TUGAS RUMAH I
Kelas : X (Sepuluh)
Jurusan : Farmasi dan Keperawatan
Mapel : Fisika
Assalamu’alaikum. Wr. Wb
Apa kabar semuanya? Semoga kalian selalu sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan YME. Untuk
pembelajaran Fisika kali ini dilakukan secara jarak jauh dikarenakan wabah virus Corona yang semakin
meluas dari hari ke hari. Untuk tugas belajar di rumah, silahkan kalian buat rangkuman materi tentang
Fluida Dinamis di buku Fisika (jika bukunya dikumpulkan boleh dikertas polio).
Di bawah ini, telah ibu siapkan materi fluida dinamis. Silahkan kalian baca terlebih dahulu,
kemudian kalian buat rangkuman secara lengkap disertai dengan gambar. Buat se-kreatif dan se-
menarik mungkin dan tidak dibolehkan memakai pulpen/spidol warna merah. Batasan waktu
pengumpulan tugas hari Jum’at, 27 Maret 2020 pukul 23.59 wib. Bagi yang sudah menyelesaikan
tugasnya langsung konfirmasi melalui WA kepada ibu.
Semangat, Happy Learning <3
Your Physics Teacher
FLUIDA DINAMIS
A. Fluida Ideal
Fluida dinamis yaitu fluida yang bergerak. Contohnya adalah air yang mengalir dari selang. Aliran
fluida dinamik dapat kita bedakan menjadi dua jenis, yaitu aliran yang bersifat tunak atau laminar
(steady) dan aliran turbulen (turbulent). Aliran tunak merupakan salah satu jenis aliran dimana
masing-masing partikel fluida mengalir secara teratur dan tidak saling memotong, atau dengan kata
lain laju masing-masing partikel dalam aliran tunak cenderung konstan. Berbeda halnya dengan
aliran turbulen, dimana alirannya tidak teratur dengan laju partikel yang beragam.
Sedikitnya ada empat sifat-sifat yang dimiliki fluida ideal, diantaranya:
(1) Fluida bersifat non viskos. Pada fluida yang sifatnya non viskos, gesekan internal antar partikel
fluida diabaikan, sehingga kita menganggap tidak ada gaya gesekan pada aliran yang sifatnya
non viskos.
(2) Aliran fluida bersifat tunak. Pada fluida yang sifatnya tunak, kecepatan masing-masing partikel
fluida pada setiap titik cenderung konstan.
(3) Fluida bersifat inkompresibel. Fluida yang bersifat inkompresibel dianggap memiliki kerapatan
yang cenderung konstan.
(4) Aliran fluida bersifat irrotasional. Partikel fluida ideal dianggap tidak berotasi (tidak memiliki
momentum sudut).
Aliran partikel fluida yang bersifat tunak biasanya dinamakan aliran streamline.
B. Debit
Adalah volume fluida yang mengalir per satuan waktu melalui suatu pipa dengan luas
penampang A dan dengan kecepatan v.
Keterangan :
Q = Debit fluida
V = Volume fluida )
A = Luas penampang
v = Kecepatan alir fluida (m/s)
Dalam dunia medis, fluida dinamis dapat diaplikasikan pada laju aliran darah yang mengalir pada
pembuluh darah aorta dan arteri.
Debit aliran darah
Keterangan :
Q = Debit aliran darah (
P1 – P2 = Tekanan darah yang menurun dari aorta hingga pembuluh kapiler ( )
R = Total hambatan pada arteri dan kapiler dalam tubuh ( )
Daya tekanan darah
Persamaan untuk Gaya yang bekerja pada pembuluh darah
Persamaan jarak yang ditempuh oleh darah ketika mengalir dalam tubuh
Usaha yang dilakukan oleh jantung untuk memompa darah (pada kasus hipertensi).
Keterangan :
W = Usaha (Joule)
P = Tekanan (
Q = Debit fluida
V = Volume fluida )
A = Luas penampang
t = Waktu (s)
Persamaan Kontinuitas
Suatu saat mungkin Anda pernah menyiram tanaman dengan air yang berasal dari keran dengan
menggunakan selang. Pada saat Anda menutup sebagian mulut selang tersebut dengan jari, aliran
air menjadi semakin deras. Bagaimana hal ini bisa terjadi?
Mari kita meninjau aliran fluida yang melalui sebuah penampang yang tidak seragam. Misalkan
kita mempunyai sebuah selang air yang ukuran diameter pangkal dan ujungnya berbeda
(sebagai analogi selang air yang ujungnya kita tutup dengan jari), seperti ditunjukkan pada
gambar di bawah ini.
Berdasarkan gambar di atas, sejumlah fluida mengalir melalui sebuah penampang seluas A1
dengan kelajuan v1. Ketika melalui penampang seluas A2, kelajuannya berubah menjadi v2.
Persamaan yang menyatakan hubungan antara luas penampang dengan kelajuan fluida
dinamakan persamaan kontinuitas, dan secara matematis dituliskan sebagai berikut.
Keterangan :
A1 = luas penampang 1
v1 = kelajuan fluida ketika melalui penampang 1
A2 = luas penampang 2
v2 = kelajuan fluida ketika melalui penampang 2
Persamaan di atas menunjukkan bahwa jika penampang pipa lebih besar, maka kelajuan
fluida ketika melalui penampang tersebut lebih kecil, atau sebaliknya ketika penampang pipa
lebih kecil, maka kelajuan fluida ketika melalui penampang tersebut menjadi lebih besar.
Dari persamaan tersebut terlihat bahwa hasil kali laju alir (v) dengan luas penampang
(A) selalu memiliki nilai yang tetap. Hasil kali laju alir dan luas penampang ini dinamakan debit
aliran (Q). Satuan untuk debit adalah volume per satuan waktu atau m3 /s.
C. Teorema Torricelli pada Tangki Berlubang
h1
H
Sebuah tangki besar mempunyai lubang kecil pada jarak h2 dari atas permukaan air. Persamaan
yang digunakan untuk memperoleh kecepatan air memancar atau keluar dari lubang dapat
dinyatakan sebagai berikut.
√
Persamaan yang digunakan untuk mengetahui waktu jatuhnya air dari lubang tangki
Persamaan yang digunakan untuk mengukur jarak pancaran air dari lubang tangki ke ujung lintasan air
√
D. Gaya Angkat pada Sayap Pesawat Terbang
Kecepatan udara di bagian atas pesawat (v2) lebih cepat dari pada di bagian bawah (v1).
Tekanan udara di bagian atas pesawat (P2) lebih kecil dari pada tekanan udara di bagian bawah
pesawat (P1). Perbedaan tekanan ini menyebabkan timbulnya gaya angkat pada pesawat.
Keterangan :
F = Gaya angkat pesawat (N)
A = Luas penampang sayap pesawat (
= Massa jenis udara (
Pesawat terbang dapat tinggal landas jika gaya angkat lebih besar daripada berat pesawat
. Apabila pesawat telah berada pada ketinggian tertentu dan ketinggiannya ingin
dipertahankan, maka kelajuan pesawat harus diatur supaya gaya angkat sama dengan berat pesawat
. Besar kecilnya gaya angkat ini bergantung pada besar kecilnya kecepatan pesawat dari
hasil gaya dorong mesin. Selain itu, gaya angkat dipengaruhi juga oleh luas penampang sayap.
Pada saat pesawat terbang melayang di udara, terdapat empat buah gaya yang mempengaruhi atau
bekerja pada pesawat terbang, yaitu:
1. Gaya berat yang disebabkan oleh gaya gravitasi bumi
2. Gaya angkat yang disebabkan oleh bentuk pesawat
3. Gaya ke depan, yang disebabkan oleh mesin pesawat
4. Gaya hambatan yang disebabkan oleh gesekan udara