KERANGKA ACUAN KERJA
(KAK)
Manajemen Konstruksi Pembangunan KDP Gedung Direktorat Politeknik
Pertanian Negeri Kupang
TAHUN ANGGARAN 2022 – 2023
Kupang, Januari 2022
Disetujui oleh :
PPK PRASARANA STRATEGIS
Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman
Wilayah I provinsi NTT
HENDRO NDOLU, ST
NIP. 19870317 201101 1 005
DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
1
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
1. Latar : Dalam upaya untuk menjadi negara yang maju dan sejahtera, perlu
Belakang adanya peningkatan berbagai aspek melalui pembangunan, baik dari
segi fisik maupun non fisik. Salah satunya melalui peningkatan
kualitas sumber daya manusia (SDM). Hal ini penting dilakukan
karena kemajuan suatu negara sangat bergantung pada
kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki. Usaha
peningkatan sumber daya manusia dapat dilakukan melalui
beberapa cara, salah satunya melalui peningkatan kualitas
pendidikan. Akan tetapi apabila melihat dari kualitas prasarana
infrastruktur pendidikan yang terdapat di Indonesia masih terdapat
beberapa prasarana infrastruktur pendidikanyang belum layak yang
kemudian dapat mengakibatkan terhambatnya kegiatan belajar
mengajar. Maka dari itu Presiden mengarahkan adanya peningkatan
Sumber Daya Manusia (SDM) melalui percepatan pembangunan
atau renovasi prasarana dan sarana infrastruktur pendidikan.
Percepatan pembangunan prasarana dan sarana infrastruktur
pendidikan ini dilakukan oleh Kementerian
PUPR melalui koordinasi intensif dengan Kementerian sektor terkait,
yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian
Riset,Teknologi dan Pendidikan Tinggi, serta Kementerian Agama,
dimana tahap persiapannya dimulai pada Tahun Anggaran 2018 dan
tahap pelaksanaan konstruksi fisiknya pada Tahun Anggaran 2019.
Dalam upaya pembangunan prasarana dan sarana infrastruktur
pendidikan ini, Presiden melalui Kepala Bappenas dan Menteri
Keuangan mengatur penetapan anggaran penguatan SDM melalui
Surat Bersama Menteri PPN/ Kepala Bappenas dan Menteri
Keuangan Nomor: S-536/MK.02/2018 dan
B.400/[Link]/D.8/KU.01.01/07/2018. Berdasarkan Surat Bersama
tersebut menyebutkan bahwa adanya penambahan anggaran dari
Pagu indikatif/Penyesuaian untuk penguatan SDM melalui
peningkatan prasarana dan sarana infrastruktur pendidikan.
2. Maksud dan : Maksud dari kegiatan ini adalah dalam rangka pengendalian
Tujuan pembangunan/pelaksanaan dan memberi informasi gambaran dan
berbagai hal secara detail tentang pelaksanaan pembangunan
Pembangunan KDP Gedung Direktorat Politeknik Pertanian
Negeri Kupang sebagai rangkaian kegiatan dalam bentuk
pengawasan/Manajemen Konstruksi, sehingga pembangunan fisik
terwujud sesuai kriteria standar yang telah ditentukan dengan target
waktu, biaya dan Mutu.
Tujuan dari kegiatan ini adalah :
1. Terlaksananya pemantauan status pekerjaan, koordinasi,
komunikasi, kemajuan, permasalahan yang timbul, pengumpulan
data serta informasi, dan lain-lain terkait dengan pembangunan
Manajemen Konstruksi Pembangunan KDP Gedung
Direktorat Politeknik Pertanian Negeri Kupang;
2. Terlaksananya suatu mekanisme pengelolaan (manajemen),
pengendalian mutu konstruksi, dan pengawasan (Manajemen
Konstruksi) terhadap pelaksanaan pekerjaan Manajemen
Konstruksi Pembangunan KDP Gedung Direktorat
Politeknik Pertanian Negeri Kupang;
2
3. Sasaran : Pengendalian pelaksanaan Pembangunan KDP Gedung Direktorat
Politeknik Pertanian Negeri Kupang sehingga sesuai dengan
kriteria teknis yang diharapkan.
4. Lokasi : Lokasi kegiatan berada di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara
Kegiatan Timur.
5. Sumber : Pekerjaan ini dibiayai dari sumber pendanaan APBN dengan system
Pendanaan Multi Years Contract (MYC) TA. 2022 – 2023 dengan Pagu dana
yang tersedia untuk pelaksanaan pekerjaan ini adalah sebesar Rp.
[Link],- (SATU MILYAR TIGA RATUS SEMBILAN PULUH
DELAPAN JUTA EMPAT RATUS RIBU RUPIAH) termasuk PPN
11%
.
6. Nama dan : Nama Pejabat Pembuat Komitmen : PRASARANA STRATEGIS
Organisasi Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah I
Pejabat Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Pembuat
Komitmen
7. Data Dasar :
8. Standar : SNI dan RSNI bidang Bangunan Gedung
Teknis
9. Studi-studi :
Terdahulu
10. Referensi : Dasar Hukum :
Hukum a. Undang-Undang Republik Indonesia
1) Undang-Undang RI No.2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi
2) Undang-undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan
Gedung
b. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
1) Peraturan Pemerintah RI No. 22 Tahun 2020 tentang Peraturan
Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 Tentang
Jasa Konstruksi;
2) Peraturan Pemerintah No. 36 tahun 2005 Tentang Peraturan
Pelaksana Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang
Bangunan Gedung.
3) Peraturan Presiden No. 73 Tahun 2011 tentang Pembangunan
Bangunan Gedung Negara
c. Peraturan Presiden Republik Indonesia
1) Peraturan Presiden RI No.16 Tahun 2018 tentang Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah;
2) Peraturan Presiden RI No. 43 Tahun 2019 tentang
Pembangunan, Rehabilitasi, Atau Renovasi Pasar Rakyat,
Prasarana Perguruan Tinggi, Perguruan Tinggi Keagamaan
Islam, Dan Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah
3
d. Peraturan Menteri
1) Peraturan Menteri PU No.14/PRT/M/2020 tentang Standar dan
Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi Melalui Penyedia;
2) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No.
22/PRT/M/2018 tentang Pembangunan Bangunan Gedung
Negara
3) Peraturan Menteri PUNo.28/PRT/M/2016 tentang Pedoman
Analisis Harga Satuan Pekerjaan Bidang Pekerjaan Umum;
4) Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor
72/PMK.02/2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri
Keuangan Nomor 78/PMK.02/2019 Tentang Standar Biaya
Masukan Tahun Anggaran 2020.
5) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.21/PRT/M/2019 Tentang
Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi
6) Peraturan Menteri PU No. 07/PRT/M/2019 tentang Standar dan
Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan Jasa
Konsultansi
7) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No.
06/PRT/M/2017 tentang Perubahan Peraturan Menteri
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor
05/PRT/M/2016 tentang Izin Mendirikan Bangunan Gedung;
8) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No.
14/PRT/M/2017 tentang Persyaratan Kemudahan Bangunan
Gedung
9) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No.
05/PRT/M/2015 tentang Pedoman Umum Implementasi
Konstruksi Berkelanjutan pada Penyelenggaraan Infrastruktur
Bidang Pekerjaan Umum Dan Permukiman;
10) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 11/PRT/M/2014
tentang Pengelolaan Air Hujan pada Bangunan Gedung dan
Persilnya;
11) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 26/PRT/M/2008
tentang Persyaratan Teknis Sistim Proteksi Kebakaran pada
Bangunan Gedung dan Lingkungan;
12) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 29/PRT/M/2006
tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung;
13) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
No. 27/PRT/M/2018 tentang Setifikat Laik Fungsi Bangunan
Gedung;
d. Surat Edaran Menteri
1) Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
No. 15/SE/M/2019 tentang Tata Cara Penjaminan dan
Pengendalian Mutu Pekerjaan Konstruksi di Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
2) Surat Edaran Menteri PU No.21/SE/M/2019 tentang Standar
Susunan Tenaga Ahli untuk pengawasan pekerjaan konstruksi
4
melalui penyedia jasa;
3) Instruksi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Nomor 02/IN/M/2020 Tahun 2020 tentang Protokol Pencegahan
Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dalam
Penyelenggaraan Jasa Konstruksi
4) Surat Edaran Menteri PU No.18/SE/M/2020 tentang
Pelaksanaan Tatanan Dan Adaptasi Kebiasaan Baru (New
Normal) Dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi
e. Pedoman Jasa Konsultasi
1) Pedoman Standar, Minimal Biaya Langsung Personil dan Biaya
Langsung Non Personil untuk Kegiatan Jasa Konsultansi Tahun
2018, Kepmen 897-2017 (Billing Rate 2018);
2) Pedoman teknis tentang standar teknis lainnya yang
dipersyaratkan.
11. Lingkup : 1. Penyedia Jasa Pengawasan Konstruksi adalah perusahaan/
Pekerjaan badan usaha yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk
melaksanakan tugas-tugas konsultansi dalam bidang jasa
pengawasan konstruksi.
2. Tugas Penyedia Jasa Manajemen Konstruksi antara lain:
a. Mereview produk perencanaan dan disesuaikan dengan
kondisi lapangan
b. memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan
konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan
pekerjaan di lapangan;
c. mengawasi pemakaian bahan, peralatan, dan metode
pelaksanaan, serta mengawasi ketepatan waktu, dan biaya
pekerjaan konstruksi;
d. mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi
kualitas, bahan dan material, kualitas pelaksanaan/work man
ship, kuantitas fisik untuk setiap item/bagian pekerjaan yang
terurai dalam rincian kontrak fisik, dan laju pencapaian
volume/realisasi fisik yang dicapai di setiap periode laporan
berkala;
e. mengawasi kepatuhan pelaksana pekerjaan terhadap
pemenuhan syarat-syarat kesehatan, keselamatan kerja, dan
lingkungan (HSE) oleh pelaksana;
f. mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk
memberikan rekomendasi teknis opsi pemecahan masalah
yang terjadi selama pekerjaan konstruksi;
g. membantu menyelenggarakan rapat lapangan secara berkala
serta membuat laporan mingguan dan bulanan pekerjaan
pengawasan;
h. meneliti gambar-gambar untuk pelaksanaan (shop drawings)
yang diajukan oleh Pelaksana Konstruksi;
i. meneliti gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan di
lapangan(as-built drawings) sebelum serah terima;
j. menyusun daftar cacat/kerusakan sebelum Serah Terima
Pertama, mengawasi perbaikannya pada masa pemeliharaan,
dan menyusun laporan akhir pekerjaan pengawasan;
k. membantu menyusun berita acara persetujuan kemajuan
5
pekerjaan, dan Serah Terima Pertama (PHO); dan
l. membantu memeriksa dokumen operasi dan pemeliharaan
yang disusun oleh pelaksana.
3. Tanggung Jawab Penyedia Jasa Pengawasan Konstruksi meliputi:
a. melaksanakan pengawasan pekerjaan di lapangan, sehingga
tetap terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana kerja
dansyarat/spesifikasi teknis pelaksanaan pekerjaan;
b. menampung persoalan terkait pelaksanaan konstruksi di
lapangandan menyampaikan serta memberikan rekomendasi
opsi solutif kepada Pengguna jasa; dan
c. meneliti kebenaran atau membandingkan laporan progres
pekerjaan yang di klaim/dinyatakan oleh pelaksana pekerjaan
dengan yang diperoleh dari laporan tenaga konsultan
Manajemen Konstruksi di lapangan.
12. Keluaran : Keluaran dari pelaksanaan kegiatan ini berupa:
Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) dan Rencana Mutu
Pekerjaan Konstruksi (RMPK).
Laporan pendahuluan.
Laporan bulanan (termasuk harian dan mingguan).
Laporan akhir termasuk backup mc 100, album gambar, foto
udara dan softcopy.
Berita Acara pertemuan baik yang bersifat koordinasi maupun
konsolidasi sebagai bagian dari pengawasan maupun Berita
acara permasalahan yang bersifat teknis (jika ada)
13. Peralatan, a. Data
Material, Pengguna jasa akan memfasilitasi kebutuhan data/informasi yang
Personel dan diperlukan untuk melengkapi pengawasan/Manajemen Konstruksi
Fasilitas dari b. Staf Pengawas
Pejabat Pengguna jasa akan membentuk Tim Teknis sebagai pengawas
Pembuat dan pengarah pelaksanaan kegiatan dalam rangka pelaksanaan
Komitmen jasa Manajemen Konstruksi.
14. Peralatan dan a. Penyediaan oleh penyedia jasa
Material dari Penyedia jasa harus menyediakan fasilitas menunjang
Penyedia kelancaran pelaksanaan kegiatan dan harus memperhitungkan
Jasa semua biaya pengeluaran yang akan dimasukkan dalam biaya
Konsultan penawaran yang terdiri atas ;
1. Biaya Komunikasi
2. Biaya Materi dan Penggandaan Laporan
3. Biaya Sewa Peralatan
4. Biaya Rapat
5. Biaya Penerapan SMKK
b. Fasilitas Rapat koordinasi dan pembahasan laporan
Penyedia Jasa akan memfasilitasi kegiatan rapat pembahasan
laporan setiap bulan selama masa pelaksanaan konstruksi
15. Lingkup : Wewenang Penyedia Jasa Pengawasan Konstruksi meliputi:
Kewenangan a. memberikan peringatan dan teguran tertulis kepada pihak
Penyedia pelaksana pekerjaan jika terjadi penyimpangan terhadap
Jasa dokumen kontrak;
6
b. meneliti dan memberikan persetujuan pada gambar pelaksanaan
(shop drawing) yang diajukan oleh kontraktor sebelum
dilaksanakan;
c. merekomendasikan kepada pengguna jasa untuk menghentikan
pelaksanaan pekerjaan sementara jika pelaksana pekerjaan tidak
memperhatikan peringatan yang diberikan;
d. memberikan masukan pendapat teknis (Justifikasi Teknis) tentang
permintaan tambah kurang pekerjaan yang diajukan oleh
pelaksana fisik yang dapat mempengaruhi biaya dan waktu
pekerjaan serta berpengaruh pada ketentuan kontrak;
e. mengusulkan perubahan jika terjadi ketidaksesuaian dengan
kondisi di lapangan;
f. mengkoreksi pekerjaan yang dilaksanakan oleh pelaksana
pekerjaan, termasuk pekerjaan fisik konstruksi yang telah
dilaksanakan agar sesuai dengan kontrak kerja yang disepakati;
dan
g. merekomendasikan kepada PPK untuk menolak material dan
peralatan konstruksi yang tidak sesuai spesifikasi.
16. Jangka : Pelaksanaan pekerjaan selama 300 (tiga ratus) hari kalender
Waktu terhitung sejak dikeluarkannya SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja).
Penyelesaian
Kegiatan
Memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) dengan Kualifikasi Usaha
17. Kualifikasi : Menengah serta disyaratkan Klasifikasi Pengawasan Rekayasa dan
Badan Usaha Sub Klasifikasi Jasa Pengawasan Pekerjaan Jasa Manajemen
Proyek Terkait Konstruksi Bangunan (KL 403) Permen PUPR
No.19 Tahun 2014 (Undang – Undang No.18 Tahun 1999) atau
Jasa Rekayasa Konstruksi Bangunan Gedung Hunian dan Non
Hunian (RK 001) Sesuai SE Menteri PUPR No. 21 Tahun 2021.
18. Personil : Kualifikasi
Posisi
Tingkat Pengala Status Tenaga
Jurusan Keahlian
Pendidikan man Ahli
Tenaga Ahli:
Teknik Ahli Muda
Tetap/
Team Leader S1 Arsitektur/ manajemen Proyek 3 Tahun
Tidak Tetap
Sipil (602)
Health Safety Teknik
Ahli Muda Bidang Tetap/
Environment S1 Arsitektur/ 2 Tahun
K3 Konstruksi Tidak Tetap
Engineer Sipil
Tenaga Ahli Ahli Muda Teknik Tetap/
S1 Teknik Sipil 2 Tahun
Struktur Bangunan Gedung Tidak Tetap
Tenaga Ahli Teknik Ahli Muda Bidang Tetap/
S1 2 Tahun
Arsitektur Arsitektur Arsitektur Tidak Tetap
Teknik
Arsitektur/
Tenaga Ahli Ahli Muda Bidang Tetap/
S1 Sipil/Teknik 2 Tahun
Mekanikal Mekanikal Tidak Tetap
Mesin/Tekni
k Elektro
Quantity dan
Ahli Muda Teknik Tetap/
Quality S1 Teknik Sipil 2 Tahun
Bangunan Gedung Tidak Tetap
Engineer
7
Tenaga Sub Profesional :
Teknik
Drafter SKT Tetap/
S1 Arsitektur/
Juru Gambar 3 Tahun Tidak Tetap
Sipil
TENAGA PENDUKUNG
Teknik
Administrasi
D3/S1 Arsitektur/ Tetap/
Teknik
Sipil 3 Tahun Tidak Tetap
Tetap/
Office boy
Tidak Tetap
a. Tugas dan kewajiban Manajemen Konstruksion Engineer
mencakup hal-hal sebagai berikut:
1. Manajemen Konstruksion Engineer merupakan pihak atau
orang atau pihak yang bertugas memimpin, mengarahkan dan
mengendalikan seluruh tenaga ahli pengawasan konstruksi
terhadap berjalannya pelaksanaan pekerjaan
2. Mengkoordinasikan seluruh tenaga ahli pengawasan
konstruksi untuk setiap pelaksanaan pengukuran/rekayasa
lapangan yang dilakukan Penyedia Jasa Konstruksi dan
menyampaikan laporan kepada Pengguna jasa sehingga
dapat dilakukan dengan cepat keputusan-keputusan yang
diperlukan,termasuk untuk pekerjaan pengembalian kondisi
dan pekerjaan minor mendahului pekerjaan utama serta
rekayasa terperinci lainnya;
3. Mengkoordinasikan seluruh tenaga ahli pengawasan
konstruksi secara teratur dan memeriksa pekerjaan pada
semua lokasi di lapangan dimana pekerjaan konstruksi
sedang dilaksanakan serta member penjelasan tertulis
kepada Penyedia Jasa Konstruksi mengenai apa yang
sebenarnya dituntut dalam pekerjaan tersebut, bila dalam
kontrak hanya dinyatakan secara umum;
4. Memastikan bahwa Penyedia Jasa Konstruksi memahami
Dokumen Kontrak secara benar, melaksanakan pekerjaannya
sesuai dengan spesifikasi serta gambar-gambar, dan
Penyedia Jasa Konstruksi menerapkan teknik pelaksanaan
konstruksi yang tepat/cocok dengan keadaan lapangan untuk
berbagai macam kegiatan pekerjaan;
5. Membuat rekomendasi kepada Pengguna jasa untuk
menerima atau menolak pekerjaan dan material;
6. Mengkoordinasikan pencatatan kemajuan pekerjaan setiap
hari yang dicapai Pelaksana pada lembar kemajuan pekerjaan
(progress schedule) yang telah disetujui;
7. Memonitor dan mengevaluasi secara seksama kemajuan dari
semua pekerjaan dan melaporkannya segera/tepat waktu
kepada Pengguna Jasa bila kemajuan pekerjaan terlambat
sebagaimana tercantum pada buku Spesikasi Umum dan hal
itu benar-benar berpengaruh terhadap jadwal penyelesaian
yang direncanakan. Dalam hal demikian, maka Manajemen
Konstruksion Engineer juga membuat rekomendasi secara
tertulis bagaimana caranya untuk mengejar keterlambatan
tersebut;
8. Memeriksa dengan teliti semua kuantitas hasil pengukuran
setiap pekerjaan yang telah selesai yang disampaikan oleh
8
Quantity Engineer;
9. Menjamin bahwa sebelum Penyedia Jasa Konstruksi diijinkan
untuk melaksanakan pekerjaan berikutnya, maka pekerjaan-
pekerjaan sebelumnya yang akan tertutup atau menjadi tidak
tampak harus sudah diperiksa/diuji dan sudah memenuhi
persyaratan dalam Dokumen Kontrak;
10. Memberi rekomendasi kepada Pengguna jasa menyangkut
mutu dan jumlah pekerjaan yang telah selesai dan memeriksa
kebenaran dari setiap bukti pembayaran bulanan Penyedia
Jasa Konstruksi;
11. Mengkoordinasikan perhitungan dan pembuatan sketsa-
sketsa yang benar untuk bahan Pengguna jasa pada setiap
lokasi pekerjaan;
12. Mengawasi dan memeriksa pembuatan Gambar Sebenarnya
Terbangun/Terpasang (as-built drawings) dan megupayakan
agar semua gambar tersebut dapat diselesaikan sebelum
Penyerahan Pertama Pekerjaan (PHO);
13. Memeriksa dengan teliti/seksama setiap gambar-gambar kerja
dananalisa/perhitungan konstruksi dan kuantitasnya, yang
dibuat oleh Penyedia Jasa Konstruksi sebelum pelaksanaan;
14. Melakukan inspeksi secara teratur dan memeriksa pekerjaan
pada semua lokasi pekerjaan dalam kontrak membuat laporan
kepada Pengguna jasa terhadap hasil inspeksi lapangan.
15. Memberi rekomendasi kepada Pengguna jasa hasil
penjaminan mutu dan keluaran hasil pekerjaan terkait dengan
usulan pembayaran yang diajukan Penyedia Jasa Konstruksi;
16. Mengkoordinasikan pembuatan laporan-laporan mengenai
kemajuan fisik dan keuangan proyek yang ada dibawah
wewenangnya dan menyerahkan kepada Pengguna jasa serta
instansi lain yang terkait tepat pada waktunya; dan
17. Menyusun/memelihara arsip korespondensi kegiatan, laporan
harian,laporan mingguan, bagan kemajuan pekerjaan,
pengukuran pembayaran, gambar desain, laporan hasil
inspeksi lapangan, laporan Pengujian material, Laporan
commissioning dan lainnya.
b. Tugas dan kewajiban Health Safety Environment (HSE)
Engineer terdiri atas :
1. Pihak atau orang yang bertugas memastikan bahwa aspek
Keamanan, Kesehatan, Keselamatan dan lingkungan sudah
tersedia dan diterapkan dalam pelaksanaan pekerjaan
konstruksi.
2. Mengidentifikasi dan memetakan potensi bahaya yang
mungkin terjadi di lingkungan kerja. Hal ini termasuk membuat
tingkatan dampak dari bahaya (impact) dan kemungkinan
terjadinya bahaya tersebut (probability);
3. Menyusun rencana program keselamatan dan kesehatan kerja
yang meliputi upaya preventif dan upaya korektif. Upaya
preventif bertujuan untuk mengurangi terjadinya bahaya atau
kecelakaan di lingkungan kerja. Upaya korektif bertujuan untuk
menanggulangi kecelakaan yang terjadi di lingkungan kerja;
4. Membuat dan memelihara dokumen terkait kesehatan dan
keselamatan kerja. Dokumentasi yang baik termasuk faktor
penting dalam mencegah dan menanggulangi bahaya. Hal ini
termasuk merancang prosedur baku dan memelihara barang
9
atau catatan terkait kesehatan dan keselamatan kerja; dan
5. Mengevaluasi insiden kecelakaan yang mungkin terjadi, serta
menganalisis akar masalah termasuk tindakan preventif dan
korektif yang diambil.
c. Tugas dan kewajiban Tenaga Ahli Struktur, Tenaga Ahli
Arsitektur dan Tenaga Ahli Mekanikal terdiri atas:
1. Merupakan pihak atau orang yang bertanggung jawab kepada
Manajemen Konstruksion Engineer dan berkedudukan di
lokasi Penyedia Jasa Konstruksi (Pelaksana) bekerja.
bertanggung jawab melakukan pemeriksaan dan
pengendalian kegiatan yang berhubungan dengan aspek
desain, pengukuran volume bahan pekerjaan dan penjaminan
mutu pekerjaan yang telah ditentukan oleh Dokumen Kontrak
2. Memeriksa kesesuaian antara gambar perencanaan dengan
pelaksanaan di lapangan;
3. Mengharuskan Pelaksana untuk melaksanakan peraturan
tentang keamanan dan keselamatan kerja;
4. Memantau hasil pekerjaan serta cara pelaksanaan yang
dijalankan Pelaksana;
5. Memberi instruksi kepada Pelaksana, bila cara pelaksanaan
dinilai tidak benar atau membahayakan. Dalam segala hal,
semua instruksi harus dicatat dalam buku harian (log book)
serta segera memberi tahu kepada Manajemen Konstruksion
Engineer;
6. Mencatat keadaan pekerjaan serta semua perubahan dan
penyimpangan dari perencanaan (pada lembar gambar
Kemajuan Pekerjaan); dan
7. Memeriksa dan menyetujui laporan harian yang dibuat oleh
Pelaksana.
8. Memeriksa, mengawasi dan melakukan pengujian terhadap
pekerjaan, material dan peralatan yang ditempatkan di
lapangan apakah sesuai dengan gambar dan spesifikasi
9. Menganalisa semua data hasil pengujian mutu pekerjaan serta
menyerahkannya kepada Manajemen Konstruksion Engineer
rekomendasi secara tertulis tentang disetujui atau ditolaknya
material dan hasil pekerjaan yang bersangkutan.
10. Memeriksa semua material/bahan yang didatangkan ke lokasi
proyek sehingga sebelum material tersebut digunakan sudah
sesuai dengan spesifikasi
11. Melakukan pengawasan di lapangan secara terus menerus
pada semua lokasi pekerjaan konstruksi yang sedang
dilaksanakan, dan memberitahu dengan segera kepada
Manajemen Konstruksion Engineer tentang semua pekerjaan
yang tidak memenuhi/sesuai Dokumen Kontrak.
12. Bersama-sama Penyedia Jasa Konstruksi setiap hari
membuat ringkasan/risalah tentang kegiatan konstruksi,
keadaan cuaca, pengadaan material, jumlah dan keadaan
tenaga kerja, peralatan yang digunakan, jumlah pekerjaan
yang telah diselesaikan, pengukuran di lapangan, kejadian-
kejadian khusus dan sebagainya dengan menggunakan
formulir laporan standar (Laporan Harian) yang harus
diserahkan/dikirim kepada Manajemen Konstruksion Engineer
dan PPK setiap hari setelah selesai kerja.
13. Melakukan pengawasan di lapangan secara terus-menerus
10
terhadap semua pekerjaan harian (day work), termasuk
membuat catatan mengenai peralatan, tenaga kerja dan
bahan-bahan yang digunakan Penyedia Jasa Konstruksi
dalam melaksanakan pekerjaan harian tersebut;
14. Memeriksa dan melakukan pengukuran keluaran hasil
pekerjaan, perhitungan bobot pekerjaan terkait dengan usulan
pembayaran serta menjamin bahwa pembayaran terhadap
Penyedia Jasa Konstruksi sudah benar dan sesuai dengan
ketentuan dalam Dokumen Kontrak
d. Tugas dan kewajiban Quality dan Quantity Engineer terdiri atas:
Bertanggung jawab untuk memastikan produk yang sudah
terlaksana sesuai dengan spesifikasi perencanaan dengan cara
melakukan uji tes;
Menafsirkan dan menerapkan jaminan kualitas;
Mengusulkan perbaikan mutu dengan tindakan yang tepat;
Mengidentifikasi akan terjadinya kegagalan mutu, dan
melakukan pencegahan preventif;
Mencatat hasil kegiatan pengendalian mutu yang terlaksana
sebagai data statistik kejadian dan menjadi laporan kepada tim
ahli dan PPK.
Mencatat, dan menghitung volume pekerjaan terlaksana dan
menghitung selisih antara volume terlaksana dengan volume
rencana;
Menghitung selisih biaya antara volume terlaksana dengan
volume rencana;
Menghitung volume dan perkiraan biaya item pekerjaan
yang akan dilaksanakan ;
Menghitung kebutuhan material dalam setiap item pekerjaan
Bekerja sama dengan logistik untuk memberikan informasi
kebutuhan material dan alat;
Membuat analisis pekerjaan tambah kurang apabila terjadi
selisih antara pekerjaan terlaksana dengan pekerjaan rencana
19. Jadwal : Waktu pelaksanaan kegiatan ini adalah selama 7 (Tujuh) bulan
Tahapan Bulan
Pelaksanaan No Kegiatan
1 2 3 4 5 6 7
Kegiatan 1 Persiapan Pelaksanaan
2 Laporan Pendahuluan
3 Pelaksanaan
Manajemen Konstruksi
4 Laporan Bulanan
5 Laporan Akhir
20. Laporan : Laporan Pendahuluan memuat :
Pendahuluan a. Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) dan Rencana Mutu
Pekerjaan Konstruksi (RMPK)
RKK adalah dokumen lengkap rencana penerapan SMKK dan
merupakan satu kesatuan dengan dokumen kontrak suatu
pekerjaan konstruksi, yang dibuat oleh Penyedia Jasa dan
disetujui oleh Pengguna Jasa, untuk selanjutnya dijadikan
sebagai sarana interaksi antara Penyedia Jasa dengan
Pengguna Jasa dalam Penerapan SMKK. Sementara SMKK
11
adalah Bagian dari sistem manajemen pekerjaan konstruksi
dalam rangka penerapan keamanan, keselamatan, kesehatan
dan keberlanjutan pada setiap pekerjaan konstruksi.
Rencana Mutu Pekerjaan Konstruksi (RMPK) adalah
dokumen jaminan mutu pekerjaan yang diharapkan sesuai
dengan yang dikehendaki oleh pengguna jasa atau sesuai
dengan kerangka acuan kerja dan usulan teknis yang
disampaikan.
Oleh karena itu sebelum melaksanakan pekerjaan jasa
konsultansi, konsultan pemenang harus menyusun Dokumen
Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) dan Rencana Mutu
Pekerjaan Konstruksi (RMPK) dan dibuat sebanyak 5 (lima)
eksemplar.
b. Laporan Pendahuluan
Laporan ini berisi antara lain pemahaman terhadap lingkup
layanan konsultansi selama masa kontrak, rencana kerja detail
dan jadwal kegiatan termasuk tenaga ahli yang akan
melaksanakan sampai dengan selesai, jadwal pelaksanaan dan
penugasan tenaga ahli dan ringkasan kemajuan pelaksanaan
pengawasan (jika sudah ada).
Draft laporan pendahuluan diserahkan selambatnya 7 (tujuh) hari
setelah diterbitkan SPMK. Setelah dilakukan diskusi dan
pembahasan draft laporan pendahuluan antara Pengguna Jasa
dan konsultan,Laporan Pendahuluan dapat diterima setelah
mendapatkan persetujuan dari pihak Pengguna Jasa yang
dilampiri dengan Berita Acara Pembahasan dan paling lambat
diserahkan 30 hari sejak tanggal SPMK. Laporan Pendahuluan
yang telah disetujui, dibuat 5 (lima) eksemplar untuk diserahkan
kepada pihak Pengguna Jasa.
21. Laporan : Laporan bulanan diserahkan tiap akhir bulan kalender selama
Bulanan pelaksanaan fisik berlangsung sebanyak 5 (lima) eksemplar tiap
bulannya termasuk laporan mingguan dan harian.
1). Laporan mingguan paling sedikit memuat hal-hal sebagai berikut:
a. Capaian pekerjaan fisik, ringkasan status capaian pekerjaan fisik
dengan membandingkan capaian di minggu sebelumnya, capaian
pada minggu berjalan serta target capaian di minggu berikutnya;
b. Foto dokumentasi;
c. Ringkasan status kondisi keuangan Penyedia Jasa Konstruksi
(Pelaksana), status pembayaran dari Pengguna Jasa (PPK);
d. Perubahan kontrak dan perubahan pekerjaan;
e. Masalah dan kendala yang dihadapi; termasuk statusnya,
tindakan penanggulangan yang telah dilakukan dan rencana
tindakan selanjutnya;
f. Hambatan dan kendala yang berpotensi terjadi di minggu
berikutnya, beserta rencana pencegahan atau penanggulangan
yang akan dilakukan;
g. Status persetujuan atas usulan dan permohonan dokumen;
h. Daftar dan status persetujuan dokumen yang harus ditindaklanjuti
oleh Konsultan Pengawas;
i. Ringkasan hasil pelaksanaan kegiatan pekerjaan (daftar
pelaksanaan kegiatan pemeriksaan beserta hasil dan status
persetujuannya)
12
j. Ringkasan aktivitas dan hasil pengendalian Keselamatan
Konstruksi, termasuk kejadian kecelakaan kerja, catatan tentang
kejadian nyaris terjadi kecelakaan kerja (nearmiss record) dan
lain-lain;
k. Kendala yang dihadapi Konsultan Pengawas, tindakan yang telah
dan akan dilakukan serta dukungan yang dibutuhkan dari
Konsultan Pengawas untuk tujuan kelancaran proyek.
2). Laporan bulanan merupakan Laporan rencana dan kemajuan
pekerjaan yang dilaksanakan setiap bulan, Laporan bulanan paling
sedikit memuat hal-hal sebagai berikut:
a. Ringkasan pelaksanaan kegiatan pengawasan pekerjaan (daftar
pelaksanaan kegiatan pemeriksaan beserta hasil dan status
persetujuannya);
b. Laporan sumber daya manusia tim Konsultan Pengawas (personil,
time sheet, dll);
c. Daftar dan status persetujuan yang dikeluarkan oleh Konsultan
Pengawas;
d. Daftar dan status instruksi yang dikeluarkan Konsultan Pengawas
kepada Penyedia Jasa Konstruksi (Pelaksana);
e. Daftar dan status persetujuan dokumen yang harus ditindaklanjuti
oleh Pengguna Jasa (PPK)
f. Kendala yang dihadapi Konsultan Pengawas, tindakan yang telah
dan akan dilakukan serta dukungan yang dibutuhkan;
g. Total kemajuan sejak permulaan dan melaporkan keterlambatan-
keterlambatan yang terjadi dengan menyebutkan penyebabnya,
selanjutnya saran-saran untuk mengatasinya dan tindakan yang
telah dilakukan serta perubahan lingkup jadwal bila ada
h. Laporan pelaksanaan RKK dalam bulan berjalan.
i. Laporan bulanan pertama harus memuat data yang didapat
tentang rencana pelaksanaan pekerjaan serta metode
pelaksanaannya dan saran-saran apabila terjadi perubahan
penanganan pelaksanaan pekerjaan berikut perhitungan kembali
volume pekerjaan.
Laporan ini harus dibuat sedemikian rupa sehingga pihak Pengguna
jasa senantiasa mendapatkan informasi yang tepat dan pada
waktunya. Laporan diserahkan setelah dilakukan diskusi/
dipresentasikan dan pembahasan, serta persetujuan dari pihak
pengguna jasa. Laporan Bulanan diserahkan tiap akhir bulan
kalender selama pelaksanaan fisik berlangsung sebanyak 5 (lima)
eksemplar tiap bulannya
22. Laporan Akhir : Laporan akhir berisikan penyempurnaan konsep laporan akhir
berdasarkan hasil diskusi dan pembahasan disertai dengan hasil
paparan pembahasan laporan serta dokumen lainnya.
Laporan akhir adalah akumulasi dari seluruh kegiatan pekerjaan
Manajemen Konstruksi ketika pelaksaan fisik telah mencapai kondisi
mutual check (MC) 100%. Laporan akhir harus dibuat sebelum
konsultan mengakhiri tugasnya, laporan akhir harus merangkum
tanggapan dan perubahanyang disepakati, meliputi (namun tidak
terbatas pada):
Kesimpulan dan saran;
Bagian pokok yang memuat uraian dan hasil pelaksanaannya;
13
Laporan ini juga harus mencakup fakta dan dokumen yang
menggambarkan pendekatan dan metodologi yang dipilih
konsultan dalam memberikan jasa;
Saran-saran untuk pemeliharaan perpipaan, mekanikal dan
elektrikal dan bangunan selanjutnya.
Laporan pelaksanaan RKK
Laporan penjaminan & pengendalian mutu
Seluruh laporan disertai bukti dokumentasi
Laporan akhir, terdiri dari:
Laporan utama sebanyak 5 (lima) eksemplar;
Foto dan Video udara yang diambil menggunakan Drone.
Album Dokumentasi, baik itu foto pekerjaan 0%, 25%, 50%,
75% dan 100% yang diambil pada sudut pengambilan yang
sama, dibuat sebanyak 5 (lima) eksemplar;
Harddisk (1 TB) yang berisi softcopy seluruh hasil akhir
laporan yang sudah dibahas, presentasi dan gambar-gambar
serta data dukung.
23. Produksi : Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus
dalam Negeri dilakukan di dalam wilayah Negara Republik Indonesia kecuali
ditetapkan lain dalam angka 4 KAK dengan pertimbangan
keterbatasan kompetensi dalam negeri.
24. Persyaratan : -
Kerjasama
25. Pedoman : -
Pengumpulan
data
Lapangan
26. Alih : Pemakaian Tenaga Ahli pada kegiatan ini harus dapat memberikan
Pengetahuan manfaat dalam alih pengetahuan secara optimal melalui kemitraan
dengan media pembahasan dan diskusi
14