0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
52 tayangan2 halaman

Komik Interaksi Guru dan Murid

Tiga siswa bernama Ucok, Atep dan Baba berusaha meyakinkan guru agar memberikan soal ulangan yang mudah dengan berkorban, namun guru malah menugaskan mereka untuk menggantikan teman-teman mereka yang lain dalam piket selama 3 hari.

Diunggah oleh

Yoga Widigda P
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
52 tayangan2 halaman

Komik Interaksi Guru dan Murid

Tiga siswa bernama Ucok, Atep dan Baba berusaha meyakinkan guru agar memberikan soal ulangan yang mudah dengan berkorban, namun guru malah menugaskan mereka untuk menggantikan teman-teman mereka yang lain dalam piket selama 3 hari.

Diunggah oleh

Yoga Widigda P
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Narator: “ Suatu siang di MTs Al-Fattah sehabis Shalat Dhuhur, tampak Ucok, Atep, dan Baba

berjalan di depan ruang guru. “

Atep: “ Ucok, kamu ingat kan pelajaran PKN tadi? “

Ucok: “ Yang mana? “

Baba: “ Perjuangan mempetahankan Bangsa Indonesia yang tadi pagi, tuh... “

Ucok: “ Oh... itu, memangnya kenapa? “

Baba: “ Kata Pak Guru, kita harus rela berkorban harta dan nyawa untuk mempertahankan sesuatu
yang menjadi milik kita asalkan baik. Sekarang, mari kita terapkan untuk mempertahankan reputasi
kita. “

Ucok: “ Caranya? “

Atep; “ Kita harus berkorban dengan segala cara agar Pak Guru mau memberikan soal yang mudah
saat ulangan nanti.”

Ucok: “ Betul, tuh, kalau soalnya gampang reputasi kita sebagai anak yang tidak pernah remidi bisa
dipertahankan, Tep. “

Baba: “ Bukannya di sini kita semua tukang her, ya? “

Ucok: “ Oh, ya, he... he... he... (tertawa polos)

(Atep dan Baba pun mencibirkan mulutnya)

Narator: “Mereka pun mendatangi Pak Guru di ruang guru...”

Atep: “ Pak Guru, tolong ulangankan soal yang mudah-mudah saja, Pak! “ (berbicara dengan muka
memelas)

Pak Guru: “ Loh, yang jadi guru kan saya, jadi soal ya terserah saya. “

Ucok: “ Ayolah, Pak, sekali saja... “

Pak Guru: “Tidak bisa!”

Baba: “ Kalau tidak ada yang remidi, Pak Guru kan tidak kerepotan mengurusi nilai kita sekelas lagi. “

Pak Guru: “ Itu kan sudah tugas saya. Jadi saya rela meremidi kalian berapa kalipun sampai tuntas,
karena tugas saya menjadikan semuanya pandai.”

( Anak-anak malah memeluk Pak Guru dengan muka memelas)

Pak Guru: “ Ya sudah, saya akan memberikan soal ulangan kedua yang mudah khsus untuk kalian.”

( Mereka pun bersorak gembira )

Narator: “ Pak Guru pun membawa mereka ke kelas mereka. Sesampainya di sana... “

Pak Guru: “ Ulangan kedua khusus untuk kalian... gantikan Atikah, Dinda, Sukir, Mono, Bonbon,
Sumi, Rifda, Dita, dan Indah piket selama 3 hari ini...”

Atep, Ucok, Baba: “ Oh, tidaaaaaaak! “


( Pak Guru, Atikah, Dinda, Dita, Bonbon, Rifda, Sumi, Indah, Sukir, dan Mono tertawa terbahak-
bahak)

Narator: “ Saat piket....”

Atikah, Dinda, Dita, Bonbon, Rifda, Sumi, Indah, Sukir, dan Mono : (bersorak riuh) “ Ayo...
semangat... ayo.... semangat....”

Sumi:” Gampang kan tugasnya? “

Atep, Ucok, Baba: (sambil menyeka keringat di kening mereka dan memegang sapu): “ Huh... awas
kalian...”

(Atikah, Dinda, Dita, Bonbon, Rifda, Sumi, Indah, Sukir, dan Mono pun tertawa terbahak-bahak)

Pemain:Ucok,Baba,Atep,Indah,Sukir,Mono,Bonbon,RifdaShmi,Atikah,Dinda,Dita,Pak Guru =13

Narator=1

Anda mungkin juga menyukai