0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan9 halaman

Keefektifan Model PBL Berbantu Media Audio-Visual Terhadap Hasil Belajar Tema Indahnya Keberagaman Di Negeriku

Diunggah oleh

Nick Wijaya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan9 halaman

Keefektifan Model PBL Berbantu Media Audio-Visual Terhadap Hasil Belajar Tema Indahnya Keberagaman Di Negeriku

Diunggah oleh

Nick Wijaya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Mimbar PGSD Undiksha

Volume 8, Number 3, Tahun 2020, pp. 342-350


P-ISSN : 2614-4727, E-ISSN : 2614-4735
Journalhomepage: [Link]

Keefektifan Model PBL Berbantu Media Audio-Visual Terhadap Hasil


Belajar Tema Indahnya Keberagaman Di Negeriku

Atika Roudhotul Jannah1, Intan Rahmawati2, Fine Reffiane3


123 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas PGRI Semarang, Indonesia

ARTICLEINFO Abstrak
Article history: Kurangnya penggunaan model pembelajaran yang inovatif dan penggunaan
Received 1 Juni 2020 media yang bervariasi membuat siswa tidak secara aktif mengikuti kegiatan
Received in revised form
1 Juli 2020
pembelajaran, sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa.
Accepted 10 Oktober 2020 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas model pembelajaraan
Available online November problem-based learning berbantu media audio-visual terhadap hasil belajar
2020 kelas IV tema indahnya keberagaman di negeriku. Penelitian ini merupakan
penelitian Pre-Experimental Designs dengan desain One-Group Pretest-
Kata Kunci: Posttest Design. Sampel dalam penelitian ini adalah 28 siswa, yang diambil
PBL, Media audio-visual, dengan menggunakan teknik Nonprobability Sampling. Metode pengumpulan
Hasil belajar
data melalui tes, observasi, wawancara dan dokumentasi. Data penelitian
dianalisis menggunakan uji t. Berdasarkan hasil analisis uji t yaitu sebesar
Keywords: 9,11489 dan untuk mengetahui t-tabel dengan nilai t signifikan 5% didapatkan
PBL, Audio-visual media, t-tabel sebesar 1,701. sehingga nilai t-hitung>t-tabel yang artinya ditolak
Learning outcomes
dan diterima. Analisis ketuntasan belajar sebelum diberi perlakuan yaitu
53%, sedangkan sesudah di beri perlakuan yaitu 92%. Oleh karena itu dapat
disimpulkan bahwa model Problem based learning berbantu media audio-
visual efektif terhadap hasil belajar siswa.

ABSTRACT
The lack of use of innovative learning models and the use of varied media makes students not actively
participate in learning activities, resulting in low student learning outcomes. This study aims to analyze the
effectiveness of the problem-based learning model assisted by audio-visual media on learning outcomes in
grade IV, the theme of Indahnya Keberagaman di Negeriku. This research is a Pre-Experimental Designs
study with a One-Group Pretest-Posttest Design. The sample in this study were 28 students, who were taken
using the Nonprobability Sampling technique. Methods of data collection through tests, observation,
interviews and documentation. The research data were analyzed using the t test. Based on the results of the
t-test analysis of 9,11489 and to find out the t-table with a significant t value of 5%, the t-table is 1.701. so
that the value of t-count> t-table, which means H0 rejected and Ha accepted. The analysis of learning
completeness before being given treatment was 53%, while after being treated was 92%. Therefore it can be
concluded that the problem based learning model assisted by audio-visual media is effective for student
learning outcomes.

Pendahuluan

Berdasarkan hasil wawancara di SDN Jawisari Kendal pada kelas IV, Muatan pembelajaraan
tematik yang kurang dipahami siswa salah satunya pembelajaraan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Dangkalnya pengetahuan siswa sehingga mempengaruhi hasil belajar siswa, yang dibuktikan dengan
hasil belajar yang didapatkan pada hasil ulangan tengah semester (UTS) yang belum mencapai
kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 65. Siswa dengan jumlah 28 yang mencapai nilai kriteria
ketuntasan minimal (KKM) yaitu hanya 15 siswa, sedangkan 13 siswa belum memenuhi kriteria

Copyright © Universitas Pendidikan Ganesha. All rights reserved.

Corresponding author
E-mail addresses: atikaroudhotul@gmail.com1, agoesq435@gmail.com2, reffianefine@gmail.com3
Jurnal Mimbar PGSD Undiksha (2020) Vol. 8 No. 3 Tahun 2020 pp. 342-350 343

ketuntasan minimal (KKM). Dengan demikian masih dari 46% siswa belum tuntas dalam
pembelajaran. Banyaknya siswa yang belum tuntas dalam pembelajaran disebabkan karena
kurangnya penggunaan model pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagai siswa (Ernawati,
2014; Wicaksono, 2016).
Berdasarkan hasil observasi di SDN Jawisari Kendal pada kelas IV. Metode yang sering
digunakan guru metode ceramah, diskusi, tanya jawab dan tutor sebaya. Guru masih jarang
menggunakan model pembelajaran. Siswa masih asik bermain dan mengobrol sendiri pada saat
pembelajaraan berlangsung. Untuk media yang digunakan guru kurang bervariatif sehingga kurang
menarik perhatian siswa. Selain itu guru kurang memanfaatkan media berbasis IT (Information and
Teknologi). Seperti media proyektor yang sudah tersedia di SDN Jawisari Kendal jarang digunakan
didalam kelas. Pada perkembangan zaman media sangat membantu siswa untuk berimajinasi (Nurrita,
2018; Yektyastuti & Ikhsan, 2016).
Pelaksanaan Kurikukulum 2013 masih terdapat permasalahan yaitu guru masih menggunakan
pembelajaran yang konvensional misalnya guru hanya menggunakan metode ceramah dan guru belum
menggunakan media yang kurang bervariatif. Keterbatasan guru menggunakan media juga
menjadikan masalah dalam saat pembelajaraan. Apalagi pada kemajuan teknologi saat ini,
pembelajaraan juga harus menyesuaikan dengan kemajuan teknologi. Hal ini dikarenakan dalam
kehidupan sehari-hari alat elektronik seperti handphone, televisi, komputer sudah digunakan dalam
keseharian anak hingga orang dewasa. Tentunya bila guru tidak mengikuti kemajuan teknologi
pastinya akan tertinggal. Penggunaan berbagai aplikasi digital, CD pembelajaran interaktif, ebook,
website, dan gaya belajar digital lainnya merupakan alternatif paperless yang menjadikan inovasi
pembelajaran berdampak positif (Pranowo & Prihastanti, 2020; Yuanta, 2017).
Berdasarkan permasalahan peneliti mempunyai solusi yaitu dengan menerapkan model
pembelajaraan Problem based learning berbantu media audio-visual terhadap hasil belajar siswa kelas
IV tema indahnya keberagaman di negeriku SDN Jawisari Kendal. Guru harus merancang
pembelajaran yang menarik dan memudahkan siswa untuk memahami pembelajaran dengan
mengaitkan permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari dan melalui masalah yang dialami
siswa. Model pembelajaraan Problem based learning salah satu model pembelajaraan yang cocok
digunakan untuk kegiatan belajar mengajar untuk mengatasi permasalahan yang ditemukan
(Abdurrozak & Jayadinata, 2016; Gunantara et al., 2014).
Problem based learning (PBL) adalah pembelajaran yang penyampaiannya dengan cara
menyediakan suatu permasalahan, mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi pengkajian sehingga
dapat membuka dialog pendidik dan peserta didik. Permasalahan yang dikaji hendaknya
permasalahan kontekstual yang ditemukan oleh peserta didik itu sendiri dalam kehidupan sehari-hari
(Rerung et al., 2017; Royantoro et al., 2018). Prinsip utama Problem based learning (Problem Based
Instruction) adalah penggunaan masalah nyata sebagai sarana bagi peserta didik untuk
mengembangkan pengetahuan dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta kemampuan
dalam memecahkan masalah (Febriana et al., 2020; Herzon et al., 2018). Masalah nyata itu sendiri
yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari sehingga bermanfaat langsung bagi peserta didik apabila
diselsaikan.
Menurut (Maryatun & Metro, 2017; Romadhoni et al., 2017) berpendapat pembelajaran
berdasarkan masalah memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut: (1) Belajar dimulai dengan
suatu masalah; (2) Memastikan masalah yang diberikan berhubungan dengan dunia nyata siswa; (3)
Memberikan tanggung jawab yang pada siswa dalam menentukan dan menjalankan secara langsung
proses belajar mereka sendiri; (4) membentuk kelompok kecil; dan (5) Menuntut siswa untuk
mendemontrasikan apa yang telah di pelajari dalam bentuk kinerja sehingga inilah yang akan
membentuk skill peserta didik dan diajarkan ketrampilan. Adapun kelebihan model problem based
learning sebagai berikut: (1) Siswa terlibat dalam pembelaran sehingga pengetahuannya benar-benar
di serap dengan baik; (2) Siswa dilatih untuk bekerja sama dengan siswa yang lainnya; dan (3) Siswa
dapat memperoleh pemecahan masalah dari berbagai sumber (Mayasari et al., 2016; Yuwono &
Syaifuddin, 2017).
Menurut (Ariswati, 2018; Paradina et al., 2019) langkah-langkah model Problem based learning
menjadi lima langkah sebagai berikut: (1) Mengorientasikan peserta didik terhadap masalah seperti
guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan alat dan bahan yang dibutuhkan, dan guru

Atika Roudhotul Jannah1, Intan Rahmawati2, Fine Reffiane3/ Keefektifan Model PBL Berbantu Media Audio-Visual Terhadap Hasil Belajar
Tema Indahnya Keberagaman Di Negeriku
Jurnal Mimbar PGSD Undiksha (2020) Vol. 8 No. 3 Tahun 2020 pp. 342-350 344

memotivasi siswa yang terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih; (2)
Mengorganisasikan peserta didik seperti guru membantu siswa mendefinisikan dan
mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah yang sudah ada ; (3)
Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok seperti guru mendorong siswa untuk
mengumpulkan informasi yang sesuai dan melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan
yang diperlukan untuk menyelsaikan masalah; (4) Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
seperti guru membantu peserta didik untuk berbagi tugas dan merencanakan atau menyiapkan karya
yang sebagai hasil pemecahan masalah dalam bentuk laporan, video atau model; (5) Menganalisis dan
mengevaluasi proses pemecahan masalah seperti guru membantu peserta didik untuk melakukan
refleksi atau evaluasi terhadap proses pemecahan masalah yang dilakukan. Tentunya untuk
mendukung pembelajaran tidak hanya menggunakan model pembelajaran saja. Akan tetapi juga
menggunakan media pembelajaraan sebagai perantara penyampaian materi.
(Nomleni & Manu, 2018; Yuanta, 2017) berpendapat media pembelajaran adalah alat yang dapat
digunakan untuk membantu proses pembelajaran dan berfungsi untuk memperjelas makna yang
disampaikan oleh guru, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan baik dan sempurna.
Media pembelajaran yang digunakan secara masa misalnya: radio, televisi. Dalam kelompok besar dan
kelompok kecil misalnya: film, slide, video, OHP. Digunakan perorangan (misalnya: buku, komputer,
radio tape, kaset, video recorder). Untuk itu digunakan media audio-visual yang merupakan salah satu
media alternatif yang efektif digunakan dalam pembelajaran. Media audio-visual merupakan Media
pembelajaran yang dapat membantu penyampaian pesan yang baik dalam penyampaian materi
(Ernawati, 2014; Pranowo & Prihastanti, 2020). Media audio-visual dibagi menjadi dua jenis yaitu,
pertama adalah dilengkapi fungsi peralatan suara dan gambar dalam satu unit, yang dinamakan media
audio-visual murni, seperti film gerak (movie) bersuara, televisi dan video. Kedua adalah media audio-
visual tidak murni yaitu yang kita kenal dengan slide,opaque, OHP dan peralatan visual lainnya bila
diberi unsur suara, misalnya film (Dwi Handayani et al., 2017; Yusantika et al., 2018).
Media audio-visual media yang dapat memproyeksi gambar bergerak dan bersuara, sehingga
dapat dilihat dan dapat didengar (Louk & Sukoco, 2016; Septiani & Hasanah, 2019). Adapun Kelebihan
media video sebagai berikut: (1) Menyajikan objek secara konkret atau pesan pembelajaran yang
realistik, sehingga sangat baik untuk menambah pengalaman belajar; (2) Sifatnya audio-visual,
sehingga menarik daya tarik tersendiri dan dapat memotivasi siswa; (3) Sangat baik untuk pencapaian
tujuan belajar psikotomotorik; (4) Menambah daya tahan ingatan; dan (5) Dapat mengurangi
kejenuhan belajar, terutama jika dikombinasikan dengan metode ceramah dan diskusi persoalan
tayangan (Ernasari & Amboro, 2017; Septiani & Hasanah, 2019).
Melalui video pembelajaran yang akan memuat materi tema indahnya keberagaman di negeriku
dapat menarik daya tarik siswa dan dapat mengurangi kejenuhan sehingga siswa akan bisa memahami
materi serta hasil belajar akan tercapai (Ulfah & Soenarto, 2017; Yuniarni et al., 2020). Hasil Belajar
adalah perubahan perilaku atau kompetensi berupa sikap, pengetahuan, dan ketrampilan yang
diperoleh siswa setelah mengikuti aktivitas belajar. Ada dua faktor yang mempengaruhi hasil belajar
yaitu, faktor internal dari dalam siswa dan faktor eksternal dari luar siswa. Pada umumnya, hasil
belajar siswa 70% dipengaruhi oleh kemampuan siswa (faktor internal). Dan 30% dipengaruhi oleh
lingkungan (eksternal). Faktor lingkungan sangat berpengaruh pada hasil belajar dalam kualitas
pembelajaran (Cahyaningsih et al., 2020; Kurniawan et al., 2018).
Menurut (Husada et al., 2020; Permadi & Adityawati, 2018) menyatakan bahwa faktor-faktor
yang mempengaruhi hasil belajar dijabarkan sebagai berikut: (1) Faktor intern adalah faktor-faktor
yang berasal dari diri individu dan dapat mempengaruhi hasil belajar individu. Faktor intern ini dibagi
menjadi tiga faktor yaitu: (a) Faktor Fisiologis berkaitan dengan kondisi fisik yang meliputi keadaan
jasmani dan fungsi jasmani; (b) Faktor Psikologis yaitu keadaan psikologis seseorang yang
mempengaruhi proses belajar; (c) Faktor Kelelahan seseorang sulit untuk dipisahkan, namun dapat
dibedakan menjadi dua, yaitu kelelahan jasmani dan rohani (psikis); (2) Faktor ekstern faktor-faktor
ekstern juga mempengaruhi proses belajar siswa. Faktor ekstern yang mempengaruhi belajar dapat
dikelompokkan menjadi tiga faktor yaitu: (a) Faktor Keluarga yaitu siswa yang belajar akan menerima
pengaruh dari keluarga berupa cara orang tua mendidik, suasana rumah, relasi antara anggota
keluarga, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua, latar belakang kebudayaan; (b) Faktor
Sekolah yaitu yang mempengaruhi kegiatan belajar meliputi metode mengajar, kurikulum, relasi

Atika Roudhotul Jannah1, Intan Rahmawati2, Fine Reffiane3/ Keefektifan Model PBL Berbantu Media Audio-Visual Terhadap Hasil Belajar
Tema Indahnya Keberagaman Di Negeriku
Jurnal Mimbar PGSD Undiksha (2020) Vol. 8 No. 3 Tahun 2020 pp. 342-350 345

anatara guru dan siswa, relasi antara siswa dengan siswa, alat pelajaran, waktu sekolah, disiplin siswa,
standar pelajaran di atas ukuran, keadaan gedung, metode belajar, dan tugas rumah; (c) Faktor
Masyarakat yaitu faktor ekstern yang juga dapat berpengaruh terhadap belajar siswa. Pengaruh itu
terjadi karena keberadaan siswa dalam masyarakat. Pengaruh tersebut meliputi kegiatan siswa dalam
masyarakat, media masa, teman bergaul, bentuk kehidupan masyarakat.
Beberapa penelitian yang relevan dengan penelitian ini seperti: (1) penelitian yang dilakukan
oleh (Rerung et al., 2017) yang memperoleh hasil bahwa penerapan model pembelajaran problem
based learning dapat meningkatkan hasil belajar kognitif dan meningkatkan hasil belajar
psikomotorik, (2) penelitian yang dilakukan oleh (Maryatun & Metro, 2017) yang memperoleh hasil
bahwa penggunaan model problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa. (3)
penelitian yang dilakukan oleh (Paradina et al., 2019) yang memperoleh hasil bahwa terdapat
pengaruh pembelajaran penggunaan model pembelajaran problem based learning terhadap hasil
belajar siswa pada konsep getaran harmonik.
Berdasarkan penelitian yang relevan tersebut, belum ada peneliti yang mengukur keefektifan
model pembelajaran problem-based learning, dengan bantuan media audio-visual terhadap hasil
belajar tematik siswa kelas IV SD. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi efektifitas
model pembelajaraan problem-based learning berbantu media audio-visual terhadap hasil belajar
kelas IV tema indahnya keberagaman di negeriku SDN Jawisari Kendal.

Metode

Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian ini
dilaksanakan di SDN Jawisari, tepatnya di jalan Air Panas No. 25 Desa Jawisari, Kecamatan Limbangan,
Kabupaten Kendal pada siswa kelas IV. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dalam bentuk
Pre-Experimental Designs dengan desain One-Group Pretest-Posttest Design
Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SDN Jawisari Kendal. Sampel yang diambil
adalah 28 siswa kelas IV SDN Jawisari Kendal dengan menggunakan teknik Nonprobability Sampling.
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang diteliti yaitu variabel bebas
(X) dan variabel terikat (Y). Variabel bebas (X) yaitu model Problem based learning (PBL) berbantu
media audio-visual sedangkan variabel terikat (Y) yaitu hasil belajar siswa kelas IV SDN jawisari.
Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti sebagai berikut: (a) Wawancara, dalam
penelitian ini wawancara ditujukan kepada guru kelas IV untuk mengetahui dan menilai keadaan
siswa, misalnya mencari data latar belakang siswa dan kesulitan belajar siswa; (b) Observasi, yang
dilakukan peneliti dengan observasi langsung atau pengamatan secara langsung pembelajaran di
kelas dan digunakan untuk mendapatkan data, tingkah laku siswa pada saat mengikuti pembelajaran
serta observasi juga dilakukan dengan melakukan wawancara serta mengamati proses pembelajaran;
(c) Tes, Jenis tes yang dilakukan dalam penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu pretest dan posttest; dan
(d) Dokumentasi, digunakan untuk mendapatkan daftar nama siswa kelas IV SDN Jawisari Kendal yang
menjadi populasi, hasil belajar, bukti foto selama kegiatan pembelajaran di SDN Jawisari Kendal dan
data-data yang diperlukan dalam penelitian.
Data yang telah diperoleh melalui wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi, dianalisis
dengan menggunakan teknik analisis data statistis kualitatif yaitu menguji hipotesis dengan
menggunakan rumus uji t yang sebelumnya dilakukan uji prasyarat terlebih dahulu yang meliputi uji
normalitas awal dan uji normalitas akhir dengan bantuan Miscosoft Excel.

Hasil dan Pembahasan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, teknik analisis data yang digunakan yaitu uji hipotesis
menggunakan uji t yang sebelumnya dilakukan uji prasyarat terlebih dahulu yang meliputi uji
normalitas awal dan uji normalitas akhir dengan bantuan Miscosoft Excel. Tahap awal dilakukan uji
normalitas awal dengan menggunakan pretest. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui sampel
berstribusi normal atau tidak. Berdasarkan perhitungan pretest dapat diperoleh kesimpulan bahwa
kelas IV SDN Jawisari berdistribusi normal, karena pada uji normalitas awal menggunakan uji Liliefors
untuk n = 28 dan taraf nyata μ = 5% didapat = 0,13789 dan = 0,161 maka sesuai dengan

Atika Roudhotul Jannah1, Intan Rahmawati2, Fine Reffiane3/ Keefektifan Model PBL Berbantu Media Audio-Visual Terhadap Hasil Belajar
Tema Indahnya Keberagaman Di Negeriku
Jurnal Mimbar PGSD Undiksha (2020) Vol. 8 No. 3 Tahun 2020 pp. 342-350 346

kriteria uji normalitas bahwa yaitu 0,13789 < 0,161 maka diterima. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa hasil belajar pretest berasal dari populasi berdistribusi normal. Sedangkan uji
normalitas akhir untuk nilai posttest setelah mendapat perlakuan. Berdasarkan perhitungan uji
normalitas akhir, diperoleh = 0,086243 dengan n = 28, μ = 5% dan = 0,161 maka diterima
sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar posttest berasal dari populasi berdistribusi normal.
Setelah data uji normalilas berdistribusi normal tahap selanjutnya hasil belajar tema Indahnya
Keberagaman Di Negeriku uji hipotesis menggunakan uji t. hasil perhitungan Uji t dapat dilihat pada
Tabel 1.

Tabel 1. Hasil Perhitungan Uji t

Hasil
Subjek Rata-rata N Md
belajar
Kelas IV Pretest 59,2857 28 18,6786 3288,1 9,11489 1,701
SDN Posttest 77,96429
Jawisari

Berdasarkan Tabel 1 hasil perhitungan Uji t diperoleh bahwa rata-rata hasil pretest yaitu
59,2857 dan rata-rata hasil posttest yaitu 77,96429, dengan n = 28. diperoleh sebesar
sedangkan dengan db = N-1 = 28-1 =27, dan taraf signifikan 0,05 sebesar 1,701. Karena
, maka ditolak dan diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan
hasil belajar pretest dengan hasil belajar posttest. Persentase ketuntasan hasil belajar dapat dilihat
pada Tabel 2.
Tabel 2. Presentase Ketuntasan Hasil Belajar

Hasil Belajar
Kriteria
Pretest Posttest
Jumlah Siswa 28 28
Tuntas 13 26
Tidak Tuntas 15 2
Rata-rata 59,2857 77,96429
Persentase 53% 93%

Berdasarkan tabel 2 Ketuntasan belajar awalnya 53% menjadi 92% maka ketuntasan belajar
meningkat. Pretest dari 28 siswa ada 13 siswa yang sudah mencapai kriteria ketuntasan minimal
(KKM) rata-rata 59,2857 dengan pencapaian sebanyak 53% dengan seluruh nilai siswa yang tuntas.
Sedangkan nilai posttest dari 28 siswa ada 26 siswa yang sudah mencapai kriteria ketuntasan minimal
(KKM), dengan rata-rata 77,96429. Selain itu pada ketuntasan belajar klasikal pada posttest
menunjukkan pencapaian sebanyak 92% dengan seluruh nilai siswa yang tuntas. Hal ini berarti bahwa
model Problem based learning berbantu media audio-visual efektif terhadap hasil belajar siswa SDN
Jawisari. Hal ini didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh (Romadhoni et al., 2017) yang
memperoleh hasil bahwa hasil belajar siswa yang diajar dengan model model problem based learning
(PBL) disertai media CD Interaktif dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar siswa.
Problem based learning (PBL) adalah pembelajaran yang penyampaiannya dengan cara
menyediakan suatu permasalahan, mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi pengkajian sehingga
dapat membuka dialog pendidik dan peserta didik. Permasalahan yang dikaji hendaknya
permasalahan kontekstual yang ditemukan oleh peserta didik itu sendiri dalam kehidupan sehari-hari
(Rerung et al., 2017; Royantoro et al., 2018). Prinsip utama Problem based learning (Problem Based
Instruction) adalah penggunaan masalah nyata sebagai sarana bagi peserta didik untuk
mengembangkan pengetahuan dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta kemampuan
dalam memecahkan masalah (Febriana et al., 2020; Herzon et al., 2018). Masalah nyata itu sendiri
yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari sehingga bermanfaat langsung bagi peserta didik apabila
diselsaikan.

Atika Roudhotul Jannah1, Intan Rahmawati2, Fine Reffiane3/ Keefektifan Model PBL Berbantu Media Audio-Visual Terhadap Hasil Belajar
Tema Indahnya Keberagaman Di Negeriku
Jurnal Mimbar PGSD Undiksha (2020) Vol. 8 No. 3 Tahun 2020 pp. 342-350 347

Dengan penerapan model pembelajaran problem based learning didalam pembelajaran dapat
membuat siswa menemukan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi. Hal ini didukung oleh
(Ariswati, 2018; Paradina et al., 2019) yang menyatakan bahwa langkah-langkah model Problem based
learning menjadi lima langkah sebagai berikut: (1) Mengorientasikan peserta didik terhadap masalah
seperti guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan alat dan bahan yang dibutuhkan, dan
guru memotivasi siswa yang terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih; (2)
Mengorganisasikan peserta didik seperti guru membantu siswa mendefinisikan dan
mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah yang sudah ada ; (3)
Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok seperti guru mendorong siswa untuk
mengumpulkan informasi yang sesuai dan melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan
yang diperlukan untuk menyelsaikan masalah; (4) Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
seperti guru membantu peserta didik untuk berbagi tugas dan merencanakan atau menyiapkan karya
yang sebagai hasil pemecahan masalah dalam bentuk laporan, video atau model; (5) Menganalisis dan
mengevaluasi proses pemecahan masalah seperti guru membantu peserta didik untuk melakukan
refleksi atau evaluasi terhadap proses pemecahan masalah yang dilakukan. Dari pemaparan langkah-
langkah model problem based learning, adapun kelebihan model ini sebagai berikut: (1) Siswa terlibat
dalam pembelaran sehingga pengetahuannya benar-benar di serap dengan baik; (2) Siswa dilatih
untuk bekerja sama dengan siswa yang lainnya; dan (3) Siswa dapat memperoleh pemecahan masalah
dari berbagai sumber (Mayasari et al., 2016; Yuwono & Syaifuddin, 2017). Tentunya untuk
mendukung pembelajaran tidak hanya menggunakan model pembelajaran saja. Akan tetapi juga
menggunakan media pembelajaraan sebagai perantara penyampaian materi
Media audio-visual media yang dapat memproyeksi gambar bergerak dan bersuara, sehingga
dapat dilihat dan dapat didengar (Louk & Sukoco, 2016; Septiani & Hasanah, 2019). Adapun Kelebihan
media video sebagai berikut: (1) Menyajikan objek secara konkret atau pesan pembelajaran yang
realistik, sehingga sangat baik untuk menambah pengalaman belajar; (2) Sifatnya audio-visual,
sehingga menarik daya tarik tersendiri dan dapat memotivasi siswa; (3) Sangat baik untuk pencapaian
tujuan belajar psikotomotorik; (4) Menambah daya tahan ingatan; dan (5) Dapat mengurangi
kejenuhan belajar, terutama jika dikombinasikan dengan metode ceramah dan diskusi persoalan
tayangan (Ernasari & Amboro, 2017; Septiani & Hasanah, 2019).
Melalui video pembelajaran yang akan memuat materi tema indahnya keberagaman di negeriku
dapat menarik daya tarik siswa dan dapat mengurangi kejenuhan sehingga siswa akan bisa memahami
materi serta hasil belajar akan tercapai (Ulfah & Soenarto, 2017; Yuniarni et al., 2020). Hasil Belajar
adalah perubahan perilaku atau kompetensi berupa sikap, pengetahuan, dan ketrampilan yang
diperoleh siswa setelah mengikuti aktivitas belajar. Ada dua faktor yang mempengaruhi hasil belajar
yaitu, faktor internal dari dalam siswa dan faktor eksternal dari luar siswa. Pada umumnya, hasil
belajar siswa 70% dipengaruhi oleh kemampuan siswa (faktor internal). Dan 30% dipengaruhi oleh
lingkungan (eksternal). Faktor lingkungan sangat berpengaruh pada hasil belajar dalam kualitas
pembelajaran (Cahyaningsih et al., 2020; Kurniawan et al., 2018).
Beberapa penelitian yang relevan dengan penelitian ini seperti: (1) penelitian yang dilakukan
oleh (Rerung et al., 2017) yang memperoleh hasil bahwa penerapan model pembelajaran problem
based learning dapat meningkatkan hasil belajar kognitif dan meningkatkan hasil belajar
psikomotorik, (2) penelitian yang dilakukan oleh (Maryatun & Metro, 2017) yang memperoleh hasil
bahwa penggunaan model problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa. (3)
penelitian yang dilakukan oleh (Paradina et al., 2019) yang memperoleh hasil bahwa terdapat
pengaruh pembelajaran penggunaan model pembelajaran problem based learning terhadap hasil
belajar siswa pada konsep getaran harmonik.
Berdasarkan penelitian yang relevan tersebut, penting dilakukannya penelitian tentang
mengidentifikasi efektifitas model pembelajaraan problem-based learning berbantu media audio-visual
terhadap hasil belajar kelas IV tema indahnya keberagaman di negeriku SDN Jawisari Kendal. Adapun
implikasi dari penelitian ini adalah melalui penerapan model pembelajaran problem-based learning
berbantu media audio-visual dapat meningkatkan hasil belajar dan dan membuat suasana
pembelajaran yang menarik dan menyenangkan khususnya siswa kelas IV pada pembelajaran tematik
tema indahnya keberagaman di negeriku SDN Jawisari Kendal.

Atika Roudhotul Jannah1, Intan Rahmawati2, Fine Reffiane3/ Keefektifan Model PBL Berbantu Media Audio-Visual Terhadap Hasil Belajar
Tema Indahnya Keberagaman Di Negeriku
Jurnal Mimbar PGSD Undiksha (2020) Vol. 8 No. 3 Tahun 2020 pp. 342-350 348

Simpulan

Model pembelajaran problem based learning berbantu media audio-visual efektif terhadap hasil
belajar kelas IV tema indahnya keberagaman di negeriku SDN Jawisari Kendal. Implikasi dari
penelitian ini melalui penerapan model pembelajaran problem based learning berbantu media audio-
visual dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan diharapkan dapat membuat suasana pembelajaran
yang menarik dan menyenangkan.

Daftar Pustaka

Abdurrozak, R., & Jayadinata, A. K. (2016). Pengaruh Model Problem based learning Terhadap
Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa. Jurnal Pena Ilmiah, 1(1), 871–880.
[Link]
Ariswati, N. P. E. A. (2018). Pengaruh Model Pembelajaran Problem based learning Terhadap Hasil
Belajar Matematika Siswa Kelas V Sd Negeri Nanggulan. PGSD Universitas Pendidikan Ganesha
Mimbar PGSD, 6(4). [Link]
Cahyaningsih, R. N., Siswanto, J., & Sukamto. (2020). Keefektifan Model Project Based Learning
Berbantu Multimedia Power Point Terhadap Hasil Belajar IPA. Jurnal Penelitian Dan
Pengembangan Pendidikan, 4(1), 34–40.
[Link]
Dwi Handayani, N. M., Ganing, N. N., & Suniasih, N. W. (2017). Model Pembelajaran Picture and Picture
Berbantuan Media Audio-Visual Terhadap Kompetensi Pengetahuan IPA. Journal of Education
Technology, 1(3), 176–182. [Link]
Ernasari, E., & Amboro, K. (2017). Pengaruh Media Pembelajaran Audio Visual Berbasis Windows
Movie Maker Terhadap Kemampuan Menganalisis Sejarah Siswa Kelas X Ipa Semester Genap Di
Sma Muhammadiyah 1 Metro Tahun Pelajaran 2016/2017. Historia, 5(1), 77.
[Link]
Ernawati, E. (2014). Pemanfaatan Media Pembelajaran Audio Visual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar
PAI Pada Siswa Kelas V SDN Kalianget Timur X. PEDAGOGIA: Jurnal Pendidikan, 3(2), 81–87.
[Link]
Febriana, R., Yusri, R., & Delyana, H. (2020). Modul Geometri Ruang Berbasis Problem based learning
Terhadap Kreativitas Pemecahan Masalah. AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan
Matematika, 9(1), 93. [Link]
Gunantara, G., Suarjana, M., & Riastini, P. N. (2014). Penerapan Model Pembelajaran Problem based
learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahahan Masalah Matematika Siswa Kelas IV.
Jurnal Mimbar PGSD Universitas Pendidikan Ganesha, 2(1).
[Link]
Herzon, H. H., Budijanto, & Utomo, D. H. (2018). Pengaruh Problem-Based Learning (PBL) terhadap
Keterampilan Berpikir Kritis. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 3(1), 42–
46. [Link]
Husada, S. P., Taufina, T., & Zikri, A. (2020). Pengembangan Bahan Ajar Pembelajaran Tematik dengan
Menggunakan Metode Visual Storytelling di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 4(2), 419–425.
[Link]
Kurniawan, H. R., Elmunsyah, H., & Muladi. (2018). Perbandingan Penerapan Model Pembelajaran
Project Based Learning Dan Think Pair Share Berbantuan Modul Ajar Terhadap Kemandirian

Atika Roudhotul Jannah1, Intan Rahmawati2, Fine Reffiane3/ Keefektifan Model PBL Berbantu Media Audio-Visual Terhadap Hasil Belajar
Tema Indahnya Keberagaman Di Negeriku
Jurnal Mimbar PGSD Undiksha (2020) Vol. 8 No. 3 Tahun 2020 pp. 342-350 349

Dan Hasil Belajar Siswa Kelas XI di SMKN 3. Jurnal Pendidikan (Teori Dan Praktik), 3(2), 80–85.
[Link]
Louk, M. J. H., & Sukoco, P. (2016). Pengembangan Media Audio Visual Dalam Pembelajaran
Keterampilan Motorik Kasar Pada Anak Tunagrahita Ringan. Jurnal Keolahragaan, 4(1), 24–33.
[Link]
Machali, I. (2014). Kebijakan Perubahan Kurikulum 2013 dalam Menyongsong Indonesia Emas Tahun
2045. Jurnal Pendidikan Islam, 3(1), 71. [Link]
Maryatun, & Metro, P. E. F. U. M. (2017). Pengaruh Penggunaan Model Problem based learning (PBL)
Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas X Semester Genap Sma Pgri 1 Metro Tahun
Pelajaran 2016/2017. Jurnal Pendidikan EKonomi, 5(1), 152–159.
[Link]
Masnun, H. M. (2016). Penerapan Pendekatan Saintifik Dalam Pembelajaran Tematik. Al Ibtida, 3(1),
93–115. [Link]
Mayasari, T., Kadarohman, A., Rusdiana, D., & Kaniawati, I. (2016). Apakah Model Pembelajaran
Problem based learning Dan Project Based Learning Mampu Melatihkan Keterampilan Abad 21?
Jurnal Pendidikan Fisika Dan Keilmuan (JPFK), 2(1), 48–55.
[Link]
Morelent, Y., & Syofiani. (2018). Pengaruh Penerapan Kurikulum 2013 Terhadap Pembentukan
Karakter Siswa Sekolah Dasar Negeri 05 Percobaan Pintu Kabun Bukittinggi. Jurnal Penelitian
Bahasa Dan Sastra Indonesia, 1(2), 141–152. [Link]
Mulyadin. (2016). Implementasi Kebijakan Pembelajaran Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Di SDN
Kauman 1 Malang Dan SD Muhammadiyah 1 Malang. Jurnal Edutama, 3(2), 31–48.
[Link]
Nomleni, F. T., & Manu, T. S. N. (2018). Pengembangan Media Audio Visual dan Alat Peraga dalam
Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Pemecahan Masalah. Scholaria: Jurnal Pendidikan Dan
Kebudayaan, 8(3), 219–230. [Link]
Nurrita, T. (2018). Pengembangan Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa.
Misykat, 03(01), 171–187. [Link]
Paradina, D., Connie, C., & Medriati, R. (2019). Pengaruh Model Pembelajaran Problem based learning
Terhadap Hasil Belajar Siswa Di Kelas X. Jurnal Kumparan Fisika, 2(3), 169–176.
[Link]
Permadi, B. A., & Adityawati, I. A. (2018). Pengembangan Bahan Ajar Tematik Berbasis Islam &
Kearifan Lokal Kelas IV Min Seduri & Mis Nurul Amal Kabupaten Mojokerto. Nazhruna: Jurnal
Pendidikan Islam, 1(1), 122–138. [Link]
Pranowo, T. A., & Prihastanti, A. (2020). Pengaruh Bimbingan Kelompok Melalui Media Audio Visual
Terhadap Motivasi Belajar Siswa. Indonesian Journal of Learning Education and Counseling, 2(2),
217–223. [Link]
Rerung, N., Sinon, I. L. ., & Widyaningsih, S. W. (2017). Penerapan Model Pembelajaran Problem based
learning (PBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik SMA pada Materi Usaha dan
Energi. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni, 6(1), 47–55.
[Link]
Romadhoni, I., Mahardika, I. K., & Harijanto, A. (2017). Penerapan Model Pembelajaran Problem based
learning (Pbl) Disertai Media Cd Interaktif Terhadap Hasil Belajar Dan Aktivitas Belajar Siswa
Pada Pembelajaran Fisika Sma Di Kabupaten Bondowoso. Jurnal Pembelajaran Fisika Universitas
Jember, 5(4), 329–336.
Royantoro, F., Mujasam, M., Yusuf, I., & Widyaningsih, S. W. (2018). Pengaruh Model Problem based
learning terhadap Higher Order Thinking Skills Peserta Didik. Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika,

Atika Roudhotul Jannah1, Intan Rahmawati2, Fine Reffiane3/ Keefektifan Model PBL Berbantu Media Audio-Visual Terhadap Hasil Belajar
Tema Indahnya Keberagaman Di Negeriku
Jurnal Mimbar PGSD Undiksha (2020) Vol. 8 No. 3 Tahun 2020 pp. 342-350 350

6(3), 371. [Link]


Septiani, M. T., & Hasanah, M. (2019). Media Audio Visual untuk Pembelajaran Musikalisasi Puisi.
BASINDO : Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, Dan Pembelajarannya, 3(1), 31–37.
[Link]
Subadi, T., Priyono, K. D., Dahroni, & Musyiyam, M. (2013). Implementasi Pembelajaran IPS Berbasis
Kurikulum 2013 Melalui Lesson Study Di Sekolah Muhammadiyah Kartasura. WARTA, 18(1), 62–
76. [Link]
Ulfah, D. M., & Soenarto, S. (2017). Pengaruh penggunaan media video dan gambar terhadap
keterampilan menulis kelas V. Jurnal Prima Edukasia, 5(1), 22–34.
[Link]
Wicaksono, D. (2016). Pengaruh Media Audio-Visual MP-ASI Terhadap Pengetahuan, Sikap, dan
Perilaku Ibu Baduta Di Puskesmas Kelurahan Johar Baru. Ethos (Jurnal Penelitian Dan
Pengabdian Masyarakat), 4(2), 291–298.
[Link]
Yektyastuti, R., & Ikhsan, J. (2016). Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Android pada Materi
Kelarutan untuk Meningkatkan Performa Akademik Peserta Didik SMA Developing Android-
Based Instructional Media of Solubility to Improve Academic Performance of High School
Students. Jurnal Inovasi Pendidikan IPA, 2(1), 88–99. [Link]
Yuanta, F. (2017). Pengembangan Media Audio Visual Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Untuk Sekolah
Dasar. Ibriez : Jurnal Kependidikan Dasar Islam Berbasis Sains, 2(2), 59–70.
[Link]
Yuniarni, D., Sari, R. P., & Atiq, A. (2020). Pengembangan Multimedia Interaktif Video Senam Animasi
Berbasis Budaya Khas Kalimantan Barat. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1),
290. [Link]
Yusantika, F. D., Suyitno, I., & Furaidah. (2018). Pengaruh Media Audio dan Audio Visual terhadap
Kemampuan Menyimak Siswa Kelas IV. Jurnal Pendidikan, 3(2), 251–258.
[Link]
Yuwono, M. R., & Syaifuddin, M. W. (2017). Pengembangan problem based learning dengan assessment
for learning berbantuan smartphone dalam pembelajaran matematika. Beta Jurnal Tadris
Matematika, 10(2), 184–202. [Link]

Atika Roudhotul Jannah1, Intan Rahmawati2, Fine Reffiane3/ Keefektifan Model PBL Berbantu Media Audio-Visual Terhadap Hasil Belajar
Tema Indahnya Keberagaman Di Negeriku

Anda mungkin juga menyukai