0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
65 tayangan27 halaman

Strategi Kewirausahaan di Era Kompetitif

Peluang wirausaha muncul dari ide dan kreativitas untuk menciptakan produk atau jasa baru yang memiliki nilai tambah bagi konsumen, serta mampu menghasilkan keuntungan melalui proses evaluasi ide menjadi peluang bisnis yang nyata."

Diunggah oleh

Fitra Rafida
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
65 tayangan27 halaman

Strategi Kewirausahaan di Era Kompetitif

Peluang wirausaha muncul dari ide dan kreativitas untuk menciptakan produk atau jasa baru yang memiliki nilai tambah bagi konsumen, serta mampu menghasilkan keuntungan melalui proses evaluasi ide menjadi peluang bisnis yang nyata."

Diunggah oleh

Fitra Rafida
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

STRATEGI KEWIRAUSAHAAN DAN DINAMIKA

KOMPETITIF

Makalah ini disusun sebagai bahan diskusi kelompok mata kuliah Manajemen
Strategik

Dosen Pengampu:

Dr. Khalilah, [Link]

Disusun Oleh:

Ahmad Kamal Fuady 11210182000007

Ardela Dirsanala 11210182000030

Lulu Ghania Tanweer 11210182000041

SEMESTER IV

MANAJEMEN PENDIDIKAN

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

2023
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah Swt. yang telah memberikan kemudahan bagi penulis
untuk menyelesaikan makalah ini tepat waktu. Tanpa bantuan-Nya penulis tidak
akan mampu menyelesaikan makalah ini dengan baik. Sholawat serta salam selalu
kita haturkan kepada Nabi Muhammad Saw. Yang kita dambakkan syafaatnya di
akhirta nanti.

Tujuan penulisan makalah ini untuk memenuhi tugas kelompok pada mata kuliah
Manajemen Strategik yang diampu oleh Dr. Khalilah, [Link]. Makalah ini juga
ditujukan kepada para pembaca dan penulis untuk menambah wawasan.

Penulis menyadiri makalah ini jauh dari kata sempurna dan masih banyak terdapat
kesalahan di dalamnya. Oleh karena itu, penulis mengaharapkan saran dan kritik
dari para pembaca untuk menjadikan makalah ini lebih baik kedepannya. Penulis
meminta maaf atas segala kesalahan yang kurang berkenan. Demikan yang dapat
penulis sampaikan. Cukup sekian dan terimakasih.

Jakarta, 27 Maret 2023

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................... i

DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1

A. Latar Belakang ............................................................................................. 1

B. Rumusan Masalah ........................................................................................ 2

C. Tujuan Penulisan .......................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................ 3

A. Peluang Wirausaha ....................................................................................... 3

B. Strategi Kewirausahaan ................................................................................ 9

C. Dinamika Kompetitif ................................................................................. 12

BAB III PENUTUP .............................................................................................. 22

A. Kesimpulan ................................................................................................ 22

B. Saran ........................................................................................................... 23

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 24

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Di era globalisasi yang diwarnai persaingan binis yang semakin


ketat, telah menciptakan perubahan-perubahan dalam sistem
kehidupan di berbagai bidang. Perubahan tersebut perlu direspon
organisasi/perusahaan dengan strategi yang tepat untuk membangun
keunggulan kompetitif. Menurut Porter (1990), setiap usaha harus
mempunyai keunggulan kompetitif, agar dapat bertahan dan berjalan
dengan baik. Mangkuprawira (2007) mengemukakan keunggulan
kompetitif sebagai kemampuan perusahaan untuk memformulasi
strategi pencapaian peluang profit melalui maksimisasi penerimaan
dari investasi yang dilakukan. Sekurang-kurangnya ada dua prinsip
pokok yang perlu dimiliki perusahaan untuk meraih keunggulan
kompetitif yaitu adanya nilai pandang pelanggan dan keunikan
produk.
Selain itu menjalankan suatu perusahaan maupun Lembaga
Pendidikan maka tidak akan lepas dari yang namanya persaingan,
alasannya persaingan sudah menjadi cuilan di dalam pelaksanaan
perekonomian yang khususnya dalam melaksanakan pemasaran
sehingga menjadi hal yang yang mau tidak mau harus dilakukan
dalam mejalankan perjuangan perusahaan. Hasil dari persaingan ini
berupa penempatan posisi pemasar akan terletak dimana. Posisi
pemasar akan terletak di empat daerah yaitu sebagai pemimpin pasar
(Leader Market), pesaing pemimpin pasar (Compettitors), pengikut
pasar (follower) dan relung pasar atau sering disebut dengan ceruk
(Niche). Pada keempat poisi tersbut pemasar akan menempatkan di
mana posisi merekan yang sesuai dengan hasil/kemampuan mereka
berproduksi dan juga luas pasar yang mereka akan bisa raih.

1
2

Namun, pamasar tidak serta merta akan bisa masuk dalam


pertarungan memperebutkan pasar. Pemasar harus memperhatikan
segala macam faktor-faktor yang bisa mempengaruhi mereka dalam
masuk ke dalam persaingan tersebut sehingga mereka bisa menjadi
pemimpin atau paling tidak sebagai pengisi relung pasar yang
berorientasi pada pasar kecil yang tidak diperhitungkan oleh
pemimpin pasar. Dengan adanya persaingan mirip ini, maka bisa
dipastikan bahwa pemasar akan melaksanakan aneka macam cara
biar produk mereka bisa mendaptkan daerah di masyarakat atau
konsumen.

B. Rumusan Masalah

1. Apa itu Peluang Wirausaha?


2. Apa itu Strategi Kewirausahaan?
3. Apa itu Dinamika Kompetitif?

C. Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui peluang wirausaha.


2. Untuk mengetahui strategi kewirausahaan.
3. Untuk mengetahui dinamika kompetitif.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Peluang Wirausaha

Wirausaha merupakan orang yang menjalankan usaha atau


perusahaan dengan kemungkinan untung atau rugi (Kusnadi dan
Novita, 2020:5). Wirausaha dapat dikatakan juga sebagai orang yang
pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara
produk baru, Menyusun operasi untuk pengadaan produksi baru,
memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya (Alifuddin
dan Razak, 2015: 23).
Bygrave dikutip oleh Widodo (2012) menekankan bahwa
definisi wirausaha adalah orang yang melihat adanya peluang
kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan
peluang tersebut. Wirausaha memiliki fungsi dan peran yang dapat
dilihat melalui pendekatan berikut:
1. Secara mikro
Secara mikro, wirausaha memiliki 2 peran, yaitu sebagai
peemu (innovator) dan perencana (planner). Sebagai penemu,
wirausaha menemukan dan menciptakan sesuatu yang baru,
seperti produk, teknologi, cara, ide, organisasi dan lain
sebagainya. Sebagai perencana, wirausaha berperan merancang
Tindakan dan usaha baru, merencanakan strategi usaha yang
baru, merencanakan ide dan peluang dalam meraih sukses,
menciptakan organisasi perusahaan yang baru dan lain
sebagainya.
2. Secara makro
Secara makro, peran wirausaha adalah menciptakan
kemakmuran, pemerataan kekayaan dan kesempatan kerja atau
berfungsi sebagai mesin pertumbuhan perekonomian di suatu
negara. (Wahyuddin, 2016: 2)

3
4

Sifat wirausaha adalah selalu mencari dan melihat peluang yang


tersembunyi dengan gagasan baru dan bekerja keras untuk merubah
peluang menjadi kenyataan. Kreativitas dalam memunculkan ide
memiliki peranan penting dalam inovasi produk sebuah usaha
karena adanya ide dapat menjadi sebuah peluang bagi wirausaha
(Widodo, 2012: 23).
Untuk memperoleh peluang, wirausaha harus memiliki berbagai
kemampuan dan pengetahuan, seperti kemampuan menghasilkan
produk atau jasa, menghasilkan nilai tambah, merintis usaha,
melakukan proses atau teknik atau mengembangkan organisasi baru,
sehingga dapat disimpulkan, bahwa ide menghasilkan peluang dan
sebaliknya (Albra, 2016: 2-3).

Pada dasarnya, ide dan peluang usaha dapat muncul di mana


saja, kapan saja, dan oleh siapa saja, baik yang muncul dari diri
sendiri melalui intuisi maupun hasil pencarian ide yang dilakukan,
maupun muncul sebagai respon terhadap factor dari luar diri
(tawaran, lokasi strategis, permintaan pasar, bahan baku melimpah,
dan lainnya). Semakin banyak ide yang muncul, semakin banyak
meraih peluang. Semakin banyak meraih peluang, semakin banyak
juga keberhasilan.

Agar ide yang ada dapat menjadi peluang bisnis yang riil, maka
wirausaha harus bersedia melakukan evaluasi terhadap peluang
secara terus-menerus. Proses penjaringan ide ini disebut proses
screening, yang merupakan suatu cara terbaik untuk menuangkan
ide potensial menjadi produk dan jasa yang riil. Adapun Langkah
dalam penjaringan ide dapat dilakukan sebagai berikut:
1. Menciptakan produk baru dan berbeda
Ketika ide diwujudkan secara riil atau nyata, misal dalam
bentuk barang dan jasa baru, maka produk tersebut harus
berbeda dengan produk dan jaas yang ada di pasar. Selain itu,
5

produk dan jasa tersebut harus menciptakan nilai bagi


pembelinya. Untuk itu, wirausaha perlu untuk benar-benar
mengetahui perilaku konsumen di pasar. Dalam mengamati
perilaku pasar, setidaknya ada dua unsur yang perlu
diperhatikan, yaitu:
a. Permintaan terhadap barang atau jasa yang dihasilkan
b. Waktu penyerahan dan waktu permintaan barang atau jasa

Secara implisit, apabila wirausaha berfokus pada segmen


pasar, maka peluang tersebut akan sangat tergantung pada
perilaku segmen pasar. Kemampuan untuk memperoleh peluang
sangat bergantung pada kemampuan wirausaha untuk
menganalisis pasar yang meliputi aspek sebagai berikut:

a. Kemampuan menganalisis demografi pasar


b. Kemampuan menganalisis sifat serta tingkah laku pesaing
c. Kemampuan menganalisis keunggulan bersaing dan
kevakuman pesaing sehingga dapat dijadikan sebagai
peluang
2. Mengamati pintu peluang
Wirausaha harus mengamati potensi yang dimiliki pesaing,
misal kemungkinan pesaing untuk mengembangkan produk,
pengalaman keberhasilan dalam mengembangkan produk baru,
dukungan keuangan dan keunggulan yang dimiliki pesaing di
pasar, hal ini dapat dievaluasi dengan mengamati kelemahan dan
risiko pesaing.
Untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan yang dimiliki
pesaing serta untuk mengetahui peluang yang dapat kita peroleh
dari hal tersebut, maka terdapat beberapa pertanyaan penting,
yaitu:
a. Pertanyaan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan
pesaing dalam mengembangkan produk, meliputi:
6

1) Bagaimana kemampuan Teknik yang dimiliki pesaing


dalam mengembangkan produk jika dibandingkan
dengan kemampuan Teknik yang kita miliki?
2) Bagaimana catatan prestasi pesaing untuk mencapai
sukses dalam mengembangkan produknya?
b. Pertanyaan untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan
pesaing tentang kapabilitas dan sumber yang dimiliki,
meliputi:
1) Sejauh mana kemampuan dan kesediaan pesaing untuk
melakukan investasi dalam mengembangkan produk
baru dan produk awal?
2) Keunggulan pasar apa yang dimiliki epsaing?
c. Pertanyaan untuk menentukan apakah pintu peluang ada atau
tidak, meliputi:
1) Sejauh mana kecepatan perusahaan membawa produk ke
pasar sehingga dapat mendahului pesaing?
2) Apakah kapabilitas dan sumber yang dimiliki perusahaan
cukup untuk membawa produk ke pasar yang sedang
dikuasai pesaing?
3) Apakah perusahaan memiliki kekuatan yang cukup
untuk menguasai serangan pesaing?
d. Analisis produk serta proses produksi secara mendalam.
Analisis ini penting untuk menjamin apakah jumlah dan
kualitas produk yang dihasilkan memadai atau tidak, berapa
biaya yang dikeluarkan utnuk membuat produk tersebut,
serta apakah biaya yang kita keluarkan lebih efisien dari
biaya yang dikeluarkan pesaing?
e. Menaksir biaya awal, yakni biaya awal yang diperlukan
untuk usaha baru. Dari hal ini, wirausaha juga bisa
mengetahui dari mana sumber biayanya dan untuk apa
7

digunakan serta berapa yang diperlukan untuk operasi


perluasan dan biaya lainnya?
f. Memperhitungkan risiko yang mungkin terjadi, misal risiko
Teknik, finansial dan pesaing (Albra, 2016:79-81).
Melihat, mencari dan bertindak terhadap peluang usaha yang
tersedia adalah peluang bisnis dan dapat dijelaskan sebagai suatu ide
yang menarik dan memungkinkan untuk memberikan hasil. Suatu
peluang usaha harus memenuhi atau mampu memenuhi beberapa
kriteria sebagai berikut:
1. Permintaan yang nyata, yaitu: merespon kebutuhan yang tidak
dipenuhi atau mensyaratkan pelanggan yang mempunyai
kemampuan untuk membeli dan bisa memilih.
2. Pengembalian investasi (return on investment) yaitu
memberikan hasil dalam jangka waktu cepat, lama dan tepat
waktu
3. Kompetitif yaitu dapat mengimbangi atau lebih baik atau sama
dari sudut pandang pelanggan dibandingkan dengan produk atau
jasa yang tersedia.
4. Mencapai tujuan yaitu memenuhi tujuan dan aspirasi dari orang
atau organisasi yang mengambil resiko
5. Ketersediaan sumber daya atau keterampilan, yaitu terjangkau
oleh penguasa dari segi sumber daya, kompetensi dan
persyaratan hukum (Firmansyah dan Roosmawarni, 2019: 15-
16).

Faktanya, Indonesia kini memiliki peluang wirausaha yang


besar. Hal ini tersirat dalam fakta yang berkaitan dengan
kecenderungan konsumsi kelas menengah Indonesia. Tingkat
konsumsi yang tinggi, baik dalam hal jasa maupun barang, harus
diimbangi dengan persediaan yang tinggi pula. Untuk itu, jika
keadaan ini dimanfaatkan, maka bisa menjadi peluang usaha yang
8

baik (Alifuddin dan Razak, 2015: 12). Namun, terdapat beberapa hal
yang perlu diingat seorang wirausaha dalam melihat peluang, yaitu:

1. Pengalaman dan objektifitas


Pengalaman akan membantu wirausaha dalam menilai
sebuah peluang usaha. Pengalaman bisa berasal dari apa yang
pernah dilakukannya, bisa juga melalui konsultasi dengan orang
yang lebih berpengalaman. Selain itu, objektivitas dalam menilai
sebuah peluang juga diperlukan sehingga usaha yang dijalani
sudah diawali perhitungan yang matang.
2. Kedekatan pasar.
Salah satu kesalahan dalam wirausaha yaitu ada
kecenderungan hanya faktor kemampuan berproduksi saja yang
diutamakan, sedangkan kemampuan untuk memenuhi keinginan
konsumen kurang diperhatikan. Mestinya memproduksi untuk
bisa dijual, bukan sekedar memproduksi apa yang dapat dibuat.
3. Pemahaman teknis
Kurangnya pemahaman teknis terutama bagi produk baru
akan menghambat atau mengakibatkan tertundanya pendirian
usaha baru. Sebaiknya saat melihat peluang usaha, seorang
wirausaha segera mencari tahu sedetail mungkin persiapan
teknis yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha tersebut,
sehingga saat usaha dimulai tidak banyak waktu dan biaya
terbuang karena faktor teknis.
4. Kebutuhan finansial
Perlu dihitung biaya yang dibutuhkan untuk produk baru,
termasuk biaya coba-coba. Pengadaan alat, pelatihan SDM, dan
lain-lain. Besarnya kebutuhan ini akan membantu menentukan
harga serta kapan dan bagaimana break event point (BEP) dapat
dicapai.
5. Diferensiasi produk
9

Terutama untuk membedakan produk maupun jasa yang


akan ditawarkan, dengan produk pesaing. Peluang akan semakin
besar jika seorang wirausaha mampu menawarkan produk yang
memiliki nilai lebih atau berbeda dari yang sudah ada.
6. Pemahaman aspek hukum
Terutama berkaitan dengan masalah hak cipta, merk dagang,
hak paten, dan lain-lain (SIUT, SIUP, SIUJK,TDP, NPWP, PKP).
Pemahaman terhadap aspek hukum membantu mengurangi
faktor resiko (Widodo, 2012: 24-25).

B. Strategi Kewirausahaan

Dalam konsep strategi pemasaran, terdapat istilah bauran


pemasaran (marketing mix) yang dikenal dengan 4P. dalam
kewirausahaan, 4P tersebut ditambahkan satu P, yakni probe,
sehingga menjadi 5P. Adapun urutannya adalah sebagai berikut:
1. Probe (penelitian dan pengembangan)
2. Product (barang dan jasa)
3. Price (harga)
4. Place (tempat)
5. Promotion (promosi)

Penelitian dan pengembangan dalam kewirausahaan merupakan


strategi utama karena memiliki keterikatan dengan kreativitas dan
inovasi. Di dalamnya mencakup penelitian dan pengembangan
produk, harga, tempat, dan promosi. Wirausaha berkembang dan
berhasil karena memiliki kemampuan penelitian dan pengembangan
yang memadai sehingga tercipta barang yang bernilai dan unggul di
pasar (Albra, 2016: 149).

Apabila kewirausahaan telah memiliki peluang pasar yang besar


dan menjadi pemimpin pasar, maka strategi yang dapat dilakukan
yaitu sebagai berikut:
10

1. Bersikap menyerang dan agresif dengan tujuan untuk


mempertahankan pangsa pasar. Wirausaha harus memperbaiki
strategi bersaingnya agar tetap dapat mempertahankan reputasi
terbaik di hadapan pelanggan.
2. Bersikap bertahan dan tidak terlalu agresif. Dalam posisi ini,
setiap departemen secara efektif menemukan keunggulan
bersaing dan secara bertahap dapat membangun hambatan
masuk ke segmen pasar yang dipilih untuk bersaing.

Selanjutnya, apabila kewirausahaan tersebut memasuki tahap


pertumbuhan dan memiliki posisi kuat namun bukan pemimpin
pasar, maka dapat melakukan strategi tertenu. Namun strategi ini
bukan untuk bersaing dengan pemimpin pasar, melainkan strategi ini
dilakukan dengan:

1. Secara agresif, menggunakan kompetensi terbaiknya untuk


meraih peluang pasar sehingga tidak tertandingi oleh pesaing.
Wirausaha harus membangun dan mempertahankan hubungan
secara terbuka dengan pelanggannya.
2. Mengembangkan strategi sebagai pengikut. Dalam kondisi
ekonomi yang baik, perusahaan yang mengikuti strategi ini
dapat mengalami keberhasilan (Albra, 2016: 141).

Dalam kewirausahaan, terdapat konsep “The New 7-S’s” yang


diajukan oleh Richard A D’Aveni sebagai tujuh kunci strategi
keberhasilan perusahaan. Untuk menghadapi kondisi yang semakin
dinamis, D’Aveni mengemukakan suatu ide dasar bahwa perusahaan
harus menekankan strategi yang berfokus pada pengembangan inti,
pengetahuan, dan keunikan asset tidak berwujud untuk menciptakan
keunggulan. Adapun konsep dari “The New 7-S’s” meliputi pokok
dasar sebagai berikut:
11

1. Superior stakeholder satisfaction. Strategi pertama ini bertujuan


untuk memberikan kepuasan jauh di atas rata-rata kepada semua
orang yang berkepentingan terhadap perusahaan. Dengan
demikian, maka kinerja perusahaan akan semakin tinggi.
Contohnya ialah:
a. Pemasok bahan baku akan mempertinggi kualitas
pasokannya karena mendapat manfaat dari perusahaan
b. Karyawan akan lebih semangat dan mempertinggi
produktivitasnya karena merasa puas dengan gaji yang
diberikan perusahaan
c. Manajer dan pimpinan perusahaan akan semakin
bersemangat karena mendapat kepuasan dalam melakukan
pekerjaannya
d. Pemegang saham akan lebih banyak menanamkan modalnya
karena mendapat keuntungan atau imbalan hasil dari
investasinya
e. Konsumen akan bertambah jumlahnya dan akan
menyebarluaskan reputasi perusahaan karena puas dengan
produk yang ditawarkan perusahaan
f. Masyarakat dan pemerintah akan sangat mendukung karena
merasakan manfaat kehadiran perusahaan dalam hal
penyediaan lapangan pekerjaan, kontribusi pajak, dan
lainnya.
2. Sooth saying. Strategi ini berfokus pada sasaran, artinya
perusahaan harus mencari posisi yang tepat bagi produk dan jasa
yang dihasilkan perusahaan.
3. Positioning for speed. Strategi ketiga ini adalah strategi dalam
memposisikan perusahaan secara cepat di pasar. Perusahaan
harus segera mengkomunikasikan produk yang dihasilkannya ke
pasar agar segera dikenal konsumen.
12

4. Positioning for surprise. Strategi keempat adalah membuat


posisi yang mencengangkan melalui barang dan jasa baru yang
lebih unik dan berbeda serta dapat memberikan nilai tambah
baru sehingga konsumen dapat lebih menyukai barang dan jasa
yang diciptakan perusahaan.
5. Shifting the role of the gamei. Strategi kelima adalah mengubah
pola persaingan perusahaan sehingga pesaing terganggu dengan
pola yang diubah.
6. Signaling strategic intent. Strategi keenam adalah
mengutamakan perasaan. Kedekatan dengan para karyawan,
relasi dan konsumen merupakan startegi yang ampuh untuk
meningkatkan kinerja perusahaan.
7. Simultaneous and sequential thrusts. Strategi ketujuh adalah
mengembangkan factor pendorong atau penggerak strategi
secara simultan dan berurutan melalui penciptaan barang dan
jasa yang selalu dapat memberi kepuasan kepada konsumen.

Kunci utama dari The New 7-S’s adalah menggunakan inisiatif


untuk merebut persaingan. Strategi ini menyangkut penciptaan
sesuatu yang baru dan berbeda untuk masa yang akan datang dan
dimaksudkan untuk membatasi strategi dinamis yang dimiliki oleh
pesaing (Albra, 2016: 152-154).

C. Dinamika Kompetitif

Dinamika adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada


periode tertentu (biasanya tahun). Dengan demikian dinamika
persaingan yaitu perubahan-perubahan yang terjadi terhadap
persaingan yang terjadi pada perusahaan dalam memperebutkan
pelanggan pada periode periode tertentu. Dinamika persaingan
dihasilkan oleh serangkaian tindakan kompetitif dan balasan –
balasan kompetitif antara perusahaan–perusahaan yang bersaing
dalam satu industri tertentu.
13

Seiring berjalannya waktu, perusahan–perusahaan yang


bersaing dalam suatu industri melaksanakan sejumlah tindakan dan
balasan persaingan. Persaingan kompetitif terjadi ketika dua atau
lebih perusahaan berebut satu sama lain dalam usahanya mengejar
posisi pasar yang menguntungkan. Persaingan kompetitif terjadi di
antara perusahaan alasannya satu atau lebih pesaing mencicipi
tekanan atau melihat peluang–peluang untuk memperbaiki posisi
pasar mereka.
Persaingan yang lebih kompleks terjadi dikala ini alasannya
menurunnya perhatian pada pelaku industri tehadap pasar tunggal
dan naiknya perhatian mereka terhadap pasar pasar global.
Perubahan tingkat kompleksitas ini disebabkan oleh beberapa hal
seperti:
1. Adanya evolusi menuju pasar global (Mudradjad, 2009).
Evolusi yang terjadi pada perusahaan menciptakan organisasi
atau perusahaan yang ada ingin terus meningkatkan
persaingannya di pasar. Salah satu bentuk evolusi yang terjadi
adalah dari perusahaan domestik- perusahaan Internasional-
Perusahaan Multinasional-Perusahaan Global. Pada level
perusahaan domestik juga sanggup terjadi evolusi alasannya
tingkat perlindungan dari pemerintah.
2. Skala Ekonomis atau Belajar. Perusahaan berusaha
melaksanakan pembelajaran guna meningkatkan kemampuan
dan skala irit yang lebih baik juga mendoran perusahaan untuk
menembus pasar global.
3. Kemajuan teknologi informasi menciptakan koordinasi antar
pasar menjadi lebih mudah. Kini perusahaan-perusahaan yang
ada telah memakai sarana internet dan teknologi nirkabel
lainnya untuk kepentingan bisnisnya. Hal ini menciptakan
koordinasi dari masing-masing organisasi atau perusahaan
menjadi semakin lebih kuat. Kemajuan teknologi penemuan di
14

sisi lain juga meningkatkan daya saing perusahaan berukuran


kecil dan menengah.
Selain itu terdapat empat faktor yang lebih umum membentuk
karakter pesaing dalam suatu industri. Faktor-faktor tersebut adalah
(1) skala perusahaan, (2) kecepatan tindakan bersaing dan tanggapan
bersaing, (3) inovasi (4) kualitas produk
1. Skala perusahaan. Skala suatu perusahaan dapat memiliki dua
dampak penting, tetapi saling berlawanan, atas dinamika bersaing
suatu industri. Pertama, semakin besar suatu perusahaan, semakin
besarkekuatan pasarnya. Tentu saja sampai sejauh mana kekuatan
pasar suatu perusahaan adalah relatif terhadap kekuatan
pesaingnya. Saat perusahaan tumbuh, mereka seringkali
menerapkan struktur rumit dan perauran birokratis yang
menghalangi kemampuan bersaing mereka. Secara khusus,
struktur dan peraturan ini menghalangi inovasi perusahaan. Tanpa
inovasi, sulit bagi suatu perusahaan untuk menjadi penggerak
pertama dan memberikan tanggapan secara cepat atas tindakan
pesaing. Walaupun saat satu pesaing melakukan tindakan
strategis yang dapat mempengaruhi perusahaan besar, waktu
yang dibutuhkan mungkin banyak untuk mengembangkan dan
menerapkan tanggapan bersaing yang efektif.
2. Kecepatan Tindakan Bersaing dan Tanggapan Bersaing. Dunia
kita adalah dunia dunia dimana waktu dan kecepatan amat
penting. Kita pegi ke fast food restaurant dan menggunakan
microwave oven. Kita secara teratur menggunakan pengiriman
kilat dan mesin faks. Hal yang sama terjadi pula pada pesaing.
Kecepatan suatu perusahaan dalam mengawali tindakan bersaing
dan tanggapan bersaing dapat menentukan keberhasilan. Dalam
perekonomian global, kecepatan dalam mengembangkansuatu
produk baru dan memindahkannya ke dalam pasar menjadi
penting bagi usaha perusahaan untuk membangun keunggulan
15

bersaing yang berkesinambungan dan memperoleh laba diatas


rata-rata. Dalam perekonomian global, waktu mungkin
merupakan sumber keunggulan bersaing yang berkesinambungan
yang baru dan penting. Akan tetapi, mengelola kecepatan ini
membutuhkan lebih dari sekedar impian agar pekerja bekerja
lebih cepat. Intinya, hal ini mengharuskan bekerja secara lebih
cermat, menggunakan berbagai jenis struktur organisasi dan
memiliki waktu yang dibutuhkan untuk penyelesaian tujuan
utama yang berhubungan dengan pekerjaan. Penelitian telah
membuktikan bahwa kecepatan pembuatan keputusan mungkin
dipengaruhi oleh kemampuan kognitif eksekutif, pengunaan
intuisi,toleransi risiko dan kapasitasnya untuk bertindak.
Kecepatan pembuatan keputusan strategis dapat mempengaruhi
kemampuan perusahaan untuk memperoleh dan mempertahankan
keunggulan bersaing. Sudah jelas bahwa suatu perusahaan yang
mampu melakukan tindakan strategis dan/atau menanggapi
dengan cepat tindakan strategis penting yang diambil oleh
pesaing dapat memperoleh keunggulan bersaing atau mencegah
dicapainya keunggulan tersebut oleh pesaing. Oleh karena itu,
kecepatan pembuatan keputusan dapat mempengaruhi
kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba diatas rata-rata.
3. Inovasi. Faktor umum ketiga, inovasi, telah lama dikenal dalam
beberapa industri, seperti kimia dan komputer, sebagai faktor
yang memiliki pengaruh kuat terhadap kinerja perusahaan.
Bagian integral pengembangan dan kesinambungannya suatu
keunggulan bersaing adalah untuk menolak akses pesaing
kedalam teknologi yang tepat. Dengan demikian, perusahaan
perlu melakukan inovasi untuk menjadi pemimpin pasar dan
kemudian menolak masuk ke dalam teknologi untuk
mempertahankan keunggulan bersaing yang tercipta. Tidak
peduli seberapa besar, cepat dan inovatif suatu organisasi, ada
16

faktor akhir yang mempengaruhi dinamika bersaing suatu


industri dan mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk
mencapai daya saing strategis dalam pasar global.
4. Kualiatas Produk. Kualiatas produk telah menjadi tema universal
dalam perekonomian global dan terus membentuk dinamika
bersaing dalam berbagai industri. Saat ini kualitas produk sangat
penting dalam seluruh kondisi industri dan merupakan suatu
keharusan, tetapi tidak merupakan kondisi yang cukup untuk
menerapkan secara sukses strategi biaya rendah, pembedaan,
fokus, dan biaya rendah atau pembedaan terintegrasi. Tanpa
barang atau jasa berkualitas, daya saing strategis tidak dapat
dicapai. Kualitas sendiri, tidak menjamin bahwa suatu
perusahaan akan mencapai daya saing strategis atau memperoleh
laba tinggi. Dalam kalimat presiden National Center for
Manufacturing Services, sebuah konsorsium penelitian nirlaba,
“Kualitas dulu pernah menjadi masalah persaingan diluar sana,
tetapi sekarang hanya merupakan denominator dasar untuk bisa
berada dipasar”. Kualitas adalah memenuhi atau melebihi
harapan konsumen dalam produk dan/atau jasa yang di tawarkan.
Walaupun ada berbagai dimensi kualiatas barang dan jasa,
kualitas dimulai dari atas organisasi. Manajemen puncak harus
menciptakan nilai untuk kualiatas yang meyakinkan sebuah
organisasi. Nilai-nilai yang harus dikembangkan ke dalam
strategi yang mencerminkan komitmen jangka panjang terhadap
konsumen, pemegang saham dan pihak berkepentingan lainnya.
Dalam melakukannya, proses manajemen mutu total menyebar
dalam perusahaan dalam segala aktivitas dan proses. Manajemen
mutu total (total quality management) adalah suatu “usaha total,
berskala perusahaan yang mencakup semua pekerja, pemasok
dan konsumen, yang mengharuskan secara terus menerus
meningkatkan kualitas dan proses suatu produk untuk memenuhi
17

harapan konsumen.” Sebagai suatu filosofi mengenai bagaimana


mengelola, TQM “menggabungkan ajaran Deming dan Juran
tentang pengendalian proses statistik dan proses memecahkan
masalah dengan nilai-nilai jepang yang berhubungan dengan
kualitas dan peningkatan yang terus menerus.”
Dengan munculnya faktor-faktor di atas, maka tidak
mengherankan bahwa bakal terjadinya perputaran roda persaingan
atau dinamika persaingan dalam pasar dimana semua posisi akan
mengalami perubahan pelaku pasar. bila pemimpin pasar tidak
memperhatikan gerakan yang dilakukan oleh para pesaing maka
tidak mengherankan jikalau posisi mereka sebagai pemimpin pasar
akan jatuh dan mengalami kehilangan konsumen.
Lalu selanjutnya konsep keunggulan bersaing banyak
dikembangkan dari strategi generik yang dikemukakan (Porter,
1985). Ajaran Porter tentang strategi generik untuk keunggulan
bersaing terdiri dari keunggulan biaya, differensiasi dan fokus
kepada pelanggan masih relevan untuk tetap digunakan.
Keunggulan bersaing adalah jantung kinerja perusahaan dalam
persaingan pasar. Keunggulan bersaing pada dasarnya tumbuh dari
nilai atau manfaat yang dapat diciptakan perusahaan bagi
pembelinya. Bila perusahaan kemudian mampu menciptakan
keunggulan melalui salah satu dari ketiga strategi generik yang
dikemukakan oleh Porter tersebut, maka akan didapatkan
keunggulan bersaing (Aaker, 1989). Menurut (Ehmke, 2008) “A
competitive advantage is an advantage gained over competitors by
offering customers greater value, either through lower prices or by
providing additional benefits and service that justify similar, or
possibly higher prices” .
Keunggulan bersaing sebagai strategi benefit dari perusahaan
untuk menciptakan kompetisi yang lebih efektif dalam pasarnya
(Porter, 1985). Kemudian (Lumpkin dan Dess, 2005) menyatakan
18

bahwa sebuah keunggulan kompetitif ada ketika pelanggan


merasakan bahwa produk yang dimiliki perusahaan memiliki
kelebihan dari pesaingnya. (Adner dan Zemsky, 2006), perspektif
keunggulan bersaing yang mempertimbangkan perspektif berbasis
permintaan. Keunggulan bersaing dapat dilihat dari tingkat
kepentingan kualitas terhadap pasar dan mengklasifikasikan ke
dalam 4 (empat) tipe sumber daya dalam penciptaan nilai, yaitu
proses sumber daya untuk menurunkan struktur biaya perusahaan,
sumber daya produk untuk meningkatkan kinerja perusahaan,
sumber daya waktu untuk menghantarkan nilai sesuai waktu pasar,
dan sumber daya inovasi untuk mempengaruhi teknologi. Menurut
(Adner dan Zemsky, 2006), sumber daya-sumber daya ini dan
sumber daya lainnya membentuk penciptaan nilai dalam proses
pengembangan posisi keunggulan bersaing perusahaan.
Menurut (Mangkuprawira, 2007), dua prinsip pokok yang perlu
dimiliki perusahaan untuk meraih keunggulan kompetitif yaitu
adanya nilai pandang pelanggan dan keunikan produk.
1. Sudut Pandang Nilai Pelanggan Keunggulan kompetitif terjadi
apabila terdapat pandangan pelanggan bahwa mereka
memperoleh nilai tertentu dari transaksi ekonomi dengan
perusahaan tersebut. Untuk itu syaratnya adalah semua
karyawan perusahaan harus fokus pada kebutuhan dan harapan
pelanggan. Hal demikian baru terwujud ketika pelanggan
dilibatkan dalam merancang proses memproduksi barang dan
atau jasa serta didorong membantu perusahaan merancang
sistem MSDM yang akan mempercepat pengiriman barang dan
jasa yang diinginkan pelanggan.
2. Sudut Keunikan Keunikan dicirikan oleh barang dan jasa yang
dihasilkan perusahaan tidak dapat mudah ditiru oleh pesaing.
Apa saja keunikan itu? Ciri-ciri dari keunikan antara lain:
19

a. Kemampuan finansial dan ekonomis. Ciri keunikan yang


ditunjukkan oleh adanya kemudahan perusahaan untuk
memperoleh sumber finansial dengan relatif cepat dengan
bunga yang relatif lebih rendah dari pada bunga pasar. Selain
itu dapat berupa kemampuan perusahaan menekan harga
produk yang lebih murah ketimbangan harga produk yang
sama dari perusahaan lain.
b. Kemampuan menciptakan produk strategic. Bentuk jenis
keunikan ini berupa kelebihan ciri-ciri produk Anda
dibanding produk yang sama dari perusahaan lain. Antara
lain dapat dilihat dari aspek rasa, ukuran, penampilan dan
keamanan produk serta suasana lingkungan bisnis Anda.
c. Kemampuan teknologi dan proses. Perusahaan harus
memiliki ciri berbeda dalam membuat dan menyajikan
produk ke para pelanggan dibanding perusahaan lain. Hal ini
dicirikan oleh alat yang digunakan apakah alat tua atau
modern dan sudah sangat dikenal kehandalannya di kalangan
luas pelanggan. Biasanya pelanggan sudah mempunyai
pilihan favorit tentang alat-alat dan proses tertentu yang
digemarinya. Contoh lain adalah penggunaan alat-alat
canggih seperti sistem komputer dan fasilitas pabrik
pengolahan produksi modern.
d. Kemampuan keorganisasian. Keunikan disini dicirikan oleh
kelebihan perusahaan dalam pengelolaan sistem
keorganisasian yang sepadan dengan kebutuhan pelanggan.
Perusahaan termasuk karyawannya perlu memiliki daya
tanggap, sensitif dan adapatasi yang tinggi dalam mengikuti
perubahan-perubahan karakter pelanggan, teknologi,
keadaan pasokan, peraturan, dan kondisi ekonomi. Dengan
demikian para pelanggan akan senang hati untuk selalu loyal
kepada perusahaan.
20

Maka dari itu keunggulan kompetitif termasuk bagaimana


mendapat dan mempertahankannya merupakan konsep kunci dalam
administrasi strategi. Keunggulan kompetitif akan timbul dengan
cara mempunyai sesuatu yang tidak dimiliki oleh pesaing lain.
Keunggulan kompetitif merupakan seni administrasi bersaing
terhadap sesuatu yang dirancang untuk dieksploitasi oleh suatu
organisasi. alasannya keunggulan kompetitif simpel mengalami
pengikisan akhir tindakan para pesaing, kita perlu memahami
beberapa hal sebagai berikut:

1. Pahami Lingkungan Persaingan. Pengetahuan terhadap


lingkungan sanggup diarahkan untuk membuatkan terusan
terhadap peluang-peluang yang dihasilkan oleh lingkungan,
sanggup pula diarahkan untuk membuatkan proses penyesuaian
terhadap ancaman-ancaman yang akan datang. Pengenalan
lingkungan yang baik akan memberi dampak pada mutu seni
administrasi yang dihasilkan pada gilirannya memberi dampak
pada kinerja pemasaran dalam lingkungan bisnis. Perubahan
lingkungan harus disertai dengan penyesuaian seni administrasi
perusahaan, dimana sumber daya perusahaan mendukung ke
arah tersebut.
2. Kenali pesaing (kelebihan dan kelemahan pesaing). Perusahaan
harus mengenali pesaing guna mencari dan menggali peluang-
peluang yang bisa dikembangkan oleh perusahaan. Misalnya,
bila kebutuhan konsumen yaitu hiburan, para pesaing sanggup
bervariasi mulai dari video game sampai bioskop. Dalam hal ini,
intensitas persaingan bergantung dari seberapa jauh kebutuhan
konsumen sanggup dipahami dan seberapa jauh organisasi
sanggup memenuhi kebutuhan konsumen tersebut.
3. Gunakan Strategi Pemasaran. Menurut Porter, ada 3 seni
administrasi yang harus dijalankan perusahaan biar unggul
kompetitif dalam bersaing diantaranya:
21

a. Strategi Kepemimpinan Biaya, yaitu seni administrasi yang


dipakai organisasi apabila organisasi ingin menjadi
pemimpin pasar berbasis biaya rendah dengan basis
pelanggan yang luas. Biaya di sini merupakan biaya total
produksi, bukan pada harga.
b. Strategi diferensiasi, yaitu serangkaian tindakan yang
dirancang untuk memproduksi barang atau jasa yang
dianggap para pelanggan berbeda dalam hal-hal penting bagi
mereka. Strategi ini menuntut perusahaan untuk menjual
produk-produk kepada pelanggan yang mempunyai
kebutuhan unik.
c. Strategi fokus, perusahaan dengan seni administrasi fokus
melayani kebutuhan spesifik ceruk pasar. Ia bisa menentukan
seni administrasi fokus berbasis biaya atau diferensiasi.
Perbedaannya terletak pada segmentasinya yang lebih kecil.
Ceruk pasar bagi perusahaan dengan seni administrasi fokus
yaitu geografis, tipe konsumen, dan segmen lini produk.
4. Tunjukkan produk.
5. Implementasi dari strategi.
6. Evaluasi hasil.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Untuk memperoleh peluang, wirausaha harus memiliki berbagai


kemampuan dan pengetahuan, seperti kemampuan menghasilkan
produk atau jasa, menghasilkan nilai tambah, merintis usaha,
melakukan proses atau teknik atau mengembangkan organisasi baru.

Dalam konsep strategi pemasaran, terdapat istilah bauran


pemasaran (marketing mix) yang dikenal dengan 4P. dalam
kewirausahaan, 4P tersebut ditambahkan satu P, yakni probe,
sehingga menjadi 5P. Adapun urutannya adalah sebagai berikut:

1. Probe (penelitian dan pengembangan)


2. Product (barang dan jasa)
3. Price (harga)
4. Place (tempat)
5. Promotion (promosi)

Dinamika persaingan yaitu perubahan-perubahan yang terjadi


terhadap persaingan yang terjadi pada perusahaan dalam
memperebutkan pelanggan pada periode periode tertentu. Dinamika
persaingan dihasilkan oleh serangkaian tindakan kompetitif dan
balasan–balasan kompetitif antara perusahaan–perusahaan yang
bersaing dalam satu industri tertentu.

Kunci keberhasilan untuk mampu bertahan di tengah persaingan


terletak pada kemampuan perusahaan dalam membangun
keunggulan kompetitifnya. Inovasi dan kewirausahaan dapat
menjadi strategi perusahaan dalam membangun keunggulan
kompetitif. Inovasi produk untuk membangun keunggulan
kompetitif antara lain melalui keunggulan produk, keunikan produk,

22
23

dan biaya produk. Sementara itu kewirausahaan berupaya


menciptakan nilai melalui pengenalan peluang usaha, memilih
pengambilan resiko yang tepat sesuai dengan peluang yang ada,
kemudian melalui keahlian komunikasi dan manajemen
menggerakkan sumber daya manusia, keuangan, dan bahan yang
dibutuhkan untuk keberhasilan usaha.

B. Saran

Adapun saran yang penulis bisa berikan terkait materi ini ialah
dalam membangun suatu perusahaan maupun lembaga pendidikan
sangat diperlukan yang namanya peluang usaha sehingga kita
mengetahui letak peluang kita berada dimana selain itu memahami
skema kompetitif agar kita dapat mengetahui kompetitor seperti apa
yang akan kita hadapi. Dari seluruh pembahasan yang kami
sampaikan, diharapkan para pembaca dapat menerima informasi
atau pengetahuan tentang strategi kewirausahaan dan dinamika
kompetitif itu sendiri. Dan berharap agar makalah selanjutnya yang
kami buat lebih memberikan ilmu kepada para pembaca, karena
kami tahu bahwa makalah ini masih sangat jauh dari kata sempurna.
Kritik dan saran yang sangat diperlukan dalam pembuatan makalah
untuk ke depannya.
DAFTAR PUSTAKA

[Link], Michael, dkk, 2001. Manajemen Strategi (Daya Saing dan Globalisasi),
Jakarta: Salemba Empat.
Aaker, D. 1989. Managing Assets and Skills: The Key to a Sustainable Competitive
Advantage. California Management Review. Winter: 91-106.
Adner, R. & Zemsky, P. 2006. A Demand-based Perspective on Sustainable
Competitive Advantage. Strategic Management Journal. Vol. 27. Pp. 215- 239.
Albra, Wahyuddin. 2016. Kewirausahaan. Aceh: Unimal Press.
Alifuddin, Moh. Dan Mashur Razak. 2015. Kewirausahaan: Strategi Membangun
Kerajaan Bisnis. Jakarta: MAGNAScript Publishing.
Amstrong, Philips Kotler. Dasar-dasar Pemasaran, Edisi kesembilan, Jilid 2, Bab
18
Firmansyah, Anang dan Anita Roosmawarni. 2019. Kewirausahaan (Dasar dan
Konsep). Surabaya: Qiara Media.
Kuncoro, Mudrajad. 2005. Strategi (Bagaimana Meraih Keunggulan Kompetitif),
Yogyakarta: Erlangga
Kusnadi dan Yulia Novita. 2020. Kewirausahaan. Pekanbaru: Cahaya Firdaus.
Lumpkin, G.T. & Dess, G.G. 2005. The role of entreprenurial orientation in
Stimulating efective corporate entrepreneurship. Academy of Management
Executive. 19(1). 147-156.
Mangkuprawira, S. & A.V. Hubeis. 2007. Manajemen Mutu Sumber Daya Manusia.
Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia.
Porter, M.E. 1985. Competitive Advantage: Creating and Sustaining Superior
Performance: with a new introduction. New York: The Free Press.
Widodo, Aris Slamet. 2012. Buku Ajar Kewirausahaan. Yogyakarta: Jaring
Inspiratif.

24

Anda mungkin juga menyukai