0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan10 halaman

Peran Peneliti dalam Riset Kualitatif

Bab 3 Metode Penelitian menjelaskan bahwa penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus untuk menganalisis tingkat kepatuhan wajib pajak UMKM dalam membayar pajak selama pandemi Covid-19 di Kota Surabaya. Informan penelitian terdiri dari wajib pajak UMKM dan petugas pajak, sedangkan teknik pengumpulan datanya meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi."
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan10 halaman

Peran Peneliti dalam Riset Kualitatif

Bab 3 Metode Penelitian menjelaskan bahwa penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus untuk menganalisis tingkat kepatuhan wajib pajak UMKM dalam membayar pajak selama pandemi Covid-19 di Kota Surabaya. Informan penelitian terdiri dari wajib pajak UMKM dan petugas pajak, sedangkan teknik pengumpulan datanya meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi."
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Jenis riset yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah diskriptif

kualitatif melalui metode pendekatan studi kasus (case study). Menurut

Jhon Creswell dalam Ulber Silalahi (2012: 77) riset kualitatif merupakan

proses penyelidikan dalam menguasai permasalahan sosial yang

berlandaskan pada penciptaan gambaran holistik lengkap yang dibangun

melalui kata-kata, memberitahu informan secara terperinci, serta disusun

dalam suatu latar alamiah. Sedangkan metode pendekatan studi kasus

merupakan eksplorasi secara mendalam dari suatu sistem yang saling

terkait. Namun, bisa juga melalui sebuah kegiatan, peristiwa, proses serta

seseorang, yang bersumber dari pengumpulan informasi yang ekspensif.

Creswell (1997) dalam Rully I serta R. Poppy Y. (2014 :72).

3.2 Peran Peneliti

Peran peneliti merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam sebuah

penelitian. Sehingga perlu adanya keterlibatan secara langsung dari

peneliti untuk terjun ke lapangan dan mengetahui permasalahan apa yang

sebenarnya terjadi. Hal demikian bertujuan agar data dan informasi yang

21
diperoleh nantinya tidak menyimpang serta dapat dipertanggungjawabkan

kebenarannya.

Adapun peran peneliti dalam riset diskriptif kualitatif yaitu sebagai

perencana, pelaksana, pengumpul informasi serta data, penganalisis serta

sebagai pelapor dalam penelitian.

3.3 Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian merupakan tempat dimana peneliti memperoleh

informasi mengenai data dan informasi yang akan diperlukan. Adapun

penelitian tentang Analisis Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak dalam

Pembayaran Pajak UMKM Pada Masa Pandemi Covid-19 ini akan

dilaksanakan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kota Surabaya yang

beralamatkan di Gedung Keuangan Negara II, Jl. Dinoyo No. 111,

Keputran, Kec. Tegalsari, Kota Surabaya.

3.4 Fokus Penelitian

Manfaat dari fokus penelitian ini yaitu sebagai pembatas objek

penelitian yang diangkat, sekaligus agar peneliti tidak terjebak dengan

banyaknya data yang diperoleh saat di lapangan. Menurut Moleong

(2010) berpendapat bawa fokus penelitian dimaksudkan untuk membatasi

22
studi kualitatif serta membatasi penelitian untuk memilih mana data yang

relevan dan mana data yang tidak relevan.

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, maka

dalam penelitian kali ini akan difokuskan pada “Analisis Tingkat

Kepatuhan Wajib Pajak dalam Pembayaran Pajak UMKM Pada Masa

Pandemi Covid-19 serta apasaja faktor-faktor yang memprngaruhi

kepatuhan wajib pajak” dengan obyek utamanya yaitu Wajib Pajak

UMKM di KPP Pratama Kota Surabaya Sawahan dan kemudian

dianalisis berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan wajib

pajak menurut Zaen Zulhat Imaniati, (2016: 33) yaitu :

1. Pemahaman Perpajakan

2. Pengawasan

3. Sosialisasi Perpajakan

4. Sanksi Perpajakan

5. Kualitas Pelayanan Petugas Pajak

6. Biaya Kepatuhan Wajib Pajak

7. Persepsi Wajib Pajak Tentang PP Nomor 46 Tahun 2013 dan

sekarang diubah menjadi PP No. 23 Tahun 2018

8. Tingkat Pendidikan

23
3.5 Informan Penelitian

Menurut Moleong (2015: 163) menjelaskan bahwa informan peneliti

merupakan orang yang dimanfaatakan dalam memberikan informasi

mengenai situasi dan kondisi latar belakang penelitian serta disebut

sebagai orang yang benar-benar mengetahui permasalahan yang akan

diteliti. Informan penelitian menjadi kunci utama bagi peneliti untuk

menggali informasi mengenai data di lapangan. Adapun informan yang

dipilih penulis dalam penelitian kali ini yaitu Wajib Pajak UMKM

sebagai informan pertama dan Petugas Pelayanan di KPP Pratama

Surabaya Sawahan sebagai informan kedua.

3.6 Teknik Smpling

Menurut Sugiyono, biasanya penelitian kualitatif lebih sering

menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling.

Purposive sampling merupakan teknik pengambilan sempel data

berdasarkan pertimbangan, contoh seseorang yang dianggap paling tahu

tentang harapan yang kita inginkan. Sedangkan snowball sampling

merupakan teknik pengambilan sampel data dari jumlah yang sedikit

menjadi besar. Sugiyono, (2009: 300)

24
Pada penelitian kali ini, teknik sampling yang digunakan yaitu

purposive sampling. Dimana, sempel yang diambil nantinya adalah yang

paling mengetaui mengenai masalah yang akan diteliti.

3.7 Sumber Data

Menurut Suharsimi (2010: 129) sumber data dalam penelitian

merupakan subyek dari mana data tersebut diperoleh. Adapun sumber

data yang digunakan peneliti dalam penelitian kali ini yaitu:

a. Data Primer

Data primer merupakan data yang diperoleh peneliti secara langsung

pada saat penelitian. Adapun data primer yang diperoleh dari hasil

penelitian yaitu melalui wawancara dengan beberapa pengguna jasa

wajib pajak UMKM yang memiliki NPWP di Kota Surabaya.

b. Data Sekunder

Data sekunder merupakan data yang diperoleh peneliti melalui

media perantara. Dalam penelitian ini data sekunder diperoleh dari

beberapa sumber yang sudah ada, seperti pada buku, jurnal,

penelitian terdahulu, media internet dalam hal perpajakan, serta

situs-situs resmi yang berhubungan dengan masalah penelitian

seperti Direktorat Jendral Pajak.

25
3.8 Teknik Pengumpulan Data

a. Wawancara

Menurut Ulber Silalahi (2012: 312) wawancara ialah metode

yang digunakan dalam mengumpulkan data dan keterangan lisan dari

responden atau narasumber melalui suatu percakapan yang sistematis

dan terorganisasi. Wawancara juga dapat digunakan sebagai wadah

untuk menggali data dari hasil observasi. Dalam hal ini, Ulber

Silalahi (2021: 313) juga berpendapat bahwa secara garis besar

wawancara dapat dibedakan menjadi dua yaitu wawancara

terstruktur (structured interview) dan wawancara tidak terstuktur

(unstructured interview).

Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan

adalah wawancara tidak terstruktur (unstructured interview) serta

wawancara secara mendalam. Rully Indreawan dan R. Poppy Y

(2014: 136) berasusmsi bahwa wawancara secara mendalam ialah

kegiatan yang dilakukan dalam rangka mendapatkan informasi

secara langsung dengan mengajukan pertanyaan kepada narasumber

(informan/ informan kunci) guna mendapatkan informasi yang

mendalam.

26
b. Observasi

Observasi lapangan merupakan langkah yang dilakukan penulis

untuk mengetahui bagaimana gambaran tentang Kepatuhan Wajib

Pajak UMKM dalam membayar Pajak di Masa Pandemi Covid-19.

Obeservasi ini akan dilakukan di KPP Pratama Surabaya Sawahan

sebagai obyek untuk melakukan penelitian.

c. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan suatu cara yang digunakan dalam

memperoleh data beserta informasi dalam bentuk buku, arsip,

dokumen, tulisan angka dan gambar yang berupa laporan serta

keterangan uhtuk mendukung penelitian. Sugiyono, (2015: 329).

Teknik dokumentasi ini digunakan untuk mengumpulkan data

Kepatuhan Wajib Pajak dalam Pembayaran Pajak UMKM di KPP

Pratama Surabaya Sawahan.

3.9 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data menurut Miles dan Huberman (1992) dalam

Ulber Silalahi (2012: 339-341) adalah sebagai berikut :

1. Reduksi data

27
Merupakan sebuah proses pemilihan, pemusatan perhatian pada

penyederhanaan, pengabstraksian beserta transformasi kata kasar

yang muncul dari catatan-catatan tertulis dari lapangan.

2. Penyajian data

Sekumpulan informasi tersusun yang memberikan kemungkngan

adanya penarikan kesimpulan serta pengambilan tindakan. Penyajian

data dalam bentuk kualitatif dapat dirancang dengan berbagai jenis

matriks, jaringan, bagan dan lain sebagainya. Kemudian

dikelompokkan ke dalam bentuk segmen tertentu (display data )

serta disajikan ke dalam bentuk konten analisis dengan berbagai

penjelasan. Selanjutnya data tersebut divalidasi untuk menentukan

tingkat akurasi serta kredibilitas data melalui strategi triangulasi.

3. Penarikan Kesimpulan

Penarikan kesimpulan merupakan hasil olahan data, proses reduksi

data beserta penyajian dalam bentuk konten analisis dengan beberapa

penjelasan yang terfokus pada representasi terhadap fenomena yang

hadir dalam penelitian.

3.10 Keabsahan Data

Dalam penelitian kualitatif adanya keabsahan data sangat diperlukan

untuk membuktikan bahwa data yang diperoleh tidak diragukan

28
sekaligus dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Seperti yang

disampaikan oleh Sugiyono (2007: 270) bahwa dilakukannya keabsaan

data bertujuan untuk membuktikan apakah penelitian yang dilakukan

adalah penelitian ilmiah sekaligus untuk menguji data-data yang telah

diperoleh. Adapun uji data dalam penelitian kualitatif antara lain yaitu,

credibility, transferability, dependability dan yang terakhir

confirmability.

Dari penjelasan tersebut, maka dalam penelitian ini perlu adanya uji

keabsahan data meliputi :

1. Credibility

Menguji terhadap kepercayaan data dari hasil penelitian yang

disajikan, hal ini bertujuan supaya hasil yang didapatkan tidak

diragukan sebagai sebuah karya ilmiah.

2. Transferability

Dalam penelitian kualitatif transferability disebut sebagai

validitas eksternal. Sugiyoni (2007: 276) berpndapat bahwa validitas

eksternal meunjukan derajat ketepatan atau dapat diterapkannya hasil

penelitian ke populasi dimana suatu sampel diambil.

3. Dependability

29
Dependability atau reliabilitas merupakan penelitian yang

dilakukan oleh orang lain dengan proses penelitaian yang sama akan

menghasilkan hasil yang juga sama.

4. Confirmability

Dalam penelitian kualitatif confirmability juga disebut sebagai

objektivitas. Suatu penelitian dapat dikatakan objektif apabila telah

disepakatai oleh banyak orang.

30

Anda mungkin juga menyukai