0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
128 tayangan11 halaman

Perbedaan Rundown dan Breakdown Produksi

Dokumen tersebut membahas perencanaan produksi program televisi, termasuk faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan, langkah-langkah perencanaan seperti breakdown treatment, rencana kerja produksi, dan production meeting untuk membahas rencana tersebut bersama seluruh kru produksi. Dokumen juga membahas tentang kerabat kerja atau kru produksi yang terlibat dalam proses produksi program televisi.

Diunggah oleh

M. Akhdan Pratama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
128 tayangan11 halaman

Perbedaan Rundown dan Breakdown Produksi

Dokumen tersebut membahas perencanaan produksi program televisi, termasuk faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan, langkah-langkah perencanaan seperti breakdown treatment, rencana kerja produksi, dan production meeting untuk membahas rencana tersebut bersama seluruh kru produksi. Dokumen juga membahas tentang kerabat kerja atau kru produksi yang terlibat dalam proses produksi program televisi.

Diunggah oleh

M. Akhdan Pratama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MK: Produksi Program Televisi

Pertemuan ke 6-7

PERENCANAAN PRODUKSI

Sebagai seorang pencipta program dalam sebuah produksi program Televisi, sebelum melakukan produksi harus melakukan
perencanaan yang baik dan segera dikonfirmasikan kepada seluruh kru/kerabat kerjanya. Dalam produksi program yang
sifatnya agak komplek, harus mempertimbangkan berbagai faktor yang akan berpengaruh terhadap keberhasilan produksinya,
factor-faktor tersebut antara lain:

a. Masalah perencanaan kerja produksi


b. Lokasi yang akan digunakan
c. Waktu yang tersedia
d. Anggaran yang diperlukan dan tersedia
e. Kondisi anggota kerabat kerja produksi.

Seluruh anggota kerabat kerja harus diberikan informasi secukupnya, berkenaan dengan rancana kerja yang telah disusun oleh
program director, menyatukan pendapat dalam menjalankan tugas nantinya dilapangan, sehingga kerja secara kolektif dapat
terwujud dengan baik.

1) Langkah awal/ Breakdown Treatment


Program Director (PD) menerima naskah dari produser pada saat pertemuan pertama dengan tim inti, PD melakukan analisa
naskah ke media audio visual. Hal ini dilakukan untuk mengumpulkan informasi yang terdapat pada naskah, sepertii ; Format
acara, isi pesan, karakter pengisi acara, dan karakter lokasi dan suasana.
Hasil analisis yang secara umum ini, akan dikembangkan kea rah analisa secara khusus, misalnya:
a. Melakukan breakdown script, akan dapat mengelompokkan unsur-unsur yang ada dalam script, seperti yang diuraikan
diatas. Disamping itu juga dapat memperhitungkan kebutuhan properties, mana yang harus di sewa atau di beli, kebutuhan
untuk karakter make up dan sebagainya.
b. Dapat memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk produksi.
c. Dapat memperhitungkan anggaran yang dibutuhkan.
d. Dapat melakukan pendekatan produksi (production approach),
Production Approach meliputi:
 Informal situation, yaitu pengarapannya diarahkan ke yang bersifat alami (natural), seperti acara feature, vox pop
dsb.
 Formal situation, yaitu membuat gaya tiruan, seperti acara wawancara di studio, pidato kenegaraan dsb.
 Display presentation, program yang tidak bersifat realistic, seperti decoration effect pada acara music atau video
clip dsb.
 Simulated presentation. Yaitu menciptakan suasana sebenarnya ke dalam studio.
 Actuality, yang diutamakan masalah aktualitasnya.
Untuk mencapai keberhasilan tugas dalam memproduksi program televisi ini, maka PD akan selalu menjalin kerjasama
dengan anggota kerabat kerja, khususnya dengan para anggota inti. Sebelum PD berkonsultasi dengan artis pendukung
/perform, ia harus meyakini dan harus menguasai betul informasi yang ada di naskah dan apa yang diberikan oleh produser.
Untuk itu PD harus konsultasi dengan technical director dalam hubungannya dengan peralatan dan anggota kerabat kerja,
dan konsultasi dengan Art Designer untuk membicarakan masalah tata artistic, seperti tata dekor, property, tata rias,tata grafik
dan sebagainya. Disamping itu PD juga harus memikirkan lokasi, jika produksi akan dilakukan di luar studio.
Apabila dipandang untuk sementara tidak ada masalah, baru PD menghubungi pengisi acara atau artis pendukung, dengan
maksud untuk melakukan koordinasi dan membicarakan masalah kerjanya. Dengan bahan-bahan yang telah dikumpulkan
baik dengan kerabat kerja maupun artis pendukung, PD akan menyusun rencana kerja produksi yang akan dugunakan sebagai
pedoman bagi pelaksanaan produksi nanti.

2) Rencana kerja produksi

Pengampu : Maisaratun Najmi & Choiru Pradhono


MK: Produksi Program Televisi
Pertemuan ke 6-7

Mengingat bahwa karakter produksi ada tiga kemungkinan, maka rencana kerja produksi harus disesuaikan dengan karakter
[Link] ini adalah contoh penyusunan rencana kerja produksi sesuai dengan karakter produksinya.
Contoh 1. Produksi di dalam studio
Tahap kerja meliputi:
1. Planning meeting
2. Pengkajian naskah
3. Konsultasi dengan TD dan Art Designer
4. Konsultasi dengan artis pendukung
5. Penyusunan breakdown treatment
6. Latihan dan penyusunan rehearsal script
7. Production meeting
8. Camera rehearsal
9. General rehearsal
10. Rekaman audio visual/disiarkan secara langsung
11. Post production (jika hanya rekaman audio visual)
12. Penyiaran.

Dari urutan tahap kerja diatas ytang harus dilakukan PD dalam rencana produksi acara di studio kemudian disusun dalam
metric atau jadwal kerja, dengan memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan.

Contoh II: Produksi di luar studio


Tahap kerja di luar studio meliputi:
1. Planning meeting
2. Pengkajian naskah
3. Hunting lokasi
4. Konsultasi dengan artis pendukung
5. Konsultasi dengan TD dan Art Designer
6. Production meeting
7. Latihan-latihan
8. Penyusunan shooting script (jika bloking system)
9. Rekaman audio visual/siaran langsung
10. Post production (jika hanya rekaman audio visual).
Dari contoh diatas maka terlihat bahwa ada perbedaan tahap yang harus dilakukan disaat akan produksi di luar studio. Hal ini
terjadi bukan hanya karena system produksinya berbeda, tetapi banyaknya kamera yang digunakan juga menentukan.
Demikian juga jika siaran secara langsung, harus memasang peralatan khusus, yang bias menghubungkan dengan stasiun
pemancar terdekat atau menggunakan OBVan dll.
Contoh III. Produksi Gabungan

Tahap kerja meliputi:

1. Diskusi antara Producer, Program Director, dan Artis


2. Persiapan naskah
3. Latihan-latihan
4. Rekaman di luar studio
5. Editing
6. Latihan-latihan dan penyusunan shotting script
7. Rekaman di dalam studio
8. Post production.
3) Production Meeting

Pengampu : Maisaratun Najmi & Choiru Pradhono


MK: Produksi Program Televisi
Pertemuan ke 6-7

Atas dasar rencana kerja yang telah disusun, Program director bersama kerabat kerja menyelenggarakan production meeting.
Disini PD akan memberikan penjelasan seluruh rencana, agar hasil karyanya dapat mendekati rencana yang telah disusun
produser. Penjelasan yang diberikan tentunya yang berkaitan dengan karakter produksinya, secara umum meliputi:
a. Pesan yang disampaikan
b. Format produksi
c. Banyaknya artis pendukung
d. Karakter produksinya
e. Lokasi yang akan digunakan
f. Karakter tata cahaya
g. Tata dekorasi
h. System tata suara
i. Kemunkinan trik-trik yang akan digunakan
j. Durasinya
k. Rencana kerjanya.

Untuk melakukan produksi di dalam studio masalah floorplan yang direncanakan oleh Art Director, dapan menjadi bahan
diskusi yang menarik, sebab foorplan erat sekali dengan kepentingan kerja teknis. Apabia foorplan telah disepakati bersama
sesuai dengan semua kepentingan secara teknis, maka foorplan segera digandakan dan dibagikan kepada seluruh satuan kerja
yang ada. Berdasarkan foorplan ini penata kamera, penata suara, dan penata cahaya merencanakan lampu serta jenis peralatan
yang akan digunakan.

Selesainya production meeting, semua satuan kerja produksi akan melakukan persiapan-persiapan sesuai dengan tugas dan
tanggungjawabnya, PD bersama Producer akan melangkah ke tugas lainnya, merencanakan pengarahan para artis atau pengisi
acara, serta melakukan kegiatan latihan sesuai dengan perencanaan produksinya.

Pengampu : Maisaratun Najmi & Choiru Pradhono


MK: Produksi Program Televisi
Pertemuan ke 6-7

KERABAT KERJA
Kerabat kerja atau kru produksi adalah induvidu yang terlibat dalam proses produksi program televisi mulai dari pra-
produksi, produksi dan pasca produksi. Dalam penempatan kerabat kerja sebuah produksi harus memiliki keahlian dan
menguasai teknik dan alat-alat produksi pada bidang tertentu, dan dapat bekerja sama dengan induvidu lainnya. Tujuannya
selain untuk menguasai peralata produksi juga untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja dimana program televisi tersebut
diproduksi. Penting beradaptasi karena setiap jenis dan program televise memiliki karakter atau budaya kerja yang berbeda
dengan yang lainnya. Memiliki perbedaan dan manajerial dan teknik. Menurut Naratama, bagi pekerja industri televisi, untuk
menempatkan dirinya pada posisi yang berbeda dengan pekerjaan televise yang lainnya, ia harus memiliki kreatifitas, yaitu
induvidu yang memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi televisi mampu menciptakan karya program yang memiliki
passion, talent, dan komitmen untuk menempatkan logika, estetika, etika dan yang terpenting menempatkan karya agar
bermanfaat untuk semua orang.
Menurut depari, kru yang dapat bersaing di era milenial ini adalah kru yang memiliki tiga syarat, yaitu distinctiveness,
relevant dan consistency. Ketiga syarat ini harus sinergi satu sama lain. Distinctiveness artinya produk acara televisi yang
dihasilkan berbeda dengan program yang lain di stasiun televisi yang lainnya dan yang mudah dikenal. Relevant artinya,
karya yang dihasilkan relevan dengan zamannya, siaran yang dihasilkan akan selalu up date di masyarakat. Consistency
adalah karya-karya yang dihasilkan selalu konsisten dengan kwalitas dan bermanfaat.
Program non drama secara umum diproduksi di studio (indoor) dengan system produksi multicamera dengan jumlah kerabat
kerja yang banyak, membutuhkan penguasaan teknologi produksi studio, dan manajemen produksi.

KERABAT KERJA NONDRAMA

Produksi nondrama yang diproduksi di studio (indoor) dan luar studio (outdoor) atau gabungan studio dan luar
studio. Lokasi syuting ini berpengaruh pada keahlian (profesi) dan jumlah kru yang bertugas. Perbedaan ini tidak hanya
dipengaruhi oleh lokasi, produksinya (indoor & outdoor) juga dapat berpengaruh pada tingkat kerumitan, durasi, konten,
system produksi, mekanisme kerja, dan teknik rekaman.
Keahlian teknik, jumlah kerabat kerja, peralatan (equitment) produksi berbeda, indoor dan outdoor. Maka
kerabat kerja yang bertugas untuk teknis pun dibagi dua bagian, yaitu kru studio dan kru luar studio. Akan tetapi secara
umum kerabat kerja bertugas untuk produksi siaran nondrama baik yang di studio maupun luar studio, terbagi dalam
tiga kelompok, staf produksi, kru produksi dan kru pasca-produksi.

A. STAF PRODUKSI

Staf Produksi (SP) adalah kru produksi program siaran televisi yang biasa terlibat dari tahap pra-produksi,
produksi dan pasca-produksi. SP adalah orang-orang yang mengutamakan kemampuan konsep (conceptual skill).
Mereka bekerja mulai dari pencarian ide melalui pengumpulan informasi, fakta dan opini yang diolah secara kreatif
untuk mendesain program siaran televise yang memiliki unsur seni, artistik yang bermakna dan bermanfaat. Selain
mendesain dan merancang produksi program siaran, SP aktif melakukan koordinasi dengan pihak pendukung
(supporting) yang terkait dengan produksi program siaran. Staf produksi terdiri dari:

1. Eksekutif Produser
Eksekutif Produser (EP) atau produser pelaksana adalah orang yang bertanggung jawab atas segala yang
berhubungan dengan kreativitas, kesediaan program, dana, sampai pada sukses tidaknya sebuah acara televisi.
Bertugas memimpin tim produksi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam aspek kreatif maupun
manajerial.
EP bertanggungjawab pada beberapa program siaran. Mencari dan membangun kerja setiap program.
Memikirkan setting, mencari keunikan program, dan mendapatkan [Link] dalam proses produksi melakukan
koordinasi dengan produser, program diregtor, asisten produser, asisten administrasi, production drvrlopment,
asisten produksi dan kreatif.

2. Produser

Pengampu : Maisaratun Najmi & Choiru Pradhono


MK: Produksi Program Televisi
Pertemuan ke 6-7

Produser adalah orang yang bertugas mengkoordinasikan seluruh kegiatan proses produksi. Mulai dari
pra-produksi, produksi dan pasca-produksi. Oleh sebab itu seorang produser harus mengerti banyak hal, tentang
kamera, tata cahaya, tata suara, teknik editing, bloking dan sebagainya. Seorang produser sebaiknya (1) memiliki
kemampuan leadership yang baik;(2) memiliki ide yang baik dan banyak; (3) memiliki inisiatif dalam segala hal;
(4) memikili idealism dalam berkarya; (5) mampu menarasikan imajinasinya dengan jelas; (6) memiliki intelektual
yang baik;(7) memiliki ekspektasi tinggi dan selera yang baik. Kinerja seorang produser adalah kunci keberhasilan
program siaran.

3. Asisten Produser
Asisten Produser (Aspro) atau disebut juga dengan pendamping produser, bekerja langsung di bawah
arahan produser yang mengawasi langsung bidang anggaran dan pengawasan produksi sehari-hari. Terutama
kebutuhan akan fasilitas produksi dan kebutuhan akan kru produksi. Aspro juga memiliki tanggung jawab bersama
asisten produksi (production assistant) atau PA. Bertugas mempersiapkan, mencari, mencatat, mengumpulkan,
mengoordinasi semua fasilitas produksi, studio, desain, grafik, backdrop, stage, wardrobe, make up, camera,
audio, dan lighting.

4. Product Development
Product Development (PRODE) adalah orang yang merancang dan mengembangkan strategis program
siaran berbasis riset, data dan analisis agar memiliki keunikan dan menarik minat masyarakat menyaksikan
program yang akan dan sedang disiarkan. Tugas utama PRODE adalah menganalisis konsep program secara
keseluruhan, menganalisa selera konsumen, mengamati dan mengembangkan dengan program stasiun televisi
lainnya.
Salah satu metode analisis yang digunakan SWOT, yaitu metode perencanaan strategi yang digunakan
untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman program siaran yang akan dan sedang diproduksi.
PRODE selalu berkoordinasi dengan Eksekutif Produser (EP) dalam merangcang dan menganalisis program
siaran.

5. Program Director

Program Dorector (PD) atau disebut juga dengan Produser Director, Director dan Pengarah Acara.
Perbedaan istilah ini karena stasiun televise memberikan porsi ruang lingkup kerja yang luas. Menjadi creator,
produser sekaligus director, dan juga switcher operator dan switcher video operator (SVO).
PD adalah orang yang bertanggung jawab secara teknis dan konseptual atas seluruh persiapan, pelaksanaan
program yang diproduksi. Secara konseptual, terlibat dalam proses kreatif, bersama EP, Produser dan kreatif.
Kehadiran PD pada proses kreatif untuk mengetahui atau memahami tujuan program dan memberikan pandangan
atau pendapat tentang pelaksanaan teknis dari ide yang dibicarakan.
Seorang PD harus memiliki pengetahuan tentang, kamera, lighting, audio, performace, dan acting. PD jyga
harus memiliki sense of art yang baik dan standar kerja yang tinggi.
Ada perbedaan cara kerja PD saat berlangsungnya produksi multi camera live on tape ada yang merangkap
sebagai switcherman, dan juag melakukan call shot kamera, da nada yang hanya berfungsu sebagai call shot. Pada
saat pelaksanaan produksi multi camera-live on tape, PD harus dapat mengambil keputusan cepat dan tepat. Jika
siaran langsung (Live) dituntut untuk bekerja dengan sigap dan tidak melakukan kesalahan sama sekali. Setiap
keputusaan dan perintah yang disampaikan harus jelas dan tepat kepada seluruh kerabat kerja.

6. Asisten Produksi
Asisten Produksi/Production Assistant (PA) adalah orang yang membantu Program Director (PD) dalam
pelaksanaan produksi. Berfungsi sebagai sekretaris atau juru bicara PD. Apa yang diperintahkan PD maka hal
ini yang akan disampaikan oleh PA kepada seluruh tim kerja. PA pada tahap pra-produksi aktif melakukan
koordinasi dengan PD dan pihak yang bertanggungjawab atas pekerjaan itu. Pada pelaksanaan produksi, PA

Pengampu : Maisaratun Najmi & Choiru Pradhono


MK: Produksi Program Televisi
Pertemuan ke 6-7

mendampingi PD dalam Perekaman gambar atau live. Pada tahap pasca-produksi, PA bersama PD mendampingi
editor, menyiapkan materi yang akan diedit, menghimpun dan menghubungkan bagian-bagian terpisah materi
rekaman di lapangan menjadi satu kesatuan program hingga siap ditayangkan.

7. Kreatif

Kreatif adalah orang yang bertugas mencari ide, mengumpulkan fakta dan data, menuangkan ide dalam
bentuk konsep, naskah, rundown dan mendampingi pengisi acara saat pelaksanaan produksi. Kreatif sama
dengan penulis naskah pada program drama, bertugas menuangkan pikiran dan perasaanya dalam bentuk tulisan.

Saat shooting di lapangan, kreatif dapat menjadi intervewer, mendampingi performer atau pengisi acara.
Mengawasi materi yang disampaikan host atau MC. Jika system produksi televisi adlib,naskah tidak ditulis secara
lengkap, kreatif yang membuat pointer-pointer susunan program dari awal hingga akhir, atau membuat list materi
program. Kreatif berperan penting dalam menyusun materi yang akan disampaikan host selama program siaran
berlangsung.

Pada system produksi bloking, kreatif menuliskan naskah lengkap. Mengikuti urutan rundown program.
Dengan berkembangnya teknologi audio visual, program televise tidak menggunakan lembaran kertas naskah
shoting lagi, tetapi menggunakan media LID yang ditempatkan di depan host.

8. Asisiten Administrasi
Asisten Administrasi (AA) adalah orang yang mempersiapkan seluruh administrasi keuangan produksi.
AA sama dengan bendahara. Menyusun mengatur penggunaan anggaran dan mencatat pengeluaran keuangan
produksi. Penggunaan keuangan produksi bukan atas inisiatif AA tetapi semuanya atas perintah dan persetujuan
EP atau Produser.
Saat pelaksanaan produksi AA dibantu oleh unit manager. Tugasnya mempersiapkan segala kebutuhan
kerabat kerja dan pengisi acara. Diantaranya, transportasi, akomodasi, kebutuhan peralatan produksi dan
konsumsi.

B. KRU PRODUKSI

Kru produksi (KP) adalah orang yang bertugas membantu staf produksi mewujudkan konsep produksi program siaran
televisi yang masih dalam bentuk tulisan atau liasan menjadi audio visual yang siap disiarkan. KP umumnya memiliki
keterampilan teknis yang berhubungan dengan banyak peralatan dan teknologi produksi. Biasanya mendapat pendidikan
khusus atau pelatihan sebelum pengoperasian alat. Kru produksi terdiri dari:

1. Cameraman
Cameraman atau penata kamera adalah orang yang bertannggungjawab atas pengambilan gambar. Ada beberapa
istilah yang melekat pada kata cameraman atau penata kamera diantaranya : (1) operator camera; petugas yang
menangani kamera saat melakukan produksi program siaran televise dengan multi camera. (2) camera person
adalah seseorang yang memegang kamera dan melakukan perekaman gambar untuk program berita dan
bertanggung jawab dengan objek gambar yang direkam.

2. Audioman
Audioman disebut juga penata suara yaitu orang yang mengoperasikan peralatan audio di studio dan luar
studio. Tugasnya bertanggungjawab terhadap seluruh operasional peralatan audio saat pelaksanaan produksi acara
televisi. Pada saat persiapan produksi/set up, penata suara menempatkan dan menginstalasi system audio.
Bertanggungjawab pada seluruh suara, musik, bunyi atau efek audio. Pada saat produksi berlangsung, menata
suara bertugas memonitor keseimbangan, keserasian dan harmonisasi level audio, serta memberikan isyarat baik
atau tidaknya audio kepada kerabat kerja produksi lainnya, khususnya pada PD.

Pengampu : Maisaratun Najmi & Choiru Pradhono


MK: Produksi Program Televisi
Pertemuan ke 6-7

3. Lightingman
Lightingman atau penata cahaya adalah orang yang mendesain atau menentukan pencahayaan produksi
acara televise di dalam studio maupun luar studio. Tidah hanya utku sekedar memberikan cahaya yang cukup
saja, akan tetapi juga harus bias merekayasa media televise datar atau flat menjdai suasana pencahayaan yang
bermakna; misalnya suasana sedih, seram, sacral, gembira dll.
Ligtingman harus mengetahui sumber-sumber cahaya, dengan kualitas dan ukuran cahaya yang dihasilkan,
serta mengetahui jenis-jenis lampu dan fungsinya.

4. Camera control operator


Camera Control Operator (CCO) disebut juga dengan camera control unit (CCU) yaitu orang bertanggungjawab
dalam mengontrol iris (diagrafma), detail, color, dan white balance kamera pada pelaksanaan produksi
multicamera.

5. Installer
Installer adalah petuhas yang bertanggungjawab menyediakan peralatan, produksi acara televisi di studio,
antaranya; kamera, lighting, dan audio. Kemudian melakukan instalasi dan mengecek fungsi-fungsi peralatan
tersebut. Iinstaller ini merupakan bagian baru dalam produksi acara televisi, yang bisanya penyediaan peralatan
dan instalasi kebutuhan produksi adalah tanggung jawab dari masing-masing user peralatan tersebut.

6. Technical Director
Technical Director (TD) atau pengarah teknik adalah orang yang bertanggungjawab mempersiapkan,
mengawasi, dan mengatur fasilitas teknis yang dipergunakan dalam produksi televisi. Melakukan instalasi
menggunakan switcher (vion mixer), kamera, audio, CCU, dan juga jaringan untuk siaran langsung. TD
membawahi satu tim kerja yang terdiri dari cameraman, audioman, dan lightingman. TD mempersiapkan
kebutuhan teknik sesuai master plan yang disepakati dengan produser dan Program Director.
Jika produksi system remote production atau luar studio dengan menggunakan OB Van atau studio mini
(play way), TD bertangungjawab atas penggunaan fasilitas dan jaringan OB Van serta bertanggung jawab
membangun studio mini, beserta jaringan system kerjanya.

7. Video Record Operator


Video Record Operator (VRO) adalah orang yang bertanggung jawab merekam gambar menggunakan VTR
(Video Tape Recorder) dalam proses produksi program televisi.

8. Visual Research Inc Operator


Visual Researtch Inc Operator (VRI Operator) adalah orang yang membuat atau menampilkan tulisan,
gambar, animasi, atau aksesoris tambahan, seperti nama presenter, host,tema acara, memunculkan logo stasiun
televisi dll yang berhubungan dengan kredit title dlm program. Pada masa lalu VRI adalah perangkat teknologi
character generator (CG), petugas operatornya disebut CG man. Dengan perkembangan teknologi, penggunaan
CG berganti dengan teknologi inscriber dan petugas operatornya masih disebut dengan CG-man. Kemudian
teknologi inscribe berganti dengan teknologi visual research in (VRI), maka sebagian stasiun televise
menyebutnya sebagai VRI Operator.

9. Switcher Video Operator


Switcher Video Operator (SVO) atau sering disebut dengan switcherman bertanggungjawab dalam memilih
dan menampilkan gambar di layar televisi pada produksi program system multi camera. Pergantian gambar
biasanya dilakukan atas dasar perintah dari PD atau sesuai dengan rundown atau script yang telah dibuat.

Pengampu : Maisaratun Najmi & Choiru Pradhono


MK: Produksi Program Televisi
Pertemuan ke 6-7

Beberapa stasiun televisi tidak menggunakan SVO dalam produksi, karena langsung dilakukan oleh DP,
bahkan beberapa produksi program satu orang dapat merangkap kerja sebagai Produser, PD dan SVO yang disebut
dengan Produser Director (PD)

10. Penata Rias


Penata Rias (Make up)adalah orang yang melakukan kegiatan mengubah dan mengatur penampilan
khususnya wajah dengan kosmetik. Penata rias akan menrias atau make up pengisi acara sesuai dengan konsep
program yang akan diproduksi. Jiak akonsep program membutuhkan rias karakter, maka penata rias akan meng-
make over-nya.

11. Penata Busana


Penata busana (wardrobe) adalah orang yang menyiapkan busana atau kostum untuk pengisi acara. Kadang
penata busana merangkap costum desaigner yang mendesain berbagai kostum karakter sesuai dengan tuntutan
program televisi.

12. Unit Officer


Unit Officer (UO) atau bagian umum adalah petugas yang mengurusi kebutuhan atau mengfasilitasi kebutuhan
kerabat kerja dan melayani kebutuhan fasilitas pengisi acara. Tanggungjawab utamanya, mengurus hal-hal yang
berkaitan dengan transportasi, akomodasi,perizinan, keamanan,pemilihan lokasi, distribusu, jadwal produksi dan
segala hal administrasi produksi.

13. Liaison Officer


Liaisan Officer (LO) orang yang bertugas di lapangan menangani atau mendampingi pengisi acara saat proses
produksi dan menjadi penghubung tim produksi dengan pengisi acara. LO akan banyak berkoordinasi dengan floor
director (FD). Selain itu LO juga mengurusi para partisipan (penonton studio) yang biasa hadir sebagai bagian
dari unsur produksi program, music, variety show, kuis dan talk show.

14. Penata Artistik


Penata Artistik atau Art Designer atau Art Director adalah seorang yang bertugas menata, mendesain lokasi
pengambilan gambar baik di studio maupun di luar studio sesuai dengan karakteristik program yang akan
diproduksi. Ketika produksi yang dilakukan outdoor, penata artistic bertanggungjawab dengan layout lokasi,
desain panggung (stage), ruang artis, ruang make up FOH (Front Office House),toilet, dan lavel kamera.

15. Property
Property atau set property adalah orang yang bertugasn membantu tugas-tugas penata artistic, menyiapkan
property yang dibutuhkan saat produksi program siaran televisi. Property bekerja atas arahan penata artistic.
Penyiapkan, menata, mengatur property baik untuk kebutuhan setting maupun kebutuhan pengisi acara.

16. Special Effect


Special Effect adalah orang yang bertugas menyiapkan kebutuhan produksi yang tidak bisa diperbarui atau
digunakan hanya sekali saja. Misalnya menyiapkan dan sekaligus mengoperasikan smoke maching, untuk
mengeluarkan efek asap untuk memperindah efek cahaya dari efek lighting di studio. Dll

17. Floor Director


Floor Director (FD) atau disebut juga denganstage manager (SM) adalah orang yang bertugas dan
bertangungjawab menyampaikan keingginan PD dari ruang control studio ke floor director studio pada saat
rehearsal, FD aktif mengatur seluruh pengisi acara, melakukan koordinasi atas kesiapan fasilitas produksi.

Pengampu : Maisaratun Najmi & Choiru Pradhono


MK: Produksi Program Televisi
Pertemuan ke 6-7

C. KRU PASCA-PRODUKSI

Kru pasca-produksi adalah orang yang bertanggungjawab menghimpun, mengatur ulang, dan menyempurnakan hasil
kerja dari produksi (rekaman), sesuai dengan konsep produksi agar menjadi paket program siaran yang siap tayang. Kru nya
terdiri dari:
1. Editor
Editor atau penyunting gambar adalah orang yang bertangungjawab memotong gambar dan suara yang
dihasilakan dari rekaman sebuah adegan. Tugas dan peran seorang editor antara lain: 1) menganalisis atau
mempelajari program yang akan diedit. 2) melakukan pemilihan gambar. 3) menyusun daftar gambar yang
memerlukan efek suara. 4) berkonsultasi dengan PD atas hasil editan. 5) bertangungjawab atas materi gambar dan
suara yang sudah dietit.
Editing dalam produksi program televisi mengenal tiga jenis editing, yaitu edit by swicher, edit by camera,
dan edit by post production. Edit by swicher dilakukan oleh PD atau SVO menggunakan media switcher (vision
mixer). Edit by camera dilakukan oleh camera person dengan menggunakan media kamera. Edit by post production
dilakukan oleh editor menggunakan media system pengeditan berbasis computer.

2. Narator adalah orang yang mengisi suara atau membaca naskah materi program televisi. Biasanya narrator bekerja
pada program berita (news). Berita hard news dan soft news) dan juga ada beberapa program siaran yang
membutuhkan narrator.

3. Desain Grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi
atau pesan secara efektif. Orang yang mengerjakan desain grafis untuk program siaran televise adalah orang yang
membuat, menciptakan ilustrasi grafik yang bermakna untuk program televisi, diantaranya membuat teaser
program, bumper in/out, telop dan grafis lainnya.

4. Music Director (MD) bertugas membuat aransemen jingle dan music ilustrasi program televisi. Membuat music
opening teaser, music bumper in/out. MD bekerja mengaransemen menggunakan teknologi computer atau dengan
bentuk grub music.

Kerabat kerja atau Sumber Daya Manusia (SDM) yang dibutuhkan sesuai dengan tahap produksi menurut Andi
Fahrudin sebagai berikut ini:

a. SDM pada Pra Produksi


 Produser
 Tim kreatif
 Script writer (menulis narasi yang diperlukan)
 Reporter
 Production assistant
b. SDM saat Pelaksanaan Produksi
 Master control room (MCR)
 Program director PD- Sutradara televisi).
 Switcherman
 Character generic (CG- penata aksara).
 Audioman (penata suara)
 Pengoperasi VTR
 Pengoperasi virtual set
 Arahan program director terhadap juru kamera
 Arahan program director terhadap petugas audio

Pengampu : Maisaratun Najmi & Choiru Pradhono


MK: Produksi Program Televisi
Pertemuan ke 6-7

 Arahan program director terhadap VTR-man


 Arahan program director terhadap vision mixer
 Studio Crew
 Floor director (FD)
 Anchor (presenter)
 Lighting-man
 Make up
 Wardrobe

PELAKSANAAN PRODUKSI

Sesudah planning berupa konsep dan treatment jelas maka produksi dilaksanakan mengikuti treatment. Untuk produksi live

show di studio atau tapping pengambilan gambarnya sesuai dengan rundown sheet yang sudah dipersiapkan. Sutradara

bekerjasama dengan para artis dan crew mencoba mewujudkan apa yang direncanakan dalam kertas dan tulisan atau shooting

script menjadi gambar, susunan gambar yang dapat bercerita. Dalam pelaksanaan produksi ini, PD menentukan jenis shot yang

akan diambil di dalam adegan. Biasanya PD mempersiapkan suatu daftar shot dari setiap adegan.

Proses produksi ini adalah mewujudkan apa yang direncanakan dalam tulisan (shooting script), menjadi gambar, susunan

gambar yang dapat bercerita. Dalam pelaksanaan dilapangan semua crew melakukan tugasnya masing – masing dan saling

bekerja sama untuk mendapatkan hasil produksi yang baik, misalnya saja penata cahaya memperhatikan pencahayaan, penata

suara juga memperhatikan kualitas suara yang dihasilkan.

Jika semua persiapan sudah dijalankan dengan baik saat pra produksi, sebetulnya saat produksi bukan hal yang sulit. Set baik

studio atau non studio harus sudah siap untuk digunakan shooting. Rehearsal atau latihan sebaiknya dilakukan di lokasi shooting,

hal ini untuk memudahkan koreksi jika ada perubahan atau apapun kebutuhan produksi tersebut. Saat rehearsal inilah semua

departemen bisa memanfaatkan waktunya. Tata cahaya dan penata audio, harus dengan sigap mengimplementasikan “keinginan”

dari rundown. Masing-masing segmen bisa saja kebutuhan tata suara dan tata cahanya berbeda, oleh sebab itu maka setiap

departemen harus cermat membuat breakdown.

Persiapan Studio

Program acara live tidak membutuhkan banyak persiapan (dalam artian produksi program rutin), karena di studio dengan

setting tempat sudah tersedia. Seorang produser datang bersiap di studio 1 jam lebih awal untuk persiapan. Dalam persiapannya

yang dilakukan produser adalah meneliti persiapan setting tempat, menyerahkan rundown kepada master control (MC) dan

menerangkan tentang tema dan rundown jalanya acara live kepada tim master control, dan memberi penjelasan apa saja yang

dilakukan presenter nantinya. Persiapan produser juga menyangkut penyambutan nara sumber yang datang ke studio, sebelum live

narasumber diajak ke ruang make up untuk di make up terlebih dahulu, dan diberi penjelasan tentang jalanya live.

Produksi

Saat produksi produser hanya mengawasi jalanya live saja. Produser mengingatkan dan memberi sedikit pengarahan apabila

dalam penayangannya dirasa kurang. Yaitu melakukan aba – aba kepada presenter dalam proses produksi live melalui teleprompter

misalnya memberitau sisa durasi, ada penelpon masuk/sms, waktunya iklan, waktunya memberi materi, atau mengingatkan

layanan interaktif dan beberapa informasi lain yang berhubungan dengan materi acara. Selain itu tugas produser mengatur

partisipasi pemirsa yang masuk baik lewat telpon ataupun sms dan menentukan pemirsa yang beruntung mendapatkan hadiah

Pengampu : Maisaratun Najmi & Choiru Pradhono


MK: Produksi Program Televisi
Pertemuan ke 6-7

karena telah ikut berpartisipasi dalam acara tersebut.

Pengampu : Maisaratun Najmi & Choiru Pradhono

Anda mungkin juga menyukai