0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan56 halaman

Prediksi Harga Saham Blue Bird 2021

Skripsi ini menganalisis prediksi harga saham PT Blue Bird Tbk di masa pandemi Covid-19 menggunakan metode ARIMA dan perspektif ekonomi Islam. PT Blue Bird Tbk adalah perusahaan transportasi terbesar di Indonesia yang mengalami fluktuasi harga saham selama pandemi.

Diunggah oleh

Lona Dina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan56 halaman

Prediksi Harga Saham Blue Bird 2021

Skripsi ini menganalisis prediksi harga saham PT Blue Bird Tbk di masa pandemi Covid-19 menggunakan metode ARIMA dan perspektif ekonomi Islam. PT Blue Bird Tbk adalah perusahaan transportasi terbesar di Indonesia yang mengalami fluktuasi harga saham selama pandemi.

Diunggah oleh

Lona Dina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISIS PREDIKSI HARGA SAHAM PT BLUE

BIRD TBK DITENGAH PANDEMI COVID-19


DENGAN METODE ARIMA DALAM
PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

Skripsi

Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas Dan Memenuhi Syarat-


Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (S1) Dalam Ilmu
Ekonomi Dan Bisnis Islam

Oleh:
RAFI ALMADA FATRA
NPM. 1651020434

Jurusan : Perbankan Syariah

Pembimbing I : A. Zuliansyah, [Link].M.M

Pembimbing II : M. YusufBahtiar, M.E

Program Studi Perbankan Syariah


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
RADEN INTAN LAMPUNG
1442 H/ 2021 M

i
1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Penegasan Judul
Proposal skripsi ini berjudul “Analisis Prediksi Harga Saham PT
Blue Bird Tbk diTengah Pandemi Covid-19 Dengan Metode
Arima Dalam Perspektif Ekonomi Islam” untuk menghindari
kesalah pahaman dalam memahami maksud dan tujuan serta ruang
lingkup maka perlu adanya penegasan judul. Dengan penegasan
tersebut diharapkan tidak akan terjadi kesalah pahaman terhadap
pemaknaan judul dan beberapa istilah yang digunakan, disamping itu
langkah ini merupakan proses penekanan terhadap pokok
permasalahan yang akan dibahas dalam judul tersebut. Adapun
beberapa istilah yang penulis uraikan yaitu :
1. Prediksi
Prediksi adalah suatu proses memperkirakan secara sistematis
tentang sesuatu yang paling mungkin terjadi dimasa depan
berdasarkan informasi masa lalu dan sekarang yang dimiliki, agar
kesalahannya (selisih antara sesuatu yang terjadi dengan hasil
perkiraan) dapat diperkecil. Prediksi tidak harus memberikan
jawaban secara pasti kejadian yang akan terjadi, melainkan
berusaha untuk mencari jawaban sedekat mungkin yang akan
terjadi.1
2. Harga saham
Harga saham adalah uang yang dikeluarkan untuk memperoleh
bukti penyertaan atau kepemilikan suatu [Link] itu
harga saham merupakan refleksi dari keputusan-keputusan
investasi, pendanaan dan pengelolaan aset.
Harga saham merupakan nilai sekarang dari arus kas yang akan
diterima oleh pemilik saham dikemudian hari. Secara umum harga
saham diperoleh untuk menghitung nilai [Link] saham
juga dapat mencerminkan informasi yang mengalir ke bursa

1
Herdianto, Prediksi Kerusakan Motor Induksi Menggunakan Metode
Jaringan Saraf Tiruan Backpropagation, (Medan: Universitas Sumatera Utara,
2013), H.8.
2

[Link] harga saham cenderung dipengaruhi oleh tekanan


psikologis pembeli dan penjual. 2
3. Perusahaan Blue bird
Perusahaan Blue Bird Group merupakan sebuah perusahaan
transportasi asal Indonesia, dimana perusahaan ini didirikan pada
tahun 1972 di Jakarta. 3
4. Pandemi
Pandemi adalah wabah yang menyebar ke seluruh dunia.
Dengan kata lain, wabah ini menjadi masalah bersama warga
dunia.4
5. Covid-19
Mewabahnya pneumonia baru yang bermula dari Wuhan,
Provinsi Hubei China yang diberi nama Coronavirus Disease 2019
(COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Virus
Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-COV-
2). 5
6. Metode arima
Metode ARIMA merupakan suatu metode yang menghasilkan
ramalan-ramalan berdasarkan sintesis dari pola data secara historis.
Model ARIMA merupakan gabungan antara model AR
(Autoregressive) yaitu suatu model yang menjelaskan pergerakan
suatu variabel melalui variabel itu sendiri di masa lalu dan model
MA (Moving Average) yaitu model yang melihat pergerakan
variabelnya melalui residualnya di masa lalu. 6
Jadi, yang dimaksud pada penelitian ini adalah untuk
mengetahui Prediksi Harga Saham Ditengah Pandemic Covid-19
Menggunakan Metode Arima.

2
Panji Anoraga Indonesia, Pengantar Pasar Modal, ed revisi (Semarang:
Rineka Cipta, 2001) hlm. 100
3
Ivoni dan Alit, peran kepercayaan memediasi kualitas pelayanan dengan niat
menggunakan kembali, Jurnal Manajemen Unud, Vol. 6, No. 12, 2017.
4
F.G Winarno, COVID-19: Pelajaran Berharga dari Sebuah Pandemi,
(Jakarta: PT GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA,2020), hlm3.
5
Adityo Susilo, et. al., Corona Virus Disease 2019: Tinjauan Literatur Terkini.
Jurnal Penyakit Dalam Indonesia:Universitas Indonesia, (2020), h. 45.
6
Lilipaly, Hatidja dan Kekenusa, prediksi harga saham pt. bri, tbk.
menggunakan metode arima (autoregressive integrated moving average),Jurnal Ilmiah
Sains Vol. 14 No.2, Oktober 2014
3

Berdasarkan uraian beberapa pengertian diatas maka dapat


dipahami bahwa maksut dalam judul penelitian ini adalah
Menganalisis Prediksi Harga Saham PT Blue Bird kedepannya
dimana pada data diperoleh dari Yahoo Financeyang mengalami
pergerakan fluktuatif yang dapat menimbulkan risiko bagi para
investor.

B. Latar Belakang
Membaiknya perekonomian Indonesia secara berangsur-angsur
merupakan hasil dari pembangunan yang dilaksanakan selama ini
menyebabkan penambahan pendapatan dan pola pembelanjaan
[Link] pola belanja dan konsumsi masyarakat ini
sangat terasa bagi mereka yang tinggal di daerah perkotaan,
khususnya kota-kota [Link] kehidupan modern yang
mengutamakan efisiensi dan efektivitas menyebabkan masyarakat
diperkotaan cenderung memilih untuk transportasi yang dapat
memenuhi yang dapat memuaskan perkembangan tranportasi umum
yang disediakan oleh pemerintah saat ini sangat terbatas baik dari segi
jumlah maupun kualitas layanan, maka untuk memenuhi kebutuhan
tersebut mengundang para pihak swasta untuk dapat memenuhi
kebutuhan masyarakat.
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki pangsa
pasar bisnis tansportasi berbasis digital. Kondisi ini didukung dengan
penetrasi pengguna internet di Indonesia, dimana dari total 171,17 juta
jiwa 64,8% merupakan pengguna internet (APJII, 2019). Tentunya ini
merupakan peluang besar bagi provider yang bergerak dalam bisnsi
transportasi berbasis digital.
PT Blue Bird Tbk didirikan berdasarkan akta Notaris Dian Pertiwi,
S.H., No. 11 tanggal 29 Maret 2001 yang telah mendapat pengesahan
dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
[Link] 2001, tanggal 26 April 2001. Perseroan
merupakan operator taksi dengan armada terbesar di Indonesia yang
dilengkapi dengan sistem argometer dan radio [Link] itu,
penggunaan sistem GPS pada armada juga memberikan rasa aman
kepada para pelanggan.
4

Sejak memulai kegiatan komersilnya di tahun 2001 dan


melakukan serangkaian restrukturisasi di tahun 2012, Perseroan telah
berkembang menjadi sebuah kelompok usaha besar dengan 15 Entitas
Anak yang memfokuskan diri pada kegiatan usaha di bidang
transportasi penumpang dan jasa pengangkutan darat termasuk, antara
lain: sewa bus, sewa kendaraan, dan jasa penyediaan taksi (reguler dan
eksekutif). Selain itu, Entitas Anak menjalankan kegiatan usaha yang
sifatnya menunjang kegiatan utama Perseroan tersebut, seperti
perbengkelan dan perakitan.
Seiring dengan pertumbuhan usaha, Perseroan melangkah maju
dengan melakukan Penawaran Umum Perdana (IPO) serta
mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 5 November
2014 dengan kode saham “BIRD”.Langkah IPO tersebut bertujuan
untuk mendukung rencana pengembangan usaha Perseroan dalam
mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar di bidang jasa
transportasi, khususnya layanan transportasi penumpang dan jasa
pengangkutan darat.
Saat ini layanan Perseroan dapat dinikmati di wilayah Jadetabek,
Bali, Bandung, Batam, Cilegon, Lombok, Manado, Medan, Padang,
Pekanbaru, Palembang, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Cimahi,
Makassar, dan Pangkal Pinang, baik di pusat bisnis maupun tujuan
wisata. Dengan terus melayani jutaan penumpang setiap bulannya,
Perseroan terbukti berhasil menjaga kualitas [Link]
penempatan armada serta kemudahan mendapatkannya merupakan
salah satu kunci keberhasilan Perseroan dalam meraih predikat
sebagai mitra transportasi yang handal dan terpercaya. 7
Saat ini dimana masyarakat kelas menengah perkotaan memiliki
peningkatan pendapatan dan mengejar efisiensi waktu, layanan
transportasi menjadi sebuah kebutuhan yang tidak dapat terelakkan.
Sejak kemunculannya di tahun 1970an, Blue Bird telah berhasil
meraih pangsa pasar yang terbesar untuk konsumen layanan jasa
transportasi, namun di masa depan tantangan dan peluang untuk Blue
Bird akan semakin dinamis. Kemunculan jaringan transportasi

7
Victor Agustinus, posisi daya saing perusahaan taksi blue bird pada era
teknologi disruptif, Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan, Volume 1No.1,
September – 2017.
5

berbasis aplikasi android, kemudahan pembelian kredit kendaraan


bermotor, semakin sempitnya jalanan ibukota karena volume
kendaraan dan tidak menentunya harga bahan bakar minyak;
semuanya menunjukkan arah ketidakpastian akan performa bisnis
Blue Bird dimasa depan. 8
Berikut adalah historical data harga saham bulanan PT Blue Bird,
Tbk pada masa pandemic covid-19 :

Sumber:YahooFinance,[Link]
/history?p=[Link]

Gambar 1.1
data harga saham bulanan PT Blue Bird, Tbk
pada masa pandemi covid-19

Dari data diatas menunjukkan bahwa harga saham PT Blue bird,


Tbk mengalami fluktuatif dimana harga saham naik turun akibat
terjadinya pandemic covid-19.
Alasan memilih sumber data di Yahoo Finance karena data yang
dikeluarkan oleh website Yahoo Finance lebih lengkap dibandingkan
data yang dikeluarkan oleh BEI ( Bursa Efek Indonesia) dimana pada

8
Iwan Kurniawan Subagja, Pelaksanaan Strategi Bisnis Dan Pemasaran
Pt. Blue Bird, Tbk, Jurnal Manajemen, Vol. 4. No. 3 September 2016.
6

penelitian ini membutuhkan data sekunder berupa data saham harian


PT Blue Bird Tbk, pada periode tertentu.
Adapun alasan peneliti memilih saham PT Blue Bird Tbk, sebagai
objek penelitian dikarenakan pandemic civid-19 saat ini yang terjadi
di Indonesia khususnya Jakarta membuat perusahaan transportasi Blue
Bird yang bergerak di bidang taksi online mengalami keterpurukan
akibat kebijakan pemerintah yang memberlakukan jaga jarak dan
menghidari kerumunan. Dan jugapeneliti dapat menginformasikan
kepada investor khususnya investor yang memiliki saham di PT blue
Bird Tbk, agar dapat mengambil keputasan terbaik dalam menentukan
langkah-langkah untuk menjual dan membeli saham yang dibutuhkan
oleh investor tersebut.
Kondisi perekonomian global saat ini dihadapkan dengan
permasalahan yang serius, penyebabnya tidak lain adalah corona virus
(COVID-19). Penyebaran virus ini terbilang sangat cepat dan sudah
sampai ke beberapa negara di belahan [Link] ini telah menjadi
pandemi global, dimana akan sangat berdampak terhadap kestabilan
perekonomian salah satunya dunia usaha. Imbasnya, bisnis
transportasi merupakan salah satu bisnis yang telah merasakan
dampak dari pandemi corona virus (COVID-19).Dampak ini terlihat
jelas salah satunya pada moda transportasi berbasis teknologi digital.
Dari sudut pandang bisnis jasa transportasi publik berbasis online,
gejala ini membuat beberapa layanan jasa transportasi online di
Indonesia mengalami penurunan order yang berdampak terhadap
omset. Pandemi corona virus (COVID-19) saat ini telah merubah pola
interaksi dan gaya hidup manusia. Adanya pemberlakuan physical
distancing serta imbauan untuk melakukan isolasi mandiri atau yang
dikenal dengan istilah “stay at home” menyebabkan ruang gerak
terbatas dan minim mobilitas. Kondisi ini akan berdampak terhadap
kepuasan dan kepercayaan pengguna jasa layaan transportasi online.
Keamanan akan ancaman penularan corona virus (COVID-19) akan
berdampak terhadap kepuasan dan kepercayaan pengguna untuk
menggunakan kembali layanan transportasi online.
Sektor transportasi masih memiliki peluang investasi yang besar
dengan permintaan akan transportasi darat, udara dan laut, disamping
itu pasar domestik masih memiliki peluang yang cukup kuat. Namun
7

berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di BEI beberapa


perusahaan jasa transportasi mengalami kerugian tidak hanya satu
tahun tetapi juga beberapa tahun berturut-turut ([Link]).9
Dalam dunia ekonomi begitu erat kaitannya dengan pasar uang dan
pasar [Link] dalam dunia pasar modal ada beberapa hal yang
sangat penting untuk [Link] satu hal yang sangat penting
dalam dunia investasi adalah informasi. Dengan adanya informasi,
calon investor akan memiliki gambaran terhadap hasil ataupun risiko
yang akan mereka hadapi dalam berinvestasi dan juga sebagai bahan
pertimbangan supaya mendapatkan hasil yang maksimal dengan risiko
yang minimal. Investor selalu menginginkan hasil yang maksimal dan
tidak meninggalkan berbagai risiko yang nantinya akan di hadapi
calon investor dalam berinvestasi.
Epidemi penyakit menular akan menyebabkan kerugian ekonomi
yang tercermin dalam pergerakan harga saham. Salah satu epidemi
penyakit menular yang mempengaruhi harga saham atas perusahaan
yakni pandemi covid-19 .Karena hal tersebut tidak bisa kita prediksi
kapan terjadinya. World Health Organization (WHO) menerangkan
bahwasannya Corona viruses (Cov) merupakan sebuah virus yang
akan menginfeksi dari saluran sistem pernapasan. Infeksi ini disebut
covid-19, yang akan menyebabkan flu ringan sampai penyakit yang
akut seperti penyakit sindrom pada pernapasan Timur Tengah
(MERS-CoV) dan sindrom pernapasan yang terbilang parah (SARS-
CoV).
Selama terjadi covid-19, harga saham dalam negeri turun secara
signifikan, tidak terkecuali [Link]-45 merupakan indeks unggulan
dalam [Link] tersebut beranggotakan 45 saham dengan tingkat
kapitalisasi terbesar dan terlikuid, sekaligus porsi kepemilikan saham
terbesar. Sebelum masuknya covid-19 ke Indonesia indeks LQ-45
mampu bertumbuh sebesar 3,23% pada akhir tahun 2019
([Link]). Setelah masuknya covid-19 di Indonesia pada
bulan februari 2020, beberapa saham yang tergabung dalam LQ-45

9
Tri Ayu Marcelina, Prediksi Kebangkrutanmenggunakan Metode Z-Score Dan
Pengaruhnya Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Transportasi Yang Terdaftar Di
Bursa Efek Indonesia Tahun 2008-2012, Tbk, e-Proceeding of Management : Vol.1, No.3
Desember 2014.
8

mengalami penurunan sebanyak 15%. Hal tersebut jelas berdampak


pada ekonomi Indonesia yang akan berpengaruh pada perdagangan
saham di Indonesia, sehingga hal tersebut akan mempengaruhi reaksi
investor dan juga mempengaruhi situasi pasar yang ada di Bursa Efek
Indonesia secara keseluruhan. 10
Untuk memprediksi suatu keadaan di masa mendatang sangat sulit
karena faktor ketidakpastian sangat besar pengaruhnya. Namun
demikian, masih harus tetap diupayakan cara atau metode yang akurat
untuk prediksi dengan mengandalkan data yang cukup guna
pengambilan keputusan dan perencanaan di masa depan. Salah satu
metode prediksi yang paling dikembangkan saat ini adalah metode
berbasis runtun waktu (time series).
Data runtun waktu adalah data yang ditampilkan berdasarkan
waktu, seperti data bulanan, data harian, data mingguan, data tahunan
atau jenis waktu yang lain. Ciri data runtun waktu adalah adanya
rentang waktu tertentu dan bukannya data pada satu waktu tertentu.
Analisis runtun waktu (time series) dan peramalan (forecasting)
adalah bidang penelitian yang aktif . Artinya, sampai saat ini masih
terus dilakukan penelitian mengenai keakuratan dalam proses
peramalan runtun waktu terkait dengan proses pengambilan
keputusan. Beberapa penelitian melakukan riset pada runtun waktu
menggunakan metode statistik, jaringan syaraf (neural network),
wavelet, maupun system fuzzy.
Model prediksi yang didasarkan pada model matematika statistik
seperti moving average, exponential smoothing, regresi (parametrik
dan non parametrik), serta yang paling sering digunakan adalah
ARIMA (Box Jenkins). Model peramalan yang didasarkan pada
kecerdasan buatan seperti neural network, algoritma genetika,
simulated annealing, genetic programming, klasifikasi dan hybrid.
Metode-metode tersebut memiliki kekurangan dan keunggulan
yang [Link] lagi, masalah dalam dunia nyata seringkali
merupakan masalah yang kompleks dan satu model mungkin tidak
mampu mengatasi hal tersebut dengan baik . Untuk itu telah dilakukan

10
Monita Khoiriah, Moh. Amin, Arista Fauzi Kartikasari, Pengaruh Sebelum
Dan Saat Adanya Pandemi Covid-19 Terhadap Saham Lq-45 Di Bursa Efek Indonesia
Tahun 2020, Jurnal Ekonomi, Vol. 09 No. 11 Agustus 2020.
9

penelitian untuk membandingkan keakuratan hasil peramalan dengan


metode-metode [Link] antaranya adalah Zhang , dkk, melakukan
analisis peramalan runtun waktu menggunakan Neural Networks vs
ARIMA.
RM Atok dan Suhartono melakukan perbandingan antara metode
Neural Networks, ARIMA Box-Jenkins and Exponential Smoothing
Methods untuk peramalan runtun waktu . Selanjutnya, Suhartono, dkk
juga melakukan sebuah studi komparatif (studi perbandingan)
terhadap model peramalan runtun waktu yang memiliki tren dan pola
musiman untuk mengetahui apakah model yang lebih kompleks selalu
menghasilkan forecast (ramalan) yang lebih baik daripada model
statistika. Dalam studi perbandingan tersebut, metode yang
dibandingkan adalah model Winter‟s, Decomposition, Time Series
Regression, ARIMA dan Neural Network. Hasilnya diperoleh
kesimpulan bahwa model yang kompleks tidak selalu menghasilkan
forecast (ramalan) yang lebih baik dibandingkan model statistitika
sederhana.11
Metode Autoregressive integrated moving average (ARIMA) atau
biasa disebut juga sebagai metode Box-Jenkins merupakan metode
yang secara intensif dikembangkan oleh George Box dan Gwilym
jenkins, yang merupakan perkembangan baru dalam metode
peramalan ekonomi, tidak bertujuan membentuk suatu model
struktural (persamaan tunggal maupun persamaan simultan) yang
berbasis dari teori ekonomi dan logika, namun dengan menganalisis
probabilistik atau stokastik dari data time series dengan memegang
filosofi “let the data speak for themselves”. Autoregressive integrated
moving average (ARIMA) merupakan suatu metode yang
menghasilkan ramalan-ramalan berdasarkan sintesis dari pola data
secara historis kelebihan dari metode ini dapat menerima semua jenis
model data walaupun dalam prosesnya harus distasionerkan dulu.
Serta metode ini lebih akurat jika digunakan untuk peramalan jangka

11
Aris Gunaryati , Fauziah , Septi Andryana, perbandingan metode-metode
peramalan statistika untuk data indeks harga pangan, Jurnal String Vol. 2 No. 3 April
2018.
10

pendek. Karena untuk peramalan jangka panjang metode ini akan


cenderung flat. 12
ARIMA ini sama sekali mengabaikan variabel independen karena
model ini menggunakan nilai sekarang dan nilai-nilai lampau dari
variabel dependen untuk menghasilkan peramalan jangka pendek yang
akurat. Arima telah digunakan secara luas seperti dalam peramalan
ekonomi, analisis anggaran (budgetary), mengontrol proses dan
kualitas, analisis sensus. Arsyad juga menyebutkan bahwa
metodologi Box-Jenkins ini dapat digunakan untuk meramal tingkat
employment, menganalisis pengaruh promosi terhadap penjualan
barang-barang konsumsi, menganalisis persaingan antara jalur kereta
api dengan jalur pesawat terbang, mengestimasi perubahan struktur
harga suatu industri. Bahkan dalam penelitian Radu Neagu, Arima
dapat digunakan untuk meramalkan pemirsa televisi di masa
mendatang pada suatu perusahaan [Link] juga digunakan
untuk menganalisis perubahan hasil penangkapan ikan salmon di
Samudera pasifik Utara.
Hasil para peneliti terdahulu mengenai ARIMA dapat disimpulkan
sebagai berikut : Arima merupakan model tanpa teori karena variabel
yang digunakan adalah nilai-nilai terdahulu bersama nilai
kesalahannya. Arima memiliki tingkat keakuratan peramalan yang
cukup tinggi karena setelah mengalami tingkat pengukuran kesalahan
peramalan MAE (Mean Absolute Error) nilainya mendekati nol.
Arima mempunyai tingkat keakuratan peramalan sebesar 83.33%
dibanding model logit 66.37% dan OLS 58.33%. Model ARIMA ini
membutuhkan data yang relatif sangat besar, dari beberapa literatur
menganjurkan minimal membutuhkan 72 data dari suatu series.
Dari latar belakang analisis teknikal dan peramalan menggunakan
metode ARIMA, dapat ditarik kesimpulan bahwa upaya memprediksi
harga saham dimasa mendatang merupakan kunci utama bagi para
spekulan (investor jangka pendek).Karena sesungguhnya yang
diharapkan oleh investor adalah pedoman untuk melakukan tindakan
jual atau beli agar memperoleh [Link] mengetahui apakah

12
Adin Nofiyanto, Peramalan Permintaan Paving Blok dengan Metode
ARIMA, Jurnal Ilmu Komputer, Oktober 2015.
11

ARIMA dapat digunakan sebagai alat peramalan yang cukup akurat


tanpa menggunakan dasar-dasar teori karena hanya berdasarkan nilai-
nilai terdahulu (lag). Maka akan dilakukan penelitian tentang Analisis
Teknikal Harga Saham Dengan ARIMA. 13
Dari latar belakang analisis teknikal dan karakteristik data yang
dipilih (timeseries), maka metode ARIMA akan digunakan sebagai
alat analisis untuk memprediksiharga saham PT Blue Birds, Tbk.
Sehingga pada penelitian ini akan mengambil judul ”Analisis
Prediksi Harga Saham PT Blue Bird Tbk diTengah Pandemi
Covid-19 Dengan Metode Arima Dalam Perspektif Ekonomi
Islam”.

C. Batasan Masalah
1. Penelitian ini hanya terbatas pada laporan harga saham harian di
perusahaan Blue Bird Tbk pada website resmi yahoo finance.
2. Penelitian ini hanya menggunakan periode waktu 26 mei 2020
sampai 18 mei 2021.

D. Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah mengaplikasikan metode ARIMA dalam peramalan
harga saham PT. Blue Bird, Tbk?
2. Bagaimanakah prediksi harga saham PT. Blue Bird, Tbk dengan
menggunakan metode arima di kedepannya khususnya pada saat
pandemic covid-19?
3. Bagaimana Prediksi Harga Saham Dalam Perspektif Ekonomi
Islam?

E. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengaplikasikan metode ARIMA dalam peramalan harga
saham PT. Blue Bird, Tbk.
2. Untuk mengetahui prediksi harga saham PT. Blue Bird, dengan
menggunakan metode arima Tbk di kedepannya khususnya pada
saat pandemic covid-19,

13
Achmad Yani, Analisis, Teknikal Harga Saham Dengan Metode Arima,
Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan (JIMAT,) Volume 9 Nomor 2, November
2018.
12

3. Untuk Mengetahui Prediksi Harga Saham Dalam Perspektif


Ekonomi Islam.

F. Manfaat Penelitian
Hal penting dari sebuah penelitian adalah kemanfaatan yang dapat
dirasakan atau diterapkan setelah terungkapnya hasil penelitian.
Adapun kegunaan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah:
1. Manfaat teoristis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kegunaan
teoritis, yaitu memperluas wawasan mengenai prediksi harga
saham blue bird di tengah pandemi covid-19 menggunakan metode
arima.
2. Manfaat praktis
a. Bagi peneliti
Penelitian ini memberikan manfaat bagi penulis berupa
pemahaman yang lebih mendalam lagi mengenai prediksi harga
saham blue bird di tengah pandemi civid-19 menggunakan
metode arima.
b. Bagi Investor
Penelitian ini memberikan manfaat bagi investor berupa
analisis tentang peramalan harga saham blue bird ditengah
pandemi covid-19, agar dapat memimimalisir resikodalam
membeli dan menjual saham perusahaan.
c. Bagi Perusahaan ( PT Blue Bird Tbk)
Penelitian ini memberikan maanfaat bagi perusahaan berupa,
mengambil keputusan apa yang dapat diambil dikedpannya
dalam menghadapi permalahan keuangan perusahaan.
d. Bagi universitas
Penelitian ini sebagai bahan masukan untuk menambah
karya ilmiah yang dapat dijadikan literatur dalam penelitian
selanjutnya yang ada hubungannya dengan penelitian ini.

G. Kajian Penelitian Terdahulu Yang Relevan


Beberapa penelitian terdahulu akan diuraikan secara ringkas karena
penelitian ini mengacu pada penelitian sebelumnya. Meskipun ruang
13

lingkup hampir sama, namun karena beberapa variabel, objek, periode


waktu yang digunakan maka terdapat banyak hal yang tidak sama,
sehingga dapat dijadikan referensi untuk saling melengkapi. Berikut
ringkasan beberapa penelitian:
1. Penelitian yang dilakukan oleh Wilda Yulia Rusyida dan
Versiandika Yudha Pratama, dengan judul “Prediksi Harga Saham
Garuda Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19 Menggunakan
Metode ARIMA”. Dari hasil penelitian dengan menggunakan
model ARIMA (3,1,2) menunjukkan bahwa data 22 April 2019
sampai 20 April 2020 dapat digunakan untuk memprediksi harga
tutup saham 21 April 2020 sampai 13 Juli 2020. Model ARIMA
terbaik yang diperoleh adalah ARIMA (3,1,2) dimana harga saham
PT. Garuda Indonesia, Tbk hari ini dipengaruhi oleh satu hari
perdagangan yang lalu. Prediksi harga saham harian PT. Garuda
Indonesia, Tbk di Bursa Efek Indonesia dari 21 April 2020 sampai
13 Juli 2020 cenderung mengalami penurunan. Hal ini di duga
karena investor cenderung menahan modalnya efek adanya
kebijakan larangan mudik yang diterapkan pemerintah yang
berimbas pada berhentinya operasional sektor penerbangan.
2. Penelitian yang dilakukan oleh Greis S. Lilipaly , Djoni Hatidja ,
dan John S. Kekenusa, dengan judul “Prediksi Harga Saham Pt.
Bri, Tbk. Menggunakan Metode Arima (Autoregressive Integrated
Moving Average)”. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa data
tahun 2011 sampai Oktober 2014 bisa digu
3. nakan untuk memprediksi harga saham bulan November 2014.
Hasilnya model ARIMA untuk harga saham maksimum adalah
ARIMA (2,1,3) dan harga saham minimum adalah model (2,1,3)
yang dapat digunakan untuk memprediksi data bulan November
2014 dengan validasi prediksi yang diambil pada bulan Oktober
2014 untuk selanjutnya dilakukan prediksi bulan November 2014.
4. Penelitian yang dilakukan oleh Johanes Lusikooya, Nelson
Nainggolana, dan Jullia Titaleya, dengan judul “Prediksi Harga
Tutup Saham PT. Garuda Indonesia,Tbk Menggunakan Metode
ARIMA”. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa model
ARIMA untuk harga tutup saham adalah ARIMA (3,1,3) yang
14

dapat digunakan untuk memprediksi data 25 oktober 2016 sampai


dengan 7 November 2016.
5. Penelitian yang dilakukan oleh Reksa Nila Anityaloka dan Atika
Nurani Ambarwati dengan judul “Peramalan Saham Jakarta
Islamic Index Menggunakan Metode Arima Bulan Mei-Juli 2010”.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Model ARIMA terbaik
yang diperoleh adalah ARIMA (1,0,0) dimana Jakarta Islamic
Index hari ini dipengaruhi oleh Jakarta Islamic Index satu hari
perdagangan yang lalu. Prediksi nilai Jakarta Islamic Index di
Bursa Efek Indonesia selama 10 periode ke depan di bulan Agustus
mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor,
misalnya kondisi Bursa Efek Indonesia yang belum efisien karena
komposisi kepemilikan saham yang masih didominasi oleh
investor asing.
6. Penelitian yang dilakukan oleh Joko Sangaji, dengan judul
“peramalan harga saham PT Telkom dengan model Autoregressive
Moving Average (ARMA)”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
model ARMA adalah fit / layak digunakan untuk peramalan.
Namun harus diterapkan dengan hati-hati karena unsur trend masih
ada dalam model.

H. Sistematika Penulisan
Sistem penulisan bertujuan untuk mempermudah pemahaman dan
mengetahui pembahasan yang ada pada skripsi ini secara menyeluruh,
Adapun sistematika penulisan dalam skripsi ini adalah sebagai berikut
:
1. Bagian Awal Skripsi Bagian awal memuat halaman sampul depan,
halaman judul, halaman persetujuan dosen pembimbing, halaman
pengesahan, halaman motto dan persembahan, halaman kata
pengantar, halaman daftar isi, halaman daftar tabel, halaman
daftar gambar, halaman daftar lampiran, arti lambang dan
singkatan dan abstraksi.
15

2. Bagian Utama Skripsi.

Bagian Utama terbagi atas bab dan sub bab yaitu sebagai berikut :

BAB I : PENDAHULUAN
Bab Pendahuluan berisi tentangPenegasan Judul, Latar
Belakang Masalah, identifikasi dan batasan masalah,
Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat
Penelitian, kajian penelitian terdahulu yang relevan, dan
sistematika penulisan.
BAB II : LANDASAN TEORI
Bab II tinjauan pustaka ini meliputi :
A. Teori yanga dugunakan.
B. Kajian pusata penelitan, kerangka pemikiran, dan
hipotesis penelitian
BAB III : METODE PENELITIAN
Dalam Bab ini Metode penelitian berisi tentang waktu
dan tempat penelitian, pendekatan dan jenis penelitian,
populasi,sampel,dan teknik pengumpulan data, definisi
oprasional penelitian, instrumen penelitian, analisis
deskriptif,uji prasyarat analisis, dan uji hipotesis.
BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Bab ini terdiri dari ganbaran hasil penelitian dan
[Link] dari secara kulitatif, kuantitatif dan
statistik, serta pembahasan hasil penelitian. Agar
tersusun dengan baik diklasifikasikan ke dalam :
A. Hasil Penelitian
B. Pembahasan
16

BAB V : PENUTUP
Penutup berisi tentang kesimpulan yang diperoleh oleh
penulis dalam penelitian ini, beserta Rekomendasi yang
ingin penulis sampaikan kepada pihak-pihak yang
terkait.
17

BAB II
LANDASAN TEORI

A. Ruang Lingkup Saham


1. Saham
a. Definisi Saham
Saham (stock atau share) dapat didefinisikan Sv ebagai
tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan dalam
suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Saham berwujud
selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas adalah
pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut.
Porsi kepemilikan ditentukan oleh sebera besar penyertaan yang
ditanamkan di perusahaan tersebut. 14

b. Definisi saham menurut beberapa ahli


menurut Darmadji dan Fakhruddin, saham dapat didefinisikan
sebagai tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan
dalam suatu perusahaan atau perseroan [Link]
Tandelilin, saham merupakan surat bukti bahwa kepemilikan
atas aset-aset perusahaan yang menerbitkan saham. Menurut
Sunariyah, saham adalah surat berharga sebagai bukti
penyertaan atau pemilikan individu maupun institusi yang
dikeluarkan oleh sebuah perusahaan yang berbentuk Perseroan
Terbatas (PT).Menurut Tambunan, saham adalah bukti
penyertaan modal pada sebuah perusahaan, dengan membeli
saham suatu perusahaan berarti investor menginvestasikan
modal atau dana yang nantinya digunakan untuk membiayai
operasional perusahaan.15
Suatu perusahaan dapat menjual hak kepemilikannya dalam
bentuk saham (stock).Jika perusahaan hanya mengeluarkan satu

14
Tjiptono Darmadji dan Hendy M. Fakhruddin, Pasar Modal Di Indonesia
Pendekatan Tanya Jawab Edisi 2 (Jakarta: Salemba Empat, 2006), h. 6.
15
Rofy Dimas, Putra Darminto, Dan Zahroh Z.A, Analisis Pemilihan Investasi
Saham Dengan Menggunakan Metode Capital Asset Pricing Model (Capm) Dan Reward
To Variability Ratio (Rvar) Sebagai Penentu Pengambilan Keputusan Investasi Saham,
Jurnal Administrasi Bisnis, (JAB)|Vol. 1 No. 2 April 2013.
18

kelas saham saja, saham ini disebut dengan saham biasa


(common stock). Untuk menarik investor potensial lainnya,
suatu perusahaan mungkin juga mengeluarkan kelas lain dari
saham, yaitu yang disebut dengan saham preferen (preferred
stock). Saham preferen mempunyai hak-hak prioritas lebih dari
saham [Link]-hak prioritas dari saham preferen yaitu hak
atas deviden yang tetap dan hak terhadap aktiva jika terjadi
[Link] tetapi, saham preferen umumnya tidak
mempunyai hak veto seperti saham biasa. 16Saham preferen
mempunyai sifat gabungan (hybrid) antara obligasi (bond) dan
saham [Link] bond yang membayarkan bunga atas
pinjaman, saham preferen juga memberikan hasil yang tetap
berupa deviden [Link] saham biasa, dalam hal
likuidasi, klaim pemegang saham preferen dibawah klaim
pemegang obligasi (bond).Dibandingkan dengan saham biasa,
saham preferen mempunyai beberapa hak, yaitu hak atas
deviden tetap dan hak pembayaran terlebih dahulu jika terjadi
[Link] karena itu, saham preferen dianggap mempunyai
karakteristik ditengah-tengah antara bond dan saham biasa.
Saham merupakan surat berharga yang merepresentasikan
penyertaan modal ke dalam perusahaan. Sementara dalam
prinsip syariah, penyertaan modal dilakukan pada perusahaan-
perusahaan yang tidak melanggar prinsip-prinsip syariah,
seperti bidang perjudian, riba, barang produksi yang
diharamkan seperti bir, dan lain-lain.17
Adapun saham syariah adalah bukti kepemilikan atas suatu
perusahaan yang jenis usaha, produk barang, jasa yang
diberikan dan akad serta cara pengelolaan tidak bertentangan
dengan prinsip-prinsip syariah (dan tidak termasuk saham yang
memiliki hak-hak istimewa).18Penyertaan modal dalam bentuk
saham yang dilakukan pada suatu perusahaan yang kegiatan
16
M. Jogiyanto, Teori Portofolio dan Analisis Investasi, Yogyakarta: BPFE,
2007, h. 109.
17
Tjiptono Darmadji dan Hendy M. Fakhruddin, Pasar Modal Di Indonesia
Pendekatan Tanya Jawab Edisi 2 (Jakarta: Salemba Empat, 2006), h. 233.
18
Taufik Hidayat, Buku Pintar Investasi Syariah (Jakarta: MediaKita, 2011), h.
78.
19

usahanya tidak bertentangan dengan prinsip syariah dapat


dilakukan berdasarkan akad musyarakah dan mudharabah.
Akad musyarakah umumnya dilakukan pada saham
perusahaan privat, sedangkan akad mudharabah umumnya
dilakukan pada saham perusahaan [Link] praktis,
instrument adalah praktik keuangan kontemporer yang belum
pernah dipraktikan pada masa Rasulullah SAW. Dikarenakan
belum adanya nash atau teks Al-Qur‟an yang menjadi dasar
hokum yang jelas dan pasti tentang keberadaan saham, para
ulama dan fuqaha kontemporer berusaha untuk menemukan
rumusan kesimpulan hukum tersendiri untuk saham.
Para fuqaha kontemporer berselisih pendapat dalam
memperlakukan saham dari aspek hukum, khususnya dalam
jual beli. Sebagian membolehkan transaksi jual beli saham dan
sebagian lain tidaj membolehkan. Para fuqaha yang tidak
membolehkan memiliki beberapa argument berikut:
1) Saham dipahami sebagiamana layaknya obligasi, yaitu
saham juga merupakan utang perusahaan terhadap para
investor yang harus dikembalikan. Oleh karena itu,
memperjualbelikannya sama hukumnya dengan jual beli
utang yang dilarang islam.
2) Banyaknya praktik jual beli najsy di bursa efek.
3) Para investor pembeli saham keluar dan masuk tanpa
diketahui oleh seluruh pemegang saham.
4) Harga saham yang diberlakukan ditentukan senilai dengan
ketentuan perusahaan, yaitu pada saat penerbitan dan tidak
mencerminkan modal awal pada waktu pendirian.
5) Harta atau modal perusahaan penerbit saham tercampur dan
mengandung unsur haram sehingga menjadi haram
semuanya.
6) Transaksi jual beli saham dianggap batal secara hukum
karena transaksi tersebut tidak mengimplementasikan prinsip
pertukaran (sharf). Jual beli saham adalah pertukaran uang
dan barang sehingga prinsip saling menyerahkan (taqabudh)
dan persamaan nilai (tamatsul) harus diaplikasikan. Kedua
20

prinsip tersebut tidak terpenuhi dalam transaksi jual beli


saham.
7) Adanya unsur ketidaktahuan (jahalah) dalam jual beli saham
dikarenakan pembeli tidak mengetahui secara persis
spesifikasi barang yang akan dibeli yang terefleksikan dalam
lembaran saham. Adapun salah satu syarat sahnya jual beli
adalah diketahuinya barang (ma‟luumu al mabi‟).
8) Nilai saham pada setiap tahunnya tidak bisa ditetapkan pada
harga tertentu. Harga saham selalu berubah-ubah mengikuti
kondisi pasar bursa saham. Untuk itu, saham tidak dapat
dikatakan sebagai pembayaran nilai pada saat pendirian
perusahaan.19

Berbeda pada pendapat pertama, para fuqaha yang


membolehkan jual beli saham mengatakan bahwa saham sesuai
dengan terminology yang melekat [Link] yang
dimiliki oleh seseorang menunjukkan sebuah bukti kepemilikan
atas perusahaan tertentu yang berbentuk aset, sehingga saham
merupakan cerminan kepemilikan atas aset [Link]
tersebut dijadikan dasar pemikiran bahwa saham dapat
diperjualbelikan sebagaimana layaknya barang. Aturan dan
norma jual beli saham tetap mengacu pada pedoman jual beli
barang pada umumnya, yaitu terpenuhinya rukun, syarat,
aspek‟ antaradhin, serta terhindar dari unsur maysir, gharar,
riba, haram, dhulm, ghisy, dan najasy. Praktik forward contract,
short selling, option, insider trading, “penggorengan saham”
merupakan transaksi yang dilarang secara islam dalam dunia
pasar modal. Adanya fatwa utama kontemporer tentang jual beli
saham semakin memperkuat landasan dibolehkannya jual beli
saham.
Di Indonesia, prinsip-prinsip penyertaan modal secara
syariah tidak diwujudkan dalam bentuk saham syariah dan

19
Saptono Budi Satrio,05, Optimasi Portofolio Saham Syariah (Studi Kasus
Bursa Efek Jakarta tahun 2002-2004),dalam Nurul Huda dan Mustafa Edwin Nasution,
Investasi pada Pasar Modal Syari‟ah, (Jakarta: Kencana Prenada Media
Group,2007),hlm.64-65.
21

nonsyariah, melainkan berupa pembentukan indeks saham yang


memenuhi prinsip-prinsip syariah. Dalam hal ini, di Bursa Efek
Indonesia terdapat Jakarta Islamic 34 Index (JII) yang memiliki
30 saham yang memenuhi kriteria syariah yag ditetapkan
Dewan Syariah Nasioanl (DSN). Indeks JII dipersiapkan oleh
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama dengan PT Danareksa
Investment Management (DIM).Jakarta Islamic Index (JII)
dimaksudkan untuk mengukur kinerja investasi pada saham
dengan basis [Link] indeks ini, diharapkan dapat
meningkatkan kepercayaan investor untuk mengembangkan
investasi dalam ekuiti secara syariah. Jakarta Islamic Index
terdiri atas 30 jenis saham yang dipilih dari saham-saham yang
sesuai dengan syariah islam.20

c. Jenis-Jenis Saham
Pada transaksi jual beli di Bursa efek, saham merupakan
instrumen yang paling dominan diperdagangkan. Ada beberapa
sudut pandang untuk membedakan sudut-sudut saham, yaitu :21
1) Ditinjau dari segi kemampuan dalam hak tagih atau klaim.
a) Saham Biasa
Saham biasa merupakan saham yang memiliki hak
klaim berdasarkan laba atau rugi yang diperoleh
[Link] terjadi likuiditas, pemegang saham biasa
yang mendapatkan prioritas paling akhir dalam
pembagian deviden dari penjualan asset perusahaan. Ciri-
ciri dari saham biasa adalah sebagai berikut :
(1) Deviden dibayarkan sepanjang perusahaan
memperoleh laba
(2) Memiliki hak suara.
(3) Hak memperoleh bagian kekayaan perusahaan
paling akhir apabila bangkrut setelah semua
kewajiban perusahaan dilunasi.

20
M. Nur Rianto Al arif, Lembaga Keuangan Syariah (Bandung: CV
Pustaka Setia, 2012), h. 356-358.
21
Muhammad Nafik, HR, Bursa Efek dan Investasi Syariah, (Jakarta: Serambi,
2009), hal.245
22

b) Saham Preferen
Saham Preferen merupakan saham dengan bagian
hasil yang tetapdan apabila perusahaan mengalami
kerugian maka pemegang Saham Preferen akan mendapat
prioritas utama dalam pembagianhasil atas penjualan
asset. Saham Preferen mempunyai sifat gabungan antara
obligasi dan saham basa. Adapun ciri-ciri paling dahulu
memperoleh deviden :22
(1) Memiliki hak yang paling dahulu memperoleh
deviden.
(2) Tidak memiliki hak suara.
(3) Dapat mempengaruhi manajemen perusahaan
terutama dalam pencalonan pengurus.
(4) Memiliki hak pembayaran sebesar nilai nominal
saham lebih dulu setelah kreditur apabila perusahaan
mengalami likuiditas.
2) Ditinjau dari kinerja perdagangan
Jenis-jenis saham ditinjau dari segi perdagangan terdiri
dari :23
a) Saham Perusahaan Unggulan
Saham biasa dari suatu perusahaan publik (Emiten)
yang memiliki reputasi tinggi sebagai pemimpin di
industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan
konsisten dalam membayar deviden.
b) Saham Deviden Berkembang
Saham dari satu emiten yang memiliki kemampuan
membayar deviden lebih tinggi dan rata-rata deviden
yang dibayar pada tahunan [Link]
publik atau emiten seperti ini biasanya mampu
menciptakan pendapatan yang lebih tinggi dan secara
teratur membagikan deviden [Link] ini tidak suka
menekan laba dan tidak mementingkan potensi.
c) Saham Pendapatan Berkembang

22
Dahlan Siamat, Manjemen Lembaga Keuangan Kebijakan Moneter dan
Perbankan Edisi 5, (Jakarta: LP-FEUI, 2005), hal. 385.
23
Ibid…, hal. 386.
23

Saham-saham dari emiten yang memiliki


pertumbuhan pendapatan yang tinggi sebagai pemimpin
di industri sejenis yang mempunyai reputasi tinggi.
d) Saham Spekulasi
Saham sebuah perusahaan publik yang tidak
terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi
bisnis [Link] saat resesi ekonomi, harga saham ini
tetap tinggi, dimana emitennya mampu memberikan
deviden yang tinggi sebagai dari kemampuan emiten
dalam memperoleh penghasilan yang tinggi pada masa
resesi.24
e) Ketentuan Penerbitan Saham Syariah
Ketentuan penerbitan saham syariah berupa saham
oleh emiten atau perusahaan publik oleh emiten atau
perusahaan publik yang menyatakan bahwa kegiatan
usaha serta cara pengelolahan usaha dilakukan
berdasarkan prisip-prinsip syariah dipasar modal adalah :
(1) Jenis usaha, produk barang, jasa yang diberikan dan
akad yang digunakan serta cara pengelolaan
perusahaan yang mengeluarkan saham atau
perusahaan publik yang menerbitkan saham syariah
tidak boleh bertentangan dengan prinsip-prinsip
syariah, emiten atau perusahaan publik yang
menerbitkan saham syariah wajib untuk
menandatangani dan memenuhi ketentuan akad yang
sesuai dengan syariah atas saham yang dikeluarkan.
(2) Emiten atau perusahaan publik yang menerbitkan
saham syariah wajib menjamin bahwa kegiatan
usahanya memenuhi prinsip-prinsip syariah.
(3) Emiten tersebut harus memiliki rasio-rasio keuangan
antara lain :25
(a) Total utang yang berbasis bunga dibandingkan
dengan total ekuitas tidak lebih dari 82%.

24
Tjiptono Darmaji dan Hendry M. Fakhrudin, Pasar Modal Indonesia…, hal.
62.
25
Muhammad Nafik, HR, Bursa Efek dan Investasi…, hal.79.
24

(b) Total pendapatan bunga dan pendapatan tidak


halal lainnya dibandingkan dengan total
pendapatan usaha dan pendapatan lainlain tidak
lebih dari 10%.
f) Kriteria Pemilihan Saham Syariah
Secara konsep saham syariah merupakan efek yang
tidak bertentangan dengan prinsip [Link]
demikian, tidak semua saham yang diterbitkan oleh
emiten dan peusahaan publikasi dapat disebut sebagai
saham syariah. Suatu saham dapat dikategorikan sebagai
saham syariah jika saham tersebut diterbitkan oleh :
(1) Emiten dan perusahaan publik yang secara jelas
menyatakan dalam anggaran dasarnya bahwa
kegiatan usaha emiten dan perusahaan publik tidak
bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.
(2) Emiten dan perusahaan publik yang tidak
menyatakan dalam anggaran dasarnya bahwa
kegiatan usaha emiten dan perusahaan publik tidak
bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah, namun
memenuhi kriteria sebagai berikut :
Kegiatan usaha tidak bertentangan dengan prinsip
syariah sebagaimana diatur peratura IX.A13, yaitu tidak
melakukan kegiatan usaha :26
(1) Perjudian dan permainan yang tergolong judi.
(2) Perdagangan yang tidak disertai dengan penyerahan
barang jasa.
(3) Perdagangan dengan penawaran atau permintaan
palsu.
(4) Bank berbasis bunga.
(5) Perusahaan pembiayaan berbasis bunga.
(6) Jual beli risiko yang mengandung unsur
ketidakpastian (Gharar) dan judi (Maisir) antara
lain asuransi konvensional.

26
Otoritas Jasa Keuangan, Pasar Modal Syariah, artikel diakses pada 20 Maret
2017 dari http//[Link]/sharia-capital-id.
25

(7) Memproduksi,mendistribusikan,memperdagangkan
dan menyediakan barang dan jasa yang haram
zatnya yang ditetapkan oleh DSN-MUI atau barang
atau jasa yang merusak moral dan bersifat mudarat.
(8) Melakukan transaksi yang mengandung unsur suap.
(9) Rasio total utang berbasis bunga dibandingkan total
ekuitas tidak lebih dari 45%.
(10) Rasio total pendapatan bunga dan total pendapatan
tidak halal lainnya dibandingkan total usaha dan
total pendapatan lainnya tidak lebih dari 10%.
g) Pembagian Keuntungan dalam Saham Syariah
Saham dikenal memiliki kerakteristik karena
meskipun dengan membeli saham investor mempunyai
peluang pendapatan keuntungan yang tinggi, namun
mereka juga harus siap menunggu risiko yang sebanding
dengan berfluktuasinya harga saham. Keuntungan yang
diperoleh dari kepemilikan saham secara umum dapat
menjadi dua, yaitu :27
(1) Deviden, yaitu pembagian keuntungan berdasarkan
jumlah kepemilikan saham terhadap perusahaan
(emiten) yang telah berhasil dalam menjalankan
usahanya.
(2) Capital Gain, yaitu hasil selisih antara harga beli dan
harga jual harga saham pada saat transaksi. Capital
Gain terbentuk karena aktivitas perdagangan dipasar
sekunder yang keberadaannya dipengaruhi oleh
tingkat permintaan dan penawaran.
h) Analisis Saham
Analisis saham umumnya dapat dilakukan dengan
mengamati dua pendekatan dasar yaitu :

(1) Analisis Teknikal


Analisis teknikal merupakan upaya untuk
memperkirakan harga saham dengan mengamati

27
Sri Nurhayati dan Wasilah, Pengantar Bisnis…, hal. 49-50.
26

perubahan harga saham tersebut diwaktu yang lalu 28.


Menurut Sutrisno, analisis teknikal adalah
pendekatan investasi dengan cara mempelajari data
historis dari harga saham serta menghubungkannya
dengan volume transaksi yang terjadi dan kondisi
ekonomi pada saat itu. Analisis ini hanya
mempertimbangkan pergerakan harga saja tanpa
memperhatikan kinerja perusahaan yang
29
mengeluarkan saham. Pergerakan harga tersebut
dihubungkan dengan kejadiankejadian pada saat itu
seperti adanya pengaruh ekonomi, pengaruh politik,
pengaruh pernyataan perdagangan, pengaruh
psikologis maupun pengaruh isu-isu lainnya.
Analisis teknikal merupakan upaya untuk
memperkirakan harga saham dengan mengamati
perubahan harga saham diperiode yang lalu dan
upaya untuk menentukan kapan investor harus
membeli, menjual atau mempertahankan sahamnya
dengan menggunakan indikatorindikator teknis atau
menggunakan analisis [Link] teknis yang
digunakan adalah tren yang mengikuti pasar, volume
perdagangan dan rasio ketertarikan dalam jangka
[Link] analisis grafik diharapkan dapat
mengidentifikasi pola seperti Head and Shoulder,
dan [Link] ini menggunakan data pasar
dari saham, seperti harga dan volume transaksi
penjualan saham untuk menentukan nilai saham.
(2) Analisis Fundamental
Analisis fundamental merupakan faktor yang erat
kaitannya dengan kondisi perusahaan yaitu kondisi
manajemen organisasi sumber daya manusia dan
kondisis keuangan perusahaan yang tercemin dalam

28
Suad Husnan, Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas,
(Yogyakarta: UPP YKPN, 2005), hal. 349.
29
Sutrisno, Manajemen Keuangan Teori, Konsep dan aplikasi, (Yogyakarta:
Ekonisia, 2005), hal. 330.
27

kinerja keuangan perusahaan. 30Analisis fundamental


mencoba memperkirakan harga saham di masa yang
akan datang dan menetapkan hubungan variabel-
variabel tersebut sehingga diperoleh taksiran harga
saham. Analisis ini sering disebut sebagai peramalan
harga saham dan sering digunakan dalam berbagai
pelatihan analisis sekuritas. Langkah yang paling
penting dalam analisis ini adalah mengidentifikasi
faktorfaktor fundamental yang diperkirakan akan
mempengaruhi harga saham. Faktor yang dianalisis
merupakan faktor yang berhubungan dengan kondisi
perusahaan, yang meliputi kondisi manajemen,
organisasi, sumber daya manusia dan keuangan
perusahaan yang tercermin dalam kinerja
perusahaan.
Analisis fundamental merupakan analisis yang
menggunakan data-data finansial yaitu data-data
yang berasal dari laporan keuangan perusahaan,
seperti laba, deviden yang dibagikan dan
[Link] fundamental merupakan analisis
yang berkaitan dengan kondisi internal perusahaan. 31
Analisis fundamental merupakan pendekatan
analisis harga saham yang menitik beratkan pada
kinerja perusahaan yang mengeluarkan saham dan
analisis ekonomi yang akan mempengaruhi masa
depan perusahaan. 32Analisis fundamental menitik
beratkan pada rasio keuangan dan kejadian-kejadian
yang secara langsung maupun tidak langsung
mempengaruhi kinerja keuangan
[Link] pakar berpendapat teknis
analisis fundamental lebih cocok untuk membuat

30
Suad Husnan, Dasar-Dasar Teori Portofolio…, hal. 315
31
jogiyanto Hartono, Teori Portofolio dan Analisis Investasi, (Yogyakarta:
BPFE, 2007), hal. 315.
32
Sutrisno, Manajemen Keuangan Teori, Konsep dan Aplikasi, (Yogyakarta:
Ekonisia, 2005), hal. 153.
28

keputusan dalam memilih saham perusahaan mana


yang dibeli untuk jangka [Link] faktor
utama atau fundamental yang mempengaruhi harga
saham yaitu penjualan, pertumbuhan penjualan,
operasional perusahaan, laba, deviden, rapat umum
pemegang saham (RUPS), perusahaan manajemen,
dan pernyataan-pernyataan yang dibuat oleh
manajemen perusahaan.

2. Harga saham
Menurut Darmadji dan Fakhruddin (2001), harga saham
dibentuk karena adanya permintaan dan penawaran atas
[Link] dan penawaran tersebut terjadi karena adanya
banyak faktor, baik yang sifatnya spesifik atas saham tersebut
maupun yang sifatnya makro seperti kondisi ekonomi negara,
kondisi sosial dan politik, maupun informasi yang
[Link] saham merupakan harga jual beli yang sedang
berlaku di pasar efek yang ditentukan oleh kekuatan pasar dalam
arti tergantung pada kekuatan permintaan dan penawaran.
Harga saham dapat juga diartikan sebagai harga yang dibentuk
dari interaksi antara para penjual dan pembeli saham yang
dilatarbelakangi oleh harapan mereka terhadap keuntungan
[Link] saham penutupan (closing price) yaitu harga
yang diminta oleh penjual atau harga perdagangan terakhir suatu
[Link] saham merupakan harga atau nilai uang yang
bersedia dikeluarkan untuk memperoleh saham. Menurut
Widoatmodjo, harga saham dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
a. Harga Nominal
Harga nominal adalah harga yang tercantum dalam sertifikat
saham yang ditetapkan oleh emiten untuk menilai setiap lembar
saham yang [Link] harga nominal memberikan
arti penting saham karena zdividen biasanya ditetapkan
berdasarkan nilai nominal.
b. Harga Perdana
29

Harga ini merupakan harga saham yang dicatat di bursa


[Link] saham pada pasar perdana biasanya ditetapkan oleh
penjamin emisi (underwriter) dan emiten.
c. Harga Pasar
Jika harga perdana merupakan harga jual dari perjanjian
emisi kepada investor, maka harga pasar adalah harga jual dari
investor yang satu ke investor lain. Harga ini terjadi setelah
saham tersebut dicatatkan di [Link] disini tidak lagi
melibatkan emiten dan penjamin [Link] ini yang disebut
harga di pasar sekunder dan harga ini yang benar- benar
mewakili harga perusahaan. Harga yang setiap hari diumumkan
di surat kabar dan di media lain adalah harga pasar.

Faktor yang mempengaruhi harga saham menurut Weston dan


Brigham adalah:
1) Laba per lembar saham/Earning per share
Semakin tinggi laba yang diterima oleh investor akan
memberikan tingkat pengembalian investasi yang cukup baik.
Hal ini akan menjadi motivasi bagi investor untuk mau
melakukan investasi yang lebih besar lagi yang otomatis akan
menaikkan harga saham perusahaan.
2) Tingkat bunga
Semakin tinggi bunga akan menurunkan laba perusahaan.
Mempengaruhi persaingan di pasar modal antara saham dan
obligasi. Jika tingkat bunga naik, maka investor akan menjual
sahamnya dan ditukarkan dengan obligasi. Hal ini akan
menurunkan harga saham.
3) Jumlah kas dividen yang diberikan
Peningkatan pembagian dividen dalam jumlah yang besar
akan meningkatkan harga saham dan juga meningkatkan
kepercayaan investor terhadap perusahaan.
4) Jumlah laba yang diperoleh perusahaan
Investor pada umumnya melakukan investasi di perusahaan
yang memiliki laba cukup baik karena menunjukkan prospek
yang cerah dan dapat menarik investor untuk berinvestasi yang
nantinya akan mempengaruhi harga saham perusahaan.
30

5) Tingkat risiko dan pengembalian


Meningkatnya tingkat risiko dan proyeksi laba yang
diharapkan perusahaan akan mempengaruhi harga saham
perusahaan tersebut. Pada umumnya semakin tinggi tingkat
risikonya akan semakin tinggi pula tingkat pengembalian saham
yang akan diperoleh.
6) Proporsi kewajiban terhadap ekuitas.
7) Faktor lain yang dapat mempengaruhi pergerakan harga saham
adalah kendala eksternal seperti kegiatan perekonomian pada
umumnya, pajak dan keadaan bursa saham, kekuatan
penawaran dan permintaan saham di pasar. 33

Untuk melakukan investasi dalam bentuk saham diperlukan


analisis untuk mengukur nilai saham, yaitu analisis fundamental
dan analisis teknikal. Tujuan analisis fundamental adalah
menentukan apakah nilai saham berada pada posisi undervalue
atau overvalue. Saham dikatakan undervalue bilamana harga
saham di pasar saham lebih kecil dari harga wajar atau nilai yang
seharusnya, demikian juga sebaliknya.
Menurut Francis ,“In preparing their estimate of security’s
value, fundamental analysts study the basic financial and economic
facts about the company that issues the security. They study the
level and trend of the firm’s sales and earnings, the quality of the
firm’s products, the firm’s competitive position in the markets
where its products are sold, the firm’s labor relations, the firm’s
sources of raw materials. The government rules that apply to the
firm, and many other factors that may affect the value of the firm’s
common stock”.34
Dapat dikatakan bahwa untuk memperkirakan harga saham
dapat menggunakan analisa fundamental yang menganalisa kondisi
keuangan dan ekonomi perusahaan yang menerbitkan saham
33
Rita Widayanti , Fredella Colline, Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Harga
Saham Perusahaan Lq 45 Periode 2011-2015, Jurnal Ekonomi, Volume 21 Nomor 1,
2017.
34
Njo Anastasia, Yanny Widiastuty Gunawan, Imelda Wijiyanti, Analisis Faktor
Fundamental Dan Risiko Sistematik Terhadap Harga Saham Properti Di Bei, Jurnal
Akuntansi & Keuangan, Vol. 5, No. 2, Nopember 2003.
31

[Link] dapat meliputi trend penjualan dan keuntungan


perusahaan, kualitas produk, posisi persaingan perusahaan di pasar,
hubungan kerja pihak perusahaan dengan karyawan, sumber bahan
mentah, peraturan-peraturan perusahaan dan beberapa faktor lain
yang dapat mempengaruhi nilai saham perusahaan tersebut.
Analisis fundamental berkaitan dengan penilaian kinerja
perusahaan, tentang efektifitas dan efisiensi perusahaan mencapai
[Link] menganalisis kinerja perusahaan dapat
digunakan rasio keuangan yang terbagi dalam empat kelompok,
yaitu rasio likuiditas, aktivitas, hutang, dan profitabilitas. Dengan
analisis tersebut, para analisis mencoba memperkirakan harga
saham dimasa yang akan datang dengan mengestimasi nilai dari
faktor-faktor fundamental yang mempengaruhi harga saham
dimasa yang akan datang dan menerapkan hubungan faktor-faktor
tersebut sehingga diperoleh taksiran harga saham.
Umumnya faktor-faktor fundamental yang diteliti adalah nilai
intrinsik, nilai pasar, Return On Total Assets (ROA), Return On
Investment (ROI), Return On Equity (ROE), Book Value (BV),
Debt Equity Ratio (DER), Deviden Earning, Price Earning Ratio
(PER), Deviden Payout Ratio (DPR), Deviden Yield, dan likuiditas
saham.
Analisis teknikal menggunakan data pasar yang dipublikasikan
yaitu harga saham, volume perdagangan, indeks harga saham
individual maupun gabungan untuk berusaha mengakses
permintaan dan penawaran saham tertentu maupun pasar secara
keseluruhan. Menurut Malkiel, pendekatan ini pada intinya
membuat serta menginterpretasikan grafik saham ditinjau dari
pergerakan harga saham dan volume transaksinya untuk
mendapatkan petunjuk tentang arah perubahan di masa yang akan
datang.
Menurut Jones ,“Systematic risk as is shown in part two on
portfolio management an investor can construct a diversified
portfolio and eliminate part of the total risk. The diversiviable or
non market part. What is left is the diversiviable portion or the
market risk variability in a securities total return that is directly
32

associated with overall movements in the general market or


economy”.
Jadi risiko sistematik dari suatu sekuritas atau portofolio yang
relatif terhadap risiko pasar dapat diukur dengan [Link] suatu
sekuritas adalah kuantitatif yang mengukur sensitivitas keuntungan
dari suatu sekuritas dalam merespon pergerakan keuntungan
[Link] tinggi tingkat beta, semakin tinggi risiko sistematik
yang tidak dapat dihilangkan karena diversifikasi.
Untuk menghitung beta digunakan teknik regresi, yaitu
mengestimasi beta suatu sekuritas dengan menggunakan return-
return sekuritas sebagai variabel terikat dan return-return pasar
sebagai variabel bebas.
Dalam penilaian saham, terdapat beberapa model teoritis yang
dapat digunakan terkait dengan analisis fundamental dan analisis
teknikal. Namun secara sederhana variabilitas harga saham
tergantung pada earning dan deviden suatu perusahaan seperti yang
dinyatakan Fuller and Farrell ,“key determinant of security price is
expectations concerning the firm’s earning and dividends and their
associated risk”.
Model yang dikembangkan adalah pendekatan Gordon yaitu
Devidend Discount Model (DDM) yang constant growth. Faktor-
faktor tersebut sebagai variabel bebas yang didasarkan pada
pemikiran bahwa faktor tersebut menggambarkan risiko dan return
yang akan diterima para pemodal atas investasinya pada saham.
Turunan pendekatan DDM dalam menentukan harga saham adalah:

P0 =

Dimana:
D1 = EPS x b
EPS = EAT/Total Saham
b = Payout ratio = D/EPS
Po = Harga Saham
r = Required Rate of Return
33

Model (1) disubstitusikan, sehingga menjadi sebagai berikut :

P0 =

Dimana:
EPS = EAT/Total Saham = ROE x (Book Value)
BVS = Equity/Total Saham

Model (2) disubstitusikan, sehingga menjadi sebagai berikut :

P0 =

Dimana:
ROE = EAT/Equity = ROA x (1 + Debt Equity Ratio)

Model (3) disubstitusikan, sehingga menjadi sebagai berikut :

( )
P0 =

Model (4) menurut Fuller and farrell (1987), growth rate dapat
diturunkan sebagai berikut:

g=

Dimana:
D1 = EPS1 x (Payout Ratio)
D0 = EPS0 x (Payout Ratio)

Jika Payout Ratio (b) adalah konstan maka:

g=
34

Dimana:
EPS1 = ROE x Book Valuet
EPS0 = ROE x Book Valuet-1

Jika ROE adalah konstan, maka :

g=

Jika tidak ada penambahan dana (emisi), maka perubahan nilai


buku (BVt - BVt-1) sama dengan EPS0 – D0 = EPS0 x (1-b) maka
:

g= =

Jadi g = ROE x (1-b)


Sehingga model 2, 3, 4 jika disubstitusikan menjadi :

( )
P0 =

Sedangkan untuk pencarian beta dan r diperlukan langkah-


langkah sebagai berikut:

Rm =

Ri =

Dimana:
Rm = Return market
IHSG = Indeks Harga Saham Gabungan
Pit = Harga Saham i bulan t
Pit-1 = Harga Saham i bulan t-1
Di = Deviden saham i
Ri= Return saham i
35

Beta =

Model CAMP → r = Rf + (beta x (Rm - Rf))


Dimana:
r = Required Rate of Return R
f = Risk Free
R m = Return Market
Beta = Risiko Sistematik

Maka dari model-model tersebut di atas dapat ditulis suatu


fungsi :

Harga saham (P0) = f (ROA, ROE, BV, b, DER, r, beta)

Dimana:
ROA = Return on Total Asset
ROE = Return On Equity
BV = Book Value
B = Payout Ratio
DER = Debt Equity Ratio

Merupakan variabel dari analisis fundamental. Sedangkan r


(Required Rate of Return) dapat dicari menggunakan model
CAPM, dan untuk menggambarkan risiko sistematik, yang
dimasukkan dalam model analisis adalah variabel beta.
Variabel ROA mewakili efektifitas “earning power”
perusahaan yang mencerminkan kinerja manajemen dalam
menghasilkan laba bersamaan dengan aset yang [Link] ROE
digunakan untuk mengukur pengembalian modal pemilik
[Link] BV mengukur nilai buku per lembar saham.
Variabel Payout Ratio menunjukkan presentase dari pendapatan
yang akan dibayarkan pada pemegang saham sebagai cash deviden.
Variabel DER mewakili proporsi hutang terhadap modal
perusahaan.
36

Pemilihan faktor-faktor di atas sebagai variabel bebas


didasarkan pemikiran bahwa faktor tersebut menggambarkan risiko
dan returnyang akan diterima para pemodal atas investasinya pada
saham.35

B. PT. Bluebird Tbk


1. Sejarah PT. Bluebird Tbk
PT. Bluebird Tbk atau Blue Bird Group merupakan perusahaan
transportasi asal indonesia. Yang fokusnya untuk menjual jasa
kepada masyarakat lewat [Link] fokus bisnis tersebut
maka PT, Bluebird mempunyai peranan yang cukup penting dalam
bidang transportasi di Indonesia dengan menyediakan jasa taxi. 36
Perusahaan Blue Bird Group didirikan pada tahun 1972 di
[Link] ini melayani jasa transportasi. Perusahaan ini
sudah lama muncul di dalam bisnis di Indonesia, namun
perusahaan ini masih bisa bertahan dan tetap eksis untuk kalangan
masyarakat, walaupun dengan terjadinya perubahan lingkungan
bisnis yang begitu cepat namun perusahaan Blue Bird Group
tersebut tetap bertahan dan masih eksis sampai sekarang walaupun
ada penurunan dalam permintaan jasa transportasi Taksi Blue Bird
(Manajemen Blue Bird, 2017).37

C. Model Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA)


Menurut Gujarati model time series yang digunakan berdasarkan
asumsi bahwa data time series tersebut stasioner artinya rata-rata
varian ( 2 σ ) suatu data timeseries konstan. Tapi seperti kita ketahui
bahwa banyak data time series dalam ilmu ekonomi adalah tidak
stasioner, melainkan integated.
Jika data time series integrated dengan ordo 1 disebut I (1) artinya
differencing pertama. Jika series itu melalui proses

35
Ibid, h. 125.
36
Tesalonika Meilani Supit, Frendy A.O. Pelleng, Joula J. Rogahang, Analisis
Sumber Dan Penggunaan Modal Kerja Pada PT. Blue Bird Tbk, Jurusan Ilmu
Administrasi Bisnis, Vol. 9. No. 1, 2019.
37
Ivone Susan Komaling Alit Suryani, Peran Kepercayaan Memediasi Kualitas
Pelayanan Dengan Niat Menggunakan Kembali, E-Jurnal Manajemen Unud, Vol. 6, No.
12, 2017.
37

differencingsebanyak d kali dapat dijadikan stasioner, maka series itu


dikatakan nonstasioner homogen tingkat d. Seringkali proses random
stasioner tak dapat dengan baik dijelaskan oleh model moving
average saja atau autoregressive saja, karena proses itu mengandung
keduanya. Karena itu, gabungan kedua model, yang dinamakan
autoregressive Intergtedmoving average model dapat lebih efektif
menjelaskan proses [Link] model gabungan ini series stasioner
adalah fungsi dari nilai lampaunya serta nilai sekarang dan kesalahan
lampaunya.38
Argumentasi bahwa harga-harga saham membentuk pola-pola
tertentu yang seringkali berulang kajadiannya dalam kurun waktu
tertentu dianggap oleh sebagian besar ilmuwan sebagai sesuatu yang
mistik, tidak [Link] ada yang mempercayai hal tersebut adalah
pseudo science, mirip dengan ritual voodoo di Afrika.
Sejalan dengan semakin canggihnya kemajuan teknologi
informasi, dimana setiap orang bisa melibatkan diri dalam
perdagangan saham tanpa batas ruang dan waktu, argumentasi
tersebut semakin banyak pengikutnya, dimana mereka ini
menciptakan berbagai model peramalan (forecasting) yang
menggabungkan metode statistika, matematika, dan pengalaman
historis. Sejak satu dekade terakhir telah semakin banyak diciptakan
model-model peramalan pergerakan harga saham, terutama untuk
prediksi perubahan harga harian (daily forecasting). Beberapa alat
statistik yang telah popular sekarang ini dinataranya yang paling
banyak digunakan adalah: 1) rata-rata bergerak (Moving Average); 2)
lilin tangkai (Candlestick); 3) rata-rata bergerak menguncup dan
mengembang (Moving Average Convergence Divergence); 4) Pita
Bollinger (Bollinger Band); 5) Stokastik William’s %; 6) Exponential
Moving Average (Rata-rata Bergerak pangkat tinggi); 7) Model
Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA); 8) Ichimoku
Chart; 9) Chalkin’s Oscillator; 10) Ease Movement; 11) Force Index;
12) Disparity Moving Average; 13) Momentum; dan masih banyak

38
Achmad Yani, Analisis Teknikal Harga Saham Dengan Metode Arima, Jurnal
Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan (JIMAT,) Volume 9 Nomor 2, November 2018.
38

lagi. Masing-masing menciptakan model peramalan dengan dasar


perhitungan statistika- matematika.39

1. Pengertian Model autoregressive integrated moving average


(ARIMA)
Model autoregressive integrated moving average (ARIMA)
adalah model yang secara penuh mengabaikan independen variabel
karena model ini menggunakan nilai sekarang dan nilai-nilai
lampau dari variabel dependen untuk menghasilkan peramalan
jangka pendek yang akurat sedangkan untuk prakiraan jangka
panjang ketepatan prakiraannya kurang baik biasanya akan
cenderung mendatar/konstan dalam membuat peramalan dan suatu
model yang mengasumsikan bahwa data masukan harus
stasioner.40 Model ARIMA diperkenalkan oleh Box dan Jenkins
pada tahun 1970. Oleh sebab itu pemodelan ARIMA dikenal
dengan model Box-Jenkins. Model Box-Jenkins hanya dapat
diterapkan, menjelaskan, atau mewakili series yang stasioner atau
telah dijadikan stasioner melalui proses differencing (pembeda).
Secara umum, model ARIMA dibagi menjadi 3 model yaitu
autoregressive (AR), moving average (MA), dan integrated (I).41
Notasi ARIMA ditulis dengan ARIMA ,dimana menyatakan
orde dari proses autoregressive (AR), menyatakan differencing,
dan menyatakan orde dari proses moving average (MA). Orde
menyatakan orde diff erencing merupakan proses pembeda untuk
membuat data menjadi stasioner. 42

39
Iskandar Zulkarnain, akurasi peramalan harga saham dengan model arima dan
kombinasi main chart + ichimoku chart, Management Insight, 7 (1): 59-70.
40
Siti Munawaroh, “Analisis model ARIMA Box-jenkins pada data fluktuasi
harga emas” (Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, 2010), [Link]
[Link]/6728/.
41
Wardono, Scolastika Mariani, dan Yuliyana Fathonah, “Implementation of
Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) Methods for Forecasting Many
Applicants Making Driver‟s License a with Eviews 7 in Pati Indonesia,” Journal of
Theoretical and Apllied Information Technology 95, no. 10 (Mei 2017): 2117.
42
Aswi dan Sukarna, Analisis Deret Waktu : Teori dan Aplikasi (Makassar:
Andira Publisher, 2006): 34. 36 Ibid, h. 33.
39

a. Model Autoregressive (AR)


Model autoregressive pertama kali diperkenalkan oleh Yule
(1926) dan dikembangkan oleh Walker (1931). Model
Autoregressive adalah suatu keadaan dimana nilai sekarang
dipengaruhi dari waktu lampau pada periode sebelumnya.43
Model ini dapat diartikan sebagai proses hasil regresi
dengandirinya sendiri.44 Proses model autoregressive (AR)
menghasilkan nilai p dimana autoregressive dinotasikan dengan
AR(p).
Bentuk umum model AR(p):45

Yt= β1Yt-1 + β2Yt-2 + … + βpYt-p + ɛt

Dimana:
Yt: Data pada waktu
βp: Parameter autoregressive ke – p
Yt-p: Nilai lampau
ɛt: Nilai kesalahan peramalan
Banyaknya nilai lampau yang digunakan pada model AR(p)
menunjukkan tingkat dari model ini. Jika hanya digunakan
sebuah nilai lampau, dinamakan model autoregressive tingkat
satu dan dilambangkan dengan AR (1). Model
autoregressivetingkat 1 atau proses AR(1), secara matematis
didefinisikan sebagai berikut:

Yt= β1Yt-1 + ɛt

Dimana:
Yt: Data pada waktu
β1: Parameter autoregressive ke – 1

43
Ibid, h. 33
44
Dewi Wulandari, “Peramalan Rata-Rata Temperatur Udara Harian Kota
Pekanbaru Menggunakan Model ARIMA (0,1,1)” (Universitas Islam Negeri Sultan Syarif
Kasim Riau, 2011), [Link]
45
William W. S. Wei, Time Series Analysis Univarite and Multivariate
Methods, Second (Temple University: Publication Data, 2006): 33.
40

Yt-1: Nilai lampau ke- 1


ɛt: Nilai kesalahan peramalan

Sedangkan untuk model autoregressive tingkat 2 atau AR(2)


dan seterusnya, hanya menambahkan β2 untuk koefisisn AR ke
2 pada periode Yt-2 dan seterusnya.

b. Model Moving Average (MA)


Model Moving Average merupakan hasil studi dari Slutzky
(1937) tentang efek dari rata-rata bergerak dari peristiwa acak.
Model moving average merupakan proses rata-rata bergerak
yang berguna dalam menggambarkan fenomena dimana
peristiwa menghasilkan efek langsung yang hanya berlangsung
untuk periode waktu yang singkat. Proses model moving
average menghasilkan nilai q dimana moving average
dinotasikan dengan MA(q). 46Jika series yang stasioner
merupakan fungsi linier dari kesalahan peramalan sekarang dan
masa lalu yang berurutan, persamaan itu dinamakan moving
average model.

Bentuk umum :47

Yt= θ1ɛt-1 – θ2ɛt-2 - … - θqɛt-q - ɛt

Dimana:
Yt: Data pada waktu
θq: Parameter Moving Average ke-q
ɛt: Nilai kesalahan peramalan
ɛt-q: Kesalahan masa lampau

Bentuk umum persamaan diatas dari model MA dapat ditulis


dalam bentuk:

46
Ibid, h. 47
47
Ari Pani Desvina dan Muhammad Syahfitra, “Aplikasi Metode Box-Jenkins
dalam Memprediksi Pertumbuhan Perdagangan Luar Negeri Provinsi Riau,” Jurnal Sains
Matematika dan Statistika, 2460-4542, 2, no. 2 (2016): 13 .
41

θ(B)Yt = µ + ɛt

Dimana:
θ(B)= 1 – θ1B – θ2B2 - … - θpBp

Terlihat bahwa Ytmerupakan rata-rata kesalahan sebanyak


periode kebelakang. Banyaknya kesalahan yang digunakan pada
model ini menandakan tingkat dari model moving
averageMA(q). Jika pada model itu digunakan dua kesalahan
masa lalu, maka dinamakan model moving average tingkat 2
dan dilambangkan sebagai MA(2). Model MA meramalkan
nilai Yt berdasarkan kombinasi kesalahan linier masa lampau
(lag), sedangkan model menunjukkan Y t sebagai fungsi linier
dari sejumlah nilai Yt aktual sebelumnya. Untuk melakukan
pendekatan antara proses autoregressive dan moving average
diperlukan pengukuran autokorelasi antara nilai berturutturut
dari Yt sedangkan model moving average mengukur
autokorelasi antara nilai error atau residual.

c. Model Integrated
Model time series yang digunakan berdasarkan asumsi
bahwa data stasioner. Tetapi terdapat data time series yang
belum stasioner atau nonstasioner. Apabila terdapat data
nonstasioner, maka perlu dilakukan differencing, hasil dari
proses differencing dinamakan integrated. Apabila data time
series integrated dilakukan proses differencing sebanyak 1 kali
maka dinotasikan dengan I (1) artinya integrated pada
differencing pertama dan jika time series melalui proses
differencing sebanyak kali dapat menjadi stasioner, maka time
series itu dikatakan nonstasioner pada ordo I (d).48
Apabila data nonstasioner Yt kemudian stasioner melalui
proses differencing ditambahkan pada campuran proses AR dan
MA, maka model umum ARIMA (p,d,q) terpenuhi. Karena itu,

48
Ibid, h. 805.
42

gabungan kedua model autoregressive-moving average dan


integreted maka dinamakan Autoregressive Integrated Moving
Average (ARIMA).
Dari model autoregressive (AR), integrated, dan model
moving average (MA) diperoleh bentuk umum model
autoregressive integrated moving average (ARIMA) :

(1-B)d Yt= β1Yt-1 + β2Yt-2 + … + βPYt-P + ɛt - θ1 ɛt-1 - … - θq ɛt-q

Dimana:
Yt: Data pada waktu
(1-B)d: Pembedaan orde ke-
βP: Parameter autoregressive ke – p
Yt-p: Nilai lampau
ɛt: Nilai kesalahan peramalan
θq: Parameter Moving Average ke- q
ɛt-q: Nilai kesalahan masa lampau

Bentuk umum persamaan di atas dari model ARIMA dapat


ditulis dalam bentuk :

(1 – B)d(1 – βpB)Yt = (1 – θqB)ɛt

Dimana:
Yt: Data pada waktu
ɛt: Nilai Kesalahan Peramalan
(1 – B)d : Pembedaan orde ke-
(1 – βpB): Parameter model autoregressive ke- p
(1 – θqB): Parameter model moving average ke- q

Untuk menentukan apakah perilaku data mengikuti pola AR,


MA, atau ARIMA, dan untuk menentukan ordo AR, MA serta
tingkat proses differencing untuk menjadikan data stasioner,
Box dan Jenkins telah mengembangkan suatu prosedur yang
dikenal dengan prosedur Box-Jenkins.
43

1) Langkah-langkah dalam menentukan model ARIMA sebagai


berikut :
a) Uji Stasioner
Langkah awal dalam menentukan model ARIMA
adalah dengan melihat data asli yang diamati karena
model ARIMA adalah suatu model yang menggunakan
data yang telah stasioner. Apabila data asli merupakan
suatu data yang belum stasioner maka data perlu
distasionerkan dengan melakukan proses differencing
atau transformasi.
(1) Identifikasi Model
Setelah diketahui data merupakan data yang
stasioner selanjutnya melakukan identifikasi model
terhadap data. Untuk mengetahui apakah data
mengikuti model AR(p), MA(q) atau ARMA(p,q).
Bentuk model autoregressive moving average
(ARMA) yang tepat dalam menggambarkan sifat-
sifat data dapat ditentukan dengan cara
membandingkan plot sampel ACF/PACF dengan
sifat-sifat fungsi ACF/PACF teoritis dari model
ARMA.

Tabel 2.1
Sifat-Sifat ACF/PACF darimodel ARMA

Proses Sampel acf Sampel pacf


AR (p) Meluruh menuju nol Di atas batas
secara eksponensial interval
maksimum
sampai lag ke
p dan di
bawah batas
pada lag >p
MA (q) Di atas batas interval Meluruh
maksimum sampai menuju nol
lag ke q dan di secara
bawah batas pada eksponensial
lag >q
44

ARMA Meluruh menuju nol Meluruh


(p,q) secara eksponensial menuju nol
secara
eksponensial
Sumber: dedi rosadi, 2011

Untuk mendapatkan model dari ARMA(p,q)


menggunakan plot ACF dan plot PACF. Plot ACF
terpakai untuk mendapatkan model MA(q) dan plot
PACF untuk mendapatkan model AR(p). Pada
gambar 2.8 plot ACF berada di atas batas interval
dan menuju nol pada lag 1, sehingga teridentifikasi
memiliki model MA(1) dan gambar 2.9 plot PACF
berada di atas batas interval dan menuju nol pada lag
1, sehingga teridentifikasi memiliki model AR(1).
Sehingga memperoleh model ARMA(1,1)

(2) Estimasi Parameter


Setelah melakukan proses identifikasi dan
memperoleh model sementara atau setelah dan
ditentukan maka langkah selanjutnya adalah estimasi
parameter dari model sementara. Estimasi dari
model ARMA dapat dilakukan dengan metode
Maksimum likelihood Estimator (MLE), Least
Squre, Hannan Rissanen, metode whittle, dan lain-
lain. Kajian statistika detail dari metode-metode
tersebut dapat ditemukan pada berbagai literatur
runtun waktu. Dalam pemodelan juga sering
dilakukan analisis overfitting, dengan cara mengkaji
dan menganalisis model runtun waktu yang
memiliki orde yang lebih tinggi daripada model
yang telah diidentifikasi pada bagian 1.49
Estimasi parameter AR dan MA menggunakan
metode kuadrat terkecil (Least Squares

49
Dedi Rosadi, Analisis Ekonometrika dan Runtun Waktu Terapan dengan R :
Aplikasi untuk Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Keuangan (Yogyakarta: Andi) :151.
45

Method)dilakukan dengan hipotesis uji signifikansi


parameter sebagai berikut:

HO:θ= 0 Parameter tidak signifikan


H1:θ≠0 Parameter Signifikan Statistik uji

Statistik uji Thitung =

Tingkat Signifikan (α) : 5% = 0,05

Pada tahap estimasi ini, teknik perhitungan secara


matematis relatif kompleks memilih taksiran awal
dan kemudian membiarkan program komputer
memperhalus penaksiran tersebut secara
[Link] pada umumnya para peneliti
menggunakan bantuan sofware yang menyediakan
fasilitas perhitungan seperti Minitab, SPSS, Eviews
dan R.50

(3) Cek Diagnostik dan pemilihan model terbaik


Model yang telah melewati uji signifikasi
parameter dalam tahapan estimasi, kemudian akan
dilakukan uji diagnostik untuk meyakinkan apakah
spesifikasi modelnya telah benar. Cek diagnostik
ialah menilai pola ACF dan PACF residu
[Link] adalah selisih antara nilai
observasi aktual dengan nilai prediksi dari
modelnya. Ada dua cara mendasar untuk melakukan
pemeriksaan diagnostik, yaitu : uji kesignifikan
parameter dan uji kesesuaian model (meliputi uji
asumsi white noise dan distribusi normal). Pengujian

50
Purnomo, “Penggunaan Metode ARIMA (Autoregressive Integrated Moving
Average) Untuk Prakiraan Beban Konsumsi Listrik Jangka Pendek (Short Term
Forecasting).”:32
46

kesignifikan parameter dengan uji t, pengujian


tentang asumsi sisa (residual), pengujian white noise
dengan uji Ljung-Box, sedangkan pengujian sisa
berdistribusi normal dengan uji Kolmogorov
Smirnov dan Shapito Wilk. 51
Model yang baik memiliki pola ACF dan PACF
residu yang berada di antara nilai batas atas dan
batas bawahnya. Pola residu yang demikian
mengarahkan kita kepada kesimpulan bahwa tidak
terdapat korelasi residu antar lag sehingga residunya
terdistribusi normal (random). Model terbaik yang
diperoleh, digunakan sifat-sifat data di waktu yang
akan datang. Ukuran yang biasa digunakan untuk
mengukur kesesuaian model adalah Mean Square
Error (MSE), Root of MSE, Mean Absolute
Deviation (MAD), Akaike Information Criterion
(AIC).Model yang terpilih adalah model yang
memiliki nilai AIC terendah.52

D. Covid-19 (Corona Virus Disease 2019)


1. Definisi Covid-19
Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) adalah penyakit akibat
serangan virus SARSCov-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome
Coronavirus 2) atau yang lebih dikenal dengan istilah Virus
[Link] virus corona muncul dan menyerang manusia
pertama kali di provinsi Wuhan, [Link] kemunculannya
diduga merupakan penyakit pneumonia, dengan gejala serupa sakit
flu pada [Link] tersebut di antaranya batuk, demam,
letih, sesak napas, dan tidak nafsu [Link] berbeda dengan
influenza, virus corona dapat berkembang dengan cepat hingga

51
Moh Fahmi, “Peramalan Kebutuhan Pelumas Castrol di PT. Astra
International Daihatsu dengan Metode ARIMA untuk Optimasi Persediaan” (Universitas
Islam Negeri Alaudin, 2017): 17.
52
Rianiati Monica, Suyono Suyono, dan Vera Maya Santi, “Proses
Autoregressive Conditional Heteroscedasticity dengan Dugaan Variansi Inflasi
Indonesia,” Jurnal Statistika Dan Aplikasinya 1, no. 1 (8 September 2017): 43–50.
47

mengakibatkan infeksi lebih parah dan gagal organ. Kondisi


darurat ini terutama terjadi pada pasien dengan masalah kesehatan
sebelumnya .

2. Mekanisme Penularan Virus Covid-19


Virus ini menular ke manusia dan dapat menyebabkan
gangguan ringan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang
berat, hingga [Link] lebih banyak menyerang lansia,
sebenarnya virus ini dapat menyerang siapa saja, mulai dari balita
hingga orang dewasa, termasuk ibu hamil dan [Link]
penularan virus corona yang sangat cepat, Organisasi Kesehatan
Dunia (WHO) menetapkan virus corona sebagai pandemi pada 11
Maret 2020. Status pandemi atau epidemi global menandakan
bahwa penyebaran COVID-19 berlangsung sangat cepat hingga
hampir tak ada negara di dunia yang dapat memastikan diri
terhindar dari virus corona. Karena alasan inilah pemerintah di
beberapa negara memutuskan untuk menerapkan lockdown atau
isolasi total atau karantina.

3. Definisi Karantina
Karantina menurut UU Republik Indonesia Nomor 6 tahun
2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan adalah pembatasan
kegiatan dan/atau pemisahan seseorang yang terpapar penyakit
menular sebagaimana ditetapkan dalam peraturan perundang-
undangan meskipun belum menunjukkan gejala apapun untuk
mencegah kemungkinan penyebaran ke orang di sekitarnya (UU
No 6 tahun 2018). Beberapa negara yang telah menerapkan
lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona adalah China,
Spanyol, Italia, dan [Link] negara tersebut
memutuskan lockdown, dengan menutup semua akses fasilitas
publik dan [Link] dihimbau untuk tetap di dalam
rumah dan mengisolasi diri, dengan harapan virus tidak menyebar
lebih luas dan upaya penyembuhan dapat berjalan maksimal. 53

53
Wilda Yulia Rusyida, Versiandika Yudha Pratama, Prediksi Harga Saham
Garuda Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19 Menggunakan Metode ARIMA, Journal
of Mathematics and Mathematics Education, Volume 2, Nomor 1, 2020, pp. 73-81.
48

E. Pandangan Ekonomi Islam Terhadap Keputusan Pembelian


Investor
Ekonomi islam adalah ilmu yang mempelajari usaha manusia
untuk mengalokasikan dan mengelola sumber daya untuk mencapai
falah berdasarkan pada prinsip-prinsip nilai Al-quran dan
Assunah.54Keputusan pembelian dalam islam disebut dengan istilah
Khiyar, yang artinya mencari yang terbaik diantara dua pilihan, yaitu
meneruskan atau membatalkan jual-beli. Tujuan dari khiyar itu
sendiri adalah untuk yang mengelakan jual beli tidak merugikan
kedua belah pihak.55Karena dalam jual beli apabila khiyar diterapkan
dengan benar maka tidak akan merugikan kedua belah pihak dalam
bertransaksi. Adapun khiyar dalam jual beli didalam pandangan
islam ditekankan untuk memperhatikan perintah dan larangan yang
telah ditetapkan.

Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, yang telah melarang


adanya jual beli yangbersifat ketidakjelasan sepertidalamhadits

َ ‫َّللاُ َعهَ ْي ِّ َٔ َسهه َى َع ٍْ تَي ِْع ْان َح‬


‫صا ِج َٔ َع ٍْ تَي ِْع‬ ‫صههى ه‬ ِ ‫َََٓى َسسُٕ ُل ه‬
َ ‫َّللا‬
‫ْان َغ َش ِس‬
Artinya : Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah Saw
melarang jual beli hashah (yaitu: jual beli dengan cara melempar
batu) dan beliau juga melarang jual beli gharar." (HR. Muslim,
hadits no. 2783)

Kemudian dalam Fatwa MUI No 80 tentang Penerapan Prinsip


Syariah Dalam Mekanisme perdagangan Efek Bersifat Ekuitas Di
Pasar Reguler Bursa [Link] investor dalam menentukan
keputusan pembelian saham diharuskan untuk menghindari tindakan
spekulasi dan tindakan riba.

54
Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam (P3EI), Ekonomi Islam,
(Jakarta:Rajawali Pers, 2013), h.19.
55
Aizuddinur Zakaria, Rahasia Jutawan Islam Abdurahman Bin Auf, (Malaysia:
PTS Professional Publishing, 2012), h.101.
49

Larangan spekualsi tersebut terdapat dalam dalil berikut:

َ َْ َ‫ٰيٰٓاَيَُّٓا انه ِزي ٍَْ ٰا َيُُ ْٰٕٓا اَِه ًَا ا ْن َخ ًْ ُش َٔا ْن ًَي ِْس ُش َٔ ْاْل‬
‫صابُ َٔ ْاْلَ ْص َْل ُو ِسجْ سٌ ِّي ٍْ َع ًَ ِم‬
ٌَ ُْٕ ‫ان هشي ْٰط ٍِ فَاجْ تَ ُِث ُُِْٕ نَ َعهه ُك ْى تُ ْف ِهح‬
Artinya :

Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras,


berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan
anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan.
Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.(Al-
Maidah:90)

Berdasarkan dalil diatas menerangkan adanya larangan


melakukan perjudian dan mengundi nasib dengan anak panah, dalam
kedua tindakan tersebut terdapat tindakan spekulasi yang merupakan
untung-untungan dalam mendapatkan hasilyangdi harapkan.

Larangan riba terdapat dalam dalil sebagai berikut:

ِّۗ ً‫اَنه ِزي ٍَْ يَأْ ُكهُ ْٕ ٌَ انشِّ ٰتٕا َْل يَقُ ْٕ ُي ْٕ ٌَ ِا هْل َكًا يَقُ ْٕ ُو انه ِزيْ يَتَ َخثهطُُّ ان هشي ْٰط ٍُ ِي ٍَ ا ْن‬
ِّ‫س‬ َ َ
ِّۗ
ِ‫انشِّتٕا فَ ًَ ٍْ َجا ََء‬ ْ ّ ٰ
ٰ ‫ٕا َٔاَ َح هم َّللاُ انثَ ْي َع َٔ َح هش َو‬ ۘ ‫ك ِتاََهُٓ ْى قَانُ ْٰٕٓا اَِه ًَا ْانثَ ْي ُع ِي ْث ُم انش ِّٰت‬َ ِ‫ٰرن‬
ُ‫ك اَصْ ٰحة‬ َ ‫ٔن ِى‬ ّ ٰ ‫ف َٔاَ ْيش ُِٰٓ اِنَى‬
ٰ ُ ‫َّللاِ ِّۗ َٔ َي ٍْ َعا َد فَا‬ َ ِّۗ َ‫َي ْٕ ِعظَحٌ ِّي ٍْ هست ِّٖٓفَا َْت َٰٓى فَهَّ َيا َسه‬
ٌَ ْٔ ‫اس ۚ ُْ ْى فِيَْٓا ٰخهِ ُذ‬ ِ ‫انُه‬

Artinya :

Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti


berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu
karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal Allah
50

telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Barangsiapa


mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang
telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah)
kepada Allah. Barangsiapa mengulangi, maka mereka itu penghuni
neraka, mereka kekal di dalamnya. (QS. Al-Baqarah: 275)

Berdasarkan dalil diatas menjelaskan adanya larangan riba dalam


kehidupankita. Larangan riba yang dimaksud oleh fatwa MUI No 80
ialah peminjaman dana dari sekuritas dalam bentuk margin trading
karena didalam pelaksanaan pinjaman tersebut terdapat bunga yang
harus dibayarkan jika peminjam tidak mengembalikan dananya dalam
waktu yang telah ditentukan.

F. Kerangka Berpikir
Penelitian ini membahas tentang prediksi harga saham bluebird di
tengah pandemic covid-19 menggunakan metode arima, maka
kerangka penelitian dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai
berikut:

Gambar 2.1
Kerangka Berfikir

PT BLUE BIRD, Tbk

HARGA SAHAM HARIAN

METODE ARIMA
75

DAFTAR RUJUKAN

Alarif, Nur Rianto, Lembaga Keuangan Syariah, Bandung:CVPustaka


Setia, 2012.

Anastasia,Njo,Yanny Widiastuty Gunawan, dan Imelda Wijiyanti,


Analisis Faktor Fundamental Dan Risiko Sistematik Terhadap
Harga Saham Properti Di Bej, Jurnal Akuntansi & Keuangan,
Vol.5, No. 2, Nopember 2003.

Anoraga, Panji, Pengantar Pasar Modal, ed revisi (Semarang: Rineka


Cipta, 2001) Purnomo, “Penggunaan Metode ARIMA
Autoregressive Integrated Moving Average Untuk Prakiraan
Beban Konsumsi Listrik Jangka Pendek Short Term
Forecasting.”:32

Asra, Moh. “Saham Dalam Perspektif Ekonomi Syari‟ah.” Jurnal


Ekonomi Dan Hukum Islam 4, no. 1 (2020): 43.

Aswi dan Sukarna, Analisis Deret Waktu :Teoridan Aplikasi Makassar :


Andira Publisher, 2006

Darmadji, Tjiptono dan Hendy [Link], Pasar Modal Di Indonesia


Pendekatan Tanya Jawab Edisi 2 Jakarta : Salemba Empat,2006.

Desvina, Ari Pani dan Muhammad Syahfitra, “Aplikasi Metode Box-


Jenkins dalam Memprediksi Pertumbuhan Perdagangan Luar
Negeri Provinsi Riau,”Jurnal Sains Matematika dan Statistika,
2460-4542, 2, no. 2 2016:13.

DimasRofy, Darminto Putra, Dan Z.A Zahroh, Analisis Pemilihan


Investasi Saham Dengan Menggunakan Metode Capital Asset
Pricing Model (Capm) Dan Reward To Variability Ratio (Rvar)
Sebagai Penentu Pengambilan Keputusan Investasi Saham,
Jurnal Administrasi Bisnis, (JAB) Vol. 1 No. 2 April 2013.

Elvitra, Cindy Wahyu, Budi Warsito, and Abdul Hoyyi. “Metode


Peramalan Dengan Menggunakan Model Volatilitas
76

Asymmetric Power Arch (Aparch).” Jurnal Gaussian 2, no. 4


(2013): 289–300.

Fahmi, Moh, “Peramalan Kebutuhan Pelumas Castrol di PT. Astra


International Daihatsu dengan Metode ARIMA untuk Optimasi
Persediaan” Universitas Islam Negeri Alaudin, 2017:17.

Gujarati, Damodar. “Basic Econometrics (Ekonometrika Dasar) Alih


Bahasa Sumarno Zain” 5, no. 2011 (2012): 2013–16.
[Link]
A369&lpg=PA369&dq=Prawirohardjo,+Sarwono.+2010.+Buk
u+Acuan+Nasional+Pelayanan+Kesehatan++Maternal+dan+Ne
onatal.+Jakarta+:+PT+Bina+Pustaka+Sarwono+Prawirohardjo.
&source=bl&ots=riWNmMFyEq&sig=ACfU3U0HyN3I.

Herdianto, Prediksi Kerusakan Motor Induksi Menggunakan Metode


Jaringan Saraf Tiruan Back propagation, Medan: Universitas
Sumatera Utara, 2013, H.8.

Ivoni dan Alit, peran kepercayaan memediasi kualitas pelayanan dengan


niat menggunakan kembali, Jurnal Manajemen Unud,Vol. 6,
No. 12, 2017.

Jogiyanto, Teori Portofolio dan Analisis Investasi, Yogyakarta:BPFE,


2007. Kadir, Statistika Terapan, Jakarta:RajawaliPers, 2015,

Khoiriah, Monita, Moh. Amin, Arista dan Fauzi Kartikasari, Pengaruh


Sebelum Dan Saat Adanya PandemiCovid-19 Terhadap Saham
Lq-45 Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2020, Jurnal Ekonomi,
Vol. 09 No. 11 Agustus 2020.

Lilipaly, Hatidja dan Kekenusa, prediksi harga saham [Link], tbk.


Menggunakan metode arima autoregressive integrated moving
average, Jurnal Ilmiah Sains Vol. 14 No.2, Oktober 2014.

Nafik, Muhammad HR, Bursa Efek dan Investasi Syariah,


(Jakarta:Serambi, 2009), hal.24

Marcelina, TriAyu, Prediksi Kebangkrutan menggunakan MetodeZ-Score


Dan Pengaruhnya Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan
77

Transportasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun


2008-2012, Tbk, e-Proceeding of Management : Vol.1, No. 3
Desember 2014.

Mardhiyah, Ainun. “Peranan Analisis Return Dan Risiko Dalam


Investasi.” Jurnal Ekonomi & Bisnis Islam 2, no. 1 (2017):1–
17.

Miftachul Ulum, Kefi , “Analisa Teknikal Dalam Jual Beli Saham


Menurut Hukum Islam,” Journal of Islamic Business Law 4, no.
4 2020.

Monica, Rianiati, Suyono Suyono, dan Vera Maya Santi, “Proses


Autoregressive Conditional Heteroscedasticity dengan Dugaan
Varians iInflasi Indonesia,”Jurnal Statistika Dan Aplikasinya,
no. 1 8 September 2017:43–50.

Munawaroh,Siti,“Analisis model ARIMABox-jenkins pada data fluktuasi


harga emas”Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim,
2010,

Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam (P3EI), Ekonomi


Islam, Jakarta: Rajawali Pers, 2013.

Rosadi, Dedi, Analisis Ekonometrika dan Runtun Waktu Terapan dengan


R :Aplikasi untuk Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Keuangan
Yogyakarta:Andi :151.

Rusyida, Wilda Yulia, Versiandika Yudha Pratama, Prediksi Harga


Saham Garuda Indonesia diTengah Pandemi Covid-19
Menggunakan Metode ARIMA, Journal of Mathematics and
Mathematics Education, Volume 2, Nomor 1, 2020, pp.73-81.

Sakinah. “Investasi Dalam Islam.” Iqtishadia 1, no. 2 (2014): 252.

Siamat, Dahlan Manjemen Lembaga Keuangan Kebijakan Moneter dan


Perbankan Edisi5, (Jakarta:LP- FEUI, 2005), hal. 385.
78

Subagja, IwanKurniawan, Pelaksanaan Strategi Bisnis Dan Pemasaran Pt.


Blue Bird, Tbk, Jurnal Manajemen, Vol. 4. No. 3 September
2016.

Sugiarto, Metodologi Penelitian Bisnis, Yogyakarta:Andi, 2017,

Sugiyono, Metode Penelitoan Bisnis, Bandung :Alfabeta, 2013,

Sujarweni, [Link], Metodologi Penelitian Bisnis & Ekonomi,


Yogyakarta : Pustaka Baru Press, 2015,

Supit,Tesalonika Meilani, Frendy A.O. Pelleng, JoulaJ. Rogahang,


Analisis Sumber Dan Penggunaan Modal Kerja Pada PT.
BlueBird Tbk, Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis,Vol. 9. No. 1,
2019.

Susilo, Adityo, [Link]., Corona Virus Disease 2019: Tinjauan Literatur


Terkini. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia: Universitas
Indonesia, 2020,

Taufik Hidayat, Buku Pintar Investasi Syariah Jakarta: Media Kita, 2011.

Wahyu Kusumawardani,Wulan, “Prediksi Harga Saham Syariah Menggunakan


Metode Recurrent Neural Network-Long Short Term Memory”
(Disertasi, UIN Sunan Ampel, 2021), 28.

Wardono, Scolastika Mariani, dan Yuliyana Fathonah, “Implementation


of Autoregressive Integrated Moving Average ARIMA Methods
for Forecasting Many Applicants Making Driver‟s License a
with Eviews7 in Pati Indonesia,”Journal of The oreticaland
Apllied Information Technology 95, no. 10 Mei2017:2117.

Wei, WilliamW. S., Time Series Analysis Univarite and Multivariate


Methods, Second TempleUniversity:Publication Data, 2006:33.

Widarjono, Agus. “Ekonometrika Pengatar Dan Aplikasinya,” 289.


Yogyakarta: UPP STIM YKPN, 2018.
79

WidayantiRita, Colline Fredella, Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap


Harga Saham Perusahaan Lq 45Periode 2011-2015, Jurnal
Ekonomi,Volume 21 Nomor 1, 2017.

Zakaria, Aizuddinur, Rahasia Jutawan Islam Abdurahman Bin Auf,


Malaysia: PTS Professional Publishing, 2012).

Zulkarnain, Iskandar. “Akurasi Peramalan Harga Saham Dengan Model


ARIMA Dan Kombinasi Main Chart + Ichimoku Chart.”
Management Insight 7, no. 1 (2013): 59–70.

Anda mungkin juga menyukai