebesar Rp.
20.000.000. Nota retur dan Faktur Pajak terkait telah diinput dalam
aplikasi eFaktur, nomor efaktur pada saat penyerahan tahun lalu adalah
010.900-20.00006854.
 Form A2
 Transaksi retur nilai DPP (20 juta)

7. 25 Januari 2021 Diberikan tagihan kepada Bendaharawan Pemda Kota Bekasi, atas
transaksi penyerahan asesori kendaraan untuk membantu usaha UMKM
masyarakat senilai Rp 40.000.000,00. Penyerahan BKP dilakukan pada
28 Desember 2019.
 Form A2
 Tanggal FP 25 Januari 2021
 NSFP 020.900-21.00002005
 DPP 40 juta

8. 26 Januari 2021 Perusahaan menghapuskan piutang tak tertagih PT Izinkanku


Melengkapimu senilai Rp. 35.000.000. Transaksi dilakukan tanggal 25
Agustus 2018, dengan nilai awal Rp. 500.000.000.
Tidak terkait dengan SPT Masa PPN

9. 27 Januari 2021 Diberikan tagihan senilai Rp 120.000.000,00 kepada BUMN PT Pertamini.


Penyerahan barang dilakukan tanggal 26 Januari 2021, dan pembayaran
belum diterima oleh perusahaan
 Form A2
 NSFP 030.900-21.00002006
 Tanggal FP 26 Januari

10. 28 Januari 2021 Dihadiahkan sejumlah perlengkapan asesoris kendaraan kepada


karyawan, dengan harga jual Rp 18.000.000,00 termasuk laba 20%
dalam rangka HUT PT MUSIM HUJAN MUSIM RINDU.
 Pemakaian Sendiri DPP Nilai Lain = harga jual-laba
 Form A2, B3
 NSF 040.900-21.00002007
 DPP 18juta *100/120 =15juta
FP yang diterbitkan berfungsi sebagai PK sekaligus PM bagi PT
Musim Hujan Musim Rindu
PK A2
PM  B3 (tidak dapat dikreditkan, tidak berhubungan langsung
dengan kegiatan usaha)

11. 30 Januari 2021 Diterima pembayaran Rp 300.000.000,00 atas penjualan sebuah


generator pabrik kepada PT TELOLET pada tanggal 1 Desember 2020,
Generator tersebut dibeli pada 21 Mei 2016. Kewajiban PPN telah
dilakukan sesuai ketentuan, baik oleh penjual maupun pembeli.
 Transaksi PPN Pasal 16 D
 Tidak berpengaruh pada SPT Januari 2021, sudah dilaporkan di
SPT Masa Des 2020

12. 31 Januari 2021 Diterima kembali dari PT JELITA dengan Nota Retur Nomor NR-1/I/21
tertanggal 25 Januari 2021, sejumlah asesoris kendaraan dengan harga
jual Rp 20.000.000,00. Retur tersebut dilakukan atas transaksi yang
dibayar tanggal 7 Januari 2021 dan atas penyerahan tersebut terutang
PPN 10% dan PPnBM 10%. Nomor faktur yang diganti adalah 010.900-
21.00007884.
 Form A2
 Retur, dengan DPP (20juta)

13. 31 Januari 2021 Menyerahkan vila milik perusahaan di Muara Gembong, Bekasi seharga
Rp [Link],00 kepada PT BODOAMAT. Perusahaan membeli vila
tersebut pada tahun 2016.
 Pasal 16 D  Penjualan aktiva yang menurut tujuan semula tidak
diperjualbelikan
 Syarat Pasal 16D 1. Penyerahan dilakukan oleh PKP; 2. Aktiva
bukan barang dagangan/disewakan; 3. Aktiva digunakan langsung
untuk keperluan usaha dan bukan sedan/station wagon
 Atas transaksi ini TIDAK TERUTANG PPN
 Form Induk I huruf B
14. 31 Januari 2021 Penyerahan eceran selama bulan Januari 2021 senilai Rp. 50.000.000.
 Penyerangan yang digunggung
 Form AB I huruf B angka 2

PEMBELIAN / PEROLEHAN JKP

1. 6 Januari 2021 Membayar langganan telepon Rp. 38.500.000,00 termasuk PPN kepada
PT TELKOM. Kuitansi tanggal 3 Januari 2021.
 Form B2
 DPP 35 juta

2. 9 Januari 2021 Melakukan transaksi impor barang dengan Nilai Impor Rp


420.000.000,00.  Form B1
3. 19 Januari 2021 Ditemukan SSP dan PIB tanggal 27 November 2020 dengan PPN Rp
15.000.000,00 yang disetor ke Bank Mandiri. Pajak Masukan ini belum
dilaporkan.
Form B1
DPP 150juta
4. 20 Januari 2021 Mengimpor peralatan pabrik. PPN atas impor Rp 13.000.000,00 disetor
ke Bank Mandiri dan SSP tertanggal 18 Januari 2021.
Form B1
DPP 130juta

5. 20 Januari 2021 Diterima dari PT MOBILKU dan dibayar tunai satu unit sedan Ford
seharga Rp 260.000.000,00 sudah termasuk PPN 10% dan PPnBM
dengan tarif 20%.
 Form B3
 DPP: 200 juta
6. 23 Januari 2021 Diterima Faktur Pajak tertanggal 5 Desember 2020 dengan PPN Rp
1.570.000,00 dari perusahaan mebel PT MEBELINDO atas pembelian
lemari arsip. Faktur ini belum dilaporkan oleh PT Musim Hujan Musim
Rindu.
 Form B2
 DPP 15.700.000

7. 26 Januari 2021 Perusahaan memesan bahan baku kepada PT Ardath, dengan total
pembelian Rp. 100.000.000. Atas pemesanan tersebut perusahaan
membayar uang muka sejumlah Rp. 30.000.000, pelunasan akan
dilakukan 30 hari ke depan.
 Form B2
 DPP 30juta
8. 29 Januari 2021 Membayar Rp 50.000.000,00 kepada PT INOVASI, perusahaan
pemborong (PKP), atas renovasi rumah dinas perusahaan seluas
100m2. Transaksi ini bagian dari jasa konstruksi yang diberikan oleh PT
Inovasi, bangunan diharapkan dapat selesai dan diserahkan pada bulan
Maret 2021.
 Form B3
 PM tidak dapat dikreditkan karena tidak terkait langsung dengan
kegiatan usaha
 DPP = 50juta

9. 29 Januari 2021 Mengirim kembali dengan Nota Retur Nomor R-09/I/21 tertanggal 29
Januari 2021, sebagian dari suku cadang yang diterima tanggal 18
November 2019 kepada PT CHEETOZZ dengan harga jual Rp
10.000.000,00
 Form B2
 Retur pembelian DPP (10.000.000)
10. 31 Januari 2021 Selama bulan Januari 2021 telah dikeluarkan Rp 50.000.000,00 untuk
membangun sendiri gudang dengan luas 400 m2
Form Induk III  PPN Kegiatan Membangun Sendiri
11. 31 Januari 2021 Melakukan penghitungan kembali Pajak Masukan yang telah dikreditkan
atas pembelian mobil box yang digunakan untuk mengangkut hasil
barang dagangan. Pajak Masukan sebesar Rp 20.000.000 atas
pembelian mobil box ini telah dikreditkan sebesar Rp. 16.000.000 dalam
SPT Masa PPN bulan Maret 2020. Masa manfaat kendaraan bermotor
ditetapkan selama 4 tahun.

Jumlah peredaran tahun 2019 sebesar Rp 50 milyar yang terdiri dari


penyerahan yang terutang PPN sebesar Rp 45milyar dan penyerahan
yang PPNnya dibebaskan adalah Rp 5 milyar.

Mobil Box
Pengkreditan PM Maret 2019 sebesar 16juta  alokasi pertahun
4 juta

1. Persentase PM yang dapat dikreditkan


= (45milyar/50milyar)x 100%
= 90%
2. Perhitungan Kembali PM
= 90% x (20juta/4tahun)
=4,5juta
3. Penambahan/pengurangan PM pada SPT PPN Masa Januari 2021
= PM riil – PM alokasi
= 4,5juta-4juta
= 500ribu  menambah PM untuk SPT PPN Masa Januari 2021

PERMASALAHAN

Masukkan seluruh transaksi tersebut ke dalam SPT Masa PPN 1111 untuk Masa Pajak
Januari 2021 atas nama PT MUSIM HUJAN MUSIM RINDU dengan keterangan tambahan
sebagai berikut:

a) Dalam SPT Masa PPN Masa Pajak Desember 2020, terdapat kelebihan
pembayaran PPN sebesar Rp 20.000.000,00 yang diminta dikompensasikan ke Masa
Pajak berikutnya.
b) Semua ekspor dilakukan dengan L/C dengan nilai Rp [Link],00
c) Nomor seri faktur pajak yang dapat digunakan mulai tanggal 1 Januari
2021 adalah 900-21.00002001 s.d 900-21.00002400
d) Atas penjualan dan pembelian BKP/JKP harga belum termasuk PPN dan
PPnBM, kecuali soal menyebutkan lain.
e) Dalam hal pajak masukan lebih besar daripada pajak keluaran, seluruh
kelebihannya supaya dikompensasikan ke masa pajak berikutnya.
f) Dalam hal terdapat status SPT Kurang Bayar, pembayaran dilakukan
pada tanggal 28 Februari 2021 dengan kode NTPN 1234567890123456
g) Pembayaran PPN KMS dilakukan tanggal 15 Februari 2021, kode NTPN
1111111111111111
h) Pembayaran atas pemungutan PPnBM dilakukan pada tanggal 28
Februari 2021, kode NTPN 2222222222222222

Anda mungkin juga menyukai