BAB II
KAJIAN TEORITIS
A. Penelitian Terdahulu
Penelitian yang berjudul Analisis Pendapatan Taksi Citra Perdana Kendedes
Sebelum dan Sesudah Adanya Taksi Online di Kota Malang dilakukan tidak terlepas
pada adanya penelitian terdahulu yang dilakukan untuk bahan kajian dan serta untuk
bahan perbandingan.
Penelitian Aditya Maska Nugraha (2018), tentang “Dampak Kehadiran Taksi
Online GrabCar Terhadap Tingkat Pendapatan Taksi Konvensional Blue Bird”.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, kehadiran Taksi Online memberikan dampak
negative terhadap pendapatan Supir Taksi Konvensional Blue Bird dengan
menurunnya pendapatan, dengan jumlah 20 responden sebanyak 18 responden
mengalami penurunan pendapatan setelah hadirnya Taksi Online tersebut. Mereka
kehilangan pelanggan tetap yaitu masyarakat yang biasa pulang pergi menggunakan
taksi konvensional Blue Bird. Namun memberikan dampak positif bagi masyarakat
dengan menghematnya biaya dikarenakan menggunakan Taksi Online tersebut
harganya lebih murah.
Penelitian Rohani (2016), tentang “Dampak Sosial Transportasi Berbasis
Online”. Jurnal penelitian tersebut berisikan mengenai pada tanggal 22 Maret 2016
para pengemudi taksi konvensional menggelar aksi demo yang bertujuan untuk
menuntut diblokirnya layanan transportasi online, tetapi demo tersebut berakhir
6
7
dengan kericuhan. Fenomena tersebut dalam perspektif akademis disebut dengan
revolusi industri yang merupakan tahap keempat ditandai dengan terhubungnya antar
individu serta perubahan struktur bisnis konvensional. Polemik tersebut dalam jangka
pendek harus segera ditanggapi dengan cara seperti membuat aturan yang adil bagi
kedua belah pihak.
Penelitian Wardiman Darmadi (2016), tentang “ Dampak Keberadaan
Transportasi Ojek Online (GO – JEK) Terhadap Transportasi Angkutan Umum
Lainnya di Kota Makassar”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Go-Jek atau
ojek online adalah aplikasi yang berbasis mobile dengan sistem transportasi yang
menggunakan berbagai bidang jasa termasuk angkutan umum. Dalam sistem
pembagian hasil Go-Jek 20% untuk driver GO-JEK 80% untuk perusahaan GO-JEK,
ketertarikan minat penumpang terhadap angkutan online sangat diminati oleh
masyarakat karena dinilai tarif murah sampai ke lokasi tujuan aman mudah serta
praktis dan menawarkan berbagai bidang jasa dengan tarif yang sudah ditentukan.
Minat penumpang yang lebih banyak beralih ke angkutan online yang belum
teregulasi ini menimbulkan pro dan kontra dikalangan driver konvensional yang
dianggap tidak sesuai standar angkutan menurut Undang-Undang 22 Tahun 2009.
Penelitian Indra Fauzi Hasibuan (2016), tentang “Dampak Bus Lintas USU
Terhadap Pendapatan Penarik Becak di Kampus USU Padang Bulan Medan”.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, maka dapat diketahui bahwa terdapat
dampak negatif dari pendapatan penarik becak di kampus USU setelah kehadiran Bus
8
Lintas USU. Hal ini dapat dilihat dari pendapatan sebelum kehadiran Bus Lintas USU
dan setelah hadirnya Bus Lintas USU terjadinya penurunan pendapatan.
Penelitian oleh Husniatul Hamidah (2017), dengan judul “Pengaruh
Penggunaan Aplikasi Transportasi Berbasis Online Terhadap Pendapatan Sopir Taksi
di Kota Surabaya (Studi Kasus Pada Taksi Blue Bird dan Taksi Orenz)”. Hasil
pengujian hipotesis pertama dari penggunaan aplikasi transportasi berbasis online
adalah adanya pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan kedua taksi
tersebut. Hasil pengujian hipotesis kedua yaitu rata – rata pendapatan sopir Taksi
Blue Bird dan sopir Taksi Orenz sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi
transportasi berbasis online menunjukkan bahwa terdapat perbedaan secara nyata
pendapatan antara kedua sopir taksi tersebut baik sebelum maupun sesudah
menggunakan aplikasi transportasi berbasis online.
Pada penelitian yang berjudul Analisis Pendapatan Taksi Citra Perdana
Kendedes Sebelum dan sesudah Adanya Taksi Online di Kota Malang memiliki
persamaan dengan penelitian terdahulu Aditya Maska Nugraha (2018), dengan
kehadiran adanya taksi online memberikan dampak negative terhadap pendapatan
pengemudi taksi konvensional blue bird. Penelitian Rohani (2016), dan Wardiman
Darmadi (2016) persamaan dengan penelitian saat ini adalah para pengemudi taksi
konvensional ataupun para pengemudi driver konvensional berharap pemerintah
berlaku adil bagi kedua belah pihak sesuai dengan standar angkutan menurut Undang
– Undang 22 Tahun 2009. Pada penelitian Indra Fauzi Hasibuan (2016), terdapat
dampak negative dari pendapatan penarik becak di kampus USU setelah kehadiran
9
bus lintas USU. Dan pada penelitian Husniatul Hamidah (2017) memiliki persamaan
yaitu rata – rata pendapatan pengemudi taksi blue bird dan taksi orenz sebelum dan
sesudah menggunakan aplikasi transportasi berbasis online menunjukkan bahwa
terdapat perbedaan secara nyata pendapatan antara kedua pengemudi taksi tersebut
baik sebelum maupun sesudah menggunakan aplikasi transportasi berbasis online.
Perbedaan penelitian terdahulu Aditya Maska Nugraha (2018), dengan
penelitian saat ini adalah jumlah sampel, pada peneltian terdahulu hanya
menggunakan sebanyak 20 responden, sedangkan pada penelitian saat ini
menggunakan responden berjumlah 50. Pada penelitian Rohani (2016) penelitian ini
bertujuan agar polemik pada pengemudi taksi konvensional dan online segera di
selesaikan, sedangkan pada penelitian saat ini bertujuan untuk mengetahui
pendapatan dan apakah ada perbedaan pendapatan para pengemudi taksi
konvensional citra perdana kendedes sebelum dan sesudah adanya taksi online di
Kota Malang. Penelitian terdahulu Wardiman Darmadi (2016) memiliki perbedaan
dengan penelitian saat ini dimana, objek pada penelitian terdahulu adalah pengemudi
driver konvensional, sedangkan objek pada penelitian saat ini adalah pengemudi taksi
konvensional. Perbedaan pada penelitian terdahulu Indra Fauzi Hasibuan (2016)
dengan penelitian saat ini terletak pada tahun penelitian, pada penelitian terdahulu
tersebut penelitian dilakukan pada tahun 2016 dan untuk penelitian saat ini dilakukan
tahun 2018. Dan perbedaan juga terletak pada penelitian terdahulu Husniatul
Hamidah (2017) lokasi penelitian tersebut dilakukan di Kota Surabaya, dan pada
penelitian saat ini lokasi penelitian dilakukan di Kota Malang.
10
B. Kajian Teoritis
1. Transportasi
a. Pengertian Transportasi
Transportasi memiliki arti sebagai kegiatan pemindahan suatu
barang, muatan dan penumpang pada satu tempat ke tempat yang lainnya.
Ada dua unsur penting dalam transportasi yaitu pemindahan/pergerakan
(movement) dan mengubah tempat barang serta penumpang ke tempat
lain. Salim (2000)
Transportasi dapat juga diartikan sebagai usaha memindahkan, atau
mengangkut, atau mengalihkan suatu objek dari satu tempat ke tempat
yang lain, dimana tempat objek tersebut mempunyai manfaat serta
berguna untuk tujuan tertentu. Miro (2005) dan menurut Nasution (2008)
transportasi merupakan pemindahan barang dan manusia dari tempat asal
ke tempat tujuan.
Transportasi adalah suatu perpindahan baik barang maupun
manusia yang menggunakan suatu kendaraan yang dapat digerakkan oleh
manusia maupun mesin. Manfaat transportasi salah satunya untuk dapat
memudahkan manusia dalam beraktifitas baik beraktifitas didarat,laut,
maupun udara. Transportasi mempunyai tiga macam jenis yaitu : darat,
laut, dan udara.
11
Transportasi darat adalah segala macam transportasi yang
menggunakan jalan untuk mengangkut barang maupun
[Link] darat sangat banyak peminatnya dikarenakan
selain harga lebih terjangkau, penumpang juga dapat lebih mudah untuk
mengakses transportasi tersebut. Macam – macam transportasi darat
adalah bus,kereta api,ojek,Angkot,dan taksi.
Diera modern saat ini banyak sekali transportasi darat yang dalam
macam nya menjadi satu tetapi untuk penggolongannya berbeda,
contohnya seperti taksi. Dengan adanya kemajuan teknologi saat ini taksi
tergolong menjadi dua yaitu transportasi konvensional, dan transportasi
online.
Pengertian Transportasi online adalah salah satu bentuk dari
penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang berjalan dengan
mengikuti serta memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan
(teknologi). (Doni, Universitas airlangga)
Menurut Brenda (Universitas Airlangga) transportasi berbasis
online mempunyai pengertian yaitu suatu wahana yang dapat digunakan
untuk pemindahan dari satu tempat ke tempat yang lain, dengan berbagai
agensi yang bertanggung jawab dalam kepemilikan serta pengoprasian
transportasi tersebut. Transportasi ini memiliki keutamaan berbasis mesin
yang canggih dengan dilengkapi fitur pelacak posisi.
12
Dari pemaparan dua pendapat tentang taksi online maka dapat
disimpulkan pengertian dari taksi online adalah suatu penyelenggara lalu
lintas yang mengikuti dan memanfaatkan perkembangan teknologi yang
berbasis aplikasi baik melalui pemesanan dan pembayaran secara online.
Taksi konvensional adalah transportasi yang belum menggunakan
atau memanfaatkan teknologi yang berbasis online yang saat ini tengah di
gandrungi oleh masyarakat Indonesia.
Masyarakat Indonesia lebih memilih untuk beralih dari transportasi
konvensional atau umum ke transportasi yang lebih modern atau
transportasi berbasis online. Ada beberapa hal yang mengakibatkan
masyarakat lebih memilih transportasi online atau modern ketimbang
trasnportasi konvensional. Salah satu alasanya karna lebih mudah untuk
diakses, lebih nyaman, lebih cepat, dan juga lebih murah. Contoh yang
saat ini menjadi perbincangan adalah mengenai transportasi taksi.
Transportasi taksi antara taksi online dengan taksi konvensional
saat ini sedang bersaing, Dengan tarif yang lebih murah taksi online atau
Grab car dapat bersaing dengan taksi konvensional. Persaingan tersebut
mengakibatkan turunnya pendapatan pengemudi taksi konvensional.
2. Pendapatan
a. Pengertian Pendapatan
Mengukur kondisi perekonomian seseorang maupun rumah tangga
salah satu yang paling digunakan adalah melalui tingkat pendapatan dari
13
seseorang maupun rumah tangga. Pendapatan dapat diuraikan sebagai
penerimaan keseluruhan yang diterima pekerja.
Pendapatan Menurut Kieso, Warfield dan Weygantd (2011;955)
adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas
normal entitas selama suatu periode, jika arus masuk tersebut
mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi
penanaman modal.
Sedangkan menurut John J. Wild (2003;311) pendapatan memiliki
arti yaitu merupakan nilai maksimum yang dapat dikonsumsi seseorang
dalam suatu periode ,dan seseorang tersebut berharap keadaan yang sama
pada akhir periode seperti keadaan semula.
Pendapatan menurut ilmu akuntansi, Ilmu akuntansi melihat
pendapatan sebagai sesuatu yang spesifik dalam pengertian yang lebih
mendalam dan lebih terarah.
Pendapatan merupakan nominal uang atau jumlah uang yang di
dapatkan suatu perusahaan dari aktivitasnya menjual barang maupun jasa
terhadap pelanggan.
Menurut Dyckman (2002 : 234), Pendapatan adalah arus masuk
atau peningkatan atas aktiva sebuah entitas maupun penyelesaian
kewajiban (atau kombinasi dari keduanya) selama satu periode dari
pengiriman maupun produksi barang, penyediaan jasa, serta aktivitas lain
14
yang merupakan operasi utama atau sentral entitas yang sedang
berlangsung.
Pada saat ini salah satu yang menjadi perhatian pemerintah adalah
mengenai menurunya pendapatan yang diterima oleh pengemudi taksi
dikarenakan adanya trasnportasi online atau grab car. Menurut salah satu
pengemudi taksi citra perdana kendedes penurunan pendapatan mereka
sangat jauh dari sebelum adanya transportasi online. Jumlah pengemudi
taksi online atau Grab car saat ini mencapai 1.700 pengemudi. Dengan
meningkatnya jumlah pengemudi Grab car pengemudi taksi konvensional
mulai cemas akan nasib pekerjaannya.
Sebelum adanya taksi online atau Go car tersebut pengemudi taksi
citra perdana kendedes setiap harinya dapat meraup untung kurang lebih
Rp 700.000,00 (Pendapatan kotor), setelah di potong oleh perusahaan
setiap pengemudi setiap harinya dapat membawa pendapatan kurang lebih
senilai Rp 300.000,00. Untuk saat ini pengemudi taksi online atau Grab
car hanya mampu meraup untung kurang lebih Rp 350.000,00
(Pendapatan Kotor), setelah di potong oleh pihak perusahaan pengemudi
taksi citra perdana kendedes setiap harinya hanya bisa meraup untung Rp
100.000.
Berbeda dengan pendapatan yang di dapat para pengemudi Grab car
atau taksi online mereka setiap harinya dapat meraup untung kurang lebih
Rp 300.000,00 hingga Rp 350.000,00, karna semakin tingginya
15
permintaan dari masyarakat untuk menggunakan jasa taksi online maka
semakin banyak pula peminat untuk menjadi pengemudi taksi online atau
Grab car.
3. Taksi Online
Taksi berbasis online berasal dari kata taksi dan online, taksi tersebut
mempunyai pengertian yaitu sebuah alat transportasi roda empat seperti mobil
dengan berbagai jenis dan type yang berbeda. Sedangkan online menurut kamus
bahasa mempunyai arti yaitu dalam jaringan. Maka dapat disimpulkan bahwa
pengertian taksi online adalah taksi yang dapat dipesan melalui jaringan
internet. Ada berbagai macam contoh perusahaan taksi online di Indonesia yaitu
seperti : Go Car, Grab Car,dan juga Uber.
Pada transportasi online terutama taksi online mempunyai kelebihan dan
kekurangan yaitu :
1. Kelebihan
a. Lebih terpercaya
b. Lebih praktis
c. Dan lebih harga lebih terjangkau
2. Kekurangan
a. Jaringan yang bermasalah dapat mengganggu proses
pemesanan
b. Pilihan pengendara di tetapkan sistem
c. Tidak bisa berganti tujuan
16
4. Taksi Konvensional
Taksi konvensional dapat diartikan sebagai salah satu transportasi non
pribadi ,yang pada umumnya alat transportasi ini adalah seperti mobil yang
berjenis sedan dan dapat dikatakan seperti angkutan umum yang dipesan
melalui telephone atau dapat di pesan dengan bertatap muka secara langsung
dengan ketentuan mengangkut dengan kapasitas yang kecil.
Kelebihan dan kekurangan pada taksi konvensional adalah :
1. Kelebihan
a. Bisa berganti arah tujuan
b. Informasi pribadi tidak akan beredar
c. Tidak harus menelfon untuk memesan taksi
2. Kekurangan
a. Tidak menjamin keamanan 100 %
b. Lama menunggu
c. Tarifnya tidak menentu
C. Kerangka Pemikiran Teoritis
Berdasarkan telaah pustaka dan diperkuat dengan penelitian terdahulu di duga
bahwa adanya taksi online berpengaruh terhadap pendapatan pengemudi Taksi Citra
Perdana Kendedes di Kota Malang. Maka, secara sederhana kerangka pemikiran
dapat dirumuskan pada gambar di bawah ini :
17
Tingkat
Pendapatan Taksi
Citra Perdana
Kendedes
Sebelum adanya Sesudah adanya
taksi online taksi online
Uji Beda
Tidak ada Ada perbedaan
perbedaan
Sumber : Dikembangkan untuk skripsi ini
D. Hipotesis
Berdasarkan padapenelitian terdahulu, Kerangka pemikiran, dan landasan teori
maka dugaan sementara (hipotesis) yang di pakai adalah :
a. Diduga dengan adanya taksi online mempengaruhi pendapatan para
pengemudi taksi citra perdana kendedes.
18
b. Diduga bahwa ada perbedaan pendapatan para pengemudi taksi citra
perdana kendedes sebelum dan sesudah adanya taksi online di Kota
Malang.