KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat serta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyusun makalah Tanaman Pala
sebagai tugas tambahan dan merupakan kewajiban kami sebagai mahasiswa dalam
menyelesaikan tugas tersebut.
Adapun judul yang kami angkat pada kesempatan kali ini tentang Budidaya
Tanaman Pala. Sebagai bahan referensi kami untuk menyelesaikan makalah pada
mata kuliah ini.
Dan kami sadar bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, kritik
dan saran yang sifatnya konstruktif sangat kami harapkan. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi perkembangan pertanian di Indonesia dan menjadi bahan referensi
bagi pembacanya.
1
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.........................................................................................................i
DAFTAR ISI.......................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................................1
1.1 Latar Belakang...............................................................................................................1
1.2 Tujuan............................................................................................................................2
1.3 Manfaat..........................................................................................................................2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA.........................................................................................
2.1 Sejarah Singkat..............................................................................................................2
2.2 Jenis Tanaman...............................................................................................................2
2.3 Manfaat Tanaman..........................................................................................................3
2.4 Khasiat Pala...................................................................................................................4
2.5 Zat yang Terkandung di Dalam Buah Pala....................................................................5
2.6 Kegunaan Pala...............................................................................................................6
BAB III PENUTUP.............................................................................................................7
3.1 Kesimpulan....................................................................................................................7
3.2 Saran..............................................................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA
2
DAFTAR TABEL
1. Kandungan zat buah pala dalam persenan...............................................................8
3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia memiliki berbagai macam hasil bumi yang menjadi incaran para
penjajah. Salah satunya, buah pala. Buah pala di Indonesia yang terkenal berasal
pulau Banda Naira. Banda Naira, pulau di wilayah timur Indonesia ini merupakan
penghasil buah pala terbaik di dunia. Di pulau yang sempat menjadi tempat
pengasingan dua tokoh nasional, Bung Hatta dan Sjahrir ini, bisa dikatakan menjadi
tempat sejarah Indonesia bermula.
Pala dikenal sebagai buah yang digunakan untuk menambah cita rasa
makanan, menjaga daging tetap baik dalam waktu lama jika dibalurkan pala sebelum
disimpan, hingga umumnya, pala dikenal sebagai penyedap atau pengawet alami.
Namun, pada kenyataannya, buah pala menyimpan khasiat lain, baik untuk
kecantikan, kesehatan, dan penenang.
4
1.2 Tujuan
1. Untuk mengetahui buah pala.
2. Untuk mengetahui manfaat dan khasiat dari buah pala.
3. Untuk mengetahui cara mengolah buah pala.
4. Untuk mengetahui buah pala yang berkualitas.
1.3 Manfaat
1. Mengetahui buah pala
2. Mengetahui manfaat dan khasiat buah pala.
3. Mengetahui cara mengolah buah pala.
4. Mengetahui buah pala yang berkualitas.
BAB II
TINJAUAN PUSAKA
2.1 SEJARAH SINGKAT
Pala merupakan tanaman buah berupa pohon tinggi asli Indonesia, karena
tanaman ini berasal dari Banda dan Maluku. Tanaman pala menyebar ke Pulau Jawa,
pada saat perjalanan Marcopollo ke Tiongkok yang melewati pulau Jawa pada tahun
1271 sampai 1295 pembudidayaan tanaman pala terus meluas sampai Sumatera.
2.2 JENIS TANAMAN
Pala merupakan tumbuhan berupa pohon yang berasal dari kepulauan
Banda,Maluku. Akibat nilainya yang tinggi sebagai rempah-rempah, buah dan biji
pala telah menjadi komoditi perdagangan yang penting sejak masa Romawi. Pala
disebut-sebut dalam ensiklopedia karya Plinius "Si Tua". Semenjak zaman eksplorasi
Eropa pala tersebar luas di daerah tropika lain seperti Mauritius dan Karibia (Pulau
Grenada). Istilah pala juga dipakai untuk biji pala yang diperdagangkan.
5
Tumbuhan ini berumah dua sehingga dikenal pohon jantan dan pohon betina.
berbentuk elips langsing. Buahnya berbentuk lonjong seperti lemon, berwarna
kuning, berdaging dan beraroma khas karena mengandung minyak atsiri pada daging
buahnya. Bila masak, kulit dan daging buah membuka dan biji akan terlihat
terbungkus fuli yang berwarna merah. Satu buah menghasilkan satu biji berwarna
coklat. Pala dipanen biji, salut bijinya, dan daging buahnya. Dalam perdagangan,
salut biji pala dinamakan fuli, atau dalam bahasa Inggris disebut, dalam istilah
farmasi disebut. Daging buah pala dinamakan. Panen pertama dilakukan 7 sampai 9
tahun setelah pohonnya ditanam dan mencapai kemampuan produksi maksimum
setelah 25 tahun. Tumbuhnya dapat mencapai 20m dan usianya bisa mencapai ratusan
tahun.
Sebelum dipasarkan, biji dijemur hingga kering setelah dipisah dari fulinya.
Pengeringan ini memakan waktu enam sampai delapan minggu. Bagian dalam biji
akan menyusut dalam proses ini dan akan terdengar bila biji digoyangkan. Cangkang
biji akan pecah dan bagian dalam biji dijual sebagai pala.
Biji pala mengandung minyak atsiri 7-14%. Bubuk pala dipakai sebagai penyedap
untuk roti atau kue, puding, saus, sayuran, dan minuman penyegar (seperti eggnog).
Minyaknya juga dipakai sebagai campuran parfum atau sabun.
Tanaman pala memiliki beberapa jenis, antara lain:
1. Myristica fragrans Houtt
2. Myristica argentea Ware
3. Myristica fattua Houtt
4. Myristica specioga Ware
5. Myristica Sucedona BL
6. Myristica malabarica Lam
2.3 MANFAAT TANAMAN
Selain sebagai rempah-rempah, pala juga berfungsi sebagai tanaman penghasil
minyak atsiri yang banyak digunakan dalam industri pengalengan, minuman dan
kosmetik.
6
1) Kulit batang dan daun
Batang/kayu pohon pala yang disebut dengan “kino” hanya dimanfaatkan sebagai
kayu bakar. Kulit batang dan daun tanaman pala menghasilkan minyak atsiri.
2) Fuli
Fuli adalah benda untuk menyelimuti biji buah pala yang berbentuk seperti
anyaman pala, disebut “bunga pala”. Bunga pala ini dalam bentuk kering banyak
dijual didalam negeri.
3) Biji pala
Biji pala tidak pernah dimanfaatkan oleh orang-orang pribumi sebagai
rempahrempah. Buah pala sesungguhnya dapat meringankan semua rasa sakit dan
rasa nyeri yang disebabkan oleh kedinginan dan masuk angin dalam lambung dan
usus. Biji pala sangat baik untuk obat pencernaan yang terganggu, obat
muntahmuntah dan lain-lainya.
4) Daging buah pala
Daging buah pala sangat baik dan sangat digemari oleh masyarakat jika telah
diproses menjadi makanan ringan, misalnya: asinan pala, manisan pala, marmelade,
selai pala, kristal daging buah pala.
2.4 KHASIAT PALA
Khasiat dari pala diantaranya adalah :
2.4.1 Pereda sakit perut
Buah pala ternyata sejak zaman dulu dikenal sebagai obat alami untuk mengatasi
gangguan pencernaan, diare, dan kembung. Minyak esensial dan zat kimiawi alami
lainnya yang ada di dalam buah ini membantu kelancaran saluran pencernaan. Untuk
membantu masalah pencernaan, taburkan sedikit, tak lebih dari setengah sendok teh
dalam semangkuk oatmeal sarapan setiap hari selama 2 minggu.
2.4.2 Membantu tidur
Jika Anda memiliki masalah untuk tidur, tuangkan segelas susu hangat dan sedikit
pala bubuk. Susu mengandung tryptophan, asam amino yang berubah menjadi
7
serotonin dalam tubuh, sementara buah pala membantu serotonin bertahan lebih lama,
begitu penjelasan dari Michael Murray, ND, pengarang The Encyclopedia of Healing
Foods.
[Link] sakit gigi
Bagi yang pernah merasakan sakit gigi, pasti pernah merasakan obat yang dioleskan
dokter pada gigi. Rasanya pedas seperti pala. Ya, karena buah pala memang sudah
sejak lama digunakan untuk meredakan sakit gigi dan gusi meradang. "Coba pijatkan
satu-dua tetes minyak pala pada gusi jika terasa sakit atau meradang," saran Sara
Snow, pengarang Sara Snow's Fresh Living. Tambahannya, zat dalam minyak pala
membantu memerangi bakteri dalam mulut yang bisa menyebabkan gigi berlubang.
2.5 ZAT YANG TERKANDUNG DI DALAM PALA
Biji pala mengandung 73% gliserida jenuh yang terdiri atas komponen-
komponen asam lemak : asam laurat 1,5%, asam miristat 76,6%, asam palmitat
10,5%, asam oleat 10,5% dan asam linoleat 1,3%. Proporsi asam miristat yang begitu
besar terikat dalam trigliserida menunjukan bahwa senyawa trigliserida, dalam hal ini
trimiristin terdapat dalam jumlah atau proporsi yang sama dengan asam mirista. Jika
asam palmitat dan asam laurat dibandingkan relatif terhadap asam miristat, maka
proporsi trimiristin didalam gliserida adalah kira-kira 77% atau 55% dari lemak total
Tabel 1. Kandungan zat buah pala dalam persenan
Komponen Nilai(%)
Gliserida jenuh 73%
Asam laurat 1,5%
Asam miristat 76,6%
Asam palmitat 10,5%
Asam oleat 10,5%
Asam linoleat 1,3%
Bomer dan Ebark berhasil mengisolasi 40 % trimiristin dengan cara
mentransasi biji pala.
8
Trimiristin adalah suatu gliserida atau lebih tepat trigliserida yang terbentuk
dari gliserol dan asam miristat. Rumus molekulnya adalah :
O – CH2-O- C-(CH2)12CH3
O
CH-O- C-(CH2)12CH3
O
CH2-O-C-(CH2)12CH3
Nama lain dari asam miristat adalah asam tetra tetradekanoar wujudnya berupa
kristaL berwarna putih agak berminyak. Rumus molekulnya adalah
CH3(CH2)12COOH.
Asam miristat pertama kali di isolasi oleh Playfair pada tahun 1841 dan
sekaligus menemukan bahwa asam miristat merupakan komponen utama biji pala
ditemukan pula bahwa asam miristat terdapat dalam semua spesies myritica tetapi
dalam jumlah yang tidak begitu besar dibandingkan dengan pala.
Meskipun asam miristat larut dalam alkohol dan eter, ia tidak larut dalam air. Sifat ini
digunakan untuk mengkristalkan asam miristat dari hasil hidrolisa trimiristin.
Kegunaan asam miristat adalah untuk sabun, kosmetik, farfum, dan ester sintesis
untuk flafor dan aditif pada makanan.
Prosedur dan tehnik pemisahan asam miristat dari biji pala pada dasarnya
adalah ekstraksi trimiristin dari biji pala menggunakan pelarut yang sesuai untuk
mendapatkan trimiristin sebanyak-banyaknya. Karena trimiristin ini terdapat dalam
biji pala dengan kadar tinggi, maka hasil ekstraksi yang murni dapat dicapai dengan
cara ekstrasi sederhana dan kristalisasi. Setelah didapatkan kristal trimiristin yang
murni tahap selanjutnya adalah menghidrolisa trimiristin dalam suasana basa
sehingga dihasilkan asam miristat dan gliserol. Asam miristat kemudian dipisahkan
dengan cara kristalisasi. Reaksi hidrolisa yang terjadi adalah sebagai berikut :
O
CH2-O-C-(CH2)12CH3 CH2-OH
OO
CH-O- C-(CH2)12CH3 + H2O CH-OH + CH3(CH2)12C-OH
9
O
CH2-O-C-(CH2)12CH3 CH2-OH
Buah pala mengandung zat-zat : minyak terbang (myristin, pinen, kamfen (zat
membius), dipenten, pinen safrol, eugenol, iso-eugenol, alkohol), gliseda (asam-
miristinat, asam-oleat, borneol, giraniol), protein, lemak, pati gula, vitamin A, B1
Biji pala dikenal sebagai Myristicae Semen yang mengandung biji Myristica
Fragrans dengan lapisan kapur, setelah fulinya disingkirkan. Bijinya mengandung
minyak terbang, dan memiliki wangi dan rasa aromatis yang agak pahit. Sebanyak 8 –
17% minyak terbang yang ditawarkan merupakan bahan yang terpenting pada fuli.
2.6 KEGUNAAN PALA
PaIa dikenal sebagai obat pelepas kelebihan gas di usus dan sebagai obat
perut. Kulit dan daunnya mengandung minyak terbang dengan wangi pala yang
menyenangkan. Pala Irian dipakai sebagai obat pencahar sedangkan pala jantan
dipakai sebagai obat rnencret dan obat perangsang. Bunga kering (kembang Pala)
dipakai pada pelbagai campuran jamu.
Getah segar yang berwarna kehijau-hijauan dari buahnya (beserta air) dipakai
sebagai obat kumur untuk mengobati sariawan. Sabun Pala beguna untuk mengobati
encok. Kegunaan khusus dari biji Pala, yarig dikenal sebagai Nux moschata
[Link] adalah sebagai obat homoeo-pathi. Biji kerasnya setelah dicuci untuk
menghilangkan kapurnya, dibuat menjadi tinktur (direndam dalam alkohol) atau
tepung. Obat homoeopathis berguna untuk mengobati sakit histeri, sembelit, mencret,
sulit tidur atau perut kembung. Biji PaIa telah terbukti berhasil mengobati mencret
pada manusia maupun pada hewan. Di India maupun di Indonesia, biji Pala sudah
umum dipakai sebagai obat mencret. Berdasarkan pembuktikan di labolatorium
bahwa biji pala bereaksi dengan prostaglandin-prostaglandin.
Jika takaran biji pala terlampau tinggi maka akan menimbulkan efek
merangsang (hampir mendekati keracunan), karena biji pala menimbulkan efek
membius dan menimbulkan rangsangan yang kuat pada urat-saraf disusul oleh
depresi dan tanda-tanda keracunan seperti sakit kepala, kejang, halusinasi, pusing
kepala, runtuh, dan sebagainya. Biji pala menyebabkan rasa ngantuk, kulit dan
10
selaput lindir kering, gemetaran, hilang ingatan dan rasa berat di kepala
Asam miristat merupakan komponen utama dalam biji pala. Sekitar 76,6%
kandungan asam miristat dalam biji pala.
11
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Buah pala mengandung zat-zat : minyak terbang (myristin, pinen, kamfen (zat
membius), dipenten, pinen safrol, eugenol, iso-eugenol, alkohol), gliseda (asam-
miristinat, asam-oleat, borneol, giraniol), protein, lemak, pati gula, vitamin A, B1 dan
C. Minyak tetap mengandung trimyristin.
Biji pala dikenal sebagai Myristicae Semen yang mengandung biji Myristica
Fragrans dengan lapisan kapur, setelah fulinya disingkirkan. Bijinya mengandung
minyak terbang, dan memiliki wangi dan rasa aromatis yang agak pahit. Sebanyak 8 –
17% minyak terbang yang ditawarkan merupakan bahan yang terpenting pada fuli.
3.2 Saran
Dalam pembuatan makalah ini, tentunya penulis menyadari bahwa dalam
pembuatannya masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis berharap
adanya saran dan kritik dari pembaca yang bersifat membangun demi kelancaran dan
kesempurnaan tugas makalah berikutnya.
12
DAFTAR PUSTAKA
- Laporan hasil penelitian Balitro. BPS. 1995. Statistik Perkebunan Indonesia.
Jakarta.
- Emmyzar., Rosman, R, Muhammad, H. 1989. Tanaman Pala. Perkembangan
penelitian agronomi tanaman rempah dan obat. Edisi khusus Littro vol. V. No.
1.1989. 5 hal.
- Hadad, M. E.A. 1991. Keragaan plasma nutfat pala di propinsi Maluku hasil
eksplorasi dan pelestarian 1990/1991. Makalah pada seminar plasma nutfah
tanaman hortikultura, industri dan pangan. Puslitbangtan. September 1991
Bogor : 12
- Hadad,M. E. A. dan A. Hamid, 1990. Mengenal berbagai plasma nutfah pala di
daerah Maluku Utara.
13