TUGAS FARMAKOGNOSI
Nama : Claudia Dinda Pratiwi
NIM : 20220311184
Kelas : KH001
MENTHAE ARVENSITIS HERBA / FOLIA
HERBA / DAUN MINT
Tanaman asal : Menthae arvensitis Suku : Lamiaceae
Bagian yang digunakan : Daun dan pucuk berbunga
Daerah Asal : Tanaman ini berasal dari benua Eropa.
Daerah Penghasil : Tanaman ini bisa tumbuh dimana saja (daerah lembab dan terbuka) seperti
dibenua Eropa, Asia, Afrika, Australia dan Amerika Utara
Pemerian : Bau aromatik mentol, memiliki rasa pedas dan sensasi dingin.
Kandungan : Menthae arvensintis memiliki kandungan flavonoid seperti quercetin, menthoside,
dan isorhoifolin, vitamin K, eugenol, dan thymol. Juga memiliki kandungan 90% mint oil. Minyak
dari daun mint (mint oil) memiliki kandungan monoterpenes, sesquiterpenes, flavonoid, Phenolic
acids, tripenes, phytol, tocopherol, carotenoids, choline, betaine, cyclenes, rosmarinic acid, tannin
dan mineral Dan baru-baru ini, Linarin yang 10 diperoleh dari ekstrak bunga dari tanaman mint
(Mentha arvensis L.)
Penggunaan : Menthae arvensintis berperan sangat besar diberbagai bidang, sebagai bahan baku
dalam industri farmasi, juga banyak dipakai untuk makanan, minuman, dan aroma terapi. Juga
berguna dalam aktivitas biologis, yaitu: memperbaiki sistem pencernaan, karminatif, antiseptik,
antibakteri, antivirus, antispasmodic, antioksidan, anti-inflamasi, ekspektoran, analgesik, tonik,
dan vasodilatator.
Mikroskopik : Daun Mint (Mentha arvensis L.) memiliki fragmen pengenal berupa stomata tipe
diasitik, trikoma kelenjar dan trikoma non-kelenjar.
Epidermis Atas Epidermis Epidermis Muda
Rambut Pelindung Jaringan Pembuluh Daun
Sumber : [Link]
[Link]