JURNAL BASICEDU
Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022 Halaman 5467 - 5474
Research & Learning in Elementary Education
[Link]
Pengembangan Instrumen Penilaian Domain Afektif (Sikap) Kepercayaan Diri pada Siswa
Annisa Etika Arum1, Muhammad Khumaedi2, Endang Susilaningsih3
Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia1,2,3
E-mail: annisaea72@[Link]
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji validitas isi dan reliabilitas instrumen penilaian sikap kepercayaan
diri pada siswa. Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model
pengembangan instrumen nontes yang dikemukakan oleh Mardapi. Partisipan adalah dokumen dan seorang
ahli. Pengumpulan data menggunakan angket dengan 10 pernyataan. Instrumen penelitian menggunakan
angket dengan skala rating 1 sampai 5. Analisis data menggunakan formula Aiken’s V untuk uji validitas isi
dengan bantuan Microsoft Excel dan estimasi reliabilitas menggunakan Intraclass Correlation Coefficients
(ICC) untuk uji reliabilitas antar rater dengan bantuan SPSS 25. Data hasil penelitian menunjukkan nilai
koefisien Aiken’s V pada setiap item pernyataan ≥ 0,3, maka dapat dikatakan bahwa semua aspek valid.
Selain itu, estimasi reliabilitas juga menghasilkan nilai intraclass correlation coefficients (ICC) sebesar 0,705,
maka dapat dikatakan bahwa instrumen ini cukup andal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa
instrumen penilaian sikap kepercayaan diri pada siswa memiliki validitas tinggi dan reliabilitas antar rater
cukup kuat.
Kata Kunci: instrumen penilaian, kepercayaan diri, validitas isi, reliabilitas.
Abstract
Purpose of this study is to examine the validity of the content and reliability of the instrument assessment of
self-confidence in students. The research and development method used in this study is the model of nontes
instrument development proposed by Mardapi. Data collection using a questionnaire with 10 statements. The
research instrument uses a questionnaire with a rating scale of 1 to 5. Data analysis using Aiken's V formula
for content validity test with the help of Microsoft Excel and reliability estimation using Intraclass Correlation
Coefficients (ICC) for reliability test between rater with the help of SPSS 25. The data of the results showed the
value of Aiken's V on each item of the statement is ≥0.3, then it can be said that all aspects are valid. In
addition, the estimation of reliability also produces an intraclass correlation coefficients (ICC) value of 0.705,
then it can be said that this instrument is quite reliable. Thus, it can be concluded that the self-confidence
attitude assessment instrument in students has high validity and reliability between rater is quite strong.
Keywords: assessment instruments, self-confidence attitude, content validity, reliability.
Copyright (c) 2022 Annisa Etika Arum, Muhammad Khumaedi, Endang Susilaningsih
Corresponding author :
Email : annisaea72@[Link] ISSN 2580-3735 (Media Cetak)
DOI : [Link] ISSN 2580-1147 (Media Online)
Jurnal Basicedu Vol 6 No 3 Tahun 2022
p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147
5468 Pengembangan Instrumen Penilaian Domain Afektif (Sikap) Kepercayaan Diri pada Siswa – Annisa
Etika Arum, Muhammad Khumaedi, Endang Susilaningsih
DOI : [Link]
PENDAHULUAN
Pembelajaran pada Kurikulum 2013 mencanangkan bahwa guru diharuskan melalukan penilaian
terhadap siswa meliputi penilaian ranah afektif (sikap), penilaian ranah kognitif (pengetahuan), dan penilaian
ranah psikomotor (keterampilan). Dalam pelaksanaanya, kompetensi guru mengharuskan untuk
mengembangkan instrumen pengukuran, penilaian, evaluasi proses dan hasil belajar siswa. Pendidik memiliki
peranan penting dalam pembelajaran seperti merancang seluruh yang akan dilakukan sebelum melakukan
proses mengajar peserta didik. Penelitian menghasilkan survei yang mambuktikan bahwa dalam mengukur
keberhasilan pendidikan hanya diukur berdasarkan keunggulan ranah kognitif sehingga penilaian ranah afektif
dan ranah psikomotor kurang diperhatikan. Sementara itu, menurut Kurikulum 2013 dalam proses
pembelajaran dianjurkan melakukan penilaian keseluruhan ranah yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor pada
peserta didik. Setelah mengikuti pembelajaran akan terjadi perubahan pada peserta didik seperti bertambahnya
pengetahuan dan wawasan, kepercayaan diri, merasa gembira, dan lain sebagainya (Hamzah, 2012).
Sikap seseorang yang menggambarkan rasa senang dengan kenyataan sendiri disebut dengan
penerimaan diri. Seseorang yang merasa puas dengan kualitas dirinya akan selalu merasa aman, tidak mudah
kecewa, dan lebih mengerti apa yang diinginkan, sehingga mampu hidup mandiri serta tidak selalu bergantung
pada orang lain dalam memutuskan segala sesuatu. Aspek psikologis salah satunya dapat dilihat rendah atau
tingginya sikap percaya dirinya Seseorang yang memiliki rasa percaya diri mempunyai gambaran dan konsep
diri yang positif (Silaen et al., 2022). Penelitian (Fitri et al., 2018) mengungkapkan bahwa jika memiliki rasa
percaya diri mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik atau setidaknya belajar bagaimana cara
menyelesaikan pekerjaan tersebut. Sikap optimis yang dimiliki mampu meyakinkan dirinya untuk dapat
melakukan apapun dan akan selalu berusaha untuk mencapai tujuan yang diinginkan, serta memberikan
kemampuan untuk dapat mengatasi rasa takut. Oleh karena itu, seseorang yang memiliki rasa percaya diri
akan berusaha optimis di dalam melakukan seluruh aktivitas, memikirkan tujuan yang realistis, membuat
tujuan hidup, merencanakan masa depan dan merasa yakin mencapai tujuan yang telah diputuskan.
Penilaian afektif (sikap) dianggap penting bagi semua orang, namun demikian dalam implementasinya
masih sangat kurang. Penilaian afektif oleh guru selama ini masih menekankan pada penilaian ranah kognitif
(pengetahuan), sehingga penilaian ranah afektif (sikap) masih dilakukan dengan pengamatan secara sepintas
karena belum terdapatnya instrumen penilaian ranah afektif (sikap) yang baku. Pengembangan penilaian ranah
afektif (sikap) menggunakan instrumen non tes. Menurut taksonomi Krathwol peringkat pada penilaian ranah
afektif (sikap) ada lima, yaitu: receiving, responding, valuing, organization, dan characterization (FIP-UPI,
2007, p116).
Kompetensi Dasar sikap sosial pada kurikulum 2013, secara keseluruhan kompetensi sikap yang harus
dimiliki peserta didik, yaitu disiplin, tanggung jawab, percaya diri, menghargai, cinta tanah air, peduli, jujur,
kreatif, rasa ingin tahu, bekerja sama, kritis, cermat, teliti, tertib, sopan, terbuka, dan tekun. Sikap lebih
mengarah pada tendensi peserta didik terhadap mengikuti pelajaran sebagai respons dalam bentuk positif atau
negatif. Semakin tinggi respons positif peserta didik, maka akan lebih besar pula minat peserta didik terhadap
pelajaran yang diberikan guru. Maka dari itu, sikap dapat disebut sebagai penentu keberhasilan dalam
pembelajaran di kelas (Wicaksono et al., 2016). Implementasi sikap di sekolah salah satunya dapat menjadi
problem solving sumber daya manusia (Siregar et al., 2021).
Perry (2005, p9) menuliskan pada bukunya bahwa percaya diri salah satu hal yang sangat dibutuhkan
dalam meraih kesuksesan, merasa mampu, nyaman dan puas diri tanpa perlu pengakuan dari orang lain.
Kepercayaan diri merupakan kepercayaan yang dimiliki oleh seseorang yang mampu mendukung pencapaian
tujuan pada hidupnya dengan tidak berputus asa walaupun dalam proses pencapaiannya menemui masalah
atau kegagalan. Self-confidence adalah kepercayaan dan keyakinan akan kemampuan diri, optimis, objektif,
bertanggung jawab, rasional dan realistis dalam mengatasi suatu kesulitan melalui kondisi terbaik dirinya,
Jurnal Basicedu Vol 6 No 3 Tahun 2022
p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147
5469 Pengembangan Instrumen Penilaian Domain Afektif (Sikap) Kepercayaan Diri pada Siswa – Annisa
Etika Arum, Muhammad Khumaedi, Endang Susilaningsih
DOI : [Link]
sehingga dapat memberikan sesuatu dan diterima oleh orang lain (Sin, 2017). menurut Lauster (2015, p8)
terdapat beberapa karakteristik untuk menilai kepercayaan diri antara lain sebagai berikut: (1) Percaya kepada
kemampuan diri sendiri, yaitu suatu keyakinan atas diri sendiri terhadap segala kejadian yang terjadi (2)
Bertindak mandiri dalam mengambil keputusan, yaitu mampu bertindak dalam mengambil keputusan terhadap
apa yang dilakukan secara mandiri tanpa adanya keterlibatan orang lain; (3) Memiliki konsep diri yang positif,
yaitu adanya penilaian yang baik dari dalam diri sendiri; (4) Berani mengungkapkan pendapat, yaitu memiliki
suatu sikap untuk mampu mengutarakan sesuatu yang ingin diungkapkan kepada orang lain tanpa adanya
paksaan.
Pengembangan instrumen sikap percaya diri membantu seseorang untuk mengungkapkan perasaan serta
pendapat mereka terhadap rasa kepercayaan diri (Amir, 2015). Percaya diri dapat menuntun siswa dalam
proses mencapai prestasi dan hasil belajar yang lebih baik (Aristiani, 2016). Penelitian Karimi & Saadatmand
(2014) mengungkapkan bahwa didapatkan hubungan antara kepercayaan diri dengan prestasi akademik. Syam
& Amri (2017) menjelaskan bahwa sesuatu yang paling berharga dalam diri seseorang salah satunya yaitu
kepercayaan diri, karena dengan kepercayaan diri tersebut seseorang mampu menjelaskan segala potensi yang
ada pada dirinya.
Berdasarkan review beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pengembangan
instrumen pada mata pelajaran matematika memiliki nilai validitas dan nilai reliabilitas tinggi (Gaol et al.,
2017). Kemudian, penelitian dari Marliza et al (2015) menunjukkan hasil valid dan reliabel pda butir
instrumen afektif (sikap) dengan skala likert. Pengembangan penilaian ranah afektif penting untuk lebih
diperhatikan agar mendapat keseimbangan antara penilaian ranah kognitif dan penilaian ranah afektif, karena
implikasi dari pengabaian ranah afektif justru akan merugikan peserta didik secara individual dan masyarakat.
Mengetahui betapa pentingnya sikap percaya diri serta mengacu berdasarkan review penelitian
terdahulu, maka diketahui belum terdapat pengembangan instrumen penilaian sikap percaya diri pada siswa.
Oleh karena itu, diperlukan melakukan penelitian pengembangan instrumen penilaian sikap percaya diri pada
siswa agar mendapatkan instrumen penilaian yang baik, yaitu memenuhi kaidah valid dan reliabel. Validitas
dianggap sangat penting dalam analisis isi. Jika alat ukur yang dipakai salah, maka dipastikan temuan yang
dihasilkan juga tidak dapat dipercaya.
Validitas adalah cara untuk memastikan apakah alat ukur yang digunakan oleh peneliti sahih (valid) dan
juga menjamin bahwa temuan dalam penelitian juga dihasilkan dari pengukuran yang tepat. Terdapat
beberapa jenis validitas yang dikenal dalam analisis isi, validitas utama yang biasa digunakan dalam analisis
isi yaitu, validitas muka (face validity), validitas kecocokan (concurrent validity), validitas konstruk (contruct
validity), validitas prediktif (predictive validity), dan validitas isi (content validity). Validitas yang berorientasi
pada proses (process oriented) diharapkan untuk menilai sejauh mana sebuah alat ukur dapat
merepresentasikan relasi-relasi yang ada dalam data. Jenis validitas yang masuk dalam kategori ini salah
satunya yaitu validitas isi yaitu untuk mengukur sejauh mana alat ukur secara lengkap memasukkan semua
kategori yang ingin dilihat (Suwito, 2011, p259-260). Dari lima jenis validitas tersebut, validitas isi yang akan
digunakan pada tahap awal dalam proses pengembangan instrumen penilaian non tes. Selain itu, validitas isi
dapat membantu memastikan validitas konstruk pada pengembangan instrumen penilaian sikap pecaya diri
yang akan dikembangkan untuk melihat sejauh mana alat ukur merepresentasikan konsep, teori atau model
yang telah diakui guna memberikan kepercayaan kepada pembaca tentang instrumen yang akan
dikembangkan. Disamping itu, reliabilitas antar rater merupakan hal yang penting dalam pengembangan
instrumen penilaian jika data yang dikumpulkan berupa pengamatan perilaku seseorang. Reliabilitas tersebut
digunakan apabila rater atau penilai yang terlibat antara dua orang atau lebih penilai (Kusumastuti. A.,
Khoiron. A. M., & Achmadi. T. A, 2020, p91). Tujuan penelitian ini untuk menguji validitas isi dan
reliabilitas intrumen penilaian sikap kepercayaan diri pada siswa.
Jurnal Basicedu Vol 6 No 3 Tahun 2022
p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147
5470 Pengembangan Instrumen Penilaian Domain Afektif (Sikap) Kepercayaan Diri pada Siswa – Annisa
Etika Arum, Muhammad Khumaedi, Endang Susilaningsih
DOI : [Link]
METODE
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan, dengan menggunakan
desain penelitian dan pengembangan ini menggunakan pengembangan instrumen nontes yang dikemukakan
oleh Mardapi (2018, p88) yang terdiri dari 10 tahap yaitu: (1) Menentukan spesifikasi instrumen, (2) Menulis
instrumen, (3) Menentukan skala instrumen, (4) Menentukan sistem penskoran, (5) Mentelaah instrumen, (6)
Melakukan uji coba, (7) Menganalisis instrumen, (8) Merakit instrumen.
Penelitian pengembangan melalui langkah-langkah seperti, merencanakan spesifikasi instrumen, uji
kelayakan instrumen, serta uji coba instrumen. Langkah-langkah tersebut yang nantinya dapat menghasilkan
produk akhir penelitian yang baik. Dalam langkah-langkah pengembangan terdapat langkah uji validitas dan
langkah estimasi reliabilitas pada instrumen, maka dianggap sesuai dengan tujuan dari penelitian ini yaitu
menguji uji validitas isi dan estimasi reliabilitas instrumen penilaian sikap percaya diri pada siswa sehingga
dapat instrumen dapat dipertanggung jawabkan. Setelah melewati langkah merencanakan spesifikasi
instrumen, dilanjutkan pada uji kelayakan yang meliputi uji validitas isi dan estimasi reliabilitas pada
instrumen penilaian. Pada penelitian ini validitas isi menggunakan validitas Aiken’s V penilaian dilakukan
dengan cara memberikan angket kepada penilai dengan angka antara 1 sampai 5. Koefisien jika memenuhi
kriteria valid yaitu ≥ 0,30 (Azwar, 2016, p175). Adapun formula yang dimaksud adalah sebagai berikut:
Σ(ri−lo)
V=
[n(c−1)]
lo = Angka penilaian validitas yang terendah
c = Angka penilaian validitas yang tertinggi
r = angka yang diberikan oleh seorang penilai
s = r – lo
Estimasi reliabilitas menggunakan reliabilitas antar rater Intraclass Correlation Coefficients (ICC).
Rumus Intraclass Correlation Coefficients (ICC) menurut Mardapi (2012, p89) adalah sebagai berikut:
rxx = (𝑆𝑠2 - 𝑆𝑒2)/[ 𝑆𝑠2+(𝑘−1)𝑆𝑒2]….(1)
rxx = reliabilitas antar rater
𝑆𝑠2 = varian antar subjek (dalam hal ini butir) yang dikenai rating
𝑆𝑒2 = varian error, yaitu varians interaksi antara butir atau subjek (s) dan rater (r)
K = banyaknya rater yang memberikan penilaian
Kriteria koefisien reliabilitas mengacu pada (Giuseppe, 2018) sebagai berikut:
Tabel 1. Koefisien Reliabilitas Intraclass Correlation Coefficients (ICC)
ICC Kriteria
<0,50 Poor
0,50-0,75 Fair
0,75-0,90 Good
0,90-1 Excellent
(Giuseppe, 2018: 4)
Subjek penelitian berjumlah 5 rater terdiri dari 3 dosen evaluasi pendidikan dan 2 orang guru mata
pelajaran. Pengumpulan data menggunakan instrumen angket dengan menggunakan skala likert 1 sampai 5.
Jurnal Basicedu Vol 6 No 3 Tahun 2022
p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147
5471 Pengembangan Instrumen Penilaian Domain Afektif (Sikap) Kepercayaan Diri pada Siswa – Annisa
Etika Arum, Muhammad Khumaedi, Endang Susilaningsih
DOI : [Link]
Lembar penilaian ahli digunakan untuk mengetahui seberapa relevansi antara konseptual dan operasional
dalam instrumen penilaian yang dikembangkan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian sikap percaya diri pada siswa. Hasil
penelitian pengembangan instrumen penilaian sikap percaya diri berupa instrumen angket dengan 4 indikator
percaya diri dengan 10 item pernyataan. Pengembangan instrumen perlu melakukan uji kelayakan instrumen
sebelum melakukan tahap uji coba. Uji kelayakan meliputi uji validitas dan estimasi reliabilitas, apabila uji
validitas pada instrumen mendapat validitas yang tinggi, maka instrumen penilaian tersebut dianggap mampu
menjalankan fungsi ukurnya sesuai dengan tujuan penilaian itu sendiri, sedangkan apabila instrumen penilaian
memiliki validitas rendah, maka dikatakan akan menghasilkan data yang tidak sesuai dengan tujuan penilaian
itu sendiri. Dalam penelitian ini validitas isi menghasilkan validitas isi Aiken’s V adalah sebagai berikut:
Tabel 2. Data Hasil Uji Validitas Isi Aiken’s V
Penilai
Item A B C D E
Skor s Skor s Skor s Skor s Skor s
P1 2 1 3 2 3 2 2 1 2 1
P2 3 2 3 2 4 3 3 2 3 2
P3 4 3 4 3 5 4 5 4 4 3
P4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3
P5 5 4 5 4 5 4 4 3 5 4
P6 5 4 5 4 5 4 4 3 5 4
P7 4 3 4 3 4 3 4 3 5 4
P8 4 3 5 4 4 3 5 4 5 4
P9 4 3 4 3 5 4 3 2 4 3
P10 3 2 3 2 4 3 4 3 3 2
∑s 7 11 17 15 19 19 16 18 15 12
V 0,35 0,55 0,85 0,75 0,95 0,95 0,8 0,9 0,75 0,6
Berdasarkan Tabel 2, pernyataan 1 menunjukkan nilai koefisien Aiken’s V sebesar 0,35, pernyataan 2
menunjukkan nilai koefisien Aiken’s V sebesar 0,55, pernyataan 3 menunujukkan nilai koefisien Aiken’s V
sebesar 0,85, pernyataan 4 menunjukkan nilai koefisien Aiken’s V sebesar 0,75, pernyataan 5 menunjukkan
koefisien Aiken’s V sebesar 0,95, pernyataan 6 menunjukkan koefisien Aiken’s V sebesar 0,95, penyataan 7
menunjukkan koefisien Aiken’s V sebesar 0,80, penyataan 8 menunjukkan koefisien Aiken’s V sebesar 0,90,
pernyataan 9 menunjukkan koefisien Aiken’s V sebesar 0,75, dan aspek 10 menunjukkan nilai koefisien
Aiken’s V sebesar 0,6. Rata-rata dari seluruh hasil V yaitu sebesar 0,745. Nilai dari semua aspek dibandingkan
dengan kriteria minimal Aiken’s V ≥ 0,30 menurut Azwar (2016, p175), maka dikatakan bahwa semua aspek
pada angket instrumen penilaian sikap percaya diri pada siswa valid dan memiliki validitas yang tinggi.
Langkah selanjutnya menguji estimasi reliabilitas menggunakan reliabilitas antar rater Intraclass
Correlation Coefficients (ICC). Menggunakan ICC karena jumlah rater adalah lebih dari dua rater. Analisis
ICC menunjukkan hasil sebesar sebagai berikut:
Jurnal Basicedu Vol 6 No 3 Tahun 2022
p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147
5472 Pengembangan Instrumen Penilaian Domain Afektif (Sikap) Kepercayaan Diri pada Siswa – Annisa
Etika Arum, Muhammad Khumaedi, Endang Susilaningsih
DOI : [Link]
Tabel 3. Data Hasil Reliabilitas Intraclass Correlation Coefficients (ICC)
Intraclass Correlation Coefficient
95% Confidence Interval F Test with True Value 0
b
Intraclass Correlation Lower Bound Upper Bound Value df1 df2 Sig
Single Measures .735a .474 .914 12.121 9 27 .000
c
Average Measures .917 .783 .977 12.121 9 27 .000
Menurut reliabilitas antar rater Intraclass Correlation Coefficients (ICC) koefisien reliabilitas mengacu
pada Giuseppe (2018: 4) sebagai berikut:
Tabel 4. Koefisien Reliabilitas Intraclass Correlation Coefficients (ICC)
ICC Kriteria
<0,50 Poor
0,50-0,75 Fair
0,75-0,90 Good
0,90-1 Excellent
(Giuseppe, 2018: 4)
Hasil perhitungan ICC sebesar 0,735 pada Tabel 3 dibandingkan dengan kriteria koefisian ICC, maka
dapat dikatakan bahwa kesepakatan rater cukup kuat dan penilai memiliki konsistensi yang cukup baik.
Mengacu pada hasil uji validitas dan estimasi reliabilitas yang telah dilakukan, maka dapat dikatakan bahwa
instrumen penilaian sikap percaya diri pada siswa memiliki validitas isi yang tinggi dan memiliki reliabilitas
antar rater yang cukup baik.
Instrumen sikap percaya diri pada siswa diperlukan untuk membantu guru menunjang pelaksana
penilaian dalam proses pembelajaran di kelas. Namun, masih sedikitnya instrumen afektif (sikap) pada siswa
dan belum adanya instrumen penilaian sikap percaya diri yang khusus dalam suatu mata pelajaran tertentu.
Maka dari itu, perlunya dikembangkan instrumen penilaian sikap percaya diri pada siswa dalam mata
pelajaran kimia. Penelitian (Tallam et al., 2022) peluang untuk peningkatan kapasitas dalam pelayanan
dibutuhkan membangun kepercayaan diri. Pengetahuan dan kepercayaan diri adalah elemen penting yang
diperlukan untuk kesiapan praktik (Ray et al., 2022). Siswa yang lebih cenderung berpikir kritis juga lebih
terbuka untuk keragaman dan tantangan serta memiliki konsep diri yang lebih kuat (Álvarez-Huerta et al.,
2022). Meningkatkan pengetahuan, kepercayaan diri dan sikap memiliki potensi untuk mengurangi dampak
buruk pada anak (Norman & Taha, 2019). Hasil penelitian (Guerrero et al., 2022) perawat profesional dan
mahasiswa dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka menggunakan skenario realistis yang disediakan
oleh metode simulasi sehingga mereka dapat meningkatkan kompetensi mereka melalui pengalaman yang
berbeda dan unik. Kepuasan yang diperoleh oleh perawat dan mahasiswa keperawatan selama paparan ini
sangat penting untuk memperoleh kepercayaan diri dan menunjukkan pengalaman belajar yang sukses.
Mengacu pada hasil uji validitas isi dan estimasi reliabilitas yang telah dilakukan, maka dapat dikatakan
bahwa instrumen penilaian sikap percaya diri pada siswa memiliki validitas yang tinggi dan memiliki
reliabilitas antar rater yang cukup baik.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa instrumen penilaian sikap percaya
diri pada siswa dengan nilai validitas isi menggunakan rumus Aiken’s V yang memadai dengan nilai validitas
keseluruhan sebesar 0,585 dan estimasi reliabilitas antar rater menggunakan Intraclass Correlation
Jurnal Basicedu Vol 6 No 3 Tahun 2022
p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147
5473 Pengembangan Instrumen Penilaian Domain Afektif (Sikap) Kepercayaan Diri pada Siswa – Annisa
Etika Arum, Muhammad Khumaedi, Endang Susilaningsih
DOI : [Link]
Coefficients (ICC) dengan hasil reliabilitas yang cukup andal dengan nilai estimasi reliabilitas ICC sebesar
0,735. Oleh karena itu, instrumen penilaian percaya diri pada siswa dapat dilanjutkan pada langkah uji coba.
Instrumen penilaian sikap percaya diri pada siswa berupa instrumen non tes yaitu instrumen angket terdiri dari
4 indikator percaya diri dengan 10 item pernyataan.
DAFTAR PUSTAKA
Álvarez-Huerta, P., Muela, A., & Larrea, I. (2022). Disposition Toward Critical Thinking And Creative
Confidence Beliefs In Higher Education Students: The Mediating Role Of Openness To Diversity And
Challenge. Thinking Skills And Creativity, 43(12), 1–14.
Amir, N. (2015). Instrument Development Of Self-Confidence For Badminton Athletes. Anima Indonesian
Psychological Journal, 30(2), 101–110.
Aristiani, R. (2016). Meningkatkan Percaya Diri Siswa Melalui Layanan Informasi Berbantuan Audiovisual.
Jurnal Konseling Gusjigang, 2(2), 182–189.
Azwar, S. (2016). Tes Prestasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Fitri, E., Zola, N., & Ifdil, I. (2018). Profil Kepercayaan Diri Remaja Serta Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhi. Jppi (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia), 4(1), 1–5.
Gaol, P. L., Khumaedi, M., & Masrukan, M. (2017). Pengembangan Instrumen Penilaian Karakter Percaya
Diri Pada Mata Pelajaran Matematika Sekolah Menengah Pertama. Journal Of Educational Research
And Evaluation, 6(1), 63–70.
Giuseppe, P. (2018). Statips Part Iv: Selection, Interpretation And Reporting Of The Intraclass Correlation
Coefficient. South Eur J Orthod Dentofac Res (Sejodr), 1(5), 3–5.
Guerrero, J. G., Ali, S. A. A., & Attallah, D. M. (2022). The Acquired Critical Thinking Skills, Satisfaction,
And Self Confidence Of Nursing Students And Staff Nurses Through High-Fidelity Simulation
Experience. Clinical Simulation In Nursing, 64, 24–30.
Hamzah, S. H. (2012). Aspek Pengembangan Peserta Didik: Kognitif, Afektif, Psikomotorik. Dinamika Ilmu,
12(1), 1–22.
Karimi, A., & Saadatmand, Z. (2014). The Relationship Between Self-Confidence With Achievement Based
On Academic Motivation. Kuwait Chapter Of Arabian Journal Of Business And Management Review,
4(1), 210–215.
Kusumastuti, A., Khoiron, A. M., & Achmadi, T. A. (2020) Metode Penelitian Kuantitatif. Yogyakarta: Budi
Utama.
Lauster, P. (2015). Tes Kepribadian (Terjemahan). Jakarta: Pt Bumi Aksara.
Mardapi, D. (2018). Teknik Penyusunan Instrumen Tes Dan Nontes. Yogyakarta: Parama Publishing.
Marliza, Yusrizal, & Abdullah. (2015). Pengembangan Instrumen Penilaian Afektif Untuk Mengukur Sikap
Siswa Terhadap Nilai Atau Norma Yang Berhubungan Dengan Materi Keanekaragaman Hayati
Indonesia. Jurnal Biotik, 3(2), 89–99.
Norman, S. L., & Taha, A. A. (2019). Delirium Knowledge, Self-Confidence, And Attitude In Pediatric
Intensive Care Nurses. Journal Of Pediatric Nursing, 46, 6–11.
Perry, M. (2005). Confidence Boosters (Pendongkrak Kepercayaan Diri). Jakarta: Erlangga.
Ray, S. R., Taylor, E., Sherrill, K. J., Steinheiser, M. M., & Berndt, D. L. (2022). Effect Of Infusion Therapy
Interactive Modules On Nursing Student’s Knowledge And Self-Confidence. Teaching And Learning In
Nursing, 17(1), 109–112.
Silaen, N. E., Rafiqoh, S., & Astuti, D. (2022). Efektivitas Pembelajaran Bingo Matematika Ditinjau Dari Self
Jurnal Basicedu Vol 6 No 3 Tahun 2022
p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147
5474 Pengembangan Instrumen Penilaian Domain Afektif (Sikap) Kepercayaan Diri pada Siswa – Annisa
Etika Arum, Muhammad Khumaedi, Endang Susilaningsih
DOI : [Link]
Efficacy Siswa Kelas Vii Sekolah Menengah Pertama. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(2), 2650–
2658.
Sin, T. H. (2017). Tingkat Percaya Diri Atlet Sepak Bola Dalam Menghadapi Pertandingan. Jurnal Fokus
Konseling, 3(2), 163–174.
Siregar, N., Helty, H., Pitriyani, P., & Firman, F. (2021). Implementasi Nilai Dan Sikap Serta Semangat
Entrepreneur Untuk Memecahkan Masalah Sumber Daya Manusia Di Sekolah. Edukatif : Jurnal Ilmu
Pendidikan, 4(1), 185–194.
Syam, A., & Amri. (2017). Pengaruh Kepercayaan Diri ( Self Confidence ) Berbasis Kaderisasi Imm
Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa ( Studi Kasus Di Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas
Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Parepare ). Jurnal Biotek, 5(1), 87–102.
Tallam, E., Kaura, D., & Mash, R. (2022). Midwives’ Self-Perceived Confidence In Their Knowledge And
Skills In Kenya: An Observational Cross-Sectional Study. International Journal Of Africa Nursing
Sciences, 16, 1–8.
Tim Pengembang Ilmu Fip-Upi. (2007). Ilmu & Aplikasi Pendidikan Bagian 2. Bandung: Imtima.
Wicaksono, T. P., Muhardjito, & Harsiati, T. (2016). Pengembangan Penilaian Sikap Dengan Teknik
Observasi, Self Assessment , Dan Peer Assessment Pada Pembelajaran Tematik Kelas V Sdn
Arjowinangun 02 Malang. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 1(1), 45–51.
Jurnal Basicedu Vol 6 No 3 Tahun 2022
p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147