Perencanaan Jaringan Air Tanjungsari
Perencanaan Jaringan Air Tanjungsari
Oleh:
JAKARTA
2022
i
PERSETUJUAN
Oleh:
Nama : Bayu Gilang Nugraha
NPM : 11316355
Depok, ………….2022
Menyetujui
Mengetahui,
ii
DAFTAR ISI
LEMBAR PERSETUJUAN.......................................................................... ii
5. LANDASAN TEORI........................................................................... 5
iii
DAFTAR TABEL
Sanitasi .............................................................................. 9
Sanitasi .............................................................................. 9
Sanitasi ............................................................................ 10
5 (Desa) ........................................................................... 15
Tabel 5.7 Kebutuhan Air Non Domestik Untuk Kategori Lain ...... 16
v
DAFTAR GAMBAR
Air Baku.......................................................................... 28
vi
DAFTAR LAMPIRAN
vii
PERENCANAAN JARINGAN DISTRIBUSI AIR BAKU DI
1. Latar Belakang
Kebutuhan air merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi makhluk hidup.
Tanaman, hewan, dan manusia sangat bergantung pada ketersediaan air untuk
manusia untuk menciptakan perilaku hidup bersih dan sehat baik untuk dikonsumsi
manusia akan air bersih juga terus meningkat. Dibutuhkan berbagai perencanaan
pada distribusi air bersih guna terus menjaga ketersediaan air bersih bagi kebutuhan
manusia.
Kabupaten Gunungkidul memiliki luas 1.485,36 km2 atau setara dengan 46,63%
1
Sebagian besar penduduk Kabupaten Gunungkidul masih menggunakan
penampungan tadah hujan ataupun sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air
bersih. Menurut data PDAM, hanya sekitar 52 ribu rumah di 15 Kecamatan yang
baru terlayani jaringan air bersih PDAM Tirta Handayani Kabupaten Gunungkidul.
penduduk 29.469 jiwa. Menurut data Perusahaan Daerah Air Minum Tirta
Pada tugas akhir ini dilakukan perencanaan jaringan distribusi air baku
Tujuan penulisan Tugas Akhir yang ingin dicapai dari penulisan ini yaitu:
2
3. Batasan Penulisan Tugas Akhir
Batasan penulisan Tugas Akhir ini mengacu pada latar belakang penulisan,
Epanet 2.0.
4. Sistematika Penulisan
Garis besar sistematika penulisan untuk Tugas Akhir ini adalah sebagai
berikut:
BAB 1 PENDAHULUAN
Berisi uraian teori tentang Tugas Akhir, penelitian, atau tulisan-tulisan lain
3
BAB 3 METODE PERENCANAAN
cara menganalisisnya.
air bersih.
Berisi tentang kesimpulan dan saran yang didapat dari hasil pembahasan pada
dipahami.
4
5 Landasan Teori
sebagai dasar perencanaan distribusi jaringan air. Kebutuhan air bersih semakin
penduduk walaupun bersifat perkiraan, masih bisa diterima jika proyeksi tersebut
penduduk, yaitu:
1. Metoda Arimatika
2. Metoda Geometri
Metoda ini sesuai untuk daerah dengan perkembangan penduduk yang selalu
penduduk pada metoda inidapat diperoleh berdasarkan data jumlah penduduk pada
awal tahun dasar, rata-rata pertambahan penduduk, dan jangka waktu proyeksi.
Pn = Po + r .............................................................................................. (5.1)
(Po−Pt)
r= × n ........................................................................................ (5.2)
t
dimana:
5
Po = Jumlah penduduk pada akhir tahun data
peningkatan pesat dari tahun ke tahun lainnya. Metoda ini mengganggap bahwa
penduduk akibat kepadatan penduduk yang mendekati nilai maksimum. Metode ini
Po 1
r = ( Pt )T − 1 .......................................................................................... (5.4)
dimana:
6
5.1.3 Metoda Least Square
Pn = a + (b × X) ..................................................................................... (5.5)
dimana:
deviasi terkecil nantinya akan digunakan sebagai metoda untuk menentukan jumlah
proyeksi penduduk waktu rencana. Besar kecilnya kesalahan standar deviasi dapat
∑(𝑃𝑜 −𝑃𝑛 )
SD = √ ....................................................................................... (5.8)
𝑛
dimana:
7
SD = Standar deviasi
n = Jumlah data
Kebutuhan air merupakan jumlah air yang diperlukan bagi kebutuhan dasar
suatu unit konsumsi air. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
tentang standar baku mutu Kesehatan lingkungan dan persyaratan Kesehatan air
untuk keperluan higiene sanitasi, kolam renang, solus per aqua, dan pemandian
umum nomor 32 tahun 2017, air untuk keperluan higiene sanitasi adalah air dengan
Standar air baku untuk keperluan higiene sanitasi meliputi parameter fisik,
biologi, dan kimia yang dapat berupa parameter wajib dan parameter tambahan bagi
parameter yang harus diperiksa secara berkala sesuai dengan peraturan perundang-
parameter tambahan.
kebersihan perorangan seperti mandi serta keperluan cuci bahan pangan, peralatan
8
makanm dan pakaian. Selain itu air untuk keperluan higiene sanitasi dapat
Tabel 5.1 Parameter Fisik dalam Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan
Tabel 5.2 Parameter Biologi dalam Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan
9
Tabel 5.3 Parameter Kimia dalam Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan
10
5.3 Ketersediaan Air
Ketersediaan air merupakan hal yang sangat penting dalam penyediaan air
energi, keberlanjutan, lokasi, elevasi, dan fluktuasi yang termasuk dalam sumber
daya air. Sumber daya air menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah potensi
air yang dapat dikembangkan untuk proses produksi. Dalam hal ini untuk
dengan pemakaian air. Besarnya konsumsi air yang digunakan dipengaruhi oleh
4. Harga air.
limbah yang dapat mempengaruhi kualitas air bersih dan kemudahan dalam
mendapatkannya.
yang diketahui dari data penduduk. Standar penyediaan domestik meliputi minum,
11
ditentukan oleh kebiasaan pola hidup masyarakat setempat dan didukung oleh
Dengan demikian, untuk mengetahui kebutuhan air pada masa yang akan
datang, maka perlu mengetahui jumlah penduduk pada masa yang akan datang, data
masa yang akan datang, sehingga kita dapat mengetahui kebutuhan air pada masa
Sementara untuk kebutuhan air domestik untuk kota dibagi dalam beberaa
kategori, yaitu:
12
Tabel 5.4 Kriteria Perencanaan Air Bersih
13
Tabel 5.4 (Lanjutan) Kriteria Perencanaan Air Bersih
Faktor Hari
5. 1,1 1,1 1,1 1,1 1,1
Maksimum
Faktor Jam
6. 1,5 1,5 1,5 1,5 1,5
Puncak
Jumlah Jiwa
7. 5 5 5 5 5
per SR (jiwa)
Jumlah jiwa 100 –
8. 100 100 100 200
per HU (jiwa) 200
Sisa tekan Di
penyediaan
9. 10 10 10 10 10
distribusi
(Meter)
Jam Operasi
10. 24 24 24 24 24
(jam)
Volume
Reservoir (%
11. 20 20 20 20 20
Max Day
Demand)
50 : 50
50 : 50 s/d
12. SR : HU s/d 80 : 20 70 : 30 70 : 30
80 : 20
80 : 20
Cakupan
13. Pelayanan *)90 90 90 90 **)70
(%)
(Sumber: Ditjen Cipta Karya PU, 2000) *)60% perpipaan, 30% non perpipaan
14
5.3.2 Standar Penyediaan Air Non Domestik
industri, komersial, umum, dan lainnya. Konsumsi non domestic terbagi menjadi
1. Umum, meliputi: tempat ibadah, rumah sakit, sekolah, terminal, kantor, dan
lain sebagainya.
maka prediksi dapat didasarkan pada suatu ekivalen penduduk, dimana konsumen
domestic. Kebutuhan air non domestik menurut kriteria perencanaan terdapat pada
table berikut:
15
Tabel 5.6 Kebutuhan Air Non Domestik Untuk Kota Kategori 1,2,3,dan 4
Dari tabel diatas, maka data yang perlu diketahui jenisnya dan jumlah sarana,
yaitu:
2. Perkiraan perkembangan jenis dan jumlah sarana pada masa yang akan
datang.
16
5.4 Jaringan Pipa Transmisi dan Distribusi
berhubungan. Saluran pipa adalah saluran bertekanan yang berarti bahwa air di
dalam saluran tersebut memiliki tekanan yang melebihi tekanan di luar pipa.
daerah yang dekat dengan daerah distribusi. Panjang jaringan pipa transmisi
bergantung pada jarak sumber air dengan daerah distribusi. Sepanjang pipa
transmisi, dipasang katup pengontrol aliran. Pada saluran pipa, kadang diperlukan
bak Pelepas tekanan atau katup pereduksi tekanan sepanjang pipa transmisi. Bak
Pelepas tekanan tersebut digunakan apabila tekanan yang tersimpan didalam pipa
17
Tabel 5.8 Kriteria Pipa Transmisi dan Distribusi
18
Penentuan dimensi perpipaan transmisi dan distribusi dapat menggunakan
rumus:
Q = V × A .............................................................................................. (5.9)
dimana:
Q = Debit (m3/detik)
pemeliharaan, dan juga biaya operasionalnya. Selain hal tersebut, jenis pipa juga
menentukan tekanan air dalam pipa yang bisa di tahan. Pemilihan jenis pipa,
Beberapa jenis pipa diantaranya adalah berjenis pipa bambu, pipa PVC, pipa
HDPE, dan pipa baja. jenis pipa memiliki kekurangan dan keunggulannya masing-
mudah, dan tidak bereaksi dengan air, sementara kekurangannya adalah hanya
mampu menahan aliran air dengan tekanan rendah. Sementara pipa baja
19
keuntungannya adalah dapat menahan aliran air tekanan tinggi, serta tahan terhadap
berbagai cuaca, tetapi memiliki kekurangan, yaitu lebih berat dan lebih mahal.
pipa itu sendiri. Panjang pipa pada umumnya hanya 6 meter. Dengan begitu, sistem
mengurangi resiko akan kebocoran akibat tekanan dalam, maupun tekanan luar
pipa.
Sambungan pipa dapat dilakukan dengan las, sambungan flange, atau pun
Pada setiap sambungan perpipaan, baik sambungan pipa lurus, belokan, atau
kehilangan energi tidak selalu berbanding lurus dengan panjang dan jenis
sambungan pipa.
Berat pipa dan berat air didalam pipa sangan membahayakan pipa apabila
tidak didukung dengan dukungan pipa pada jarak tertentu. Dukungan pipa sangat
bergantung pada tebal dinding pipa dan kualitas pipa. Dukungan pipa bisa dengan
cara membuat dudukan beton dibawah pipa, berbentuk jembatan jika pipa melalui
20
topografi daerah tertentu seperti sungai atau pun jalan, ataupun menentukan
kedalaman pipa dari permukaan tanah untuk melindungi pipa dari tekanan luar pipa
Dukungan pipa umumnya terbagi menjadi dua jenis, yaitu dukungan pipa
lurus dan dukungan pada pipa berkelok. Jarak maksimum pada pipa lurus biasanya
mengikuti panjang pipa itu sendiri, sementara dukungan pipa berkelok agak
Perubahan momentum per satuan waktu adalah gaya, sehingga pipa berkelok akan
terjadi gaya yang bisa melepaskan sambungan pipa atau menggeser sambungan
pipa. Maka dari itu, dukungan pipa berkelok secara vertikal maupun horizontal
5.6 Katup
Katup merupakan elemen yang diperlukan dalam jaringan pipa, fungsi katup
2. Mengatur tekanan di hulu maupun hilir katup dan daerah lain yang dapat
dipengaruhi.
21
Letak dari katup sangat bergantung pada fungsi katup itu sendiri. Katup yang
paling banyak dikenal adalah jenis katup untuk mengatur debit ke hilir. Katup ini
Kebocoran pipa pada jaringan distribusi air harus tetap diperhitungkan. Hal-
hal yang menyebabkan kebocoran pipa dikarenakan kualitas pipa yang tidak sesuai
dengan tekanan air, terjadi water hammer yang sebelumnya tidak diperhitungkan
Perumaha Rakat (1998) kehilangan air harus ditekan hingga dibawah 20%,
kehilangan air diatas 25% pada kota besar atau 30% pada kota kecil.
5.8 Pompa
Pompa adalah alat yang digunakan untuk menaikkan tekanan atau energi
potensial air, sehingga jangkauan aliran air akan semakin jauh. Jika pompa dipasang
pada aliran, maka pompa akan berfungsi sebagai alat untuk menambah debit dan
tekanan air.
juga tenaga yang diberikan. Titik operasional pompa dan kekuatan pompa dapat
22
Selain hal tersebut, elevasi juga mempengaruhi kekuatan yang dibutuhkan pompa
5.9 Reservoir
konsumen, Reservoir memiliki tempat air yang terbatas yang muka airnya
Fluktuasi muka air ini menyebabkan berubahnya tekanan yang dibutuhkan pompa
baku, akan dilanjutkan dengan perhitungan analisis sistem jaringan distribusi air
baku yang akan direncanakan. Analisis tersebut terkait dengan menghitung dimensi
perpipaan.
Aplikasi epanet 2.0 adalah perangkat lunak pemodelan jaringan pipa yang
domain atau bebas penggunaan karena tidak dilindungi hak cipta secara eksklusif.
23
Epanet berguna untuk mensimulasikan perilaku hidraulika pada jaringan pipa.
reservoir, pompa, dan tangka. Output yang akan dihasilkan pada aplikasi epanet
diantaranya debit yang mengalir pada pipa, tekanan air pada titik atau node atau
Rencana anggaran biaya adalah perkiraan biaya yang diperlukan untuk bahan,
pekerjaan atau proyek. Perhitungan tersebut digunakan sebagai patokan biaya yang
dimulai.
material, alat, serta upah, pada suatu pekerjaan konstruksi, dan untuk memantau
menyiapkan shop drawing atau gambar serta spesifikasi teknis, menghitung volume
pekerjaan, membuat AHS atau Analisa Harga Satuan, serta membuat AHSP atau
Analisa Harga Satuan Pekerjaan yang berisi daftar akumulasi perhitungan masing-
masing pekerjaan.
24
Penentuan Rencana Anggaran Biaya dapat menggunakan rumus:
dimana:
V = Volume Pekerjaan
HS = Harga Satuan
25
6. Metodologi Perencanaan
tugas akhir.
tahapan yang berguna untuk memperoleh hasil akhir perencanaan secara optimal.
Pada bab ini, membahas tentang metode perencanaan, pengumpulan data, serta cara
1. Pengumpulan Data
Pengumpulan data yang diperlukan, antara lain data jumlah penduduk, jumlah
2. Analisis Data
26
c. Menghitung dimensi tangki, spesifikasi pipa serta jaringan distribusi
perpipaan.
27
Gambar 6.1 Diagram Alir Perencanaaan Jaringan Distribusi Air Baku
28
JADWAL PELAKSANAAN TUGAS AKHIR
Nama Waktu
Kegiatan Mei Juni Juli Agustus September Oktober
Penyusunan
Proposal
Sidang Preview 1
Pencarian Data
Analisis Data
Penyusunan
Tugas Akhir
Sidang Preview 2
Revisi
Sidang Akhir
29
KEBUTUHAN DATA SKRIPSI
Ketersediaan
No. Nama Data Keterangan
Data
30
DAFTAR PUSTAKA
Bolaang Mongondow,Jurnal Sipil Statik, Vol. 5 No.4, pp. 227 – 229, 2017
31
LEMBAR BIMBINGAN TUGAS AKHIR
Jurusan Teknik Sipil
Universitas Gunadarma
PROSES PEMBIMBINGAN
No. Tanggal Catatan Paraf Dosen
-Asistensi Bab 1