LEMBAR KERJA
SEKOLAH DASAR NEGERI 66 BUTON
N0 TARGET PERENCANAAN
IKM
Capaian saat ini Masalah /Hambatan Akar Masalah Solusi
(Semua diterapkan secara mandiri
(tanpa Bantuan/Dukungan)
1 Mengembangkan kurikulum 1. Kurangnya kepedulian 1. Kurangnya partisipasi [Link] adanya
orang tua siswa akan orang tua peserta didik sosialisasi lebih
yang kontekstual dan sesuai
pengembangan terhadap kondisi satuan rutin dengan
aspirasi warga. kurikulum yang ada di pendidikan orang tua siswa
satuan pendidikan [Link] diadakan
menstrukturkan pembelajaran 2. Latar belakang kegiatan yang
Sudah mulai pendidikan orang tua mempererat
sesuai visi- misi dan konteks
diterapkan namun ata wali yang minim. silaturahmi
satuan pendidikan, dengan belum rutin dan dengan orang tua
melibatkan perwakilan peserta masih sangat siswa
didik, orangtua, dan bergantung pada 3 .Membuat
bantuan/dukungan komunitas untuk
masyarakat mendiskusikan
segala sesuatu
yang
berhubungan
dengan satuan
pendidikan .
2 Mengembangkan “alur tujuan 1. Kurangnya 1. Kurangnya wawasan [Link] mengikuti
Sudah mulai pemahaman guru guru terhadap pelatihan-
pembelajaran” secara mandiri
diterapkan namun terhadap kurikulum kurikulum merdeka pelatihan
dengan merujuk pada Capaian belum rutin dan merdeka 2. Jaringan yang kurang mengenai
Pembelajaran masih sangat 2. Kurangnya referensi memadai sebagai saran kurikulum
bergantung pada belajar guru terhadap pembelajaran bagi guru merdeka
bantuan/dukungan kurikulum merdeka 3.
Melakukan pengembangan 1. Kondisi peserta didik 1. Kurangnya pendekatan 1. Guru
3 perencanaan pembelajaran dan yang beragam guru dengan siswanya mengidenti
asesmen berdasarkan kebutuhan 2. Kurangnya media ajar 2. Guru kesulitan untuk fikasi setiap
peserta didik yang digunakan guru menguasai atau peserta
3. Guru merasa kesulitan menerapkan didik
Sudah diterapkan mengoperasikan keterampilan dasar 2. Guru
secara rutin dengan media pembelajaran untuk kebutuhan mengikuti
bantuan minimal belajar di era digital kelas
seperti Ms. Word, khusus
membuat presentasi peningkata
yang menarik dan n di bidang
menyenangkan, dan IT
lainnya.
4 Guru dapat mengkombinasikan 1. Kondisi peserta didik 1. Kurangnya pendekatan [Link]
yang beragam. guru dengan siswanya mengidentifik
berbagai perangkat ajar
2. Kurangnya perangkat 2. Guru kesulitan untuk asi setiap
menyesuaikan dengan konteks ajar yang digunakan menguasai atau peserta didik
lokal dan kebutuhan peserta guru menerapkan 2. Guru
didik. 3. Kurangnya keterampilan dasar mengikuti kelas
kemampuan guru di untuk kebutuhan khusus
bidang IT. belajar di era digital peningkatan di
Guru dapat mengembangkan Sudah diterapkan seperti Ms. Word, bidang IT
modul ajar untuk salah satu atau secara rutin dengan membuat presentasi
sebagian materi pelajaran, serta bantuan minimal yang menarik dan
menyenangkan, dan
berbagi modul ajar yang dibuatnya
lainnya.
kepada guru lain
Satuan pendidikan
menyelenggarakan sesi
pengembangan modul ajar secara
kolaboratif
5 Mengembangkan ide dan modul Sudah diterapkan 1. Guru belum mampu
projek sesuai konteks lokal, mengembangkan modul
projek secara mandiri
kebutuhan, serta minat peserta secara rutin dengan 2.
didik dengan melibatkan bantuan minimal
pendapat dan ide-ide peserta
didik.
N0 TARGET TAHAPAN PELAKSANAAN Masalah /Hambatan Akar Solusi
Capaian saat ini
DALAM IKM Masalah
6 Menerapkan projek penguatan
profil pelajar Pancasila dengan
jumlah yang lebih sedikit atau
lebih banyak dari yang dianjurkan
Kemendikbudristek
Projek diawali dengan identifikasi Sudah mulai diterapkan
masalah yanglebih banyak namun belum rutin dan
dilakukan berdasarkan inisiatif siswa masih sangat bergantung
pada bantuan/dukungan
dan difasilitasi guru dan/atau mitra
komunitas yang terlibat sebagai
fasilitator atau
narasumber sehingga kegiatan
projek berorientasi pada
pemahaman tentang konsep
dan/atau penyelesaian masalah
(problem solving) sesuai tema
7 Guru membedakan metode Sudah diterapkan secara
rutin dengan bantuan
pembelajaran sesuai dengan
kebutuhan, capaian/performa, dan
minat siswa.
Guru lebih terampil berperan
sebagai fasilitator dengan minimal
memberikan lebih banyak
kesempatan untuk peserta didik
belajar mandiri dan bertanggung
jawab atas proses belajar mereka
8 Guru melakukan asesmen formatif Sudah diterapkan secara
rutin dengan bantuan
pada awal pembelajaran dan
minimal
hasilnya digunakan untuk
merancang pembelajaran
terdiferensiasi sesuai dengan tahap
capaian peserta didik (teaching at
the right level)
Guru mampu melakukan
penyesuaian pembelajaran
sepanjang proses pembelajaran
agar semua peserta didik mencapai
tujuan pembelajaran.
Satuan pendidikan
mengembangkan
kebijakan yang
mendorong guru
untuk menggunakan
hasil asesmen dalam
merancang
kurikulum dan
pembelajaran.
9 Berdasarkan asesmen formatif di
awal pembelajaran, siswa di kelas
yang sama dibagi menjadi dua
kelompok menurut capaian belajar
mereka. Dengan demikian, setiap
siswa dapat belajar sesuai dengan Sudah diterapkan secara
capaian belajarnya. rutin dengan bantuan
minimal
Sekolah menyelenggarakan
berbagai program seperti pelajaran
tambahan untuk siswa yang belum
siap untuk belajar sesuai dengan
kelasnya dan untuk siswa yang
10 Guru berkolaborasi untuk Sudah diterapkan secara
rutin dengan bantuan
perencanaan pembelajaran di awal
minimal
semester dan dalam proses
pembelajaran sepanjang semester,
misalnya melalui diskusi tentang
kemajuan belajar peserta didik,
berbagi praktik baik, berbagi info
tentang perangkat ajar, dsb., untuk
keperluan projek penguatan profil
pelajar Pancasila, dan terlibat dalam
pengembangan kurikulum
operasional satuan pendidikan.
Satuan pendidikan memiliki
kebijakan dan mekanisme yang
mendorong kolaborasi guru
untuk kegiatan belajar
intrakurikuler
dan juga projek, misalnya melalui
observasi kelas, kegiatan refleksi
pembelajaran, kegiatan berbagi
praktik baik, dsb.
11 Sudah diterapkan secara
Orang tua berkesempatan untuk rutin dengan bantuan
minimal
terlibat dalam pembelajaran,
misalnya menjadi narasumber
dalam intrakurikuler dan/atau dalam
projek penguatan profil pelajar
Pancasila
Komunikasi melibatkan tiga pihak,
yaitu guru- siswa-orang tua untuk
mendiskusikan tahapan belajar dan
tindak lanjut yang perlu dilakukan
untuk mendukung proses belajar
siswaOrang tua berkesempatan
untuk terlibat dalam pembelajaran,
misalnya menjadi narasumber
dalam intrakurikuler dan/atau dalam
projek penguatan profil pelajar
Pancasila
Komunikasi melibatkan tiga pihak,
yaitu guru- siswa-orang tua untuk
mendiskusikan tahapan belajar dan
tindak lanjut yang perlu dilakukan
untuk mendukung proses belajar
siswa
12 Satuan pendidikan melibatkan
masyarakat/ komunitas/industri
secara berkelanjutan untuk
mendukung pembelajaran
intrakurikuler dan projek penguatan Sudah diterapkan secara
profil pelajar Pancasila rutin dengan bantuan
Komunitas/industri yang dilibatkan minimal
lebih beragam sesuai tujuan
pembelajaran intrakurikuler dan
projek penguatan profil pelajar
Pancasila
13 Refleksi dan evaluasi implementasi Sudah diterapkan secara
rutin dengan bantuan
kurikulum dan pembelajaran
minimal
dilakukan mayoritas atau semua
guru. Hasil refleksi (pengalaman dan
persepsi guru) dilengkapi dengan
data Rapor Pendidikan
Guru-guru dalam tim kecil
(berdasarkan kelompok mata
pelajaran dalam
satu fase, guru kelas dalam satu
fase, dan/ atau berbagai mata
pelajaran
dalam satu fase/ level) berdiskusi
dan berkolaborasi untuk melakukan
perencanaan pembelajaran
berdasarkan hasil refleksi dan
evaluasi.
Satuan pendidikan telah memiliki
kebijakan mengenai
refleksi dan evaluasi kurikulum
(contohnya melalui
komunitas belajar, pertemuan rutin
guru, kebijakan
tentang penulisan rapor dan
pemberian umpan
balik kepada peserta didik).
N0 TARGET EFEKTIFITAS KEPEMIMPINAN Capaian saat ini Masalah /Hambatan Akar Solusi
KEPALA SEKOLAH Masalah
14 Kepala sekolah mengembangkan
sistem yang memastikan masukan
dan aspirasi murid sebagai
pertimbangan dalam penyusunan
kebijakan dan praktik belajar pada
level kelas dan sekolah
dengan dukungan dari warga
Sudah diterapkan secara
sekolah yang lain untuk rutin dengan bantuan
mewujudkan minimal
lingkungan
belajar yang kondusif, aman,
dan nyaman bagi aktivitas murid
dan guru sehingga sehingga
senantiasa terwujud merde3ka
belajar
15 Kepala sekolah mengembangkan
mekanisme refleksi secara berkala
yang
melibatkan semua guru berdasarkan Sudah diterapkan secara
rutin dengan bantuan
analisis data yang menghasilkan minimal
inisiatif kolaboratif untuk perbaikan
kualitas proses belajar yang
terukur.
16 Kepala sekolah mengembangkan Sudah diterapkan secara
sistem yang memastikan masukan
dan aspirasi murid sebagai
pertimbangan dalam penyusunan
kebijakan dan praktik belajar
pada level kelas dan sekolah
dengan dukungan dari warga rutin dengan bantuan
sekolah yang lain untuk minimal
mewujudkan lingkungan
belajar yang kondusif, aman,
dan nyaman bagi aktivitas
murid dan guru sehingga
senantiasa
terwujud merdeka belajar.
17 Kepala sekolah membangun
mekanisme yang memfasilitasi
komunikasi hasil pengembangan
sekolah dan penyediaan
kesempatan bagi orang tua/wali
Sudah diterapkan secara
murid rutin dengan bantuan
dan masyarakat untuk mengambil minimal
peran dalam program
pengembangan
sekolah yang berdampak pada
peningkatan kualitas belajar murid.
18 Kepala sekolah guru lain dalam
membuat karya dan/atau
memberikan
layanan yang bermakna, dalam
berbagi praktik baik pembelajaran, Sudah diterapkan secara
dan dalam mengambil beragam rutin dengan bantuan
minimal
peran pada kegiatan jejaring dan
organisasi profesi yang relevan
dengan
kebutuhan belajar untuk
mengembangkan karier
19 Kepala sekolah membantu
kepemimpinan sekolah yang lain
dalam mengelola emosi,
menggunakan prinsip moral, dan
menunjukkan keyakinan terhadap Sudah diterapkan secara
Tuhan yang Maha Esa untuk rutin dengan bantuan
mengembangkan perilaku kerja dan minimal
pembelajaran yang mengacu pada
kode etik serta mengantisipasi
Terjadinya pelanggaran kode etik dan
Menghindari konflik kepentingan.
20 Kepala sekolah mulai bergerak Sudah diterapkan secara
menyebarluaskan pengetahuan dan rutin dengan bantuan
praktik baik ke satuan pendidikan minimal
lain