0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
58 tayangan19 halaman

Perancangan Kantor DPUPR Kota Serang

Artikel ini membahas perancangan kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Serang. Kantor ini memiliki beberapa kekurangan seperti ruang yang sempit dan tata letak furniture yang kurang optimal. Artikel ini mengusulkan perancangan baru untuk meningkatkan kenyamanan dan standar ruang kantor sesuai aturan."

Diunggah oleh

Fandi Ucong
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
58 tayangan19 halaman

Perancangan Kantor DPUPR Kota Serang

Artikel ini membahas perancangan kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Serang. Kantor ini memiliki beberapa kekurangan seperti ruang yang sempit dan tata letak furniture yang kurang optimal. Artikel ini mengusulkan perancangan baru untuk meningkatkan kenyamanan dan standar ruang kantor sesuai aturan."

Diunggah oleh

Fandi Ucong
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.6, No.

2 Agustus 2019 | Page 2543

JURNAL PERANCANGAN TUGAS AKHIR

PERANCANGAN KANTOR DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KOTA


SERANG
Firyal Qatrunnada, Imtihan Hanum, S. Sn., [Link]. & Dr. Djoko Murdowo, MBA.

Program Studi S1 Desain Interior, Fakultas Industri Kreatif, Universitas Telkom, Bandung, 2019
Frylqat12@[Link], imtihanhanum9@[Link], djmurdowo@[Link]

ABSTRAK
Di Indonesia, tepatnya di Kota Serang, Banten terdapat Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang yang merupakan kantor dari pemerintah pusat yakni Kementrian Pekerjaan Umum,
kehadirannya sangat memberikan warna terhadap pelayanan publik. Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang adalah perangkat daerah yang diserahkaan wewenang, tugas dan tanggung jawab untuk
melaksanakan otonomi daerah dalam bidang pekerjaan umum.
Namun demikian hasil wawancara, kuesioner, observasi dan studi lapangan Kantor Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Serang masih ditemukan adanya kekurangan seperti
identitas kantor di seluruh area bangunan, ruang kantor yang sempit, area bekerja yang tidak nyaman,
penataan tata letak furnitur maupun perabot yang belum optimal serta fasilitas penunjang yang tidak
tersedia di kantor ini. Dampak dari kekurangan ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan pegawai saat
bekerja maupun saat kedatangan tamu. Berdasarkan hal di atas maka dibutuhkan perancangan baru agar
ukuran ruang kantor sesuai dengan standar, tempat penyimpanan didesain agar dokumen dapat
tersimpan dengan rapi, penataan furniture dan perabot kantor ditata dengan optimal sehingga zonasi
sesuai alur aktifitas, serta tersedianya fasilitas penunjang di kantor sesuai dengan kebutuhan pegawai
maupun pengunjung yang datang.

Kata kunci : Kantor, Dinas Pekerjaan Umum, Fasilitas, Sirkulasi


ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 2544

ABSTRACT

In Indonesia, precisely in the city of Serang, Banten, there is the Office of Public Works and
Spatial Planning which is an office of the central government, namely the Ministry of Public Works,
whose presence greatly gives color to public services. The Public Works and Spatial Planning Agency is
a regional apparatus authorized, tasked with and responsible for implementing regional autonomy in
the field of public works.

However, the results of interviews, questionnaires, observation and field studies of the Public
Works and Spatial Planning Office of Serang City still found deficiencies such as office identity in all
areas of the building, narrow office space, uncomfortable work areas, arrangement of furniture and
furniture layout. not yet optimal and supporting facilities that are not available in this office. The impact
of these shortcomings can cause inconvenience to employees while working or when guests arrive.
Based on the above, new design is needed so that the size of office space is in accordance with the
standard, the storage is designed so that documents can be stored neatly, structured furniture and office
furniture are arranged optimally so that zoning is in line with the activity flow, as well as the
availability of supporting facilities in the office according to employee needs and visitors who come.

Keywords: Office, Office of Public Works, Facilities, Circulation


ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 2545

1. Pendahuluan

Kantor merupakan bagian dari organisasi yang menjadi pusat kegiatan administrasi dan
pengendalian kegiatan pengolahan data atau informasi, yang dalam operasionalnya memerlukan
kantor sebagai tempat konsentrasi pimpinan dan pegawai untuk melakukan aktivitas manajemen.
Setiap kantor memerlukan fasilitas ruang untuk penyusunan tempat kerja dan alat perlengkapan
kantor yang baik agar pegawai betah dalam bekerja dan produktif. Kantor sebagai tempat
diselenggarakannya pekerjaan dinas di dalamnya terdapat pegawai, perabotan kantor, mesin kantor,
dan alat-alat kantor. Tata ruang kantor tidak hanya menempatkan perlengkapan dan peralatan pada
suatu kantor, tetapi tata ruang kantor harus dapat digunakan untuk mengatur dan memudahkan
pergerakan alur kerja pegawai dari satu ruangan keruangan yang lain.
Di Kota Serang, Banten terdapat kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang yang
merupakan kantor dari pemerintah pusat yakni Kementrian Pekerjaan Umum, kehadirannya sangat
memberikan warna terhadap pelayanan publik. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang adalah
perangkat daerah yang diserahkan wewenang, tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan
otonomi daerah dalam bidang pekerjaan umum. Untuk mewujudkan tujuan pekerjaan pemerintahan
yang berkualitas diperlukan manajemen sumber daya manusia yang handal dan sarana prasarana
yang memadai.
Untuk menunjang agar Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dapat berfungsi
sebagai kantor ideal harus ada tunjangan sarana dan prasarana kantor yang sesuai standar. Instansi
pemerintah memiliki SK No: 29/PRT/M/2006 yang menitik beratkan sebuah kantor kepada
persyaratan yang berhubungan fisik bangunan kantor, prasarana kantor, dan penyesuaian dengan
persyaratan tata ruang kota karena persyaratan kantor ini menyatu dengan persyaratan gedung
secara umum. Disamping itu untuk mendapatkan standar Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang yang baik maka dilakukan studi banding antara Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang Kota Serang, Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kota Cilegon dan Kantor Dinas
Pekerjaan Umum Kota Bandung.
Namun demikian hasil wawancara, kuesioner, observasi dan studi lapangan Kantor Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Serang masih ditemukan adanya kekurangan seperti
identitas kantor di seluruh area bangunan, ruang kantor yang sempit, area bekerja yang tidak
nyaman, penataan tata letak furniture maupun perabot yang belum optimal serta fasilitas penunjang
yang tidak tersedia di kantor ini. Dampak dari kekurangan ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan
pegawai saat bekerja maupun saat kedatangan tamu. beberapa kelemahan tersebut sudah tidak dapat

[Pick the date] Page 3


ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 2546

dilakukan di area kantor eksisting. Untuk itu perlu dilakukan perancangan baru sehingga ukuran
ruang kantor harus sesuai dengan standar, tempat penyimpanan didesain agar dokumen dapat
tersimpan dengan rapi, penataan furniture dan perabot kantor ditata dengan optimal sehingga zonasi
sesuai alur aktifitas, serta tersedianya fasilitas penunjang di kantor sesuai dengan kebutuhan
pegawai maupun pengunjung yang datang.

2. Tinjauan Pustaka & Landasan Teori


2.1 Standar Luas Bangunan Gedung Kantor
Tabel dibawah merupakan standar luas bangunan gedung kantor menurut
Lampiran I Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2011 :

A. Ruang Utama

JABATAN LUAS RUANG (m2) KETERANGAN

R. R. Penunjang Jabatan R. Pelayanan Jml

Kerja Jabatan

R. R. R. R. R. R. R. R. Jml Catatan

Tamu Rapat Tunggu Istirahat Sekret Staf Simp Toilet Staf

an

1 Menteri/Ket 28.00 40.00 40.00 60.00 20.00 15.00 24.00 14.00 6.00 247.0 8 [Link]

ua Lembaga 0 pada setiap

2 Wakil Ketua 16.00 14.00 20.00 18.00 10.00 10.00 15.00 10.00 4.00 117.0 5 jabatan

Menteri K/L 0 diperhitun

3 Eselon IA/ 16.00 14.00 20.00 18.00 10.00 10.00 15.00 10.00 4.00 117.0 5 gkan

Anggota 0 berdasarka

Dewan n jumlah

4 Eselon IB 16.00 14.00 20.00 9.00 5.00 7.00 4.40 5.00 3.00 83.40 2 personel

5 Eselon IIA 14.00 12.00 14.00 12.00 5.00 7.00 4.40 3.00 3.00 74.40 2 @2,2–3

6 Eselon IIB 14.00 12.00 10.00 6.00 5.00 5.00 4.40 3.00 3.00 62.40 2 m2/

7 Eselon IIIA 12.00 6.00 3.00 3.00 R. 24.00 0 personel,

sesuai
Toilet
8 Eselon IIIB 12.00 6.00 3.00 bersama 21.00 0

dengan

9 Eselon IV 8.00 8.80 2.00 18.80 4

tingkat

jabatan

[Pick the date] Page 4


ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 2547

dan

kebutuhan

dari

masing-

masing

K/L

Tabel 2.1 Standar Luas Ruang Utama


Keterangan:
 Untuk ruang kantor Gubernur disetarakan dengan ruang kantor Menteri.
 Untuk ruang kantor Walikota/Bupati disetarakan dengan ruang kantor eselon IA.
 Untuk ruang kantor DPRD disetarakan dengan ruang kantor eselon IIA.

B. Ruang Penunjang

JENIS RUANG LUAS KETERANGAN

1 Ruang Rapat Utama Kementerian 140 m2 Kapasitas 100 orang

2 Ruang Rapat Utama Eselon I 90 m2 Kapasitas 75 orang

3 Ruang Rapat Utama Eselon II 40 m2 Kapasitas 30 orang

4 Ruang Studio 4m2/orang Pemakai 10% dari staf

5 Ruang Arsip 0,4m2/orang Pemakai seluruh staf

6 WC/Toilet 2 m2/25 orang Pemakai Pejabat Eselon V sd Eselon III dan seluruh staf

7 Musholla 0.8 m2/orang Pemakai 20% dari jumlah personel

Tabel 2.2 Standar Luas Ruang Penunjang


Keterangan:
 Untuk ruang kantor Gubernur disetarakan dengan ruang kantor Menteri.
 Untuk ruang kantor Walikota/Bupati disetarakan dengan ruang kantor eselon IA.
 Untuk ruang kantor DPRD disetarakan dengan ruang kantor eselon IIA.

C. SIRKULASI 25% X (JUMLAH A + B)

Keterangan:
 Standar luas ruang tersebut di atas merupakan acuan dasar yang dapat disesuaikan
berdasarkan fungsi/sifat tiap eselon/jabatan.
 Luas ruang kerja untuk Satuan Kerja dan Jabatan Fungsional dihitung tersendiri sesuai
dengan kebutuhan di luar standar luas tersebut di atas.
 Untuk bangunan gedung kantor yang memerlukan ruang-ruang khusus atau ruang
pelayanan masyarakat, seperti Kantor Pelayanan Pajak, Kantor Pelayanan
[Pick the date] Page 5
ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 2548

Perbendaharaan Negara, kebutuhannya dihitung tersendiri, dan di luar standar luas


tersebut di atas.

2.2 Standar Ruang Kantor


Luas standar ukuran ruang kantor menurut The Office Act (Undang-Undang Perkantoran di
Inggris pada tahun 1963). Standar yang diperuntukkan bagi setiap pegawai paling tidak
seluas 40 square feet atau setara dengan ukuran 3,7 m2 bagi setiap pegawai. Apabila dalam
satu ruangan terdapat seorang kepala seksi dengan 4 (empat) pegawai, maka luas ruangan
yang harus disiapkan hanya untuk pegawai adalah 3,7 m x 5 pegawai = 18,5 m2 (belum
termasuk ukuran untuk peralatan kantor lainnya).

2.3 Standar Ergonomi Ruang Kantor


Ruang pada kantor menjadi salah satu faktor yang menentukan kenyamanan kerja. Didalam
ruang terdapat susunan tata layout furniture serta sirkulasi. Berikut ini meruapakan ruangan –
ruangan utama yang ada pada kantor :
No Ruangan Dimensi/Ukuran Gambar
In Cm
1. Ruang Kerja 60-72 152,4-182,9 Ergonomi Area kerja
Pimpinan

2. Ruang Kerja Staff 30-36 76,2-91,4 Ergonomi Zona sirkulasi satu orang

[Pick the date] Page 6


ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 2549

60 152,4 Ergonomi Zona sirkulasi dua orang

3. Ruang Rapat A 48-60 121,9-152,4 Ergonomi Meja rapat bujursangkar

E 18-24 45,7-61,0

F 30-36 76,2-91,4

4. Lobby S 29-30 73,7-76,2 Ergonomi Meja resepsionis

T 10-12 25,4-30,5

5. Ruang Tamu 15-18 38,1-45,7

3. Identitas Kantor
[Pick the date] Page 7
ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 2550

Logo Kantor Dinas Pekerjaan Umum

Judul Proyek : Perancangan Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan


Penataan Ruang Kota Serang
Lokasi Proyek : Jalan Raya Utama Serang Pandeglang, Banten
Sifat Proyek : Perencanaan
Pemilik Proyek : Pemerintah
Pengelola Proyek : Pemerintah
Pengguna : Pegawai dan pengunjung usia 22-60 tahun
Fungsi : Kantor Dinas

3.1 Tugas Pokok dan Tujuan Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Serang
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang mempunyai tugas pokok melaksanakan
urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar pekerjaan umum dan
penataan ruang serta urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan
dasar pertanahan. Serta terdapat beberapa tujuan dari Kantor DPUPR Kota Serang, antara
lain sebagai berikut :
 Untuk meningkatkan ketatalaksanaan, kelembagaan serta meningkatkan kinerja
pelaksanaan tugas pokok dan fungsi kelembagaan.
 Untuk membangun, memelihara dan meningkatkan prasarana dan sarana jalan dan
jembatan.
 Untuk meningkatkan pelayanan ketersediaan Sumber Daya Air Baku.
 Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas prasarana jalan lingkungan dan gedung
Pemerintahan.

3.2 Visi dan Misi Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Serang
a. Visi : Terdepan dalam pelayanan, handal dalam penyediaan sarana dan prasarana.
b. Misi :
 Menyelenggarakan tata laksana pemerintahan yang baik dan benar serta meningkatkan
SDM Aparatur.

[Pick the date] Page 8


ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 2551

 Memenuhi kebutuhan prasarana jalan dan sembatan yang nyaman untuk memperlancar
transportasi guna meningkatkan perekonomian masyarakat.
 Memenuhi kebutuhan Sumber Daya Air dan Irigasi Masyarakat Kota Serang.
 Memenuhi Prasarana dan Sarana dasar perumahan, pemukiman dan gedung pada
kawasan perkotaan berlandaskan atas manfaat, keselamatan, keseimbangan serta
keserasian bangunan dan lingkungan.

4. Konsep, Tema dan Penggayaan Perancangan


Konsep yang akan digunakan pada perancangan yaitu konsep “Form Follow Fuction” yang
dimana bentuk mengikuti fungsi ruangan pada Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.
Dengan menggunakan tema “Cubicel Type Office” yang dimana menggunakan tata ruang tertutup
terhadap setiap ruang kerjanya. Serta menggunakan penggayaan modern yang dimana pada
beberapa area ruang kerja terkesan modern dan tidak terlalu kaku.

4.1 Pemilihan Denah Khusus


Pemilihan denah khusus yang dilampirkan pada perancangan Kantor Dinas Pekerjaan Umum
dan Penataan Ruang ini terletak pada bagian lobby kantor, ruang rapat, ruang kerja bidang bina
marga, dan ruang kerja kepala dinas (kadis) dengan total luasan 1.548 m2. Berikut penjelasan
denah khusus sebagai berikut :

[Pick the date] Page 9


ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 2552

Denah Khusus Lantai 1

Pada denah khusus lantai 1 meliputi Lobby, 3 Ruang Tamu, Ruang Kerja Bidang Bina
Marga, dan Ruang Rapat.

Denah khusus Lantai 2

Dan pada denah khusus lantai 2 meliputi Ruang Kepala Dinas (KADIS).

[Pick the date] Page 10


ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 2553

4.2 Konsep Tata Ruang


Penataan ruang yang ada pada denah khusus meliputi lobby (area resepsionis, area tunggu
tamu dan ruang untuk tamu), ruang kerja bidang bina marga, ruang rapat, dan ruang kepala dinas.
Penataan ruang pada denah khusus area lobby kantor memiliki jarak ruang yang berdekatan akan
tetapi tertutup karna agar menjaga privasi pengunjung yang datang. Penataan ruang pada denah
khusus area ruang kerja bidang bina marga jaraknya dekat dengan lobby, dan di dalam area ruang
kerja ini terbagi menjadi beberapa ruangan tertutup. Penataan ruang pada denah khusus area
ruang rapat jaraknya dekat dengan lobby akan tetapi tertutup karena hanya digunakan oleh
pegawai. Penataan ruang pada denah khusus ruang kerja kepala dinas berada di lantai dua pada
area ruang kerja sekretariat.

4.3 Persyaratan Teknis Ruang


4.3.1 Sistem Pencahayaan
Sistem pencahayaan menggunakan pencahayaan alami dan pencahayaan buatan, akan
tetapi pencahayaan yang lebih dominan pada Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang Kota Serang yaitu menggunakan pencahayaan buatan (alami). Dan untuk
pencahayaan alami (sinar matahari) dapat berasal dari bukaan jendela maupun ventilasi yang
ada pada bangunan Kantor DPUPR ini. Berikut ini jenis lampu yang digunakan pada
bangunan Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Serang :

NO JENIS GAMBAR DESKRIPSI PENERAPAN KESIMPULAN


LAMPU LAMPU

1. Lampu TL Phillips Lamp Penggunaan lampu TL Menggunakan jenis


TL-5 Essential dapat diaplikasikan general lighting
pada lobby, ruang karena digunakan
2 x 28 Watt tamu, ruang kerja, pada ruang kerja
ruang rapat, ruang yang membutuhkan
Cool white penyimpanan arsip sinar lampu secara
dengan banyak sesuai langsung dengan
dengan kebutuhan warna lampu cool
white

2. LED Phillips Lampu ini akan Menggunakan jenis


Downlight Download Smart diterapkan pada general Lighting
CFLi FBS 111C perancangan yang karena digunakan
letaknya beberapa di pada ruang kerja
15 Watt ceiling tiap sudut pada yang membutuhkan
ruang kerja, ruang sinar lampu secara
Warm white rapat, mushola, lobby, langsung dengan
dan ruang untuk tamu warna lampu warm
white
ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 2554

4.3.2 Sistem Penghawaan

Secara keseluruhan Perancangan Kantor DPUPR Kota Serang ini menggunakan sistem
penghawaan alami dan buatan. Akan tetapi sistem penghawaan buatan yang diterapkan lebih
dimaksimalkan, agar suhu ruangan lebih stabil dan dapat berpengaruh pada kenyamanan
pengguna bangunan Kantor DPUPR Serang. Untuk penghawaan buatan pada bangunan ini
menggunakan sistem AC Cassett dan AC Split.

AC Cassette

Area Lobby dan Ruang Kerja Bina Marga

AC Split
Area Ruang Kerja Kepala Dinas (KADIS)

4.3.3 Sistem Keamanan

[Pick the date] Page 12


ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 2555

a. Benda
Pada perancangan interior kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
menggunakan sistem keamanan berupa apar alat pemadam api ringan, sprinkler dan
smoke detector pada ceiling disetiap ruangan. Keberadaan sistem keamanan benda
seperti ini diperlukan bila sewaktu-waktu terjadi musibah atau hal yang tidak
diinginkan dapat segera teratasi dengan baik.
b. Manusia
Sistem keamanan berupa keberadaan seorang penjaga atau security pada pintu
masuk kantor, dan setiap lantainya.
c. Bangunan
Penerapan sistem keamanan pada bangunan berupa pemberian tangga darurat untuk
kemudahan evakuasi pengguna kantor saat terjadi musibah atau bencana alam.

4.4 Penyelesaian Elemen


4.4.1 Penyelesaian Lantai
Lantai yang digunakan pada kantor dpupr terdapat 3 macam yaitu granit pada area
public (lobby dan ruang untuk tamu), keramik motif kayu pada area private (ruang
kerja bidang bina marga, ruang rapat, ruang kadis) dan keramik motif pada area
service (toilet).

KERAMIK
MOTIF KAYU

PADA AREA
MEETING KERAMIK MOTIF
ROOM KAYU

PADA AREA RUANG


KERJA BINA MARGA

GRANIT ABU-ABU

PADA AREA
LOBBY

Pola Lantai- Lantai 1

[Pick the date] Page 13


ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 2556

KERAMIK
MOTIF KAYU

PADA AREA
KERJA KADIS KERAMIK MOTIF

PADA AREA
TOILET

Pola Lantai Ruang Kepala Dinas (KADIS)

Menggunakan granit abu-abu memberikan kesan mewah, bersih, luas, dan untuk
menandai area public seperti lobby. Dan menggunakan keramik motif kayu agar
nyaman dipijak, tidak berisik dan menandai area private seperti ruang kerja bidang
bina marga dan ruang kerja kadis. Serta menggunakan keramik motif sedikit bertekstur
pada area toilet agar lantai tidak licin.

4.4.2 Penyelesaian Dinding


a. Pola dinding pada bagian luar gedung bangunan menggunakan bata exposed dengan
finishing cat tembok warna kuning, dan untuk kolomnya menggunakan finishing
cat tembok warna biru.

Penerapan dinding pada perancangan- Dinding Luar Kantor DPUPR

b. Pola dinding pada bagian area ruang untuk tamu dan area ruang kerja bina marga
menggunakan bata exposed dengan finishing cat tembok warna putih.

Dinding bata dengan


fin. cat tembok
warna putih
Penerapan dinding pada perancangan- Ruang Tamu dan Ruang Kerja Bina Marga

[Pick the date] Page 14


ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 2557

c. Pola dinding pada bagian area kerja ruang kadis menggunakan bata exposed dengan
finishing cat tembok warna putih (pada dinding area kadis), menggunakan
wallpaper (pada dinding area tamu) dan menggunakan keramik (pada dinding
kamar mandi).

Dinding bata dengan fin. Dinding dengan


cat tembok warna putih finishing wallpaper

Penerapan dinding pada perancangan- Ruang Kerja Kepala Dinas (KADIS)

d. Pola dinding pada bagian area ruang rapat menggunakan bata exposed dengan
finishing cat tembok warna krem dan menggunakan wallpaper motif kayu pada
dinding bagian untuk layar proyektor.

Dinding
dengan
finishing
wallpaper
motif kayu

Dinding bata
dengan fin.
cat tembok
warna krem

Penerapan dinding pada perancangan- Ruang Rapat

[Pick the date] Page 15


ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 2558

4.4.3 Penyelesaian Ceiling


Penyelesaian ceiling pada denah khusus kantor ini menggunakan material gypsum
9mm (finishing cat putih type white 6000, sanlex) dan grc 6mm (finishing cat putih
type white 6000, sanlex) menggunakan warna dominan putih karena kesan polos dan
luas, drop ceiling diberi LED strip. Sedangkan untuk lampunya menggunakan lampu
TL dengan warna cool white untuk menerangi seluruh ruangan dan menggunakan
lampu downlight untuk menerangi sudut ruangan.

LAMPU TL

DROP CEILING
DIBERI LAMPU
LED LAMPU
DOWNLIGHT

Penerapan ceiling pada perancangan-Ruang Kerja Bidang Bina Marga

[Pick the date] Page 16


ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 2559

5. Kesimpulan dan Saran


5.1 Kesimpulan
Perancangan interior Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang di Kota Serang
bertujuan untuk menyediakan fasilitas yang digunakan sebagai pusat kantor dinas di Kota
Serang. Berdasarkan permasalahan yang ada di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang di Kota Serang dapat disimpulkan bahwa:
a. Identitas kantor yang ditunjukkan pada perancangan yaitu dengan adanya backdrop pada
area lobby saat pegawai maupun pengunjung datang.
b. Merancang/mendesain ruang untuk tamu dan mushola dengan kebutuhan ruang yang
sesuai dengan aktifitas agar pegawai maupun pengunjung merasa nyaman.
c. Mendesain tata layout letak furniture dan perabot kantor pada ruangan sesuai dengan
sirkulasinya agar pegawai nyaman saat bekerja.
d. Merancang/mendesain ruangan tempat peyimpanan arsip pada setiap ruang kerja per-
divisi maupun ruangan tersendiri untuk penyimpanan arsip seluruh divisi pada lantai 3 di
perancangan.
e. Mendesain sebuah meja kerja yang dapat memberikan private bagi pegawai agar saat
bekerja merasa nyaman dan pekerjaan menjadi efisien serta efektif.

5.2 Saran
Dalam proses perancangan ini tidak lepas dari kendala, sehingga terdapat beberapa saran dan
harapan baik untuk perancang maupun pembaca.
a. Diharapkan melalui laporan perancangan interior Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang di Kota Serang ini dapat memberi wawasan bagi pembaca dalam proses
perancangan dengan menggali aktivitas, fasilitas, serta tata ruang kerjanya.
b. Pembaca dapat menjadikan laporan ini sebagai referensi dalam proses perancangan
Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang kedepannya.

[Pick the date] Page 17


ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 2560

DAFTAR PUSTAKA

Wikipedia “Pengertian Kantor”, [Link]

Azmi, Anna Fandiah. 2017. “Fungsi Kantor dan Aktivitas Kantor”,


[Link]

Sedarmayanti (2009: 128). Tata Ruang Kantor

Lasa (2005:56). Macam-macam Pencahayaan yang Masuk ke Ruangan

Buku Human Dimension. “Ilustrasi Pencahayaan Alami”, “Ilustrasi Pencahayaan Umum Langsung”,
“Ilustrasi Pencahayaan Setempat”

Satwiko, 2005:88. Jenis Pencahayaan Buatan

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor1405/Menkes/SK/Xi/2002 “Persyaratan


Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri” Susanto, I Nyoman. “Sistem Tata Udara”

Sistem Penjamin Mutu Internal Perguruan Tinggi UNDIP, 2011 : 9

Rancangan standar sarana dan prasarana pendidikan tinggi program pasca sarjana dan profesi BSNP,
2011:28

Julius, Panero Julius (2003:171). “Macam-macam Penataan Perabot beserta Standarisasi Dimensi
Perabot Perkantoran”

Buku Human Dimension. “Pos Kerja Dasar dengan Tempat Duduk Tamu”, “Pos Kerja Dasar dengan
Tempat Duduk Tamu” (hal.176).

Maryati. 2008. “Kerapian pada Lingkungan Tempat Kerja”

J. Linschoten dan Mrs. Mansyur (Hasan Mohammad, 2009). “Psikologis Terhadap Warna”

[Pick the date] Page 18


ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 2561

Peraturan Mentri dalam Negeri. “Standarisasi Sarana dan Prasarana Kerja”

Francis D.K. Ching. 2000. “Arsitetktur, Bentuk, Ruang, dan Susunan”

Buku Human Dimension. “Zona Sirkulasi Satu Orang” (hal.178), “Zona Sirkulasi Dua Orang” (hal.
179), “Meja Rapat berbentuk Bujursangkar” (hal. 193), “Standar Ergonomi Meja Resepsionis”
(hal.189), “Ergonomi Ruang Tamu” (hal.190)

Website Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Kota Serang. “Gambaran Umum Dinas Pekerjaan Umum”,
“Struktur Organisasi Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kota Serang”, [Link]

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 38/PRT/M/2007. “Pedoman Pola Klasifikasi Arsip (PKA)
Departemen Pekerjaan Umum”

[Pick the date] Page 19

Anda mungkin juga menyukai