0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
125 tayangan5 halaman

Konfigurasi Access Control List pada Router

Modul ini membahas tentang access control list (ACL) pada Cisco router. Tujuannya adalah agar mahasiswa memahami konsep ACL, dapat mengkonfigurasi ACL pada router Cisco, dan menerapkannya pada jaringan. Modul ini menjelaskan tentang tujuan praktikum ACL, landasan teori seperti jenis ACL standar dan extended serta jenis lalu lintas ACL, dan panduan umum penggunaannya. Praktikum membangun jaringan sederhana dan mendemonstrasikan penggunaan

Diunggah oleh

Benny
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
125 tayangan5 halaman

Konfigurasi Access Control List pada Router

Modul ini membahas tentang access control list (ACL) pada Cisco router. Tujuannya adalah agar mahasiswa memahami konsep ACL, dapat mengkonfigurasi ACL pada router Cisco, dan menerapkannya pada jaringan. Modul ini menjelaskan tentang tujuan praktikum ACL, landasan teori seperti jenis ACL standar dan extended serta jenis lalu lintas ACL, dan panduan umum penggunaannya. Praktikum membangun jaringan sederhana dan mendemonstrasikan penggunaan

Diunggah oleh

Benny
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL V

ACCESS CONTROL LIST (ACL)

I. Tujuan Praktikum
1. Mahasiswa mampu memahami access control list.
2. Mahasiswa mampu mengkonfigurasi access control list dengan Cisco Router
3. Mahasiswa mampu menerapkan access control list pada suatu jaringan

II. Landasan Teori


Standard IP Access List merupakan salah satu metode Daftar Akses (Access
List) yang dipergunakan Cisco untuk mengatur keluar masuknya traffic ke dalam maupun
keluar router. Metode ini biasa disebut dengan “packet filtering“. Daftar akses (Access List)
ini berfungsi untuk membandingkan atau mencocokkan setiap paket yang diterima atau di tolak
dengan aturan atau daftar akses yang di terapkan pada router tersebut. Access lists mengijinkan
atau menolak pernyataan bahwa filter traffic dapat ke segmen jaringan dan dari segmen
jaringan berdasarkan pada:
- Alamat sumber
- Alamat tujuan
- Tipe protocol
- Nomor port dari paket.

Access list adalah pengelompokan paket berdasarkan kategori. Access list bisa sangat
membantu ketika membutuhkan pengontrolan dalam lalu lintas network. access list menjadi
tool pilihan untuk pengambilan keputusan pada situasi ini. Penggunaan access list yang paling
umum dan paling mudah untuk dimengerti adalah penyaringan paket yang tidak diinginkan
ketika mengimplementasikan kebijakan keamanan. Sebagai contoh kita dapat mengatur access
list untuk membuat keputusan yang sangat spesifik tentang peraturan pola lalu lintas sehingga
access list hanya memperbolehkan host tertentu mengakses sumber daya WWW sementara
yang lainnya ditolak. Dengan kombinasi access list yang benar, network manajer mempunyai
kekuasaan untuk memaksa hampir semua kebijakan keamanan yang bisa mereka ciptakan.

Access list juga bisa digunakan pada situasi lain yang tidak harus meliputi penolakan
paket. Sebagai contoh access list digunakan untuk mengontrol network mana yang akan atau
tidak dinyatakan oleh protocol dynamic routing. Konfigurasikan access list dengan cara yang
sama. Perbedaannya disini hanyalah bagaimana menerapkannya ke protocol routing dan bukan
ke interface. Kita juga bisa menggunakan access list untuk mengkategorikan paket atau antrian
/layanan QOS, dan mengontrol tipe lalu lintas data nama yang akan mengaktifkan link ISDN.

Membuat access list sangat mirip dengan statement pada programming if – then jika
sebuah kondisi terpenuhi maka aksi yang diberikan akan dijalankan/tidak terpenuhi, tidak ada
yang terjadi dan statemen berikutnya akan dievaluasi. Statement ACL pada dasarnaya dalah
paket filter dimana paket dibandingkan, dimana paket dikategorikan dan dimana suatu
tindakan terhadap paket dilakukan.
List(daftar) yang telah dibuat bisa diterpakan baik kepada lalulintas inbound maupun
outbound pada interface mana saja. Menerapkan ACL menyebabkan router menganalisa setiap
paket arah spesifik yang melalui interface tersebut dan mengmbil tindakan yang sesuai. Ketika
paket dibandingkan dengan ACL, terdapat beberapa peraturan (rule) penting yang diikuti:
- Paket selalu dibandingkan dengan setiap baris dari ACL secara berurutan, sebagai
contoh paket dibandingkan dengan baris pertama dari ACL, kemudian baris kedua,
ketiga, dan seterusnya.
- Paket hanya dibandingkan baris-baris ACL sampai terjadi kecocokan. Ketika paket
cocok dengan kondisi pada baris ACL, paket akan ditindaklanjuti dan tidak ada lagi
kelanjutan perbandingan.
- Terdapat statement “tolak” yang tersembunyi (impilicit deny) pada setiap akhir baris
ACL, ini artinya bila suatu paket tidak cocok dengan semua baris kondisi pada ACL,
paket tersebut akan ditolak

Jenis ACL
a. Standard ACL
Standard ACL hanya menggunakan alamat sumber IP di dalam paket IP sebagai kondisi yang
ditest. Semua keputusan dibuat berdasarkan alamat IP sumber. Ini artinya, standard ACL
pada dasarnya melewatkan atau menolak seluruh paket protocol. ACL ini tidak membedakan
tipe dari lalu lintas IP seperti WWW, telnet, UDP, DSP.

b. Extended ACL
Extended ACL bisa mengevalusai banyak field lain pada header layer 3 dan layer 4 pada
paket IP. ACL ini bisa mengevaluasi alamat IP sumber dan tujuan, field protocol pada header
network layer dan nomor port pada header transport layer. Ini memberikan extended ACL
kemampuan untuk membuat keputusan-keputusan lebih spesifik ketika mengontrol lalu
lintas.

Jenis Lalu Lintas ACL


a. Inbound ACL
Ketika sebuah ACL diterapkan pada paket inbound di sebuah interface, paket tersebut
diproses melalui ACL sebelum di-route ke outbound interface. Setiap paket yang ditolak
tidak bisa di-route karena paket ini diabaikan sebelum proses routing diabaikan.

b. Outbond ACL
Ketika sebuah ACL diterapkan pada paket outbound pada sebuah interface, paket tersebut di-
route ke outbound interface dan diproses melalui ACL malalui antrian.

Panduan Umum ACL


Terdapat beberapa panduan umum ACL yang seharusnya diikuti ketika membuat dan
mengimplementasikan ACL pada router :
- Hanya bisa menerapkan satu ACL untuk setiap interface, setiap protocol dan setiap
arah. Artinya bahwa ketika membuat ACL IP, hanya bisa membuat sebuah inbound
ACL dan satu Outbound ACL untuk setiap interface.
- Organisasikan ACL sehingga test yang lebih spesifik diletakkan pada bagian atas ACL
- Setiap kali terjadi penambahan entry baru pada ACL, entry tersebut akan diletakkan
pada bagian bawah ACL. Sangat disarankan menggunakan text editor dalam
menggunakan ACL
- Tidak bisa membuang satu baris dari ACL. Jika kita mencoba demikian, kita akan
membuang seluruh ACL. Sangat baik untuk mengcopy ACL ke text editor sebelum
mencoba mengubah list tersebut.

III. Praktikum
Bangunlah jaringan sebagai berikut :

Gambar 4. Jaringan Percobaan


Catatan:
Gunakan config dhcp di masing-masing PC untuk mendapatkan IP otomatis dari
router. Contoh : 192.168.50.x & y : IP dari router.
A. Percobaan ACL dengan Standard Access-lisst
Sebelum setting pada jaringan sesungguhnya, buatlah dahulu simulasinya di packet tracer.

1. Rubah IP di PC dan tambahkan gateway di masing-masingnya.


PC Client :
# ifconfig eth0 [Link] netmask [Link]
# route add -net default gw [Link]

PC Server :
# ifconfig eth0 [Link] netmask [Link]
# route add -net default gw [Link]

Lakukan tes koneksi (ping dan traceroute) antara PC Client dan PC Server, catat hasilnya.

2. Setting IP di masing-masing interface Cisco Router


a. Masuk ke configure mode untuk mulai konfigurasi
Router# configure terminal
Router(config)#
b. Konfigurasi port fastethernet dan berikan ip address pada port tersebut
Konfigurasi pada interface fastethernet 0/0
Router(config)# interface fastethernet 0/0
Router(config-if) # ip address [Link] [Link]
Router(config-if) # no shutdown => untuk mengaktifkan interface
Router(config-if) # CTRL+Z => utk kembali ke privileged mode
Router #

Konfigurasi pada interface fastethernet 0/1


Router(config)# interface fastethernet 0/1
Router(config-if) # ip address [Link] [Link]
Router(config-if) # no shutdown => untuk mengaktifkan interface
Router(config-if) # CTRL+Z => utk kembali ke privileged mode
Router #

c. Jalankan perintah berikut dan catat hasilnya.


Router# show ip interface brief
Router# show ip route

3. Pada PC
Tes koneksi dari PC Client ke PC Server. Gunakan ping dan traceroute, catat
hasilnya. Bandingkan hasilnya dengan langkah 1.

4. Setting ACL pada Cisco Router


a. Lakukan blocking koneksi dari jaringan [Link]/24 ke jaringan
[Link]/24.
Router#conf t
Router(config)#access-list 10 deny [Link] [Link]
Router(config)#access-list 10 permit any

b. Terapkan acl pada interface yang dekat dengan destination packet


Router(config)#interface fastEthernet 0/1
Router(config-if)#ip access-group 10 out
Router(config-if)#^Z
Router#

c. Lihat konfigurasi, dan catat hasilnya.


Router#show access-lists
Router#show run

5. Pada PC
Tes koneksi dari PC Client ke PC Server. Gunakan ping dan traceroute, catat
hasilnya. Bandingkan hasilnya dengan langkah 3.
Buat kesimpulan dari hasil percobaan langkah 1, 3, dan 5 pada Laporan Hasil.

Anda mungkin juga menyukai