Kriteria Registrasi Obat Tradisional
Kriteria Registrasi Obat Tradisional
NOMOR … TAHUN …
TENTANG
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
TENTANG KRITERIA DAN TATA LAKSANA REGISTRASI OBAT
TRADISIONAL.
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Badan ini yang dimaksud dengan:
1. Obat Tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang
berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral,
sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan
tersebut, yang secara turun temurun telah digunakan
untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan
norma yang berlaku di masyarakat.
2. Jamu adalah Obat Tradisional Indonesia.
3. Obat Herbal Terstandar adalah sediaan obat bahan alam
yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara
ilmiah dengan uji praklinik dan bahan bakunya telah
distandarisasi.
4. Fitofarmaka adalah sediaan obat bahan alam yang telah
dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah
dengan uji praklinik dan uji klinik, bahan baku dan
produk jadinya telah distandarisasi.
5. Bukti Empiris adalah bukti penggunaan bahan yang telah
memiliki riwayat penggunaan turun-temurun.
6. Industri Obat Tradisional yang selanjutnya disingkat IOT
adalah industri yang dapat membuat semua bentuk
sediaan Obat Tradisional.
-3-
BAB II
KRITERIA
Bagian Kesatu
Umum
-7-
Pasal 2
(1) Pelaku Usaha wajib menjamin keamanan, khasiat, mutu
dan Penandaan Obat Tradisional yang dibuat, diimpor,
dan/atau diedarkan di wilayah Indonesia sebelum dan
selama beredar.
(2) Untuk menjamin keamanan, khasiat, mutu dan
Penandaan Obat Tradisional sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), Pelaku Usaha wajib memenuhi kriteria
keamanan, khasiat, mutu dan Penandaan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
(3) Obat Tradisional sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
meliputi:
a. Jamu;
b. Obat Tradisional Impor;
c. Obat Tradisional Lisensi;
d. Obat Herbal Terstandar; dan
e. Fitofarmaka.
Bagian Kedua
Keamanan, Khasiat, dan Mutu
Pasal 3
Kriteria keamanan, khasiat dan mutu sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 2 huruf a sebagai berikut:
a. menggunakan bahan yang memenuhi persyaratan
keamanan dan mutu;
b. dibuat dengan menerapkan Cara Pembuatan Obat
Tradisional yang Baik;
c. memenuhi persyaratan Farmakope Herbal Indonesia,
monografi resmi dan/atau referensi ilmiah atau
persyaratan lain yang diakui; dan
d. berkhasiat yang dibuktikan secara empiris, turun
temurun, dan/atau secara ilmiah.
Pasal 4
-8-
Pasal 5
(1) Jika bukti ilmiah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3
huruf d perlu dilakukan uji praklinik dan/atau uji klinik
di Indonesia, Pelaku Usaha terlebih dahulu harus
mendapatkan persetujuan dari BPOM.
(2) Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
Pasal 6
Kriteria keamanan dan mutu sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 3 huruf a, huruf b, dan huruf c dilaksanakan sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pasal 7
(1) Bahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf a
berupa bahan berkhasiat yang digunakan dalam proses
-9-
Pasal 8
(1) Uji stabilitas untuk pemenuhan kriteria mutu
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf c dilakukan
pada temperatur dan kelembaban zona IVb.
(2) Temperatur dan kelembaban zona IVb sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) merupakan temperatur dan
kelembaban pada negara dengan tipe iklim panas dan
kelembaban tinggi.
(3) Dalam hal produk tidak stabil sesuai dengan zona IVb
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pelaku Usaha
harus memberikan justifikasi dan melakukan pengujian
stabilitas pada temperatur dan kelembaban yang sesuai.
Bagian Ketiga
Penandaan
Pasal 9
Penandaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1)
wajib memenuhi kriteria lengkap, objektif, dan tidak
menyesatkan.
Pasal 10
(1) Penandaan selain memenuhi ketentuan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 9 juga harus:
a. dicetak langsung atau melekat erat pada wadah
dan/atau kemasan;
b. tidak mudah lepas; dan
c. tidak rusak oleh air, gesekan, atau pengaruh sinar
matahari.
- 10 -
Pasal 11
(1) Informasi pada Penandaan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 9 paling sedikit berupa keterangan mengenai:
a. nama produk dan bentuk sediaan;
b. nama dan alamat industri dan/atau Pelaku Usaha;
c. nama dan alamat Pemberi Kontrak dan/atau
/Penerima Kontrak untuk produk kontrak;
d. nama dan alamat Pemberi dan/atau Penerima
Lisensi untuk produk lisensi;
e. ukuran, isi, berat bersih;
f. komposisi dalam kualitatif dan kuantitatif;
g. bahan tambahan secara kualitatif;
h. klaim khasiat;
i. aturan pakai/cara penggunaan;
j. kontra indikasi, efek samping dan peringatan, jika
ada;
k. nomor Izin Edar;
l. nomor bets/kode produksi;
m. kedaluwarsa;
n. kondisi penyimpanan;
o. 2D Barcode sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan;
p. logo dan tulisan Jamu, OHT dan Fitofarmaka sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
dan
q. informasi lain yang berkaitan dengan keamanan,
mutu atau asal bahan tertentu sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
- 11 -
Pasal 12
(1) Keterangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11
harus menggunakan bahasa Indonesia, angka arab dan
huruf latin.
(2) Dalam hal keterangan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) menggunakan bahasa selain bahasa Indonesia, Pelaku
Usaha harus mencantumkan padanan dari keterangan ke
dalam bahasa Indonesia yang diperoleh dari penerjemah
tersumpah di Indonesia.
(3) Dikecualikan dari ketentuan sebagaimana dimaksud
pada ayat (2) untuk keterangan yang dicantumkan
menggunakan bahasa Inggris tidak diperlukan
terjemahan dari penerjemah tersumpah.
(4) Jika Pelaku Usaha tidak dapat melaksanakan ketentuan
sebagaimana dimaksud pada ayat (2), keterangan yang
dicantumkan harus:
- 12 -
Pasal 13
Nama produk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (1)
huruf a harus diubah, jika:
a. dalam hal terjadi perubahan komposisi pada Obat
Tradisional sehingga berdampak pada aspek khasiat.
b. dalam hal terjadi perubahan klaim yang dapat
mengakibatkan kesalahan penggunaan; dan/atau
c. berdasarkan hasil pengawasan dan kajian risiko terkait
keamanan suatu produk dibatalkan izin edarnya, maka
nama produk yang sama dengan nomor izin edar berbeda
perlu dilakukan perubahan nama produk sehingga tidak
menimbulkan kerancuan.
Pasal 14
Ketentuan lebih lanjut mengenai Penandaan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 9 sampai dengan Pasal 13 diatur
dengan Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan.
Pasal 15
(1) Pelaku Usaha harus mencantumkan klaim khasiat dalam
Penandaan Obat Tradisional pada saat mengajukan
permohonan Registrasi.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai klaim khasiat
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan
Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan.
BAB III
REGISTRASI OBAT TRADISIONAL
Bagian Kesatu
Umum
Pasal 16
- 13 -
Pasal 17
(1) Izin Edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16
dikecualikan bagi Obat Tradisional yang dimasukkan ke
dalam wilayah Indonesia untuk tujuan penggunaan
khusus.
(2) Pemasukan Obat Tradisional untuk tujuan penggunaan
khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
Pasal 18
(1) Pelaku Usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16
ayat (4) meliputi:
a. IOT;
b. UKOT;
c. UMOT;
d. Importir;
e. PBOT; atau
f. PBF.
(2) Pelaku Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
harus memiliki nomor induk berusaha sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
- 14 -
Bagian Kedua
Persyaratans
Paragraf 1
Umum
Pasal 19
Permohonan Registrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal
16 terdiri atas:
a. Registrasi Baru;
b. Registrasi Variasi; dan
c. Registrasi Ulang.
Pasal 20
Permohonan Registrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal
19 meliputi:
a. Registrasi Dalam Negeri;
b. Registrasi Ekspor; dan
c. Registrasi Impor.
Paragraf 2
Registrasi Dalam Negeri
Pasal 21
Registrasi Dalam Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal
20 huruf a meliputi:
a. Registrasi untuk Jamu, Obat Herbal Terstandar,
dan/atau Fitofarmaka;
b. Registrasi Jamu, Obat Herbal Terstandar, dan/atau
Fitofarmaka berdasarkan kontrak;
c. Registrasi Jamu, Obat Herbal Terstandar, dan/atau
Fitofarmaka berdasarkan lisensi dari dalam negeri;
dan/atau
d. Registrasi Obat Tradisional berdasarkan lisensi dari luar
negeri.
- 15 -
Pasal 22
(1) Permohonan Registrasi untuk Jamu, Obat Herbal
Terstandar dan/atau Fitofarmaka sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 21 huruf a diajukan oleh Pelaku
Usaha.
(2) Pelaku Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
berupa IOT, UKOT, UMOT.
(3) Pelaku usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (2) yang
mengajukan permohonan registrasi harus memenuhi
persyaratan dokumen sebagai berikut :
a. Nomor Pokok Wajib Pajak;
b. Sertifikat CPOTB, atau Sertifikat Pemenuhan Aspek
CPOTB secara Bertahap bagi UKOT atau UMOT,
sesuai dengan bentuk dan jenis sediaan yang akan
diregistrasi;
c. Surat Kuasa Penanggung Jawab Akun dari
Pimpinan Perusahaan; dan
d. akta notaris pendirian perusahaan kecuali untuk
perusahaan perseorangan.
(4) Dalam hal registrasi Obat Herbal Terstandar dan
Fitofarmaka, sertifikat sebagaimana dimaksud pada ayat
(3) huruf b berupa Sertifikat CPOTB sesuai dengan
bentuk dan jenis sediaan yang akan di Registrasi.
(5) Selain harus menyerahkan dokumen sebagaimana
dimaksud pada ayat (3), dalam hal diperlukan verifikasi
data, Pelaku Usaha juga harus menunjukkan dokumen
aslinya.
(6) Dalam hal permohonan Registrasi dilakukan oleh Pelaku
Usaha yang memiliki sertifikat merek maka selain harus
memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat
(3) dan ayat (4), Pelaku Usaha juga harus melampirkan
fotokopi sertifikat merek.
(7) Dalam hal permohonan Registrasi dilakukan oleh Pelaku
Usaha yang ditunjuk sebagai penerima lisensi merek
maka Pelaku Usaha selain harus melampirkan dokumen
sebagaimana dimaksud pada ayat (3) juga harus
- 16 -
Pasal 23
(1) Dalam hal Obat Herbal Terstandar memerlukan data
dukung uji praklinik pada hewan coba sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1), Pelaku Usaha wajib
menyampaikan protokol dan dokumen uji praklinik untuk
dilakukan evaluasi.
(2) Dalam hal Fitofarmaka memerlukan data dukung uji
klinik pada manusia sebagaimana dimaksud dalam Pasal
5 ayat (1), Pelaku Usaha wajib menyampaikan protokol
dan dokumen uji klinik untuk dilakukan evaluasi.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai evaluasi protokol dan
dokumen uji praklinik serta uji klinik dilaksanakan sesuai
ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pasal 24
(1) Permohonan Registrasi berdasarkan kontrak sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 21 huruf b diajukan oleh Pelaku
Usaha.
(2) Pelaku Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa
IOT, UKOT, UMOT, PBOT atau PBF.
(3) IOT, UKOT, UMOT, PBOT atau PBF sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) sebagai pemberi kontrak.
- 17 -
Pasal 25
Pasal 26
- 19 -
Pasal 27
(1) Dokumen perjanjian kontrak sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 24 ayat (6) huruf b paling sedikit harus
memuat keterangan mengenai:
a. masa berlaku perjanjian kontrak;
b. nama, satuan kemasan dan komposisi Jamu, Obat
Herbal Terstandar dan Fitofarmaka yang
dikontrakkan;
c. sebagian atau seluruh tahapan pembuatan yang
dilakukan oleh Penerima Kontrak; dan
d. pembagian kewajiban dan tanggung jawab para
pihak dengan memperhatikan aspek Cara
Pembuatan yang Baik sebagaimana telah diatur
dalam CPOTB.
(2) Dokumen perjanjian kerja sama kontrak sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) harus disahkan oleh notaris.
Pasal 28
(1) Penerima Kontrak merupakan IOT atau UKOT yang telah
memiliki sertifikat CPOTB untuk bentuk sediaan yang
dikontrakkan.
(2) Penerima Kontrak tidak dapat mengalihkan pembuatan
Jamu, Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka yang
dikontrakkan kepada Pelaku Usaha lainnya.
Pasal 29
(1) Pemberi dan Penerima Kontrak wajib bertanggung jawab
atas keamanan, khasiat dan mutu Jamu, Obat Herbal
Terstandar dan Fitofarmaka yang dibuat berdasarkan
- 20 -
Pasal 30
(1) Permohonan Registrasi berdasarkan Lisensi sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 21 huruf c dan huruf d diajukan
oleh Pelaku Usaha.
(2) Pelaku Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa
IOT atau UKOT.
(3) IOT atau UKOT sebagimana dimaksud pada ayat (2)
sebagai penerima Lisensi.
(4) Pengajuan permohonan Registrasi sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) diajukan oleh Penerima Lisensi berdasarkan
Lisensi yang diberikan oleh:
a. industri di dalam dan luar negeri; atau
b. badan riset pemilik formula dan teknologi di dalam dan
luar negeri.
(5) Pelaku Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus
memiliki:
a. sertifikat CPOTB untuk bentuk sediaan yang
dilisensikan.
b. dokumen perjanjian kerjasama Lisensi; dan
c. Certificate of Free Sale (CFS) atau Certificate of
Pharmaceutical Product (CPP), atau dokumen lain yang
setara yang diterbitkan oleh otoritas pemerintah yang
berwenang di negara asal atau lembaga lain yang
- 21 -
Paragraf 3
Registrasi Obat Tradisional Ekspor
Pasal 31
- 22 -
Pasal 32
PBOT atau PBF sebagaimana dimaksud dalam pasal 31 ayat (2)
harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. Nomor Pokok Wajib Pajak;
b. dokumen perjanjian kerja sama kontrak produksi dengan
IOT/UKOT yang telah memiliki sertifikat CPOTB sesuai
dengan bentuk dan jenis sediaan yang akan diregistrasi.
c. wajib memiliki penanggung jawab sesuai ketentuan
peraturan perundangundangan;
d. memiliki fasilitas penyimpanan sesuai ketentuan yang
berlaku; dan
e. memiliki laboratorium pengujian mutu.
Pasal 33
(1) Obat Tradisional Ekspor sebagaimana dimaksud pada Pasal
31 ayat (1), harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:
a. memenuhi aspek keamanan, khasiat, dan mutu; dan
b. diproduksi dengan menerapkan Cara Pembuatan yang
Baik yang dibuktikan dengan sertifikat.
(2) Dalam hal ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
huruf a memiliki perbedaan dengan aspek keamanan,
- 23 -
Pasal 34
Obat Tradisional Ekspor dilarang diedarkan di wilayah
Indonesia.
Paragraf 4
Registrasi Impor
Pasal 35
(1) Permohonan Registrasi Impor diajukan oleh Pelaku Usaha.
(2) Pelaku Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
merupakan Importir.
Pasal 36
(1) Permohonan Registrasi Impor dilakukan oleh Importir
yang memiliki izin Importir sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
(2) Importir sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus
memenuhi persyaratan dokumen sebagai berikut:
a. Nomor Pokok Wajib Pajak;
b. surat penunjukan keagenan dan hak untuk
melakukan Registrasi dari industri negara asal yang
masih berlaku paling singkat 3 (tiga) tahun pada saat
Registrasi, yang dibuat dalam Bahasa Indonesia
dan/atau Bahasa Inggris dan paling sedikit
mencantumkan keterangan mengenai:
1. nama dan alamat produsen/principal Negara
asal;
2. nama Importir;
3. merek dan/atau nama dan ukuran kemasan
produk;
4. tanggal diterbitkan;
5. masa berlaku penunjukan keagenan;
- 24 -
Pasal 37
(1) Importir yang melakukan Registrasi Impor dalam bentuk
produk ruahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36
ayat 7 huruf a, hanya dapat dilakukan oleh :
a. Industri atau usaha yang memiliki sertifikat CPOTB
sesuai dengan bentuk sediaan yang diajukan dalam
permohonan registrasi; atau
b. PBOT atau PBF yang memiliki laboratorium pengujian
mutu dan penanggung jawab Apoteker.
(2) Dalam hal Registrasi Impor dalam bentuk produk ruahan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (5) huruf a,
diajukan oleh PBOT atau PBF, harus melampirkan salinan
dokumen perjanjian kerja sama dengan industri/usaha
yang memiliki sertifikat Cara Pembuatan Obat Tradisional
yang Baik sesuai dengan bentuk sediaan yang diimpor.
(3) Dalam hal Industri atau usaha sebagaimana dimaksud
pada ayat (2) tidak memiliki Sertifikat CPOTB sesuai
dengan bentuk sediaan yang yang diimpor, harus
melampirkan :
a. salinan dokumen perjanjian kerja sama kontrak
pengemasan dengan IOT atau UKOT yang memiliki
sertifikat Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik
sesuai dengan bentuk sediaan yang diimpor; dan
b. Sertifikat CPOTB IOT atau UKOT penerima kontrak
pengemasan.
Pasal 38
Dalam hal pemasukan Obat Tradisional dalam bentuk produk
jadi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat 5 huruf b ke
dalam wilayah Indonesia dilakukan oleh Importir produsen,
- 27 -
Pasal 39
(1) Dalam hal Obat Tradisional impor yang dimasukkan ke
dalam wilayah Indonesia berupa produk jadi, Penandaan
harus sudah dicantumkan pada saat memasuki wilayah
negara Indonesia.
(2) Penandaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus
sesuai dengan informasi dan/atau keterangan dalam
surat keputusan persetujuan Registrasi yang telah
disetujui oleh BPOM.
Pasal 40
(1) Selain harus memenuhi persyaratan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 36 ayat (2), (3), (4) dan (5), Pasal
37, Pasal 38 dan Pasal 39, Importir juga harus
menyampaikan dokumen teknis berupa:
a. metode dan hasil pengujian mutu bahan baku dan
produk jadi;
b. hasil pengujian mutu produk jadi dari laboratorium
yang terakreditasi di Indonesia atau laboratorium
industri di Indonesia yang memiliki sertifikat Cara
Pembuatan Obat Tradisional yang Baik dengan masa
berlaku paling lama 1 (satu) tahun setelah
diterbitkan oleh pihak laboratorium;
c. hasil uji toksisitas untuk produk dengan bahan
baku baru dan/atau produk dengan formula baru;
d. hasil uji farmakodinamik sesuai dengan tujuan
penggunaan produk;
e. hasil uji klinik yang dilakukan di Indonesia dengan
populasi orang Indonesia bila data dukung uji klinik
belum mendukung klaim yang diajukan;
f. contoh produk, kemasan dan penandaan asli yang
beredar di negara asal;
- 28 -
Pasal 42
Importir wajib bertanggung jawab atas keamanan, khasiat,
dan mutu Obat Tradisional Impor.
- 29 -
Pasal 43
(1) Dalam hal terjadi pemutusan surat penunjukan
keagenan Obat Tradisional Impor sebelum berakhirnya
masa berlaku surat penunjukan keagenan, Importir
yang ditunjuk oleh Prinsipal harus melampirkan:
a. fotokopi dokumen penunjukan keagenan antara
Importir dengan Prinsipal dengan menunjukkan
dokumen aslinya; dan
b. dokumen kesepakatan pemutusan keagenan antara
Importir sebelumnya dengan Prinsipal (clean break
letter) yang disahkan dan dilakukan di depan
notaris.
(2) BPOM dapat melakukan klarifikasi kepada Importir
sebelumnya dan/atau Prinsipal terkait dokumen
sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
(3) Klarifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus
diberikan oleh Importir sebelumnya dalam jangka waktu
paling lama 3 (tiga) bulan sejak tanggal pengiriman
surat.
(4) Apabila dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud
pada ayat (3) klarifikasi dari Importir sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) tidak diterima oleh BPOM maka
BPOM dapat menindaklanjuti permohonan registrasi
oleh Importir yang ditunjuk dan mencabut Izin Edar
yang dimiliki oleh Importir sebelumnya.
(5) Dalam hal terdapat keberatan dari Importir sebelumnya
terhadap keabsahan dokumen pada ayat (1) maka
BPOM dapat menunda pemberian Izin Edar kepada
Importir yang ditunjuk sampai dengan adanya
penyelesaian secara tuntas oleh para pihak.
(6) Dalam hal diketahui bahwa masa penunjukan keagenan
Importir sebelumnya sudah berakhir, BPOM dapat
menindaklanjuti permohonan Registrasi dari Importir
yang ditunjuk dan mencabut Izin Edar yang dimiliki
oleh Importir sebelumnya.
Pasal 44
- 30 -
Pasal 45
(1) Registrasi untuk Obat Tradisional kontrak produksi di
Luar Negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44
dilakukan oleh Pelaku Usaha berupa IOT.
(2) Pelaku Usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
harus memiliki:
a. sertifikat CPOTB; dan
b. dokumen perjanjian kontrak produksi.
(3) Penerima kontrak produksi di luar negeri harus
memenuhi ketentuan:
a. memiliki sertifikat Cara Pembuatan yang Baik sesuai
dengan bentuk sediaan yang dikontrakkan; dan
b. hasil inspeksi 2 (dua) tahun terakhir.
(4) Sertifikat cara pembuatan yang baik sebagaimana
dimaksud pada ayat (3) dan ayat (4) harus memenuhi
ketentuan sebagai berikut:
a. memiliki masa berlaku paling singkat 1 (satu) tahun
sebelum masa berlaku sertifikat berakhir; dan
- 31 -
Pasal 46
(1) Obat Tradisional Impor berdasarkan kontrak produksi di
luar negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44 ayat
(1) secara bertahap harus dilakukan alih teknologi untuk
dapat diproduksi di dalam negeri.
(2) Alih teknologi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat
berupa alih pengetahuan/kemampuan di bidang:
a. pengembangan produk;
b. teknik dan metode/proses produksi; dan/atau
c. pengawasan mutu.
(3) Alih teknologi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat
diberikan kepada perwakilan industri luar negeri di
Indonesia atau industri lain di Indonesia berdasarkan
kesepakatan antara pemilik dan penerima teknologi.
Bagian Ketiga
Registrasi Baru
Pasal 47
- 32 -
Bagian Keempat
Registrasi Variasi
Pasal 48
(1) Registrasi Variasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19
ayat (2) huruf b, terdiri atas:
a. Registrasi Variasi Minor Obat Tradisional, Obat
Herbal Terstandar atau Fitofarmaka dengan
notifikasi;
b. Registrasi Variasi Minor Obat Tradisional, Obat
Herbal Terstandar atau Fitofarmaka dengan
persetujuan; dan
c. Registrasi Variasi Mayor.
(2) Registrasi Variasi Minor dengan Notifikasi sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) huruf a dilakukan melalui
mekanisme perubahan terlebih dahulu (do and tell) dan
kemudian melakukan pelaporan kepada BPOM paling
lambat 6 (enam) bulan setelah perubahan.
- 33 -
Bagian Kelima
Registrasi Ulang
Pasal 49
(1) Registrasi Ulang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19
ayat (2) huruf c adalah registrasi untuk perpanjangan
masa berlaku Izin Edar yang dapat dilakukan dengan:
a. tanpa disertai perubahan; atau
- 34 -
b. disertai perubahan.
(2) Perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf
b yang dapat diajukan bersamaan dengan Registrasi
ulang merupakan jenis perubahan minor kecuali untuk
perubahan kemasan paket atau kemasan khusus.
(3) Perubahan minor sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
tercantum dalam Lampiran IV yang merupakan bagian
tidak terpisahkan dari Peraturan Badan ini.
Bagian Keenam
Registrasi Obat Tradisional Ekspor
Pasal 50
Registrasi Obat Tradisional Ekspor sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 20 huruf b, merupakan registrasi baru, registrasi
variasi dan registrasi ulang untuk Obat Tradisional dengan
tujuan untuk diekspor.
Paragraf 1
Pendaftaran Akun
Pasal 51
(1) Pelaku Usaha harus melakukan pendaftaran akun
sebelum mengajukan permohonan Registrasi.
(2) Pendaftaran akun sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
bertujuan untuk mendapatkan nama pengguna dan kata
sandi.
Pasal 52
(1) Pendaftaran akun sebagaimana dimaksud dalam Pasal
51 ayat (1) dilakukan dengan mengisi data melalui laman
resmi pelayanan registrasi Obat Tradisional BPOM.
(2) BPOM melakukan verifikasi pendaftaran akun
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menggunakan
- 35 -
Pasal 53
(1) Nama pengguna dan kata sandi sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 52 ayat (4) merupakan data rahasia
perusahaan.
(2) Perusahaan wajib bertanggung jawab jika terjadi
penyalahgunaan terhadap nama pengguna dan kata
sandi sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
Pasal 54
(1) Pendaftaran akun sebagaimana dimaksud dalam Pasal
52 hanya dilakukan 1 (satu) kali sepanjang tidak terjadi
perubahan data Pelaku Usaha.
(2) Dalam hal terjadi perubahan data sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), Pelaku Usaha harus:
a. menyampaikan pemberitahuan perubahan data;
atau
b. mengajukan pendaftaran akun kembali.
Paragraf 2
Dokumen Registrasi
Pasal 55
- 36 -
Pasal 56
(1) Dokumen Registrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal
55 meliputi:
a. Dokumen Administratif;
b. Dokumen Keamanan, Khasiat dan Mutu; dan
c. Dokumen Penandaan.
(2) Dokumen Registrasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dapat menggunakan bahasa Indonesia dan/atau bahasa
Inggris.
(3) Dokumen Penandaan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) huruf c harus dilengkapi dengan rancangan kemasan
yang akan diedarkan dengan menggunakan bahasa
Indonesia, angka arab dan huruf latin sesuai dengan
ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12.
(4) Keterangan paling sedikit yang wajib dicantumkan oleh
Pelaku Usaha pada rancangan kemasan sebagaimana
dimaksud pada ayat (3) tercantum dalam Lampiran I
yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan
Badan ini.
(5) Petunjuk pengisian dokumen Registrasi sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran V
yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan
Badan ini.
Paragraf 3
Pengajuan Permohonan Registrasi Baru
Pasal 57
(1) Tahapan Registrasi baru sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 47 terdiri atas:
a. Praregistrasi; dan
b. Registrasi.
- 37 -
Pasal 58
(1) Petugas melakukan evaluasi pada tahapan Praregistrasi
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (1) huruf a.
(2) Evaluasi tahap Praregistrasi sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) dilakukan paling lama 15 (lima belas) Hari
terhitung sejak permohonan Praregistrasi diterima
(3) Dikecualikan dari ketentuan sebagaimana dimaksud
pada ayat (2), evaluasi tahap Praregistrasi untuk Obat
Tradisional/Jamu komposisi tertentu sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 47 huruf b dilakukan paling lama
10 (sepuluh) Hari terhitung sejak permohonan
Praregistrasi diterima.
Pasal 59
(1) Keputusan terhadap hasil evaluasi pada saat tahap
Praregistrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58
berupa:
a. diterima; atau
b. ditolak.
(2) Keputusan terhadap hasil evaluasi sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) diterbitkan menggunakan format
formulir hasil Praregistrasi sebagaimana tercantum
dalam Lampiran VI yang merupakan bagian tidak
terpisahkan dari Peraturan Badan ini.
- 38 -
Pasal 60
(1) Keputusan diterima sebagaimana dimaksud dalam Pasal
59 ayat (1) huruf a memiliki masa berlaku paling lama 20
(dua puluh) Hari terhitung sejak tanggal keputusan
diterbitkan
(2) Dalam hal permohonan pada tahap Praregistrasi
diterima, Pelaku Usaha harus menyampaikan dokumen
Registrasi secara lengkap dan benar sesuai dengan
jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
(3) Dalam hal Pelaku Usaha tidak dapat menyampaikan
dokumen Registrasi sesuai dengan ketentuan
sebagaimana dimaksud pada ayat (2), permohonan
Praregistrasi dianggap batal dan biaya yang telah dibayar
tidak dapat ditarik kembali.
Pasal 61
(1) Dokumen administrasif, keamanan, khasiat, mutu dan
penandaan untuk tahapan Registrasi sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 56 ayat (1) harus dilengkapi
dengan dokumen sebagai berikut:
a. hasil Praregistrasi sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 59 ayat (1) huruf a; dan
b. dokumen Registrasi sebagaimana tercantum dalam
Lampiran VII yang merupakan bagian tidak
terpisahkan dari Peraturan Badan ini.
(2) Dikecualikan dari ketentuan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) huruf a untuk Registrasi Jamu sederhana
dan/atau Registrasi Obat Tradisional Ekspor.
(3) Dokumen administrasi, keamanan, khasiat, mutu dan
penandaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
merupakan dokumen registrasi yang harus disiapkan
untuk diunggah dan disimpan.
(4) Dokumen yang diunggah sebagaimana ayat (2) diatur
sesuai peraturan perundang-undangan.
Pasal 62
- 39 -
Paragraf 4
Pengajuan Permohonan Registrasi Variasi
Pasal 63
(1) Pengajuan permohonan Registrasi Variasi dilakukan oleh
Pelaku Usaha dengan melampirkan dokumen Registrasi
Variasi sesuai dengan perubahan yang diajukan.
(2) Pengajuan permohonan Registrasi Variasi sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) sesuai dengan kelengkapan
dokumen Registrasi sebagaimana tercantum dalam
Lampiran VIII yang merupakan bagian tidak terpisahkan
dari Peraturan Badan ini.
Paragraf 5
Pengajuan Permohonan Registrasi Ulang
Pasal 64
(1) Dalam hal masa berlaku Izin Edar akan berakhir dan
Obat Tradisional masih akan diedarkan maka Pelaku
Usaha wajib mengajukan permohonan Registrasi Ulang
untuk memperpanjang masa berlaku Izin Edar.
(2) Pelaku Usaha yang mengajukan permohonan Registrasi
Ulang sebagaimana dimaksud pada ayat (1), harus
menyampaikan permohonan dengan ketentuan sebagai
berikut:
a. paling cepat 180 (seratus delapan puluh) hari
kalender sebelum masa berlaku Izin Edar berakhir;
dan
b. paling lambat 1 (satu) hari kalender sebelum masa
berlaku Izin Edar berakhir.
Pasal 65
- 40 -
Pasal 66
Pelaku Usaha dalam mengajukan permohonan Registrasi
Ulang disertai perubahan sebagaimana dimaksud dalam
pasal 49 ayat 1 huruf b harus melampirkan dokumen
sebagai berikut:
a. dokumen persyaratan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 65; dan
b. dokumen persyaratan sesuai dengan jenis perubahan
yang diajukan sebagaimana tercantum dalam Lampiran
VIII yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari
Peraturan Badan ini.
Pasal 67
(1) Nomor Izin Edar Obat Tradisional tidak berlaku apabila
masa berlaku Izin Edar Obat Tradisional telah berakhir
atau Pelaku Usaha tidak mengajukan permohonan
Registrasi Ulang sesuai dengan ketentuan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 64.
(2) Dalam hal masa berlaku Izin Edar Obat Tradisional telah
berakhir atau Pelaku Usaha tidak mengajukan
permohonan Registrasi Ulang sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), Pelaku Usaha dapat mengajukan kembali
permohonan Registrasi Baru.
Paragraf 6
Layanan Prioritas
Pasal 68
(1) Pelaku Usaha yang melakukan Registrasi dapat diberikan
layanan prioritas berupa percepatan penerbitan Izin
Edar.
- 42 -
Bagian Ketujuh
Tanggung Jawab
Paragraf 1
Tanggung Jawab Pelaku Usaha
Pasal 69
(1) Pelaku Usaha wajib bertanggung jawab terhadap:
a. kelengkapan dokumen yang diserahkan;
b. kebenaran dan keabsahan informasi yang tercantum
dalam dokumen Registrasi;
c. jaminan terhadap keamanan, khasiat, dan mutu
produk yang diregistrasi, dibuat dan untuk
diedarkan;
d. jaminan tidak adanya kandungan kimia obat dalam
produk Obat Tradisional yang dibuat dan/atau
diedarkan;
e. perbaikan dan penyerahan data serta informasi
produk yang dipersyaratkan pada saat proses
registrasi atau ketika produk sudah ada di
peredaran;
f. perubahan data dan informasi produk yang sedang
dalam proses pengajuan permohonan Registrasi atau
telah memiliki nomor Izin Edar; dan
g. penyediaan baku pembanding dan metode analisis
sesuai dengan kebutuhan dalam rangka
pengawasan.
(2) Pelaku Usaha wajib memproduksi atau mengimpor Obat
Tradisional yang telah memperoleh Izin Edar dalam batas
waktu paling lambat 1 (satu) tahun sejak tanggal Izin
Edar.
(3) Tanggung jawab Pelaku Usaha sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) harus dinyatakan secara tertulis dalam
- 43 -
Paragraf 2
Tanggung Jawab Pemegang Izin Edar
Pasal 70
(1) Pemegang nomor Izin Edar wajib melaksanakan
pemantauan terhadap keamanan, dan/atau mutu
produk selama beredar.
(2) Pemantauan terhadap keamanan dan/atau mutu produk
selama beredar sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilaksanakan melalui:
a. penyimpanan sampel pertinggal untuk setiap bets;
dan
b. pemantauan keluhan atas kasus efek yang tidak
diinginkan serta aspek keamanan lainnya.
(3) Penyimpanan sampel pertinggal sebagaimana dimaksud
pada ayat (2) dilakukan dalam jumlah yang cukup dan
disimpan paling singkat 1 (satu) tahun setelah tanggal
kadaluwarsa.
(4) Dalam hal terjadi ketidaksesuaian terhadap keamanan,
dan/atau mutu produk, pemegang nomor Izin Edar wajib
melakukan penarikan produk dari peredaran dan
melaporkan kepada Kepala Badan.
(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai pemantauan, penarikan
produk dari peredaran, dan pelaporan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pasal 71
- 44 -
Bagian Kedelapan
Evaluasi dan Penerbitan Keputusan
Paragraf 1
Umum
Pasal 72
(1) BPOM melakukan evaluasi terhadap setiap pengajuan
permohonan Registrasi yang telah diterima secara
lengkap.
(2) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilaksanakan melalui pemeriksaan dan penilaian
kesesuaian dokumen Registrasi terhadap pemenuhan
standar dan/atau persyaratan keamanan, khasiat, dan
mutu.
Paragraf 2
Evaluasi
Pasal 73
- 45 -
Pasal 74
(1) Dalam hal hasil evaluasi sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 72 Obat Tradisional belum memenuhi ketentuan
dan/atau persyaratan Registrasi, BPOM menerbitkan
permintaan perbaikan dan/atau tambahan data kepada
Pelaku Usaha.
(2) Permintaan tambahan data sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) diterbitkan melalui laman resmi pelayanan
Registrasi BPOM.
(3) Mekanisme evaluasi time to respond sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 73 ayat (2) dilaksanakan dengan
ketentuan sebagai berikut:
a. perhitungan jangka waktu evaluasi sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 73 ayat (3) dihentikan apabila
berdasarkan hasil evaluasi memerlukan perbaikan
dan/atau tambahan data; dan
b. perhitungan jangka waktu evaluasi sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 73 ayat (3) dimulai kembali
dari awal setelah Pelaku Usaha menyampaikan
perbaikan dan/atau tambahan data.
(4) Pelaku Usaha harus menyampaikan perbaikan dan/atau
tambahan data sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
paling lambat 40 (empat puluh) Hari terhitung sejak
tanggal surat permintaan perbaikan dan/atau tambahan
data.
(5) Apabila diperlukan perbaikan dan/atau tambahan data
kembali, Pelaku Usaha harus menyampaikan kembali
perbaikan dan/atau tambahan data kepada BPOM paling
lambat 25 (dua puluh lima) Hari terhitung sejak tanggal
permintaan tambahan data sebagaimana dimaksud pada
ayat (3).
- 47 -
Pasal 75
Dalam hal Pelaku Usaha tidak dapat menyampaikan
perbaikan dan/atau tambahan data sesuai dengan jangka
waktu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 74 ayat (4) dan
ayat (5), permohonan Registrasi dianggap batal dan biaya yang
telah dibayarkan tidak dapat ditarik kembali.
Paragraf 3
Tim Penilai dan Komite Nasional Penilai Obat Tradisional
Pasal 76
Pasal 77
(1) Tim Penilai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 ayat
(1) terdiri atas Petugas.
(2) KOMNAS Penilai Obat Tradisional sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 76 ayat (2) dapat terdiri atas:
a. akademisi;
b. peneliti;
c. praktisi; dan/atau
- 48 -
Paragraf 4
Dengar Pendapat
Pasal 78
(1) Dalam hal diperlukan klarifikasi dan/atau penjelasan
lebih lanjut terkait aspek keamanan, khasiat, dan mutu
terhadap dokumen Registrasi Obat Tradisional, Kepala
Badan dapat meminta klarifikasi kepada Pelaku Usaha
melalui mekanisme dengar pendapat yang disampaikan
secara tertulis.
(2) Dengar pendapat sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
diberikan sebelum penerbitan keputusan persetujuan
atau penolakan.
Pasal 79
(1) Pelaku Usaha dapat mengajukan permohonan dengar
pendapat melalui permintaan tertulis yang disampaikan
kepada BPOM.
(2) Mekanisme dengar pendapat sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dilakukan hanya 1 (satu) kali.
Paragraf 5
Penerbitan Keputusan
Pasal 80
(1) Kepala Badan menerbitkan keputusan terhadap hasil
evaluasi Obat Tradisional yang diajukan oleh Pelaku
Usaha berdasarkan pengajuan permohonan Registrasi.
(2) Keputusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa:
a. persetujuan; atau
b. penolakan.
- 49 -
Pasal 81
(1) Dalam hal hasil evaluasi telah memenuhi ketentuan
dan/atau persyaratan Registrasi, Kepala Badan
menerbitkan keputusan persetujuan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 80 ayat (2) huruf a.
(2) Dalam hal hasil evaluasi tidak memenuhi ketentuan
dan/atau persyaratan Registrasi, Kepala Badan
menerbitkan keputusan berupa penolakan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 80 ayat (2) huruf b.
Pasal 82
Penerbitan keputusan berupa persetujuan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 80 ayat (2) huruf a memuat informasi
sekurang-kurangnya:
a. Nama produk
b. Bentuk sediaan
c. Kemasan
d. Nama pendaftar
e. Alamat pendaftar
f. Nama produsen
g. Alamat produsen
h. Nomor izin edar
i. Masa berlaku; dan
j. Informasi lain yang dibutuhkan
Pasal 83
Penerbitan keputusan berupa persetujuan atau penolakan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80 ayat (2) dilaksanakan
secara elektronik.
Pasal 84
(1) Dalam hal berdasarkan hasil evaluasi, BPOM
menerbitkan keputusan persetujuan terhadap
permohonan Registrasi Variasi sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 48 dan Registrasi Ulang sebagaimana
- 50 -
Pasal 85
Obat Tradisional dengan kemasan lama yang diproduksi
atau diimpor sebelum pelaksanaan persetujuan baru
dapat diedarkan sepanjang masih memenuhi persyaratan
mutu, kecuali variasi perubahan formula yang diajukan
dalam Registrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 48
mempengaruhi keamanan.
Pasal 86
(1) Dalam hal 6 (enam) bulan setelah penerbitan persetujuan
baru masih terdapat sisa stok kemasan lama, Pelaku
Usaha dapat mengajukan permohonan penghabisan sisa
stok kemasan lama.
(2) Permohonan penghabisan sisa stok kemasan lama
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan secara
tertulis kepada BPOM dan dilengkapi dengan justifikasi.
- 51 -
Paragraf 6
Permohonan Peninjauan Kembali
Pasal 87
(1) Dalam hal Pelaku Usaha keberatan terhadap keputusan
berupa penolakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal
80 ayat (2) huruf b yang diterbitkan oleh BPOM, Pelaku
Usaha dapat mengajukan permohonan peninjauan
kembali.
(2) Permohonan peninjauan kembali sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) diajukan secara tertulis kepada
Kepala Badan dengan melampirkan data baru dan/atau
data yang pernah diajukan sebelumnya dengan
dilengkapi justifikasi.
(3) Permohonan peninjauan kembali sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) hanya dapat diajukan apabila
dalam proses evaluasi Registrasi diperlukan bukti
dukung berupa data praklinik dan/atau data klinik.
(4) Permohonan peninjauan kembali sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) disampaikan secara tertulis oleh
Pelaku Usaha kepada Kepala Badan paling lambat 30
(tiga puluh) Hari terhitung sejak tanggal terbit
Keputusan penolakan.
Pasal 88
(1) Pelaku Usaha dapat mengajukan permohonan
peninjauan kembali sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 87 sebanyak 1 (satu) kali.
(2) Kepala Badan menerbitkan keputusan terhadap
pengajuan permohonan peninjauan kembali
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam waktu
paling lama 60 (enam puluh) Hari sejak surat
permohonan peninjauan kembali diterima.
- 52 -
Pasal 89
(1) Pelaku Usaha dapat mengajukan permohonan Registrasi
Baru apabila berdasarkan evaluasi, Kepala Badan
menerbitkan keputusan berupa:
a. penolakan terhadap permohonan Registrasi
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80 ayat (2)
huruf b; atau
b. penolakan terhadap permohonan peninjauan
kembali sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat
(3) huruf b.
(2) Permohonan Registrasi Baru sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) harus diajukan oleh Pelaku Usaha
dilengkapi dengan data baru.
Bagian Kesembilan
Obat Tradisional yang Tidak Dapat Diajukan Registrasi
Pasal 90
(1) Obat Tradisional yang dibuat, diimpor, dan/atau
diedarkan di wilayah Indonesia dilarang:
a. dalam bentuk sediaan cairan obat dalam yang
mengandung etil alkohol lebih dari 1%v/v (satu
persen volume per volume) kecuali dalam bentuk
sediaan tingtur dengan cara penggunaan
diencerkan;
b. mengandung bahan kimia berkhasiat obat yang
merupakan hasil isolasi atau sintetik pada Obat
Tradisional;
c. mengandung narkotika atau psikotropika;
d. mengandung hewan atau tumbuhan yang
dilindungi sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan;
- 53 -
Pasal 91
(1) Bahan yang dilarang dan dibatasi digunakan dalam Obat
Tradisional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 90 huruf
f dapat digunakan dalam produk Obat Tradisional jika
berdasarkan proses pengkajian ilmiah terbukti aman dan
berkhasiat.
(2) Izin penggunaan bahan sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) ditetapkan oleh Kepala Badan.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai Obat Tradisional untuk
keperluan terbatas sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
diatur dengan Peraturan Badan Pengawas Obat dan
Makanan.
- 54 -
BAB IV
MASA BERLAKU IZIN EDAR
Pasal 92
(1) Izin Edar berlaku untuk jangka waktu 5 (lima) tahun
sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
(2) Izin Edar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat
diperpanjang melalui mekanisme Registrasi Ulang.
(3) Dikecualikan dari ketentuan sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), untuk Obat Tradisional yang diajukan
melalui Registrasi Impor dengan masa berlaku surat
penunjukan keagenan paling lama 5 (lima) tahun.
(4) Masa berlaku Izin Edar sebagaimana dimaksud pada ayat
(3) sesuai dengan masa berlaku surat penunjukan
keagenan.
Pasal 93
Obat Tradisional yang telah habis masa berlaku Izin Edarnya
dan tidak diperpanjang dinyatakan sebagai Obat Tradisional
yang tidak memiliki Izin Edar.
BAB V
BIAYA
Pasal 94
(1) Pelaku Usaha yang mengajukan permohonan Registrasi
untuk tahap Praregistrasi dan Registrasi dikenai biaya
sebagai penerimaan negara bukan pajak.
(2) Pengenaan besaran biaya sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) dibedakan berdasarkan jenis Jamu dan Obat
Tradisional lisensi yang akan diregistrasikan sebagai
berikut:
a. Sediaan sederhana; atau
b. Sediaan modern.
- 55 -
BAB VI
PENILAIAN/EVALUASI KEMBALI
Pasal 95
(1) Kepala Badan dapat melakukan penilaian/evaluasi
kembali terhadap Obat Tradisional yang beredar.
(2) Penilaian/evaluasi kembali sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) dilakukan apabila berdasarkan hasil pemantauan
ditemukan perkembangan baru mengenai keamanan,
khasiat, dan mutu Obat Tradisional yang berisiko
terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat.
(3) Data dan/atau informasi mengenai kriteria keamanan,
khasiat, dan mutu Obat Tradisional yang berpengaruh
pada kesehatan dan keselamatan masyarakat
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat diperoleh
melalui mekanisme pengawasan dan pemantauan
- 56 -
Pasal 96
(1) Pemegang Izin Edar dapat mengajukan permohonan
pengembalian nomor Izin Edar kepada Kepala Badan
disertai dengan justifikasi pengembalian nomor Izin Edar.
(2) Terhadap permohonan pengembalian nomor Izin Edar
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Kepala Badan
menerbitkan keputusan pembatalan Izin Edar.
BAB VII
KEADAAN KAHAR (FORCE MAJEUR)
Pasal 97
(1) Dalam hal terjadi keadaan kahar dalam pelaksanaan
Registrasi maka pengajuan permohonan dan/atau
penerbitan keputusan Registrasi dapat dilakukan secara
manual.
- 57 -
BAB VIII
IKLAN
Pasal 98
(1) Obat Tradisional dapat diiklankan jika memenuhi
persyaratan sebagai berikut:
a. Obat Tradisional telah memiliki Izin Edar; dan
b. Iklan Obat Tradisional telah memperoleh
persetujuan Iklan dari Kepala Badan.
(2) Pelaku Usaha wajib memuat informasi yang objektif,
tidak berlebihan dan tidak menyesatkan, serta lengkap
pada Iklan.
(3) Informasi dalam Iklan sebagaimana dimaksud pada ayat
(2) harus sesuai dengan klaim yang disetujui pada saat
Registrasi.
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai Iklan Obat Tradisional
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan
Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan.
BAB VIII
SANKSI
Pasal 99
(1) Pelaku Usaha yang melanggar ketentuan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1), Pasal 2 ayat (2), Pasal
9, Pasal 11 ayat (4), Pasal 16 ayat (1), Pasal 16 ayat (2),
Pasal 23 ayat (1), Pasal 23 ayat (2), Pasal 24 ayat (9),
Pasal 27 ayat (1), Pasal 29 ayat (1), Pasal 29 ayat (3),
Pasal 29 ayat (4), Pasal 30 ayat (10), Pasal 32, Pasal 34,
- 58 -
Pasal 100
(1) Sanksi administratif berupa pembatalan/pencabutan Izin
Edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99 ayat (2)
huruf f dikenakan jika:
a. Pelaku Usaha tidak melakukan produksi atau impor
Obat Tradisional selama 2 (dua) tahun berturut-
turut; dan/atau
b. Pelaku Usaha tidak memproduksi atau mengimpor
Obat Tradisional paling lambat 1 (satu) tahun
terhitung sejak Izin Edar diterbitkan.
(2) Selain dikenakan berdasarkan ketentuan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), sanksi administratif berupa
pembatalan/pencabutan nomor Izin Edar sebagaimana
- 59 -
Pasal 101
Sanksi administratif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99
ayat (2) huruf h dikenakan jika Pelaku Usaha diketahui
mengajukan dokumen/data Registrasi yang diduga palsu atau
yang dipalsukan atau tidak benar.
Pasal 102
Tata cara pengenaan sanksi administratif sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 99 dilaksanakan sesuai dengan
Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan yang
mengatur mengenai tindak lanjut hasil pengawasan Obat
Tradisional, Obat Kuasi, Suplemen Kesehatan dan Kosmetika.
BAB IX
KETENTUAN PERALIHAN
Pasal 103
(1) Pelaku Usaha yang mengajukan permohonan Registrasi
Obat Tradisional sebelum berlakunya Peraturan Badan
ini tetap diproses berdasarkan Peraturan Kepala Badan
Pengawas Obat dan Makanan Nomor HK.00.05.41.1384
Tahun 2005 tentang Kriteria dan Tata Laksana
Pendaftaran Obat Tradisional, Obat Herbal Terstandar
dan Fitofarmaka.
(2) Pelaku Usaha yang telah memiliki Izin Edar Obat
Tradisional sebelum berlakunya Peraturan Badan ini,
tetap berlaku sampai dengan berakhirnya masa berlaku
Izin Edar sepanjang memenuhi standar dan/atau
persyaratan keamanan, khasiat, dan mutu.
(3) Dalam hal produk dengan Izin Edar masih berlaku dan
diterbitkan berdasarkan Peraturan Kepala Badan
Pengawas Obat dan Makanan Nomor HK.00.05.41.1384
- 60 -
BAB X
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 104
Pada saat Peraturan Badan ini mulai berlaku:
1. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan
Nomor HK.00.05.41.1384 Tahun 2005 tentang Kriteria
dan Tata Laksana Pendaftaran Obat Tradisional, Obat
Herbal Terstandar dan Fitofarmaka;
2. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan
Nomor HK.00.05.41.2803 Tahun 2005 tentang Larangan
Obat Tradisional yang Mengandung Cinchonae Cortex
atau Artemisiae Folium;
3. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan
Nomor HK.[Link].12.3428 Tahun 2012 tentang
Larangan Memproduksi dan Mengedarkan Obat
Tradisional dan Suplemen Makanan yang Mengandung
Tumbuhan Pausinystalia Yohimbe (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 623);
4. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan
Nomor 10 Tahun 2014 tentang Larangan Memproduksi
dan Mengedarkan Obat Tradisional dan Suplemen
Kesehatan Yang Mengandung Tumbuhan Coptis sp,
Berberis sp, Mahonia sp, Chelidonium majus,
Phellodendron sp, Arcangelica flava, Tinosporae Radix,
dan Cataranthus roseus (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2014 Nomor 1070); dan
- 61 -
Pasal 105
Peraturan Badan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal
PENNY K. LUKITO
Diundangkan di Jakarta
pada tanggal
DIREKTUR JENDERAL
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA
- 62 -
BENNY RIYANTO
LAMPIRAN I
PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT
DAN MAKANAN RI NOMOR...... TAHUN ......
TENTANG :
KRITERIA DAN TATA LAKSANA REGISTRASI OBAT
TRADISIONAL
Strip/
Blister/ Brosur
Informasi yang harus
Kemasan Etiket/label/ Kemasan
dicantumkan
Sekunder Sachet Primer
Ukuran
Terbatas
15. Efek samping, + + -
Peringatan-Perhatian,
Kontra Indikasi,
Interaksi Obat (bila
ada)
16. Kondisi penyimpanan -
17. 2D Barcode Ketentuan pencantuman sesuai Peraturan BPOM
yang berlaku.
[Link] khusus
(misal berkaitan
dengan asal bahan
tertentu, kadar alkohol,
penggunaan radiasi,
bahan yang berasal
dari GMO (Genetic
Modified Organism)).
19. Informasi bahan + -
pemanis, pewarna,
pengawet, dan perisa
Keterangan:
: Informasi harus dicantumkan
+ : Informasi dapat dicantumkan atau dapat dengan menyebutkan ‘Lihat Brosur’
bila kemasan tidak dapat memuat informasi tersebut. Bila tidak tersedia
brosur, maka informasi lengkap nomor 1 – 17 harus disertakan pada
etiket/label
- : Informasi tidak perlu dicantumkan
* : Sesuai dengan status produk
Ditetapkan di : JAKARTA
Pada tanggal :
_________________________________________________
KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
REPUBLIK INDONESIA
PENNY K. LUKITO
-3-
LAMPIRAN II
PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT
DAN MAKANAN RI NOMOR....... TAHUN .......
TENTANG
KRITERIA DAN TATA LAKSANA REGISTRASI OBAT
TRADISIONAL
80. Minyak biji pala Oleum Myristicae minyak gosok, tapel, pilis,
minyak aromaterapi
Ditetapkan di : JAKARTA
Pada tanggal :
_________________________________________________
KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
REPUBLIK INDONESIA
PENNY K. LUKITO
- 12 -
LAMPIRAN III
PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT
DAN MAKANAN RI NOMOR....... TAHUN .......
TENTANG
KRITERIA DAN TATA LAKSANA REGISTRASI OBAT
TRADISIONAL
KLAIM PERINGATAN/
NO NAMA TANAMAN
KHASIAT PERHATIAN
(a) (b) (c) (d)
1. Membantu - Allium Cepa bulbus
meredakan - Allium sativum bulbus
pegal linu dan - Andrographis paniculata
nyeri pada herba
persendian. - Andropogon nardus herba
- Blumea balsamifera folium
- Boesenbergia pandurata
rhizoma
- Caessalpinia sappan
lignum
- Capsicum annum fructus
- Caryophyllus aromaticum
flos
- Centella asiatica folium
- Centella asiatica herba
- Cinnamomum sintoc cortex
- Curcuma longa rhizoma
- Curcuma xanthorrhiza
rhizoma
- Curcuma zedoaria rhizoma
- Cymbopogon nardus folium
- Cyperus rotundus rhizoma
- Dioscorea hispida rhizoma
- Elephantopus scaber
folium
- Euphorbia hirta folium
- Gynura procumbens folium
- Helicteres isora cortex
- Hibiscus sabdarifa flos
- 21 -
KLAIM PERINGATAN/
NO NAMA TANAMAN
KHASIAT PERHATIAN
(a) (b) (c) (d)
- Kaempferia galanga
rhizoma
- Languas galanga rhizoma
- Melaleuca leucadendra
folium
- Myristica fragrans fructus
- Phyllantus niruri herba
- Piper nigri fructus
- Piper retrofractum fructus
- Plantago major folium
- Plantago Major radix
- Sida rombifolia radix
- Sonchus arvensis folium
- Sterculia foetida folium
- Syzygium aromaticum flos
- Vitex trifolia folium
- Zingiber aromaticum
rhizoma
- Zingiber officinale rhizoma
- Zingiber zerumbet rhizoma
2 Membantu - Achyranthes aspera radix - Tidak boleh
mengurangi - Alstonia scholaris cortex diberikan pada
frekuensi - Andrographis paniculata anak dibawah 5
buang air besar herba tahun dan
- Areca catechu fructus penderita harus
- Blumea balsamifera folium minum oralit.
- Caessalpinia sappan - Bila dalam
lignum penggunaan 3
- Camelia sinensis folium hari tidak ada
- 22 -
KLAIM PERINGATAN/
NO NAMA TANAMAN
KHASIAT PERHATIAN
(a) (b) (c) (d)
- Centella asiatica folium perbaikan
- Cinnamomum sintoc cortex gejala segera
- Coriandrum sativum hubungi dokter
fructus
- Curcuma longa rhizoma
- Curcuma xanthorrhiza
rhizoma
- Eugenia polyantha folium
- Foeniculum vulgare fructus
- kaempferia angustifolia
rhizoma
- Kaempferia galanga
rhizoma
- Melastoma malabathricum
folium
- Momordica charantia
folium
- Myristica fragrans fructus
- Nigella sativa semen
- Parameria laevigata cortex
- Pimpinella anisum fructus
- Plucea indica folium
- Psidium guajava folium
- Punica granatum fructus
- Punica granatum
pericarpium
- Sida rombifolia radix
- Sterculia foetida folium
- Syzygium aromaticum flos
- 23 -
KLAIM PERINGATAN/
NO NAMA TANAMAN
KHASIAT PERHATIAN
(a) (b) (c) (d)
- Uncaria gambir folium
- Vitex trifolia folium
- Zingiber officinale rhizoma
- Zingiber zerumbet rhizoma
3 Membantu - Aloe vera folium
melancarkan - Carica papaya fructus
buang air besar - Cassia angustifolia folium
- Cassia fistula fructus
- Cichorium intybus herba
- Helianthus annus semen
- Hibiscus tiliaceus folium
- Oleum Ricinum communis
semen
- Plantago major semen
- Rheum offcinale radix
- Rheum offcinale rhizoma
- Tamarindus indica fructus
4 Membantu - Amomum compactum
memperbaiki fructus
nafsu makan - Andrographis paniculata
herba
- Anredera cordifolia folium
- Boesenbergia pandurata
rhizoma
- Carica papaya folium
- Cosmos caudatus folium
- Curcuma longa rhizoma
- Curcuma xanthorrhiza
rhizoma
- 24 -
KLAIM PERINGATAN/
NO NAMA TANAMAN
KHASIAT PERHATIAN
(a) (b) (c) (d)
- Foeniculum vulgare fructus
- Pimpinella anisum fructus
- Tinospora crispa caulis
- Zingiber officinale rhizome
- Zingiber zerumbet rhizoma
5 Membantu - Alstonia scholaris cortex
meredakan - Amomum compactum
gejala masuk fructus
angin seperti - Andrographis paniculata
mual, muntah herba
dan perut - Blumea balsamifera folium
kembung - Caessalpinia sappan
lignum
- Carica papaya folium
- Cinnamomum burmanii
cortex
- Cinnamomum sintoc cortex
- Coriandrum sativum
fructus
- Curcuma longa rhizoma
- Curcuma xanthorrhiza
rhizoma
- Cymbopogon nardus folium
- Cyperus rotundus rhizoma
- Elephantopus scaber
folium
- Eugenia polyantha folium
- Euphorbia hirta folium
- Euphorbia hirta herba
- 25 -
KLAIM PERINGATAN/
NO NAMA TANAMAN
KHASIAT PERHATIAN
(a) (b) (c) (d)
- Foeniculum vulgare fructus
- Imperata cylindrica radix
- Kaempferia galanga
rhizoma
- Mentha arvensis folium
- mentha arvensis herba
- Mentha piperita herba
- Myristica fragrans fructus
- Myristica fragrans semen
- Nigella sativa semen
- Phyllanthus niruri herba
- Pimpinella anisum fructus
- piper cubeba fructus
- Piper nigri fructus
- Piper retrofractum fructus
- Sida rombifolia radix
- Syzygium aromaticum flos
- Tamarindus indica folium
- Vitex trifolia folium
- Zingiber aromaticum
rhizoma
- Zingiber officinale rhizoma
- Zingiber zerumbet rhizoma
6 Membantu - Alstonia scholaris cortex
meredakan - Amomum compactum
gangguan fructus
lambung seperti - Andrographis paniculata
perut kembung, herba
- Blumea balsamifera folium
- 26 -
KLAIM PERINGATAN/
NO NAMA TANAMAN
KHASIAT PERHATIAN
(a) (b) (c) (d)
mual dan - Cinnamomum burmanii
muntah cortex
- Cinnamomum sintoc cortex
KLAIM PERINGATAN/
NO NAMA TANAMAN
KHASIAT PERHATIAN
(a) (b) (c) (d)
- Piper cubeba fructus
- Piper nigri fructus
- Psidium gujava folium
- Sida rombifolia radix
- Syzygium aromaticum flos
- Tamarindus indica folium
- Vitex trifolia folium
- Zingiber officinale rhizoma
- Zingiber zerumbet rhizoma
7 Secara - Allium Cepa bulbus
tradisional - Allium sativum bulbus
digunakan - Aloe vera folium
pada penderita - Anacardium occidentale
kecacingan folium
- Anacardium occidentale
semen
- Andrographis paniculata
herba
- Annona reticulata folium
- Anredera cordifolia folium
- Areca catechu fructus
- Areca catechu semen
- Averhoa carambola fructus
- Boesenbergia pandurata
rhizoma
- Carica papaya semen
- Cosmos caudatus folium
- Curcuma aeruginosa
rhizoma
- 28 -
KLAIM PERINGATAN/
NO NAMA TANAMAN
KHASIAT PERHATIAN
(a) (b) (c) (d)
- Curcuma heyneana
rhizoma
- Curcuma xanthorrhiza
rhizoma
- Euphorbia hirta herba
- Leucaenea glauca semen
- Momordica charantia
folium
- Phyllanthus niruri herba
- Syzygium aromaticum flos
- Tinospora crispa caulis
- Zingiber officinale rhizoma
- Zingiber officinale rhizoma
- Zingiber zerumbet rhizoma
8 Membantu - Allium Cepa bulbus
meringankan - Allium sativum bulbus
gejala wasir - Aloe vera folium
- Alstonia scholaris cortex
- Amomum compactum
fructus
- Anacardium occidentale
folium
- Andrographis paniculata
herba
- Averrhoa bilimni fructus
- Blumea balsamifera folium
- Boesenbergia pandurata
rhizoma
- 29 -
KLAIM PERINGATAN/
NO NAMA TANAMAN
KHASIAT PERHATIAN
(a) (b) (c) (d)
- Caessalpinia sappan
lignum
- Carica papaya folium
- Carica papaya radix
- Caryophyllus aromaticum
flos
- Cassia angustifolia folium
- Cassia fistula fructus
- Cassyantha filiformis
lignum
- Centella asiatica herba
- Cinnamomum sintoc cortex
- Citrus cinensis pericarpium
- Citrus hystryx pericarpium
- Citrus maxima fructus
cortex
- Coriandrum sativum
fructus
- Cucumis sativus fructus
- Curcuma longa rhizoma
- Curcuma xanthorrhiza
rhizoma
- Curcuma zedoaria rhizoma
- Cymbopogon nardus folium
- Cyperus rotundus rhizoma
- Dioscorea hispida rhizoma
- Elephantopus scaber
folium
- Erythrina variegata folium
- 30 -
KLAIM PERINGATAN/
NO NAMA TANAMAN
KHASIAT PERHATIAN
(a) (b) (c) (d)
- Eugenia polyantha folium
- Euphorbia hirta folium
- Euphorbia hirta herba
- Foeniculum vulgare fructus
- Graptophylum pictum
folium
- Gynura procumbens folium
- Helicteres isora cortex
- Hibiscus sabdariffa flos
- Hibiscus tiliaceus folium
- Imperata cylindrica radix
9 Secara - Allium sativum bulbus - Hanya untuk
tradisional - Anacardium occidentale penderita
digunakan folium darah tinggi
untuk - Andrographis paniculata yang telah
meringankan herba ditetapkan
gejala tekanan - Apium graveolens herba oleh dokter
darah tinggi Averrhoa bilimbi fructus - Selama
yang ringan. Blumea balsamifera folium penggunaan
- Centella asiatica herba konsultasikan
Cyperus rotundu rhizoma pada dokter
Hibiscus sabdariffa flos secara berkala
- Imperata cylindrica radix
- Morinda citrifolia fructus
- Morinda citrifolia radix
- Orthosiphon stamineus
folium
- Persea americana folium
- 31 -
KLAIM PERINGATAN/
NO NAMA TANAMAN
KHASIAT PERHATIAN
(a) (b) (c) (d)
- Phaleria macrocarpa
fructus
- Phyllanthus niruri herba
- Plantago major folium
- Sonchus arvensis folium
- Strobilathes crispus folium
10 Membantu - Allium Cepa bulbus
mengurangi - Allium sativum bulbus
lemak darah Andrographis paniculata
herba
- Apium graveolens herba
- Averrhoa bilimbi folium
- Camellia sinensis folium
- Curcuma xanthorrhiza
rhizoma
- Curcuma xanthorrhiza
rhizoma
- Cyperus rotundus rhizoma
- Eugenia polyantha folium
- Garcinia cambogia fructus
- Hibiscus sabdarifa flos
- Momordica charantia
fructus
- Morinda citrifolia fructus
- Phyllanthus emblica
fructus
- Psidium guajava folium
- Tamarindus indica fructus
- 32 -
KLAIM PERINGATAN/
NO NAMA TANAMAN
KHASIAT PERHATIAN
(a) (b) (c) (d)
11 Secara - Alstonia scholaris cortex - Hanya untuk
tradisional Alstonia scholaris folium penderita
digunakan Anacardium occidentale kencing manis
untuk folium yang telah
membantu - Andrographis paniculata ditetapkan
meringankan herba oleh dokter.
gejala kencing - Cinnamomum burmanii - Selama
manis cortex penggunaan
- Curcuma longa rhizoma konsultasikan
Eugenia polyantha folium pada dokter
Gynura procumbens folium secara
Momordica charantia berkala.
fructus
- Morinda citrifolia fructus
- Morus alba folium
- Phaleria macrocarpa
fructus
- Phaseolus vulgaris fructus
- Phyllantus niruri herba
- Physalis minima herba
- Plantago major folium
- Strychnos ligustrina lignum
- Syzygium cumini cortex
- Syzygium cumini folium
- Syzygium cumini fructus
- taraxacum officinale radix
- Tinospora crispa caulis
- Zingiber officinale rhizoma
- 33 -
KLAIM PERINGATAN/
NO NAMA TANAMAN
KHASIAT PERHATIAN
(a) (b) (c) (d)
12 Membantu - Aloe vera folium Penggunaan
mengurangi - Alstonia scholaris cortex produk ini harus
lemak tubuh - Areca catechu fructus disertai olah raga
Caesalpinia sappan lignum teratur dan diet
Camellia sinensis folium rendah kalori
Citrus aurantifolia fructus dan rendah
Curcuma longa rhizoma lemak
- Garcinia atroviridis fructus
- Guazuma ulmifolia folium
- Hibiscus tiliaceus folium
- kaempferia angustifolia
rhizoma
- morinda citrifolia fructus
- Murraya paniculata folium
- Murraya paniculata fructus
- Patameria laevigata cortex
- Plantago major folium
- Punica granatum fructus
- Punica granatum
pericarpium
- Tamarindus indica fructus
- Zingiber casumunar
rhizoma
13 Membantu - Andrographis paniculata
memelihara herba
kesehatan - Curcuma longa rhizoma
fungsi hati - Curcuma xanthorrhiza
rhizoma
- Curuma zedoaria rhizoma
- 34 -
KLAIM PERINGATAN/
NO NAMA TANAMAN
KHASIAT PERHATIAN
(a) (b) (c) (d)
- Heydotis corymbosa herba
- Morinda citrifolia fructus
- Plantago major folium
- Zingiber zerumbet rhizoma
14 Membantu - Alstonia scholaris cortex
memelihara - Andrographis paniculata
kesehatan pria herba
dan membantu - Anredera cordifolia folium
menyegarkan - Boesenbergia pandurata
badan rhizoma
- Caessalpinia sappan
lignum
- Centella asiatica folium
- Centella asiatica herba
- Cosmos caudatus folium
- Curcuma longa rhizoma
- Curcuma xanthorrhiza
rhizoma
- Elephantopus scaber
folium
- Imperata cylindrica radix
- Kaempferia galanga
rhizoma
- Nigella sativa semen
- Phyllanthus niruri herba
- Piper retrofractum fructus
- Tinospora crispa caulis
- Zingiber aromaticum
rhizoma
- 35 -
KLAIM PERINGATAN/
NO NAMA TANAMAN
KHASIAT PERHATIAN
(a) (b) (c) (d)
- Zingiber officinale rhizoma
- Zingiber zerumbet rhizoma
15 Membantu - Alstonia scholaris cortex
memelihara - Amaranthus spinosus
kesehatan folium
wanita dan - Andrographis paniculata
membantu herba
menyegarkan - Beta vulgaris tubera
badan - Caessalpinia sappan
lignum
- Centella asiatica herba
- Curcuma longa rhizoma
- Curcuma xanthorrhiza
rhizoma
- Elephantopus scaber
folium
- Glycyrrhiza glabra radix
- Illicium verum fructus
- Imperata cylindrica radix
- Kaempferia galanga
rhizoma
- Momordica charantia
fructus
- Nigella sativa semen
- Phyllanthus niruri herba
- Pimpinella anisum fructus
- Piper retrofractum fructus
- Spinacea oleracea herba
- 36 -
KLAIM PERINGATAN/
NO NAMA TANAMAN
KHASIAT PERHATIAN
(a) (b) (c) (d)
- Zingiber aromaticum
rhizoma
- Zingiber officinale rhizoma
16 Membantu - Capsicum annum fructus
memelihara - Coriandrum sativum
stamina pria fructus
- Curcuma xanthorrhiza
rhizoma
- Euchresta horsfieldii semen
- Eurycoma longijolia radix
- Illicium verum fructus
- Litsea cubeba fructus
- Melaleuca leucadendra
folium
- Nigella sativa semen
- Panax Ginseng Radix
- Pimpinella anisum fructus
- Piper nigri fructus
- Piper retrofractum fructus
- Syzygium aromaticum flos
- Talinum paniculatum radix
- Tribulus terrestris herba
- Zingiber aromaticum
rhizoma
- Zingiber officinale rhizoma
17 Membantu - Sauropus androgynus
melancarkan folium
air susu ibu - Trigonella foenum graecum
semen
- 37 -
KLAIM PERINGATAN/
NO NAMA TANAMAN
KHASIAT PERHATIAN
(a) (b) (c) (d)
18 Membantu - Abrus precatorius folium
meredakan - Ammomum cardamomum
batuk fructus
- Clerodendron serratum
folium
- Foeniculum vulgare fructus
- Glycyrrhyza glabra radix
- Kaempferia galanga
rhizoma
- Mentha arvensis herba
- Mentha Piperita folium
- Thymus vulgaris herba
- Zingiber officinale rhizoma
- Zingiber officinale var
rubrum rhizoma
Ditetapkan di : JAKARTA
Pada tanggal :
____________________________________________
KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
REPUBLIK INDONESIA
PENNY K. LUKITO
- 38 -
LAMPIRAN IV
PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT
DAN MAKANAN RI NOMOR .... TAHUN .....
TENTANG
KRITERIA DAN TATA LAKSANA REGISTRASI OBAT
TRADISIONAL
REGISTRASI VARIASI
8 Pencantuman distributor
9 Perubahan Informasi pada desain kemasan
10 Perubahan atau penambahan brosur/leaflet
11 Perubahan atau penambahan kemasan sekunder
12 Perubahan atau penambahan ukuran kemasan
- 40 -
Ditetapkan di : JAKARTA
Pada tanggal :
____________________________________________
KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
REPUBLIK INDONESIA
PENNY K. LUKITO
- 42 -
LAMPIRAN V
PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT
DAN MAKANAN NOMOR .... TAHUN .....
TENTANG
KRITERIA DAN TATA LAKSANA REGISTRASI
OBAT TRADISIONAL
B. DOKUMEN ADMINISTRATIF
C. DOKUMEN MUTU
1. FORMULA
a. Cantumkan nama, bobot atau volume masing-masing
bahan yang digunakan, bahan aktif maupun bahan
tambahan yang terdapat dalam tiap bungkus atau tiap
bentuk sediaan dinyatakan dalam bobot tertentu (gram,
mg).
Tata nama bahan utama dituliskan dengan nama latin
simplisia sesuai dengan yang tercantum dalam Farmakope
Herbal Indonesia, Materia Medika Indonesia, farmakope
negara lain dan/atau referensi ilmiah yang diakui, dengan
menyebutkan nama marga (genus), atau nama jenis
(spesies), diikuti dengan bagian tanaman yang digunakan.
Penulisan bahan tambahan sesuai dengan nama yang
tercantum dalam Farmakope Indonesia atau Merck Index
- 43 -
2. CARA PEMBUATAN
a. Jumlah yang direncanakan untuk satu kali pembuatan,
misal:
Kapsul : 1.000.000 kapsul @ 300 mg
D. DOKUMEN KEAMANAN-KHASIAT
1. KOMPOSISI
Tuliskan komposisi bahan baku/aktif dan kadar untuk tiap
takaran
2. KLAIM KEGUNAAN
1.1. Tulis manfaat / kegunaan masing-masing bahan baku.
1.2. Tulis klaim kegunaan obat tradisional yang diajukan dan
dicantumkan pada penandaan yang harus didukung oleh
data empiris atau ilmiah.
4. PERINGATAN – PERHATIAN
Tanda peringatan, perhatian (bila ada) harus ditulis dengan jelas.
5. KONTRA INDIKASI
Kontra indikasi (bila ada), harus ditulis dengan jelas.
6. EFEK SAMPING
Efek samping (bila ada) harus ditulis dengan jelas.
7. INTERAKSI OBAT
Interaksi obat (bila ada) harus ditulis dengan jelas.
8. BETS
Nomor bets harus dapat menunjukkan bulan, tahun dan jumlah
tiap kali pembuatan agar produsen dapat menelusuri kembali
segala sesuatu mengenai Obat Tradisional tersebut, sebagai
contoh :
A 2 02 00
A = 1000 bungkus;
2 = dibuat untuk kedua kali;
02 = bulan Februari;
00 = Tahun 2000.
9. BATAS KEDALUWARSA
Batas kadaluwarsa harus dicantumkan pada penandaan Obat
Tradisional dengan mencantumkan bulan dan tahun.
- 49 -
E. DOKUMEN PENANDAAN
CUKUP JELAS
Ditetapkan di : JAKARTA
Pada tanggal :
________________________________________________
KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
REPUBLIK INDONESIA
PENNY K. LUKITO
- 52 -
LAMPIRAN VI
PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT
DAN MAKANAN NOMOR ... TAHUN...
TENTANG
KRITERIA DAN TATA LAKSANA REGISTRASI OBAT
TRADISIONAL
Jakarta,.......
Koordinator ........
Ditetapkan di : JAKARTA
Pada tanggal :
_________________________________________________
KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
PENNY K. LUKITO
- 54 -
LAMPIRAN VII
PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT
DAN MAKANAN NOMOR ... TAHUN...
TENTANG
KRITERIA DAN TATA LAKSANA REGISTRASI OBAT
TRADISIONAL
6. Persyaratan lainnya
a. Untuk Obat Tradisional Impor: contoh produk jadi, kemasan dan
penandaan asli yang beredar di negara asal
b. Rancangan kemasan untuk produk dalam negeri dan penandaan
asli sesuai yang beredar di negara asal untuk obat tradisional
impor
C. DOKUMEN MUTU
1. Formula
- 58 -
2. Cara Pembuatan
Tuliskan cara pembuatan secara singkat dan jelas meliputi:
a. Jumlah yang direncanakan untuk satu bets pembuatan (misalnya
10.000 tablet @ 500 mg)
b. Jumlah masing-masing bahan yang digunakan untuk satu kali
pembuatan (misalnya ekstrak komponen A .....kg atau L).
c. Semua jenis dan tahap pekerjaan yang dilakukan mulai dari
pengolahan bahan baku sampai diperoleh bentuk sediaan yang
dikehendaki (misal cara penyarian, dalam bentuk campuran atau
masimg-masing bahan baku/simplisia, metode dan larutan
penyari yang digunakan, rendemen ekstrak yang dihasilkan, bahan
tambahan yang digunakan).
d. Alat atau mesin yang digunakan (misal nama alat, merek, kapasitas
alat yang digunakan).
D. DOKUMEN KEAMANAN-KHASIAT
INFORMASI PRODUK
1. Klaim Penggunaan
a. Tuliskan manfaat / kegunaan masing-masing bahan baku/aktif.
b. Tuliskan klaim indikasi produk jadi.
2. Dosis - Cara Pemakaian
Tuliskan dosis dan cara pemakaian.
3. Peringatan – Perhatian
Cantumkan peringatan – perhatian bila ada.
4. Kontra Indikasi
Cantumkan kontra indikasi bila ada.
5. Efek Samping
Cantumkan efek samping bila ada.
6. Interaksi Obat
Cantumkan interaksi obat bila ada.
7. Bets
Tulis contoh nomor bets produk dan berikan penjelasan arti kode
dalam nomor bets.
8. Tanggal Kadaluwarsa
Cantumkan kadaluwarsa produk.
9. Dokumen Keamanan
a. Lampirkan hasil uji keamanan produk jadi dari laboratorium
terakreditasi di Indonesia.
b. Lampirkan Hasil uji toksisitas dan uji farmakodinamik sesuai
dengan sifat penggunaan produk (untuk obat tradisional impor).
c. Hasil uji klinik yang dilakukan di Indonesia dengan populasi orang
Indonesia bila data dukung uji klinik belum mendukung klaim
yang diajukan (untuk obat tradisional impor).
d. Laporan efek samping produk.
10. Dokumen Khasiat
- 61 -
11. Metodologi Uji Klinik (Uji Praklinik Dan/Atau Klinik) Untuk Obat
Herbal Terstandar Dan Fitofarmaka
Tuliskan metodologi dan resume hasil uji klinik (uji praklinik dan
atau klinik) produk jadi :
a. Uji praklinik (uji toksisitas dan uji farmakodinamik).
b. Uji klinik.
E. DOKUMEN PENANDAAN
Melampirkan rancangan kemasan primer dan sekunder siap edar dengan
penandaan yang mencantumkan informasi sesuai dengan Lampiran I.
Ditetapkan di : JAKARTA
Pada tanggal :
_________________________________________________
KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
REPUBLIK INDONESIA
PENNY K. LUKITO
- 62 -
LAMPIRAN VIII
PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT
DAN MAKANAN NOMOR .... TAHUN .....
TENTANG
KRITERIA DAN TATA LAKSANA REGISTRASI
OBAT TRADISIONAL
2 Perubahan Tata letak gambar ataupun 1. Surat Pengantar yang menyatakan perubahan yang
informasi produk diajukan
2. SK Persetujuan izin edar & desain kemasan disetujui
3. Persetujuan variasi & desain kemasan disetujui (bila
ada)
4. Matriks sandingan
5. Desain kemasan terbaru
3 Perubahan Jenis atau ukuran tulisan 1. Surat Pengantar yang menyatakan perubahan yang
diajukan
2. SK Persetujuan izin edar & desain kemasan disetujui
3. Persetujuan variasi & desain kemasan disetujui (bila
ada)
4. Matriks sandingan
5. Desain kemasan terbaru
4 Pencantuman atau Perubahan Logo 1. Surat Pengantar yang menyatakan perubahan yang
perusahaan diajukan
2. SK Persetujuan izin edar & desain kemasan disetujui
3. Persetujuan variasi & desain kemasan disetujui (bila
ada)
4. Matriks sandingan
5. Desain kemasan terbaru
5 Pencantuman atau Perubahan Logo 1. Surat Pengantar yang menyatakan perubahan yang
halal diajukan
2. SK Persetujuan izin edar & desain kemasan disetujui
3. Persetujuan variasi & desain kemasan disetujui (bila
ada)
4. Matriks sandingan
5. Desain kemasan terbaru
6. Sertifikat halal yang diterbitkan oleh BPJPH yang
masih berlaku.
6 Penghilangan bahasa asing dari 1. Surat Pengantar yang menyatakan perubahan yang
penandaan diajukan
2. SK Persetujuan izin edar & desain kemasan disetujui
3. Persetujuan variasi & desain kemasan disetujui (bila
ada)
- 66 -
4. Matriks sandingan
5. Desain kemasan terbaru
7 Perubahan Bentuk dan/atau dimensi 1. Surat Pengantar yang menyatakan perubahan yang
kemasan tanpa perubahan spesifikasi diajukan
bahan kemasan primer 2. SK Persetujuan izin edar & desain kemasan disetujui
3. Persetujuan variasi & desain kemasan disetujui (bila
ada)
4. Matriks sandingan
5. Desain kemasan terbaru
6. Spesifikasi bentuk dan/atau dimensi kemasan yang
lama dan yang baru
12 Penambahan informasi produk dalam 1. Surat Pengantar yang menyatakan perubahan yang
bahasa inggris atau bahasa lainnya diajukan
2. SK Persetujuan izin edar & desain kemasan disetujui
3. Persetujuan variasi & desain kemasan disetujui (bila
ada)
4. Matriks sandingan perubahan
5. Surat terjemahan dari penerjemah tersumpah untuk
bahasa asing selain bahasa inggris
6. Desain kemasan terbaru
13 Perubahan tag line yang tidak 1. Surat Pengantar yang menyatakan perubahan yang
mempengaruhi khasiat kegunaan diajukan
produk 2. SK Persetujuan izin edar & desain kemasan disetujui
3. Persetujuan variasi & desain kemasan disetujui (bila
ada)
4. Matriks sandingan perubahan
5. Desain kemasan terbaru
15 Perubahan informasi pada desain 1. Surat Pengantar yang menyatakan perubahan yang
kemasan. diajukan
2. SK Persetujuan izin edar & desain kemasan disetujui
3. Persetujuan variasi & desain kemasan disetujui (bila
ada)
4. Matriks sandingan perubahan
5. Desain kemasan terbaru
6. Data pendukung (bila ada)
21 Perubahan nama dan/atau alamat 1. Surat Pengantar yang menyatakan perubahan yang
Pendaftar, pemberi lisensi dan/atau diajukan
produsen tanpa perubahan lokasi 2. SK Persetujuan izin edar & desain kemasan disetujui
(tanpa perubahan status kepemilikan)
3. Persetujuan variasi & desain kemasan disetujui (bila
ada)
4. Matriks sandingan perubahan
5. Dokumen administratif perubahan nama dan/atau
alamat dari lembaga berwenang
(NIB/SIUP/Sertifikat Produksi/GMP)
- 69 -
22 Perubahan nama dan/atau alamat 1. Surat Pengantar yang menyatakan perubahan yang
Pendaftar (kantor)/ pemberi lisensi/ diajukan
importir dengan perubahan lokasi 2. SK Persetujuan izin edar & desain kemasan disetujui
(tanpa perubahan status kepemilikan)
3. Persetujuan variasi & desain kemasan disetujui (bila
ada)
4. Matriks sandingan perubahan
5. Dokumen administratif perubahan nama dan/atau
alamat dari lembaga berwenang
(NIB/SIUP/Sertifikat Produksi)
6. Daftar data produk (Nama produk, Bentuk sediaan,
Ukuran kemasan, NIE) yang mengalami perubahan
7. Berita acara pemeriksaan sarana untuk importir
(apabila terdapat perubahan alamat gudang)
8. Desain kemasan terbaru
23 Perubahan atau Penambahan pabrik 1. Surat Pengantar yang menyatakan perubahan yang
pengemas sekunder diajukan
2. SK Persetujuan izin edar & desain kemasan disetujui
3. Persetujuan variasi & desain kemasan disetujui (bila
ada)
4. Matriks sandingan perubahan
5. Justifikasi penambahan pabrik pengemas
6. Surat perjanjian kerjasama dengan pabrik pengemas
sekunder
7. Izin Industri pabrik pengemas sekunder
8. Sertifikat cara pembuatan yang baik dari pabrik
pengemas sekunder sesuai bentuk sediaan yang
akan dikemas
9. Desain kemasan terbaru
24 Permohonan kemasan paket atau 1. Surat Pengantar yang menyatakan perubahan yang
kemasan khusus diajukan
2. SK Persetujuan izin edar & desain kemasan disetujui
3. Persetujuan variasi & desain kemasan disetujui (bila
ada)
4. Matriks sandingan perubahan
5. Justifikasi permohonan kemasan paket atau
kemasan khusus
6. Desain kemasan khusus
25 Perubahan warna cangkang kapsul 1. Surat Pengantar yang menyatakan perubahan yang
diajukan
2. SK Persetujuan izin edar
3. Persetujuan variasi (bila ada)
4. Matriks sandingan perubahan
- 70 -
27 Perubahan metode analisis bahan 1. Surat Pengantar yang menyatakan perubahan yang
baku (nonkompedial) yang tidak diajukan
merubah spesifikasi bahan baku dan 2. SK Persetujuan izin edar
produk jadi
3. Persetujuan variasi (bila ada)
4. Matriks sandingan
5. Justifikasi dari perubahan yang diajukan.
6. Metode analisis lama & baru
7. Sertifikat analisa bahan baku lama dan baru
8. Sertifikat analisa produk jadi lama dan baru
9. Referensi atau Data dukung yang mendukung
perubahan terkait metode analisis yang diacu
31 Perubahan ukuran cangkang kapsul 1. Surat Pengantar yang menyatakan perubahan yang
lepas cepat yang tidak mempengaruhi diajukan
formula, spesifikasi produk dan 2. SK Persetujuan izin edar
stabilitas
3. Persetujuan variasi (bila ada)
4. Matriks sandingan
5. Justifikasi perubahan yang diajukan
6. Formula per kapsul
7. Spesifikasi dan Sertifikat analisa cangkang kapsul
(lama dan baru)
8. Sertifikat bebas BSE, sertifikat halal dan surat
pernyataan bermaterai cangkang kapsul bebas BSE
dari produsen baru
9. Spesifikasi dan sertifikat analisa produk jadi (lama
dan baru)
10. Data dukung penunjang lainnya (misal: perhitungan
kandungan bahan tambahan pada cangkang kapsul
yang dibatasi sesuai peraturan yang berlaku)
- 72 -
32 Perubahan bentuk atau dimensi tablet 1. Surat Pengantar yang menyatakan perubahan yang
lepas cepat yang tidak merubah diajukan
formula, bobot rata-rata dan 2. SK Persetujuan izin edar
spesifikasi produk (kecuali dimensi)
3. Persetujuan variasi disetujui (bila ada)
4. Matriks sandingan
5. Justifikasi dari perubahan yang diajukan.
6. Formula per tablet
7. Spesifikasi dan Sertifikat Analisa Produk Jadi (lama
dan baru)
33 Perubahan metode analisis produk jadi 1. Surat Pengantar yang menyatakan perubahan yang
yang tidak merubah spesifikasi produk diajukan
jadi 2. SK Persetujuan izin edar
3. Persetujuan variasi (bila ada)
4. Matriks sandingan
5. Metode analisis lama & baru
6. Sertifikat analisa produk jadi lama dan baru
7. Referensi atau data dukung yang mendukung
perubahan terkait metode analisis yang diacu
36 Perubahan atau penambahan negara 1. Surat Pengantar yang menyatakan perubahan yang
tujuan ekspor diajukan
2. SK Persetujuan izin edar & desain kemasan disetujui
- 73 -
4 Perubahan jenis atau spesifikasi bahan 1. Surat Pengantar yang menyatakan perubahan yang
pengemas primer diajukan
2. SK Persetujuan izin edar & desain kemasan disetujui
3. Persetujuan variasi & desain kemasan disetujui (bila
ada)
4. Matriks sandingan
5. Justifikasi perubahan
6. Desain kemasan Baru
7. Sertifikat analisa produk jadi dengan kemasan baru
8. Protokol dan data stabilitas dipercepat & jangka
panjang masing – masing sebanyak 2 batch minimal
selama 6 bulan disertai komitmen pelaksanaan uji
stabilitas hingga masa kedaluwarsa produk
9. Spesifikasi dan/atau sertifikat analisa bahan
pengemas lama & baru
6 Perubahan atau penambahan tempat 1. Surat Pengantar yang menyatakan perubahan yang
produksi dan/atau pengemas primer diajukan
2. SK Persetujuan izin edar & desain kemasan disetujui
3. Persetujuan variasi & desain kemasan disetujui (bila
ada)
4. Matriks sandingan
5. Justifikasi perubahan
6. Desain kemasan terbaru
7. Sertifikat produksi pabrik baru
8. Sertifikat Cara Pembuatan yang Baik pabrik baru
yang masih berlaku
9. Formula per sediaan dan per bets
10. Cara pembuatan
11. Sertifikat analisa produk jadi
- 75 -
7 Perubahan spesifikasi bahan baku 1. Surat Pengantar yang menyatakan perubahan yang
diajukan
2. SK Persetujuan izin edar
3. Persetujuan variasi (bila ada)
4. Matriks sandingan
5. Justifikasi perubahan
6. Spesifikasi dan Sertifikat analisa bahan baku yang
berubah (lama dan baru)
7. Spesifikasi dan Sertifikat analisa produk jadi (lama
dan baru)
8. Protokol dan data stabilitas dipercepat & jangka
panjang masing – masing sebanyak 2 batch minimal
selama 6 bulan disertai komitmen pelaksanaan uji
stabilitas hingga masa kedaluwarsa produk
9. Referensi / data yang mendukung perubahan (jika
perlu)
8 Peningkatan ukuran bets produk lebih 1. Surat Pengantar yang menyatakan perubahan yang
dari sepuluh kali yang tidak diajukan
memengaruhi reprodusibilitas dan 2. SK Persetujuan izin edar
spesifikasi produk jadi
3. Persetujuan variasi (bila ada)
4. Matriks sandingan
5. Justifikasi perubahan
6. Formula per sediaan dan per bets
7. Cara pembuatan
8. Spesifikasi dan Sertifikat analisa produk jadi (lama
dan baru)
9. Protokol dan data stabilitas dipercepat & jangka
panjang masing – masing sebanyak 2 batch minimal
selama 6 bulan disertai komitmen stabilitas hingga
masa kedaluwarsa produk
9 Perubahan cara produksi produk yang 1. Surat Pengantar yang menyatakan perubahan yang
tidak mempengaruhi formula dan diajukan
spesifikasi produk jadi 2. SK Persetujuan izin edar & desain kemasan sesuai
persetujuan terakhir
3. Persetujuan variasi (bila ada)
4. Matriks sandingan
5. Justifikasi perubahan
6. Formula per sediaan dan per bets
7. Cara pembuatan (lama dan baru)
- 76 -
Ditetapkan di : JAKARTA
Pada tanggal :
________________________________________________
KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
REPUBLIK INDONESIA
PENNY K. LUKITO
- 77 -
LAMPIRAN IX
PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT
DAN MAKANAN NOMOR .... TAHUN .....
TENTANG
KRITERIA DAN TATA LAKSANA REGISTRASI
OBAT TRADISIONAL
SURAT PERNYATAAN
Materai 10000
LAMPIRAN X
PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT
DAN MAKANAN NOMOR .... TAHUN .....
TENTANG
KRITERIA DAN TATA LAKSANA REGISTRASI
OBAT TRADISIONAL
Bagian
Nama Tumbuhan Nama
No yang Nama Simplisia
(spesies) Umum
Dilarang
1. Abrus precatorius L. Saga Biji Abri Precatorii
Semen
2. Aconitum spp. Akonitum Seluruh Aconiti Herba dan
bagian Aconiti Radix
3. Actaea racemosa L. Black Rimpang Actaeae Racemosae
Syn. Cimicifuga Cohosh dan akar Rhizoma dan
racemosa (L.) Nutt. Actaeae Racemosae
Radix (syn.
Cimicifugae
Racemosae Rhizoma
dan Cimicifugae
Racemosae Radix)
4. Adonis vernalis L. Adonis Seluruh Adonis Vernalidis
bagian Herba dan Adonis
Vernalidis Radix
5. Antiaris toxicaria Upas Getah Antiaris Toxicariae
Lesch. Latex
6. Arcangelisia flava Kayukuning Kayu Arcangelisiae Flavae
(L.) Merr. , akar Caulis
kuning
- 79 -
Dryobalanopsis
Champorae Radix,
Dryobalanopsis
Champorae Caulis,
Dryobalanopsis
Champorae Folium,
Dryobalanopsis
Champorae Flos,
Dryobalanopsis
Champorae Fructus,
Dryobalanopsis
Champorae Semen
Garciniae Morellae
Fructus,
Garciniae Morellae
Semen
42. Garcinia elliptica Gamboge Seluruh Garciniae Ellipticae
[Link] Wight bagian Radix,
Garciniae Ellipticae
Caulis,
Garciniae Ellipticae
Folium,
Garciniae Ellipticae
Flos,
Garciniae Ellipticae
Fructus,
Garciniae Ellipticae
Semen
43. Gelsemium Yellow Seluruh Gelsemii
sempervirens (L.) Jasmine bagian Sempervirensis
[Link]. Herba, Gelsemii
Sempervirensis
Rhizoma, Gelsemii
Sempervirensis
Radix
44. Gelsemium elegans Lemuan Seluruh Gelsemii Elegansis
(Gardn. et Champ.) bagian Herba,
Benth. Gelsemii Elegansis
Rhizoma,
Gelsemii Elegansis
Radix
45. Gluta usitata (Wall.) Krengas Getah Glutae Usitatae
Ding Hou Latex
- 86 -
Juniperi Sabinae
Flos,
Juniperi Sabinae
Fructus,
Juniperi Sabinae
Semen
52. Lantana camara L. Tembelekan Seluruh Lantanae Camarae
bagian Radix,
Lantanae Camarae
Herba
Podophylli Peltati
Radix
74. Psilocybe cubensis Seluruh Psilocybis cubensis
(Earle) Singer Bagian Thallus
B. Hewan
1. Bufo gargarizans Cantor, Bufo melanostictus Schneider, Bufo vulgaris
Lour (Samsu, Kodok Kerok)
2. Glandula parathyreoideae, glandula suprarenalis, glandula thyreoideae,
Glandula pinealis (Pituitary gland), Glandula thyreoidea (Thymus gland),
hypophysis posterior, hypophysis anterior, ovarium, pankreas, testis,
plasenta, hormon.
3. Lytta vesicatoria (Cantharis)
4. Mylabris phalerata Pall
5. Mylabris cichorii Linnaeus
C. Mineral
1. Senyawa Tembaga : Chalcanthite/blue stone/blue vitriol/Terusi/
Tembaga (II) sulfat pentahidrat
2. Senyawa Timbal
Litharge/Timbal oksida
Minium/ Timbal tetraoksida
3. Senyawa Arsen
Arsen trioksida
Arsen triklorida
Orpiment/Arsen Trisulfida
Realgar
4. Senyawa raksa
- 93 -
Kalomel/Merkuro klorida
Sublimat/Merkuri klorida
Cinnabaris/Sinabar/Merkuri sulfida
5. Sulfur (kecuali untuk obat luar)
D. Senyawa Alkohol
Etil alkohol lebih dari 1% untuk penggunaan oral.
Ditetapkan di : JAKARTA
Pada tanggal :
_________________________________________________
KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
REPUBLIK INDONESIA
PENNY K. LUKITO