0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan33 halaman

Interaksi Gen dan Pengalaman dalam Perilaku

Perkembangan perilaku manusia merupakan hasil interaksi antara faktor genetik dan pengalaman. Penelitian mengenai tikus labirin, fenilketonuria, dan kicau burung menunjukkan bahwa gen dan lingkungan berperan dalam pembentukan perilaku. Studi kembar yang dibesarkan terpisah mengungkap kontribusi genetik terhadap perbedaan individu, namun tidak menyimpulkan proporsi pasti pengaruh masing-masing faktor.

Diunggah oleh

auryn wijayanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan33 halaman

Interaksi Gen dan Pengalaman dalam Perilaku

Perkembangan perilaku manusia merupakan hasil interaksi antara faktor genetik dan pengalaman. Penelitian mengenai tikus labirin, fenilketonuria, dan kicau burung menunjukkan bahwa gen dan lingkungan berperan dalam pembentukan perilaku. Studi kembar yang dibesarkan terpisah mengungkap kontribusi genetik terhadap perbedaan individu, namun tidak menyimpulkan proporsi pasti pengaruh masing-masing faktor.

Diunggah oleh

auryn wijayanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

GENETIKA

Bagian 2
PERKEMBANGAN PERILAKU: INTERAKSI
ANTARA FAKTOR GENETIK DAN
PENGALAMAN
• Ontogeni : perkembangan individu selama
hidupnya
• Filogeni : perkembangan evolusioner spesies
sepanjang abad
• 3 contoh yang mempengaruhi pembentukan
pandangan modern dari perkembangan perilaku
ontogenik
• Pada setiap contoh, perkembangan tersebut
merupakan hasil dari interaksi gen-pengalaman
1. Pembiakan selektif Tikus labirin-cerdas
dan Tikus labirin-bodoh

• Psikolog awal berasumsi bahwa perilaku sebagian


besar berkembang melalui pembelajaran
• Tryon (1934) mematahkan asumsi tersebut dengan
menunjukkan ciri perilaku dapat dibiakkan secara
selektif
• Ciri perilaku: Lari di dalam labirin
• Dimulai dengan melatih sejumlah besar grup tikus heterogen
berlari dalam labirin, yang mencapai tujuan mendapat hadiah
makanan
• Dipasangkan jantan-betina yang paling sedikit salah masuk
gang  tikus labirin cerdas
• Dipasangkan jantan-betina yang paling sering salah masuk
gang  tikus labirin-bodoh
• Ketika keturunan kedua jenis tikus dewasa, dinilai
kemampuan lari dalam labirin
• Kembali dipasangkan jantan-betina yang cerdas dan
jantan-betina bodoh hingga 21 generasi
• Pada generasi ke-8, hampir tidak ada tumpang tindih
dalam pembelajaran labirin pada kedua tipe.
• Dengan sedikit pengecualian, tikus cerdas dengan
nilai terburuk masih lebih baik dibandingkan tikus
bodoh dengan nilai terbaik
Pengaruh
Lingkungan ?
• an impoverished
environment
(kandang kawat)
• an enriched
environment
(kandang kawat berisi
terowongan,
tanjakan, tampilan
visual, dan benda-
benda lain yang
dirancang untuk
menstimulasi minat)
Kesimpulan lainnya : pembiakan selektif berdasarkan
satu ciri perilaku biasanya membawa sejumlah ciri-ciri
perilaku lainnya bersama dengannya.
• ciri perilaku yang digunakan sebagai pembiakan
selektif bukanlah ciri perilaku satu-satunya yang
dipengaruhi oleh gen yang dipisahkan oleh proses
pembiakan
• Contoh : Searle (1949), tikus labirin cerdas
merupakan pembelajar labirin unggul bukan karena
mereka lebih cerdas tetapi karena mereka lebih tidak
takut  sifat non-adaptif di lingkungan natural
2. Fenilketonuria:
Gangguan Metabolik Gen Tunggal
• Lebih mudah memahami genetika gangguan perilaku
dibandingkan genetika perilaku normal  kadang
hanya perlu 1 gen untuk menimbulkan gangguan
• PKU ditemukan 1934 drg. Asbjörn Fölling, bau aneh
urine 2 anaknya yang retardasi mental, tinggi asam
fenilpiruvat
• Fölling mengidentifikasi anak mental retardasi lain
dengan asam fenilpiruvat urine yang tinggi 
menyimpulkan bahwa subpopulasi ini menderita
gangguan yang sama
• Gejala lain : muntah, kejang, hiperaktifitas,
hiperiritabilitas dan kerusakan otak
• Insidens Eropa 1: 100, Amerika 1:10.000
• Gen resesif
• Penderita kekurangan enzim phenylalanine
hydroxylase (mengubah AA fenilalanin menjadi
tirosin, tirosin bahan baku dopamin)
• Akumulasi fenilalanin dan sedikitnya dopamin 
gangguan perkembangan otak
• Gejala perilaku PKU terjadi akibat interaksi gen (gen
PKU) – lingkungan (makanan)
• Skrining rutin kadar fenilalanin darah pada bayi baru
lahir
• Jika kadar tinggi  bayi diberi makanan terbatas
kadar fenilalanin  mengurangi kadar fenilalanin di
darah dan perkembangan retardasi mental
3. Perkembangan kicau burung
• Pada musim semi, kicau burung jantan berfungsi
menarik perhatian pasangan dan menandai
wilayahnya
• Kicau jantan tiap spesies berbeda dan terdapat dialek
lokal
• Pembelajaran kicau burung memiliki banyak
kesamaan dengan pembelajaran bahasa manusia
Perilaku kicau burung berkembang melalui 2 tahap :
1. Fase sensori
• Dimulai beberapa hari setelah menetas
• Membentuk memori kicauan dewasa yang didengar
• Secara genetik disiapkan untuk menerima hanya
kicau spesiesnya sendiri
• Jantan yang tidak dapat mendengar kicau spesiesnya
dapat berkicau nantinya walaupun abnormal
2. Fase sensorimotor
• Dimulai ketika jantan muda mencicit (usia beberapa
bulan)
• vokalisasi secara bertahap disempurnakan sampai
menyerupai kicauan burung dewasa yang ditirunya
• umpan balik pendengaran diperlukan untuk
pengembangan kicau
• Setelah kicau dewasa terbentuk, ia tidak tergantung
pada produksi kicau normal dewasa yang ditirunya
Menjelang kicau dewasa terbentuk, terdapat 2 pola umum kicauan
• Pembelajar terbatas usia : kicauan dewasa tidak berubah
setelah terbentuk (zebra finches dan white-crowned sparrows)
• Pembelajar tak terbatas : mampu menambahkan kicauan baru
sepanjang hidupnya (canaries)
Jalur Saraf Pengontrol
Kicauan Burung Kenari
Terdiri dari 2 komponen
utama:
• Jalur motorik descenden
– Turun dari pusat vokal tinggi
pada tiap sisi otak ke kotak
suara masing-masing sisi;
yang memediasi produksi
kicau
• jalur otak depan anterior
– Memediasi pembelajaran
kicauan
Jalur saraf ini istimewa dalam hal :
1. Jalur motorik descenden kiri lebih berperan daripada jalur
descenden kanan (= manusia)
2. Pusat vokal tinggi jantan 4x lebih besar > betina
3. Tiap musim semi, ketika kenari jantan menyiapkan
repertoar kicauan untuk seduksi pada musim panas,
struktur otak yang mengontrol kicau membesar 2x,
mengecil saat musim gugur. Di picu oleh peningkatan
kadar testosteron yang meningkatnya sinar matahari
4. Peningkatan ukuran struktur otak tersebut sebagai hasil
dari pertumbuhan neuron baru, bukan dari peningkatan
ukuran sel yg telah ada (contoh neurogenesis orang
dewasa)
GENETIKA PERBEDAAN PSIKOLOGIS
MANUSIA
• Dasar : Evolusi manusia – Genetika – Interaksi
genetika dan pengalaman.
• Seluruhnya mencakup 1 pertanyaan mendasar :
Mengapa kita bersikap kita?
• Tiap orang dari kita adalah produk dari interaksi gen-
pengalaman dan efek gen-pengalaman pada
pengembangan individu tidak dapat dipisahkan
• Fokus pada isu perkembangan perbedaan di antara
individu bukan perkembangan individu
Perkembangan Perbedaan Di Antara Individu
VS Perkembangan Individu
• Efek gen dan pengalaman
– Perkembangan individu : tidak dapat dipisahkan
– Perkembangan perbedaan di antara individu :
dapat dipisahkan
• Penting tapi membingungkan -- > metafora
musisi
• Musik: produk interaksi antara musisi-instrumen
– berapa proporsi musik diproduksi oleh musisi/instrumen?

• Pada permainan sekelompok pemusik yang


memainkan instrumen berbeda, secara statistik bisa
kita perkirakan sejauh mana perbedaan kualitas musik
yang diproduksi yang dihasilkan dari perbedaan para
musisi itu sendiri dibandingkan dengan perbedaan
instrumen mereka.
– 100 orang acak memainkan gitar ditemukan berbagai
variasi kualitas musik : bermain profesional-tidak pernah
memainkan
• Sekelompok sukarelawan, ditanyakan bagaimana
proporsi variasi diantara mereka pada beberapa
atribusi (intelegensia) yang dihasilkan dari perbedaan
genetik dibandingkan dengan perbedaan
pengalaman

• Untuk menilai kontribusi relatif gen dan pengalaman


terhadap perkembangan perbedaan pada atribusi
psikologis  similaritas genetik

• Membandingkan kembar monozigot (kembar identik)


dengan kembar dizigot (kembar fraternal), yang
dipisah dan diadopsi  Penelitian Minnesota
Minnesota Study of Twins Reared Apart

• Peserta :
– 59 ps kembar identik, 47 ps kembar fraternal yang
dibesarkan secara terpisah dan sejumlah yang kembar
yang sama hidup di lingkungan yang sama
– usia 19-68 tahun
• 50 jam tes penilaian intelegensia dan kepribadian di
Univ. Minnesota
• Apakah kembar identik yang dibesarkan secara terpisah
– Terbukti sama karena mereka identik secara genetis, atau
– Terbukti berbeda karena dibesarkan di lingkungan keluarga
yang berbeda?
• Secara umum, kembar
identik dewasa secara
substansial lebih mirip satu
sama lain pada seluruh
dimensi psikologis
dibandingkan dengan
kembar fraternal dewasa,
baik apakah kedua kembar
dari pasangan dibesarkan
di lingkungan keluarga yang
sama atau tidak
• Hasil dari penelitian
disebar ke press 
maknanya terdistorsi

Bob dan Bob tak saling mengenal,


namun keduanya lahir pada hari
yang sama, lulus sebagai insinyur
pada tahun yang sama, dan
keduanya menikahi guru bernama
Brenda. Keduanya berkaca mata,
memelihara kumis, dan merokok
pipa.
Keduanya ternyata adalah
pasangan kembar monozigote
berusia 38 tahun yang terpisah
segera setelah lahir.
Menyesatkan :
1. Menyebarkan pemikiran nature-or-nurture dan semua
miskonsepsi yang berhubungan dengannya
2. Dengan berfokus pada kesamaan Bob dan Bob, cerita
tersebut menimbulkan kesan bahwa kembar
monozigot yang terpisah secara kognitif identik. Tidak
diberitahukan perbedaan diantara keduanya.
3. Kesan bahwa hasil penelitian Minnesota adalah
revolusioner. Padahal penelitian ini mengkonfirmasi
hasil penelitian adopsi sebelumnya
4. Kesan keliru bahwa hasil penelitian menghasilkan
kesimpulan umum mengenai kontribusi relatif dari
genetik dan pengalaman terhadap perkembangan
intelegensia dan personalitas individu
• Bouchard dan koleganya estimasi heritabilitas IQ =
70, namun tidak meyimpulkan bahwa IQ 70% genetik
• Estimasi heritabilitas bukanlah perkembangan
individual; perkiraan numerik dari proporsi
variabilitas yang terjadi pada ciri tertentu pada studi
tertentu sebagai hasil dari variasi genetik pada
penelitian tersebut
• Estimasi heritabilitas memberitahu kita tentang
kontribusi perbedaan genetik dari perbedaan fenotip
di antara subyek penelitian; tidak ada hubungannya
dengan kontribusi relatif gen-pengalaman terhadap
perkembangan individu
• Besarnya studi estimasi heritabilitas tergantung pada
jumlah variasi genetik dan lingkungan yang dihitung,
dan tidak dapat diterapkan untuk jenis situasi lain.
– Contohnya, pada penelitian Minnesota, ada relatif sedikit
variasi lingkungan.
• Semua subjek dibesarkan di negara-negara industri
(Inggris, Kanada, dan AS) oleh orang tua yang dapat
memenuhi standar adopsi yang ketat
– Sehingga, sebagian besar variasi dalam intelegensia dan
kepribadian dihasilkan dari variasi genetik.
– Jika si kembar terpisah diadopsi oleh bangsawan Eropa,
Afrika Bushmen, Gipsi Hungaria, bintang rap LA, eksekutif
periklanan London, dan perwira militer Argentina,
perkiraan heritabilitas yang dihasilkan untuk IQ dan
kepribadian kemungkinan akan lebih rendah.
• peran faktor genetik dalam pengembangan perbedaan
psikologis manusia yang sering diabaikan, yaitu
perbedaan genetik dapat mempromosikan perbedaan
psikologis dengan mempengaruhi pengalaman
– PARADOKS  di awal dikatakan gen dan pengalaman
sebagai pengaruh perkembangan yang terpisah.
• Namun, sekarang ada banyak bukti bahwa individu
dengan turunan genetik yang sama cenderung mencari
lingkungan dan pengalaman yang sama
– Misal, individu yang punya genetik agresi kemungkinan
besar untuk terlibat dalam kegiatan yang agresif (sepak
bola, kompetisi), dan pengalaman ini cenderung lebih
mendorong pengembangan kecenderungan agresif.
• Ketika gen tertentu mendorong individu berkembang
untuk memilih pengalaman yang meningkatkan efek
perilaku gen, gen tersebut dikatakan memiliki efek
pengganda.
• Eric Turkheimer (2000) studi adopsi yang secara
terpisah mengevaluasi efek pada perkembangan
perbedaan individu melalui dua kelas pengalaman :
(1) Efek lingkungan keluarga tertentu di mana ia dibesarkan
(2) Efek seluruh pengalaman dibandingkan lingkungan
keluarga tertentu
• Mengidentifikasi 3 penemuan yang mendukung hasil
penelitian adopsi pada heritabilitas dari ciri-ciri
perilaku tertentu manusia
3 penemuan tersebut:
• Estimasi heritabilitas dari seluruh ciri perilaku manusia
memiliki nilai heritabilitas yang tinggi: 0,40 – 0,70
• Dibesarkan pada lingkungan keluarga yang berbeda
memberikan sedikit kontribusi dari keragaman ciri
perilaku
• Pengalaman berkontribusi secara signifikan terhadap
keragaman perilaku dibandingkan dengan lingkungan
keluarga
THANK YOU

Anda mungkin juga menyukai