0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
105 tayangan8 halaman

Pengantar dan Jenis Retorika

[Ringkasan] Teks tersebut merangkum pengertian, struktur, tujuan dan fungsi, serta jenis-jenis retorika. Retorika didefinisikan sebagai ilmu berbicara yang mempelajari cara mengatur kata-kata untuk menciptakan kesan tertentu. Struktur retorika membantu menganalisis teks secara terperinci. Tujuan retorika adalah meyakinkan pendengar, sedangkan fungsinya antara lain memberikan informasi, pendidikan, dan

Diunggah oleh

Elsa Mantika
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
105 tayangan8 halaman

Pengantar dan Jenis Retorika

[Ringkasan] Teks tersebut merangkum pengertian, struktur, tujuan dan fungsi, serta jenis-jenis retorika. Retorika didefinisikan sebagai ilmu berbicara yang mempelajari cara mengatur kata-kata untuk menciptakan kesan tertentu. Struktur retorika membantu menganalisis teks secara terperinci. Tujuan retorika adalah meyakinkan pendengar, sedangkan fungsinya antara lain memberikan informasi, pendidikan, dan

Diunggah oleh

Elsa Mantika
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

“RETORIKA”

1. PENGERTIAN

Retorika menurut bahasa dalam bahasa Inggris disebut rhetoric, dalam bahasa
latin rethorika dan dalam bahasa Yunani yakni rethor yang artinya ilmu berbicara, seni
bicara atau mahir berbicara.1
Sedangkan menurut istilah retorika adalah ilmu yang mempelajari cara mengatur
komposisi kata-kata agar timbul kesan yang telah dikehendaki-nya pada diri. 2 Retorika
adalah pemekaran bakat-bakat tertinggi manusia, yakni rasio dan cita rasa lewat bahasa
selaku kemampuan untuk berkomunikasi dalam medan pikiran dan bentuk komunikasi di
mana seseorang menyampaikan buah pikirannya baik lisan maupun tertulis kepada
hadirin yang relatif banyak dengan berbagai gaya dan cara bertutur, serta selalu dalam
situasi tatap muka (face to face) baik langsung maupun tidak langsung.3
Struktur retorika menggambarkan teks secara terperinci namun terbatas sehingga
dapat meramalkan sifat teks dan pengaruhnya. fungsi dan struktur yang membuat sebuah
teks menjadi efektif sebagai alat komunikasi bagi manusia. Jelas hubungan antara bagian-
bagian teks tidak dilihat dari susunan kata yang membentuk teks tersebut. Susunan kata
tersebut merupakan realisasi dari suatu hubungan abstrak dari makna dan niat yang
disajikan melalui susunan kata.

Jadi, dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa struktur retorika merupakan
suatu bagian model analisis teks yang menggambarkan teks secara terperinci dan terbatas
sehingga dapat menjelaskan sifat teks serta pengaruhnya dalam menyampaikan maksud
dan tujuan dalam komunikasi manusia.

1
(Sunarjo, Djunaisih, S. 1983. Komunkasi, Persuasi Dan Retorika. Yogyakarta: Liberty.)

2
(Suhandang, Kustadi. 2009. Retorika: Strategi Teknik dan Taktik Pidato. Bandung: Nuansa)

3
(Rahmat, Jalaluddin. 2001. Retorika Modern. Bandung: Remaja Rosda Karya.)
2. STRUKTUR RETORIKA
-TEKS DISKUSI
a) Pendahuluan
Pernyataan untuk membatasi topik, latar belakang topik, dan sudut pandang bebeda yang
akan dibahas.
b) Isi
Beberapa paragraf dengan pernyataan dan alasan yang mendukung, memakai bahasa
persuasif, kohesif untuk menghubungkan gagasan atau untuk menunjukkan perubahan
pendapat.
c) Simpulan: simpulan argumen dari kedua sisi, penilaian dari pernyataan-
pernyataan yang paling efektif, dan rekomendasi satu sudut pandang berdasarkan
pernyataan yang disajikan.

-TEKS TANGGAPAN
a. Evaluasi, merupakan bagian pertama dalam Teks Tanggapan Kritis. Bagian
Evaluasi berisi pernyataan umum tentang apa yang akan disampaikan penulis
dalam teks.
b. Deskripsi Teks, merupakan bagian kedua atau lebih jelasnya adalah bagian isi
dalam Teks Tanggapan Kritis. Bagian Deskripsi Teks ini memuat informasi
tentang data-data dan pendapat pendapat yang mendukung.
c. Penegasan Ulang, merupakan bagian ketiga teks atau lebih jelasnya adalah bagian
terakhir teks yang berisi penegasan ulang terhadap apa yang telah dilakukan atau
yang telah diputuskan.
3. TUJUAN DAN FUNGSI RETORIKA
Ialah persuasi yang dimaksudkan dalam persuasi dalam hubungan ini ialah
yakinnya pendengar akan kebenaran gagasan hal yang dibicarakan pembicara. Artinya
bahwa tujuan retorika ialah membina saling pengertian yang mengembangkan kerjasama
dalam menumbuhkan kedamian dalam kehidupan bermasyarakat lewat kegiatan bertutur

Adapun fungsi retorika yang diantaranya yaitu:

 Membimbing penutur mengambil keputusan yang tepat.


 Membimbing penutur secara lebih baik memahami masalah kejiwaan manusia pada
umumnya dan kejiwaan penanggap tutur yang akan dan sedang dihadapi.
 Membimbing penutur menemukan ulasan yang baik.
 Membimbing penutur mempertahankan diri serta mempertahankan kebenaran dengan
alasan yang masuk akal.

Tujuan dan Fungsi Retorika 


Menurut Tasmara (1997:156), terdapat lima tujuan retorika, yaitu sebagai berikut:

 To Inform, yaitu memberikan penerangan dan pengertian kepada massa, guna


memberikan penerangan yang mampu menanamkan pengertian dengan sebaik-baiknya. 
 To Convise, yaitu meyakinkan dan menginsafkan.
 To Inspire, yaitu menimbulkan inspirasi dengan teknik dan sistem penyampaian yang
baik dan bijaksana. 
 To Intertain, menggembirakan, menghibur dan menyenangkan, dan memuaskan.
 To Ectuate (to put into action), yaitu menggerakkan dan mengarahkan mereka untuk
bertindak menetralisir dan melaksanakan ide yang telah dikomunikasikan oleh pembicara
di hadapan audience .

Menurut Raudhonah (2007:52), fungsi retorika hampir sama dengan fungsi komunikasi, yaitu
sebagai berikut:

 Mass information, yaitu untuk memberi dan menerima informasi kepada khalayak. Hal
ini bisa dilakukan oleh setiap orang dengan pengetahuan yang dimiliki. Tanpa
komunikasi informasi tidak dapat disampaikan dan diterima. 
 Mass education, yaitu memberi pendidikan. Fungsi ini dilakukan oleh guru kepada
murid untuk meningkatkan pengetahuan atau oleh siapa saja yang memiliki keinginan
untuk memberikan pendidikan. 
 Mass persuasion, yaitu untuk memengaruhi. Hal ini biasa dilakukan oleh setiap orang
atau lembaga yang memberi dukungan dan ini bisa digunakan oleh orang yang bisnis,
dengan mempengaruhi iklan yang dibuat. 
 Mass intertainement, yaitu untuk menghibur. Hal ini yang biasa dilakukan oleh radio,
televisi atau orang yang memiliki profesional menghibur.

4. JENIS-JENIS RETORIKA

Retorika memiliki beberapa jenis yang beragam. Berdasarkan fungsi dan situsi yang di
gunakan. Ketepatan menggunakan retorika dalam penymapian pidato dengan mengatahui jenis
jenis retorika agar lebih dpahami dan di gunakan untuk pembicara. Pembicara harus mengatahui
jenis jenis dan fungsi agar penyampaian pesan kepada audience tersampaikan dan mudah di
mengerti.

Beberapa jenis retorika menurut Aristoteles:

A. Retorika forensic (forensic rhetoric)


Adalah jenis retorka yang berkaitan dengan pengadilan pembicaraan fokus pada
pengandilan. Dimana jenis ini menuntut atau mendorong rasa bersalah atau tidak
bersalah. Biasanya jenis retorika forensic ini di gunakanpada bagian hukum, ketika hakim
menimbang keputusan tentang salah atau tidaknya terdakwah.
B. Retorika epidetitik (epideitic rhetoric)
Adalah jenis retorika yang berkaitan dengan wacana yang berhubungan dengan pujian
atau tuduhan. Pidato ini digunakan kepada publik dengan tujuan memuji, menghormati,
menyalahkan, mempermalukan berfokus pada isu isu sosial pada masa sekarang.
Contohnya tentang berita ustad dari salah satu pesantre yang mencabuli 12 santriwati.
C. Retorika deliberative (deliberative rhetoric)
Adalah jenis retorika yang mempengaruhi khalayak dalam kebijakan pemerintah tindakan
yang harus di lakukan dan tidak boleh di lakukan atau retorika jenis ini bisa disebut
pidato politis. Contoh: berita tentang penerapan PPKM, atau pidato yang di sampaikan
paslon dalam kempanye.
D. Retorika Demonstrative adalah jenis retorika yang mengembangkan wacana yang dapat
memuji dan menghujat yang menuai pro dan kontra. Contohnya tentang pemerintah yang
menerapkan PPKM sekala besar di libur natal dan tahun baru.

Selain Aritoteles, ada juga pembagian jenis retorika menurut Hedrikus yang mencakup:
A. Monologika
Monologogika adalah ilmu yang berbicara tantang seni secara monolog, dimana hanya
ada satu pembicara. Contohnya pemberi kata sambutan,ceramah,pidato
B. Dialogika
Adalah ilmu berbicara tantag seni secara dialog dimana dua orang atau lebih yang
berbicara atau mengambil bagian pada proses pembiacaraan Contohnya seperti diskusi,
tanya jawab,debat,percakapan4
C. Pembinaan Teknik bicara
Teknik berbicara adalah syarat bagi retorika dalam bagian ini diarahkan pada pembinaan
teknik bernapas,teknik mengucapkan,suara,teknik berbicara,dan bercerita. 5

Unsur-unsur retorika:
1. Pembicara (Komunikasi)
Ketika memperisapkan dan menyiapkan pidato untuk berbiacara di depan orang. Dari
situ kita memperluas pengatahuan untuk di sampaikan kepada para pedengar, dan
mengatahui maksud dan tujuan kita untuk berbicara. Pembiacara yang cerdas selalu
memperhatikan reaksi yang timbul dari audience sehingga ia dengan segera merubah
teknik berbicara setelah respond yang di berikan para pendengar (audience).
2. Pendengar (Hadirin)
Para pendengar atau hadirin yang terlibat pada kegiatan memiliki sifat yang berbeda
dan memiliki khasnya sendiri. kepercayaan, dan nilai. Berbeda dengan kaum intelek
yang selalu menyandarkan rasionalitas untuk menyikapi semua keadaan, maka
kalangan praktisi dominan menggunakan tindakan ketimbangan rasionalitasnya.
kaum non-intelek adalah golongan terbesar dan mereka umumnya terdiri dari orang-
orang yang selalu memperhatikan kesulitan hidupnya.

Terciptanya general opinion itu merupakan tanda bahwa hadirin bisa menerima dan
menyetujui pesan yang dikemukakan oleh pembicaranya. Dengan demikian mereka
akan selau mendukung maksud yang dikemukakan sehingga dengan demikian

4
Dori wuwur hendrikus, retorika, (Yogyakarta: kanisisus, 1991), hlm 16-17
5
[Link] (Di akses 10 December 2021
pukul 21:15)
retorika itu dapat dikatakan efektif dan sukses dalam arti komunikasinya well tuned,
dimana tercipta persamaan makna terhadap topic pembicara dengan pendengar.
3. Bahasa
Bahasa yang dikuasai audience tentang pemilihan jenis bahasa(bahasa daerah, bahasa
nasional, atau campuran) tergantung kondisi dan tingkat formalitas acaranya. Bahasa
merupakan factor yang sangat kuat pengaruhnya terhadap keberhasilan pidato. Hal ini
dapat kita pahami dengan melihat funsi bahasa sebagai alata komunikasi atau lata
pengungkap gagasan manusia. Pembicara harus mampu secara tepat memilih bahsa
yang cocok dengan situasi dan kondisi hadirin, di samping ia harus mampu
menyampaikan bahasa yang dipilihnya itu dengan lafal yang tepat dan jelas, intonasi
yang sesuai dengan isi bahasa yang disampaikan.
4. Pengatahuan dan materi
Dalam hal ini sangat penting untuk di kuasai karena dari sini kita memberikan
informasi kepada pendengar pada pengatahuan ini bisa di selingi pengatahuan lebih
untuk mendukung materi yang di sampaikan. Contoh pendakwah yang memberika
beberpa ayat sebagai pondasi dari materi yang di berikan.
5. Kelincahan dalam hal logika
Ini juga perlu di terapkan karena pembicara adalah nahkoda dalam membawakan
kegiatan. Ketika dalam memberikan materi ada hal yang tidak di sangka maka
pembicara harus pandai dalam mengontrol para audience agar kembali kondosif dan
membawakan acara lebih maksimal.
6. Pesan dan salurannya
Dimana setiap pemateri dan pembicara harus memberikan makna dan pesan
kepada audience . untuk salurannya yang di maksud adalah seperti jabatan tangan
atau epuk tangan menambahkan ke hangatan dan kemeriahan acara.
7. Akibat
Dalam kegiatan retorika setiap akibat akan memperhatikan ketegasan yang
berbeda. Seperti halnya para hadirin dengan kekhasannya msing-masing akan
menyebabkan timbulnya akibat yang berbeda sesuai dengan kekhasan masing-masing
itu. Sepeti disinggung di depan bahwa akan terdiri dari pubik yang masing-masing
memiliki opini tertentu terhadap apa yang diungkapkan dalam pidato. Berhasil atau
tidaknya suatu pidato tergantung pada interaksi tersebut. Karenanya jika
menginginkan jadi pembicara yang efektif maka harus mengetahui informasi, sikap,
dan kepercayaan yang dimiliki hadirin terhadap tema pidato.

DAFTAR PUSTAKA

(Sunarjo, Djunaisih, S. 1983. Komunkasi, Persuasi Dan Retorika. Yogyakarta: Liberty.)

(Suhandang, Kustadi. 2009. Retorika: Strategi Teknik dan Taktik Pidato. Bandung: Nuansa)

(Rahmat, Jalaluddin. 2001. Retorika Modern. Bandung: Remaja Rosda Karya.)

[Link] Di akses pada 11 December 2021 pukul


18:30
[Link] Di akses
11 December 2021 pukul 18:50

Hendrikus, Dori Wuwur. 1991. Retorika. Yogyakarta: Kanisius.

[Link] di akses pada


10 desember 2021 pukul 20:30

[Link] diakses pada


10 December 2021 21:15

Common questions

Didukung oleh AI

Dalam retorika demonstrative, motif pro dan kontra mempengaruhi cara penyampaiannya dengan memaksa pembicara untuk mengedepankan argumen yang dapat memuji satu sisi sekaligus mengecam sisi lain, sehingga menciptakan wacana yang memicu diskusi dan perdebatan. Misalnya, dalam konteks kebijakan pemerintah yang menuai pro dan kontra, pembicara harus menyampaikan argumen yang baik dari kedua sisi dengan menyoroti kelebihan dan kekurangan kebijakan tersebut serta mengapa pendapat mereka lebih menguntungkan . Ini memungkinkan audiens untuk mempertimbangkan perspektif yang berbeda sebelum mengambil keputusan akhir. Strategi ini juga menarik perhatian dan emosi audiens, membuat mereka lebih terlibat dalam pembicaraan .

Pemahaman terhadap kejiwaan pendengar mempengaruhi efektivitas penyampaian pesan karena memungkinkan pembicara untuk menyesuaikan teknik dan isi pidato menurut karakteristik audiens, seperti kepercayaan, nilai, dan emosi mereka. Dengan mengetahui informasi, sikap, dan kepercayaan yang dimiliki audien terhadap tema pidato, pembicara dapat membuat argumen yang lebih relevan dan meyakinkan, sehingga meningkatkan kemungkinan audiens menerima dan mendukung pesan tersebut . Selain itu, ini memungkinkan pembicara untuk mengidentifikasi reaksi emosional yang mungkin muncul dan meresponsnya dengan tepat .

Retorika dapat digunakan untuk meningkatkan persuasi dalam iklan dan kampanye pemasaran dengan mengendalikan penggunaan bahasa dan visual yang dapat memengaruhi persepsi dan emosi audiens. Dengan penerapan prinsip retorika, pesan dalam iklan bisa dirancang lebih kohesif dan persuasif, menggunakan metafora, analogi, dan retorik pertanyaan untuk menarik perhatian dan melekatkan ingatan pada audiens . Teknik ini juga memungkinkan penargetan lebih tepat segmen pasar berdasarkan analisis psikografis, sehingga menangkap emosi yang relevan dan menciptakan hubungan lebih personal dengan konsumen .

Bahasa sangat berperan dalam mempengaruhi efektivitas komunikasi retoris karena merupakan alat utama untuk menyampaikan dan mengungkapkan gagasan manusia. Pemilihan bahasa yang tepat, apakah itu bahasa daerah, nasional, atau campuran, harus disesuaikan dengan kondisi dan tingkat formalitas acara serta harus dengan jelas dan tepat lafal serta intonasi . Penguasaan bahasa oleh pembicara sangat penting agar peserta dapat menerima dan memahami pesan yang disampaikan, sehingga efektivitas pesan akan meningkat . Keakuratan dalam pemilihan dan penggunaan bahasa mampu memperkuat persuasi dan daya tarik emosional dari pidato .

Retorika dianggap sebagai seni komunikasi yang efektif karena mampu membina saling pengertian dan mengembangkan kerjasama dalam menumbuhkan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat. Seni berbicara ini mengarahkan penutur dalam mengambil keputusan yang tepat dan memahami masalah kejiwaan pendengar. Dengan penggunaan retorika, pesan dapat disampaikan secara lebih terstruktur dan persuasif, meningkatkan kemungkinan diterimanya ide atau gagasan oleh audiens .

Hubungan antara kemampuan logika dan kelancaran pembicara dalam menyampaikan materi retoris yang kompleks terletak pada kemampuan pembicara untuk menyusun dan menyampaikan argumen secara terstruktur dan persuasif. Kelancaran berbicara bergantung pada kelincahan logika pembicara dalam mengatur alur argumen dengan cara yang mudah diikuti dan dipahami oleh audiens. Dengan logika yang baik, seorang pembicara dapat mengatasi keberatan yang muncul dan memberikan gagasan yang jelas dan terorganisir, memastikan bahwa audiens dapat meresap dan merespons materi kompleks dengan lebih baik . Kemampuan logika juga penting untuk beradaptasi dengan dinamika audiens dan menjaga kontrol selama penyampaian materi .

Tujuan retorika 'to inspire' dapat tercapai dalam sebuah pidato melalui penggunaan teknik dan sistem penyampaian yang baik dan bijaksana, yang mampu menimbulkan inspirasi kepada audiens . Pembicara harus mampu menyampaikan pesan dengan penggunaan bahasa yang tepat, suara yang berintonasi sesuai, dan gaya penyampaian yang dapat menarik perhatian serta menyentuh emosi pendengar. Inspirasi dapat lebih kuat jika pembicara mampu mengaitkan pesan dengan pengalaman personal atau cerita yang relevan dan mengesankan .

Fungsi utama dari retorika epidetitik menurut Aristoteles adalah untuk memuji atau menyalahkan berdasarkan isu sosial terkini . Dalam konteks modern, retorika epidetitik diterapkan dalam pidato atau tulisan yang bertujuan untuk menghormati, melestarikan, atau mengkritisi aspek-aspek sosial atau budaya. Contoh penerapan termasuk eulogi dalam upacara pemakaman, pidato penghargaan, atau kritik sosial dalam editorial media yang berfokus pada masalah sosial yang sedang terjadi .

Struktur teks diskusi dalam retorika mempengaruhi efektivitas komunikasi dengan menyediakan kerangka sistematis yang mencakup pendahuluan, isi, dan simpulan. Pendahuluan membatasi topik dan memperkenalkan sudut pandang yang berbeda, mempersiapkan audiens untuk diskusi yang lebih dalam. Bagian isi menggunakan pernyataan dan alasan yang mendukung dengan bahasa persuasif untuk membujuk audiens. Simpulan merangkum argumen dari kedua sisi, memberikan penilaian, dan memberikan rekomendasi, sehingga mendorong audiens untuk menerima sudut pandang tertentu dengan lebih mudah .

Retorika forensic berkaitan dengan pengadilan dan bertujuan untuk menuntut atau mempertanyakan bersalah atau tidaknya seseorang, biasanya digunakan dalam konteks hukum ketika hakim menimbang keputusan . Sebaliknya, retorika deliberative mempengaruhi khalayak untuk mengambil atau mengubah kebijakan, sering digunakan dalam konteks politik untuk tindakan yang harus ataupun tidak harus dilakukan .

Anda mungkin juga menyukai