47
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Gambaran Umum Objek Penelitian
4.1.1. Sejarah Singkat PT. Blue Bird Group
Mengenai sejarah Blue Bird sendiri, pendiri Blue Bird adalah Mutiara Siti
Fatimah Djokosoetono. Pada tahun 1970, Gubernur Daerah Khusus Ibukota
Jakarta, yang kala itu dijabat oleh Letjen KKO Ali Sadikin, berniat menjadikan
Jakarta sebagai kota metropolitan, sehingga dia menganggap perlu adanya taksi
sebagai sarana transportasi. Akhirnya taksi-taksi resmi pun mulai bermunculan.
Hal inilah yang mendorong Mutiara untuk mendirikan perusahaan taksi.
Namun, karena dilihat belum memiliki pengalaman dalam pengelolaan
tranportasi, izin pendirian perusahaan taksi ditolak. Dengan dibantu kedua
putranya, Dr. H. Chandra Suharto dan Dr. H. Purnomo Prawiro, mencoba
meminta tanda tangan kepada para pelanggan yang pernah menggunakan Chandra
Taksi (merek dagang Blue Bird sebelumnya), sebagai suatu bentuk rekomendasi.
Dengan banyaknya rekomendasi dari para pelanggan yang menggunakan jasa
perusahaan tersebut, pada akhirnya perusahaan tersebut berkembang dan memiliki
lisensi sebagai perusahaan taksi.
Chandra Taksi yang sebelumnya dijalankan secara ‘gelap’ dapat
memperoleh ijin. dan sejak saat itulah tonggak sejarah berdirinya Blue Bird
Group. Usaha ini merupakan usaha untuk menghidupi keluarga setelah sang suami
47
48
Prof. Djokosoetono, SH wafat. Mobil-mobil yang dijadikan usaha taksi waktu itu
adalah mobil-mobil peninggalan sang suami.
Setelah itu, terinspirasi dari cerita rakyat Eropa yang mengisahkan tentang
seorang gadis kecil yatim piatu yang hidup penuh penderitaan, Mutiara yang
sekarang sudah menjadi almarhum, memutuskan untuk mengganti nama
organisasi yang didirikannya menjadi Blue Bird. Pasalnya, gadis kecil itu berdoa
kepada Tuhan meminta kebahagiaan. Akhirnya Tuhan mengirimkan utusannya
sang burung biru. Bersama burung biru ini, sang gadis kecil berjuang melawan
setiap cobaan hidup yang sering menimpanya, dengan penuh kejujuran, kerja
keras, kedisiplinan, dan kekeluargaan.
Kala itu, seluruh keluarga ikut berperan serta dalam usaha taksi tersebut,
mulai dari pemasaran dan penerima order hingga menjadi pengemudi. Chandra
Suharto, bertugas sebagai operator telepon, sedangkan Purnomo Prawiro sebagai
pengemudi. Untuk menambah jumlah mobil, Mutiara bekerjasama dengan janda-
janda pahlawan dengan memanfaatkan mobil-mobil mereka untuk menjadi taksi.
Rumah pun dijadikan jaminan, ketika [Link] Bird Group pada awal
berdirinya harus menambah armada. [Link] Bird Group didirikan pada 01 Mei
tahun 1972 berawal hanya dengan 25 taksi dan hingga kini telah mencapai sekitar
kurang lebih 19 ribu armada diseluruh negeri. Melayani lebih dari delapan
setengah juta pelanggan per bulan di seluruh negeri, berbagai jenis taksi yang
ditargetkan khusus berdasarkan kelasnya dari pasar menengah (blue bird, pusaka
nuri) yang lebih tinggi (silver bird), untuk mobil sewa (golden bird), charter bus
(big bird) dan container truk (iron bird). Sekarang [Link] Bird Group telah
49
menguasai sekitar 60% - 70% pangsa pasar. Berkat usaha taksi itu pula, Mutiara
berhasil menghantarkan ketiga anaknya meraih gelar sarjana.
Meskipun banyak cobaan yang menghadang, mereka menghadapinya
dengan kerja keras, kedisiplinan, dan kekeluargaan sehingga menjadikan Blue
Bird tersohor seperti sekarang ini. Saat ini, banyak jabatan penting dalam badan
BBG yang dipegang generasi ketiga setelah wafatnya Mutiara. Pendiri [Link]
Bird Group Ibu Mutiara Djokosoetono, SH, telah mewarisi kepimpinannya
kepada kedua anaknya [Link] Suharto sebagai President Komisaris dan
[Link] Prawiro sebagai President Direktur.42
4.1.2. Visi dan Misi
[Link]. Visi
Menjadi perusahaan jasa transportasi yang berkualitas dan berkelanjutan
yang memberikan jaminan kemakmuran secara terus menerus untuk
semua stakeholder yang ada.43
[Link]. Misi
Mencapai kepuasan pelanggan dan membangun serta mempertahankan
posisi pertama sebagai pimpinan pasar dalam setiap kategori yang
digeluti. Kami adalah perusahaan jasa yang bisa diandalkan, berkualitas
tinggi dan pelayanan-pelayanan unggul dengan penggunaan sumber-
sumber secara tepat guna dan kami bekerja sebagai sebuah tim.44
42
[Link]
43
[Link]
44
[Link]
50
4.1.3. Perhargaan Perusahaan
Sudah banyak perhargaan yang telah diterima oleh [Link] Bird
Group antara lain adalah:45
- The Greatest Brand of The Decade 2010, Editor's Choice
- TOP Brand Award 2010
- Indonesian Most Admired Companies 2006, 2007, 2008, 2009, 2010
- Call Center Awards by Marketing Magazine for Customer Satisfaction
and Loyalty 2007, 2008, 2009, 2010
- Indonesian Tourism Award 2009 by SWA Magazine
- E-Company Award by Warta Ekonomi Magazine, 2007, 2008, 2009,
2010
- Indonesian Most Admired Companies Special Award 2009
- Service Quality Award by Marketing Magazine in Cooperation
with the Center for Customer Satisfaction & Loyalty (CCSL) 2009,
2010.
- Marketer of the year 2009 by [Link] for Dr. Purnomo Prawiro
- CEO Idaman 2009 by Warta Ekonomi for Dr. Purnomo Prawiro
- National drivers award, Best public transportation driver 1992, 1996,
2009
- DKI Jaya Driver's Award, Best Driver for Public Transportation 1992,
1994, 1995, 1996, 1997, 2001, 2002, 2003, 2004, 2005,2006, 2007,
2009
45
[Link]
51
- The Best CEO 2006 by SWA Magazine for Dr. H. Purnomo Prawiro
- Entrepreneur of the Year from Ernst and Young for Dr. Purnomo
Prawiro, Managing Director BBG, 2003
- E-Company Award, Warta Ekonomi magazine, 2001
- Transportation Company with the Best System in Taxi Transportation,
DKI Jakarta, 1992, 1994, 1995, 1996, 1997, 2001, 2002
- Superior Service Award, PT Persero Angkasa Pura II, Soekarno Hatta
International Airport, for Golden Bird
- Management Award for Operations Management, Asian Institute of
Management (AIM) 1995
- Adi Karyottama Wisata 1994, 1995
- Management Award for Operations Management, Asian Institute of
Management (AIM) 1991
- Adi Karya Wisata 1991, 1992, 1993, 1994, 1995, 1997, 2001
- Golden Palm Tree (Jakarta Tourism Development Board) 1986
- Silver Palm Tree (Jakarta Tourism Development Board) 1980
- Bronze Palm Tree (Jakarta Tourism Development Board) 1978
- Recommended Jakarta Tourism Development Board 1975
4.2. Hasil Penelitian
Bagian ini merupakan deskripsi terhadap hasil penelitian yang penulis
lakukan. Yang menjadi narasumber adalah Corporate Image Manager PT. Blue
Bird Group, Bpk Tony Liandouw, wawancara dilakukan melalui tatap muka pada
52
tanggal 13 November 2010 dan via email pada 22 Desember 2010, 18 dan 21
Februari 2011, hal ini dikarenakan keterbatasan waktu dari beliau .
PT. Blue Bird Group terus berproses menjalankan riset dan analisis
dengan melihat perkembangan di berbagai sisi seperti lingkungan, trend,
kebutuhan konsumen dan lainnya. Perhatian pada sisi-sisi ini dikarenakan PT.
Blue Bird Group ingin menetapkan strategi promosinya, termasuk strategi
promosi dalam mempertahankan loyalitas para pelanggan korporatnya dengan
menggunakan langkah-langkah berikut ini :
4.2.1. Analisa SWOT
Analisa SWOT yang dilakukan PT. Blue Bird Group dengan mengetahui
produk secara detail dengan melihat tingkat persaingan pasar atau produk lain
yang dapat dianggap sebagai pesaing menjadikan strategi promosi yang dilakukan
bisa lebih terarah dan mendapatkan tujuan yang diinginkan.
Dengan kelebihan yang dimiliki PT. Blue Bird Group ini, dapat
memberikan keuntungan didalam mempromosikannya sehingga dapat menutup
kekurangan yang ada.
Berdasarkan dari hasil penelitian yang penulis dapatkan, PT. Blue Bird
Group memiliki kekuatan (strength) yaitu sebagai perusahaan transportasi darat
yang telah eksis berdiri selama kurang lebih 39 tahun dengan jumlah karyawan
20.000 orang lebih dan memiliki 19.000 armada kendaraan hampir diseluruh
negeri. Dimana kepemimpinannya terus berlangsung dari generasi kedua hingga
ke generasi ketiga, selain itu kenyamanan juga keamanannya sudah terkenal.
53
Walaupun memiliki kekuatan, ancaman (threats) tetaplah ada seperti Express
Taksi dari Express Group yang merupakan pesaing langsung dari PT. Blue Bird
Group dengan peluncuran produk terbarunya Taksi Tiara Express dengan
menggunakan Toyota Alphard, dimana PT. Blue Bird Group juga memiliki taksi
eksekutif yang kelasnya lebih tinggi yaitu Silver Bird dengan menggunakan
Toyota Alphard Vellfire. Adapun ancaman dari pihak luar yang sangat
meresahkan perusahaan seperti adanya penipuan yang mengatasnamakan
perusahaan dan pemalsuan mobil yang mengatasnamakan perusahaan bluebird.
Dan kelemahan (weakness) seperti inilah yang dimanfaatkan oleh para
perusahaan pesaing untuk mengambil penumpang yang terperdaya oleh kesamaan
warna biru pada taksi tersebut. Untuk hal tersebut [Link] Bird Group sendiri
sudah melakukan berbagai upaya agar perusahaannya tetap menjadi pilihan oleh
para konsumen di Indonesia. Peluang (opportunities) PT. Blue Bird Group
sendiri sangat lebar di Indonesia karena para konsumen sudah percaya dengan
pelayanan yang diberikan oleh BBG oleh karena itu BBG sangat terkenal di
Indonesia.
Berikut SWOT yang dituturkan oleh Bpk Tony Liandouw selaku
Corporate Imange Manager [Link] Bird Group :
“a. Strenght :
Didukung nama besar Blue Bird Group, strategi promosi menjadi efektif
apabila dilakukan secara kreatif dan inovatif, berdasarkan riset Mark
Plus beberapa waktu yang lalu, ternyata pengguna terbesarnya adalah
54
para pria usia produtif, pria metroseksual yang perduli kenyamanan,
keamanan, juga attitude para pengemudinya (driver).
Secara jumlah armada masih menguasai pasar sekitar 60%-70%.
b. Weakness :
Habit dalam membayar taksi dengan non-tunai merupakan hal baru di
Indonesia, jadi kurang mendapat perhatian dan tanggapan dari
pelanggan walaupun benefitnya nyata.
c. Opportunity :
Potensi branding dan komunikasi layanan ini menjadi lebih efektif dengan
dukungan 12.000 armada taksi Blue Bird se-jabodetabek dan bujet
promosi secara konsisten di berbagai jenis media.
d. Threats :
Pesaing didaerah karena para khalayak didaerah masih mengutamakan
kebutuhan untuk tiba di tempat tujuan dengan cepat. Regulasi pemerintah
yang tidak mengijinkan untuk menggunakan nama “Blue Bird” pada
setiap armada Blue Bird Group, sehingga di lapangan terdapat 2 merek
yang berbeda seperti Pusaka, Morante dan Cendrawasih.”
55
4.2.2. Analisa STP
Untuk segmenting, targeting, dan positioning PT. Blue Bird Group berikut
petikan wawancara dengan Bpk Tony Liandouw selaku Corporate Imange
Manager
“1. Segmentasinya
a. Segmentasi Geografis :kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya,
Semarang, Bali, Lombok, Menado, Medan.
b. Segmentasi Demografis : 25-40thn, pria, wanita, bekerja, ses a, b,
dan c+, D3-S2.
Blue Bird Group mampu melayani lebih dari delapan setengah juta
penumpang per bulan di seluruh tanah air.
c. Segmentasi Psikografis : perduli akan kenyamanan, keamanan,
juga attitude dari para pengemudinya (driver)
d. Segmentasi Perilaku : loyal akan sebuah kenyamanan juga
keamanan sehingga akan terus menggunakannya
“2. Targetingnya
a. Semua jenis perusahaan yang membutuhkan kendaraan
operasional. Tidak ada kriteria khusus dalam meraih pelanggan
corporate. Hanya saja di beberapa poin persyaratan dalam
pendaftaran account Credit Voucher corporate, diantaranya nama
PT, syarat minimum jumlah pemakain per-bulannya.
b. Ibu rumah tangga dan keluarga
c. Profesional yang menghindari menyetir sendiri di kemacetan lalu
lintas”
56
Hal tersebut sesuai dengan target market produknya:
a. Armada Taksi Reguler untuk kalangan pasar menengah keatas
(middle) : Blue Bird, Pusaka Nuri
b. Armada Taksi Executive untuk kalangan para eksekutif : Silver
Bird
c. Armada kendaraan sewa (privatisasi) untuk kalangan yang
mengutamakan privasi dirinya sendiri : Golden Bird, Car Rental
Limosine
d. Armada kendaraan charter dalam jumlah besar untuk rombongan
keluarga atau perusahaan : bus charter Big Bird
“3. Positioningnya
a. Tenang semuanya bisa lancar dengan Blue Bird. Easy to get &
Easy to pay, mudah didapat di mana saja, kapan saja dan dibayar
tunai maupun non-tunai.”
4.2.3. Strategi Promosi PT. Blue Bird Group
Berikut penuturan dari Bpk Tony Liandouw Corporate Image Manager
[Link] Bird Group mengenai strategi promosi [Link] Bird Group dalam
mempertahankan loyalitas pelanggan :
“Dalam mempertahankan loyalitas pelanggan, Blue Bird Group
melakukan inovasi dalam pelayanannya, di antaranya :
57
1. Penambahan jumlah SDM dan system di call center
2. Penambahan jumlah GPS security di armada taksi regular
3. Pembayaran dengan Credit Voucher
4. Pembayaran elektronik dengan kartu kredit dan debet
Strategi promosi yg dilakukan terutama mensosialisasikan dan
mengedukasi penggunaan Credit Voucher dan Pembayaran Elekronik sebagai
alat pembayaran taksi. Hal ini terbilang baru untuk pembayaran taksi di
Indonesia, jadi yang kita lakukan adalah mengedukasi pelanggan dan pengemudi
agar membiasakan diri melakukan transaksi secara non-tunai. Dengan
pembayaran non-tunai ini juga memungkinkan pengumpulan database
pelanggan.”
4.2.4. Tipe Strategi Yang Digunakan PT. Blue Bird Group
Untuk pemilihan tipe strategi itu sendiri berikut terlampir penuturan dari
Bpk Tony Liandouw selaku Corporate Image Manager :
“a. Tipe Pull/Push strategi
Untuk akuisisi pelanggan Credit Voucher personal dan corporate, kita
melakukan perpaduan Push dan Pull Marketing Strategy. Selain
berusaha mengedukasi untuk menciptakan demand lewat sales force
dan opinion leader, kita juga melakukan berbagai medium periklanan
untuk consumer promotion.
58
b. Tipe Soft sell strategi
Dalam beriklan, Blue Bird melakukan strategi soft sell, karena dalam
hal brand awareness, merek Blue Bird sebagai taksi regular di
Jakarta sudah top of mind.
“Strategi promosi yang dilakukan berupa :
1. Iklan testimonial dari pelanggan yang puas terhadap layanan
pembayaran non-tunai. Iklan semacam ini dilakukan pada media
cetak, online maupun radio.
2. Product built-in pada film, sinetron, dan program-program TV
lainnya.
3. Event & Promotion, gencar melakukan penawaran terhadap
calon pelanggan pada event-event tertentu, seperti event
transportasi, gathering perusahaan, dll.
4. Free sampling yang diberikan kepada komunitas tertentu yang
termasuk key opinion leader, seperti: wartawan / media, producer
film, blogger. Hal ini bertujuan untuk mendorong word of
mouth.”
4.2.5. Bauran Promosi
Untuk elemen-elemen bauran promosi yang digunakan berikut terlampir
penuturan dari Bpk Tony Liandouw selaku Corporate Image Manager [Link]
Bird Group :
59
“1. Periklanan (Advertising) ;
Above The Line, seperti :
a. Radio, antara lain : Jak FM, Gen FM, Women Radio, Delta FM,
Hardrock FM, Female Radio. Penayangannya disesuaikan dengan
jam-jam berangkat dan pulang kerja. Khususnnya Gen FM dan Jak
FM kita tayangkan insertation yang diberi nama “Blue Bird
Experience” dimana pendengar dilibatkan juga untuk memberikan
testimonial dengan taksi Blue Bird Group.
b. Billboard ; Untuk billboard dipasang selain untuk brand awareness
atau customer retention, lokasi juga dipilih agar eksistensi Blue
Bird tetap terjaga. Selain itu strategi customer acquisition juga
diterapkan dalam memilih lokasi billboard di seluruh Indonesia.
Billboard sampai saat ini dipasang di terminal kedatangan 2D
Soekarno Hatta, Komplek kedatangan Airport Ngurah Rai Bali,
Pool Blue Bird Bali di By Pass Jimbaran dan Sesetan Denpasar.
c. Print ad Koran di tahun 2010 sangat minim kita lakukan. Di
beberapa kesempatan kita pakai untuk sosialisasi iklan personal
Credit Voucher. Contohnya: Kompas, The Jakarta Post, Sindo dan
Bisnis [Link] Tabloid Wanita Indonesia selain memuat
iklan display, juga membuat artikel-artikel menarik untuk sosialisasi
penggunaan Credit Voucher untuk personal. Terlampir built-in
product pada artikel tren fashion 2010.
60
d. Majalah travelling semisal majalah Tamasya, Travel Club, Jakarta
Java Kini, majalah bisnis Gatra dan majalah lifestyle dari Femina
Group secara rutin memasang iklan Credit Voucher. Secara umum
moment penempatan iklannya seasonal, misalkan di pertengahan
tahun liburan sekolah dan akhir tahun liburan hari raya.
Below the line, seperti :
a. Online media. Fan Page Facebook, Twitter dibuat untuk
berinteraksi dengan member. Sedangkan untuk program marketing,
dibuat iklan banner yang bisa link ke website
[Link] dihalaman registrasi CreditVoucher. Web
atau portal yang dipilih disesuaikan dengan targt audiensnya,
misalkan [Link] , [Link] ,
[Link] , [Link] . Fasilitas yang disediakan
penyedia layanan web 2.0 juga kita maksimalkan, seperti Google
Adwords, Adsense dan iklan di Facebook.
b. Brosur yang merangkap fungsinya form pendaftaran account Credit
Voucher tidak dipasang ataupun di tempatkan di dalam taksi. Yang
dipasang di taksi hanya iklan displaynya, yang dipasang pada area
head rest penumpang depan, yang dinamakan pouch ad.
2. Promosi Penjualan (Sales Promotion)
Sales promotion dilakukan apabila sesuai dengan konsep komunikasi
Credit Voucher, misalkan di event-event besar yang rutin seperti
Inacraft, Indonesia Motor Show, Java Jazz Festival, dan event lainnya
61
yang matched dengan program komunikasi Credit Voucher. Adapun
pada event tersebut, Blue Bird Group membuat stand ataupun booth
yang bertujuan untuk menarik calon customer untuk mendaftar sebagai
pelanggan Credit Voucher.
3. Publisitas / Humas ( Publicity / PR )
Artikel feature di media dan word of mouth di komunitas online. WOM
dikreasikan dengan cara memberikan Credit Voucher Compliment
(product sampling) kepada key opinion leader, seperti wartawan,
influencer dalam perusahaan, sutradara, dan penggagas komunitas
lainnya yang terkait. Kegiatan PR sepanjang tahun 2010 lebih mengarah
kepada brand advocacy, media visit dan media relation untuk menjaga
eksistensi brand BBG. Selain itu, kegiatan PR juga membuat product
build-in pada film-film ataupun sinetron Indonesia, kunjungan anak-
anak sekolah ke pool Blue Bird.
4. Penjualan Pribadi (Personal Selling) -
5. Pemasaran Langsung (Direct Marketing)
Direct marketing memang sifatnya B2B lebih tepat ditujukan ke pasar
corporate, yang dilakukan oleh sales person atau telemarketing yang
menawarkan fasilitas Credit Voucher untuk perusahaan. Direct
Marketing juga didukung oleh system database BBG yang
mengidentifikasi contact person pada suatu perusahaan, baik itu
Decision Maker, Influencer ataupun User.
62
Dari kelima hal tersebut, yang menonjol adalah PR dan Advertising, karena
medium komunikasi era sekarang lebih banyak gaungnya diramaikan oleh
word of mouth marketing.”
4.2.6. Tujuan Kegiatan Promosi dari [Link] Bird Group
Berikut penuturan dari Bpk Tony Liandouw selaku Corporate Image
Manager [Link] Bird Group :
“Selain untuk customer retention, promosi bertujuan untuk mengakuisisi
pelanggan baru.”
4.2.7. Pengukuran Tingkatan Loyalitas Pelanggan Korporat dari [Link]
Bird Group
Berikut penuturan dari Bpk Tony Liandouw selaku Corporate Image
Manager [Link] Bird Group :
“Tingkat loyalitas pelanggan dapat diukur dari jumlah penelpon masuk
untuk pemesanan taksi ataupun complain, penambahan jumlah account
pelanggan Credit Voucher. Konsistensi dan peningkatan dalam
pemakaian Credit Voucher menandakan minimnya niat pelanggan untuk
switching. Sampai saat ini jumlah pelanggan Credit Voucher Corporate
sudah lebih dari 10.000 pelanggan yang terdiri dari berbagai jenis
perusahaan, mulai dari perusahaan media, advertising, oil & gas,
perbankan, consumer goods, dll. Credit Voucher banyak digunakan untuk
keperluan dinas perusahaan dan berguna bagi perusahaan yang
memerlukan bukti tanggung jawab karyawan dalam perjalanan
dinasnya.”
63
4.3. Pembahasan
Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan melalui wawancara
langsung maupun tidak langsung, penulis mencoba untuk melakukan
pembahasannya di bagian pembahasan ini. Harapannya adalah agar rangkuman
hasil wawancara agar dapat dimengerti dengan baik. Penjabaran ini dikaitkan
dengan teori yang dapat mendukung hasil penelitian penelitian tersebut diatas.
Berikut teori yang mendukung usaha PT. Blue Bird Group dalam
menjalankan strategi promosi yaitu :
Analisa SWOT adalah analisa yang digunakan untuk mengetahui unsur-
unsur yang dapat memetakan kondisi dari suatu perusahaan ataupun produk yang
baru diluncurkan agar teridentifikasi secara sistematis untuk merumuskan strategi
pemasaran perusahaan. Analisa ini didasarkan kepada pemikiran yang
menitikberatkan kepada kekuatan (strength), peluang (opportunities) juga dapat
meminimalkan kelemahan (weakness), dan ancaman (threats). Berdasarkan dari
hasil penelitian yang penulis dapatkan, PT. Blue Bird Group memiliki kekuatan
(strength) yaitu sebagai perusahaan transportasi darat yang telah eksis berdiri
selama 39 tahun dengan karyawan 20.000 orang lebih dan memiliki 19.000
armada kendaraan hampir diseluruh negeri. Dimana kepemimpinannya terus
berlangsung dari generasi kedua hingga ke generasi ketiga, selain itu kenyamanan
juga keamanannya sudah terkenal. Selain itu “didukung nama besar Blue Bird
Group, strategi promosi menjadi efektif apabila dilakukan secara kreatif dan
inovatif, berdasarkan riset mark plus beberapa waktu yang lalu, ternyata
pengguna terbesarnya adalah para pria usia produtif, pria metroseksual yang
64
perduli kenyamanan, keamanan, juga attitude para pengemudinya (driver).
Secara jumlah armada masih menguasai pasar sekitar 60%-70%”. Walaupun
memiliki kekuatan, ancaman (threats) tetaplah ada seperti Express Taksi dari
Express Group yang merupakan pesaing langsung dari PT. Blue Bird Group
dengan peluncuran produk terbarunya Taksi Tiara Express dengan menggunakan
Toyota Alphard, dimana PT. Blue Bird Group juga memiliki taksi eksekutif yang
kelasnya lebih tinggi yaitu Silver Bird dengan menggunakan Toyota Alphard
Vellfire. Adapun ancaman dari pihak luar yang sangat meresahkan perusahaan
seperti adanya penipuan yang mengatasnamakan perusahaan dan pemalsuan mobil
yang mengatasnamakan perusahaan bluebird. Sedangkan “untuk pesaing didaerah
karena para khalayak didaerah masih mengutamakan kebutuhan untuk tiba di
tempat tujuan dengan cepat. Dan regulasi pemerintah yang tidak mengijinkan
untuk menggunakan nama “Blue Bird” pada setiap armada Blue Bird Group,
sehingga di lapangan terdapat 2 merek yang berbeda seperti Pusaka, Morante
dan Cendrawasih”.
Dan kelemahan (weakness) seperti inilah yang dimanfaatkan oleh para
perusahaan pesaing untuk mengambil penumpang yang terperdaya oleh kesamaan
warna biru pada taksi tersebut. Untuk hal tersebut BBG sendiri sudah melakukan
berbagai upaya agar perusahaannya tetap menjadi pilihan oleh para konsumen di
Indonesia. Selain itu “habit dalam membayar taksi dengan non-tunai merupakan
hal baru di Indonesia, jadi kurang mendapat perhatian dan tanggapan dari
pelanggan walaupun benefitnya nyata”. Peluang (opportunities) PT. Blue Bird
Group sendiri sangat lebar di indonesia karena para konsumen sudah percaya
65
dengan pelayanan yang diberikan oleh BBG, karena “potensi branding dan
komunikasi layanan menjadi lebih efektif dengan dukungan 12.000 armada taksi
Blue Bird se-jabodetabek dan bujet promosi secara konsisten di berbagai jenis
media”.
Setelah analisis SWOT terlaksana maka langkah selanjutnya adalah
penentuan STP (segmenting, targeting, dan positioning) . Segmentasi adalah
proses pengelompokkan pasar keseluruhan yang heterogen ke dalam kelompok
yang sama dalam hal kebutuhan, keinginan, perilaku dan/atau respon terhadap
program pemasaran spesifik. Berikut penulis menemukan bahwa segmentasi dari
PT. Blue Bird Group adalah : Segmentasi Geografis :kota-kota besar seperti
Jakarta, Surabaya, Semarang, Bali, Lombok, Menado, Medan. Segmentasi
Demografis : 25-40thn, pria, wanita, bekerja, ses a, b, dan c+, D3-S2, Blue Bird
Group mampu melayani lebih dari delapan setengah juta penumpang per bulan
diseluruh tanah air . Segmentasi Psikografis : perduli akan kenyamanan,
keamanan, juga attitude dari para pengemudinya (driver). Segmentasi Perilaku :
loyal akan sebuah kenyamanan juga keamanan sehingga akan terus
menggunakannya
Langkah kedua adalah penentuan targeting, dimana targeting adalah
proses mengevaluasi dan memilih satu atau beberapa segmen pasar yang dinilai
paling menarik untuk dilayani dengan program pemasaran spesifik perusahaan.
Oleh karena itu, sebuah produk perlu memilih pasar tertentu sebagai sasarannya.
[Link] Bird Group menentukan “targetingnya adalah semua jenis perusahaan
yang membutuhkan kendaraan operasional, tidak ada kriteria khusus dalam
66
meraih pelanggan corporate, hanya saja di beberapa poin persyaratan dalam
pendaftaran account Credit Voucher corporate, diantaranya nama PT, syarat
minimum jumlah pemakain per-bulannya, ibu rumah tangga dan keluarga,
profesional yang menghindari menyetir sendiri di kemacetan lalu lintas”. Dan
Hal tersebut sesuai dengan target market produknya : Armada Taksi Reguler
untuk kalangan pasar menengah keatas (middle) : Blue Bird, Pusaka Nuri,
Armada Taksi Executive untuk kalangan para eksekutif : Silver Bird, Armada
kendaraan sewa (privatisasi) untuk kalangan yang mengutamakan privasi dirinya
sendiri : Golden Bird, Car Rental Limosine, Armada kendaraan charter dalam
jumlah besar untuk rombongan keluarga atau perusahaan : bus charter Big Bird
Dari segi teori positioning adalah tindakan membangun dan
mengkomunikasikan manfaat istimewa dari produk di dalam pasar yang
mengandung makna tempat suatu produk, merek ke dalam benak konsumen,
relatif terhadap penawaran pesaingnya. Jadi positioning yang [Link] Bird Group
jalankan adalah “Tenang semuanya bisa lancar dengan Blue Bird. Easy to get &
Easy to pay, mudah didapat di mana saja, kapan saja dan dibayar tunai maupun
non-tunai” , hal ini tentu saja sesuai dengan tagline Blue Bird “ANDAL” aman,
nyaman, mudah dan personalize.
Setelah dilakukan analisis diatas, maka strategi promosi dapat dirumuskan.
Strategi promosi berkaitan dengan masalah-masalah perencanaan, pelaksanaan
dan pengendalian komunikasi persuasif dengan pelanggan. Ketika menentukan
strategi promosi, ada 6 faktor yang menjadi pertimbangan yaitu adalah strategi
pengeluaran promosi, strategi bauran promosi, strategi pemilihan media, strategi
67
copy iklan, strategi penjualan, strategi motivasi dan penyeliaan tenaga penjual.
Dan hal ini pulalah yang diterapkan oleh PT. Blue Bird Group melalui strategi
promosi dalam mempertahankan loyalitas pelanggannya,“[Link] Bird Group
melakukan inovasi dalam pelayanannya, di antaranya : penambahan jumlah SDM
dan system di call center, penambahan jumlah GPS security di armada taksi
regular, pembayaran dengan Credit Voucher, pembayaran elektronik dengan
kartu kredit dan debet. Strategi promosi yg dilakukan terutama mensosialisasikan
dan mengedukasi penggunaan Credit Voucher dan Pembayaran Elekronik
sebagai alat pembayaran taksi. Hal ini terbilang baru untuk pembayaran taksi di
Indonesia, yang dilakukan adalah mengedukasi pelanggan dan pengemudi agar
membiasakan diri melakukan transaksi secara non-tunai. Dengan pembayaran
non-tunai ini juga memungkinkan pengumpulan database pelanggan.”
Dari 6 faktor yang mempengaruhi strategi promosi didalamnya termasuk
push strategy dan pull strategy. Push Strategy yaitu aktivitas promosi produsen
kepada perantara (biasanya dengan personal selling dan trade promotion), dengan
tujuan agar para perantara itu memesan, kemudian menjual serta mempromosikan
produk yang dihasilkan produsen. Pull Strategy yaitu aktivitas promosi produsen
kepada konsumen akhir (biasanya dengan advertising dan consumer promotion),
dengan tujuan agar mereka mencarinya pada para perantara, yang pada gilirannya
kemudian perantara memesan produk yang dicari konsumen kepada produsen.
Dalam tipe ini PT. Blue Bird Group melakukan perpaduan tipe push dan pull
68
strategi “untuk mengakuisisi pelanggan Credit Voucher personal dan corporate,
selain berusaha mengedukasi juga untuk menciptakan demand melalui sales force
dan opinion leader, [Link] Bird Group juga melakukan berbagai medium
periklanan untuk consumer promotion. Tidak hanya perpaduan push dan pull
strategi, [Link] Bird Group juga melakukan soft sell strategi dalam beriklan,
karena dalam hal brand awareness, merek Blue Bird sebagai taksi regular di
Jakarta sudah top of mind.
Dalam kajian pemasaran, kegiatan promosi yang efektif dan efisien dapat
dimasukkan sebagai bagian dari konsep bauran komunikasi pemasaran (marketing
communication mix). Bauran komunikasi pemasaran merupakan penggabungan
dari 5 model komunikasi dalam pemasaran, yaitu : advertising, sales promotion,
publicity/pr, personal selling dan direct selling. Sesuai dengan teori yang
dikemukakan pada bab 2 tersebut PT. Blue Bird Group juga mengkomunikasikan
5 alat promosi yang ada dalam bauran promosi seperti : periklanan, promosi
penjualan, publisitas, penjualan pribadi, dan penjualan langsung. Dan bauran
promosi yang sudah [Link] Bird lakukan adalah : periklanan (advertising);
above the line, seperti radio; Jak FM, Gen FM, Women Radio, Delta FM,
Hardrock FM, Female Radio. Penayangannya disesuaikan dengan jam-jam
berangkat dan pulang kerja. Khususnnya Gen FM dan Jak FM ditayangkan
insertation yang diberi nama “Blue Bird Experience” dimana pendengar
dilibatkan juga untuk memberikan testimonial dengan taksi Blue Bird Group.
69
Billboard; untuk billboard dipasang selain untuk brand awareness atau customer
retention, lokasi juga dipilih agar eksistensi Blue Bird tetap terjaga. Selain itu
strategi customer acquisition juga diterapkan dalam memilih lokasi billboard di
seluruh Indonesia. Billboard sampai saat ini dipasang di terminal kedatangan 2D
Soekarno Hatta, Komplek kedatangan Airport Ngurah Rai Bali, Pool Blue Bird
Bali di By Pass Jimbaran dan Sesetan Denpasar. Print ad koran; di tahun 2010
sangat minim dilakukan. Di beberapa kesempatan dipakai untuk sosialisasi iklan
personal Credit Voucher. Contohnya: Kompas, The Jakarta Post, Sindo dan
Bisnis [Link] Tabloid Wanita Indonesia selain memuat iklan display,
juga membuat artikel-artikel menarik untuk sosialisasi penggunaan Credit
Voucher untuk personal. Terlampir built-in product pada artikel tren fashion
2010. Dan majalah; majalah travelling semisal majalah Tamasya, Travel Club,
Jakarta Java Kini, majalah bisnis Gatra dan majalah lifestyle dari Femina Group
secara rutin memasang iklan Credit Voucher. Secara umum moment penempatan
iklannya seasonal, misalkan di pertengahan tahun liburan sekolah dan akhir
tahun liburan hari raya. Below the line, seperti online media; Fan Page
Facebook, Twitter dibuat untuk berinteraksi dengan member. Sedangkan untuk
program marketing, dibuat iklan banner yang bisa link ke website
[Link] dihalaman registrasi CreditVoucher. Web atau portal
yang dipilih disesuaikan dengan targt audiensnya, misalkan [Link]
, [Link] , [Link] , [Link] . Fasilitas yang
70
disediakan penyedia layanan web 2.0 juga kita maksimalkan, seperti Google
Adwords, Adsense dan iklan di Facebook. Brosur (merangkap fungsinya jadi form
pendaftaran juga) dan iklan di dalam taksi; brosur yang merangkap fungsinya
form pendaftaran account Credit Voucher tidak dipasang ataupun di tempatkan di
dalam taksi. Yang dipasang di taksi hanya iklan displaynya, yang dipasang pada
area head rest penumpang depan, yang dinamakan pouch ad. Promosi penjualan
(sales promotion); Sales promotion dilakukan apabila sesuai dengan konsep
komunikasi Credit Voucher, misalkan di event-event besar yang rutin seperti
Inacraft, Indonesia Motor Show, Java Jazz Festival, dan event lainnya yang
matched dengan program komunikasi Credit Voucher. Adapun pada event
tersebut, Blue Bird Group membuat stand ataupun booth yang bertujuan untuk
menarik calon customer untuk mendaftar sebagai pelanggan Credit Voucher.
Publisitas /humas ( publicity / pr ); Artikel feature di media dan word of mouth di
komunitas online. WOM dikreasikan dengan cara memberikan Credit Voucher
Compliment (product sampling) kepada key opinion leader, seperti wartawan,
influencer dalam perusahaan, sutradara, dan penggagas komunitas lainnya yang
terkait. Kegiatan PR sepanjang tahun 2010 lebih mengarah kepada brand
advocacy, media visit dan media relation untuk menjaga eksistensi brand BBG.
Selain itu, kegiatan PR juga membuat product build-in pada film-film ataupun
sinetron Indonesia, kunjungan anak-anak sekolah ke pool Blue Bird. Pemasaran
langsung (direct marketing); sifatnya B2B lebih tepat ditujukan ke pasar
71
corporate, yang dilakukan oleh sales person atau telemarketing yang
menawarkan fasilitas Credit Voucher untuk perusahaan. Direct Marketing juga
didukung oleh system database BBG yang mengidentifikasi contact person pada
suatu perusahaan, baik itu Decision Maker, Influencer ataupun User. Dari kelima
bauran promosi yang ada [Link] Bird Group hanya menggunakan empat
bauran promosi saja dan dari ke empat bauran promosi tersebut yang paling
menonjol adalah PR dan Advertising, karena medium komunikasi era sekarang
gaungnya lebih banyak diramaikan oleh word of mouth marketing”.
Tujuan utama dari promosi adalah menginformasikan, mempengaruhi, dan
membujuk serta mengingatkan pelanggan. Teori ini sesuai dengan “tujuan
promosi PT. Blue Bird Group yaitu untuk customer retention, dan untuk
mengakuisisi pelanggan baru”.
Berdasarkan tinjauan pustaka pada bab 2 dijelaskan bahwa loyalitas
pelanggan adalah komitment pelanggan bertahan secara mendalam untuk
berlangganan kembali atau melakukan pembelian ulang produk/jasa terpilih
secara konsisten dimasa yang akan datang, meskipun pengaruh situasi dan usaha-
usaha pemasaran mempunyai potensi untuk menyebabkan perubahan perilaku.
Teori ini sesuai dengan pengukuran tingkat loyalitas dari BBG yaitu
dimana“tingkat loyalitas pelanggan dapat diukur dari jumlah penelpon masuk
untuk pemesanan taksi ataupun complain, penambahan jumlah account
pelanggan Credit Voucher. Konsistensi dan peningkatan dalam pemakaian Credit
Voucher menandakan minimnya niat pelanggan untuk switching. Sampai saat ini
jumlah pelanggan Credit Voucher Corporate sudah lebih dari 10.000 pelanggan
72
yang terdiri dari berbagai jenis perusahaan, mulai dari perusahaan media,
advertising, oil & gas, perbankan, consumer goods, dll. Credit Voucher banyak
digunakan untuk keperluan dinas perusahaan dan berguna bagi perusahaan yang
memerlukan bukti tanggung jawab karyawan dalam perjalanan dinasnya.”