SUBTEMA I
KONVERSI SAMPAH ANORGANIK MENJADI ENERGI LISTRIK
Karya ini Disusun untuk Mengikuti
LOMBA KARYA TULIS ILMIAH
Pengembangan Teknologi di Era New Normal
OLEH
1. CINTHYA DEVY S. (213307036)
2. NURITA ISMAROYULIFA (214308089)
3. NURUL HANDAYANI (214308019)
JURUSAN TEKNIK
POLITEKNIK NEGERI MADIUN
TAHUN 2021
LEMBAR PENGESAHAN
LKTI 2021
1. Judul : Konversi Sampah Anorganik menjadi
Energi Listrik
2. Subtema : Renewable Energy
3. Ketua
a. Nama Lengkap : Cinthya Devy S.
b. NPM : 213307036
c. Jurusan : Teknik
d. Alamat Rumah : Desa Kinandang Jalan Mawar RT 14 RW
02 Kecamatan Bendo Kabupaten Magetam
e. No. HP : 083736816255
Madiun, 1 November 2021
(Cinthya Devy S.)
ii
SURAT PERNYATAAN ORISINALITAS
LKTI 2021
1. Nama Ketua : Cinthya Devy S.
2. Nama Anggota : 1) Nurita Ismaroyulifa
2) Nurul Handayani
3. Judul Karya Tulis : Konversi Sampah Anorganik Menjadi Energi
Listrik
Dengan ini menyatakan bahwa Karya Tulis dengan judul adalah karya dan belum
pernah diikutkan pada perlombaan manapun serta belum pernah dipublikasikari
di luar dari kegiatan “LKTI 2021 (Lomba Karya Tulis Ilmiah) 2021” Bilamana
dikemudian hari ditemukan ketiduksesuaian dengan pernyataan ini, maka kami
bersedia didiskualifikasi dari kornpetisi ini.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan sebenar-benarnya.
Madiun, 1 November 2021
(Cinthya Devy S.)
iii
Konversi Sampah Anorganik menjadi Energi Listrik
Cinthya Devy S., Nurita Ismaroyulifa, Nurul Handayani Politeknik Negeri
Madiun
Sumber energi listrik saat ini menjadi masalah utama. Selain itu, masalah
jumlah limbah terus meningkat, dua masalah ini dapat diselesaikan dengan satu
solusi untuk mengubah energi terbarukan yang membuat potensi di mana sampah
dikonversi menjadi pembangkit listrik dari limbah menjadi energi. Untuk
menentukan apakah limbah dapat menjadi solusi bagi krisis energi dengan
melakukan studi tentang potensi limbah atau sampah menjadi pembangkit listrik
bahan bakar.
Energi terbarukan merupakan sumber energi alam yang dapat langsung
dimanfaatkan dengan bebas. Selain itu, ketersediaan energi terbarukan ini tak
terbatas dan bisa dimanfaatkan secara terus menerus. Salah satunya adalah dengan
pemanfaatan sampah yang berpotensi dapat dikonversi menjadi energi listrik.
Mengidentifikasi dan mengukur potensi sampah yang bisa dimanfaatkan sebagai
bahan bakar pembangkit sebagai sumber energi listrik alternatif berbasis renewable
energy. Melihat peluang pemanfaatan sampah dari potensi yang tersedia selain
dimanfaatkan sebagai pembangkit. Potensi energi listrik yang mampu dibangkitkan
sebagai bahan baku Pembangkit Listrik Tenaga sampah (PLTSa).
Kata Kunci : sampah anorganik, energy listrik, konversi
iv
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL…………………………………………………………….i
LEMBAR PENGESAHAN LKTI 2021……………………………………….ii
SURAT PERNYATAAN ORISINALITAS LKTI 2021…………….………iii
ABSTRAK………………………………………………………………...……iv
DAFTAR ISI……………………………………………………………………v
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah............................................................................................2
1.3. Tujuan penelitian ..........................................................................................2
1.4. Manfaat Penelitian .........................................................................................2
BAB II ISI
2.1 Landasan teori ……………………………………………………………….3
2.1.1 Sampah…………………………………………………………………….3
2.1.2 Aluminium foil…………………………………………………………….3
2.1.3 Generator Listrik……………………………………………………….….4
2.1.4 Kompos………………………………………………………………….…4
2.1.5 Pembakaran………………………………………………………………...4
2.1.6 Energi Listrik………………………………………………………………4
2.1.7 Turbin……………………………………………………………………...5
2.1.8 Uap Air…………………………………………………………………….5
BAB III METODE PENELITIAN
3.1. Metode studi literatur......…………………………………………………….6
3.2 Pengumpulan Data ……………………………………..……………………6
3.3 Analisis Data ……………………...………………………………………….6
3.4 Desain Alat……………………………………………………..……………6
BAB IV PEMBAHASAN
3.1 Cara Memanfaatkan Sampah Menjadi Pembangkit Listrik………………….8
[Link]………………………………………………………………………8
3.3 Dampak………………………………………………………………………8
v
BAB V KESIMPULAN……………………………………………………..…10
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………….11
LAMPIRAN..………………………………………………………………….12
vi
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Menurut WHO sampah adalah sesuatu yang tidak digunakan ,tidak dipakai
,tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang yang berasal dari kegiata manusia
dan tidak terjadi dengan sendirinya (Chandra, 2006). Sampah rumah tangga
ialah sampah yang berasal dari kegiatan rumah tangga sehari hari dan terdiri
dari beberapa macam jenis sampah. Jumlahnya tergantung dari banyak atau
sedikitnya tingkat konsumsi dari masing masing rumah tangga tersebut dan
semuanya berkaitan dengan pola hidup dari masing masing keluarga
Seiring bertambahnya penduduk, timbunan sampah ini menyebabkan
banyak sekali dilema, mulai masalah kesehatan, pencemaran udara, air serta
tanah. pada sisi lain tak semua sampah yg dibuang akan mudah musnah butuh
waktu berbulan bulan dan bahkan terdapat yg berpuluh puluh tahun baru bisa
hancur. Akibatnya Jika volume sampah yg didapatkan masyarakat meningkat,
maka akan diperlukan lahan yang luas buat TPA. Sedangkan saat ini teknik
pengelolaan sampah tersebut masih dilakukan secara konvesional, yaitu
menggunakan metode penimbunan (Damanhuri & Padmi, 2004). Hal ini dapat
menimbulkan meningkatnya kebutuhan lahan TPA akibat proses reduksi
volume sampah tidak dapat dilakukan secara efektif. Sementara itu lahan
diperkotaan semakin hari semakin sempit. Oleh karena itu perlu dilakukan
pengolahan sampah yang tepat. Salah satunya dengan metode insinerasi atau
pembakaran.
Teknologi insinerasi merupakan teknologi yang mengkonversi materi
padat menjadi materi gas (gas buang), serta materi padatan yang sulit terbakar,
yaitu abu dan debu. Menurut Yuliani (2016) keuntungan insinerasi antara lain,
emisi gas buang metana rendah, menghasilkan energi listrik dan panas, residu
abu hampir seluruhnya bisa dihilangkan, meminimalisir kebutuhan lahan, dan
volume sampah berkurang 2 hingga 90%.
1
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka dapat dirumuskan
permasalahan sebagai berikut : “Bagaimana mekanisme proses pengolahan
sampah menjadi energi listrik?”
1.3 Tujuan yang ingin dicapai
Berdasarkan perumusan masalah diatas, tujuan dari studi ini adalah untuk
mengetahui mekanisme proses mengolah sampah menjadi energi listrik.
1.4 Manfaat
Berdasarkan tujuan diatas, manfaat dari studi ini adalah memberikan
informasi tentang potensi sampah untuk dimanfaatkan sebagai Pembangkit
Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).
2
BAB ll
ISI
2.1 Landasan teori
2.1.1 Sampah
Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah
berakhirnya suatu proses. Sampah didefinisikan oleh manusia menurut
derajat keterpakaiannya, dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada
konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan
selama proses alam tersebut berlangsung. Akan tetapi karena dalam
kehidupan manusia didefinisikan konsep lingkungan maka sampah dapat
dibagi menurut jenis-jenisnya.
Sampah dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
1. Sampah Padat (Anorganik)
Sampah anorganik adalah sampah yang terdiri atas bahan-bahan
anorganik. Contoh bahan-bahan anorganik adalah bahan logam, plastik,
kaca, karet, dan kaleng. Sifat sampah anorganik adalah tahan lama dan sukar
membusuk.
Sampah ini tidak mudah diuraikan oleh mikroorganisme tanah.
Apabila dibuang sembarangan, sampah anorganik dapat menimbulkan
pencemaran tanah.
2. Sampah Basah (Organik)
Sampah organik adalah sampah yang terdiri atas bahan-bahan
organik. Sifat sampah organik adalah tidak tahan lama dan cepat membusuk.
Biasanya sampah jenis ini berasal dari makhluk hidup. Contohnya adalah
sayur-sayuran, buah-buah yang membusuk, sisa nasi, daun, dan sebagainya.
2.1.2 Aluminium foil
Kertas aluminium (bahasa Inggris: aluminium foil, aluminum foil)
adalah kertas logam tipis berbahan aluminium dengan ketebalan kurang
3
dari 0,2 mm (0,0079 in); batas ketebalan di bawah 6 μm juga sering
dipakai.[1] Kertas aluminium sering kali dikelirukan sebagai kertas
timah.
2.1.3 Generator Listrik
Generator listrik adalah mesin yang digunakan untuk menghasilkan
energi listrik dari sumber energi mekanik. Prinsip kerja dari generator
listrik adalah induksi elektromagnetik.
2.1.4 Kompos
Kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari
campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh
populasi berbagai macam mikrob dalam kondisi lingkungan yang hangat,
lembap, dan aerobik atau anaerobik.
2.1.5 Pembakaran
Pembakaran adalah suatu runutan reaksi kimia antara suatu bahan
bakar dan suatu oksidan, disertai dengan produksi panas yang kadang
disertai cahaya dalam bentuk pendar atau api.
2.1.6 Energi Listrik
Energi listrik atau tenaga listrik adalah salah satu jenis energi utama
yang dibutuhkan bagi peralatan listrik atau energi yang tersimpan dalam
arus listrik dengan satuan ampere (A) dan tegangan listrik dengan satuan
volt (V) dengan ketentuan kebutuhan konsumsi daya listrik dengan
satuan Watt (W) untuk menggerakkan motor, lampu penerangan,
memanaskan, mendinginkan atau menggerakkan kembali suatu peralatan
mekanik untuk menghasilkan bentuk energi yang lain. Energi listrik
menjalankan peralatan rumah tangga, peralatan perkantoran, mesin
industri, kereta api listrik, lampu umum, alat pemanasan, memasak, dan
lain-lain.
4
2.1.7 Turbin
Turbin adalah sebuah mesin berputar yang mengambil energi dari
aliran fluida. Turbin sederhana memiliki satu bagian yang bergerak,
"asembli rotor-blade". Fluida yang bergerak menjadikan baling-baling
berputar dan menghasilkan energi untuk menggerakkan rotor. Contoh
turbin awal adalah kincir angin dan roda air.
2.1.8 Uap Air
Uap air adalah air yang dalam bentuk gas yang terjadi akibat proses
pemanasan air menjadi uap air. Air yang terdapat di darat dan lautan akan
menguap karena terkena panas matahari lalu menjadi awan atau kabut di
langit. Air yang terkandung di awan akan turun kembali ke darat dan laut
menjadi hujan.
5
BAB III
METODE PENELITIAN
Metode Studi Metode yang digunakan dalam pengumpulan dan penganalisan
data adalah sebagai berikut :
3.1. Metode studi literatur
Metode ini dilakukan dengancara penelusuran melalui internet, buku-
buku literatur, dan jurnal-jurnal yang terkait tema renewable energy.
3.2 Pengumpulan Data
Data yang diperlukan adalah data primer merupakan sumber data yang
diperoleh secara langsung dari sumber asli atau pihak pertama dan data
sekunder diperoleh dari data yang sudah ada.
3.3 Analisis Data
Seluruh data atau informasi yang telah terkumpul kemudian diolah atau
dianalisis untuk mendapatkan hasil akhir mengenai proses pengolahan sampah
dengan metode insinerasi kemudian menyimpulkan untuk melakukan tindakan
pengolahan lebih lanjut apabila hasil evaluasi diambang batas kelayakan
3.4 Desain Alat
Pada tahap ini dilakukan desain perancangan model alat Pembangkit
Listrik Mini Tenaga Sampah yaitu tungku berisi sampah untuk memanaskan
boiler yang berisi air. Uap yang dihasilkan akan memutar turbin dan turbin
memutar generator. Hasil penguapan dialirkan melalui selang dan dialirkan
kembali masuk ke dalam boiler.
6
BAB IV
PEMBAHASAN
Di negara negara maju seperti Denmark, Swiss, Amerika dan Prancis.
Mereka telah memaksimalkan proses pengolahan sampah. Tidak hanya mengatasi
bau busuk saja tapi sudah mengubah sampah – sampah ini menjadi energi listrik.
Khusus di Denmark 54 persen sampah diubah menjadi energi listrik.
Teknologi pengolahan sampah ini untuk menjadi energi listrik pada
prinsipnya sangat sederhana sekali yaitu:
1. Sampah dibakar sehingga menghasilkan panas (proses konversi thermal)
2. Panas dari hasil pembakaran dimanfaatkan untuk mengubah air menjadi uap
dengan bantuan boiler
3. Uap bertekanan tinggi digunakan untuk memutar bilah turbin
4. Turbin dihubungkan ke generator dengan bantuan poros
5. Generator menghasilkan listrik dan listrik dialirkan ke rumah – rumah atau ke
pabrik.
Pembangkit listrik tenaga sampah yang banyak digunakan saat ini
menggunakan proses insenerasi. Sampah dibongkar dari truk pengangkut sampah
dan diumpankan ke inserator. Di dalam inserator sampah dibakar. Panas yang
dihasilkan dari hasil pembakaran digunakan untuk mengubah air menjadi uap
bertekanan tinggi. Uap dari boiler langsung ke turbin. Sisa pembakaran seperti
debu diproses lebih lanjut agar tidak mencemari lingkungan (truk mengangkut
sisa proses pembakaran).
Teknologi pengolahan sampah ini memang lebih menguntungkan dari
pembangkit listrik lainnya. Sebagai ilustrasi: 100.000 ton sampah sebanding
dengan 10.000 ton batu bara. Selain mengatasi masalah polusi bisa juga untuk
menghasilkan energi berbahan bahan bakar gratis juga bisa menghemat devisa.
7
3.1 Cara Memanfaatkan Sampah Menjadi Pembangkit Listrik
a. Sampah – sampah akan diturunkan kadar airnya dengan cara ditiriskan di
dalambunker (ruangan hampa udara) selama 5 hari.
b. Setelah kadar air tersisa 45%, sampah akan dimasukan ke dalam tungku
pembakaran, kemudian dibakar pada suhu 8500C- 9000C, pembakaran yang
menghasilkan panas ini akan memanaskan boiler dan mengubah air di dalam
boiler menjadi uap.
c. Uap yang tercipta akan disalurkan ke turbin uap sehingga turbin akan
[Link] turbin dihubungkan dengan generator maka ketika turbin
berputar generator juga akan berputar.
d. Generator yang berputar akan mengahsilkan tenaga listrik yang akan
disalurkan ke jaringan listrik milik PLN. Uap yang melewati turbin akan
kehilangan panas dan disalurkan ke boiler lagi untuk dipanaskan, demikian
seterusnya.
[Link]
Kendala dalam pembuatan atau pendirian Pembangkit Listrik Tenaga
Sampah ini adalah adanya protes dari masyarakat sekitar terhadap PLTSa,
contohnya PLTSa di Gedebage mendapatkan banyak protes dari warga
terutama penghuni Perumahan Griya Cempaka Arum Gedebage yang letaknya
tak jauh dari lokasi PLTSa. 100% warga GCA menolak PLTSa. Penolakan
mereka didukung para ahli lingkungan, termasuk Walhi Jabar karena polusi
yang diakibatkan oleh PLTSa tersebut.
3.3. Dampak
A. Dampak Positif
a. Dengan adanya PLTSa ini, sampah – sampah yang menumpuk di mana
– mana dapat berkurang.
b. Sampah dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi alternatif.
c. Sebagai pencegahan bencana banjir yang disebabkan oleh sampah.
d. Sebagai penghematan energi yang tidak dapat diperbarui.
e. Menambah lapangan pekerjaan.
f. Pengembangan teknologi di Indonesia.
8
B. Dampak Negatif
a. Pencemaran suara akibat bisingnya aktivitas PLTSa dalam memproses
sampah untuk dijadikan energi listrik.
b. Polusi udara akibat asap tebal maupun bau yang tidak sedap akibat
pembakaran sampah yang akan dijadikan energi listrik.
c. Adanya zat berbahaya (zat dioksin) yang apabila meledak dapat
menghancurkan suatu kota yang kemudian mengakibatkan kota
tersebut menjadi kota mati.
9
BAB V
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan maka dapat disimpulkan:
1. Pengolahan sampah plastik dari aluminium foil menjadi sumber energi listrik
merupakan salah satu upaya penghematan energi juga mengurangi polusi yang
disebabkan oleh sampah.
2. Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya
suatu proses
3. Terdapat 2 jenis sampah yaitu sampah organik dan anorganik
4. Pembangkit listrik tenaga sampah yang banyak digunakan saat ini
menggunakan proses insenerasi.
10
DAFTAR PUSTAKA
[Link] diakses pada 1 November 2021
6137-Full_Text%20(1).pdf diakses pada 1 November 2021
[Link]
68 diakses pada 1 November 2021
[Link]
energi-listrik/ diakses pada 31 Oktober 2021
[Link]
[Link] diakses pada 31 Oktober 2021
[Link] diakses pada 1 November 2021
[Link] diakses
pada 1 November 2021
[Link] diakses pada 1 November
2021
[Link] diakses pada 1 November 2021
[Link] diakses pada 1 November 2021
[Link] diakses pada 1 November 2021
[Link] diakses pada 1 November 2021
[Link]
[Link]?m=1 diakses pada 1 November 2021
11
LAMPIRAN
Biodata Peserta :
1. Nama Lengkap : Cinthya Devy S.
Tempat Tanggal Lahir : Malang, 12 September 2002
NPM : 213307036
Program studi : Teknologi Informasi
Judul Karya yang pernah dibuat :-
Penghargaan Ilmiah yang pernah diraih : -
2. Nama Lengkap : Nurita Ismaroyulifa
Tempat Tanggal Lahir : Magetan, 11 Januari 2003
NPM : 214308089
Program studi : D4 Perkeretaapian
Judul Karya yang pernah dibuat :-
Penghargaan Ilmiah yang pernah diraih : -
3. Nama Lengkap : Nurul Handayani
Tempat Tanggal Lahir : Kota Madiun, 16 Juni 2002
NPM : 214308019
Program studi : D4 Perkeretaapian
Judul Karya yang pernah dibuat :-
Penghargaan Ilmiah yang pernah diraih : -
12