Traktor
Roda 4
KELOMPOK 3
Azizul Ahmad J0316201048
Alifia Kinanti Prastuti J0316201006
Fahmi J031620
Farha Aulia J0316201004
Hegar Munggaran H J0316201102
Iham Tryandaka J0316201001
Muhammad Jhovi J031620
Pendahuluan
Traktor adalah suatu mesin traksi yang
utamanya dirancang dan dinyatakan sebagai
penyedia tenaga bagi peralatan pertanian
dan perlengkapan usaha tani (Sembiring
1998). Traktor roda empat merupakan mesin
berdaya gerak sendiri berupa motor diesel,
beroda empat (ban karet atau ditambah roda
sangkar dari baja) yang mempunyai tiga titik
gandeng, berfungsi untuk menarik,
menggerakkan, mengangkat, mendorong alat
dan mesin pertanian dan juga sebagai sumber
daya penggerak
Komponen
Utama
Fungsi
1. Tuas Pemindah kecepatan hi-lo : Digunakan apabila beroperasi
di areal yang spesifik ( berbukit atau jalan licin)
2. Tuas Hidrolik : Untuk menggerakkan lengan pengangkat
implemen.
3. Tuas Gardan Depan : Gardan depan digunakan untuk
memperbesar daya tarik traktor dan digunakan saat bekerja di
lahan
4. Pedal Rem (kanan-kiri) : Pedal rem roda kiri dan rem roda
kanan terpisah satu sama lain. Dengan terpisahnya pedal rem,
dapat membantu berbeloknya traktor secara tajam.
5. Pedal Gas : Untuk menjaga kecepatan jalan traktor akan
tetap, pada saat dioperasikan.
Fungsi
1. Pedal Kopling : Gunanya untuk menghubungkan dan
melepaskan, hubungan antara motor penggerak dengan
transmisi.
2. Tuas Persneling Utama : Biasanya tuas persneling terdiri
dari 3 atau 4 kecepatan maju dan satu kecepatan
mundur.
3. Tuas Persneling PTO :Berfungsi untuk mengubah
kecepatan putar poros PTO yang diinginkan.
4. Saringan Udara : Untuk menyaring udara yang masuk
ke dalam ruang bakar.
5. Lampu Depan : Untuk membantu penerangan ketika
traktor berada di dalam keadaan yang gelap.
6. Tuas Rem Parkir : Untuk menahan rem tetap pada posisi
mengerem. Bebapa jenis traktor ada juga yang
mengunakan tuas rem parkir tersendiri.
Engine
Kebanyakan dari traktor roda
empat dilengkapi dengan enjin
diesel, 4-tak, berpendingin air.
Banyak diantaranya memiliki 2
hingga 6 silinder. Enjin traktor
nampak seperti enjin truk atau bus
tetapi dilengkapi dengan governor
yang efektif untuk keperluan
dapat menjaga putaran konstan
dengan tanpa memandang beban
yang diberikan.
Sistem
Pembakaran
Enjin traktor biasanya memiliki
sebuah pompa injeksi untuk setiap
silinder. Untuk mengalirkan bahan
bakar, diperlukan pompa bahan
bakar.
Sistem
Pelistrikan
Ada alat motor starter untuk memutar
flywheel yang ditenagai oleh aki (accu).
Aki juga digunakan untuk menyalakan
lampu, klakson dan aksesoris [Link]
dicharge oleh generator, yang selalu
berputar bersama putaran enjin.
Sistem
Pelumasan
Minyak pelumas dialirkan secara
paksa oleh pompa minyak pelumas
ke berbagai bagian enjin.
Sistem
Pendinginan
Radiator dan kipas pendingin selalu
melengkapi enjin yang berpendingin air.
Pompa harus dilengkapi untuk memastikan
terjadinya sirkulasi air.
Sistem
Transmisi
Penyaluran tenaga ke roda: dari enjin–
kopling-gigi kecepatan-gigi differensial-poros
roda.
Karena traktor bergerak dengan kecepatan
yang sangat bervariasi,mulai dari 0,3 hingga
10 km/jam di lahan, dan 15–24km/jam di jalan
raya,Jumlah gigi perubahan kecepatan
umumnya bervariasi dari 6 hingga 12, atau
lebih.
Gigi differensial dapat dikunci dengan
diffrential lock, ini akan membuat kedua roda
penggerak berputar bersamaan bila salah
satu roda mengalami slip.
Blok enjin dan sistem transmisi biasanya
menjadi satu sebagai badan utama traktor,
maka dia dibuat dengan konstruksi yang
sangat kuat.
Lampiran
1. Dinamo start
2. Filter oli
3. Alternator
4. Regulator
5. Radiator
6. Battery
7. Selang radiator menuju mesin
8. Kipas radiator
1. Tempat masukkan
polumas (oli)
2. Air Radiator
3. Penyemprotan
bahan bakar
1. Injection
2. Filter bahan bakar permanen
3. Filter bahan bakar permanen
TERIMA
KASIH