PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI YANG BERSIKAP PEKA
GENDER
MATA KULIAH GENDER DAN LAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI
DAN SEKSUAL
Dosen Pengampu : Frida Kusumawati, SKM., [Link]
Di Susun Oleh:
Dafa Dalilah (211030590087)
Diana Novita (211030590091)
STIKes WIDYA DHARMA HUSADA
TANGERANG
2023
KATA PENGANTAR
Puji serta syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala Rahmat
dan Karunia Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini
disusun sebagai salah satu tugas yang diberikan oleh dosen pengampu di STIKes
Widya Dharma Husada.
Kami menyadari dalam penyusunan makalah ini tidak akan selesai tanpa
bantuan dari berbagai pihak. Oleh karna itu pada kesempatan ini kami ingin
mengucapkan terima kasih kepada :
1. Allah SWT yang telah memberikan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga saya
dapat menyelesaikan resume ini.
2. Ns. Riris Andriati, [Link]., [Link] selaku Ketua STIKes Widya Dharma
Husada Kota Tangerang Selatan.
3. Frida Kusumawati, SKM., [Link] Selaku Ketua Program Kesehatan
Masyarakat STIKes Widya Dharma Husada Kota Tangerang Selatan.
4. Frida Kusumawati, SKM., [Link] Selaku Dosen pengampu atas ilmu,
bimbingan, saran dan motivasi yang telah diberikan.
5. Orang Tua, Saudara-saudara, dan Teman-teman, atas doa, dukungan,
bimbingan, serta kasih sayang yang selalu tercurah selama ini.
Dalam penyusunan makalah ini, kami menyadari bahwa tulisan ini masih jauh
dari kata sempurna. Sehingga kami selaku penyusun mengharapkan saran dan
kritik yang dapat membangun dari para membaca sekalian. Akhir kata semoga
laporan paper ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca.
Pamulang, 07 April 2023
Daftra Isi
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
BAB II POKOK PEMBAHASAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Gender adalah peran dan kedudukan seseorang yang dikonstuksikan oleh
budaya karena seseorang lahir sebagai perempuan atau lahir sebagai laki-laki.
Sudah menjadi pemahaman bahwa laki-laki itu akan menjadi kepala
keluarga , pencari nafkah, menjadi orang yang menentukan bagi perempuan.
Seseorang yang lahir sebagai perempuan, akan menjadi ibu rumah tangga,
sebagai istri, sebagai orang yang dilindungi, orang yang lemah, irisional, dan
emosional.
Meskipun hampur setiap budaya, ibu adalah sebuah peran yang sangat
dihormati. Perhatian akan kesehatan perempuan masih kurang. Masih ada
kebiasaan tradisional yang merugikan kesehatan perempuan secara umum,
maupun kesehatan reproduksinya. Ketidaksetaraan dalam aspek pendidikan,
pekerjaan, pengambilan keputusan, dan sumber daya merupakan pelanggaran
pasal 48, 49, ayat 1 (1 dan 2) UU No.39/1999 tentang Hak Asasi Manusia.
Hak reproduksi adalah hal setiap orang, baik laki-laki maupun perempuan
untuk memutuskan mengenai jumlah anak, jarak antara anak-anak, serta
menentukan waktu dan tempat kelahiran anak. Hak reproduksi ini
berdasarkan pada pengakuan akan HAM yang diakui di dunia internasional.
Hak reproduksi perempuan merupakan hak yang timbul karena memiliki
fungsi reproduksi yang diberikan Tuhan, sehingga hal itu harus dijamin.
Perempuan dijaga dari penyakit menular seksual dengan memberikan
pengetahuan kesehatan dan pengobatan yang cukup. Perempuan harus
dilindungi dari kemungkinan terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan agar
tidak menimbulkan pengguguran yang membahayakan jiwa dan kesehatan
reproduksinya.
Kematian ibu masih merupakan masalah negara berkembang termasuk
Indonesia. Penyebab buruknya kesehatan reproduksi di Indonesia di antara
lain sosioekonomi dan pendidikan rendah, budaya yang tidak mendukung,
khususnya yang berkaitan dengan ketidak setaraan gender. Misalnya
hubungan peran sosial laki-laki dan peran sosial perempuan dalam suatu
masyarat memengaruhi usia perkawinan dan pengendalian kelahiran yang
pada gilirannya memengaruhi kesehatan reproduksi perempuan. Keberhasilan
dapat di capai serta secara maksimal bila semua faktor peyebab diperbaiki,
tetapi hal ini memungkinkan dilaksanakan jika budaya yang berbasis gender
sulit diubah.
Pada sekarang ini tanggung jawab kesehatan reproduksi wanita bukan saja
berada pada istri, namun melibatkan peran suami. Banyak kendala yang
dihadapi baik faktor sosial maupun budaya, terutama yang berkaitan dengan
kehidupan gender. Perspektif baru dalam kesehatan reproduksi adalah ke
ikutsertaan pria atau suami dalam kesehatan reproduksi wanita. Selain itu
sejalan dengan perubahan sisoal budaya bahwa perubahan orientasi peran
suami dan istri. Oleh karena masalah kesehatan reproduksi perempuan sudah
merupakan tanggung jawab bersama antara suami dn istri maka sangat
diperlukan pemahaan dan pengaruh yang seimbang antara suami dan istri
untuk dapat membantu prilaku kesehatan reproduksi secara optimal melalui
komunikasi dan layanan suami istri.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pelayanan kesehatan reproduksi yang bersikap peka gender ?
2. Bagaimana Analisis berbagai isi gender di masa anak-anak ?
3. Bagaiaman isu gender pada anak-anak perempuan ?
4. Bagaimana isu gender pada masa remaja ?
1.3 Tujuan
1. Menjelaskan pelayanan kesehatan reproduksi yang bersikap peka gender
2. Menjelaskan Analisis berbagai isi gender di masa anak-anak
3. Menjelaskan isu gender pada anak-anak perempuan
4. Menjelaskan isu gender pada masa remaja
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pelayanan Kesehatan Reproduksi yang Bersikap Peka Gender
DAFTAR PUSTAKA