0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
44 tayangan26 halaman

Sejarah dan Strategi PT. Blue Bird Group

PT Blue Bird Group adalah perusahaan transportasi darat terbesar di Indonesia yang didirikan pada tahun 1972. Perusahaan ini memiliki lebih dari 19.000 armada taksi dan bus serta menguasai 60-70% pangsa pasar. Meskipun menghadapi tantangan dari pesaing, Blue Bird Group terus berkembang berkat komitmen pada kualitas layanan dan loyalitas pelanggan.

Diunggah oleh

Lona Dina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
44 tayangan26 halaman

Sejarah dan Strategi PT. Blue Bird Group

PT Blue Bird Group adalah perusahaan transportasi darat terbesar di Indonesia yang didirikan pada tahun 1972. Perusahaan ini memiliki lebih dari 19.000 armada taksi dan bus serta menguasai 60-70% pangsa pasar. Meskipun menghadapi tantangan dari pesaing, Blue Bird Group terus berkembang berkat komitmen pada kualitas layanan dan loyalitas pelanggan.

Diunggah oleh

Lona Dina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

 

47

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Gambaran Umum Objek Penelitian

4.1.1. Sejarah Singkat PT. Blue Bird Group

Mengenai sejarah Blue Bird sendiri, pendiri Blue Bird adalah Mutiara Siti

Fatimah Djokosoetono. Pada tahun 1970, Gubernur Daerah Khusus Ibukota

Jakarta, yang kala itu dijabat oleh Letjen KKO Ali Sadikin, berniat menjadikan

Jakarta sebagai kota metropolitan, sehingga dia menganggap perlu adanya taksi

sebagai sarana transportasi. Akhirnya taksi-taksi resmi pun mulai bermunculan.

Hal inilah yang mendorong Mutiara untuk mendirikan perusahaan taksi.

Namun, karena dilihat belum memiliki pengalaman dalam pengelolaan

tranportasi, izin pendirian perusahaan taksi ditolak. Dengan dibantu kedua

putranya, Dr. H. Chandra Suharto dan Dr. H. Purnomo Prawiro, mencoba

meminta tanda tangan kepada para pelanggan yang pernah menggunakan Chandra

Taksi (merek dagang Blue Bird sebelumnya), sebagai suatu bentuk rekomendasi.

Dengan banyaknya rekomendasi dari para pelanggan yang menggunakan jasa

perusahaan tersebut, pada akhirnya perusahaan tersebut berkembang dan memiliki

lisensi sebagai perusahaan taksi.

Chandra Taksi yang sebelumnya dijalankan secara ‘gelap’ dapat

memperoleh ijin. dan sejak saat itulah tonggak sejarah berdirinya Blue Bird

Group. Usaha ini merupakan usaha untuk menghidupi keluarga setelah sang suami

47
48

Prof. Djokosoetono, SH wafat. Mobil-mobil yang dijadikan usaha taksi waktu itu

adalah mobil-mobil peninggalan sang suami.

Setelah itu, terinspirasi dari cerita rakyat Eropa yang mengisahkan tentang

seorang gadis kecil yatim piatu yang hidup penuh penderitaan, Mutiara yang

sekarang sudah menjadi almarhum, memutuskan untuk mengganti nama

organisasi yang didirikannya menjadi Blue Bird. Pasalnya, gadis kecil itu berdoa

kepada Tuhan meminta kebahagiaan. Akhirnya Tuhan mengirimkan utusannya

sang burung biru. Bersama burung biru ini, sang gadis kecil berjuang melawan

setiap cobaan hidup yang sering menimpanya, dengan penuh kejujuran, kerja

keras, kedisiplinan, dan kekeluargaan.

Kala itu, seluruh keluarga ikut berperan serta dalam usaha taksi tersebut,

mulai dari pemasaran dan penerima order hingga menjadi pengemudi. Chandra

Suharto, bertugas sebagai operator telepon, sedangkan Purnomo Prawiro sebagai

pengemudi. Untuk menambah jumlah mobil, Mutiara bekerjasama dengan janda-

janda pahlawan dengan memanfaatkan mobil-mobil mereka untuk menjadi taksi.

Rumah pun dijadikan jaminan, ketika [Link] Bird Group pada awal

berdirinya harus menambah armada. [Link] Bird Group didirikan pada 01 Mei

tahun 1972 berawal hanya dengan 25 taksi dan hingga kini telah mencapai sekitar

kurang lebih 19 ribu armada diseluruh negeri. Melayani lebih dari delapan

setengah juta pelanggan per bulan di seluruh negeri, berbagai jenis taksi yang

ditargetkan khusus berdasarkan kelasnya dari pasar menengah (blue bird, pusaka

nuri) yang lebih tinggi (silver bird), untuk mobil sewa (golden bird), charter bus

(big bird) dan container truk (iron bird). Sekarang [Link] Bird Group telah
49

menguasai sekitar 60% - 70% pangsa pasar. Berkat usaha taksi itu pula, Mutiara

berhasil menghantarkan ketiga anaknya meraih gelar sarjana.

Meskipun banyak cobaan yang menghadang, mereka menghadapinya

dengan kerja keras, kedisiplinan, dan kekeluargaan sehingga menjadikan Blue

Bird tersohor seperti sekarang ini. Saat ini, banyak jabatan penting dalam badan

BBG yang dipegang generasi ketiga setelah wafatnya Mutiara. Pendiri [Link]

Bird Group Ibu Mutiara Djokosoetono, SH, telah mewarisi kepimpinannya

kepada kedua anaknya [Link] Suharto sebagai President Komisaris dan

[Link] Prawiro sebagai President Direktur.42

4.1.2. Visi dan Misi

[Link]. Visi

Menjadi perusahaan jasa transportasi yang berkualitas dan berkelanjutan

yang memberikan jaminan kemakmuran secara terus menerus untuk

semua stakeholder yang ada.43

[Link]. Misi

Mencapai kepuasan pelanggan dan membangun serta mempertahankan

posisi pertama sebagai pimpinan pasar dalam setiap kategori yang

digeluti. Kami adalah perusahaan jasa yang bisa diandalkan, berkualitas

tinggi dan pelayanan-pelayanan unggul dengan penggunaan sumber-

sumber secara tepat guna dan kami bekerja sebagai sebuah tim.44

                                                            
42
[Link]
43
[Link]
44
[Link]
50

4.1.3. Perhargaan Perusahaan

Sudah banyak perhargaan yang telah diterima oleh [Link] Bird

Group antara lain adalah:45

- The Greatest Brand of The Decade 2010, Editor's Choice

- TOP Brand Award 2010

- Indonesian Most Admired Companies 2006, 2007, 2008, 2009, 2010

- Call Center Awards by Marketing Magazine for Customer Satisfaction

and Loyalty 2007, 2008, 2009, 2010

- Indonesian Tourism Award 2009 by SWA Magazine

- E-Company Award by Warta Ekonomi Magazine, 2007, 2008, 2009,

2010

- Indonesian Most Admired Companies Special Award 2009

- Service Quality Award by Marketing Magazine in Cooperation

with the Center for Customer Satisfaction & Loyalty (CCSL) 2009,

2010.

- Marketer of the year 2009 by [Link] for Dr. Purnomo Prawiro

- CEO Idaman 2009 by Warta Ekonomi for Dr. Purnomo Prawiro

- National drivers award, Best public transportation driver 1992, 1996,

2009

- DKI Jaya Driver's Award, Best Driver for Public Transportation 1992,

1994, 1995, 1996, 1997, 2001, 2002, 2003, 2004, 2005,2006, 2007,

2009

                                                            
45
[Link]
51

- The Best CEO 2006 by SWA Magazine for Dr. H. Purnomo Prawiro

- Entrepreneur of the Year from Ernst and Young for Dr. Purnomo

Prawiro, Managing Director BBG, 2003

- E-Company Award, Warta Ekonomi magazine, 2001

- Transportation Company with the Best System in Taxi Transportation,

DKI Jakarta, 1992, 1994, 1995, 1996, 1997, 2001, 2002

- Superior Service Award, PT Persero Angkasa Pura II, Soekarno Hatta

International Airport, for Golden Bird

- Management Award for Operations Management, Asian Institute of

Management (AIM) 1995

- Adi Karyottama Wisata 1994, 1995

- Management Award for Operations Management, Asian Institute of

Management (AIM) 1991

- Adi Karya Wisata 1991, 1992, 1993, 1994, 1995, 1997, 2001

- Golden Palm Tree (Jakarta Tourism Development Board) 1986

- Silver Palm Tree (Jakarta Tourism Development Board) 1980

- Bronze Palm Tree (Jakarta Tourism Development Board) 1978

- Recommended Jakarta Tourism Development Board 1975

4.2. Hasil Penelitian

Bagian ini merupakan deskripsi terhadap hasil penelitian yang penulis

lakukan. Yang menjadi narasumber adalah Corporate Image Manager PT. Blue

Bird Group, Bpk Tony Liandouw, wawancara dilakukan melalui tatap muka pada
52

tanggal 13 November 2010 dan via email pada 22 Desember 2010, 18 dan 21

Februari 2011, hal ini dikarenakan keterbatasan waktu dari beliau .

PT. Blue Bird Group terus berproses menjalankan riset dan analisis

dengan melihat perkembangan di berbagai sisi seperti lingkungan, trend,

kebutuhan konsumen dan lainnya. Perhatian pada sisi-sisi ini dikarenakan PT.

Blue Bird Group ingin menetapkan strategi promosinya, termasuk strategi

promosi dalam mempertahankan loyalitas para pelanggan korporatnya dengan

menggunakan langkah-langkah berikut ini :

4.2.1. Analisa SWOT

Analisa SWOT yang dilakukan PT. Blue Bird Group dengan mengetahui

produk secara detail dengan melihat tingkat persaingan pasar atau produk lain

yang dapat dianggap sebagai pesaing menjadikan strategi promosi yang dilakukan

bisa lebih terarah dan mendapatkan tujuan yang diinginkan.

Dengan kelebihan yang dimiliki PT. Blue Bird Group ini, dapat

memberikan keuntungan didalam mempromosikannya sehingga dapat menutup

kekurangan yang ada.

Berdasarkan dari hasil penelitian yang penulis dapatkan, PT. Blue Bird

Group memiliki kekuatan (strength) yaitu sebagai perusahaan transportasi darat

yang telah eksis berdiri selama kurang lebih 39 tahun dengan jumlah karyawan

20.000 orang lebih dan memiliki 19.000 armada kendaraan hampir diseluruh

negeri. Dimana kepemimpinannya terus berlangsung dari generasi kedua hingga

ke generasi ketiga, selain itu kenyamanan juga keamanannya sudah terkenal.


53

Walaupun memiliki kekuatan, ancaman (threats) tetaplah ada seperti Express

Taksi dari Express Group yang merupakan pesaing langsung dari PT. Blue Bird

Group dengan peluncuran produk terbarunya Taksi Tiara Express dengan

menggunakan Toyota Alphard, dimana PT. Blue Bird Group juga memiliki taksi

eksekutif yang kelasnya lebih tinggi yaitu Silver Bird dengan menggunakan

Toyota Alphard Vellfire. Adapun ancaman dari pihak luar yang sangat

meresahkan perusahaan seperti adanya penipuan yang mengatasnamakan

perusahaan dan pemalsuan mobil yang mengatasnamakan perusahaan bluebird.

Dan kelemahan (weakness) seperti inilah yang dimanfaatkan oleh para

perusahaan pesaing untuk mengambil penumpang yang terperdaya oleh kesamaan

warna biru pada taksi tersebut. Untuk hal tersebut [Link] Bird Group sendiri

sudah melakukan berbagai upaya agar perusahaannya tetap menjadi pilihan oleh

para konsumen di Indonesia. Peluang (opportunities) PT. Blue Bird Group

sendiri sangat lebar di Indonesia karena para konsumen sudah percaya dengan

pelayanan yang diberikan oleh BBG oleh karena itu BBG sangat terkenal di

Indonesia.

Berikut SWOT yang dituturkan oleh Bpk Tony Liandouw selaku

Corporate Imange Manager [Link] Bird Group :

“a. Strenght :

Didukung nama besar Blue Bird Group, strategi promosi menjadi efektif

apabila dilakukan secara kreatif dan inovatif, berdasarkan riset Mark

Plus beberapa waktu yang lalu, ternyata pengguna terbesarnya adalah


54

para pria usia produtif, pria metroseksual yang perduli kenyamanan,

keamanan, juga attitude para pengemudinya (driver).

Secara jumlah armada masih menguasai pasar sekitar 60%-70%.

b. Weakness :

Habit dalam membayar taksi dengan non-tunai merupakan hal baru di

Indonesia, jadi kurang mendapat perhatian dan tanggapan dari

pelanggan walaupun benefitnya nyata.

c. Opportunity :

Potensi branding dan komunikasi layanan ini menjadi lebih efektif dengan

dukungan 12.000 armada taksi Blue Bird se-jabodetabek dan bujet

promosi secara konsisten di berbagai jenis media.

d. Threats :

Pesaing didaerah karena para khalayak didaerah masih mengutamakan

kebutuhan untuk tiba di tempat tujuan dengan cepat. Regulasi pemerintah

yang tidak mengijinkan untuk menggunakan nama “Blue Bird” pada

setiap armada Blue Bird Group, sehingga di lapangan terdapat 2 merek

yang berbeda seperti Pusaka, Morante dan Cendrawasih.”


55

4.2.2. Analisa STP

Untuk segmenting, targeting, dan positioning PT. Blue Bird Group berikut

petikan wawancara dengan Bpk Tony Liandouw selaku Corporate Imange

Manager

“1. Segmentasinya

a. Segmentasi Geografis :kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya,

Semarang, Bali, Lombok, Menado, Medan.

b. Segmentasi Demografis : 25-40thn, pria, wanita, bekerja, ses a, b,

dan c+, D3-S2.

Blue Bird Group mampu melayani lebih dari delapan setengah juta

penumpang per bulan di seluruh tanah air.

c. Segmentasi Psikografis : perduli akan kenyamanan, keamanan,

juga attitude dari para pengemudinya (driver)

d. Segmentasi Perilaku : loyal akan sebuah kenyamanan juga

keamanan sehingga akan terus menggunakannya

“2. Targetingnya

a. Semua jenis perusahaan yang membutuhkan kendaraan

operasional. Tidak ada kriteria khusus dalam meraih pelanggan

corporate. Hanya saja di beberapa poin persyaratan dalam

pendaftaran account Credit Voucher corporate, diantaranya nama

PT, syarat minimum jumlah pemakain per-bulannya.

b. Ibu rumah tangga dan keluarga

c. Profesional yang menghindari menyetir sendiri di kemacetan lalu

lintas”
56

Hal tersebut sesuai dengan target market produknya:

a. Armada Taksi Reguler untuk kalangan pasar menengah keatas

(middle) : Blue Bird, Pusaka Nuri

b. Armada Taksi Executive untuk kalangan para eksekutif : Silver

Bird

c. Armada kendaraan sewa (privatisasi) untuk kalangan yang

mengutamakan privasi dirinya sendiri : Golden Bird, Car Rental

Limosine

d. Armada kendaraan charter dalam jumlah besar untuk rombongan

keluarga atau perusahaan : bus charter Big Bird

“3. Positioningnya

a. Tenang semuanya bisa lancar dengan Blue Bird. Easy to get &

Easy to pay, mudah didapat di mana saja, kapan saja dan dibayar

tunai maupun non-tunai.”

4.2.3. Strategi Promosi PT. Blue Bird Group

Berikut penuturan dari Bpk Tony Liandouw Corporate Image Manager

[Link] Bird Group mengenai strategi promosi [Link] Bird Group dalam

mempertahankan loyalitas pelanggan :

“Dalam mempertahankan loyalitas pelanggan, Blue Bird Group

melakukan inovasi dalam pelayanannya, di antaranya :


57

1. Penambahan jumlah SDM dan system di call center

2. Penambahan jumlah GPS security di armada taksi regular

3. Pembayaran dengan Credit Voucher

4. Pembayaran elektronik dengan kartu kredit dan debet

Strategi promosi yg dilakukan terutama mensosialisasikan dan

mengedukasi penggunaan Credit Voucher dan Pembayaran Elekronik sebagai

alat pembayaran taksi. Hal ini terbilang baru untuk pembayaran taksi di

Indonesia, jadi yang kita lakukan adalah mengedukasi pelanggan dan pengemudi

agar membiasakan diri melakukan transaksi secara non-tunai. Dengan

pembayaran non-tunai ini juga memungkinkan pengumpulan database

pelanggan.”

4.2.4. Tipe Strategi Yang Digunakan PT. Blue Bird Group

Untuk pemilihan tipe strategi itu sendiri berikut terlampir penuturan dari

Bpk Tony Liandouw selaku Corporate Image Manager :

“a. Tipe Pull/Push strategi

Untuk akuisisi pelanggan Credit Voucher personal dan corporate, kita

melakukan perpaduan Push dan Pull Marketing Strategy. Selain

berusaha mengedukasi untuk menciptakan demand lewat sales force

dan opinion leader, kita juga melakukan berbagai medium periklanan

untuk consumer promotion.


58

b. Tipe Soft sell strategi

Dalam beriklan, Blue Bird melakukan strategi soft sell, karena dalam

hal brand awareness, merek Blue Bird sebagai taksi regular di

Jakarta sudah top of mind.

“Strategi promosi yang dilakukan berupa :

1. Iklan testimonial dari pelanggan yang puas terhadap layanan

pembayaran non-tunai. Iklan semacam ini dilakukan pada media

cetak, online maupun radio.

2. Product built-in pada film, sinetron, dan program-program TV

lainnya.

3. Event & Promotion, gencar melakukan penawaran terhadap

calon pelanggan pada event-event tertentu, seperti event

transportasi, gathering perusahaan, dll.

4. Free sampling yang diberikan kepada komunitas tertentu yang

termasuk key opinion leader, seperti: wartawan / media, producer

film, blogger. Hal ini bertujuan untuk mendorong word of

mouth.”

4.2.5. Bauran Promosi

Untuk elemen-elemen bauran promosi yang digunakan berikut terlampir

penuturan dari Bpk Tony Liandouw selaku Corporate Image Manager [Link]

Bird Group :
59

“1. Periklanan (Advertising) ;

Above The Line, seperti :

a. Radio, antara lain : Jak FM, Gen FM, Women Radio, Delta FM,

Hardrock FM, Female Radio. Penayangannya disesuaikan dengan

jam-jam berangkat dan pulang kerja. Khususnnya Gen FM dan Jak

FM kita tayangkan insertation yang diberi nama “Blue Bird

Experience” dimana pendengar dilibatkan juga untuk memberikan

testimonial dengan taksi Blue Bird Group.

b. Billboard ; Untuk billboard dipasang selain untuk brand awareness

atau customer retention, lokasi juga dipilih agar eksistensi Blue

Bird tetap terjaga. Selain itu strategi customer acquisition juga

diterapkan dalam memilih lokasi billboard di seluruh Indonesia.

Billboard sampai saat ini dipasang di terminal kedatangan 2D

Soekarno Hatta, Komplek kedatangan Airport Ngurah Rai Bali,

Pool Blue Bird Bali di By Pass Jimbaran dan Sesetan Denpasar.

c. Print ad Koran di tahun 2010 sangat minim kita lakukan. Di

beberapa kesempatan kita pakai untuk sosialisasi iklan personal

Credit Voucher. Contohnya: Kompas, The Jakarta Post, Sindo dan

Bisnis [Link] Tabloid Wanita Indonesia selain memuat

iklan display, juga membuat artikel-artikel menarik untuk sosialisasi

penggunaan Credit Voucher untuk personal. Terlampir built-in

product pada artikel tren fashion 2010.


60

d. Majalah travelling semisal majalah Tamasya, Travel Club, Jakarta

Java Kini, majalah bisnis Gatra dan majalah lifestyle dari Femina

Group secara rutin memasang iklan Credit Voucher. Secara umum

moment penempatan iklannya seasonal, misalkan di pertengahan

tahun liburan sekolah dan akhir tahun liburan hari raya.

Below the line, seperti :

a. Online media. Fan Page Facebook, Twitter dibuat untuk

berinteraksi dengan member. Sedangkan untuk program marketing,

dibuat iklan banner yang bisa link ke website

[Link] dihalaman registrasi CreditVoucher. Web

atau portal yang dipilih disesuaikan dengan targt audiensnya,

misalkan [Link] , [Link] ,

[Link] , [Link] . Fasilitas yang disediakan

penyedia layanan web 2.0 juga kita maksimalkan, seperti Google

Adwords, Adsense dan iklan di Facebook.

b. Brosur yang merangkap fungsinya form pendaftaran account Credit

Voucher tidak dipasang ataupun di tempatkan di dalam taksi. Yang

dipasang di taksi hanya iklan displaynya, yang dipasang pada area

head rest penumpang depan, yang dinamakan pouch ad.

2. Promosi Penjualan (Sales Promotion)

Sales promotion dilakukan apabila sesuai dengan konsep komunikasi

Credit Voucher, misalkan di event-event besar yang rutin seperti

Inacraft, Indonesia Motor Show, Java Jazz Festival, dan event lainnya
61

yang matched dengan program komunikasi Credit Voucher. Adapun

pada event tersebut, Blue Bird Group membuat stand ataupun booth

yang bertujuan untuk menarik calon customer untuk mendaftar sebagai

pelanggan Credit Voucher.

3. Publisitas / Humas ( Publicity / PR )

Artikel feature di media dan word of mouth di komunitas online. WOM

dikreasikan dengan cara memberikan Credit Voucher Compliment

(product sampling) kepada key opinion leader, seperti wartawan,

influencer dalam perusahaan, sutradara, dan penggagas komunitas

lainnya yang terkait. Kegiatan PR sepanjang tahun 2010 lebih mengarah

kepada brand advocacy, media visit dan media relation untuk menjaga

eksistensi brand BBG. Selain itu, kegiatan PR juga membuat product

build-in pada film-film ataupun sinetron Indonesia, kunjungan anak-

anak sekolah ke pool Blue Bird.

4. Penjualan Pribadi (Personal Selling) -

5. Pemasaran Langsung (Direct Marketing)

Direct marketing memang sifatnya B2B lebih tepat ditujukan ke pasar

corporate, yang dilakukan oleh sales person atau telemarketing yang

menawarkan fasilitas Credit Voucher untuk perusahaan. Direct

Marketing juga didukung oleh system database BBG yang

mengidentifikasi contact person pada suatu perusahaan, baik itu

Decision Maker, Influencer ataupun User.


62

Dari kelima hal tersebut, yang menonjol adalah PR dan Advertising, karena

medium komunikasi era sekarang lebih banyak gaungnya diramaikan oleh

word of mouth marketing.”

4.2.6. Tujuan Kegiatan Promosi dari [Link] Bird Group

Berikut penuturan dari Bpk Tony Liandouw selaku Corporate Image

Manager [Link] Bird Group :

“Selain untuk customer retention, promosi bertujuan untuk mengakuisisi

pelanggan baru.”

4.2.7. Pengukuran Tingkatan Loyalitas Pelanggan Korporat dari [Link]

Bird Group

Berikut penuturan dari Bpk Tony Liandouw selaku Corporate Image

Manager [Link] Bird Group :

“Tingkat loyalitas pelanggan dapat diukur dari jumlah penelpon masuk

untuk pemesanan taksi ataupun complain, penambahan jumlah account

pelanggan Credit Voucher. Konsistensi dan peningkatan dalam

pemakaian Credit Voucher menandakan minimnya niat pelanggan untuk

switching. Sampai saat ini jumlah pelanggan Credit Voucher Corporate

sudah lebih dari 10.000 pelanggan yang terdiri dari berbagai jenis

perusahaan, mulai dari perusahaan media, advertising, oil & gas,

perbankan, consumer goods, dll. Credit Voucher banyak digunakan untuk

keperluan dinas perusahaan dan berguna bagi perusahaan yang

memerlukan bukti tanggung jawab karyawan dalam perjalanan

dinasnya.”
63

4.3. Pembahasan

Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan melalui wawancara

langsung maupun tidak langsung, penulis mencoba untuk melakukan

pembahasannya di bagian pembahasan ini. Harapannya adalah agar rangkuman

hasil wawancara agar dapat dimengerti dengan baik. Penjabaran ini dikaitkan

dengan teori yang dapat mendukung hasil penelitian penelitian tersebut diatas.

Berikut teori yang mendukung usaha PT. Blue Bird Group dalam

menjalankan strategi promosi yaitu :

Analisa SWOT adalah analisa yang digunakan untuk mengetahui unsur-

unsur yang dapat memetakan kondisi dari suatu perusahaan ataupun produk yang

baru diluncurkan agar teridentifikasi secara sistematis untuk merumuskan strategi

pemasaran perusahaan. Analisa ini didasarkan kepada pemikiran yang

menitikberatkan kepada kekuatan (strength), peluang (opportunities) juga dapat

meminimalkan kelemahan (weakness), dan ancaman (threats). Berdasarkan dari

hasil penelitian yang penulis dapatkan, PT. Blue Bird Group memiliki kekuatan

(strength) yaitu sebagai perusahaan transportasi darat yang telah eksis berdiri

selama 39 tahun dengan karyawan 20.000 orang lebih dan memiliki 19.000

armada kendaraan hampir diseluruh negeri. Dimana kepemimpinannya terus

berlangsung dari generasi kedua hingga ke generasi ketiga, selain itu kenyamanan

juga keamanannya sudah terkenal. Selain itu “didukung nama besar Blue Bird

Group, strategi promosi menjadi efektif apabila dilakukan secara kreatif dan

inovatif, berdasarkan riset mark plus beberapa waktu yang lalu, ternyata

pengguna terbesarnya adalah para pria usia produtif, pria metroseksual yang
64

perduli kenyamanan, keamanan, juga attitude para pengemudinya (driver).

Secara jumlah armada masih menguasai pasar sekitar 60%-70%”. Walaupun

memiliki kekuatan, ancaman (threats) tetaplah ada seperti Express Taksi dari

Express Group yang merupakan pesaing langsung dari PT. Blue Bird Group

dengan peluncuran produk terbarunya Taksi Tiara Express dengan menggunakan

Toyota Alphard, dimana PT. Blue Bird Group juga memiliki taksi eksekutif yang

kelasnya lebih tinggi yaitu Silver Bird dengan menggunakan Toyota Alphard

Vellfire. Adapun ancaman dari pihak luar yang sangat meresahkan perusahaan

seperti adanya penipuan yang mengatasnamakan perusahaan dan pemalsuan mobil

yang mengatasnamakan perusahaan bluebird. Sedangkan “untuk pesaing didaerah

karena para khalayak didaerah masih mengutamakan kebutuhan untuk tiba di

tempat tujuan dengan cepat. Dan regulasi pemerintah yang tidak mengijinkan

untuk menggunakan nama “Blue Bird” pada setiap armada Blue Bird Group,

sehingga di lapangan terdapat 2 merek yang berbeda seperti Pusaka, Morante

dan Cendrawasih”.

Dan kelemahan (weakness) seperti inilah yang dimanfaatkan oleh para

perusahaan pesaing untuk mengambil penumpang yang terperdaya oleh kesamaan

warna biru pada taksi tersebut. Untuk hal tersebut BBG sendiri sudah melakukan

berbagai upaya agar perusahaannya tetap menjadi pilihan oleh para konsumen di

Indonesia. Selain itu “habit dalam membayar taksi dengan non-tunai merupakan

hal baru di Indonesia, jadi kurang mendapat perhatian dan tanggapan dari

pelanggan walaupun benefitnya nyata”. Peluang (opportunities) PT. Blue Bird

Group sendiri sangat lebar di indonesia karena para konsumen sudah percaya
65

dengan pelayanan yang diberikan oleh BBG, karena “potensi branding dan

komunikasi layanan menjadi lebih efektif dengan dukungan 12.000 armada taksi

Blue Bird se-jabodetabek dan bujet promosi secara konsisten di berbagai jenis

media”.

Setelah analisis SWOT terlaksana maka langkah selanjutnya adalah

penentuan STP (segmenting, targeting, dan positioning) . Segmentasi adalah

proses pengelompokkan pasar keseluruhan yang heterogen ke dalam kelompok

yang sama dalam hal kebutuhan, keinginan, perilaku dan/atau respon terhadap

program pemasaran spesifik. Berikut penulis menemukan bahwa segmentasi dari

PT. Blue Bird Group adalah : Segmentasi Geografis :kota-kota besar seperti

Jakarta, Surabaya, Semarang, Bali, Lombok, Menado, Medan. Segmentasi

Demografis : 25-40thn, pria, wanita, bekerja, ses a, b, dan c+, D3-S2, Blue Bird

Group mampu melayani lebih dari delapan setengah juta penumpang per bulan

diseluruh tanah air . Segmentasi Psikografis : perduli akan kenyamanan,

keamanan, juga attitude dari para pengemudinya (driver). Segmentasi Perilaku :

loyal akan sebuah kenyamanan juga keamanan sehingga akan terus

menggunakannya

Langkah kedua adalah penentuan targeting, dimana targeting adalah

proses mengevaluasi dan memilih satu atau beberapa segmen pasar yang dinilai

paling menarik untuk dilayani dengan program pemasaran spesifik perusahaan.

Oleh karena itu, sebuah produk perlu memilih pasar tertentu sebagai sasarannya.

[Link] Bird Group menentukan “targetingnya adalah semua jenis perusahaan

yang membutuhkan kendaraan operasional, tidak ada kriteria khusus dalam


66

meraih pelanggan corporate, hanya saja di beberapa poin persyaratan dalam

pendaftaran account Credit Voucher corporate, diantaranya nama PT, syarat

minimum jumlah pemakain per-bulannya, ibu rumah tangga dan keluarga,

profesional yang menghindari menyetir sendiri di kemacetan lalu lintas”. Dan

Hal tersebut sesuai dengan target market produknya : Armada Taksi Reguler

untuk kalangan pasar menengah keatas (middle) : Blue Bird, Pusaka Nuri,

Armada Taksi Executive untuk kalangan para eksekutif : Silver Bird, Armada

kendaraan sewa (privatisasi) untuk kalangan yang mengutamakan privasi dirinya

sendiri : Golden Bird, Car Rental Limosine, Armada kendaraan charter dalam

jumlah besar untuk rombongan keluarga atau perusahaan : bus charter Big Bird

Dari segi teori positioning adalah tindakan membangun dan

mengkomunikasikan manfaat istimewa dari produk di dalam pasar yang

mengandung makna tempat suatu produk, merek ke dalam benak konsumen,

relatif terhadap penawaran pesaingnya. Jadi positioning yang [Link] Bird Group

jalankan adalah “Tenang semuanya bisa lancar dengan Blue Bird. Easy to get &

Easy to pay, mudah didapat di mana saja, kapan saja dan dibayar tunai maupun

non-tunai” , hal ini tentu saja sesuai dengan tagline Blue Bird “ANDAL” aman,

nyaman, mudah dan personalize.

Setelah dilakukan analisis diatas, maka strategi promosi dapat dirumuskan.

Strategi promosi berkaitan dengan masalah-masalah perencanaan, pelaksanaan

dan pengendalian komunikasi persuasif dengan pelanggan. Ketika menentukan

strategi promosi, ada 6 faktor yang menjadi pertimbangan yaitu adalah strategi

pengeluaran promosi, strategi bauran promosi, strategi pemilihan media, strategi


67

copy iklan, strategi penjualan, strategi motivasi dan penyeliaan tenaga penjual.

Dan hal ini pulalah yang diterapkan oleh PT. Blue Bird Group melalui strategi

promosi dalam mempertahankan loyalitas pelanggannya,“[Link] Bird Group

melakukan inovasi dalam pelayanannya, di antaranya : penambahan jumlah SDM

dan system di call center, penambahan jumlah GPS security di armada taksi

regular, pembayaran dengan Credit Voucher, pembayaran elektronik dengan

kartu kredit dan debet. Strategi promosi yg dilakukan terutama mensosialisasikan

dan mengedukasi penggunaan Credit Voucher dan Pembayaran Elekronik

sebagai alat pembayaran taksi. Hal ini terbilang baru untuk pembayaran taksi di

Indonesia, yang dilakukan adalah mengedukasi pelanggan dan pengemudi agar

membiasakan diri melakukan transaksi secara non-tunai. Dengan pembayaran

non-tunai ini juga memungkinkan pengumpulan database pelanggan.”

Dari 6 faktor yang mempengaruhi strategi promosi didalamnya termasuk

push strategy dan pull strategy. Push Strategy yaitu aktivitas promosi produsen

kepada perantara (biasanya dengan personal selling dan trade promotion), dengan

tujuan agar para perantara itu memesan, kemudian menjual serta mempromosikan

produk yang dihasilkan produsen. Pull Strategy yaitu aktivitas promosi produsen

kepada konsumen akhir (biasanya dengan advertising dan consumer promotion),

dengan tujuan agar mereka mencarinya pada para perantara, yang pada gilirannya

kemudian perantara memesan produk yang dicari konsumen kepada produsen.

Dalam tipe ini PT. Blue Bird Group melakukan perpaduan tipe push dan pull
68

strategi “untuk mengakuisisi pelanggan Credit Voucher personal dan corporate,

selain berusaha mengedukasi juga untuk menciptakan demand melalui sales force

dan opinion leader, [Link] Bird Group juga melakukan berbagai medium

periklanan untuk consumer promotion. Tidak hanya perpaduan push dan pull

strategi, [Link] Bird Group juga melakukan soft sell strategi dalam beriklan,

karena dalam hal brand awareness, merek Blue Bird sebagai taksi regular di

Jakarta sudah top of mind.

Dalam kajian pemasaran, kegiatan promosi yang efektif dan efisien dapat

dimasukkan sebagai bagian dari konsep bauran komunikasi pemasaran (marketing

communication mix). Bauran komunikasi pemasaran merupakan penggabungan

dari 5 model komunikasi dalam pemasaran, yaitu : advertising, sales promotion,

publicity/pr, personal selling dan direct selling. Sesuai dengan teori yang

dikemukakan pada bab 2 tersebut PT. Blue Bird Group juga mengkomunikasikan

5 alat promosi yang ada dalam bauran promosi seperti : periklanan, promosi

penjualan, publisitas, penjualan pribadi, dan penjualan langsung. Dan bauran

promosi yang sudah [Link] Bird lakukan adalah : periklanan (advertising);

above the line, seperti radio; Jak FM, Gen FM, Women Radio, Delta FM,

Hardrock FM, Female Radio. Penayangannya disesuaikan dengan jam-jam

berangkat dan pulang kerja. Khususnnya Gen FM dan Jak FM ditayangkan

insertation yang diberi nama “Blue Bird Experience” dimana pendengar

dilibatkan juga untuk memberikan testimonial dengan taksi Blue Bird Group.
69

Billboard; untuk billboard dipasang selain untuk brand awareness atau customer

retention, lokasi juga dipilih agar eksistensi Blue Bird tetap terjaga. Selain itu

strategi customer acquisition juga diterapkan dalam memilih lokasi billboard di

seluruh Indonesia. Billboard sampai saat ini dipasang di terminal kedatangan 2D

Soekarno Hatta, Komplek kedatangan Airport Ngurah Rai Bali, Pool Blue Bird

Bali di By Pass Jimbaran dan Sesetan Denpasar. Print ad koran; di tahun 2010

sangat minim dilakukan. Di beberapa kesempatan dipakai untuk sosialisasi iklan

personal Credit Voucher. Contohnya: Kompas, The Jakarta Post, Sindo dan

Bisnis [Link] Tabloid Wanita Indonesia selain memuat iklan display,

juga membuat artikel-artikel menarik untuk sosialisasi penggunaan Credit

Voucher untuk personal. Terlampir built-in product pada artikel tren fashion

2010. Dan majalah; majalah travelling semisal majalah Tamasya, Travel Club,

Jakarta Java Kini, majalah bisnis Gatra dan majalah lifestyle dari Femina Group

secara rutin memasang iklan Credit Voucher. Secara umum moment penempatan

iklannya seasonal, misalkan di pertengahan tahun liburan sekolah dan akhir

tahun liburan hari raya. Below the line, seperti online media; Fan Page

Facebook, Twitter dibuat untuk berinteraksi dengan member. Sedangkan untuk

program marketing, dibuat iklan banner yang bisa link ke website

[Link] dihalaman registrasi CreditVoucher. Web atau portal

yang dipilih disesuaikan dengan targt audiensnya, misalkan [Link]

, [Link] , [Link] , [Link] . Fasilitas yang


70

disediakan penyedia layanan web 2.0 juga kita maksimalkan, seperti Google

Adwords, Adsense dan iklan di Facebook. Brosur (merangkap fungsinya jadi form

pendaftaran juga) dan iklan di dalam taksi; brosur yang merangkap fungsinya

form pendaftaran account Credit Voucher tidak dipasang ataupun di tempatkan di

dalam taksi. Yang dipasang di taksi hanya iklan displaynya, yang dipasang pada

area head rest penumpang depan, yang dinamakan pouch ad. Promosi penjualan

(sales promotion); Sales promotion dilakukan apabila sesuai dengan konsep

komunikasi Credit Voucher, misalkan di event-event besar yang rutin seperti

Inacraft, Indonesia Motor Show, Java Jazz Festival, dan event lainnya yang

matched dengan program komunikasi Credit Voucher. Adapun pada event

tersebut, Blue Bird Group membuat stand ataupun booth yang bertujuan untuk

menarik calon customer untuk mendaftar sebagai pelanggan Credit Voucher.

Publisitas /humas ( publicity / pr ); Artikel feature di media dan word of mouth di

komunitas online. WOM dikreasikan dengan cara memberikan Credit Voucher

Compliment (product sampling) kepada key opinion leader, seperti wartawan,

influencer dalam perusahaan, sutradara, dan penggagas komunitas lainnya yang

terkait. Kegiatan PR sepanjang tahun 2010 lebih mengarah kepada brand

advocacy, media visit dan media relation untuk menjaga eksistensi brand BBG.

Selain itu, kegiatan PR juga membuat product build-in pada film-film ataupun

sinetron Indonesia, kunjungan anak-anak sekolah ke pool Blue Bird. Pemasaran

langsung (direct marketing); sifatnya B2B lebih tepat ditujukan ke pasar


71

corporate, yang dilakukan oleh sales person atau telemarketing yang

menawarkan fasilitas Credit Voucher untuk perusahaan. Direct Marketing juga

didukung oleh system database BBG yang mengidentifikasi contact person pada

suatu perusahaan, baik itu Decision Maker, Influencer ataupun User. Dari kelima

bauran promosi yang ada [Link] Bird Group hanya menggunakan empat

bauran promosi saja dan dari ke empat bauran promosi tersebut yang paling

menonjol adalah PR dan Advertising, karena medium komunikasi era sekarang

gaungnya lebih banyak diramaikan oleh word of mouth marketing”.

Tujuan utama dari promosi adalah menginformasikan, mempengaruhi, dan

membujuk serta mengingatkan pelanggan. Teori ini sesuai dengan “tujuan

promosi PT. Blue Bird Group yaitu untuk customer retention, dan untuk

mengakuisisi pelanggan baru”.

Berdasarkan tinjauan pustaka pada bab 2 dijelaskan bahwa loyalitas

pelanggan adalah komitment pelanggan bertahan secara mendalam untuk

berlangganan kembali atau melakukan pembelian ulang produk/jasa terpilih

secara konsisten dimasa yang akan datang, meskipun pengaruh situasi dan usaha-

usaha pemasaran mempunyai potensi untuk menyebabkan perubahan perilaku.

Teori ini sesuai dengan pengukuran tingkat loyalitas dari BBG yaitu

dimana“tingkat loyalitas pelanggan dapat diukur dari jumlah penelpon masuk

untuk pemesanan taksi ataupun complain, penambahan jumlah account

pelanggan Credit Voucher. Konsistensi dan peningkatan dalam pemakaian Credit

Voucher menandakan minimnya niat pelanggan untuk switching. Sampai saat ini

jumlah pelanggan Credit Voucher Corporate sudah lebih dari 10.000 pelanggan
72

yang terdiri dari berbagai jenis perusahaan, mulai dari perusahaan media,

advertising, oil & gas, perbankan, consumer goods, dll. Credit Voucher banyak

digunakan untuk keperluan dinas perusahaan dan berguna bagi perusahaan yang

memerlukan bukti tanggung jawab karyawan dalam perjalanan dinasnya.”

Anda mungkin juga menyukai